Anda di halaman 1dari 33

TEKNIK INVESTIGASI LAPANGAN

Disampaikan Dalam :
TRAINING DASAR-DASAR INVESTIGASI KECELAKAAN LAUT
KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI
Oleh :

CAPT. ROZAIMI JATIM


IR. KUNTO PRAYOGO

Garis Besar Paparan

Kriteria dan jenis Kecelakaan


Pengumpulan Data
Pemeriksaan Lokasi Kejadian
Penentuan Saksi
Teknik Wawancara

KRITERIA KECELAKAAN

PENGERTIAN KECELAKAAN KAPAL


Kecelakaan kapal (ship accident) atau Kecelakaan Laut (marine casualty)
adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengakibatkan terjadinya hal-hal
berikut :
Kematian/hilangnya nyawa seseorang, cedera/luka berat atas seseorang
yang disebabkan karena atau berkaitan dengan kegiatan pelayaran atau
operasional kapal; atau
Hilangnya seseorang dari kapal atau sarana apung lainnya yang disebabkan
karena atau berkaitan dengan kegiatan pelayaran atau pengoperasian
kapal; atau
Hilangnya, atau menghilangnya sebuah kapal atau lebih; atau
Kerusakan material pada sebuah kapal atau lebih; atau
Kerusakan material pada sebuah kapal atau lebih; atau
Kandasnya atau tidak mampunya sebuah kapal atau lebih, atau keterlibatan
sebuah kapal dalam kejadian tabrakan; atau
Kerusakan material/barang yang disebabkan karena atau berkaitan dengan,
pengoperasian kapal; atau
Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh rusaknya sebuah kapal atau
lebih, atau berkaitan dengan pengoperasian kapal

JENIS KECELAKAAN KAPAL

Very serious casualty adalah suatu kecelakaan yang dialami satu kapal yang berakibat
hilangnya kapal tersebut atau sama sekali tidak dapat diselamatkan (total loss),
menimbulkan korban jiwa atau pencemaran berat.

Serious casualty adalah sebuah kecelakaan yang tidak dikategorikan sebagai kecelakaan
sangat berat tetapi terkait dengan hal-hal sebagai berikut:

terjadinya kebakaran di kapal, ledakan, kandas, senggolan (contact), kerusakan akibat cuaca
buruk, keretakan badan kapal (hull cracking) atau dugaan cacat pada badan kapal (suspected hull
defect) dll;
kerusakan konstruksi yang menjadikan kapal tidak laik laut, misalnya ada kebocoran pada badan
kapal di bawah garis air, tidak berfungsinya mesin induk kapal, kerusakan besar pada akomodasi
dsbnya; atau
pencemaran laut, tidak peduli jumlah atau besarnya tumpahan; atau
ketidak berdayaan kapal sehingga memerlukan penundaan (towage) atau bantuan dari darat;
dan/atau
setiap kejadian berikut yang dengan memperhitungkan keadaan sekelilingnya dapat
memungkinkan menjadi penyebab cedera serius atau gangguan kesehatan seseorang dikarenakan
kejadian atau peristiwa dibawah ini

Marine incident adalah peristiwa atau kejadian yang disebabkan atau yang berhubungan
dengan pengoperasian kapal dan mengakibatkan kapal musnah atau hilangnya nyawa
seseorang, atau yang menyebabkan konstruksi kapal mengalami kerusakan berat atau
mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Causes adalah segala tindakan penghilangan / kelalaian (omissions) terhadap kejadian


yang saat itu sedang berjalan atau kondisi yang ada sebelumnya atau gabungan dari kedua
hal tersebut, yang mengarah terjadinya kecelakaan atau insiden.

MENGAPA HARUS DILAKUKAN


INVESTIGASI
Berdasarkan IMO Resolution A.849 (20) yang
diadopsi tanggal 27 November 1997 meminta
kepada semua negara bendera kapal untuk
melakukan investigasi dan penelitian semua
kecelakaan kapal baik kecelakaan yang sangat
berat maupun berat dan menyampaikan
temuan-temuannya kepada IMO.
Untuk meningkatkan keselamatan pelayaran
(improving safety of life at sea);
6

PENGUMPULAN DATA DAN


BARANG BUKTI

DAFTAR KEBUTUHAN DATA SECARA UMUM

Gambar-gambar Teknik

Rencana Umum;
Sistem Pemadam Kebakaran;
Sistem Keselamatan;
Diagram Jaringan Listrik;
Diagram Perpipaan Umum;
Diagram Perpipaan (yang
berhubungan dengan
kemungkinan penyebab
kebakaran/ledakan);
Denah Kamar Mesin;
Sistem Ventilasi Ruangan
yang berhubungan dengan
kemungkinan penyebab
kecelakaan;

Buku Stabilitas dan trim;


Sistem Mesin Kemudi;
Rencana Garis;
Kurva Hidrostatik;
Trim Diagram;
Diagram Pipa Balas dan
Bilga;
Kapasitas Tangki;
Denah Kamar Mesin;
Rencana Pemuatan;
Bukaan Kulit.
9

INFORMASI TAMBAHAN UNTUK KASUS


KHUSUS

10

INFORMASI TAMBAHAN UNTUK KASUS


KHUSUS (lanjutan)

11

Jenis Barang Bukti

Berhubungan dengan manusia;

Dokumen;

Apa yang dilihat


Apa yang dilakukan
Catatan pribadi, Pengalaman, latar belakang berikut pelatihan yang telah diterima.
Pengujian Toksiologi;
Pemeriksaan kelelahan;
Sertifikat kapal
Gambar gambar
Catatan-catatan di kapal (logs)
Catatan Kondisi Cuaca dan lingkungan

Barang Bukti fisik

Foto/video kecelakaan;
Residu;
Bekas cat, minyak, oli, kabel dll
BB elektronik : catatan kompas, radar, gps, echosunder, Voyage Data Recorders,
Electronic Chart Plotters, Machinery Diagnostics, Mobile Telephones;
Sampel lingkungan.

12

Sumber Barang Bukti


Proses Interview dan pernyataan yang
dibuat saksi;
Lokasi kejadian;
Hasil Kajian sebelumnya;
Hasil analisis dokumen dan catatancatatan (termasuk catatan elektronik)

13

Tujuan Analisis Barang Bukti


Untuk mengetahui
Apa
Kapan
Dimana
Mengapa

14

Penanganan Data
Tujuan
Untuk mengamankan barang bukti dari kerusakan dan pengaruh dari
lingkungan luar;

Dokumentasi BB:
Sebelum dilakukan pemindahan barang bukti itu, dipemotretan terlebih
dahulu di lokasi. sampel barang bukti kemudian harus dipemotretan
dengan latar belakang cerah;

Evidence container
Tergantung dari jenis barang bukti;
Dapat berupa bungkus/kotak plastik, gelas dengan penutup, tabung
plastik, dll;
Kedap udara, atau tahan panas/dingin.

Pelabelan

Tanggal BB diambil;
Jenis Kecelakaan;
Jenis BB;
Petugas Pengambil BB.

15

PEMERIKSAAN LOKASI
KEJADIAN

Persiapan

Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan institusi terkait setempat;


Mengambil/merekam gambar kapal di lokasi kejadian (apabila kapal tidak
tenggelam), bagian-bagian kapal yang mengalami kerusakan, keadaan
pelabuhan dan dermaga serta obyek lain yang relevan.
Apabila pengambilan/perekaman gambar kapal dan atau bagian-bagian dari
kapal mengalami kerusakan tidak dapat dilakukan disebabkan:
Kapal sudah benar-benar tenggelam, maka investigator dapat meminta
gambar/foto kapal kepada pemilik kapal atau dapat mengambil/merekam
gambar kapal sejenis dan seukuran yang sedang bersandar di dermaga;
Bagian-bagian dari kapal yang mengalami kerusakan telah direparasi
maka investigator dapat meminta gambar kepada pemilik kapal atau
pihak dok/galangan kapal yang melaksanakan reparasi.
Mencari informasi, antara lain dengan cara:
Melakukan wawancara dengan saksi (Nakhoda dan ABK, saksi mata
lainnya) dan pihak-pihak terkait;
Mengumpulkan dokumen-dokumen yang relevan;
Mengumpulkan barang bukti yang masih diperlukan untuk penelitian
lebih lanjut.

17

TUJUAN

Untuk mendapatkan data tambahan;


Verifikasi data;
Uji lapangan dan simulasi;
Olah tempat kejadian;

18

SAFETY ASSESSMENT LOKASI


Pertimbangan
Cuaca;
Sarana ke, dari dan di lokasi kejadian;
Kondisi kapal;
Kondisi Lingkungan;
Kondisi sosial masyarakat setempat

19

Selalu diingat!!!
Jangan pernah mengirim investigator ke
lokasi yang berbahaya;

20

PENENTUAN SAKSI

Pihak yang diwawancara

Di lokasi kejadian (yang terdekat dengan kejadian)


Awak Kapal yang terlibat langsung;
Para saksi tangan pertama/ terdekat ( diluar organisasi) yang berada di lokasi kejadian pada saat terjadi
kecelakaan;
Para saksi tangan pertama yang ada di saat kejadian tetapi tidak berada di lokasi kejadiannya itu sendiri,
contoh : kru yang tidak berada di lokasi;
Para saksi tangan pertama diluar organisasi yang ada di saat kejadian tetapi tidak berada di lokasi
kejadiannya itu sendiri, sebagai contoh: Pandu;
Mereka yang secara langsung tidak terlibat dengan kejadiannya sendiri, tetapi yang harus segera terlibat
dengan buntutnya dari suatu peristiwa kecelakaan terutama mereka yang bertugas bertindak dalam usaha
penyelamatan, contohnya : mereka yang bertugas damage control, petugas pemadaman kebakaran;
Awak kapal dari kapal tunda, kapal kepil atau kapal pandu yang membantu kapal keluar/masuk pelabuhan;
Personil SAR termasuk awak helicopter penolong ;
Para petugas pemadam kebakaran dari darat ;
Staf terminal / dermaga jetty ;
Kapal-kapal lain yang sangat berdekatan dengan lokasi kejadian ; dan
Para petugas Kesyahbandaran/ Kepanduan

22

Pihak yang diwawancara


(Lanjutan)
Di luar lokasi kejadian
Personil penanggung jawab (designated person) dilingkup ISMCode;
Petugas darat penanggung jawab operasi kapal;
Pengawas darat penanggung jawab dinas teknik kapal (Technical
Superintendents) ;
Specialists Consultants ( yang ada hubungannya dengan kejadian ) ;
Port State Inspectors ;
Flag State Inspectors ;
Penguasa penegak hukum (regulatory authorities) ;
Perwakilan/Surveyor dari Badan Klasifikasi Kapal yang
bersangkutan.;
Perancang, galangan yang membangun kapal yang bersangkutan,
pabrik pembuat mesin/perlengkapan kapal yang terkait dan
perusahaan dok yang meraparasi kapal yang bersangkutan dan lainlai
23

TEKNIK WAWANCARA

TUJUAN
Informasi yang diperoleh dari wawancara
digunakan untuk melakukan konfirmasi,
klarifikasi atau sebagai informasi tambahan yang
diperoleh dari sumber lainnya.
Dengan ketiadaan data yang terukur/pasti/dapat
dipercaya, maka wawancara dapat menjadi satusatunya sumber (utama/tunggal) informasi.
Peranan anda sebagai pewawancara adalah
memperoleh kesaksian/keterangan/fakta
seakurat (sebenarnya), selengkap dan serinci
mungkin dari para saksi
25

SEBELUM WAWANCARA
Persiapan yang sebaik mungkin;
Menyusun sasaran sejelas mungkin;
Mempunyai pengetahuan yang lengkap
mengenai kejadian tersebut;
Mampu menyesuaikan diri (beradaptasi)
dengan gaya atau situasi para saksi;
Memiliki keinginan untuk menembus atau
mengetahui latar belakang yang meliputi
kejadian tersebut
26

WAKTU PELAKSANAAN WAWANCARA


wawancara harus dilaksanakan secepat mungkin
untuk menghindari hal-hal tersebut dibawah ini:
Hilangnya informasi yang berharga akibat hilangnya
memori saksi yang semakin berkurang dengan
bertambahnya waktu;
Interpretasi dan rasionalisasi kejadian terkait;
Kontaminasi akibat pertukaran informasi.

Apabila wawancara terhadap pribadi-pribadi


yang informasinya sangat berharga tidak bisa
dilaksanakan segera, maka mintalah mereka
agar bersedia memberikan keterangan tertulis
27

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Dengan sopan santun;


Bersikap secara wajar, jangan sampai wawancara tampak dibuatbuat;
Batasi interupsi seminimum mungkin;
Berusahalah agar situasi pembicaraan bersahabat;
Arahkan wawancara sesuai kebutuhan yang dinginkan;
Tunjukan minat yang baik;
Wawancara tersebut bukan interogasi
Hindari pertanyaan jebakan
Ketika mengajukan pertanyaan gunakan kalimat yang netral tanpa katakata adjektif dan figuratif

Apabila ada pertanyaan yang sifatnya sangat pribadi, maka lakukan


dalam bentuk pertanyaan tidak langsung
Pemanfaatan alat perekam sewaktu wawancara sangat dianjurkan
28

10 ATURAN DALAM WAWANCARA


1. Jangan Ikut Berbicar anda tidak akan dapat
mendengarkan apapun jika anda ikut berbicara

2. Kondisikan Saksi dalam suasana santai


biarkan dia berbicara secara bebas

3. Perlihatkan bahwa anda benar2 ingin


mendengarkan - Pandangi, berpolah and menjadi
menarik

4. Hilangkan segala gangguan senyapkan HP,


Batasi pandangan

5. Empati posisikan diri anda pada posisi saksi

29

10 Aturan Dalam Interview


6. Bersikap sabar sediakan waktu , jangan diinterupsi
7. Jaga Emosi Anda - Any hint of exasperation can lose
you the initiative

8. Hindari Argumen dan kritik Dapat menyebabkan


saksi menjadi defensif

9. Sesuaikan pertanyaan anda dengan alur


jawaban saksi

30

10 Aturan dalam wawancara

10. Berhenti Ikut Berbicara


Ini adalah aturan pertama dan terakhir.

You cannot listen if you are talking.


31

PROSEDUR WAWANCARA

Perkenalan;

Investigator Mempunyai pengetahuan yang cukup tentang aturan dan regulasi yang
berlaku;

Wawancara dilakukan secara tunggal (singly) dan wawancara berjalan setapak demi
setapak (step-by-step);

Memperhatikan budaya dan bahasa dari yang diwawancarai;

Gaya pewancara dapat mempengaruhi saksi dalam memberikan pernyataan;

Menjaga agar saksi tidak merasa diintimidasi oleh adanya pewancara dengan jumlah
yang terlalu banyak. wawancara dapat berjalan efektif dengan hanya 2 (dua) orang
pewancara dan sesuai keperluannya saksi boleh ditemani

Hindari kesan menghakimi (presecuting role);

Memberikan keyakinan kepada yang diwawancarai tentang tujuan sebenarnya dari


investigasi dan diperlukannya kejujuran;

wawancara yang berhasil bagus memerlukan adanya suasana yang tidak ada pihak
yang disalahkan (no-blame atmosphere);

Sampaikan risalah atau hasil wawancara kepada saksi

32

TERIMA KASIH
THANK YOU
NATIONAL TRANSPORTATION SAFETY COMMITTEE
MINISTRY OF TRANSPORTATION
KARYA BLD. 7TH FL. JL. MERDEKA BARAT NO. 8,
JAKARTA PUSAT, INDONESIA, 10110
TELP.
: 021 - 3517606, 3811308 EXT: 1497, FAX. : 021 3847601
WEB
EMAIL

: WWW.DEPHUB.GO.ID/KNKT
: KNKT@DEPHUB.GO.ID