Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI LANJUT

PEMBUATAN KURVA PERTUMBUHAN

Oleh :
Nama

: Rissa Rochimah

NIM

: 1147020056

Kelompok

:3

Dosen

: Opik Taufiqurrohman, S.Si

Asisten

: Sri Rahayu Ningsih

Tanggal Praktikum

: 8 Maret 2016

Tanggal Masuk Laporan

: 16 Maret 2016

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


Waktu inkubasi menit
0
15
30
45
60
75
90
105
120
135
140
155
160
175

3.1 Tabel Pengamatan Perhitungan Koloni

RO600
0.223
0.334
0.33
0.398
0.452
0.476
0.504
0.521
0.554
0.558
0.659
0.594
0.613
0.613

3.2 Grafik/Kurva Pertumbuhan Bakteri

Hubungan RO dengan Waktu Inkubasi


0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0

20

40

60

80

100

120

140

160

180

200

Pada praktikum kali ini yaitu pembuatan kurva pertumbuhan bakteri, yang bertujuan
untuk mempelajari dinamika pertumbuhan kultur bakteri dan menetapkan waktu generasi
bakteri dari suatu kurva pertumbuhan. Mikroba yang digunakan dalam praktikum kali ini
adalah bakteri Escherichia coli.
Seperti yang kita ketahui bahwa pertumbuhan mikroba yang dimaksud dalam hal ini
adalah lebih mengacu pada perubahan dalam hasil panen sel (pertambahan total massa
sel) dan bukan perubahan individu. Dalam hal ini juga dikenal istilah waktu generasi.
Waktu generasi adalah selang waktu yang diperlukan untuk membelah diri atau populasi
menjadi dua kali lipat. Hal-hal yang dapat mempengaruhi waktu generasi yaitu jumlah
bakteri awal, jumlah bakteri akhir, dan interval waktu. Hubungan antara jumlah sel
dengan waktu pertumbuhan dapat dinyatakan dalam kurva pertumbuhan.
Hal ini sesuai dengan Dwidjoseputro (1994) pertumbuhan pada organisme uniseluler
adalah penambahan jumlah sel, yang juga berarti pertambahan jumlah organisme yang
membentuk populasi atau suatu biakan.Pertumbuhan pada umumnya tergantung pada
kondisi bahan makanan dan juga lingkungan. Apabila kondisi makanan dan lingkungan
cocok untuk mikroorganisme tersebut, maka mikroorganisme akan tumbuh dengan waktu
yang relative singkat dan sempurna.
Mikroba mempunyai waktu generasi di setiap fase pertumbuhan. Tetapi yang
membedakan waktu generasi nya adalah kecepatan pertumbuhannya. Untuk mengetahui
waktu generasi pertumbuhan, sebaiknya kita menghitung pada fase lag dan fase log.
Karena pada kedua fase ini nutrisi mikroba masih cukup untuk digunakan tumbuh dan
membelah diri. Hal ini sesuai dengan Sumarsih (2003) Waktu yang diperlukan untuk
membelah diri dari satu sel menjadi dua sel sempurna disebut waktu generasi. Waktu
yang diperlukan oleh sejumlah sel atau massa sel menjadi dua kali jumlah/massa sel
semula disebut doubling time atau waktu penggandaan. Waktu penggandaan tidak sama
antara berbagai mikroba, dari beberapa menit, beberapa jam sampai beberapa hari
tergantung kecepatan pertumbuhannya. Kecepatan pertumbuhan merupakan perubahan
jumlah atau massa sel per unit waktu.
Terdapat empat fase pertumbuhan yaitu fase lag, fase log, fase stasioner dan fase
kematian. Fase lag atau fase adaptasi ini adalah fase dimana mikroba tersebut
menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya sehingga mikroba tersebut dapat
bertahan hidup atau mati. Selanjutnya yatu fase log atau fase eksponensial dimana
mikroba tersebut pada fase ini akan terus membelah diri, sehinnga semakin banyak

jumlahnya. Fase stasioner dimana pada fase ini kecepatan tumbuh mikroba tersebut stabil
karena ada yang mati dan tidak. Terakhir yaitu fase kematian dimana pada fase ini nutrisi
habis sehingga mikroba akan berkompetisi dan akan menyebabkan mikroba mati.
Hal ini sesuai dengan Volk dan Wheeler (1993) menyatakan bahwa secara garis
besarnya fase pertumbuhan dibagi menjadi empat fase. Yaitu fase lag, fase log, fase
stationer, dan fase kematian. Keempat fase ini mempunyai ciri masing-masing. Fase lag
biasanya disebut sebagai fase adaptasi dimana tidak ada pertambahan populasi, tetapi sel
mengalami perubahan dalam komposisi kimia dan bertambah ukurannya. Fase log adalah
Sel membelah dengan laju konstan, massa membelah dua kali lipat, aktivitas metabolik
konstan, keadaan pertumbuhan seimbang. Fase stationer adalah fase yang kecepatan
pertumbuhannya stabil. Jumlah sel yang tumbuh dan membelah hamper seimbang dengan
jumlah sel yang mati. Pada fase ini, nutrient mulai berkurang karena fase ini merupakan
fase akumulasi hasil metabolisme akhir. Sedangkan fase kematian adalah fase yang
kecepatan pertumbuhan mikroba terus berkurang. Sehingga lebih banyak mikroba yang
mati daripada mikroba yang hidup dan akan membelah. Jumlah selnya mengalami
penurunan secara eksponensial.
Pada praktikum kali ini kami hanya melakukannya sampai fase stasioner. Hal ini
dikarenakan jika membuat kurva pertumbuhan bakteri hingga fase kematian akan
membutuhkan waktu yang lama. Dapat dilihat pada 3.2 yaitu kurva pertumbuhan pada
waktu 30 menit mengalami penurunan, hal ini karena bakteri pada menit tersebut masih
mengalami fase adaptasi sehingga dapat bertambah dan berkurang, setelah itu terjadilah
fase eksponensial. Namun, pada waktu 140 menit pertambahan bakteri menjadi sangat
meningkat namun pada waktu 155 menit mengalami penurunan. Hal ini mungkin terjadi
saat kesalahan praktikan pada saat menghitung. Pada waktu 160 menit dan 170 menit
jumlah bakteri tetap tidak mengalami peningkatan dan penurunan, hal tersebut sudah
termasuk fase stasioner.

IV. KESIMPULAN
Untuk mengetahui dinamika pertumbuhan mikroba, kita bisa mengetahuinya melalui
kurva pertumbuhan mikroba yang dapat menggambarkan keadaan mikroba pada tiaptiap fase pertumbuhan. Selain itu, kita dapat mengetahui fase optimum dari suatu mikroba
untuk tumbuh dan kita dapat menentukan media yang cocok untuk menumbuhkan
mikroba.
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambaran.
Sumarsih, Sri. 2003. Diktat Kuliah: Mikrobiologi Dasar, Fakultas Pertanian UPN .
Yogyakarta : Veteran.
Volk dan Wheeler. 1993. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Erlangga.