Anda di halaman 1dari 16

RESUME

APLIKASI PERPETAAN DALAM BIDANG PERTABANGAN

A.

Definisi Perpetaan
Perpetaan adalah suatu proses dimana kegiatan memetakan suatu

wilayah berdasarkan seluruh aspek yang terdapat dalam suatu daerah tersebut.
Kegiatan-kegiatan

tersebut

meliputi

perpetaan

permukaan,dan

perpet\bawahtanah atau yang biasa dikenal dengan sebutan Subsurface


Maping. Perpetaan sendiri sangat berbeda dengan pemetaan, perbedaannya
pun cukup signifikan karena pemetaan adalah bagian setelah pemetaan yakni
memetakannya. Pengerian perpetaan yang lainnya pun adalah Segala sesuatu
yang berhubungan dengan peta.Segala sesuatu yang berhubungan dengan peta
banyak sekali, antara lain : arti peta itu sendiri,fungsi peta, klasifikasi peta, cara
pembuatan dan sebagainya. Perpetaan sendiri pun sering kali disebut juga ilmu
ukur tanah, yakni suatu bidang ilmu dimana sebuah metode pengukuran titik-titik
dengan memanfaatkan jarak dan sudut di antara setiap titik tersebut pada suatu
wilayah dengan cermat. Berbagai titik tersebut biasanya adalah permukaan bumi
dan digunakan untuk membuat sebuah peta, batas wilayah suatu lahan, lokasi
konstruksi, dan tujuan lainnya. Ilmu ukur wilayah juga merupakan sebuah
pekerjaan. Maka dari itu perpetaan itu sangat luas definisinya, selain luas makna
perpetaan pun bisa dipakai atau digunakan disegala aspek atau bidang, cakupan
dari penggunaan ilmu perpetaan atau ilmu ukur perpetaan bisa dimana saja.
Bahkan Ilmu Perpetaan kini semakin modern dan dapat dengan mudah melalui
perkembangan
teknologi saat ini metoda terestris konvensional telah dilengkapi dengan metode
pemetaan udara dan satelit yang berkembang melalui program-program
pertanahan dan ruang angkasa. Sesuai dengan perkembangan zaman dan
teknologi bagaimana kita menggunakan aplikasi dan peranannya masingmasing.

B.

JENIS PEKERJAAN SURVEY TAMBANG


Mine surveying /tambang survey adalah satu cabang ilmu pertambangan

dan teknologi. Ini mencakup semua pengukuran, perhitungan dan pemetaan


yang melayani tujuan memastikan dan mendokumentasikan informasi pada
semua tahap dari prospeksi terhadap eksploitasi dan memanfaatkan kandungan
mineral baik oleh permukaan dan bawah tanah bekerja. Berikut adalah kegiatan
utama survei tambang dalam menentukan eksploitasi dan perencanaannya :
1)

Penafsiran geologi deposit mineral dalam kaitannya dengan eksploitasi

ekonomi dari mineral tersebut


2)

Penyelidikan dan negosiasi hak penambangan mineral

3)

Membuat dan merekam, dan perhitungan survei pengukuran

4)

Pertambangan kartografi

5)

Investigasi dan prediksi efek tambang bekerja pada permukaan dan

strata bawah tanah


6)

Perencanaan tambang dalam konteks lingkungan setempat dan

rehabilitasi selanjutnya.

C.

KEGIATAN PERPETAN DALAM PERENCANAAN TAMBANG


Kegiatan

perpetaan

ini

pun

meliputi

bagian

bagiannya

dalam

pertambangan tidak hanya dalam bidang itu saja, melainkan diantaranya adalah :
1)

Lokasi, struktur, konfigurasi, dimensi dan karakteristik deposit mineral dan

batuan
2)

yang

untuk
4)

dan

strata

diatasnya.

Penilaian resreves mineral dan eksploitasi ekonomi mereka.Akuisisasi,

penjualan,
3)

berdampingan

penyewaan

dan

pengelolaan

properti

mineral.

Memberikan dasar arah, perencanaan dan pengendalian kerja tambang


memastikan

operasi

penambangan

ekonomis

dan

aman

Studi tentang gerakan batuan dan tanah yang disebabkan oleh operasi

pertambangan, prediksi mereka, dan tindakan pencegahan dan pengobatan


perbaikan dalam kerusakan yang disebut juga kerusakan subsidence .
5)

Membantu dalam perencanaan dan rehabilitasi lahan yang terkena dampak

dari operasi mineral dan bekerjasama dengan otoritas perencanaan pemerintah


daerah.

Sumber : http://geodesiinfo.wordpress.com/2014/02/26/pekerjaan-surveyor-bidang-pertambangan-miningsurvey/

Foto 1
Mining Survey

C.

SURVEYOR DALAM PERTAMBANGAN (MINING SURVEY)


Ada pun jenis-jenis pekerjaan-pekerjaan lain yang mungkin akan

dilakukan
1)

oleh

para

surveyor

didalam

dunia

pertambangan

adalah

Juru ukur tambang bertanggung jawab untuk menunjuk atau menentukan

arah dan batas-batas yang akan digali sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan.
2)

Juru ukur harus segera melapor kepada petugas yang bertanggung jawab

atas pekerjaan penggalian apabila mendekati (tidak kurang 50meter) dari


tempat- tempat yang mempunyai potensi bahaya seperti kantong-kantong air,
gas-gas berbahaya, semburan batu (rock burst), dan permukaan tanah atau
penyangga- penyangga yang dapat membahayakan penggalian tersebut. Maka
dari itu diperlukan adanya ketelitian dan pemahaman dalam menghitung
perpetaan
3)

ini,

karena

salah

sedikit

pun

fatal

akibatnya.

Sedapat mungkin mengambil langkah-langkah untuk membuat ketepatan

dari setiap peta-peta, gambar-gambar atas peta penampang yang belum dibuat
olehnya atau yang dibawah pengawasannya. Karena kita harus dituntut benar
benar

teliti

dalam

point

disini,

harus

segera

mengambil

keputusan.

4)

Harus melaporkan kepada Kepala Teknik Tambang, apabila ada keragu-

raguan akan ketepatan dari setiap peta, gambar-gambar atau peta penampang
dari tambang yang tidak dapat dibuat oleh atau di bawah pengawas juru ukur
tambang, yang mungkin menimbulkan dampaak terhadap pekerjaan dan
kegiatan tambang atau keselamatan orang-orang ditambang.Seperti point ke 3
bahwa survey tambang haruslah mempunyai ketelitian yang cermat, karena
apabila salah maka timbul bencana. Maka dari itu kita harus segera melapor
kepada Kepala Teknik Tambang

Sumber : http://pancaprisma.blogspot.com/2012/03/panca-prisma-group-surveyor.html

Foto 2
Surveyor Topografi Tambang

D.

TUJUAN SURVEY DAN PEMETAAN AREAL TAMBANG


Survey dan pemetaan topografi bertujuan untuk menggambarkan

permukaan bumi, yang digambarkan dalam bentuk peta dengan menggunakan


skala tertentu. Detail yang digambar berupa detail alam maupun buatan manusia
dalam posisi horisontal maupun vertikal. Peta topografi biasanya digunakan
sebagai peta dasar untuk membuat peta tematik, seperti pada perencanaan
jalan, peta geologi, peta hidrologi, kemiringan dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan
survey dan pemetaan topografi dengan skala 1 : 2000 atau skala lainnya untuk
keperluan eksplorasi batubara dan nikel adalah untuk menyediakan informasi
topografi yang bersangkutan dengan kepentingan eksplorasi seakurat mungkin,

baik dari detil topografi, maupun detil geologi. Adapun informasi yang disajikan
meliputi output atau Input. Output (Singkapan Batu Bara, bentuk detil alam (jalan,
rawa, bukit, sungai, dsb) dan penggunaan lahan seperti ladang, kebun, semak
dan sebagainya. Informasi tersebutdiperlukan dalam perencanaan, hampir sama
halnya dengan pemetaan dibidang lain. Bahwa pemetaan didunia tambang akan
melihat bagaimana bentuk kontur jalan, ladang maupun kebun. Yang
membedakan mungkin hanyalah dimana tempat, fungsi dan terakhir sesuai
bidangnya masing-masing.

Sumber :
http://earthy-moony.blogspot.com/2011/01/survey-and-geomorphological-mapping.html

Foto 3

Contoh Survey Pemetaan Geomorfologi

E.

MANFAAT PERPETAAN DALAM PERTAMBANGAN


Oleh karena bidang Pertambangan tidak jauh dari sebaran suatu ruang

maka manfaat ilmu ukur tanah dan pemetaan tentulah sangat diperlukan,
diantara manfaat ilmu tersebut dalam bidang Pertambanganyaitu : Bagi para
surveyor dan peneliti, ilmu ini tentu sangat berguna sebagai alat bantuuntuk
mengetahui gambaran kawasan, yang akan disurvei atau diteliti serta membantu
menemukan

lokasi-lokasi

yang

akan

mungkin

ditempatkan

petak-petak

percobaan, lokasi percobaan, rute jalan atau basse camp dan lain-lain.
Membantu untuk menuju lokasi atau tempat-tempat yang akan dituju. Sebagai
alat untuk memasukkan data yang dituju atau dijumpai pada lapangan. Untuk
data-data yang terkait dengan ruangan seperti lokasi penemuan spesies, lokasi

kawasan yang terganggu sangat membantu apabila datanya langsung


dimasukkan kedalam peta. Sebagai alat untuk melaporkan hasil penelitian atau
survey (Muksita, Khairatul.2010). untuk mengetahui ilmu dasar dari pengukuran
tanah dan pemetaan maka manfaat dalam bidang pertambangan khususnya
untuk mengetahui beberapa fungsi diantaranya : mengetahui lokasi-lokasi
dimana

singkapan

pertambangan

berada,

mengetahui

dimana

lokasi

pertambangan itu berada, mengetahui singkapan singkapan yang ada di dunia


pertambangan, mengetahui patokan patokan yang berasal dari peta yang telah
dibuat. Selain itu, adapula bentuk dari informasi lain, kita mencari informasi
tersebut diantaranya ialah, informasi geologi teknik, informasi hidrogeologi, untuk
menunjang batas vertikal dan batas lateral bukaan tambang, informasi stabilitas
dinding bukaan tambang, daya dukung tanah dan batuan terhadap beban
bangunan dan fasilitas (infrastrukture), geologi lingkungan daerah penyelidikan,
yang

merupakan

kompilasi

dari

informasi-informasi

geologi

teknik

dan

geohidrogeologi maupun hidrogeologi, serta prakiraan dampak yang mungkin


timbul akibat aktivitas penambangan.

F.

KESIMPULAN
Perpetaan adalah suatu proses dimana kegiatan memetakan suatu

wilayah berdasarkan seluruh aspek yang terdapat dalam suatu daerah tersebut.
Kegiatan-kegiatan

tersebut

meliputi

perpetaan

permukaan,dan

perpet\bawahtanah atau yang biasa dikenal dengan sebutan Subsurface


Maping. Perpetaan sendiri sangat berbeda dengan pemetaan, perbedaannya
pun cukup signifikan karena pemetaan adalah bagian setelah pemetaan yakni
memetakannya. Pengerian perpetaan yang lainnya pun adalah Segala sesuatu
yang berhubungan dengan peta.Segala sesuatu yang berhubungan dengan peta
banyak sekali, antara lain : arti peta itu sendiri,fungsi peta, klasifikasi peta, cara
pembuatan dan sebagainya. Perpetaan sendiri pun sering kali disebut juga ilmu
ukur tanah, yakni suatu bidang ilmu dimana sebuah metode pengukuran titik-titik
dengan memanfaatkan jarak dan sudut di antara setiap titik tersebut pada suatu
wilayah dengan cermat. Berbagai titik tersebut biasanya adalah permukaan bumi

dan digunakan untuk membuat sebuah peta, batas wilayah suatu lahan, lokasi
konstruksi, dan tujuan lainnya. Ilmu ukur wilayah juga merupakan sebuah
pekerjaan. Surveyor menggunakan berbagai elemen matematika seperti
geometri dan trigonometri, juga fisika dan keteknikan. Perpetaan pun banyak
digunakan bukan hanya di bidang pertambangan saja, namun diberbagai aspek
bidang lainnya. Perpetaan sendiri tidak jauh dengan kejadian dan proses
surveying didalam pertambangan. Ini mencakup semua pengukuran, perhitungan
dan pemetaan yang melayani tujuan memastikan dan mendokumentasikan
informasi

pada

semua tahap

dari

prospeksi

terhadap

eksploitasi

dan

memanfaatkan kandungan mineral baik oleh permukaan dan bawah tanah,


seperti itulah garis besar dalam survey bidang pertambangan. Jenis jenis
pekerjaan

surveyor

pun

bermacam-macam

tidak

hanya

dalam

bentuk

memetakan sebuah daerah namun berbagai aspek penting lainnya seperti


disinggung didalam bagian surveyor pertambangan ada beberapa pekerjaan lain
surveyor tambang itu, diantaranya : rock burst), dan permukaan tanah atau
penyangga- penyangga yang dapat membahayakan penggalian tersebut. Maka
dari itu diperlukan adanya ketelitian dan pemahaman dalam menghitung
perpetaan ini, karena salah sedikit pun fatal akibatnya. Dan memang benar kita
haruslah teliti, karena perpetaan ini bukan hanya awal saja yang penting namun
akhirnya yang lebih penting. Mengingat dosen kami pernah mengatakan bahwa
ilmu perpetaan haruslah teliti, salah perhitungan sedikit saja fatal akibatnya.
Seperti contoh yang dikemukakan diatas. Tujuan dan manfaat dalam perpetaan
itu sendiri pun banyak halnya mengingat bahwa survey dan pemetaan topografi
bertujuan untuk menggambarkan permukaan bumi, yang digambarkan dalam
bentuk peta dengan menggunakan skala tertentu. Dan memang kita harus
mengenal terlebih dahulu peta dan keterangannya. Selain itu manfaat penting
yang terkandung dalam ilmu perpetaan dalam bidang pertambangan yaitu :
Mengetahui patokan luas lahan pertambangan, Mengetahui peta lokasi lahan
pertambangan, Mengetahui singkapan-singkapan pertambangan, Mengetahui
Patokan Patokan Tambang.

G.

DAFTAR PUSTAKA
1) Ir. H. I Made Darma,. MT, Pengantar Mata Kuliah Perpetaan.

http://radarjuve.blogspot.com/2013/07/pengantar-mata-kuliahperpetaan_jurusan_4110.html Diakses pada 29 September 21:16


2) Be a Geograph SURVEY AND GEOMORPHOLOGICAL MAPPING.
http://earthy-moony.blogspot.com/2011/01/survey-and-geomorphologicalmapping.html Diakses pada 1 Oktober 14:33
3)

Panca

Prisma

Group

Panca

Prisma

Group

"Surveyor"

http://pancaprisma.blogspot.com/2012/03/panca-prisma-group-surveyor.html
Diakses pada 1 Oktober 14:40

LAMPIRAN

A.

DEFINISI PERPETAAN, PROSEDUR DAN CONTOH PERPETAAN


Perpetaan adalah suatu proses dimana kegiatan memetakan suatu

wilayah berdasarkan seluruh aspek yang terdapat dalam suatu daerah tersebut.
Kegiatan-kegiatan

tersebut

meliputi

perpetaan

permukaan,dan

perpet\bawahtanah atau yang biasa dikenal dengan sebutan Subsurface


Maping. Perpetaan sendiri sangat berbeda dengan pemetaan, perbedaannya
pun cukup signifikan karena pemetaan adalah bagian setelah pemetaan yakni
yang berhubungan dengan peta.Segala sesuatu yang berhubungan dengan peta
banyak sekali, antara lain : arti peta itu sendiri,fungsi peta, klasifikasi peta, cara
pembuatan dan sebagainya. Perpetaan sendiri pun sering kali disebut juga ilmu
ukur tanah, yakni suatu bidang ilmu dimana sebuah metode pengukuran titik-titik
dengan memanfaatkan jarak dan sudut di antara setiap titik tersebut pada suatu
wilayah dengan cermat. Prosedur perpetaan biasanya mengukur atau mencari
sebuah titik tertentu untuk menentukan letak sebuah tempat biasanya dipakai 2
alat ukur yaitu theodolit dan water pass. Water pass adalah jenis pesawat ukur
yang digunakan untuk mencari / menentukan beda tinggi atau ketinggian suatu
tempat di permukaan bumi. Alat ini umumnya digunakan untuk pengukuran di
daerah yang relatif datar, misalnya pengukuran jalan raya, perencanaan
pembuatan irigasi, atau pengairan dan sebagainya. Sedangkan Theodolit
merupakan pesawat ukur yang digunakandisamping untuk menentukan beda tinggi juga
untuk menentukan arah guna pembuatan peta.. Alat ini digunakan untuk pengukuran di
daerah yang relatif sedang hingga terjal, misalnya : pada pembuatan peta topographi
dan situasi. Selain itu dengan alat ini kita bisa mengukur sebuah sudut dan titik, selain itu
nanti akan diproyeksikan melalui hasil dari perpetaan. Contoh Perpetaan diantarannya
adalah ketika kita mulai mengukur mulai melihat sebuah daerah tertentu
melakukan pengukuran seperti azimuth, lalu ada pula penentuan sudut dan lainlain biasannya juga ada rumus yang mendampingi sebuah ilmu perpetaan.

DEFINISI PEMETAAN, PROSEDUR DAN CONTOH PEMETAAN


Pemetaan adalah proses pengukuran, perhitungan dan penggambaran

permukaan bumi (terminologi geodesi) dengan menggunakan cara dan atau

metode tertentu sehingga didapatkan hasil berupa softcopy maupun hardcopy


peta yang berbentuk vektor maupun raster. Beberapa hal yang harus diketahui
mengenai
1)

pemetaan

diantarannya

adalah

Arah, mengapa arah karena Dalam pekerjaan survey, baik untuk survey,

pemetaan topografi, pemetaan situasi maupun untuk survey progress, arah atau
azimuth merupakan hal yang harus dicari dilapangan.
Ada dua cara untuk mencari arah :

Setiap alat berdiri, arah utara sejajar dengan 0 pada hitungan skala
horizontal kelebihan dari cara ini tidak perlu menghitung besarnya sudut
dari

titik-titik

yang

ditembak

(dishoting)

skala

horizontal

sudah

menunjukan arah sebenarnya. Sedangkan kekurangannya adalah pada


setiap berdiri alat harus memasang kompas, arah dan mensejajarkan
arah utara dengan 0 pada piringan skala horizontal seperti diketahui
magnet pada kompas arah, peka sekali terhadap bahan logam atau besi.
Sedangkan disekitar banyak perangkat survey terbuat dari besi misalnya
parang, tongkat, payung dan lain-lain yang berpotensi mnimbulkan

kesalahan arah.
Setiap berdiri alat 0 pada skala horizontal diarahkan ketika sebelumnya.
Keuntungan dari cara ini adalah penggunaan kompas arah, hanya pada
waktu pemasangan alat untuk penembakan pertama kali pada awal
pekerjaan. Kerugian dari cara ini terlalu banyak menghitung sudut yang
menggunakan bilangan yang sulit untuk dihitung kecuali bagi yang sudah

terbiasa menggunakan
Prosedur pemetaan diantaraya adalah : Tahap pencarian dan pengumpulan data
ini Cara pencarian data secara langsung dapat melalui metode konvensional
yaitu meninjau secara langsung ke lapangan dimana daerah tersebut akan
dijadikan objek dari peta yang dibuat. Cara ini disebut dengan teristris.
Dengan cara ini dilakukan pengukuran medan menggunakan theodolit, GPS,
dan alat lain yang diperlukan serta pengamatan informasi ataupun
wawancara dengan penduduk setempat secara langsung sehingga didapat
data yang nantinya akan langsung diolah oleh para pelaku pemetaan. Lalu
Tahap penyajian dan penggambaran data, Tahap ini merupakan tahap
pembuatan peta dari data yang telah diolah dan dilukiskan pada media.

Dalam tahap ini dapat digunakan cara manual dengan menggunakan alatalat yang fungsional, namun cara ini sangat membutuhkan perhitungan dan
ketelitian yang tinggi agar didapat hasil yang baik. Lalu tahap terakhir Tahap
penggunaan data, yaitu Tahap ini sangatlah penting dalam pembuatan
sebuah peta, karena dalam tahap ini menentukan baik atau tidaknya sebuah
peta, berhasil atau tidaknya pembuatan sebuah peta. Dalam tahap ini
pembuat peta diuji apakah petanya dapat dimengerti oleh pengguna atau
malah susah dalam dimaknai. Peta yang baik tentunya peta yang dapat
dengan mudah dimengerti dan dicerna maksud peta oleh pengguna. Selain
itu, pengguna dapat memberikan respon misalnya tanggapan, kritik, dan
saran agar peta tersebut dapat disempurnakan sehingga terjadi timbal balik
antara pembuat peta (map maker) dengan pengguna peta (map user).
Contoh Pemetaan adalah, Saat kita mulai mendapatkan hasil peta, maka kita
perpetaan. Jadi saat peta baru selesai dibuat maka kita sebagai pemetaan
haruslah bisa menginterpretasikannya.

C. DEFINISI PETA, PROSEDUR DAN CONTOH PETA


Pengertian dari ilmu peta secara garis umum adalah
gambaran dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar, yang
diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi simbol sebagai penjelas. Peta
ialah suatu perakitan terpadu atau suatu sintesa dari empat kelompok infomasi
yaitu titik, garis, wilayah dan nama yang dikemukakan dalam istilah : liputan, ciri,
pola, bentuk, ukuran, ketebalan simbul dan lain-lain. Batasan tersebut di atas
langsung menunjuk ke pada segi teknik penetapan simbul dan analisis
keruangan aspek persebaran data dalam jenis dan besaran serta penamaan
geografiknya ( toponimy ). Sedangkan Prosedur pembuatan peta adalah yang
pertama menentukan daerah yang akan dipetakan, Ini merupakan langkah awal
yang harus kita lakukan saat memuat peta. Setelah menentukan daerah yang
akan kita petakan, maka setelah itu kita bisa mencari banyak referensi tentang
daerah tersebut. Mulai dari kondisi topografi, kondisi rupa bumi, dll lalu
mengklasifikasikan serta mencari data sesuai dengan kebutuhan terakhir
meletakkan simbol dan legenda lalu lattering map.
Contoh Peta, adalah Berdasarkan skala
1)

Peta kadaster, berskala 1 : 100 1 : 5.000

2)

Peta skala besar, berskala 1 : >5.000 1 : 250.000

3)

Peta skala sedang, berskala 1 : >250.000 1 : 500.00

4)

Peta skala kecil, beskala 1 : > 500.000 1 : 1.000.000

5)

Peta geografi, berskla 1 : > 1.000.000


Berdasarkan Isinya

Peta umum : peta yang menggambarkan segala sesuatu yang ada dalam
suatu daerah yang dipetakan. Contoh : peta topografi, peta chorografi, peta
dunia

Peta khusus/ tematik : peta yang hanya menggambarkan kenampakan


tertentu saja atau menggambarkan satu aspek saja. Contoh peta kepadatan
penduduk, peta geologi, peta navigasi, peta pariwisata, peta kontur dll
2)

Berdasarkan bentuk
Peta foto : yang dihasilkan dari mosaik foto udara/ortofoto yang dilengkapi

garis kontur, nama, dan legenda.

Peta garis : peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam
bentuk titik, garis, dan luasan. Misal: peta rupa bumi (topografi), peta tematik.
3)

Contoh Peta Topografi


Peta planimetrik, peta yang menyajikan beberapa jenis unsur permukaan

bumi tanpa penyajian informasi ketinggian.

Sumber :http://saripedia.wordpress.com/tag/peta-bali/

FOTO 4
PETA BALI

Peta kadaster/pendaftaran tanah, peta yang menyajikan data mengenai

kepemilikan tanah, ukuran, dan bentuk lahan serta beberapa informasi


lainnya.

Sumber:http://saripedia.wordpress.com/tag/peta-banten/

FOTO 5
PETA TANAH BANTEN
Peta bathimetrik, peta yang menyajikan informasi kedalaman dan bentuk

dasar laut.

Sumber: http://atlasnasional.bakosurtanal.go.id/fisik_lingkungan/batimetri_umum.php

FOTO 6 PETA BATHIMETRIK

D.

PERBEDAAN PETA, PERPETAAN DAN PEMETAAN

Terdapat Perbedaan yang sangat signifikan antara perpetaan, pemetaan


dan peta. Peta itu adalah hasil dari kita membuat sesuatu daerah biasanya lokasi
atau tempat tertentu bisa daerah kecil, bahkan hingga dunia diukur pula dengan
skala, ilmu yang membuat peta disebut kartograf. Sedangkan pemetaan kegiatan
eksplorasi atau survey dengan tujuan membentuk peta, sebelum membuat kita

harus melakukan eksplorasi daerah nah disnilah tuigas pemetaan. Lalu terakhir
perpetaan adalah segala sesuatu yang membahas isi peta sendiri, selain itu
perpetaan pun harus menghitung juga seperti letak azimuth, lalu ada front side,
back side, pengukuran sudut dan lainnya. Terakhir peta adalah sebuah bidang
dua dimensi yang menafsirkan banyak arti dari bentuk tiga dimensi dari berbagai
bentuk lokasi, tempat maupun benda.selain itu peta menampung berbagai
bentuk legenda dan keterangan yang sangat jelas untuk dibaca oleh pengguna
peta.