Anda di halaman 1dari 1

Fungsi Negara Terhadap keberadaan agama

Agama adalah bagian dari unsur budaya masyarakat, yakni sistem kepercayaan.
Sistem kepercayaan yang kemudian dilembagakan oleh manusia. Agama menjadi
lembaga yang berisi tata cara, upacara, aturan, dengan seperangkat nilai yang
mengatur kehidupan umat manusia dalam berhubungan dengan sesama umat dan
dengan Tuhan.
Contoh pada negara Di Indonesia sedikitnya memiliki 6 lembaga agama yang
diakui oleh Negara. Adapun fungsi negara terhadap agama adalah urusan mengelola
bagaimana idealnya agama hidup berdampingan dan bertoleransi dengan agama yang
satu dengan agama yang lain. Negara menjamin agar supaya masing-masing umat
agama bisa menjalankan tata aturan agama secara merdeka dalam arti tidak direcoki
umat agama lain. Dengan demikian fungsi negara adalah sebagai wasit (arbitrasi) di
antara agama-agama yang ada agar tidak terjadi benturan.
Fungsi Negara sebagai pengelolah tetap harus netral dan adil berdiri di atas
semua agama. Apalagi Indonesia bukanlah negara agama, bukan pula hanya ada satu
agama di nusantara. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika semua agamaagama yang ada di tanah air ini diletakkan di atas otoritas negara, dalam arti peran
agama lebih diutamakan ketimbang peran negara, maka konsekuensinya agama
mengambil alih peranan menjadi pengelolah negara. Jika hal itu terjadi maka peran
negara akan menjadi lemah, sebaliknya masing-masing agama akan memiliki pendirian
yang berbeda dan masing-masing akan berebut pengaruh. Implikasinya bisa timbul
hukum rimba siapa yang kuat atau siapa yang mayoritas akan mendominasi
permainan.
Negara pun akan didikte sesuai kemauan pihak yang mendominasi. Sementara
agama yang memenangkan percaturan, tetap saja tidak akan mampu mengganti
peran negara sebagai pengelola bangsa. Implikasinya akan sangat berbahaya, karena
Indonesia adalah bangsa yang plural, heterogen, meliputi berbagai suku, ras, agama,
kelompok politik, dan golongan. Tentu saja dominasi agama apapun dalam
pengelolaan negara justru akan mengakibatkan perlawanan yang bertubi dan akan
menghancurkan negeri ini. Kejadian yang tidak kita semua kehendaki. Lain halnya jika
negara memainkan peannya sebagai pengelola, yang menjamin kemerdekaan kepada
setiap umat untuk menjalankan kegiatan peribadatan agama, maka kehidupan antar
umat beragama akan menjadi tenteram, khusuk, saling menghargai, toleransi, damai
sejahtera. Sehingga setiap warga bangsa secara leluasa bisa mengembangkan
pencapaian spiritualitasnya tanpa gangguan umat lainnya