Anda di halaman 1dari 38

BAB I PENDAHULUAN

Indonesaia adalah negara yang sangat kaya akan kebradaan sungai. Terdapat ribuan sungai yang tersebar di seluruh Indonesia.Tetapi saat ini sungai-sungai di Indonesia tidak dimanfaatkan dengan baik, bahkan banyak masyarakat yang merusakknya dengan membuang sampah sembarangan dan mengakibatkan bencana banjir. Kekayaan yang alam yang sangat besar ini harus dimanfaatkan secara tepat.

Dengan memahami karakteristik dari masing-masing sungai maka pemanfaatan sungai akan semakin baik, misalnnya: pembangunan waduk, pembangunan pembangkit listrik tenaga air, dan lain sebagainya. Karakteristiksetiap sungai seperti Pola aliran sungai, Bentuk Aliran Sungai, Kerapatan Sungai harus dipahami khusunya bagi seorang geologist. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan. Hal itu seiring dengan dengan bertambahnya luas kerusakan hutan akibat degradasi lahan dan air di dalam DAS. Penetapan DAS Prioritas di Indonesia oleh pemerintah menjadi suatu dasar dari pengelolaan DAS tersebut. Upaya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) menempati posisi strategi dalam pengelolaan sumber daya alam untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Tujuan Penulisan Makalah:

  • 1. Mengetahui pengertian dan maksut dari sungai secara umum

  • 2. Memahami jenis bentuk aliran sungai

  • 3. untuk mengetahui biota ataupun mahkluk hidup yang hidup di sekitaran sungai

  • 4. dapat memahami fungsi dan dampak yg di timbulkan sungai

Rumusan masalah ?

  • 1. Apa pengertian dari sungi ?

  • 2. Apa saja manfaat dari sungai ?

1

2.1 PENGERTIAN SUNGAI

BAB II PEMBAHASAN

Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir melalui terusan alami dan kedua pinggirnya di batasi tanggul-tanggul alami yang akhirnya mengalir kelaut atau sungai induknya. Sungai merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain.

Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau . Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari

mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.

Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di

Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).

Perlu juga dikemukakan bahwa sodetan sungai kini telah tergolong sebagai alternatif yang primitif jika ditinjau dari konsep ekohidrologi, serta tidak selaras dengan kesepakatan dunia pada KTT Bumi (Earth Summit ) di

Johannesburg bulan September 2002 yang mengklasifikasikan sodetan sungai (river diversion) sebagai pembangunan yang tidak berkelanjutan.

2

MORFOLOGI SUNGAI

Morfologi sungai adalah ilmu yang mempelajari tentang geometri iaitu berbentuk dan ukuran. Jenis, sifat dan perilaku sungai dengan segala aspek dan perubahannya dalam dimensi ruang dan waktu. Morfologi sungai ini akan menyangkut juga sifat dinamik sungai dan lingkungannya yang saling terkait rapat.

Pergertian sungai juga, proses yang terbentuknya sungai dan jenis-jenis sungai merupakan 3 point.

Baiklah, saya teruskan dengan pengertian sungai.

Pengertian sungai adalah air yang datang dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinngi ke tempat yang lebih rendah dan menuju ke aliran yang mengikut aliran sungai tersebut dengan lebih besar. Arus Air di bagian hulu sungai (terletak di kawasan pergunungan) ianya lebih deras berbandingkan dengan arus sungai di bagian hilir. Aliran sungai ini seringkali berliku-liku kerana terjadinya proses pengikisan dan pengendapan di sepanjang sungai.

  • 2.2 KLASIFIKASI SUNGAI

Didalam klasifikasi sungai atau karakteristik sungai ini akan dibahas bermacam-macam jenis sungai berdasarkan karakteristik dan polanya.

Dengan berjalannya waktu, suatu sistem jaringan sungai akan membentuk pola pengaliran tertentu di antara saluran utama dengan cabang-cabangnya dan pembentukan pola pengaliran ini sangat ditentukan oleh faktor geologinya. Pola pengaliran sungai dapat diklasifikasikan atas dasar bentuk dan teksturnya. Bentuk atau pola berkembang dalam merespon terhadap topografi dan struktur geologi bawah permukaannya. Saluran-saluran sungai berkembang ketika air permukaan (surface runoff) meningkat dan batuan dasarnya kurang resisten terhadap erosi.

  • 2.3 KARAKTERISTIK SUNGAI

1. Saluran (The Channel)

Karakter sungai berbeda-beda, tergantung pada factor geologi, morfologi, vegatasi, iklim, curah hujan dan sebagainya.Volume rata-rata air yang diangkut bervariasi setiap sungai, nilainya daripada Q maks /Q min .Ini menunjukan kondisi rata-rata sungai-sungai yang memiliki tingkat variasi musiman memiliki perbedaan yang menyolok.

3

2.

Faktor Sedimentasi

Faktor sedimentasi dipertungkan atas dasar sejumlah sedimen yang diangkut dan terhadap rasio sejumlah sedimen yang mengalir melalui penampang sungai per satuan waktu dan didasarkan atas luas DAS. Untuk menyederhanakan perhitungan dapat dianalisa dari 9 variabel berdasarkan geomorfologi sungai, yaitu arah utama pengaliran (X), waktu (t), debit air (Q), sedimen transpor (S), Lebar saluran sungai (B), kedalaman saluran sungai (h), gradient sungai (i), diameter sedimen (D), koefisien dasar sungai (C).

Fungsi sungai pada dasarnya adalah sebagai pengaliran sejumlah air dan sejumlah sedimentasi.Perubahan kondisi sungai tergantung dari konteks dasar equilibrium. Untuk mengendalikan sebagian dari pengaruh sedimen dpat dibangun bendung pada palung sungai .intinya aspek sungai yang paling menarik adalah sejumlah air yang dialirkan dan sejumlah sedimen yang diangkut.

  • 3. Karakteristik (Perilaku) Sungai

Alur sungai terbentuk secara alamiah.Air mengalir dari atas ke bawah dan berkumpul menjadi saluran di lembah dan dialirkan ke danau atau ke laut karna itu disebut juga saluran drainage. Pengaliran air baik yang di permukaan tanah maupun di dasar sungai akan menggerus tanah dasarnya secara terus-menerus sepanjang masa. Volume sedimen yang terbawa oleh pengaliran sebagai hasil erosi maupun reruntuhan tebing-tebing sungai dimulai dari sumber mata air di daerah pegunungan dan terangkut ke hilir kemudian terkumpul ke sungai yang seterusnya terangkut ke laut.Di daerah pegunungan kemiringan sangat tajam sehingga pengaliran menjadi deras dan kecepatan tinggi. Kecepatan pengaliran semakin ke hilir semaki melambat dan akan mencapai nol (V = 0) apabila mencapai muara di danau atau di laut. Endapan-Endapan sedimen tersebut diangkut, endapan sedimen yang berat

jenisnya tinggi diendapakan terlebih dahulu berangsur-angsur yang berat jenisnya lebih ringan diendapkan kemudian. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh poses erosi dan sedimentasi.

  • 4. Lembah Dan Dataran Genangan

Daerah aliran sungai dibagi atas 3 daerah aliran yaitu Daerah aliran hulu (upstream), Daerah aliran tengah (middle stream) dan Daerah aliran hilir (downstream).

4

Daerah hulu umumnya terdiri dari pegunungan, lembah sungai potongan melintangnya berbentuk V. Pengaliran baik melalui dinding lembah dan dasar sungai sepanjang masa cenderung mengkikis dasar tanah.Kikisan ini cenderung arah vertical. Namun di daerah aliran tengah dan di daerah aliran hilir potongan memanjang sungai mendekati equilibrium dan pola erosi cenderung horizontal dan membentuk lembah melebar.

Berdasarkan karakateristik hidrologi, pengaliran dapat diklasifikasikan ke dalam 2 tipe yaitu tipe meander dan tipe berjalin ( braided type ).

Apabila perbedaan antara debit banjir maksimum dan debit minimum tidak besar sedang dasar sungai mendekati profil equilibrium maka pengaliarannya akan berbentuk sinusoidal dan termasu pada tipe meander. Di bagian luar busur saluran akan tererosi sedangkan bagian dalam akan terjadi endapan. Pada akhirnya meander akan bergerak perlahan-lahan ke arah hilir. Pada musim banyak hujan maka akan meluap ke kanan dan ke kiri dan akan membentuk dataran yang tergenang (flood plain).

Pada sungai-sungai dimana perbedaan debit makasimum dan debit minimum lebih besar daripada 50 maka tidak akan membentuk meander. Perilaku sungai lainnya akan didapatkan yaitu pada banjir-banjir besar dimana dinding lembah tererosi dan mengangkut material kasar dan kemudian membentuk sungai-sungai cabang yang parallel dan saling berhubungan yang disebut tioe berjalin (braided river). 5. Tipe Sungai Dari sudut topgrafi susunan sungai induk dan cabang-cabangnya dapat dibedakan dalam 3 tipe :

Tipe Bulu Ayam Susunan sungai induk dengan anak-anak sungai semacam bulu ayam yang terdiri dari batang, cabang dan ranting. Tipe Sejajar Cabang-cabang besar menngalir parallel (sejajar) kemudian setelah mendekati muara mereka bertemu dan berkumpul menjadi sungai induk. Tipe Kipas Anak-anak yang mengalir dari segala penjuru menuju ke titik pusat dan mengalir ke laut.

5

Secara umum dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut :

Pada kondisi tanah yang lapisannya rembes air (permeable), angka kerapatannya kecil. Pada kondisi tanah yang lapisannya kedap air (impermeable), angka kerapatannya besar. 6.Kipas Aluvial (Alluvial Fans) Kondisi Topografi

Berdasarkan kondisi topografi transisi antara daerah pegunungan dan daerah dataran berbeda- bada, ada yang perubahan dari pegunungan ke dataran kelandaiannya beraturan, ada yang tidak beraturan bahkan ada yang sekoyong-koyong (abrupt) berubah, sehingga terjadi air terjun. Hal ini sangat tergantung daripada kondisi geologi maupun kondisi geomorfologi, antara lain alur sungai melalui patahan (fault). Dalam keadaan transisi yang tiba-tiba dari pegunungan ke daratan, maka kemampuan transportasi dari pengaliran sungai juga akan berkurang sekali. Kalau daratan itu luas, maka sungai akan membentuk cabang-cabang sungai atau delta sungai di dekat muara. Di sini endapan alluvium akan tersebar luas dimulai dari kaki pegunungan dan berbentuk kipas. Jenis-jenis endapan dimulai dari batu bongkahan (boulder) yang diendapkan terlebih dahulu di kaki pegunungan atau puncak kipas (apex) berturut-turut batuan yang ukuran lebih kecil, kemudian krakal-krikil-pasir dan terakhir lumpur (silt) dan tanah liat (clay). Lumpur dan tanah liat diendapkan pada bagian alas (base) dari kipas tersebut. Kipas alluvial luasnya bervariasi kadang-kadang radiusnya mencapai lebih daripada 50 km. Sudut celupan (dip) pada permukaan kipas alluvial jarang melebihi 10°, pada umumnya 5° atau 6°. Pada umumnya kipas alluvial ditemukan pada daerah pegunungan yang reliefnya tajam-tajam dan pembentukan sungai-sungai menonjol.Kipas alluvial jga dapat terbentuk di daerah yang kondisi iklimnya lembab.Alluvial terbentuk karena tumpukan endapan dari hasil pelapukan tanah dari sebelah hulu.

PROSES TERBENTUKNYA SUNGAI

Air yang berada di permukaan dataran, baik air itu berasal dari air hujan, mata air, maupun cairan gletser, akan mengalir melalui sebuah saluran menuju ke tempat yang lebih rendah. Mula-mula saluran yang dilalui ini berukuran relative sempit dan pendek. Namun, secara alamiah aliran air ini mengikis daerah-daerah yang dilaluinya. Akibatnya, saluran ini semakin lama semakin lebar dan panjang, dan terjadilah apa yang disebut sungai.

6

Secara alamiah, sungai mengalir sambil melakukan aktifitas yang satu sama lain saling berhubungan, yaitu: erosi (pengikisan), pengangkutan (transportasi), dan penimbunan atau pengendapan (sedimentasi). Ketiga aktifitas tersebut tergantung pada factor-faktor kemiringan daerah aliran sungai, volume air sungai, dan kecepatan aliran air. Makin besar kemiringan aliran sungai, makin besar pula aktifitas pengikisan dan pengangkutan. Sebaliknya, penimbunan akan semakin intensif pada daerah dataran, dimana aliran mengalir lambat sehingga air mempunyai kesempatan untuk mendapatkan material yang dibawahnya. VOLUME Flood - Ketinggian sungai ini boleh menyebabkan kebanjiran dan sangat berbahaya. High - Air yang tinggi dan deras boleh membahayakan kerana tidak dapat melihat dalam air Medium - Bersifat sederhana dan tidak membahayakan low - Sungai yang kecil ini selamat dan boleh nampak batu-batuan di dalam air. UKURAN VOLUME AIR sungai kecil 800-1000 cfs atau 25-5000 /det sungai besar 5000-10.000 cfs atau 125-250/det sungai paling besar volume air lebih dari 10.000 cfs LEBAR SUNGAI Lebar sungai mempengaruhi kecepatan arus air. Semakin lebar sungai tersebut semakin deras lah aliran air sungai tersebut. Ia adalah mengikut kelajuan air yang mengalir tersebut. GRADIENT Tingkat kecuraman aliran sungai ini menunjuk nilai rata penurunan dalam satu jarak tertentu. Ia juga mempunyai tingkat kecuraman yang berbeza. Gradient sungai dapat dihitung dengan bantuan garis kontur yang memotong sungai pada peta tepografi.

7

Bahan yang diangkut oleh sungai terdiri atas material halus yang melayang dan bongkahan batu yang menggelinding di dasar sungai. Bahan-bahan yang di angkut sungai mengalami pengendapan mulai dari material yang kasar dan berukuran besar seperti bongkahan, krakal, dan kerikil, menyusul kemudian material yang lebih halus seperti pasir, dan lempung. Akibat dari proses erosi sungai yang aktif maka terbentuklah beberapa bentuk lembah sungai. Kenampakan bentuk suatu lembah sungai tersebut dapat mencerminkan tingkat perkembangan sungainya.

Lembah sungai adalah suatu bentuk permukaan yang lebih rendah dari pada bagian lainnya yang di hasilkan oleh pengikisan air. Pertumbuhan suatu lembah sungai dapat berjalan melalui 3 proses, yakni:

a.Pendalaman Lembah Sungai

Di daerah hulu sungai dengan perbedaan ketinggian masih cukup besar, sungai memiliki aliran cukup kuat. Kecepatan aliran yang besar menyebabkan proses erosi dan transportasi berkerja lebih dominan. Kekuatan aliran erosi bekerja dengan cara menumbuk dan menggerus dasar sungai.

b.Pelebaran Lembah Sungai

Pada daerah datar, proses erosi yang bekerja lebih banyak adalah erosi yang menyamping (Lateral). Hal ini di sebabkan lambatnya kecepatan arus yang mengalir erosi lateral yang dominant bersifat melebarkan saluran dan lembah sungai. Selain itu berjalan pula proses agradasi atau penambahan endapan yang berasal dari material longsoran (Masswasting) dari daerah-daerah lereng di atasnya. Proses ini mempercepat terjadinya pelebaran lembah sungai.

c.Pemanjangan Lembah Sungai

Pemanjangan lembah dapat terjadi karena terjadinya penurunan permukaan laut, sehingga dataran bertambah maju, dan karena pertumbuhan delta, yang berarti menambah pula permukaan dataran.

BAGIAN-BAGIAN SUNGAI YANG SERING TERBENTUK Adapun bagian-bagian sungai yang sering terbentuk adalah sebagai berikut:

1.Meander

8

Meander adalah bentuk kelok-kelok aliran sungai. Kenampakan ini sering di dapat pada aliran sungai di daerah dataran rendah terbentuknya meander ialah karena adanya reaksi dari aliran sungai terhadap batuan-batuan yang relative homogen dan kurang resisten terhadap erosi. Pada lengkungan meander masing-masing terdapat dua sisi bagian dari lengkung meander yang selalu mendapat sedimentasi sehingga menyebabkan aliran tersebut berpindah di sebut undercut. Aliran air mengalir lebih cepat pada sisi luar lengkung di bandingkan arus pada sisi dalam, sehingga sisi luar lengkungan tererosi hasilnya terendapkan pada sisi dalam.

2.Lembah sungai

Lembah sungai adalah suatu bentuk permukaan yang lebih rendah dari pada bagian lainnya yang di hasilkan oleh pengikisan air

2.4 JENIS JENIS SUNGAI

Jenis-Jenis Sungai Berdasarkan Keadaan Air dan Sumber Airnya ( Types of River Water and Resources Based on state of water) .Berdasarkan letak geografis negara indonesia yang tersusun atas banyak pulau dan dikelilingi oleh banyak lautan Maka Sewajarnya akan negara indonesia memiliki banyak sungai, Walapun Ada sungai yang kualitasnya sangat buruk seperti sungai ciliwung.

Lalu kenapa kita perlu mengerti tentang sungai agar kita tau manfaaat yang akan kita dapat dari sebuah sungai jangan sampai sungai kita menjadi kumuh kotor, bau dan memiliki banyak kandungan bahan kiia berbahaya. Jenis jenis sungai sebagai berikut:

Jenis sungai jika dilihat dari keadaan airnya adalah :

1. Sungai Permanen ( permanent rivers )

Pengertian sungai permanen adalah sebuah sungai yang memiliki aliran yang tetap sepanjang tahun walaupun akan ada musim kemarau yang panjang tetapi tetap mengalir contoh dari sungai yang tanpa henti mengalir sepanjang tahun adalah sungai yang berukuran besar seperti sungai kapuas.

2. Sungai Periodik

Pengertian sungai periodik adalah jenis sungai yang memiliki aliran air tidak tetap sepanjang tahun seperti saat musim hujan sungai ini pasti akan mengalir namun saat kemarau tiba

9

sungai ini akan kering kerontang atau airnya hanya sedikit contoh dari sungai jenis ini adalah sungai yang ada didaerah nusa tenggara.

Jenis sungai jika dilihat dari sumber airnya adalah

1.

Sungai Hujan

Pengertian sungai hujan adalah jenis sungai yang airnya berasal dari air hujan tipe ini di indonesia sangat bannyak hampir di semua plosok daerah sampai ke kampung dan dusun dusun terpencil.

2.

Sungai Gletser

Pengertian sungai gletser adalah jenis sungai yang airnya berasal dari gumpalan es yang sangat banyak yang terdapat di puncak pegunungan di indo nesia sungai gletser mungkit hanya terdapat di daerah puncak jaya papua saja.

3.

Sungai Campuran

Pengertian sungai campuran adalah sungai yang sumber ainya berasal dari air hujan dan air es dan sugai jenis ini banyak terdapat di negara empat musim seperti rusia swiss dan daerah skandavia eropa.

2.5 ALIRAN SUNGAI

Perbedaan pola aliran sungai di satu wilayah dengan wilayah lainnya sangat ditentukan oleh perbedaan kemiringan, topografi, struktur dan litologi batuan dasarnya. Beberapa pola aliran sungai yang sering dijumpai adalah

 

1.Dendritik

2.Radial Sentrifugal

3.Rectangular

4.Trellis

5.Radial Sentripetal

6.Annular

7.Pararel

8.

Pinnate

10

Dendritik, Berbentuk seperti cabang batang pohon. Berada di daerah datar dengan struktur batuan homogen.

Radial Sentrifugal, Pola aliran radial adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunung api

Rectangular, Pola aliran rectangular adalah pola aliran sungai yang dikendalikan oleh struktur geologi, seperti struktur kekar (rekahan) dan sesar (patahan). Sungai rectangular dicirikan oleh saluran-saluran air yang mengikuti pola dari struktur kekar dan patahan.

Trelllis, Aliran sungai yang anak sungainya hampir sejajar dengan sungai induknya, biasanya berada di wilayah patahan.

Sentripetal, Aliran yang berlawanan dengan pola radial, di mana aliran sungainya mengalir ke satu tempat yang berupa cekungan (depresi).

Annular, Pola aliran annular adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu dan ke arah hilir aliran kembali bersatu.

Pararel, Sistem pengaliran paralel adalah suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang curam/terjal.

Pinnate, Pola Pinnate adalah aliran sungai yang mana muara anak sungai membentuk sudut lancip dengan sungai induk. Sungai ini biasanya terdapat pada bukit yang lerengnya terjal.

2.6 PENGURAI SUNGAI BIOTA YANG HIDUP DI SUNGAI DAN SEKITARNYA

Air sungai, ada di sekitar kita, rasanya tawar. Air laut rasanya asin karena mengandung garam. Kebanyakan sungai baik yang dangkal maupun yang dalam bermuara atau berakhir di laut, hanya sedikit yang bermuara di danau.

HULU dan HILIR Bagian-bagian dari sungai adalah hulu dan hilir.

Setiap sungai mengalir dari mata air, kebanyakan berasal dari pegunungan, air mengalir deras dari daerah yang lebih tinggi, bagian teratas dari sungai disebut hulu. Dibagian Hulu, air mengalir dengan deras, apabila bagian tersebut terlalu tinggi, terjadilah apa yang kita sebut air terjun, seperti di tawang mangu di Solo, Jawa Tengah. Air yang jatuh tersebut mengalir ke sungai kedaerah sepanjang sungai yang kita sebut hilir.

11

Gambar di bawah ini adalah daerah hilir sungai. Biasanya berupa tanah datar, sehingga air sungai mengalir dengan lambat. Karena mengandung banyak air, sehingga di sepanjang tepian sungai banyak tumbuhan dan binatang air.

Air sungai mengalir terus ke laut, dan pertemuan antara ujung sungai dan laut di sebut Muara. Sehingga rasa air nya menjadi agak asin atau payau.

Beberapa jenis binatang tumbuh di sungai, kebanyakan mereka memakan tumbuhan air. Tetapi ada juga yang makan binatang kecil lainnya yang sering berada di sekitar sungai.

KEHIDUPAN DI SEKITAR SUNGAI

Tumbuh-tumbuhan mendapat sinar matahari yang cukup sehingga berkembang sangat pesat dengan daun panjang yang berjumbai-jumbai terkena arus sungai. Ikan yang berenang di sekitar sungai mendapat makanan dari tumbuhan air dan sebagian dari binatang kecil lain yang memakan tumbuhan air seperti serangga.

Kebanyakan tumbuhan air yang mempunyai bunga tumbuh disekitar sungai yang tidak berarus deras, karma akan mengakibatkan tumbuhan itu rusak dan akarnya akan terbawa arus.

IKAN AIR TAWAR

Beberapa jenis ikan sungai seperti ikan mas, tawes, nilem, gurame , ikan sepat, lele dan gabus enak dimakan. Ikan-ikan ini ada yang berasal dari sungai ada juga yang diternakan dari benih ikan oleh peternak ikan. Ikan ini disebut IKAN AIR TAWAR.

IKAN SALEM

Ada ikan yang berhabitat disekitar Muara yaitu tempat pertemuan sungai dan laut. Jenis ikan belanak dan salem, menetaskan telur-telur mereka di sungai dan setelah cukup kuat mereka ke laut untuk mencari makan. Jika mau bertelur mereka akan kembali ke sungai. Perjalanan ikan dari sungai ke laut sangat sulit, karena harus melalui arus yang kadang sangat deras, ikan-ikan salem dapat melompat, melawan arus melalui air terjun asal tidak terlalu tinggi. Banyak orang memanfaatkan tempat-tempat seperti itu untuk memancing, karena banyak ikan yang berlalu lalang dimuara.

Jenis hewan sungai lain adalah “Curstacea”, tubuhnya tertutup sejenis klit keras. Hewan ini biasa hidup dilaut. Beberapa udang seperti udang Barong dan air tawar hidup di sungai.

MOLUSCA

12

Hewan sungai lainnya yang berkulit keras yaitu molusca, sejenis siput air. Siput ini menggendong rumahnya kemana-mana. Jenis molusca lain yang mempunyai dua lokan yaitu yang disebut remis.

LINTAH dan CACING

Hewan kecil lain yang hidup disepanjang sungai seperti lintah dan cacing. Lintah termasuk sejenis cacing. Dia mempuna ala penghisap di kedua ujungnya. Dengan alat ini lintah dapat melekat erat pada batu ataupun pada bagian binatang, atau tubuh kita saat dia mengisap darah kita.

Hewan cerdik lainnya seperti cacing, tumbuh disepanjang sungai. Mereka membuat tabung kecil dari tanah Lumpur untuk rumah mereka, mereka hidup dalam tabung itu.

LARVA DAN SERANGGA

Serangga-serangga kecil juga banyak menghiasi tepi sungai, seperti capung, kepik, kutu, nyamuk, gegat, kumbang gasing, capung jarum hidup bertengger di ujung ranting atau pun daun tumbuhan yang ada disepanjang sungai.

Nimfa dan larva hidup di dalam air. Jika sudah tumbuh, menjadi serangga dan bersayap, mereka meninggalkan air, Nyamuk, serangga gegat dan capung dewasa berputar-putar diatas air. Serangga lainnya yang bertumbuh kembang didalam sungai dari larva adalah kumbang dan kepik air.

Tumbuhan, hewan dan serangga hanya dapat hidup di sepanjang sungai yang berair bersih, oleh karena itu pabrik-pabrik dilarang membuang limbah ke dalam sungai, karena akan mengakibatkan sungai tercemar, dan membunuh ekosistim yang ada didalamnya.

Sebelum berkembang menjadi serangga, telur-telur capung diletakkan di sekitar tempat yang basah dan menetas menjadi larva, kemudian berkembang menjadi capung untuk kemudian tumbuh sayap dan menjadi capung dewasa.

L ISANG, BERANG-BERANG, TIKUS SUNGAI, ITIK DAN BURUNG RAWA

Banyak burung yang hidup ditepi sungai. Sungai yang bersih mempunyai ikan yang melimpah yang menarik hewan-hewan lain untuk mencari makanan didalam sungai, seperti itik rawa, dipper, burung bangau, pelican tikus air dan berang-berang. Selain ikan makanan mereka adalah katak.

13

Lingsang suka sekali berenang dan bermain diair. Tikus dan Berang-berang membuat sarang dari ranting-ranting dan tumbuhan air. Mereka membendung bagian kecil sungai dan membuat sarang itu. Sarang itu merupakan kolam kecil tempat berang-berang bermain dengan anak-anaknya.

BAKTERI DALAM SUNGAI

Bakteri yang hidup dalam air sungai, bisa membuat air sungai bersih. Hewan mikroskopik ini membantu mengurai kotoran yang ada di sungai sehingga air menjadi bersih sehingga tumbuhan dan hewan sungai bisa hidup. Jika air sungai tercemar, bakteri juga ikut mati. Sehingga ikan dan tanaman sungai ikut mati.

Sungai merupakan bagian terpenting dalam kehidupan kita, sehingga Wajib kita jaga kebersihannya. Sangat disayangkan banyak sungai yang sekarang penuh dengan sampah yang mengakibatkan banyak membawa penyakit dan banjir. Sungai harus kita lestarikan dan kita jaga untuk kehidupan kita selanjutnya.

PENCEMARAN SUNGAI

Pencemaran air di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Pencemaran air dapat diartikan sebagai suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Perubahan ini mengakibatkan menurunnya kualitas air hingga ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya. Fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi juga mengakibatkan perubahan terhadap kualitas air, tapi dalam pengertian ini tidak dianggap sebagai pencemaran.

Pencemaran air, baik sungai, laut, danau maupun air bawah tanah, semakin hari semakin menjadi permasalahan di Indonesia sebagaimana pencemaran udara dan pencemaran tanah. Mendapatkan air bersih yang tidak tercemar bukan hal yang mudah lagi. Bahkan pada sungai- sungai di lereng pegunungan sekalipun.

Air sungai yang tercemar sebagian besar diakibatkan oleh aktifitas manusia yang meninggalkan limbah pemukiman, limbah pertanian, dan limbah industri termasuk pertambangan.

14

Limbah pemukiman mempunyai pengertian segala bahan pencemar yang dihasilkan oleh daerah pemukiman atau rumah tangga. Limbah pemukiman ini bisa berupa sampah organik (kayu, daun, dan lain-lain), dan sampah nonorganik (plastik, logam, dan deterjen).

Limbah pertanian mempunyai pengertian segala bahan pencemar yang dihasilkan aktifitas pertanian seperti penggunaan pestisida dan pupuk. Sedangkan limbah industri mempunyai pengertian segala bahan pencemar yang dihasilkan aktifitas industri yang sering menghasilkan bahan berbahaya dan beracun (B3).

Asian Development Bank (2008) pernah menyebutkan

Pencemaran air di Indonesia menimbulkan kerugian Rp 45 triliun per tahun. Biaya yang akibat pencemaran air ini mencakup biaya kesehatan, biaya penyediaan air bersih, hilangnya waktu produktif, citra buruk pariwisata, dan tingginya angka kematian bayi.

Dampak lainnya yang tidak kalah merugikan dari pencemaran air adalah terganggunya lingkungan hidup, ekosistem, dan keanekaragaman hayati. Air yang tercemar dapat mematikan berbagai organisme yang hidup di air.

Perbedaan batas toleransi antara dua jenis populasi terhadap faktor-faktor lingkungan mempengaruhi kemampuan berkompetisi, jika sebagai akibat suatu pencemaran limbah industri terhadap suatu lingkungan adalah berupa penurunan atau berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam air, maka spesies yang mempunyai toleransi terhadap kondisi itu akan meningkat populasinya karena spesies kommpetisinya berkurang (Soeparmo, 1985).

Menurut Hawkes (1979), banyaknya bahan pencemar dalam perairan akan mengurangi spesies yang ada dan pada umumnya akan meningkatkan populasi jenis yang tahan terhadap kondisi perairan tersebut.

“Setiap spesies mempunyai batas anntara toleransi terhadap suatu faktor yang ada di lingkungan teori toleransi Shelford.” (ODUM, 1971)

Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda- beda, yaitu meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi, sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem, industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan (air limbah

15

tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air), limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum, dan pencemaran air oleh sampah.

Akibat dari pencemaran air yaitu, menyebabkan banjir, erosi, kekurangan sumber air, dapat membuat sumber penyakit, tanah longsor, dan dapat merusak ekosistem sungai.

. Aspek Kimia-Fisika dalam Pencemaran Air Sungai

Untuk mengetahui kondisi suatu air sungai apakah tercemar atau tidak, perlu diketahui terlebih dahulu aspek-aspek yang menjadi penentu keadaan air sungai ini. Berikut adalah aspek-aspek kimia-fisika dalam pencemaran air sungai :

a. Karbondioksida dalam Air

Karbon merupakan salah satu unsur yang mengalami daur dalam ekosistem. Di mulai dari atmosfir, dalam rantai makanan karbon berindah melalui produsen, konsumen, dan pengurai kemudian kembali ke atmosir. Di atmosfir karbon terikat dalam CO2 (karbondioksida). Setelah melalui fotosintesis, senyawa CO2 terikat dalam glukosa atau senyawa lainnya. Kemudian senyawa ini dikonsumsi oleh konsumen tingat satu dan tersimpan dalam tubuhnya. Kemudian konsumen tingkat satu dimangsa oleh konsumen tingkat dua dan akhirnya diurai oleh pengurai hingga kembali ke atmosfir.

Perjalanan serupa terjadi pada karbon dalam ekosistem sungai. Di sungai daur ini dipersulit oleh pertukaran karbon di air dengan di udara. Karbondioksida dari udara selalu bertukar dengan yang di air jika air dan udara bersentuhan. Pada air tenang pertukaran yang terjadi sedikit, sebaliknya jika air bergelombang maka pertukaran akan lebih cepat. Kepekatan karbondioksida mempengaruhi kepekatan oksigen terlarut dalam air sungai. Jika udara (yang mengandung 0,03% karbondioksida) bersentuhan dengan permukaan air pada tekanan standar, maka kelarutan karbondioksida adalah seperti dalam tabel di bawah ini :

Suhu (0C) Kelarutan (bpj) (0 1,005), (0,83-10), (0,70 15), (0,59), (20 0,51), (25 0,43), (30 0,38)

Karbondioksida dapat juga terbentuk sebagai hasil metabolisme makhluk hidup yang ada di sungai. Respirasi hewan akan mempengaruhi konsentrasi CO2 dalam sungai. Selain itu, proses fotosintesis yang dilakukan tanaman air memerlukan C02 dan menghasilkan O2 juga mempengaruhi kadar O2 dalam sungai.

16

  • b. Oksigen Terlarut

Oksigen adalah gas tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan hanya sedkit yang larut dalam air. Untuk mempertahankan hidupnya, hewan dan tumbuhan yang hidup di air bergantung pada oksigen terlarut ini. Penentuan kadar oksigen terlarut dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kualitas air. Kepekatan oksigen terlarut bergantung kepada :

1) Suhu. 2) Kehadiran tanaman berklorofil. 3) Tingkat penetrasi cahaya yang tergantung pada kedalaman dan kekeruhan air. 4) Tingkat kederasan aliran air. 5) Jumlah bahan organik yang diuraikan dalam air, seperti sampah, ganggang mati, dan limbah industri. Berikut tabel yang menunjukkan kelarutan oksigen dalam air dengan suhu yang berbeda-beda :

Suhu (0C) Kelarutan (bpj) (0 14,6), (5 12,7), (10 11,3), (15 10,1), (20 9,1), (25 8,3), (30 7,5)

Oksigen merupakan faktor pembatas dalam penentuan kehadiran makhluk hidup dalam air. Oksigen dalam sungai berasal dari udara dan hasil fotosintesis organisme tumbuhan yang hidup di sungai itu. Jika respirasi hewan dalam sungai lebih cepat dari pergantian oksigen yang larut, maka akan terjadi defisit oksigen. Pergantian oksigen dari udara berjalan lambat dan tergantung juga pada kejernihan air.

Dalam sungai yang deras dan jernih kepekatan oksigen mencapai kejenuhan. Tetapi jika air berjalan lambat atau ada pencemar maka oksigen yang larut berada di bawah kejenuhan.

  • c. Kebasaan, Keasaman, dan Kesadahan Air

Kandungan karbondioksida dan oksigen di alam saling berhubungan. Jika salah satu berubah, maka yang lainnya akan turut berubah. Berbagai faktor juga mempengaruhi, yaitu pH, kebasaan, keasaman, dan kesadahan air.

17

Air normal mempunyai pH antara 6,7 sampai 8,6 dan ini mendukung populasi ikan dalam sungai. Dalam jangkauan pH itu pertumbuhan dan pembiakan air tidak terganggu. Bahkan ada ikan yang mampu bertahan hidup di air ber-pH 5 sampai 9. Air yang masih segar dari pegunungan mempunyai pH yang tinggi dan semakin lama pH akan menurun menuju suasana asam. Hal ini disebabkan pertambahan bahan-bahan organik yang kemudian membebaskan CO2 jika mengurai. Pada umumnya jika pH air kurang dari 7 atau lebih dari 8,5 kita harus berhati-hati karena kemungkinan ada pencemaran dari bahan pabrik kimia, rabuk, kertas, mentega, dan lain-lain.

Kebasaan air ialah suatu kapasitas air untuk menetralkan asam. Hal ini diseababkan ada basa atau garam basa yang terdapat dalam air.

Keasaman ialah kemampuan air untuk menetralkan basa. Biasanya karena dalam air terdapat asam, seperti asam karbonat, asam asetat, dan asam organik lainnya.

Kesadahan air sungai disebabkan ion-ion magnesium dan kalsium. Ion-ion ini terdapat dalam air dalam bentuk sulfat, klorida, dan hidrogen karbonat. Kesadahan air biasanya disebabkan garam karbonat atau garam asamnya.

Kesadahan tidak menguntungkan. Air yang bermutu tinggi mempunyai kesadahan yang rendah. Kesadahan air yang tinggi di antaranya karena limbah industri.

d. Kandungan Nitrogen

Karbon, hidrogen, dan oksigen penting untuk kehidupan. Unsur-unsur ini berperan dalam proses fotosintesis dan respirasi. Unsur lain seperti fosfor, nitrogen dan belerang membentuk protein yang penting untuk pertumbuhan tubuh.

Nitrogen sebagai salah satu nutrien terdapat dalam protein. Protein merupakan komposisi utama plankton, daras semua jaringan makanan yang bertalian di air.

Ada tiga gudang nitrogen di alam. Pertama adalah udara, kedua ialah senyawa anorganik (nitrat, nitrit, dan amoniak), dan ketiga adalah senyawa organik (protein, uren, dan asam urik). Nitrogen terbanyak terdapat di udara, yaitu 78% udara adalah nitrogen. Tanaman dapat menghisap nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3). Perubahan nitrogen bebas di udara menjadi nitrat dilakukan secara oleh bakteri yang terdapat di akar tumbuhan, tepatnya dalam bintil akar tumbuhan. Transformasi ini disebut fiksasi (pengikatan) oksigen.

18

Nitrogen dalam kotoran dan urine akan berakhir menjadi amoniak. Zat inilah yang menimbulkan bau tidak enak. Kemungkinan dalam air tertentu mengandung ketiga macam nitrogen, yaitu nitrogen bebas, senyawa nitrogen anorganik, dan senyawa nitrogen organik. Dalam jumlah yang besar, nitrogen anorganik (nitrit, nitrat, dan amoniak) dapat membahayakan dan menjadi sumber pencemaran di sungai.

e. Fosfor

Seperti halnya nitrogen, unsur lain yang terdapat di alam adalah fosfor. Protin dan zat-zat organik lainnya mengandung fosfor. Contohnya adenosine trifosfat terdapat dalam sel makhluk hidup dan berperan penting dalam penyediaan energi. Daur fosfat dalam ekosistem sungai dapat dipelajari melalui skema di bawah ini :

Daur fosfor mirip dengan daur nitrogen. Dalam ekosistem air fosfor ada dalam tiga bentuk, yaitu senyawa fosfor anorganik (ortofosfat), senyawa fosfor organik dalam protoplasma, dan senyawa organik terlarut yang terbentuk karena kotoran atau tubuh organisme yang mengurai.

Air sungai biasanya mengandung fosfor organik terlarut. Demikian pula dengan kotoran sisa metabolisme hidup. Akhirnya bakteri menguraikan senyawa organik itu menjadi fosfor. Fosfor merupakan pendorong kegiatan pengikatan nitrogen bagi ganggang biru. Jadi, jika air tidak mengandug nitrogen, asal ada fosfor dan ganggang biru, maka senyawa nitrogen akan terbentuk.

Sama dengan nitrogen, fosfor memasuki sungai melalui berbagai jalan. Kotoran, limbah, sisa pertanian, kotoran hewan, dan sisa organisme yang mati adalah jalan bagi fosfor untuk memasuki sungai.

f. Padatan Tersuspensi dan Padatan Terlarut Total

Keadaan air dalam sungai tidak tetap. Setelah hujan warnanya menjadi kecoklatan karena banyak partikel tersuspensi yang terbawa masuk. Pada musim kemarau menjadi kehijauan karena banyak ganggang yang tumbuh. Perubahan air sungai ini disebabkan bahan-bahan tersuspensi dan terlarut. Pada kondisi normal konsentrasi bahan-bahan ini rendah sehingga tidak tampak.

Padatan tersuspensi dan padatan terlarut total dalam sungai penting diketahui karena sebagai penentu produktivitas, yaitu kemampuan sungai yang bersangkutan untuk mendukung

19

kehidupan. Jika bahan terlarut itu nutrisi untuk tanaman air, maka air itu akan mempunyai produktivitas untuk tanaman. Akibatnya sungai itu juga akan memiliki produktivitas terhadap kehidupan hewan. Selain itu, untuk menetapkan keadaan normal air yang dimaksud. Jika suatu saat terjadi penyimpangan dari keadaan normal ini, maka dapat diketahui bahwa telah terjadi pencemaran seperti pembuangan sampah kota atau limbah industri di sekitar sungai yang bersangkutan.

Padatan yang tersuspensi dalam air umumnya terdiri dari fitoplankton, zooplankton, kotoran manusia, kotoran hewan, lumpur, sisa tumbuhan dan hewan, serta limbah industri. Padatan terlarut dan tersuspensi mempengaruhi ketransparanan dan warna air. Sifat transparan ada hubungannya dengan tingkat produktivitas. Transparan yang rendah menunjukkan produktivitas tinggi. Cahaya tidak dapat menembus air sungai jika bahan tersuspensi tinggi. Warna air sungai juga berhubungan dengan kualitas air.

Untuk mengukur padatan tersuspensi dalam sungai, para ilmuwan sering mengukur kekeruhan (turiditas) air sungai yang dapat memperkirakan padatan tersuspensi total dalam suatu contoh air. Kekeruhan diukur dengan alat turbidiuster yang mengukur kemampuan cahaya untuk melewati atau menembus air sungai. Partikel yang tersuspensi itu akan menghamburkan cahaya yang datang sehingga menurunkan intensitas cahaya yang ditransmitasikan.

  • g. Faktor Fisik

Faktor fisik yang ikut menentukan kualitas air adalah suhu. Suhu mempunyai pengaruh besar terhadap kelarutan oksigen dalam air sungai. Kenaikan suhu menyebabkan kandungan oksigen dalam air sungai menurun karena menguap. Di samping itu, kenaikan suhu air menyebabkan suhu badan hewan berdarah dingin dalam sungai ikut naik. Hal ini akan menyebabkan laju metabolisme hewan tersebut naik dan selanjutnya menaikkan kebutuhan akan oksigen. Tetapi, karena kandungan oksigen dalam air menurun akibat kenaikan suhu, kebutuhan oksigen hewan tersebut dapat melampaui oksigen yang tersedia dalam air sungai. Akibatnya hewan tersebut dapat mengalami kematian.

  • h. Aspek Biokimia Polusi Air

Organisme pengurai aerobik umumnya terdiri dari mikroorganisme seperti bakteri yang selalu aktif dalam air menguraikan senyawa-senyawa organik menjadi karbondioksida dan air. Bakteri lain mengubah amoniak dan nitrit menjadi nitrat. Proses-proses itu memerlukan

20

oksigen, semuanya merupakan komponen daur biogeokimia dan esensial untuk fungsi ekosistem air.

Jika jumlah bahan organik dalam air sedikit, bakteri aerobik mudah memecahkannya tanpa mengganggu keseimbangan oksigen dalam air. Oksigen yang diperlukan akan segera dipakai dengan cara-cara alamiah secepat bakteri menggunakannya. Tetapi jika jumlah bahan organik itu banyak, maka bakteri pengurai ini akan berlipat ganda karena banyak makanan. Ini menyebabkan kekurangan oksigen. Karena jumlah oksigen tidak sesuai dengan kebutuhan. Biasanya ini terjadi di dasar sungai yang airnya mengalir kecil bahkan cenderung diam. Konsentrasi bahan organik di sini tinggi karena banyak tanaman yang mati. Kebutuhan oksigen bakteri untuk menguraikan bahan organik tersebut sering menurunkan kadar oksigen terlarut sampai nol. Jika ini terjadi, tugas bakteri aerobik akan digantikan oleh bakteri anaerobik dan terjadilah pembusukan. Bakteri anaerobik menghasilkan gas metana dan hidrogen sulfida yang baunya busuk.

3. Sumber Pencemar Air Sungai Di Perkotaan

Pencemar adalah sesuatu yang berpengaruh bruruk terhadap lingkungan. Pencemaran air sungai di perkotaan bukanlah suatu masalah yang muncul begitu saja. Setiap masalah pasti ada penyebabnya, begitupun yang terjadi dengan fenomena pencemaran air sungai di perkotaan ini. Perkotaan identik dengan jumlah penduduk yang padat. Untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang banyak ini dibutuhkan sumber daya alam yang tidak sedikit. Pemenuhan itu dapat tercapai salah satunya dengan memanfaatkan segala potensi yang tersedia di alam. Berbagai aktivitas dijalani penduduk kota untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, kehidupan kota identik juga dengan kemoderenan yang syarat akan teknologi. Di balik kemoderenan kehidupan penduduk kota, ternyata banyak aktivitas manusia yang sering kali mengabaikan keadaan dan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Banyak aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab merusak keseimbangan alam. Salah satunya adalah tercemarnya sungai-sungai di perkotaan yang menjadi sumber penghidupan penduduk di perkotaan. Ini yang menyebabkan keseimbangan alam di perkotaan terganggu.

Tercemarnya sungai-sungai di beberapa kota besar telah mencapai tahap yang serius. Pencemaran air sungai di perkotaan ini sebagian besar disebabkan oleh perbuatan dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Pembuangan limbah rumah tangga dan limbah industri ke sungai-sungai di perkotaan adalah sebagian dari penyebabnya. Pada dasarnya sumber pencemar dapat dibedakan menjadi sumber domestik, yaitu berupa limbah

21

dari rumah tangga dan sumber nondomestik, yaitu limbah dari pabrik, industri, pertanian, peternakan, dan lain-lain.

Berikut penjelasan mengenai sumber-sumber pencemar air sungai di perkotaan tersebut :

  • a. Limbah Domestik

Limbah pencemar domestik sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga. Limbah domestik adalah semua buangan yang berasal dari kamar mandi, kakus, dapur, tempat cuci pakaian, cuci peralatan rumah tangga, dan lain-lain yang secara kuantitatif limbah tadi terdiri atas zat organik baik berupa padat maupun cair, bahan berbahaya, beracun, garam terlarut, bakteri terutama golongan fekal coli, jasad patogen, dan parasit.

  • b. Limbah Nondomestik

Limbah nondomestik adalah semua buangan yang berasal dari pabrik, industri, pertanian, peternakan, transportasi, dan lain-lain. Limbah nondomestik sangat bervariasi, terlebih lagi untuk limbah industri. Limbah pertanian biasanya terdiri atas bahan padat bekas tumbuhan yang bersifat organis, bahan pemberantas hama dan penyakit (pestisida), bahan pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, belerang, mineral, dan lain-lain.

Limbah industri dapat berupa limbah panas yang merusak ekosistem air sungai. Banyak juga industri membuang limbah yang mengandung logam berat dan sangat berbahaya ke sungai- sungai. Limbah peternakan pada umumnya berupa hasil samping sistem pengelolaan di peternakan tersebut. Limbah peternakan sebagian besar terdiri dari kotoran hewan yang mengandung zat organik.

Akibat yang Ditimbulkan Dari Pencemaran Air Sungai Di Perkotaan

Pembuangan bahan kimia, limbah, maupun pencemar lain seperti limbah rumah tangga ke dalam sungai diperkotaan akan mempengaruhi kehidupan makhluk hidup dalam air sungai itu. Suatu pencemar yang banyak dalam ekosistem sungai akan meracuni semua organisme yang hidup di sungai tersebut. Pada umumnya, pencemar di perkotaan terbilang banyak dan ini cukup untuk membunuh sejumlah spesies tertentu, tetapi tidak membahayakan spesies lainnya. Sebaliknya, ada kemungkinan bahwa suatu pencemar justru dapat mendukung perkembangan spesies tertentu. Jadi bila air tercemar, kemungkinan terjadi pergeseran- pergeseran dari jumlah spesies yang banyak dengan ukuran yang sedang populasinya kepada jumlah spesies yang sedikit tetapi berpopulasi tinggi.

22

Penurunan keanekaragaman spesies flora dan fauna yang hidup dalam air sungai juga dianggap sebagai akibat dari pencemaran air sungai perkotaan. Akibat lainnya ialah dapat menyebabkan kerusakan ekosistem sungai. Air limbah yang dikeluarkan industri dapat memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik yang dapat juga mengurangi kadar oksigen dalam air. Bagi manusia dampak buruk pun dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti sungai tercemar dapat menjadi sumber penyakit, dapat menyebabkan kekurangan sumber air bersih, dan dapat menyebabkan banjir.

Secara khusus banyak kerugian yang ditimbulkan dari tercemarnya air sungai. Dampak buruk ini dapat diketahui berdasarkan aspek-aspek dalam pencemaran air sungai yang telah dijelaskan sebelumnya.

Tercemarnya air sungai oleh limbah dapat menyebabkan aliran sungai menjadi pelan. Dalam sungai yang mengalir pelan pertukaran karbondioksida di air dan di udara terjadi lebih lambat. Selain itu, limbah menmbuat intensitas cahaya matahari yang masuk ke sungai menjadi lebih kecil karena terhalang oleh limbah. Dalam jangka panjang, tumbuhan hijau yang hidup di sungai tidak dapat melakukan fotosintesis dan menyebabkan tumbuhan ini mati. Selain tumbuhan, hewan pun mengalami kematian karena sebagian kebutuhannya akan oksigen dipenuhi oleh hasil fotosintesis dari tumbuhan hijau ini.

Ketersediaan karbondioksida di air mempengaruhi jumlah oksigen terlarut dalam air. Limbah menyebabkan tumbuhan air tidak dapat melakukan fotosintesis karena tidak adanya pasokan karbondioksida, maka secara otomatis ini akan berpengaruh terhadap ketersediaan oksigen dalam sungai tersebut. Jika tumbuhan tidak melakukan fotosintesis maka oksigen pun tidak akan tersedia di sungai ini. Padahal oksigen dibutuhkan oleh hewan air untuk respirasi. Sumber oksigen lainnya adalah berasal dari pertukaran air dengan udara. Namun, biasanya limbah menghambat proses pertukaran ini karena kekeruhan terhadap sungai yang ditimbulkannya. Akibat jangka panjangnya ialah kematian beberapa spesies hewan yang tidak tahan dalam kondisi air sunga dengan oksigen terlarut yang rendah ini. Jika tingkat oksigen terlarut selalu rendah, maka organisme aerob bisa mati dan organisme anaerob akan menguraikan bahan organik yang terkandung dalam limbah. Proses penguraian bahan organik oleh organisme anaerob ini menghasilkan bahan seperti metana dan hidrogen sulfida yang menyebabkan air berbau busuk.

Air normal mempunyai pH 7 yang mendukung populasi ikan dalam sungai. Limbah yang mengandung bahan organik dan biasanya berasal dari limbah rumah tangga dapat

23

menyebabkan suasana asam pada air sungai. Derajat pH air sungai ini dapat menurun menuju suasana lebih asam. Selain itu, pabrik kertas dan bahan kimia yang menyebabkan pencemaran air sungai dapat menyebabkan perubahan pH air dari titik normalnya menjadi kurang dari 6,7 atau lebih dari 8,5. Jika kondisi air seperti ini, air bahaya untuk dikonsumsi oleh manusia.

Limbah berat yang umumnya berasal dari industri atau pabrik mengandung asam sulfida yang merupakan asam kuat. Keberadaan asam kuat ini dalam sungai dapat menurunkan keadaan sungai menjadi lebih asam. Kondisi ini tentu saja sulit untuk ditinggali oleh beberapa jenis makhluk hidup seperti ikan.

Akibat lain yang ditimbulkan karena tercemarnya sungai ialah meningkatnya kesadahan air sungai menjadi lebih tinggi. Meningkatnya kesadahan air sungai disebabkan oleh ion-ion magnesium, kalium, dan kalsium yang terkandung dalam limbah industri dan limbah organik dalam kotoran manusia dan hewan. Kesadahan yang tinggi menurunkan kualitas air. Air menjadi bahaya untuk konsumsi manusia.

Akibat pencemaran air oleh limbah lainnya ialah dapat meningkatkan nitrogen dalam air. Nitrogen berasal dari limbah pertanian, yakni pupuk buatan. Nitrogen bisa juga berasal dari kotoran dan air seni. Nitrogen merupakan salah satu nutrien yang terdapat dalam protein. Satu dari tiga gudang nitrogen ada pada senyawa anorganik dalam bentuk nitrat, nitrit, dan amoniak. Nitrogen dari limbah yang dibuang ke sungai diuraiakan oleh bakteri pengurai yang terdapat di sungai menjadi amoniak dan selanjutnya akan menghasilkan bau busuk yang menyengat. Amoniak merupakan hasil tambahan penguraian protein tanaman atau hewan, dapat juga kotorannya. Keberadaan nitrit yang banyak di sungai menunjukkan keberadaan industri yang membuang limbahnya ke sungai tersebut. Karena nitrit digunakan dalam air ketel untuk mecegah korosi, maka buangan air ketel dapat menimbulkan populasi nitrit.

Jika manusia membuang kotoran ke dalam air, proses pembentukkan nitrat oleh bakteri yang menggunakan amoniak akan meningkat, karena kotoran banyak mengandung amoniak. Pembuangan limbah kotoran rumah tangga ke sungai membuat kosentrasi amoniak bertambah tinggi dan mengakibatkan bau yyang ditimbulkannya semakin tidak enak.

Keberadaan nitrat dalam jumlah yang banyak menyebabkan air sungai lekas tua, menurunkan oksigen terlarut, penurunan populasi ikan dan beberapa jenis fauna lainnya, bau busuk, rasa tidak enak, sunagi menjadi tempat yang buruk untuk rereasi, dan tentu saja tidak sehat untuk konsumsi manusia. Nitrat akan berubah menjadi nitrit dalam perut. Keracunannya menimbulkan muka biru dan kematian.

24

Seperti halnya nitrogen, unsur lain yang terkandung dalam limbah kotoran, limbah pertanian, kotoran hewan dan sisa tumbuhan adalah fosfor. Fosfor juga merupakan faktor pembatas kehidupan. Kelebihan jumlah fosfor dalam air sungai mempercepat kegiatan pengikatan nitrogen bagi ganggang biru. Jadi, jika air tidak mengandung senyawa nitrogen, asal ada fosfor dan ganggang biru, maka senyawa nitrogen akan terbentuk, dan eutrofikasi pada suatu saat akan menyusul pula. Dengan kata lain, keberadaan jumlah fosfor yang banyak mendorong proses yang tidak menguntungkan lainnya di sungai bagi organisme hidup.

Limbah yang dibuang ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu mengakibatkan padatan yang tersuspensi dalam air sungai bertambah benyak, air sungai menjadi keruh karena mengandung banyak partikel terlarut, dan kehidupan organisme bisa tertanggu bahkan dapat terhenti akibat sulitnya akses fauna dan flora yang berkembang di sungai ini dengan udara luar. Cahaya tidak dapat tembus banyak jika konsentrasi bahan terlarut dalam sungai tinggi. Padatan terlarut dan tersuspensi mempengaruhi warna dan tingkat ketransparanan air. Sifat transparan suatu air sungai ada hubungannya dengan produktivitas sungai tersebut. Tranparan yang rendah menujukkan produktivitas tunggi. Limbah juga mempengaruhi warna air yang pada gilirannya warna air akan sesuai dengan limbah yang dibuang ke sungai tersbut. Sebagai contoh, limbah pabrik tekstil berwarna merah akan mengakibatkat air sungai menjadi berwarna merah, beda dari warna aslinya.

Kadang industri seperti industri bahan kimia dan industri mesin membuang limbah pananya ke sungai tanpa melalui serangkaian pemrosesan khusus terlebih dahulu. Limbah panas ini mengakibatkan suhu sungai naik. Suhu sungai naik mengakibatkan karbondioksida dalam air menguap, akibatnya tumbuhan hijau dala sungai tidaka dapat melakukan proses fotointesi. Di samping itu, oksigen terlarut yang dibutuhkan untuk respirasi hewan air pun ikut menguap. Sementara kenaikan suhu sungai menyebabkan suhu hewan berdarah dingin turut naik dan meningkatkan laju metabolismenya, otomatis karena metabolisme memerlukan oksigen, kebutuhan akan oksigen pun ikut naik, tetapi seperti yang dikatakan di atas bahwa suhu tinggi dapat mengakibatkan oksigen menguap sehingga kandungan oksigen dalam air menurun, jika kebutuhan oksigen ini tidak terpenuhi maka hewan itu akan mati.

Limbah organik membawa bahan organik yang banyak bagi sungai. Keberadaan bahan organik yang banyak dalam sungai menyebabkan perkembangbiakan bakteri pengurai bahan organik tersebut tumbuh dengan cepat. Bahkan jumlahnya dapat berlipat ganda. Hal ini akan menurunkan kadar oksigen terlarut dalam air karena proses penguraian bahan organik itu

25

sendiri membutuhkan oksigen. Ini berarti jika jumlah bahan organik di sungai banyak, maka proses penguraian bahan organik akan membutuhkan oksigen yang banyak pula. Kejadian ini biasanya menyebabkan kekurangan oksigen. Lalu penguraian yang pada awalnya dilakukan leh bakteri aerobik, digantikan tugasnya oleh bakteri anaerobik. Penguraian oleh bakteri anaerobik menghasilkan gas metana yang menyebakan bau tak sedap.

Limbah yang mencemari sungai dapat juga mengakibatkan kerugian secara ekonomis. Sungai yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk sarana rekreasi kota tidak dapat terwujud. Peluang mendapat pemasukan bagi daerah dari sektor pariwisata sungai pun tidak mungkin dilakukan jika air sungainya tercemar. Di samping itu, fungsi utama dari sungai itu sendiri dapat terganggu. Sungai yang tadinya berfungsi menampung air hujan dan menjadi aliran air untuk keperluan konsumsi manusia kini telah beralih fungsi menjadi tempat sampah yang besar.

Dari segi estetis, limbah yang terdapat banyak di sungai perkotaan membuat pemandangan yang tidak mengenakkan. Selain bau, limbah sungai membuat kota terkesan kumuh dan kotor.

Lebih jauh lagi, limbah di sungai perkotaan ini mengakibatkan ekosistem sungai setempat rusak. Pertumbuhan dan perkembangbiakan organisme yang menghuni sungai terganggau dan bahkan dapat mengakibatkan kepunahan spesies lokal jika dibiarkan terus-menerus. Kelangkaan air bersih pun tidak dapat dihindari jika sungai yang menampung air alami ini tercemari limbah dalam waktu yang lama. Lambat laun masalah yang ada saat ini akibat tercemarnya air sungai di perkotaan akan membukit dan menjadi masalah yang lebih serius lagi.

5. Penanggulangan Pencemaran Air Sungai Di Perkotaan

Masalah pencemaran air sungai di perkotaan tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut, ini dapat mengancam kehidupan semua makhluk hidup yang bergantung pada keberadaan sungai tersebut. Pencemran sungai ini tidak hanya mengancam fauna dan flora lokal yang mendiami sungai tetapi juga manusia yang memanfaatkan sungai sebagai penyedia air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Perlu penanganan secara serius dari setiap pihak yang berkepentingan demi menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup semua makhluk hidup.

Sebenarnya banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran sungai perkotaan oleh limbah ini jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

26

Upaya tersebut dapat dilakukan oleh setiap insan manusia yang peduli terhadap lingungan sekitarnya. Tindakan seperti tidak membuang sampah ke sungai adalah tindakan sederhana yang berdampak positif sangat besar, terutama untk jangka panjang.

Berikut ini upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran sungai di perkotaan :

  • a. Tidak membuang sampah atau limbah rumah tangga ke sungai

  • b. Mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos

  • c. Mengolah sampah nonorganik menjadi kerajinan tangan daur ulang. Di samping ramah lingkungan, ini dapat menguntungkan secara ekonomi karena dapat menambah penghasilan

rumah tangga

  • d. Membuat lubang resapan biopori (LRB) di halaman rumah yang berfungsi untuk

menampung air hujan agar tidak semua hanyut ke sungai tetapi terendam ke dalam tanah dan

tanah akan memprosesnya secara alami agar kandungan beberapa zat terlarut dapat dikurangi

  • e. Membuat instalasi sanitasi pengolah kotoran rumah tangga. Ini dimaksudkan agar sebelum

dibuang, kotoran tersebut telah mengalami proses terlebih dahulu

  • f. Tidak membuang limbah kotoran hewan ke sungai. Lebih baik memanfaatkan dan

mengolah limbah pertanian seperti kotoran hewan ini untuk dijadikan pupuk kandang yang

lebih bernilai guna

  • g. Hemat dalam penggunaan air bersih agar persediaan air bersih tetap terjamin untuk jangka

waktu yang lama

  • h. Pengurangan atau penghapusan kandungan fosfor pada deterjen rumah tangga dan

mewajibkan pengelolaan limbah industri memberikan air kapur atau alumunium sulfat agar

fosfornya mengendap dan dapat dibuang

  • i. Membubuhkan sejumlah klor pada sungai yang tercemar. Klor akan membunuh bakteri yang menyebabkan turunnya kadar oksigen terlarut dalam air sungai

  • j. Menempatkan sejumlah saringan untuk menyaring limbah yang tampak atau besar. Limbah

jenis ini biasanya berasal dari limbah rumah tangga

  • k. Mengetahui sumber limbah yang menjadi pencemar sungai-sungai di perkotaan

27

l. Menetapkan peraturan yang melarang pembuangan limbah, baik itu limbah rumah tangga, limbah pertanian, ataupun limbah industri ke sungai. Dan memberikan sangsi tegas pada pihak yang melanggarnya. Peraturan ini dapat dibuat atas kebijakan pemerintah setempat dan pemerintah pusat.

m. Pemanfaatan sungai sebagai sarana rekreasi. Masyarakat dan pemerintah bersama mengelola dan memberdayakan sungai menjadi objek wisata. Ini akan meningkatkan kepedulian sungai dari berbagai pihak karena sama-sama merasakan keuntungannya

n. Memanfaatkan bakteri tertentu. Sejumlah bakteri tertentu dapat menguraikan atau memecah logam dari unsur mineral yang tak terlarut dengan memanfaatkan proses metabolisme mikroorganismenya atau dengan memanfaatkan produk dari metabolisme tersebut. Pada cara pertama bakteri pengurai tersebut akan memecah sulfida mineral secara langsung melalui proses enzimatik. Logam berat yang sebelumnya mengendap dalam lumpur akan ikut melarut akibat adanya proses oksida dari sulfida mineral. Sedangkan pada proses kedua yang terjadi adalah mekanaisme tak langsung. Prinsip pengikatan mikroorganisme dan penguraian oleh bakteri tersebut disebut thiobacilus ferrooxidans.

MAMFAAT SUNGAI

Sejak jaman dahulu kala, sungai menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat yang berdiam di sekitar alirannya. Ia menjadi sumber hidup dan kehidupan masyarakat yang bermukim di sekitar bantarannya. Sungai menjadi ruang sosial yang cukup representative bagi masyarakat karena bisa digunakan untuk mandi, mencuci serta bahkan mencari ikan untuk kebutuhan rumah tangga dan sumber penghasilan. Bahkan kalau kita cermati, beberapa candi dan kerajaan-kerajaan di Nusantara ini senantiasa berdiri tidak jauh dari sungai. Tentu saja keberadaan sungai menjadi vital bagi kehidupan saat itu. Disaat transportasi belum semudah sekarang ini, pembangunan candi dan kerajaan itu menggunakan sungai sebagai jalur utama transportasi bagi keluar masuknya perahu pengangkut bahan bangunan serta makanan. Sungai juga menjadi penjaga harmoni bagi keberadaan gunung serta bukit yang tak jauh darinya.

Dibeberapa tempat, sungai bahkan menyediakan pasokan air yang cukup penting bagi sektor pertanian dan perkebunan. Bahkan batu-batu yang ada disungai mensuplai sebagian besar bahan bangunan bagi rumah penduduk di sekitar daerah aliran sungai.

28

Dengan demikian, keberadaan sungai menjadi sangat penting bagi kehidupan bahkan sampai sekarang. Namun sayang, kita kurang begitu peduli dengan pelestarian dan kebersihan sungai disekitar kita. Padahal disamping bermanfaat untuk hal diatas, sungai di jaman sekarang bisa pula di gunakan untuk pembangkit tenaga listrik, wisata air serta aneka kegiatan yang berhubungan dengan air dan perairan.

Sungai yang terawat serta terjaga kebersihannya akan membawa dampak positif bagi masyarakat yang hidup disekitarnya. Karena dapat menghindarkan diri dari resiko banjir serta dapat mendatangkan devisa bagi industri pariwisata di sekitar bantaran sungai. Sudah saatnya kita menjaga kebersihan sungai karena dari sanalah roda kehidupan itu mengalir

Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau . Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.

Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).

Manfaat sungai bagi manusia dan alam sekitarnya sangat terasa sekali. Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan air. Manusia memanfaatkan sungai mulai dari hulu sampai hilir. Sungai itu ibarat urat nadi kehidupan alam, air itu darah yang mengalir keseluruh bumi. Dia memberikan manfaat kehidupan bagi mahluk lain. Manfaat sungai yang adalah tempat populasi mahluk air seperti ikan, kura-kura, udang dan biota lain yang berkembang biak di sungai.

Manfaat Sungai dan spiritualisme

29

Sungai adalah salah satu pemasok air terbesar untuk kebutuhan makhluk hidup. Bisa dikatakan manfaat sungai sebagai sumber kehidupan manusia dan mahluk lainnya. Itulah sebabnya banyak kebudayaan yang bermula dan berlangsung ribuan tahun di tepi sungai. Misalnya kebudayaan Mesir di tepi Sungai Nil dan kebudayaan India di tepi Sungai Gangga. Keyakinan masyarakat India yang memeluk agama Hindu dan Budha, sungai merupakan media suci menuju alam lain, oleh karena itu sungai dipakai untuk melarungkan abu jenazah.

Candi-candi Hindu dan Budaya di Nusantara sebagian besar di bangun di pinggir atau di dekat sungai besar, misalnya Candi Borobudur berdiri di dekat sungai Luk Ulo, Candi Prambanan dibangun bersampingan dengan sungai Prambanan.

Demikian juga dalam budaya Jepang, yang memiliki ikatan spiritual dengan sungai-sungai yang mengalir di Jepang. Sungai merupakan tempat bersemayamnya roh halus. Oleh karena itu ada beberapa kuil Shinto yang dibangun di tepi sungai.

Manfaat Sungai Secara Umum

Manusia membutuhkan air dalam jumlah besar untuk berbagai kebutuhan hidupnya yang dapat dimanfaatkan dalam banyak hal. Perairan darat seperti sungai, danau, waduk, empang, rawa, dan lain sebagainya memiliki banyak manfaat jika dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar perairan.

Berikut ini adalah kegunaan / manfaat perairan darat bagi manusia yang ada di sekitarnya :

  • 1. Sumber energi pembangkit listrik

  • 2. Sebagai sarana transportasi

  • 3. Tempat rekreasi atau hobi

  • 4. Tempat budidaya ikan, udang, kepiting,

  • 5. Sumber air minum makhluk hidup

  • 6. Bahan baku industry

  • 7. Sumber air pertanian, peternakan dan perikanan

  • 8. Sebagai tempat olahraga

  • 9. Untuk mandi dan cuci

    • 10. Tempat pembuangan limbah ramah lingkungan

30

11.

Tempat riset penelitian dan eksplorasi

Keberadaan sungai dan kehidupan manusia, tak bisa dipisahkan sampai kapan pun. Demikian juga dengan kehidupan hewan dan mahluk lain, semua tergantung dengan sungai.

Berikut beberapa manfaat sungai bagi kehidupan manusia:

Sumber Air Bersih

Salah satu manfaat sungai untuk kebutuhan manusia adalah sebagai sumber cadangan air bersih bagi manusia, terutama masyarakat perkotaan. Sejak dahulu manfaat sungai bagi manusia antara lain untuk keperluan minum, makan, mandi, cuci dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Sekarang pun manusia modern masih memakai air sungai untuk keperluan mencuci dan mandi, namun harus diproses / disterilisasi dahulu sebelum dikonsumsi.

Insititusi yang bergerak dibidang pengolahan air bersih namanya PDAM, perusahaan ini milik pemerintah. Sebagian besar PDAM menggunakan air sungai sebagai sumber air bersihnya.

Sayangnya air sungai dibeberapa tempat, terutama di kota-kota besar, sudah tercemar. Akibatnya masyarakat kesulitan memanfaatkan air sungai. Sebaliknya, di desa yang masih memiliki air sungai jernih. Masyarakat masih menggunakan air sungai untuk berbagai keperluan.

Pengairan dan irigasi

Fungsi sungai bagi sektor pertania adalah sebagai sarana irigrasi bagi lahan pertanian seperti sawah, kebun Lombok, Dengan menggali tanah dan membuat saluran air, manusia menggunakan air sungai untuk mengairi sawah, kebun dan ladang.

Bahkan di Bali, dikenal pengaturan sistem pengairan sawah yang disebut subak. Dengan pengaturan, dipastikan masing-masing anggota masyarakat memperoleh air sungai yang cukup untuk mengairi sawah masing-masing.

Sumber Energi Pembangkit Listrik

Aliran air sungai yang deras dapat digunakan sebagai sumber energi pembangkit listrik. Untuk skala besar, dibangun Pusat Listrik Tenaga Air atau PLTA. Contohnya PLTA Asahan di Sumatra Utara dengan memanfaatkan aliran air Sungai Asahan.

Sarana Transportasi

31

Di Kalimantan jumlah sungai lebih banyak dari jalan aspal. Sungai-sungai besar di Kalimantan digunakan sebagai sarana transportasi manusia dan barang. Contohnya Sungai Mahakam di Kalimantan Timur, Sungai Barito di Kalimantan Selatan. Bagi masyarakat Kalimantan, sungai menjadi urat nadi perekonomian rakyat, bahkan di Banjarmasin terdapat pasar terapung yang berada di Sungai Martapura. Pasar terapung merupakan pasar tradisional yang tempatnya di sungai, jadi antara pedagang dan pembeli saling bertemu menggunakan sampan masing-masing.

Sampai sekarang pun masyarakat Kalimantan dan Sumatera masih mengandalkan kapal dan sungai sebagai media transportasi air. Bisa dikatakan masyarakat Kalimantan, hidupnya tergantung dengan sungai, jika sungai surut, maka distribusi sembako ke penduduk pedalaman terhambat.

Budidaya Perikanan

Sudah lama sungai dijadikan media budidaya ikan oleh masyarakat yang hidup di pinggir sungai. Sungai menyediakan cadangan air tanpa pernah surut walaupun musim kemarau.

Sungai menjadi habitat sempurna bagi ikan-ikan tertentu, oleh karena itu masyarakat memanfaatkan sungai untuk budidaya perikanan dengan membuat karamba. Karamba adalah kotak terbuat dari kayu atau bambu dan dibenamkan di sungai. Karamba berisi ikan air tawar seperti ikan patin, mas dan nila.

Budidaya ikan dengan sistem karamba, keunggulannya lebih hemat dari segi modal dari pada di kolam. Selain itu juga dari segi biaya pakan lebih ringan, sebab ikan yang dikaramba bisa menyantap plangkton dan biota lain yang terbawa arus air.

Pariwisata

Sungai juga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata. Contoh sungai yang dimanfaatkan untuk pariwisata adalah Sungai Bantimurung di Maros, Sulawesi Selatan. Di sana, selain bisa menikmati pesona air terjun dan pemandangan alamnya, pengunjung juga dapat melihat aneka kupu-kupu yang indah. Sungai Batimurung merupakan habitat kupu-kupu tropis dan genus lokal. Selain itu datanglah ke Pangandaran, di dekat pantai Pangandaran terdapat objek wisata Green Canyon, sebuah wisata alam yang menyusuri sungai Cijulang dengan menggunakan sampan, sungai ini mengalir diantara tebing-tebing tinggi, dan goa-goa karst.

32

Sungai yang dirawat dengan baik, sepanjang bantaran dijaga keasriannya, ditanami pohon- pohonan agar tetap rimbun. Suasana sungai sperti ini bisa dijadikan sebagai objek wisata.

Tempat Olahraga

Manfaat sungai lainnya adalah sebagai sarana olahraga, misalnya olahraga arung jeram. Sungai Citarik adalah salah satu contoh sungai yang ramai didatangi orang untuk berarung jeram. Di Bali terdapat Sungai Ayung yang berarus deras, dan sering dipakai untuk rafting, kayak oleh turis asing.

Selain olah raga rafting, manfaat sungai dipakai sebagai tempat favorit untuk memancing ikan. Bahkan di Kalimantan maupun Sumatera, sungai dipakai sebagai sumber mencari nafkah, penduduk di pinggir sungai kesehariannya menangkap ikan untuk dijual ke pasar.

Sungai bukan tempat buang limbah

Dunia memasuki era industrial ternyata menyimpan sisi buruk bagi ekosistem alam, kaum kapitalist ketika masuk era industrial membungun industry dibantaran sungai, tujuannya agar limbah yang dihasilkan bisa langsung dibuang ke sungai atau ke laut. Yang pasti tanpa adalah pengolahan limbah / IPAL. Padahal biota sungai sangat rentan dengan limbah beracun yang dihasilkan oleh pabrik. Tak pelak air sungai terkontaminasi zat beracun, dan mengakibatkan ikan mati, dan hewan lain yang hidup di sungai mati.

Sungai yang tercemar polusi, tak bisa dikonsumsi oleh manusia. Kalau nekat dipakai juga untuk keperluan mandi, cuci, beresiko terkena penyakit berbahaya. Sudah saatnya dicanangkan pelarangan pembuangan limbah berbahaya ke sungai. Dan sungai bukan lagi tempat sampah besar. Fungsi sungai adalah penyangga ekosistem.

Sungai tak dipelihara banjir mengundang

Sungai bisa ramah terhadap manusia, juga bisa menjadi monster mematikan jika sungai dan lingkungannya tak dirawat dengan baik. Ambil contoh fenomena banjir tahunan yang terjadi setiap tahun di Jakarta maupun di Kalimantan. Banjir disebabkan bukan karena alam semata, melainkan ulah manusia yang merusak alam secara sistem matis. Hutan dibabat abis, untuk diambil kayunya maupun digusur menjadi lahan baru.

Kejadian ini yang menyebabkan banjir dan tanah longsor, sungai tak mampu lagi menampung limpahan air dari area hutan yang gundul, sehingga meluap ke area pemukiman. Peristiwa yang sama kerap terjadi Jakarta, bantaran sungai yang tadinya area hijau berubah menjadi

33

pemukiman liar, sehingga menyebabkan penyempitan sungai. Ditambah lagi kebiasaan buruk membuang sampah di sungai. Sehingga ketika musim hujan saluran air dan sungai tersumbat total oleh tumpukan sampah. Dan banjir pun tak terelakan.

Tentu kita tak mau bencana seperti ini berulang lagi di tahun-tahun mendatang. Mari kita bersihkan sungai-sungai dari sampah dan polusi. Ternyata manfaat sungai untuk manusia sangat banyak. Sudah sepantasnya kita menjaganya.

34

PERTANYAAN DARI MASING-MASING PERWAKILAN KELOMPOK

  • 1. Coba jelas kan palung yang berbentuk huruf U dan V? ( LALU AGUS PRANGGANA)

  • 2. Keanapa ikan yang hidup di air tawar tidak bisa hidup di air payau? (ABDOLAH)

  • 3. Bagaimana proses terbentuknya palung dan siapa yang membuat palung? (MUHAMMAD ASYAKARI)

  • 4. Apa bisa kita membudidayakan ikan di air es? ( SYAFRIADI HAFID)

(1)

JAWABAN DARI KELOMPOK KAMI A. Basin(lubuk laut) adalah bagian laut yang bentuk nya membuat atas agak

memanjang dan potongan melintangnya berbentuk U

PERTANYAAN DARI MASING-MASING PERWAKILAN KELOMPOK 1. Coba jelas kan palung yang berbentuk huruf U dan V?

B. palung laut adalah bagian laut yang terdalam,bentuknya memanjang seperti saluran dan potongan melintangnya seperti huruf V

PERTANYAAN DARI MASING-MASING PERWAKILAN KELOMPOK 1. Coba jelas kan palung yang berbentuk huruf U dan V?

(2). Karena secara fisiologis memang tidak memungkinkan.Karena mekanisme pengeluaran garam antara ikan air laut dengan air payau berbeda.ikan air laut menyesuaikan diri dengan memanimum banyak air dengan mengeluarkan banyak urin agar tidak kekurangan garam. jadi ketika di lepas di air payau, di butuhnya sedikit garam dan akan mengganggu sistem tubuh nya.

(3) 1 pergerakan lempeng yang saling menjauh atau yang sering disebut divergen

35

2 dalam waktu yang lama semakin menjauh

3 terbentuklah jurang yang sempit dal dalam akibat retakan tadi

2 dalam waktu yang lama semakin menjauh 3 terbentuklah jurang yang sempit dal dalam akibat retakan

(4). Berdasarkan hasil penelitian tucker dan hargreaves, suhu air memang sangat berpengaruh terhadap respon ikan dalam mengkonsumsi pakan.Suhu air di atas ataupun di bawah suhu ideal akan menyebabkan nafsu makan ikan turun bahkan tidak mau makan sama sekali

36

KESIMPULAN

BAB III

PENUTUP

Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir melalui terusan alami dan kedua pinggirnya di batasi tanggul-tanggul alami yang akhirnya mengalir kelaut atau sungai induknya. Sungai merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain.

Manfaat Sungai Secara Umum

Manusia membutuhkan air dalam jumlah besar untuk berbagai kebutuhan hidupnya yang dapat dimanfaatkan dalam banyak hal. Perairan darat seperti sungai, danau, waduk, empang, rawa, dan lain sebagainya memiliki banyak manfaat jika dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar perairan.

Berikut ini adalah kegunaan / manfaat perairan darat bagi manusia yang ada di sekitarnya :

  • 1. Sumber energi pembangkit listrik

  • 2. Sebagai sarana transportasi

  • 3. Tempat rekreasi atau hobi

  • 4. Tempat budidaya ikan, udang, kepiting,

  • 5. Sumber air minum makhluk hidup

  • 6. Bahan baku industry

  • 7. Sumber air pertanian, peternakan dan perikanan

  • 8. Sebagai tempat olahraga

  • 9. Untuk mandi dan cuci

    • 10. Tempat pembuangan limbah ramah lingkungan

    • 11. Tempat riset penelitian dan eksplorasi

Keberadaan sungai dan kehidupan manusia, tak bisa dipisahkan sampai kapan pun. Demikian juga dengan kehidupan hewan dan mahluk lain, semua tergantung dengan sungai.

37

DAFTAR PUSTAKA

Administrator. (2009). “Pencemaran Air.” [Online]. Tersedia:

http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/did-you-know/lingkungan/305-pencemaran-air. [3 Mei 2011].

Alamendah. (2010). “Pencemaran Air Di Indonesia.” [Online]. Tersedia:

http://alamendah.wordpress.com/2010/08/01/pencemaran-air-di-indonesia/. [3Mei 2011].

Lutfi, Achmad. (2009). “Penanggulangan terhadap Terjadinya Pencemaran Air dan Pengolahan Limbah.”

[Online]. Tersedia: http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan /pencemaran

air/penanggulangan-terhadap-terjadinya-pencemaran-air-dan-pengolahan-limbah/. [3 Mei

2011]

Muhammad, Yunus. (2007). “Pengertian dan Sumber Pencemaran Perairan”

[Online].Tersedia:http://yunuzmuhammad.blogspot.com/2007/11/pengertian-dan-sumber

pencemaran.html. [3 Mei 2011].

Sastrawijaya, A. Tresna. (1991). Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.

Soemarwoto, Otto. (2004). Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan.

Jakarta: Djambatan.

38