Anda di halaman 1dari 21

MENGENAL

PERTAMBANGAN
BATUBARA

Rizky Alamsyah Harahap


13041080100
Ariskal Musza Putra
1304108010011
Shananda Soni
1304108010005

TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Kata Pengantar
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah menjadikan langit dan
bumi beserta segala isinya.Shalawat dan salam kepada Rasulullah
Muhammad saw yang merupakan pembawa risalah kebenaran dan
sosok ideal teladan umat manusia.
Makalah ini membahas MENGENAL PERTAMBANGAN BATUBARA
yang merupakan topik yang kami pilih dalam kesempatan presentasi
kali ini .Di dalamnya juga di terangkan mengenai sejarah serta
tahapan kegiatan untuk melakukan pertambangan batubara tersebut.
Dalam pengerjaan artikel ini sangat tentu jauh dari kesempuraan
maka dari itu kritik dan saran dari Dosen ajar sangat kami harapkan.

Banda Aceh, 25 November 14

DAFTAR ISI
I.

Pendahuluan
Apa itu Batubara?
Bagaimana Proses Pembentukan Batubara
Klasifikasi Batubara
II. Sejarah Pertambangan Batubara
Sejarah Pertambangan Batubara di Indonesia
III. Pertambangan Batubara
Apa itu Pertambangan?
IV. Tahapan Kegiatan Pertambangan Batubara dengan acuan
SNI 13-6606-2001
Penyelidikan Umum
1. Survey Tinjau
2. Prospeksi
Eksplorasi
1. Eksplorasi Umum
2. Eksplorasi Rinci
V. Tahap Eksplorasi Batubara
VI. Klasifikasi Sumber Daya Cadangan Batubara
VII. Dasar Klasifikasi Sumber Daya Cadangan Batubara
VIII.Study Kelayakan
IX. Aspek Penting Dalam Study Kelayakan
X. Daftar Pustaka

I. Pendahuluan
Apa itu Batubara?
Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah
batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya
adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan.
Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.
Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia
yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.
Analisis unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk
bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.

Bagaimana Proses Pembentukan Batubara


Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi
pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira
340juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling
produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis
di belahan bumi bagian utara terbentuk.
Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu
bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan
berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan
bumi lain.
Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis
tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah
sebagai berikut:

Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal.


Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini.

Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari
alga. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini.

Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama


pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara.
Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan
tumbuh di iklim hangat.

Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur


Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal
pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti
gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian
seperti di Australia, India dan Afrika.

Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan


modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga,
kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang
dapat terawetkan.

Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut
dengan istilah pembatu baraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses
yang terjadi, yakni:

Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman


terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses
perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang
dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi
material organik serta membentuk gambut.

Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit

menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.

Klasifikasi Batubara
Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas
dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus,
sub-bituminus, lignit dan gambut.
Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan
(luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar
air kurang dari 8%.

Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10%
dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.

Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya
menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.

Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang
mengandung air 35-75% dari beratnya.

Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang
paling rendah.

II. Sejarah Pertambangan Batubara


Penambangan batu bara adalah penambangan batu bara dari bumi. Batu bara
digunakan sebagai bahan bakar. Batu bara juga dapat digunakan untuk membuat
coke untuk pembuatan baja. Tambang batu bara tertua terletak di Tower Colliery
di Inggris.

Sejarah Pertambangan Batubara di Indonesia


Batubara adalah penghasil listrik hampir setengah dari listrik dunia. Di
Indonesia, batubara saat ini menjadi komoditi idola dari dunia pertambangan.
Walaupun jumlah batubara di Indonesia hanya sekitar 1% dari jumlah batubara
di dunia, namun saat ini Indonesia adalah pengekspor batubara terbesar di
dunia. Karakteristik batubara indonesia yang berkualitas bituminus - sub
bituminus, sangat cocok untuk bahan bakar PLTU. Oleh karena itu batubara
indonesia banyak diminati juga oleh negara lain. Di samping itu posisi
Indonesia sebagai negara kepulauan cukup strategis untuk pengiriman batubara
ke negara lain melalui transportasi laut.

Sejarah pertambangan batubara secara modern diawali dengan penemuan


cebakan batubara di Ombilin tahun 1856, yang dilanjutkan dengan pekerjaan
persiapan selama lebih kurang 36 tahun sebelum produksi pertama tahun 1892.
Pekerjaan persiapan tersebut termasuk membangun rel kereta api dari kota
Padang ke Sawahlunto yang selanjutnya berperan penting dalam
pembangunan Sumatra Barat.

Selain di Ombilin, pertambangan batubara juga dibuka di Tanjung Enim


(Sumatra Selatan), tepi s. Mahakam (Kalimantan Timur), Pulau Laut
(Kalimantan Selatan).
Empat phase penting dari perkembangan pertambangan batubara Indonesia:
1. Sebelum tahun 1941
Awal dibukanya tambang-tambang batubara modern:
Ombilin tambang bawah tanah
Tanjung Enim tambang terbuka
Tepi sungai Mahakam tambang bawah tanah
Pemakai batubara: transportasi (kereta api), pabrik semen, industri manufaktur
dan industri kecil terutama di sekitar tambang batubara.
Pabrik Semen Padang dibangun tahun 1910 menggunakan batubara dari
Ombilin.
Produksi meningkat hingga mencapai sekitar 2 juta ton/tahun.
2. Antara 1941 sampai tahun 1974

Pendudukan Jepang mengambil alih tambangtambang yang ada dan


dimanfaatkan untuk keperluan perang.
Setelah kemerdekaan dan nasionalisasi pada pertengahan tahun 50-an, produksi
menurun karena pemakai batubara mulai berkurang dan kekurangan tenaga ahli,
walaupun ada bantuan teknik dari Polandia pd awal tahun 60-an.
Batubara mulai ditinggalkan, diganti oleh minyak .
Tingkat produksi mencapai titik terrendah pada tahun 1969 (sekitar 200 ribu
ton/tahun).
Awal tahun 70-an krisis minyak membuat perhatian kembali ke batubara.
3. Antara 1974 sampai tahun 1991
Kontrak karya pertama dengan Shell Mijnbouw di Sumatera Selatan, sekitar
Tanjung Enim pada tahun 1974 berakhir tahun 1978 tanpa kelanjutan.
Awal 80-an proyek terpadu pengembangan tambang Bukit Asam, jalur kereta
api dari Tanjung Enim ke Tarahan (Lampung) dan PLTU Suralaya.
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terpisah dari PN Tambang Batubara.
PN Tambang Batubara menandatangani kontrak kerjasama (KKS) dengan
perusahaan asing untuk pengembangan pertambangan batubara di berbagai
tempat di Kalimantan dan Sumatra.
Tahun 1990 PN Tambang Batubara dibubarkan dan dilebur ke PTBA
Tahun 1990 beberapa tambang KKS telah memasuki tahap operasi produksi
4. Sejak 1991
Produksi batubara Indonesia terus meningkat secara signifikan terutama dari
tambangtambang milik PTBA dan KKS.
Tahun 1995 PTBA tidak lagi sebagai prinsipal KKS diambil alih oleh
pemerintah menjadi PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan
Batubara).
Sampai saat ini sudah 3 generasi PKP2B
Kebutuhan domestik meningkat dengan dibangunnya PLTU-PLTU baru.
Ekspor juga meningkat dengan pesat sejalan dengan berkembangnya negaranegara industri baru di Asia Timur

III. Pertambangan Batubara


Apa itu Pertambangan?

Pertambangan, Pada dasarnya pertambangan adalah :


Segala upaya yang dilakukan untuk mengambil dan memanfaatkan semua
bahan galian dari muka bumi yang mempunyai nilai ekonomi yang rangkaian
kegiatannya dimulai dari penyelidikan bahan galian sampai pemasaran bahan
galian.
dalam hal metoda ada 2 metoda yang biasa dikenal :
1.Tambang Terbuka
Tambang terbuka didefinisikan sebagai kegiatan penambangan bahan galian
yang berhubungan langsung dengan udara luar
Berikut ini beberapa metoda tambang terbuka :
A.
Quarry
Metoda tambang quarry diterapkan untuk penambangan terbuka bahan galian C,
contoh endapan pasir di perbukitan, tanah liat, batu kapur dan andesit.
B.
Strip Mine
Ini adalah suatu metoda tambang terbuka untuk endapan bahan galian yang
letaknya mendatar. Strip mine biasanya diterapkan untuk endapan batubara
ataupun endapan lain yang letaknya relative mendatar.
C.
Back Filling
Suatu metoda penambangan dengan cara memindahkan tanah penutup,
menggali bahan galian dan sesudah bahan galian tergali. Tanah penutup diisikan
kembaliuntuk menutupi bekas penambangan tersebut.
D.
Open Pit
Suatu metoda penambangan untuk endapan bahan galaian dengan cara
memindahakn tanah penutupnya dan menggali bahan galian tersebut sehingga
menimbulkan pit atau sumur terbuka.
E.
Tambang Alluvial
Suatu metoda tambang terbuka yang bahan galian berasal dari endapan alliuvial.
Endapan bahan galian yang dapat ditambang secara tambang alluvial ini yaitu
pasir batu, kerikil, pasir besi, emas, timah dan batu mulia.

F.
Tambang Semprot
Ini adalah salah satu metoda penambangan terbuka dengan menggunakan
pompa ( yang dilengkapi monitor ) untuk menyemprot bahan galian dan
memindahkannya ke yempat pengolahan.

G. Auger Mining
Suatu sistem penambangan terbuka dengan menggunakan alat yaitu auger. Alat
ini berupa spiral panjang yang dapat berputar secara horizontal atau sedikit
miring sehingga bahan galian dapat digali dan dikeluarkan.
H.
Drilling and Pumping System
Yaitu Sistem penambangan tebuka dan diterapkan untuk bahan galian berupa
fluida dan gas. Caranya dengan melakukan pemboran dan kemudian memompa
bahan galian ke permukaan bumi denganmemakai pompa hisap. Bahan galian
atau mineral yag dieksploitasi dengan cara ini yaitu minyak bumi dan gas, yod
dan brom.
2.Tambang Tertutup
Tambang terbuka didefinisikan sebagai kegiatan penambangan bahan galian
yang tidak berhubungan langsung dengan udara luar
Adapun metode tambang terbuka adalah:
A. Open Stope
Open stope adalah salah satu metoda penambangan bawah tanah. Open Stope
adalah penambangan tanpa membuat penyangga-penyangga. Syarat bahan
galian yang dapat ditambang dengan metoda ini adalah atapnya cukup kuat
menahan beban tanpa disangga atau dengan atau bisa disebut juga cukup
kompeten.
B. Supported Stope
Dalam metoda penambangan seperti ini ( Pada umumnya mineral logam )
bawah tanah dengan cara membuat penyangga-penyangga. Dalam penyanggaan
bahan yang bisa digunakn seperti kayu, besi, beton, atau baut besi ( roof
bolting).
C. Long Wall
Long Wall adalah suatu sistem penambangan bawah tanah untuk endapan
batubara dengan membuat lorong-lorong panjang, secara mekanis dan bagian
dari front penambangan yang sudah selesai ditambang dibiarkan runtuh dengan
sendirinya ( caving ).

D. Short Wall
Short wall adalah penambangan bawah tanah untuk endapan batu bara, dengan
membuat lorong-lorong yang ukurannya lebih kecil atau lebih pendek dari long
wall.

E. Room and Pillar


Room an d pillar merupakan suatu system penambangan bawah tanah untuk
endapan batubara dengan menggunakan penyangga-penyangga yang umumnya
dari kayu, dengan bentuk blok-blok persegi.
F. Cut an Fill
Cut and fill adal ah salah satu metoda penambangan, dalam metoda
penambangan ini, dengan cara menggali atau membuat bukaan-bukaan dan
kemudian mengisi kembali dengan material lain bekas bukaan tersebut.
G. Gophering
Dalam metoda penambangan ini dengan membuat bukaan-bukaan berukuran
relatif kecil dan sempit secara tidak beraturan, atau dikenal sebagai lobang
tikus.
H. Block Caving
Merupakan suatu sistem penambangan bawah tanah, dengan cara meruntukan
bagian yang sudah selesai ditambang (mined out ).

IV. Tahapan Kegiatan Pertambangan Batubara


Penyelidikan Umum
Menurut SNI 13-6606-2001 penyelidikan umum di bagi atas 2 yaitu;
1.Survey Tinjau
tahap penyelidikan umum untuk mengidentifikasi darah-daerah yang berpotensi
bagi keterdapatan bahan galian pada skala regional, terutama berdasarkan hasil
studi regional, diantaranya pemetaan geologi regional, pemotretan uadara dan
metoda tidak langsung lainnya, dan peninjauan lapangan pendahuluan yang
penarikan kesimpulannya berdasarkan ekstrapolasi dari data yang ada.
2.Prospeksi
tahap penyelidikan umum untuk membatasi daerah potensial endapan bahan
galian dengan kategori sumber daya tereka, yang menjadi tahap eksplorasi
umum.

EKSPLORASI
Menurut SNI 13-6606-2001 Eksplorasi di bagi atas 2 yaitu;

1.Eksplorasi Umum
Tahap eksplorasi yang merupakan deliniasi awal dari suatu endapan yang
teridentifikasi,berdasarkan indikasi sebaran, perkiraan awal mengenai ukuran,
bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas, untuk mendapatkan sumber daya
tertunjuk. Tingkat ketelitiannya harus dapat digunakan dalam penentuan untuk
dilakukannya tahap eksplorasi rinci atau tidak
2.Eksplorasi Rinci
Tahap eksplorasi sebelum dilakukan studi kelayakan tambang, dengan
mendeliniasi secara rinci dalam 3-dimensi terhadap endapan bahan galian untuk
dapat menentukan sumber daya terukur

V. Tahap Eksplorasi Batubara


1.Survei Tinjau
Survei tinjau merupakan tahap eksplorasi batu bara yang paling awal dengan
tujuan idetifikasi daerah-daerah yang secara geologis mengandung endapan batu
bara yang berpotensi untuk diselidiki lebih lanjut serta mengumpulkan
informasi tentang kondisi geografi, tata guna lahan dan kesampain daerah.

Contoh Peta Geologi Indonesia

Contoh Peta Geologi Aceh

2. Prospeksi
Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk membatasi daerah sebaran endapan
batubara yang akan menjadi sasaran eksplorasi salanjutnya. Kegiatan ini yang
dilakukan Misalnya pemetaan geologi, dengan skala 1 : 250.000 pegukuran
penampang stratigrafi, pembuatan paritan, pemboran uji. Dan percontohan awal
geoteknik dan geohidrologi mulai dilakukan percontohan.

Pemetaan Geologi

Pembuatan paritan

Paritan

3.Eksplorasi Umum
Tahap ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran awal bentuk tiga dimensi
endapan batu bara yang meliputi :ketebalan lapisan bentuk Korelasi sebaran
struktur kuantitas dan kualitas pemetaan geologi skala 1 :10.000, pemetaan
topografi , pemboran dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya,
penampang(logging) geofisika,pembuatan sumuran dan parit uji.

Pemetaan dengan metode Geofisika

Gambaran Awal Metode geofisika resistivity

4.Eksplorasi Rinci
Tujuannya untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta model tiga dimensi
endapan batubara secara lebih rinci.

Penampang 3D Geolistrik

Penampang Cross Section

Metode Eksplorasi yang digunakan di bagi atas 2 yaitu; Metode langsung dan
Tidak langsung.
Metode dengan cara langsung
Yaitu pengamatan yang dilakukan dengan kontak visual dan fisik
terhadap kondisi permukaan atau bawah permukaan terhadap endapan
yang dicari yang berhubungan langsung dengan fakta fakta di lapangan.
Contohnya:
1. Pemetaan Geologi
2. Parit Uji
3. Sumur Uji
4. Pemboran Eksplorasi

Metode dengan cara tidak langsung


Yaitu metode pengamatan yang tidak berhubungan langsung dengan
bahan atau endapan yang di cari tapi dilakukan dengan mengamati atau
menganalisis sifat fisik dan sifat kimia dari batuan
Contohnya:
1. Metode Magnetik
2. Metode Geolistrik
3. Metode Seismik

VI. Klasifikasi Sumber Daya Cadangan Batubara


1.Sumberdaya batubara hipotetik (hypothetical coal resource):
Jumlah Batubara didaerah penyelidikan atau bagiandari daerah penyelidikan
yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan
untuk tahap survei tinjau.
2. Sumberdaya batubara tereka (inferred coal resource):
Jumlah Batubara didaerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan
yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan
untuk tahap prospeksi.
3. Sumberdaya batubara terindikasi (indicated coal resource):
Jumlah Batubara didaerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan
yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan
untuk tahap eksplorasi pendahuluan.
4.Sumberdaya batubara terukur (measured coal resource):
Jumlah batubara didaerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan
yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan
untuk tahap eksplorasi rinci.
5.Cadangan batubara terkira (probable coal reserve):
Sumberdaya batubara terindikasi dan sebagian sumberdaya batubara terukur,
tetapi berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi
sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak.

6.Cadangan batubara terbukti (proved coal reserve):

Sumberdaya batubara terukur yang berdasarkan kajian kelayakan semua faktor


yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara
layak.

VII. Dasar Klasifikasi Sumber Daya Cadangan Batubara


1.Tingkat keyakinan geologi
Jarak pengaruh jarak dimana kemenerusan dimensi dan kualitas batubara
masih dapat terjadi dengan tingkat keyakinan tertentu yang disesuaikan
dengan kondisi geologi daerah penyelidikan.
Titik informasi dapat berupa singkapan, parit uji, sumur uji, dan titik
pengeboran dangkal atau pun pengeboran dalam.
Penentuan titik-titik informasi disesuaikan dengan penyebaran batubara
(garis singkapan) dan jarak pengaruh.
2.Tingkat Keyakinan Ekonomi
Batubara coklat(brown coal) mempunyai kandungan panas atau kalori
lebih rendah dari hard coal. Umumnya kandungan panas lebih
mempengaruhi besarnya permintaan pasar.
Ketebalan batubara dan lapisan pengotor menjadi parameter penting
sebagai persyaratan kuantitatif.
Pemetaan ekonomi mikro maupun makro untuk mengetahui
keseimbangan supply dan Demand batubara.
Pemetaan kondisi politik dan kebijakan untuk investasi yang aman

VIII.Study Kelayakan

Studi kelayakan tambang merupakan kegiatan untuk menghitung dan


mempertimbangkan suatu endapan bahan galian ditambang dan atau diusahakan
secara menguntungkan. Sebelum kegiatan perencanaan dan perancangan
tambang diperlukan kegiatan study kelayakan yang menyajikan beberapan
informasi.
Hal lain yang harus dipahami adalah, studi kelayakan bukan hanya mengkaji
secara teknis, atau membuat prediksi/ proyeksi ekonomis, juga mengkaji aspek
nonteknis lainnya, seperti aspek sosial, budaya, hukum, dan lingkungan. Studi
kelayakan selain berguna dalam mengambil keputusan jadi atau tidaknya
rencana usaha penambangan itu dijalankan, juga berguna pada saat kegiatan itu
jadi dilaksanakan, yaitu:
a).Dokumen studi kelayakan berfungsi sebagai acuan pelaksanaan kegiatan,
baik acuan kerja di lapangan, maupun acuan bagi staf manajemen di dalam
kantor;
b).Berfungsi sebagai alat kontrol dan pengendalian berjalannya pekerjaan;
c). Sebagai landasan evaluasi kegiatan dalam mengukur prestasi pekerjaan,
sehingga apabila ditemukan kendala teknis ataupun nonteknis, dapat segera
ditanggulangi atau dicarikan jalan keluarnya;
d).Bagi pemerintah, dokumen studi kelayakan, merupakan pedoman dalam
melakukan pengawasan, baik yang menyangkut kontrol realisasi produksi,
kontrol keselamatan dan kesehatan kerja, kontrol pengendalian aspek
lingkungan, dan lain-lain.

IX. Aspek Penting Dalam Study Kelayakan


1) Pendahuluan, ringkasan, pengertian-pengertian
2) Umum : lokasi, iklim, topografi sejarah, kepemilikan, status lahan,
transportasi,dll
3) Permasalahan lingkungan : kondisi kini, baku, permasalahan yang perlu
dilindungi, reklamasi lahan, study khusus, perizinan.
4) Faktor geologi : keberadaan endapan, genesa, struktur, mineralogy dan
petrografi.
5) Cadangan bahan galian : prosedur eksplorasi, penemuan bahan galian,
perhitungan jumlah cadangan, dan kadar rata-rata.
6) Perencanaan tambang : development, dan eksploitasi
7) Pengolahan : fasilitas ditempat yang diperlukan
8) Bangunan dipermukaan : lokasi dan perencanaan konstruksi
DAFTAR PUSTAKA

Tanggak akses: 25 November 2014


http://bahangaliantambang.blogspot.com/2012/01/apa-itu-pertambangan.html
http://bahangaliantambang.blogspot.com/2011/12/metodatambang-terbukatambang-terbuka.html
http://bahangaliantambang.blogspot.com/2011/12/metoda-tambang-bawahtanah.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara
http://catmasper.blogspot.com/2012/10/sejarah-pertambangan-batubaraindonesia.html
http://esdm.bojonegorokab.go.id/peta/peta-potensi-mineral-dan-batuankecamatan-baureno
Tanggal akses: 26 November 2014
http://kiradminner.blogspot.com/2012/10/peraturan-tentang-studykelayakan.html
http://artikelbiboer.blogspot.com/2009/11/geochemical-geokimia.html
http://geografi-geografi.blogspot.com/2012/03/stratigrafi.html
http://minerthink.wordpress.com/category/materi-ilmu-tambang/page/2/
Tanggal akses: 27 November 2014
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015017863/jasa-surveyeksplorasi-geologi-dan-geofisika
http://geoenviron.blogspot.com/2011/12/batu-bara-minyak-bumi.html