Anda di halaman 1dari 2

Yonatan Tri Oktavianus

Kelas C
0113u026 / 09
DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PROSES AUDIT.

Bagaimana Teknologi Informasi Meningkatkan Pengendalian Internal.


Sebagian besar entitas mengandalkan TI untuk mencatat dan memroses transaksi
bisnis. Akibat kemajuan TI yang luar biasa, perusahaan yang relative kecilpun
bahkan menggunakan computer probadi dengan perangkat lunak akuntansi
komersial untuk menjalankan fungsi akuntansinya.
Beberapa perubahan pengendalian internal yang diakibatkan oleh pengintegrasian
TI kedalam sistem akuntansi :
-

Pengendalian computer menggantikan pengendalian internal.


Tersedianya informasi yang bermutu lebih tinggi.

Dampak TI terhadap Proses Audit.


Simulasi Pararel.
Auditor sering kali menggunakan perangkat lunak yang dikendalikan auditor untuk
melaksanakan operasi yang sama dengan yang dilaksanakan oleh perangkat lunak
klien, dengan menggunakan file data yang sama juga,dengan tujuan untuk
menentukan keefektifan pengendalian yang terotomatisasi dan untuk mendapatkan
bukti tentang saldo akun elektronik.
Penggunaan umum dari perangkat lunak audit tergeneralisasi.
Penggunaan
Memverifikasi perkalian
dan footing

Memeriksa catatan
tentang mutu,
kelengkapan,
konsustensi,dan
kebenaran.
Membandingkan data
pada file terpisah.

Uraian
Memverifikasi keakuratan
perhitungan klien dengan
menghitung informasi
secara independen.
Memindai semua catatan
dengan menggunakan
kriteriatertentu.

Contoh
Memfoot neraca saldo
piutang usaha.

Menentukan bahwa
informasi dalam dua file
data atau lebih telah

Membandingkan
perubahan saldo
piutangusaha di antara

Mereview file penggalian


untuk karyawan untuk
karyawan yang berhenti.

sesuai.

Mengikhtisarkan atau
mengurutkan kembali
data melaksanakan
analisi.
Memilih sampel audit.

Mengubah atau
mengagregratkan data.

Mencetak permintaan
konfirmasi.

Mencetak data dari item


sampel yang dipilih untuk
mengujian konfirmasi.

Membandingkan data
yang diperoleh melalui
prosedur audit lain
dengan catatan
perusahaan.

Membandingkan data
yang dibaca mesin
dengan bukti audit yang
dikumpulkan secara
manual, yang diubah ke
format yang dapat dibaca
mesin.

Memilih sampel dari data


yang dapat dibaca mesin.

dua tanggal dengan


menggunakan penjualan
dan penerimaan kas pada
file transaksi.
Mengurutkan kembali item
persedoiaam sesuai lokasi
untuk memudahkan
observasi fisik.
Secara acak memilih
piutang usaha untuk
konfirmasi.
Mencetak nama
pelanggan, alamat, dan
informasi tentang akun
dari file induk.
Membandingkan respons
konfirmasi dengan file
induk akan piutang usaha.

1. Perangkat Lunak tergeneralisasi digunakan untuk menguji pengendalian


terotomatisasi.
2. Perangkat lunak audit tergeneralisasi digunakan untuk memverifikasi saldo
akun klien.