Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH KIMIA DASAR

JENIS-JENIS SEMEN
TEKNIK SIPIL 2012/201
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
2012/2013

DISUSUN OLEH :

Armindo Dos Santos Soares

Afonso Dos Santos

Yosep P.

Monase

Kartika Galuh

Pandu Arif S.

Nafit Tribuana

Dhestiana S.

Yulio A.

Tedy P.

Fitrianto

Wahyu P.

Dzariat S.

Noviara Aji S.

Roy Jakson

Ahmad Rafiq

Aguatinus Ole Lawa

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik. Banyak hambatan yang kami hadapi dalam menyelesaikan makalah ini.
Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Ir. Ajar Permono, MM sebagai dosen mata kuliah kimia dasar
kami.
2. Semua teman-teman anggota kelompok yang telah membantu
dalam penyelesaian
makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banak kekurangan, oleh karena itu
kami kami sangat mengharapkan saran dan kritiknya.

Yogyakarta, 1 Oktober 2012

SEJARAH DAN PENGERTIAN SEMEN


Semen adalah salah satu komponen penting dalam pembuatan suatu
bangunan. Semen merupakan hasil industry dari bahan baku batu kapur
sebagai bahan utama, tanah liat, pasir silica, pasir besi dan gips sebagai
bahan tambahan.
Pada zaman dahulu nenek moyang menggunakan zat putih telur, ketan
ataupun aspal alam untuk merekatkan bahan bangunan, kemudian teknologi
ini berkembang.
Semen pertama diciptakan pada zaman Kerajaan Romawi di Pozzuoli, dekat
teluk Napoli, Italia dengan nama pozzuolana. Namun pada tahun 1100-1500
M, semen ini sepmat hilang dari pasaran karena jatuhnya kerajaan Romawi.
Pada abad ke-18 Jhon Smeaton, insinyur asal Inggris menciptakan adonan
model baru dari campuran batu kapur dan tanha liat, namun teknologi ini
tidak ia patenkan.
Pada tahun 1824, Joseph Apsdin insinyur berkebangsaan Inggris lah yang
telah mematenkan semen buatannya sendiri dengan nama semen Portland
yang banyak kita temukan pada zaman sekarang ini.

JENIS-JENIS SEMEN
Dalam semen yang kita gunakan saat ini merupakan perkembangan dari
zaman dahulu. Semen mempunyai kandungan kimia yang berasal dari
bahan-bahan penyusunnya,antara lain:

Trikalsium silikat

Dikalsium silikat

Trikalsium aluminat

Tetrakalsium aluminofe

Gipsum

Pada saat ini banyak jenis semen yang dapat kita temui dipasaran, antara
lain yaitu:
1. Semen Portland

2. Water Proofed Cement


3. White Cement
4. High Alumina Cement
5. Semen Anti Bakteri
6. Oil Well Cement
7. Semen Kapur

SEMEN PORTLAND
Semen ini dapat diklasifikasikan dalam lima tipe, yaitu:
1. Tipe 1 ( Ordinary Portland Cement)

Tipe ini digunakan untuk umum yang tidak memerlukan persyaratan


khusus seperti tipe semen tipe yang lain. Semen ini dapat dengan
mudah kita temui di pasaran.

2. Tipe 2 (Moderate Sulfat Resistance)

Semen tipe ini memerlukan ketahanan khusus terhadap sulfat atau


hidrasi sedang dalam pnggunaannya. Tipe ini memiliki hidrasi lebih
rendah dibandingkan dengan tipe 1. Pada daerah tertentu yang
mempunyai suhu udara agak tinggi, penggunaan tipe ini sangat
disarankan karena berfungsi untuk mengurangi pengurangan
air
sehingga tidak terjadi srinkege yang besar. Semen tipe ini
disarankan untuk digunakan pada bangunan seperti : bendungan,
dermaga, dan landasan berat yang ditandai dengan adanya kolomkolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupak pertimbangaan
utama.

3.

Tipe 3 (High Early Strenght)


Semen ini memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan
setelah pengikatan terjadi. Dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine
biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilaiC3Snya juga tinggi. Beton
yang dibuat dengan menggunakan semen tipe ini dalam24 jam dapat
mencapai kekuatan yang dicapai semen Portland tipe 1 dalam 3 hari,

dan dalam umur 3 hari semen Portland tipe 3 ini kekuatannya


menyamai kekuatan beton dengan menggunakan semen Portland tipe
1 dalam28 hari.

4. Tipe 4 (Low Heat Of Hydration)

Semen ini memerlukan panas hidrasi yang rendah dalam


penggunaannya. Semen ini banyak digunakan untuk struktur Concrete
(beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seperti
bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikkan temperature dari
panas yang dihasilkan selama periode pengerasan
diusahakan
seminimal mungkin senhingga tidak terjadi pengembangan volume
beton yang bisa menimbulkan retak (cracking). Pengembangan kuat
tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika
dibandingkan semen Portland tipe 1.
5.

Tipe 5 (Sulfat Resistance Cement)


Semen ini memerlukan ketahanan yang tinggi terhadap sulfat dalam
penggunaannya. Semen jenis ini sangat cocok digunakan untuk
pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai
kandungan garam sulfat tinggi seperti : Daerah pesisir pantai, daerah
tambang dan daerah air payau.

WATER PROOFFED CEMENT


Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen
Portland dengan water proofing agent, dalam jumlah yang kecil seperti:
Calcium, Aluminium atau logam setara lainnya. Semen ini banyak dipakai
untuk konstrksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya
tangki penyimpanan bahan cairan kimia.

WHITE CEMENT ( SEMEN PUTIH)


Semen putih dibuat untuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif.
Pembuatannya membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses
pembuatan khusus, misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi
dan oksida manganeseyang sangat rendah (dibawah 1%).

HIGH ALUMINA CEMENT


High alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan
pengerasan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat asam, akan
tetepi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat
dari High alumina cement, semen ini juga mempunyai kecepatan
pengerasan awal yang lebih baik dari semen portlang tipe 3. Bahan baku
semen ini yaitu batu kapur dan bauxite. Semen ini banyak digunakan pada:

Rafractory Concrete

Heat Resistance Concrete

Crorosion Resistance Cencrete

SEMEN ANTI BAKTERI


Semen anti bakteri adalah campuran homogeny antara semen Portlang
dengan anti bacterial agent seperti germicide. Bahan tersebut
ditambahkan pada semen Portland untuk Self Desinfectant beton terhadap
serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan
fisikya hampir sama dengan semen Portland tipe 1. Penggunaan semen ini
antara lain pada:

Kamar mandi

Kolam renang

Lantai industry makanan

Keramik

Dan bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bateri

OIL WELL CEMENT


Oil well cement adalah semen Portland yang dicampur dengan bahan
retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic
hidoxcid acid. Fungsi dari reterder ini adalah untuk mengurangi kecepatan
pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan ke dalam sumur
minyak atau gas. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter, tekanan
dan suhu didasar sumur minyak lebih tinggi. Karena pengentalan dan
pengerasan semen dipercepat oleh kenaikan suhu dan tekanan, maka semen
mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada

pengeboran sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi
beberapa kelas sesuai dengan API Spesification 10 1986,yaitu:
KELAS A

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830meter,


apabila sifat-sifatkhusus tidak dipersyaratkan

KELAS B

Digunakan untuk sumur sampai kedalaman 1830 meter, apabila


kondisi membutuhkan tahan sulfat sedang

KELASC

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830meter,


apabila kondisi membutihkan sifat kekuatan tekan awal yang
tinggi.

KELAS D

Digunakanuntuk sumur dengan kedalaman 1830 sampai dengan


3050 meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang sedang

KELAS E

Digunakan untuk sumur dengan kedalaman 3050 sampai 4270


meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang tinggi

KELAS F

Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050


sampai 4880 meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang
tinggi

KELAS G

Digunakan untuk cementing mulai dari surface casing sampai


dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan
penambahan acceleratoa atau retarder. Dapat digunakan untuk
semua range pemakaian, dari kelas A kelas E

BLENDED CEMENT (SEMEN CAMPUR)


Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak
dimiliki oleh semen Portland.Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut
diperlukan material lain sebagai pencampur. Jenis semen campur antara lain:

Semen Portland Pozzolan (SPP)

Portland Blast Furnace Slag Cement

Semen Mosonry

Semen Portland Campur (SPC)

Portland Composite Cement (PCC)

SEMEN PORTLAND POZZOLAN (SPP)

Semen Portland pozzolan atau juga dikenal Pozzland Portland Cement


merupakan semen hidrolis yang terdiri dari capuran yang homogeny antara
semen Portland dengan bahan Pozzolan ( Trass atau Fly Ash) halus yang
diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzlan
bersama-sama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan
pozzolan atau menggiling dan mencampur.

PORTLAND BLAST FURNACE SLAG CEMENT


Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur
dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk
halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama
antara klinker Portland dengan butiran salg. Aktivitas slag (Slag Activity)
bertambah dengan bertambahnya rasio CaO + MgO/SiO + Al2O3 dan glass
content. Tetepi keberadaan ratio oksida dan glass content tersebut saling
berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah:

Jika kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama


dengan semen Portland.

Betonnya lebih stabil dari pada beton semen Portland.

Mempunyai prembility yang rendah

SEMEN MASONRY
Semen Masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian berkembang
ke beberapa negara lain. Secara tradisional plesteran untuk bangunan
umumnya menggunakan kapur padam,
kemudian meningkat dengan
dipakainya semen Portland yang dicampur dengan kapur padam. Namun
karena dianggap kurang praktis maka diperkenalkan Semen Masonry.

PORTLAND COMPOSITE CEMENT (SEMEN PORTLAND CAMPUR)


Menurut SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah bahan pengikat
hidrolis hasil pengilingan bersama-sama terak (clinker) semen Portland dan
gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran
antara bubuk semen Portland dengan bahan bubuk anorganik lainnya. Bahan
anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag),
pozzoland, senyawa silika, batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik

6-35% dari massa semen Portland composite. Menurut standart Eropa EN


197=1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur di bagi
menjadi 2tipe berdasarkan jumlah material adiktifnya, yaitu:

Type ll/A-M mengandung 6-20 % aditif

Type ll/B-M mengandung 21-34% aditif

Kalau pada Portland Pozzland Cement aditif yang digunakan hanya 1 jenis,
maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1
jenis, maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY CEMENT.