Anda di halaman 1dari 15

PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN

GERAKAN PEMBAHARU PENDIDIKAN


DEVELOPMENTALISME

Disusun oleh :
1. Annisa Puji Rahayu(K3115002)
2. Eka Budiana Saputri (K3115010)
3. Septiana Nuraini (K3115052)
BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Gerakan Pembaharuan Pendidikan Developmentalisme ini dengan baik meskipun
banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dan mendukung selesainya makalah ini.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah ilmu pendidikan. Kami sangat
berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan
kita mengenai tokoh tokoh pemrakarsa pengantar ilmu pendidikan.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik,
saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Surakarta,

Oktober 2015

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...........................................................................................................i
Daftar Isi....................................................................................................................ii
BAB 1 Pendahuluan..................................................................................................1
BAB 2 Pembahasan...................................................................................................2
BAB 3 Penutup..........................................................................................................11
Daftar Pustaka...........................................................................................................12

ii

BAB. 1
PENDAHULUAN

Developmentalisme bukan merupakan bangunan filsafat yang berdiri sendiri,


melainkan merupakan suatu gerakan yang muncul pada abad ke 19. Developmentalisme
berpendapat, proses pendidikan adalah proses perkembangan jiwa.
Tokoh tokoh dalam gerakan ini adalah Pestalozzi, Johan Fredrich Herbart, Fredrich
Wilhem Frobel ( Jerman ) dan Stanley Hall ( AS ).
Konsep konsep pendidikan yanng dicetuskan oleh gerakan ini adalah:
a) Mengaktualisasikan semua potensi anak yang masih laten, membentuk watak susila
dan kepribadian yang harmonis, serta meningkatkan derajat sosial manusia.
b) Dengan pengembangan yang dikontrol, membentuk tanggapan, mengembangkan
insting anak melalui indra dan emosional menjadi pengetahuan dan moral akan
membuat anak mengaktualisasi semua potensi.
c) Pengembangan dilakukan sejalan dengan tingkat perkembangan anak.

BAB. 2
PEMBAHASAN

A. ORIENTASI UMUM
1. Batasan
a. Developmentalisme merupakan perkembangan lebih lanjut dari naturalism
romantik dari Rosseau, yang menganjurkan pendidikan dalam arti :
Pendidikan sesuai dengan alam
Pendidikan negative
Pendidikan yang berlangsung dengan alam
b. Developmentalisme adalah adalah paham yang menerapkan naturalism
romantic atau pendidikan alam di sekolah.
2. Karakteristik
a. Pendidikan adalah pengembangan pembawaan yang disertai oleh asuhan yang
baik.
b. Pendidikan didasarkan pada studi tentang karakteristik perkembangan anak
melalui observassi dan eksperimen.
c. Perbaikan pendidikan lebih ditekankan pada metode mengajar, pendidikan
guru, dan pemahaman tentang karakteristik proses pendidikan yang lebih baik.
d. Pengembangan pendidikan mengutamakan perbaikan pendidikan dasar.
e. Pengembangan pendidikan mengutamakan pada pengembangan pendidikan
universal.
3. Tokoh
Pestalozzi, Herbart, Froebel, Stanley Hall
B. PESTALOZZI DAN PESTALOZZIANISME
1. Tokoh Pestalozzi
a. Pestalozzi adalah tokoh pertama yang dipengaruhi oleh Roseeau.
b. Dilahirkan di Zurich, ayahnya seorang dokter dan meninggal pada waktu Ia
berusia 5 tahun. Kasih sayang ibunya yang berkesan mempengaruhi Ia
tentang pendidikan. Ia mendapat pendidikan dasar, sekolah latin, serta
collegiums Humanitatis dan collegiums carolinum. Karena pengaruh
kakeknya Ia ingin menjadi pendeta namun gagal. Ia mengalihkan perhatian
di bidang hokum tetapi juga gagal. Ia kemudian menikah padda tahun 1769
yang kemudian mendapat semangat baru dari istrinya.
c. Percobaan di Neuhop
Ia mendirikan pertanian di Neuhop, dalam rangka untuk hidup mendekati
alam. Anak anak terlantar mendapatkan pendidikan yang baik namun gagal
karena kesulitan keuangan.
2
d. Masa menulis buku
Karena kegagalanya mendirikan sekolah di Neuhop maka Ia mencoba
menulis buku tentang pendidikan dan reformasi social yang berjudul

2.
a.

b.

c.
d.
3.

Leonard and Gestrude yang berisi gagasan tentang pembaharuan


pendidikan dan social dan buku kedua berjudul Die Abenstundeines
Eiensiedlers yang berisi cita cita membangun masyarakat.
e. Percobaan di sekolah dasar
Percobaan metode mengajar dilaksanakan di sekolah dasar pada tiga tempat
yaitu Stanz, Burgdorf, dan Yverdun. Di Stanz Ia mencoba sekolah industry
yang menekankan pada pekerjaan tangan ditambah dengan pengajaran
formal. Percobaan ini gagal karena serangan tentara Prancis. Percobaan di
Burgdorf Ia mendirikan sekolah guru dan mencoba metode peragaan dalam
pengajaran bahasa, geografi, berhitung, dan pengetahuan alam. Tapi Ia
harus meninggalakna gedung ini karena dipakai untuk pemerintahan.
Percobaan di Yverdun melanjutkan percobaan di Burgdorf. Sekolahnya
mendapat perhatian yang besar dari para guru dan orang Eropa saat itu.
Tetapi kemudian timbullah perselisihan dengan pembantunya sehingga
sekolah terssebut berkurang efisiensinya dan baantuan berangsur angsur
berkurang. Percobaan kemudian ditutup dan kemudian Ia kembali ke
Neuhop.
Dasar filosofis
Naturalisme
Ia menyatakan bahwa manusia didorong oleh kebutuhan kebutuhanya, dapat
menemukan jalan menuju kebenaran tidak dimanapun juga.
Realisme Kritis
Pengetahuan yang benar diperoleh tidak hanya diperoleh melalui pendirian
semata tetapi juga melalui persepsi pendirian.
Protestanisme
Ia menyatakan bahwa Tuhan adalah hubungan terdekat dengan manusia.
Philantropisme
Gerakan menyayangi atau mencintai sesama manusia.
Teori pendidikan
a. Fungsi pendidikan
Pendidikan adalah alat untuk mengadakan reformasi masyarakat.
Fungsi pendidikan adalah menghilangkan segala sumber
penderitaan rakyat.
Pendidikan pada akhirnya harus ditujukan pada upaya masyarakat.
Prinsip prinsip pengembangan pendidikan untuk memperbaiki
masyarakat.
b. Tujuan personal pendidikan
Perkembangan secara harmonis dari semua potensi yang terkandung dalam
diri setiap individu.
3
c. Kurikulum
1. Pendidikan intelektual atau latihan berpikir yang dilakukan dengan
berdasarkan prinsip-prinsip :
Dari pengalaman sederhana menuju pengalaman yang kompleks.

Dari pengalaman yang konkrit menuju pengalaman yang


abstrak.
Dari kegiatan sendiri.
Pendidikan moral dan religius atau latihan emosi.
Pendidikan industry
d. Metode Pendidikan
Pendidikan adalah perkembangan yang harmonis antara akal,
hati, dan tangan.
Pendididkan umum mendahului pendidikan ketrampilan.
Pendidikan lebih mengutamakan pengembangan kemampuan
daripada penguasan pengetahuan.
Kemampuan anak muncul dari dalam.
Pendidikan berlangsung sesuai tahap perkembangan.
Pendidikan mengikuti tatanan alam.
e. Pelajar
Anak adalah human plant atau tanaman yang memiliki potensi kemanusiaan
yang pada dasarnya baik.
f. Guru
Peranan guru adalah mengenali dengan baik potensi anak dan
perkembanganya secara empiris.
4. Pestalozzianisme
a. Pestalozzi diakui sebagai tokoh yang mendasari tentang lahirnya gagasan
gagasan pendidikan, sehingga tidak mengherankan Ia banyak menerima
banyak penghargaan dari berbagai negara.
b. Pengaruh Pestalozzi
Pengaruh reformasi Pestalozzi terhadap pendidikan tersebar di Eropa dan
juga Amerika Serikat melalui tiga jalur yaitu :
1. Karya Maclure dan Neef.
2. Karangan karangan tentang Pestalozzi.
3. Pengajaran tentang mata pelajaran khusus geografi dan musik ala
Pestalozzi.
4. Gerakan Oswergo
C. HERBART DAN HERBARTIANISME
1. Tokoh Herbart (1776-1841)
a.Melanjutkan gagasan Pestalozzi dengan jalan menyusun pedagogik yang
memadukan filsafat dan psikologi dalam menerangkan peristiwa pendidikan.
4
b.Perjalanan Hidup
Johan Friedrich Herbart lahir di Oldenburg. Berkuliah di Universitas Jena untuk
menjadi pengacara. Herbart mempunyai persahabatan istimewa dengan Schiller,
salah satu dosen di Universitas Jena, yang sedang menulis buku Letters on the
Aesthetic Education of Man. Karena pengaruh buku tersebut, Herbart
memutuskan untuk studi pendidikan dan filsafat.
c.Karier dan karyanya
Ia menjadi tutor tiga anak dari Gubernur Interlaken, Switzerland.

Mengajar di Universitas Gottingen (1802-1809)


Menulis karangan tentang pendidikan: Allgemeine padagogik aus dem Zweck
der Eirziehung abgeleitat (pedagogik umum, penerapannya dalam pendidikan);
Umriss Padagogischer Vorselungen (garis-garis besar ajaran pendidikan);
Abhandlung uberdie astetisch darstellung der Welt als das Hauptgescaft der
Erziehung (disertai tentang ungsi estetik tentang Dunia sebagai fungsi utama
pengajaran).
Tahun 1809, diundang oleh Universitas Konigsberg untuk menduduki jabatan
penting dalam filsafat.
2. Dasar Filosofis
a.Naturalisme. Ia adalah seorang naturalis, terlihat pada:
i.
Teori tahap-tahap perkembangan budaya, yang menyatakan ras manusia
berkembang melalui tahap-tahap perkembangan tertentu, dan tahap-tahap
tersebut akan diulangi dalam perkembangan individu.
ii.
Seorang manusia yang baik memerintahkan dirinya sendiri. Khuluk manusia
berisi dua faktor yaitu diri yang memerintah dan diri yang menolak. Mendidik
anak muda agar baik, bebas, dan mantap akan terwujud apabila menjadikan
setiap khuluknya atau sifat dasarnya mau melakukan hal tersebut.
iii.
Jiwa dibekali suatu kemampuan khusus untuk mereaksi terhadap hal-hal yang
ada dilingkungannya.
b.Realisme Kritis (Kritisme). Setuju dengan rasionalisme bahwa jiwa adalah sebuah
kenyataan tetapi menolak ajaran bahwa pengetahuan adalah bawaan, karena yang
bawaan adalah kemampuan. Setuju dengan empirisme bahwa pengetahuan
diperoleh dari pengalaman, tetapi menolak bahwa pengetahuan hanya dapat
diperoleh dari pengalaman pendriaan.
c.Humanisme Baru. Merupakan faham yang menjunjug tinggi harkat dan martabat
manusia.
3. Teori Pendidikan
a.Orientasi Umum. Pendidikan sebagai sebuah ilmu, mendasarkan prinsipnya pada
etika dan psikologi. Etika memberikan konsep-konsep tentang moralitas yang
menjadi dasar tujuan pendidikan. Psikologi memberikan konsep-konsep tentang
karakteristik kehidupan kejiwaan yang menjadi dasar metode pendidikan.

5
b.Tujuan Pendidikan
i.
Tujuan akhir dari pendidikan adalah individu yang berkarakter atau bermoral,
yang memiliki kebebasan, kesempurnaan, kemauan baik, kebenaran, dan
kesamaan.
ii.
Individu yang berkarakter atau bermoral dapat terwujud dengan cara
mengembangakan individu untuk memiliki minat yang luas bercabang-cabang
yang merupakan hasil dari pengetahuan yang luas.

iii.

Minat adalah suatu kecenderungan batin yang menyebabkan bertahannya obyek


dalam pemikiran kesadaran. Minat yang dimiliki seseorang menyebabkan orang
itu dapat memerintahkan dirinya untuk bertindak.
c.Prinsip dan Metode Pendidikan
i.
Prinsip Daur Pemikiran. Psikologi menunjukkan bagaimana guru dapat
mengolah secara cekatan gagasan-gagasan yang membangkitkan perhatian, dan
dapat merangkai gagasan-gagasan baru dalam jaringan pikiran. Mengolah dan
merangkai gagasan baru dalam jaringan pikiran berarti membentuk daur
pemikiran.
ii.
Prinsip Apresiasi. Bagaimana faktor pemikiran dihubungkan secara erat atau
renggang, seluruhnya tergantung pada pengetahuan yang telah ada.
iii.
Prinsip Tahap Perkembangan. Perkembangan individu merupakan pengulangan
kembali dari perkembangan ras manusia. Ada tiga tahap perkembangan:
Tahap pendriaan dan presepsi, ditandai dengan adanya emosi yang kuat dan
gejolak emosi serta perubahan pikiran yang datang dengan tiba-tiba yang
harus dikendalikan.
Tahap pengingat dan pembayangan (imajinasi), hal ini terjadi apabila
tindakan anak yang mengarah pada latihan yang sistematis.
Tahap pertimbangan dan konsep-konsep universal yang ditandai oleh
adanya kemauan yang terbentuk oleh pengajaran.
iv. Prinsip Konsentrasi dan Korelasi. Konsentrasi adalah pemusatan seluruh
kesadaran seseorang pada sebuah objek tunggal pemikiran. Korelasi adalah
proses yang menyertai konsentrasi, yang bersifat menghubungkan objek-objek
yang lainnya.
v. Metode Pendidikan. Terdiri atas lima langkah formal dalam mengajar:
Persiapan
Penyajian
Asosiasi
Generalisasi
Aplikasi
vi.
Kurikulum. Kurikulum pendidikan terdiri atas:
Penyajian yang bersumber dari pengalaman tentang benda-benda,
Penyajian yang bersumber dari pengalaman huubungan-hubungan sosial dan
hubungan-hubungan pribadi.
6
vii.

Pelajar
Jiwa dibekali dengan suatu kemampuan-kemampuan khusus untuk
berinteraksi terhadap hal-hal yang ada disekitar dan melalui proses
penyajian hingga terdapat hubungan antara kemampuan dan kenyataan.
Terdapat tiga fungsi kejiwaan yang utama, yaitu mengetahui (disebut
dengan pikiran/mind), merasakan dan berkemauan (disebut dengan
hati/kecenderungan). Perasaan, pemikiran, dan tindakan tidak akan pernah
terpisahkan.

Arus Kesadaran.
d.Pengajar
Guru mempunyai peranan sebagai berikut:
i.
Memahami karakteristik kehidupan jiwa anak,
ii.
Menyajikan gagasan-gagasan dengan mempergunakan lima tahap formal
mengajar.
4. Herbartianisme
a.Dipandang sebagai bapak ilmu pendidikan modern. Ia dipandang sebagai tokoh
yang memadukan aspek filosofis dan psikologis dalam ilmu pendidikan. Ia juga
dipandang sebagai tokoh yang mendorong berkembangnya psikologi pendidikan,
yang memisahkan diri dari filsafat pendidikan.
b.Prinsip-prinsip pendidikan yang diterima dikalangan pendidikan:
i.
Pentingnya pengajaran sekolah dalam mengembangkan karakter/moral
ii.
Perlunya metode-metode mengajar yang sehat
iii.
Perlunya memuliakan peranan guru dalam proses pendidikan
c.Penyebaran gerakan herbartinisme di Eropa dan Amerika. Gerakan herbartinisme di
Jerman dipelopori oleh Turkon Ziller, Wilhelm Rein, dan sebagainya. Sedangkan di
Amerika dipelopori oleh Charles de Garmo, Charles A. Mc Murry, dan sebagainya.
D. FROEBEL DAN FROEBELIANISME
1. Tokoh Froebel
a.Jenis pendidikan dalam abad 19 didasarkan pada karya tiga orang tokoh, yaitu
Pestazolli sebagai pembaharu, Herbart sebagai pemikir, dan Froebel. Dorongan
intelektual menyebabkan Froebel mengadakan studi tentang bidang-bidang
pemikiran yang berbeda-beda dan mencoba memadukan semuanya dalam sintesis
filosofis.
b.Perjalanan hidup. Froebel lahir di Oberweisbach, Jerman Selatan. Ia mengalami
masa kecil yang tidak bahagia sehingga mengakibatkan dirinya membentuk ikatan
yang mendalam dan berkelanjutan dengan alam, dan sudah menyadari kehidupan
batinnya sendiri sejak dirinya masih sangat muda. Setelah meninggalkan
universitas ia melakukan segala hal untuk mendapatkan suatu keahlian yang
disukainya. Tetapi dia tidak pernah puas dengan apa yang didapatkannya kecuali
suatu kebetulan yang membahagiakan.
7
c.Penyelidikan Ilmiah. Ia menulis buku pendidikan : (1) Menschen Erziehung
(pendidikan tentang Manusia) tahun 1826, (2) Entwickelnderziehende
Menshenbeldung (Pendidikan melalui Perkembangan).
d.Karya Karyanya. Ia mendirikan sebuah sekolah untuk anak laki laki di Kielhan,
seperti sekolah Pestalozzi di Yverdun, 1817. Kemudian pada tahun 1837 ia
mendirikan sekolah untuk anak anak kecil di Blankenburg, baru tahun1840
namanya diganti menjadi Kindergarten atau Taman Kanak Kanak (TK).
2. Dasar Filosofis
a. Panentheisme\
Segala sesutau ada dalam Tuhan dan merupakan suatu pernyataan dari
kemauan Tuhan.

b. Kesatun atau Begian Keseluruhan


Sesuatu adalah sebuah kesatuan bagi dirinya sendiri, dan bagian
keseluruhan. Kesatuan dari keseluruhan tersebut adalah Tuhan.
c. Teori Umum Perkembangan
Dalam alam semesta ini terjadi perkembangan yang berlangsung secara
berangsur angsur dari kondisi yang sederhana menuju pada kondisi yang paling
kompleks atau sempurna.
d. Hukum Perkembangan
Evolusi organik yang terjadi dalam alam semesta ini mengikuti hukum :
aksi, reaksi dan keseimbangan yang merupakan perkembangan lebih lanjt dari
hukum : thesis, antithesis, dan sinthesis.
e. Perkembangan Manusia
Pada manusia, tenaga pokoknya bersifat rohaniah (spiritual) yang akan
menjadi kesadaran tentang dirinya. Kesadaran tentang dirinya merupakan langkah
terbesar dan kemajuan dalam proses evolusi alam semesta sehingga manusia
dapat mengetahui pengalamannya sendiri, memilih tujuan tujuan untuk dirinya
sendiri, meraih kebebasan dan menjadi mampu mencari kesempurnaan.
Pencapaian kesadaran diri dan kebebasan mengakibatkan dua hal yang
sangat penting bagi pendidikan :
Manusia dapat memahami sistem pendidikan yang benar untuk mendidik
anak tidak sepenuhnya buta mngikuti naluri, tetapi dengan cara yang ilmiah
dan rasional.
Manusia dapat mengembangkan ras manusia ke tingkat yang lebih tinggi
dari tingkat ras manusia sekarang.
f. Perkembangan Kjiwaan dan Kerohanian
Berlangsung dari pola pola sederhana dan umum menjadi pola pola
yang makin khusus dan tepat.
g. Teori Rekapitulasi Budaya
Perkembangan individu merupakan pengulangan perkembangan ras
manusia.
8
h. Perkembangan Manusiamelalui Tahap Tahap Perkembangan
Perkembangan manusia melalui tahap tahap dan berkelanjutan : balita
(infancy), kanak kanak (chilhood), anak anak (boyhood), remaja (youth) dan
dewasa (maturity).
i. Hakikat Manusia
Tuhan menciptakan manusia dalam bentuk tubuh yang dibekali dengan roh,
karena roh bersifat mencipta, maka manusia dalam hidupnya aktif mencipta
dalam usaha mewujudkan dirinya. Tujuan dari keseluruhan aktivitas manusia
mencipta adalah mencapai persatuan dengan Tuhan (roh). Oleh karena itu sifat
manusia adalah dinamis dan produktif, dan tidak hanya menerima atau menyerap
pengetahuan dari luar.
3. Teori Pendidikan
a. Tujuan Pendidikan

Menurut rumasan Froebel, pendidikan haruslah memimpin dan membimbing


manusia untuk memperoleh kejelasan tentang dirinya sendiri dan apa yang
tergantung dalam dirinya sendiri, perdamaian dengan alam, dan kesatuan dengan
Tuhan. Tujuan semua pendidikan adalah mewujudkan yang tidak terbatas, yang
abadi dalam bentuk yang sementara, yang suci dalam bentuk dan melalui
kehidupan manusia, dengan melalui perawatan terhadap sifat kerohaniannya yang
asli.
b. Metode Pendidikan
1) Pengarahan kegiatan sendiri.
Semua perkembangan yang asli bersumber pada kegiatan spontan dalam
dirinya sendiri.
2) Permainan sebagai pernyataan diri (self expression).
Permainan adalah kegiatan manusia yang apling asli, sangat bersifat rohaniah
pada taraf perkembangan anak.
3) Menggambar
Menggambar merupakan bahasa atau ekspresi antara persepsi tentang suatu hal
dengan simbol simbol tertulis atau suatu cara untuk menambah pengetahuan,
latihan menilai dan mengungkap gagasan.
4) Ritme dan kegiatan kegiatan yang bersifat penghalusan
Ritme sangat berpengaruh dalam mengembangkan kegiatan kegiatan artistik.
5) Alat alat pendidikan
Alat alat mengajar yang sistematik yang digunakan sebagai sarana bagi anak
untuk mengekspresikan kegiatan kegiatannya.
c. Kurikulum
Dasar dari kurikulum bersumber pada kegiatan kegiatan pemekaran sifat asli dari
anak.
d. Pelajar
Anak adalah tanaman insani yang dapat tumbuh menjadi makhluk rohaniah.
9
e. Pengajar
Memahami khuluk anak secara ilmiah dan menjadi tukang kebun yang menjaga
dan memelihara pemekaran tanaman insaniah untuk tumbuh menjadi makhluk
rohaniah, sesuai dengan khuluk dan perkembangan anak.
4. Froebelianisme
Froebel adalah seorang ilmuwan pendidikan yang memadukan aspek filosofis dan
psikologis dalam pendidikan.
Penyebaran Gagasan Froebel :
a) Penyebaran di Eropa
Pendirian Kindergarten di Eropa daratan (misalnya di Perancis, Finlandia,
Swedia) dan di Inggris. Pada tahun 1867, Boroness Von Bulow mendirikan
Froebel Union, yang menyebarkan gagasan gagasan Froebel melalui jurnal
dan sekolah sekolah latihan.
b) Penyebaran di Amerika Serikat
Pendirian Kindergarten yang pertama kali di USA di Boston oleh Elizabeth
Peabody tahun 1860. Dan pada tahun 1869 sekolah latihan untuk guru guru

Kindergarten. Gerakan latihan pekerjaan tangan dan yang diperkenalkan pertama


di sekolah menengah berkembang cepat setelah 1880.
Gagasan Froebel dipergunakan di SD. Gerakan ini dipelopori oleh Franci W.
Parker, Froebelianisme mendorong berkembangnya gerakan Progresivisme
pendidikan di USA, yang berpengaruh luas terhadap dunia pendidikan USA.

10
BAB. 3
PENUTUP

Dari pembahasan di atas, kita dapat mengetahui tentang aliran-aliran pendidikan


yang berkembang pada abad ke 19 yang diprakarsai oleh tiga tokoh, yaitu Pestalozzi,
Herbart, dan Froebel. Ketiga tokoh ini mempunyai pandangan yang berbeda mengenai
pendidikan, sehingga menimbulkan beberapa aliran yang berbeda, tetapi saling
berkesinambungan.
Pestalozzi merupakan tokoh pertama yang dipengaruhi oleh Rousseau yang
mencoba mempsikologikan pendidikan. Ia juga disebut sebagai pembaharu dalam jenis
pendidikan yang terdapat dalam abad 19. Ia mencetuskan aliran yang bernama
Pestalozzianisme.
Selanjutnya ada Herbart yang melanjutkan gagasan pestalozzi dengan jalan
menyusun pedagogik yang memadukan filsafat dan psikologi dalam menerangkan
peristiwa pendidikan. Ia juga disebut sebagai pemikir pendidikan baru yang terdapat di
abad 19. Ia mencetuskan aliran yang dikenal dengan nama Herbartianisme.

Pemikiran dua tokoh tersebut dilanjutkan oleh Ferderich Wilhelm Froebel. Ia


terinspirasi oleh Pestalozzi yang merupakan gurunya. Ia adalah seorang ilmuwan
pendidikan yang memadukan aspek filosofis dan psikologis dalam pendidikan. Ia
mencetuskan aliran yang bernama Froebelianisme.

11
DAFTAR PUSTAKA
Buku Pengantar Ilmu Pendidikan karya Redia
file:///F:/%C2%A0/take%20&%20Give%20%20Frobel%20dan%20Montessori.htm

12