Anda di halaman 1dari 33

Etika Rekayasa

Kode Etik dan Etika


H A FIZ A L H A ID I(20120120059)
G O S TI M IZ LI FA W A N A (20130120067)
W IC A K S O N O A JI W (20130120092)

ProfesiEnjiniring
En jin irin g adalah:
P rofesi yang m enerapkan ilm u
pengetahuan
&
teknologi
berbasis
m atem atika dan ilm u pengetahuan alam ,
yang diperoleh dari pendidikan, pengalam an
dan pelatihan/ praktek, untuk m em anfaatkan
dan m engem bangkan sum ber-sum ber yang
ada dem ikesejahteraan m anusia
Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET)

Etika Enjiniring
Enjiniring adalah sebuah profesi, sepertihalnya
hukum , kedokteran, farm asidan lain-lainnya
Profesionalbiasanya m em ilikipendidikan tinggi
M asyarakat pengguna sering kalikurang
pengetahuan tentang apa yang dikerjakan
engineer
Engineer m em ilikikew ajiban dan tanggungjaw ab
etika, yang m erupakan bagian darietika enjiniring

Prinsip Etika Enjiniring


M elin d u n g i keselam atan ,
keseh atan d an
kesejah teraan m asyarakat
Tid ak m en erim a h ad iah
M elaksan akan tu g as
atau su ap yan g akan
sesu ai d en g an
m em p en g aru h i kep u tu san
kom p eten sin ya
en jin irin g
M en jag a p elestarian
lin g ku n g an

Teru s b elajar
m en in g katkan
kem am p u an / keah lian

B erlaku b en ar,
ob yektif d an
m en jag a rah asia
p ekerjaan

B ekerja keras, ju ju r d an
b ertan g g u n g jaw ab

M asalah Etika Enjiniring


Keselamatan
masyarakat
Konflik
kepentinga
n
Kejujuran
dalam
riset/pengkaji
an

Keadilan

Gratifikasi/
penyuapan

Kecurangan

Perlindungan
lingkungan

D asar Perilaku Engineers


(m enghindarikonfi
k)

ETIKET (Etiquette)
Penghormatan kepada masyarakat pengguna

HUKUM (Law)
Jelas aturan dan sangsinya

MORAL (Morals)
Perilaku yang diterima secara umum berdasar
agama/budaya

ETIKA (Ethics)
Gambaran dari keseluruhan yang ada di atas

TeoriM oral
ETIKA
berbas
is MORAL
Konsep

Utilitarianis
me

Etika Kewajiban
dan Etika Hak

Etika Moralitas

Fr-p.44

Contoh kasus pada Kode Etik


dan Etika pada Enjiner

Robot:Ethicalby design

Robot:Ethicalby design
Abstrak
Sebuah robot yang beretika menjadi sebuah

perbincangan apakah hal tersebut bisa


diwujudkan atau tidak.
Karena pada tingkatan autonom hal tersebut
harus didukung degan aplikasi yang mumpuni.
Maka dari itu hal tersebut masih dalam
perkembangan karena nantinya banyak yang
dibutuhkan seperti harus adanya sistem
moralitas dan didukung dengan tingkat
intelejen yang baik.

Robot:Ethicalby design
Pendahuluan
Robot sebagai agen intelejen adalah sebuah

masa depan teknologi yang menjanjikan.


Akan tetapi bila tidak memiliki etika, hal
tersebut menjadi membahayakan.
Maka dari itu memiliki etika didalam sebuah
robot
adalah
suatu
bentuk
kerumitan
tersendiri.
Karena diharapkan robot atau mesin tersebut
memiliki pengertian yang mendalam layaknya
manusia disekitarnya.

Robot:Ethicalby design

Etika dari perancang robot


cerdas
perancang robot cerdas memiliki 2

subjet utama dari etika bidang


1. Etika insinyur > mereka akan

mempertanggung jawabkan penuh atas


perancangan yang dibuatnya. Tidak peduli
seberapa komponen atas kecelakaan
2. Etike alat mesin > yang mana etika harus
di desain dalam perancangan cerdas dan
sesuai standart etis yang telah ditetapkan

Robot:Ethicalby design
Pentingnya isu keselamatan
Keamanan dan keselamatan adalah

keutamaan yang harus diterapkan


Dalam evolusi perkembangan automatic robot
di dunia industry terutama di bidang
manufactur, sebuah roboot haruslah
memenuhi persyaratan k3, sehingga
keamanan dan keselamatan kerja pada
pekerja, mesin, dan alat alat lain dalam
industry dapat diminimalisir dalam
pengoperasian

Robot:Ethicalby design

Aspek etikal pada


keselamatan
Langkah tersebut telah dilakukan dengan
menanamkan etika serta moral pada
mesin yang nantinya sebagai pengaman
ketika
mesin
tersebut
berinteraksi
dengan manusia.
Diharapkan juga moral yang ditanamkan
pada mesin atau robot tersebut bisa
membuatnya
berfikiran
layaknya
manusia.

Robot:Ethicalby design

Pengaturan mekanisme dalam keamanan


sistem
Memiliki 3 tingkatan:
Bisa mencegah dan mengurangi adanya
malfungsi pada sistem.
2. Bisa menjamin keamanan operasi pada
sistem
bila
masuk
kedalam
keadaan
abnormal.
3. Adanya jaminan dari manajemen dan teknikal
bila adanya penyalahgunaan.
Jadi dari itulah enjiner bisa mengidentifikasi
kendala dan jaminan dari tiap tingkatnya.
1.

Keamanan
dari
desain,
pemeliharaan
Robot:Ethicalby design
keamanan, pengoragnisiran akan
ketahanan
Keamanan dari desain, berfokus kepada bentukan

dari desain untuk mengurangi resiko dan


meningkatkan level keamanan.
Pemeliharaan keamanan, mekanisme kendali yang
bertujuan menstabilkan tingkat keamanan dalam
sociotechnological.
pengoragnisiran akan ketahanan,mengorganisir
tanggung jawab yang ada pada mesin untuk
meningkatkan ketahanan.

Robot:Ethicalby design

Peratuaran pada tanggun jawab moral


seorang enjiner
Tanggung jawab moral seorang enjiner disini

sangatlah berpengaruh nantinya terhadp


mesin atau robot hasil ciptaannya.
Karena orang yang mendesain, menghasilkan
atau mengeluarkan sebuah pemikiran buatan
bertanggung jawab secara moral akan
adanya efek yang ditimbulkan.
(Miller 2011;Pimple 2011)

Robot:Ethicalby design
Desain dari moralitas buatan
Dengan tidak dapat diterapkannya konsep rasa

bersalah dan hukuman, pedekatan desain moralitas


buatan dapat dilakukan dengan pembantahan. Seperti
pada High Reliability Organization, fokus utamanya
bukan berada pada kesalahan dan menyalahkan akan
tetapi berfokus pada pembelajaran dari pengalaman.
Selain itu, mekanisme korektif dapat diperkenalkan
menggunakan emosi sintetis atau cara lain yang
dapat mencegah robot mengulangi kesalahannya.
Moralitas dan tanggung jawab adalah setara dengan
kecerdasan buatan.

Robot:Ethicalby design
Kesimpul
an

Fungsi moralitas pada robot harus dibangun dengan

tujuan saat pengoperasian robot memiliki etika / perilaku


sesuai set dan meminimalisir error
Pada dasarnya seorang insinyur dalam perancangan alat
ingin menciptakan sebuah robot yang memiliki karakter
seperti manusia, saat beroperasi.
Seorang insinyur garuslah bertanggungjawab penuh
atas perancangan robot yang akan dibuat dan harus
memenuhi standart yang sudah ditentukan. Sehingga k3
dapat dilaksanakan dengan maksud dapat meminimalisir
angka kecelakaan yang dilakukan oleh robot, sehingga
pengguna, mesin, dan alat lain dapat diselamatkakn

Fram ing Robot Arm s Control

Fram ing Robot Arm s Control


Abstrak
Perkembangan akan robot bersenjata amatlah

pesat, hal terebut dibuktikan karena adanya


sebagian kelompok yang tidak setuju dan
sebagian lagi setuju.
Hal tersebut berbuntut akan adanya polemik
dimana pada bagian yang tidak setuju menemui
permasalahan salah satunya berfokus pada aksi
dari pergerakan robot dan yang lainnya adalah
memonitor perkembangan teknologi penggunaan robot bersenjata tersebut.

Fram ing Robot Arm s Control


Pendahulua
n

Perkembangan akan penggunaan robot bersenjata ini semakin

pesat. Akan tetapi pesatnya perkembangan tersebut menimbulkan berbagai polemik seperti penurunan tingkat pemikiran
yang akan menghasilkan perang yang dimana hal tersebut
haruslah menjadi masalah dan pertimbangan dunia international.
Lalu masalah lainnya adalah robot tersebut bisa menimbulkan
sebuah aksi yang membahayakan, akan tetapi nantinya robot
tersebut akan diberikan sebuah pemikiran buatan untuk
mengatasi hal tersebut.
Pemikiran buatan bukanlah suatu jalan keluar karena hal tersebut
bisa menimbulkan masalah yang lebih berbahaya, maka dari
situlah manusia dalam hal ini tetap bekerja sebagai pengawas
yang mengawasi semua tindakan dari robot tersebut.

Fram ing Robot Arm s Control


Moral pada
Mesin

Penelitian lebih lanjut berkiinginan bahwa nantinya

robot bisa menjadi sebuah AMA (Artificial Moral Agent).


Dimana
robot
akan
ditanamkan
moral
dan
menjalankannya ketika menemui sebuah masalah. Akan
tetapi hal tersebut membawa sebuah masalah dimana
ditakutkan
tempat
robot
tersebut
bekerja
mempengaruhi pertimbangan moral, dan para enjineer
tidk bisa memprediksinya yang mengakibatkan
kesalahan pada pemilihan keputusan ada robot.
Pembatasan Moralitas.
Etika pada mesin dan penggunaannya dalam bidang
militer.

Fram ing Robot Arm s Control


Moral pada
Mesin

Pembatasan Moral
Pembatasan moral diberikan pada robot sesuai

dengan tingkat intelejen dari robot tersebut


yang ditujukan untuk membatasi kesalahan
pada pengambilan keputusan.
Karena ada
saatnya
dimana
moral
robot
menemui
tantangan dan harus mengerti:
1) Lingkungan tempat robot tersebut beroperasi.
2) Tindakan yang pantas untuk diambil dan
dilakukan.

Fram ing Robot Arm s Control


Moral pada
Mesin

Etika pada mesin dan penggunaannya dalam bidang

militer.
Pengggunaan robot pada bidang militer sangatlah
membantu, akan tetapi bila drobot tersebut diberikan
sebuah pemikiran bisa jadi berbahaya. Tetapi lain halnya
dengan pendapat berikut:
Robot dilengkapi dengan etika maka pemerintah dipaksa
untuk tidak melakukan perbuatan yang non etis. (Arkin 2012)
Robot dalam perang bisa lebih manusiawi dari prajurit
manusia itu sendiri karena tidak memiliki emosi. (Arkin 2009)
Akan tetapi hal tersebut belum tentu terwujud karena baru
sebuah argumen belaka.

Fram ing Robot Arm s Control

Dua Masalah Besar


AMA
1) Bagaimana cara menanamkan pemikiran
moral kedalam robot? Karena kita tahu
moral adalah suatu pemikiran yang
sangat kompleks dan bila di wujudkan
akan sangat rumit.
2) Bagaimana
menggunakkan
batasan
moral? Dimana nantinya robot tersebut
akan bisa berfikir dimana dan kapan harus
menggunakkan moral dan batasan moral.

Fram ing Robot Arm s Control


Ilusi dari sistem
autonomy

Ilusi sistem autonomy adalah dimana

sang sistem tidak bekerja sendiri


melainkan ada operator manusia
disebut Joint Cognitive System (JCS)
atau teori sistem bersama.
Nantinya hal tersebut bisa saling
mem-perbaiki
kesalahan
dari
keduannya.

Fram ing Robot Arm s Control


Memanage Sistem Adaptive yang
Komplek

Sistem adaptive sangatlah perlu karena manusia

sebagai operator bisa kesusahan menghadapi


mesin yang bekerja sangat independen.
Sistem ini sangatlah membantu untuk koordinasi
keduannya tapi akan gagal ketika:
Sistem adaptive sudah mencapai batas.
Sang operator atau sistem berprilaku yang menurut

mereka baik tapi buruk bagi kebanyakan.


Sang operator atau sistem menggunaakkan prinsip
adaptive yang sudah ketinggalan zaman.

Fram ing Robot Arm s Control


Bentuk
Pengawasan

Bentuk pengawasan yang di lakukan

adalah:
Sistem diberikan GPS
Pada bidang militer bukan software atau

hardware-nya melainkan senjata yang


digunakkan oleh mesin atau robot
tersebut.

Fram ing Robot Arm s Control


Langkah
Inisial

Sistem yang bekerja sendiri bisa memakan

korban
yang
bukan
seharusnya
telah
melanggar hukum international dikarenaka
kehilangan kendali terhadap perangkat (robot
atau mesin) bisa mengakibatkan:
Menimbulkan konflik yang tidak diinginkan.
Meningkatnya kerusakan.
Kegagalan dala misi.
Menimbulkan reaksi terhadap penduduk setempat.
Bisa memicu perang Futuristik.

Fram ing Robot Arm s Control


Langkah
Inisial

Maka dari itu untuk menghindari bahaya dari

sistem yang benar-benar bekerja sendiri atau


independen, pemerintah
U.S. membuat 3
deklarasi :
1)
2)
3)

Melakukan penyerangan menggunakkan alat tersebut


adalah suatu pelanggaran terhadap hukum perang.
Pemerintah U.S. tidak akan meluncurkan senjata
semacam ini.
Pemerintah U.S. akan melakukan observasi selama 10
tahun terhadap penundaan akan peluncuran atau
pengembangaan alat semacam ini, untuk menunjang
etika dan legalitas dari sistem international.

Fram ing Robot Arm s Control


Kesimpulan
Pada robot autonomy harus diberikan perangkat

tambahan
seperti
sistem
pengawasan
terhadapnya.
Penggunaan manusia dalam sistem robot
autonomy
ini
masih
sangat
diperlukan
dikarenakan penanaman moral pada perangkat
tersebut masih dalam tahap penelitian lanjutan.
Untuk
lebih
membatasi
kesalahan
dunia
international haruslah membuat hukum yang
menyangkut hal ini bila terjadi suatu kesalahan .

Kesim pulan U m um Kasus


Robot atau mesin yang baik haruslah memiliki

etika / perilaku sesuai set dan meminimalisir


error dengan intelejen yang baik sesuai
kebutuhan.
Peran manusia sangatlah penting, karena
manusia harus bertanggung jawab akan efek
yang ditimbulkan dari hasil ciptaannya serta
tidak membiarkan hasil ciptaannya bekerja
sendiri walaupun memiliki sistem autonom.
Untuk menghindari kesalahan fatal dunia harus
memikirkan adanya hukum dalam bidang ini.