Anda di halaman 1dari 13

TUGAS KELOMPOK

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION

REGULATION
AND
ETHICAL CONCERNS

Oleh:
Kelompok IV

Brian Putra Bastara

1420522001

Melani

1420522015

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAGEMENT


UNIVERSITAS ANDALAS
2016

I.

PENDAHULUAN
Persaingan di antara perusahaan untuk mendapatkan pelanggan bukan merupakan hal yang aneh
lagi. Perusahaan giat melakukan banyak kegiatan pemasaran, beberapa praktisi pemasaran
memperkirakan bahwa konsumen disuguhi kurang lebih dari 1000 buah iklan setiap harinya
(Marsden, 2006 dan Shenk, 1998). Di Indonesia sendiri, menurut penelitian dari lembaga AC
Nielsen tingkat kepadatan iklan televisi mencapai angka kurang lebih 1000 buah iklan per
minggu. Rata-rata orang dewasa Indonesia menonton iklan televisi sebanyak 850 buah iklan per
minggu, sedangkan ibu-ibu rumah tangga menonton iklan lebih banyak lagi yakni 1200 buah
iklan per minggu (Kuswati, 2007).
Tingginya tingkat kepadatan iklan (televisi) dan banyaknya jumlah iklan yang ditonton oleh
masyarakat menjadikan iklan sebagai salah satu alat pemasaran yang dapat memiliki pengaruh
pada masyarakat. Iklan dapat memberikan pengaruh positif jika iklan tersebut bersifat mendidik
dan sebaliknya dapat memberikan pengaruh negatif jika tidak mendidik. Bersifat mendidik
dalam artian iklan tersebut tidak memberikan informasi yang terlalu berlebihan, dan
menyesatkan dalam membujuk konsumen. Terdapat beberapa iklan yang diberikan kepada
konsumen bersifat tidak mendidik. Hal ini dapat menjadi ancaman serius bagi pelanggan, karena
dapat menciptakan mind-set yang cenderung tidak masuk akal (logika) bagi konsumen dan
merusak moral masyarakat. Di samping itu iklan yang bersifat tidak mendidik, juga memiliki arti
iklan tersebut tidak memberikan informasi yang benar dan jelas kepada konsumen, sehingga
konsumen seringkali dibodohi.
Hal ini tidak terlepas dari benar atau salah, atau tindakan moral yang berkenaan dengan setiap
aspek komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Sehingga setiap perusahaan
atau para marketer tidak hanya mengejar publisitasnya saja mengenai brand maupun produk
yang mereka usung ke masyarakat, tetapi memikirkan juga dampak maupun implikasi dari apa
yang akan, sedang, maupun telah mereka kominikasikan kemasyarakat dalam bentuk iklan
maupun bauran promosi yang lainnya. Berbicara masalah etika memang sesuatu hal yang sangat
dilematis bagi para marketer khususnya pengiklan, promotor penjualan, desainer kemasan, dan
orang-orang yang terlibat didalamnya. Tetapi walaupun demikian etika tetap harus dijalankan
khususnya yang berhubungan dengan regulasi, kebiasaan maupun kebudayaan Negara setempat
yang menjadi target sasaran para marketer dalam mengkomunikasikan brand maupun produk
yang mereka perkenalkan ke masyarakat, jika perusahaan atau marketer tersebut tidak mau
terkena masalah regulasi yang telah ditetapkan oleh suatu Negara maupun class action yang
dilakukan oleh masyarakat akibat komunikasi pemasaran yang dilakukan perusahaan atau
marketer tersebut yang dianggap tidak etis atau melanggar etika.

II.

PEMBAHASAN
II.I. REGULATION

Penganut fanatik dari free eneterprise akan berpendapat bahwa pemerintah seharusnya tidak
turut campur dalam aktivitas bisnis. Namun, pemerhati yang lebih moderat percaya bahwa
regulasi dibenarkan dalam situasi tertentu. Regulasi mungkin paling dibutuhkan ketika
keputusan konsumen didasarkan atas informasi yang terbatas atau salah. Dalam situasi tersebut,
konsumen cenderung membuat keputusan yang sebenarnya tidak akan mereka ambil dan
akibatnya, timbul kerusakan dalam ekonomi, fisik, atau psikologis. Kompetitor juga terkena
dampaknya karena mereka kehilangan usaha yang seharusnya dapat mereka nikmati.
Manfaat
Dalam teori, regulasi diputuskan untuk diberlakukan jika manfaatnya melebihi biaya yang
dikeluarkan. Regulasi menawarkan tiga manfaat utama: Pertama, pilihan konsumen atas
alternatif yang ada akan lebih baik jika konsumen mendapatkan informasi yang lebih banyak
dari pasar. Manfaat kedua dari regulasi ini adalah ketika konsumen mendapatkan informasi
dengan lebih baik, maka kualitas produk cenderung mengalami perbaikan sebagai respon
atas perubahan kebutuhan dan preferensi konsumen. Manfaat regulasi ketiga adalah penurunan
harga akibat berkurangnya kekuatan informasi pasar. Regulasi bukannya tidak mahal.
Perusahaan seringkali harus mengeluarkan cost of complying dari sebuah pemberlakuan
regulasi.
Biaya
Perusahaan sering dikenakan biaya sesuai dengan peraturan. Misalnya, perusahaan manufaktur
rokok di Amerika Serikat diharuskan untuk memutar pesan peringatan yang berbeda selama tiga
bulan masing-masing dalam satu tahun. Sehingga, biaya yang dikeluarkan pun lebih mahal
daripada pesan peringatan tunggal sebelumnya yang diperlukan.
Ketika regulasi dibenarkan, badan-badan federal dan negara, bersama dengan industri, bekerja
untuk mengawasi integritas komunikasi pemasaran. Bagian-bagian tersebut memeriksa dua
bentuk regulasi yang mempengaruhi banyak aspek komunikasi pemasaran yaitu peraturan
pemerintah dan pengaturan industri itu sendiri.
Regulasi Agen Federal mengenai Komunikasi Pemasaran
Regulasi pemerintah dibuat di tingkat federal dan tingkat negara bagian. Seluruh bentuk
komunikasi pemasaran (personal selling, promosi penjualan, iklan, telemarketing, dan lain- lain)
diatur dengan regulasi, namun iklan adalah satu area dimana pembuat regulasi amat aktif
memberlakukan peraturan. Hal ini disebabkan posisi iklan sebagai aspek yang paling banyak
mendapat perhatian dalam komunikasi pemasaran.

Regulasi mengenai Deceptive Advertising


Dalam pengertian luas konsumen dikatakan tertipu oleh klaim atau kampanye iklan
ketika (1) impresi atau kesan yang diberikan klaim atau kampanye tersebut adalah salah
dengan kata lain timbul clai-fact discrepancy (ketidaksesuaian antara klaim degan fakta),
dan (2) klaim atau kampanye yang salah tersebut dipercaya oleh konsumen. Poin penting
yang perlu diingat adalah klaim yang salah tersebut bukan berarti bersifat menipu dengan
sendirinya. Hanya saja, konsumen perlu percaya terlebih dahulu kepada sebuah klaim, baru
kemudian dapat tertipu olehnya: Sebuah klaim yang salah tidak akan membahayakan
konsumen kecuali jika dipercaya, dan sebuah klaim yang benar dapat membahayakan jika
menimbulkan kepercayaan yang salah. Tiga elemen berikut ini memberikan esensi
kebijakan penipuan :
1. Misleading
2. Reasonable Consumer
3. Material

Regulasi mengenai Unfair Practices

Unfairness adalah suatu konsep yang tidak jelas. Tidak seperti penipuan, keputusan
mengenai unfairness bagi konsumen didasarkan pada argument tentang fakta melainkan
hanya dihubungkan kepada nilai-nilai umum yang berlaku. Unfair
melibatkan
pertimbangan tentang apakah tindakan tersebut melanggar kebijakan publik yang
telah lama berlaku, tak bermoral, tidak etis, menekan, ataupun tidak jujur, dan
membahayakan secara substansial bagi konsumen, kompetitor, atau perusahaan lain.

Informasi mengenai Regulasi


Walapun tujuan utama dari regulasi periklanan adalah untuk melarang praktik deceptive dan
unfair, regulasi juga dibutuhkan untuk memberikan informasi pada konsumen tentang apa
yang seharusnya tidak mereka terima. Oleh karena itu digunakan Corrective Advertising
(periklanan yang bersifat korektif) didasarkan atas premis bahwa sebah perusahaan yang
menyesatkan bagi konsumen harus menggunakan iklan di masa datang untuk memperbaiki
impresi deceptive yang telah tercipta dalam benak konsumen.

Regulasi mengenai Product Labeling


Food and Drug Administration/FDA adalah badan federal yang bertanggung jawab
mengatur informasi yang dicantumkan pada kemasan produk makanan dan obat. FDA
menjadi sangat aktif dalam mengatur jenis informasi gizi yang harus muncul pada label
makanan, seperti, misalnya persyaratan bahwa label harus menyertakan jumlah lemak yang
terkandung dalam satu porsi makanan

Prescription Drug Advertising


Jika FTC bertanggung jawab untuk mengatur iklan menipu dan tidak adil untuk semua
produk
(termasuk obat-obat yang tersedia di toko), sedangkan FDA dibebankan
dengan mengatur iklan untuk obat resep. FDA mengharuskan pengiklan obat resep untuk
menyajikan perspektif yang seimbang ketika iklan obat tersebut muncul. Selain
menggembar-gemborkan manfaat produk, mereka juga harus mengidentifikasi efek
samping dan risiko penggunaan obat tertentu. Anda mungkin telah memperhatikan bahwa
iklan TV untuk obat DTC menunjukkan betapa indahnya obat dalam mengobati arthritis,
kadar kolesterol, masalah berat badan, atau masalah kesehatan lainnya .

Agensi Pemerintah Federal


Banyak agensi pemerintah federal yang berperan sebagai pengawas untuk hal yang berhubungan
dengan komunikasi bisnis dan organisasi, seperti Federal Trade Comission, Food and Drug
Administration, Federal Communications Commision, National Labor Relations Board, dan
Securities Exchange Commision. Komplain terkait regulasi dari salah satu regulasi pemerintah
ini, dapat berasal dari agensi itu sendiri, konsumen, pimpinan kerja, atau para pesaing.
1. Federal Trade Comission (FTC)
Federal Trade Commision (FTC) mengatur semua iklan dan produksi komersial atau rilis berita
tentang jasa yang ditawarkan dan komunikasi pemasaran dari media jenis tertentu. Sebuah iklan
atau rilis berita dapat dianggap melawan hukum jika iklan atau rilis berita tersebut berpotensi
mengelabuhi atau menyasatkan publik. Demikian juga dengan praktik promosi, dapat menjadi
legal jika yang disampaikan tidak benar.
Kriteria yang dipakai untuk mengevaluasi apakah suatu tindakan bisnis dikategorikan sebagai
unfair melibatkan pertimbangan tentang apakah tindakan tersebut:

Melanggar kebijakan publik yang telah lama berlaku


Tak bermoral, tiadk etis, menekan, ataupun tidak jujur
Membahayakan secara substansial bagi konsumen, kompetitor, atau perusahaan lain.

2. Food and Drug Administration (FDA)


Food and Drug Administration (FDA) mengatur kegiatan pemberian label, pembungkusan, serta
penjualan makanan, obat-obatan, kosmetik. Aturan tersebut mengatur keamanan produk dan
iklan produk. Banyak produk yang dicabut peredarannya dan dilarang beredar karena gagal
memenuhi standar keamanan atau petunjuk FDA.
FDA bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan kosmetik, obat-obatan, dan
makanan. Salah satu fungsi yang paling penting badan ini persetujuan obat baru. FDA
mengharuskan perusahaan farmasi untuk menyediakan data ilmiah rinci tentang obat baru

sebelum persetujuan. Secara khusus, FDA akan meninjau potensi manfaat dan efek samping
negatif dari semua obat yang diusulkan. Badan menelaah informasi yang disampaikan oleh
perusahaan farmasi dan juga dapat melakukan tes sendiri jika studi tambahan yang dianggap
perlu. FDA sangat penting bagi komunitas bisnis karena jika menolak sebuah obat baru,
perusahaan farmasi berkembang tidak dapat menjualnya. FDA regulator harus menyeimbangkan
kepentingan masyarakat umum dengan orang-orang dari perusahaan farmasi.FDA tidak
merekomendasikan obat baru, melainkan menyetujui mereka, yang menyatakan bahwa mereka
dianggap aman.
3. Federal Communications Commision (FCC)
Federal Communications Commision (FCC) mengatur penyiaran, televise dan radio untuk
memastikan bahwa izin operasi mereka dijalankan untuk kepentingan publik.
FCC memonitor dan mengatur radio CB, radio, telegraf, telepon, dan operasi televisi. Memiliki
kekuasaan yang luas untuk menetapkan standar yang dapat diterima untuk televisi tentang
bahasa, ketelanjangan, kekerasan, atau bahan lain yang dapat dianggap tidak pantas oleh
masyarakat umum. Sebagai contoh acara televisi, yang dewasa atau mengandung kekerasan
biasanya pada akhir malam sehingga anak-anak cenderung melihat mereka. Selain itu, acara
televisi sering memperingatkan penonton tentang konten mereka melalui sistem penilaian;
karena rating ditampilkan di layar, penonton dapat membuat keputusan yang tepat sebelum
menonton program tertentu.
4.

National Labor Relations Board (NLRB)


National Labor Relations Board (NLRB) mengatur komunikasi antara perserikatan buruh dan
majikan. Undang-undang ini berhubungan dengan semua aspek dari aktivitas perserikatan,
termasuk hak untukbergabung dengan perserikatan, untuk terlibat dalam tawar-menawar kolektif,
dan kegiatan perserikatan. Undang-undang ini juga melindungi aktivitas nonperserikatan seperti
mogok kerja, kondisi kerja, dan diskusi kompensasi oleh para buruh.
5. Securities Exchange Commision (SEC)
Securities Exchange Commision (SEC) menjalankan undang-undang dan regulasi terkait dengan
pembelian sahamdari korporasi yang dimiliki publik yang terdaftar dalam 13 pasar bursa terbesar
di AS atau yang memiliki asset sebesar $1 juta dan 500 pemegang saham.
6. National Advertising Review Council.
NARC terdiri atas tiga unit Childrens Advertising Review Unit (CARU), National Advertising
Division (NAD), dan National Advertising Review Board (NARB). CARU memonitor program
dan iklan televisi untuk anak-anak, sedangkan NAD dan NARB dibentuk dengan tujuan
mempertahankan standar kebenaran yang tinggi dan keakuratan iklan-iklan nasional.
II.2 ETHICAL CONCERNS

Definisi Etika
Menurut Blech (2000) , etika adalah prinsip-prinsip moral dan nilai yang menentukan tindakan
dan keputusan dari individu atau kelompok.
Menurut Shimp (2000) , etika adalah tindakan moral yang berkenaan dengan setiap aspek
komunikasi pemasaran.
Masalah Etika Dalam Komunikasi Pemasaran
1. ETIKA DALAM TARGETING
Targeting adalah usaha memasarkan produk khusus dan melakukan komunikasi pemasaran yang
diarahkan pada segmen tertentu. Dalam targeting terkadang sering muncul dilema etika dalam
usaha untuk mengkomunikasikan produk kepada segmen. Misalnya pada anak-anak dan kaum
minoritas.

Targeting Kepada Anak-Anak dan Remaja

Targeting kepada anak-anak, program iklan dan pemasaran cenderung terus mendorong anakanak menginginkan berbagai produk dan merek. Para kritikus kerap merasa bahwa banyak
produk yang ditargetkan untuk anak-anak adalah produk yang tidak penting.

Targeting pada kelompok minoritas yang ekploitatif

Contoh :
Pembuat produk alkohol dan rokok secara teratur menggunakan billboard dan media iklan
lainnya untuk menargetkan merek kepada orang-orang kulit hitam dan Amerika Latin. Billboard
yang mengiklankan alkohol dan rokok secara tidak seimbang cenderung terjadi di daerah pusat
kota.

Targeting yang tidak pantas

Contoh :
Area lain yang rawan kritik adalah praktek perusahaan minuman beralkohol yang
mempromosikan merek mereka kepada para mahasiswa selama liburan musim semi di
pantai-pantai. Kekhawatiran utama adalah jika iklan minuman keras akan mendorong konsumen
muda untuk mempunyai pandangan yang lebih favorable mengenai minuman keras dan
meningkatkan konsumsi mereka.

2. ETIKA DALAM PERIKLANAN

Iklan dianggap tidak jujur dan menipu.

Penipuan terjadi ketika sebuah iklan salah merepresentasikan sebuah produk, dan konsumen
mempercayainya sebagai representasi yang benar. Berbohong, menipu, dan bentuk
kecurangan adalah sesuatu yang universal, terjadi di tingkat tertinggi dalam pemerinthan serta
dalam hubungan antarmanusia yang paling dasar

Iklan bersifat manipulatif.

Kritik mengenai manipulasi menunjukkan bahwa iklan mempunyai kekuatan mempengaruhi


orang untuk berperilaku tidak umum, atau melakukan sesuatu yang tidak akan mereka
lakukan jika tidak ditunjukkan oleh iklan. Tidak dapat disangkal bahwa iklan mencoba
membujuk konsumen untuk membeli produk dan merek tertentu.

Iklan berseifat ofensif dan berselera buruk

Para kriktikus iklan menganggap banyak iklan menghina intelegensia manusia, vulgar dan
secara umum menyerang selera banyak konsumen,. Alas an yang menjadi dasar kritik
tersebut adalah
1.

Iklan dengan ide ide yang bodoh

2.

Tema seks dalam bentuk implisit ataupun eksplisit

3.

Iklan televisi yang mengiklankan produk produk yang kurang menyenangkan

4.

Pengggunaan yang repetitive dari iklan yang sama

Namun pandangan yang seimbang dari evaluasi kritis mengenai iklan dapat dilakukan dalam
konteks yang lebih luas, mengenai kebudayaan popular dan bentuk lain dari presentasi media
massa.

Iklan menciptakan dan mempertahankan stereotip.

Akar dari kritik ini adalah bahwa iklan cenderung menggambarkan kelompok tertentu dengan
cara yang amat sempit dan mudah ditebak.

3. ETIKA DALAM HUBUNGAN MASYARAKAT


Publisitas, satu aspek dari hubungan masyarakat yang berhubungan erat dengan komunikasi
pemasaran, melibatkan penyampaian informasi positif mengenai sebuah perusahaan dan
produk-produknya, dan memperbaiki publisitas negative. Karena publisitas sama halnya dengan
iklan, keduanya merupakan bentuk dari komunikasi massa, banyak masalah etika serupa yang

dihadapi dan tidak perlu untuk diulang kembali. Satu aspek yang berbeda dan memerlukan
pembahasan adalah masalah publisitas negative.

4. ETIKA DALAM KEMASAN DAN MEREK


Empat aspek dalam pengemasan yang melibatkan masalah etis adalah:
1.

Informasi label dalam kemasan sebaiknya memberikan informasi nyang tidak


berlebihan.

2.

Grafik pengemasan sebaiknya menampilkan gambar dalam kemasan yang


merepresentasikan isi produk yang sebenarnya.

3.

Keamanan pengemasan. Produk-produk harus dikemas secara aman dan tidak


mudah rusak.

4.

Implikasi pengemasan terhadap lingkungan. Bahan-bahan pengemasan dan proses


pengemasan sebaiknya ramah lingkungan. (Shimp, 2000: 103-104)

Informasi label dapat menyesatkan konsumen dengan informasi yang berlebihan, grafik
pengemasan akan dianggap tidak etis jika tidak sesuai dengan produk yang sebenarnya,
keamanan pengemasan berhubungan dengan produk yang tidak aman, biasanya produk
yang berhubungan dengan anak anak. Implikasi terhadap lingkungan biasanya
berhubungan dengan pengaruh suatu pengemasan yang tidak ramah lingkungan.

5. ETIKA DALAM PEMASARAN ONLINE


Dalam menjalankan pemasaran online, etika merupakan kunci yang harus tetap dijaga walau
tidak bertemu orang secara langsung, ini demi menjaga hubungan yang baik antara penjual dan
pembeli sehingga online marketing yang kita lakukan akan berjalan awet tanpa merasa
dirugikan antara pihak satu dengan yang lain. Berikut beberapa point penting etika yang harus
dimiliki oleh pebisnis online:

Jujur

Kejujuran merupakan sikap yang harus di punyai oleh setiap pebisnis internet. Siapapun tahu
kalu di UU negara dan agama sangat menjunjung tinggi yang namanya kejujuran.

Tanggung Jawab

Sebagai pengelola maupun pemilik jasa suatu layanan, tanggung jawab merupakan sikap yang
wajib dimiliki. Karena ini menyangkut kredibilitas kita juga melibatkan kepuasan konsumen.
Semakin kita cepat dan tanggap dalam memberikan respon yang diadukan pelanggan
semakin konsumen merasa puas dengan service yang kita berikan. Jika pelanggan telah puas
dengan layanan yang kita berikan, mereka akan berbicara kesana-kemari dan
merekomendasikan produk maupun jasa kita, dan pada akhirnya sikap tanggung jawab tersebut
akan menguntungkan pada diri kita sendiri sebagai pengelola.

Sabar

Kadangkala sesuatu yang kita inginkan belum tercapai, kita keburu berbuat tindakan
penyelewengan (nekat) yang melanggar aturan. Contoh kecil jika kita mengikuti progam bisnis
gratis PPC (pay per click), karena tidak kunjung mendapatkan trafik dan minimnya orang yang
mengklik iklan yang kita sediakan, iklan tersebut malah kita klik sendiri. Selain merugikan orang
lain lain juga merugikan diri kita sendiri, karena account akan dibanned dan kita sebagai
publisher dikeluarkan dari program tersebut.

Environmental or Green Marketing Communication


Beberapa diantaranya dilakukan dengan membuat produk baru atau produk yang disesuaikan.
Kepedulian terhadap lingkungan menjadi semakin penting sehingga perbaikan lingkungan
menjadi semakin penting, sehingga perbaikan lingkungan mencerminkan peluang ekonomi dan
kemampuan bersaing perusahaan. Selain mempromosikan produk-produk ramah lingkungan,
upaya komunikasi yang peduli lingkungan juga melibatkan kemasan, program tanda persetujuan,
upaya komunikasi yang berorientasi pada sebab dan pemajangan ditempat oembelian.
Green Marketing Initiatives
Termotivasi untuk mencapai kepatuhan terhadap peraturan, memperoleh keunggulan kompetitif,
bertanggung jawab secara sosial, dan mengikuti komitmen manajemen puncak, beberapa
perusahaan telah memberikan respon yang sah untuk masalah lingkungan. Tanggapan ini
sebagian besar dalam bentuk produk baru atau yang direvisi. Contoh dari produk hijau adalah
sebagai berikut:
Komputer pribadi sekarang dilengkapi dengan fitur hemat energi dan dibuat dengan
beberapa bahan daur ulang .
Baterai yang digunakan dalam laptop, ponsel, camcorder, PDA, dan produk- produk lain
yang patut semakin sering didaur ulang.

Produsen furnitur membuat furnitur ramah lingkungan dari kayu daur ulang, plastik, dan
bahkan koran daur ulang dicampur dengan kayu dan lilin .
Inisiatif produk responsif lingkungan telah dipasarkan yaitu mobil hybrid listrik- gas dengan
merek Honda Civic. Mobil tersebut berjalan pada kombinasi gas dan listrik, yang memberikan
lebih tinggi MPG daripada transportasi konvensional .
Lingkungan dan Komunikasi Pemasaran yang Peduli Lingkungan
a. Periklanan yang Ramah Lingkungan
Ada tiga jenis tema periklanan yang ramah lingkungan (green advertising) yang biasa
digunakan, yaitu iklan iklan yang : (1) menunjukkan sebuah hubungan antara
produk/jasa dan lingkungan biofisik; (2) mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan tanpa
menyoroti suatu produl/jasa tertentu; (3) menampilkan citra perusahaan yang terkesan
bertanggung jawab terhadap lingkungan.
b. Tanggapan terhadap Kemasan
Kepedulian konsumen terhadap dampak lingkungan akibat kemasan produk telah memunculkan
tanggapan positif dari perusahaan, diantaranya : (1) minuman soda dan produk lainnya yang
dikemas dalam botol plastik yang dapat didaur ulang. (2) Mc Donald;s mengubah bungkus
yang mengandung polysterene dengan kemasan kertas untuk burger dan jenis sandwich
lainnya. 3) Hanes, produsen celanan ketat pantyhuese terkemuka dengan merek Leggs,
mengubah bungkus plastik berbentuk telur mereka yang terkenaldengan karton, sambil teteap
memeprtahankan siluet plastik berbentuk siluet plastik berbentuk telus tersebut. Perubahan dari
plastik ke karton ini mengeluarkan biaya jutaan dolar, baik untuk kemasan atau display nya. (4)
Semua produsen deterjen terkemuka mempperkenalkan deterjen dengan konsentrasi tinggi
sebagai cara untuk membuat kemasan yang lebih kecil sehingga akan lebih sedikit sampah yang
harus dibuang ke dalam tempat penampungan sampah yang sudah penuh. (5) sebuah perusahaan
dari Maine, The Godking Pen Company, yang memproduksi dan memasarkan pena yang dibuah
dari serpihan kayu pohon. Merek Woody dari Goodkind dikemas dalam bungkus plastik yang
mudah dibuka, dan kemudian, atas permintaan perusahaan, dikirimkan kembali pada mereka
untuk kegunaan lain.

c. Program Tanda Persetujuan


Sekitar 30 negara di dunia
telah memilki program yang dirancang untuk membantu
konsumen dalam mengidentifikasi produk dan merek yang ramah lingkungan. Di jerman,
sebagai contoh, label Blue Angel mempresentasikan sebuah janji kepada konsumen bahwa suatu
produk sah/terdaftar untuk menyatakan dirinya sebagai ramah lingkungan
d. Program beriorientasi Sebab (Cause-Oriented Programs)
Pemasaran yang cause oriented dipraktikkan ketika perusahaan mensponsori atau mendukung
suatu

alasan

yang

lebih

layak.

Dengan

melakukannnya,

komunikator pemasaran

mengantisipasi bahwa mengasosiasikan perusahaan dan merek mereknya dengan suatu alasan
yang layak akan menimbulkan kebaikan (goodwill). Atas dasar inilah perusahaan mensponsori
berbagai acara/kegiatan yang bertema lingkungan.

e. Program di Tempat Pembelian


Display di toko adalah cara yang tepat untuk menkomunikasikan perhatian suatu merek
terhadap lingkungan. Display tersebut menyebarkarkan pamflet gratis dari kelompok
pecinta lingkungan kepada pengunjung toko.

Referensi
Shimp, T. A. 2007. Integrated Marketing Communication in Advertising and Promotion, 7
Edition, Thomson.

th

Kenneth E Clow. Donald Baack. 2012. Integrated Advertising, Promotion, and Marketing
Communication. Pearson Prentince Hall