Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Aluminium (Al) adalah unsur kimia dengan nomor atom 13.
Alumunium adalah unsur terbanyak ketiga yang ditemukan di bumi
setelah Oksigen dan Silikon. Jumlahnya sekitar 7,6% dari berat kerak
bumi. Aluminium mudah dilengkungkan dan dibuat mengkilat, serta
larut dalam asam klorida dan asam sulfat berkonsentrasi di atas 10%,
tetapi tidak larut dalam asam organik. Aluminium ditemukan pada
tahun 1825 oleh Hans Christian Oersted. Baru diakui secara pasti oleh
F. Wohler pada tahun 1827.
Sumber unsur ini tidak terdapat bebas, bijih utamanya adalah
Bauksit. Penggunaan Aluminium antara lain untuk pembuatan kabel,
kerangka kapal terbang, mobil dan berbagai produk peralatan rumah
tangga. Senyawanya dapat digunakan sebagai obat, penjernih air,
fotografi serta sebagai ramuan cat, bahan pewarna, ampelas dan
permata sintesis.
Timah dan timbal termasuk unsur-unsur golongan 14 (p) yang
lebih bersifat logam dibanding dengan tiga anggota pertama yaitu
karbon, silicon, dan germanium. Meskipun tidak sebanyak aluminium, timah
merupakan logam yang juga dapat dijumpai di sekitar kita. Timah, demikian juga
timbal, merupakan juga unsur-unsur yang bersifat logam dalam golongannya, tetapi
lunak, tidak kuat, dan mempunyai titik leleh rendah (232C) sehingga mudah ditempa
menjadi bentuk piringan, serta tahan terhadap korosi.
Timbal sebagai logam berat merupakan unsur yang terbanyak di alam. Istilah
logam berat digunakan karena timbel mempunyai densitas (rapatan) yang sangat tinggi
(11,34 g cm-3), jauh melebihi densitas tertinggi logam transisi pertama (yaitu 8,92 g cm-3
untuk tembaga).
Timbal bersifat lembek-lemah dengan titik leleh 327 C, Nampak mengkilat /
berkilauan ketika baru dipotong, ketika segera menjadi buram ketika terjadi kontak
dengan udara terbuka. Hal ini terjadi karena pembentukan lapisan timbal-oksida atau
timbal karbonat yang melapisi secara kuat, sehingga dapat mencegah terjadinya reaksi
lebih lanjut. Karena sifat ini, timbel sering dipakai, misalnya sebagai bingkai-bingkai
kaca berwarna yang dibentuk sebagai lukisan pada suatu jendela kaca. Selain itu, SnO2
dapat juga digunakan sebagai campuran bahan atap dan pipa saluran air.

Memang pemakaian logam timbal di sekitar kita agak jarang dijumpai, tetapi
campuran timbel dan timah digunakan sebagai bahan solder untuk perekat atau pemantri
bahan-bahan elektronik. Timbel merupakan bahan paduan yang mempunyai
kemampuan sangat tinggi untuk menahan sinar X dan sinar Y, sehingga lempengan
timbal banyak dipakai sebagai pelindung bahan radioaktif.
Sebagai persenyawaan, timbal ternyata sangat banyak bermanfaat. Dalam industry
cat, senyawa timbal banyak digunakan sebagai pigment (pewarna). Misalnya, PbCrO4
berwarna kuning yang banyak digunakan untuk cat pewarna jalan atau bahan plastik,
PbMoO4 berwarna merah orange, PbO berwarna kuning kenari, dan 2 PbCO3.Pb(OH)2
memberi warna putih. (Catherine. 2005)
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana sifat fisik dan kimia dari logam Aluminium, Timbal dan Timah?
2. Bagaimana cara pengekstraksian logam Aluminium, Timbal dan Timah?
3. Apa saja senyawa - senyawa penting dari logam Aluminium, Timbal dan Timah?
4. Apa saja kegunaan kegunaan logam Aluminium, Timbal dan Timah?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui sifat fisik dan sifat kimia dari logam Aluminium, Timbal dan
Timah
2. Mengetahui cara pengekstraksian logam Aluminium, Timbal dan Timah
3. Mengetahui senyawa senyawa penting dari logam Aluminium, Timbal dan
Timah.
4. Mengetahui kegunaan kegunaan logam Aluminium, Timbal dan Timah

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Sifat fisik dan sifat kimia
1. Aluminium
Sifat Fisik
Aluminium memiliki sifat fisika seperti yang ditunjukkan
pada Tabel berikut:
1
2
3
4
5

Sifat
Jari-jari atom
Volume atom
Density (660oC)
Density ( 20oC)
Potensial elektroda

Nilai
117,6 pikometer
10 cm/gr.atm
2,368 gr/cm3
2,6989 gr/cm3
-1,67 volt

(25oC)
6

Kapasitas panas

5,38 cal/mol oC

7
8
9
1

(25oC)
Panas pembakaran
Tensile strength
Kekerasan brinnel
Hantaran panas (25oC)

399 cal/gr mol


700 MPa
12-16 skala mehs
0,49 cal/det oC

0
1

Valensi

1
1

Kekentalan (700oC)

0,0127 poise

2
1

Panas peleburan

94,6 cal/gr

3
1

Panas uap

200 cal/gr

4
1

Massa atom

26,98

5
1

Titik lebur

660oC

6
1

Titik didih

2452oC

Sifat Kimia
Aluminium mempunyai nomor atom 13, dan massa
atom relatif 26,98. Aluminium juga bersifat amfoter. Ini
dapat ditunjukkan pada reaksi sebagai berikut:
a.
Al2O3 + 3H2SO4 Al2(SO4)3 +
3H2O
b.
Al2O3 + 6NaOH
2Na3AlO2 +
6H2O

Aluminium merupakan unsur yang sangat reaktif


sehingga mudah teroksidasi. Karena sifat
kereaktifannya maka Aluminium tidak ditemukan di
alam dalam bentuk unsur melainkan dalam bentuk
senyawa baik dalam bentuk oksida Alumina maupun

Silikon.
Ringan
Massa jenis Aluminium pada suhu kamar (29oC)

sekitar 2,7 gr/cm3.


Kuat
Aluminium memiliki daya renggang 8 kg/mm3, tetapi
daya ini dapat berubah menjadi lebih kuat dua kali
lipat apabila Aluminium tersebut dikenakan proses
pencairan atau roling. Aluminium juga menjadi lebih
kuat dengan ditambahkan unsur-unsur lain seperti Mg,

Zn, Mn, Si.


Ketahanan Terhadap Korosi
Aluminium mengalami korosi dengan membentuk
lapisan oksida yang tipis dimana sangat keras dan
pada lapisan ini dapat mencegah karat pada
Aluminium yang berada di bawahnya. Dengan
demikian logam Aluminium adalah logam yang
mempunyai daya tahan korosi yang lebih baik

dibandingkan dengan besi dan baja lainnya.


Daya Hantar Listrik Yang Baik
Aluminium adalah logam yang paling ekonomis
sebagai penghantar listrik karena massa jenisnya dari
massa jenis tembaga, dimana kapasitas arus dari
Aluminium kira-kira dua kali lipat dari kapasitas arus

pada tembaga.
Anti Magnetis
Aluminium adalah logam yang anti magnetis.
Toksifitas
Aluminium adalah logam yang tidak beracun dan tidak
berbau.
Kemudahan dalam proses
Aluminium mempunyai sifat yang baik untuk proses
mekanik dari kemampuan perpanjangannya, hal ini

dapat dilihat dari proses penuangan, pemotongan,

pembengkokan, ekstrusi dan penempaan Aluminium


Sifat dapat dipakai kembali
Aluminium mempunyai titik lebur yang rendah, oleh
karena itu kita dapat memperoleh kembali logam
Aluminium dari scrap.

2. Timbal
Timbal atau Timah Hitam (Pb) adalah unsur yang bersifat logam, hal ini
merupakan anomali karena unsur-unsur diatasnya (Gol IV) yakni Karbon dan
Silikon bersifat non-logam. Di alam, timbal ditemukan dalam mineral Galena
(PbS), Anglesit (PbSO4 ) dan Kerusit (PbCO3,), juga dalam keadaan bebas.
Memiliki sifat khusus seperti dibawah ini, yakni:
Berwarna putih kebiru-biruan dan mengkilap.
Lunak sehingga sangat mudah ditempa.
Tahan asam, karat dan bereaksi dengan basa kuat.
Daya hantar listrik kurang baik. (Konduktor yang buruk)
Massa atom relative 207,2
Memiliki Valensi 2 dan 4.
Tahan Radiasi
Selain sifat khusus di atas, timbal memiliki sifat kimia dan fisika seperti berikut:
A. Sifat fisika
Fasa pada suhu kamar
: padatan
Densitas
: 11,34 g/cm-3
Titik leleh
: 327,5 0C
Titik didih
: 1749 0C
Panas Fusi
: 4,77 kJ/mol
Panas Penguapan
: 179,5 kJ/mol
Kalor jenis
: 26,650 J/molK
Alasan:
1. Fasa pada suhu kamar padatan karena Timbal akan meleleh pada suhu 327,5 0C.
Sedangkan pada suhu kamar tidak mencapai titik leleh pada Timbal (Pb)
2. Titik didih Timbal termasuk salah satu titik didih yang tinggi dari logam-logam
lainnya, karena Timbal termasuk logam yang sukar mendidih.
B. Sifat Kimia
Bilangan oksidasi
Elektronegativitas
Energi ionisasi 1
Energi ionisasi 2
Energi ionisasi 3
Jari-jari atom
Radius ikatan kovalen

: 4, 2, -4
: 2,33 (skala pauli)
: 715,6 kJ/mol
: 1450,5 kJ/mol
: 3081,5 kJ/mol
: 175 pm
: 146 pm

Jari-jari Van Der Waals : 202 pm


Struktur Kristal
: kubik berpusat muka
Sifat kemagnetan
: diamagnetic
Resistifitas termal
: 208 nohm.m
Konduktifitas termal
: 35,3 W/mK
Timbal larut dalam beberapa asam
Bereaksi secara cepat dengan halogen
Bereaksi lambat dengan alkali dingin tetapi bereaksi cepat dengan alkali
panas menghasilkan plumbit. (Cotton dan Wilkinson. 2007)
Alasan :

1. Energi Ionisasi dari 1 ke 3 akan semakin tinggi, karena akan semakin besar
energy yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron akibat terjadinya gaya
tarik-menarin antar molekul.
2. Jari-jari atom Timbal besar karena memiliki nomor atom 82 sehingga banyak
pula lintasan orbit yang terbentuk. Jika lintasan orbitnya banyak yang terbentuk
maka jarak dari intin atom ke kulit terluar atau disebut dengan jari-jari atom
semakin besar pula.
3. Sifat kemagnetan Timbal adalah diamagnetic karena elektron-elektronnya
mengisi penuh semua orbital-orbital.
3. Timah
Sifat Umum Timah (Sn)
Timah merupakan logam perak keputih-putihan,
ductile dan memilki struktur kristal yang tinggi,
Dalam keadaan normal (13 160 C), logam ini bersifat
mengkilap dan mudah dibentuk.
imah juga tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga
tahan karat.
Ditemukan dalam banyak alloy, dan digunakan untuk
melapisi logam lainnya untuk mencegah karat.
SIFAT FISIK TIMAH
(Sn)
a) Keadaan
benda :
Padat
b) Titik lebur :
505.08 K
(449.47 F)

SIFAT KIMIA TIMAH

SIFAT MEKANIK

(Sn)
a. Bobot atom :

TIMAH (Sn)
a) Kekuatan

118.710 sma
b. berat jenis :

tariknya

7,3 g/cm3
c. Jari-jari atom :
145 (145) pm
d. Jari-jari kovalen

rendah,
sekitar 2000
psi
b) Modulus

c) Titik didih :
2875 K
(4716 F)
d) Densitas :

: 141 pm
e. Jari-jari van der
Waals : 217 pm
f. Konfigurasi
elektron :

7,365 g/cm3

[Kr]4d10 5s2

(Sn putih)
5,769 g/cm3

5p2
g. Elektron per

(Sn abuabu)
e) Volume

tingkat energi :
2, 8, 18, 18, 4
h. Bilangan

molar :
16.29 10-6
m3/mol
f) Kalor
penguapan :
295.8 kJ/mol
g) Kalor
peleburan :
7.029 kJ/mol
h) Kalor jenis :
27,112
J/molK
i) Panas fusi :
7,03 kJ/mol
j) Tekanan uap
: 5.78 E-21
Pa at 505

oksidasi : 4,2,
-4
i. Nomor atom :
50
j. Nomor massa :
118,71
k.
Elektronegatifit
as : 1,96
(skala pauli)
l. Energi ionisasi
1 : 708,6
kJ/mol
m. Energi ionisasi
2 : 1411,8
kJ/mol
n. Energi ionisasi

KKecepatan

3 : 2943,0

suara : 2500

kJ/mol
o. Jari-jari atom :

m/s pada
293.15 K

140 pm
p. Jari-jari ikatan
kovalen: 139
pm
q. Jari-jari van der
waals : 217
pm
r. Struktur

Youngnya
adalah 5,9-7,8
x 10^6 psi
c) Kekuatan
Mohs 1,8 atau
Brinell 5,0
(1000 kg, 10
mm)

kristal :
tetragonal (Sn
putih) kubik
diamond (Sn
abu-abu)
s. Konduktifitas
termal

66,8 W/mK

Keterangan sifat kimia timah (Sn)

Timah merupakan logam lunak, fleksibel, dan warnanya


abu-abu metalik. Timah tidak mudah dioksidasi dan tahan
terhadap korosi disebabkan terbentuknya lapisan oksida
timah yang menghambat proses oksidasi lebih jauh. Timah
tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut, akan tetapi
dapat diserang oleh asam kuat, basa, dan garam asam.
Proses oksidasi dipercepat dengan meningkatnya

kandungan oksigen dalam larutan.


Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan

terbentuk SnO2.
Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta.
Timah alfa biasa disebut timah abu-abu dan stabil dibawah
suhu 13,2 C dengan struktur ikatan kovalen seperti
diamond. Sedangkan timah beta berwarna putih dan
bersifat logam, stabil pada suhu tinggi, dan bersifat

sebagai konduktor.
Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut
organic seperti asam asetat asam oksalat dan asam sitrat.

Timah juga larut dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH.
Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4.
Timah(II) cenderung memiliki sifat logam dan mudah

diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat panas.


Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk
Sn(IV) klorida.Hidrida timah yang stabil hanya SnH4.

2.2 Ekstraksi
1. Aluminium
Unsur unsur dari golongan 13, Aluminium adalah kepentingan
komersial terbesar dengan penggunaannya melebihi semua logam
logam kecuali Fe. Isolasi dari mineral aluminosilikat yang
tersedia secara luas adalah prohibitively sulit; bauksit dan kriolit
adalah kepala bijih, dan keduanya dikonsumsi dalam proses
ekstraksi. Mentah bauksit adalah campuran oksida (kotoran
termasuk Fe2O3, SiO2 dan TiO2) dan dimurnikan menggunakan
proses Bayer .
Setelah penambahan bijih mentah ke NaOH panas di bawah
tekanan (yang menyebabkan Fe2O3 memisah), larutannya
diunggulkan dengan Al2O3. 3H2O dan didinginkan, atau diberikan
aliran CO2 untuk mengendapkan kristal -Al(OH)3. Anhidrat Al2O3
(alumina) yang dihasilkan oleh panas. Elektrolisis Al2O3 cair
memberikan Al di katoda,tapi dengan titik leleh (2345 K) yang
tinggi, dan lebih praktis dan ekonomis untuk menggunakan
campuran kriolit dan aluminium sebagai elektrolit dengan suhu
operasi untuk mencair pada 1220 K.
ekstraksi ini termasuk mahal dalam hal tenaga listrik yang
diperlukan, dan Aluminium yang produksi sering dihubungkan
dengan skema pembangkit listrik.
2. Timbal
Di alam timbal terutama terdapat sebagai galena, PbS, namun beberapa bijih lain
yang mungkin terbentuk sebagai akibat pengaruh iklim atau cuaca pada galena
adalah sebagai karbonat, cerrusite (kerusit), PbCO3, dan sebagai sulfat anglesite
(anglesit), PbSO4. Dalam proses interaksinya, mula-mula bijih galena dipekatkan
dengan tehnik flotasi-buih, selanjutnya ditambahkan sejumlah kwarsa, SiO2,
kemudian diikuti dengan pemanggangan terhadap campuran ini. Persamaan reaksi
utama pada proses ini adalah:
2PbS (s) + 3 O2 (g) 2PbO (s) + 2 SO2 (g)
Kemudian proses reduksi dilaksanakan dengan batubara coke (C) dan air-kapur
dengan persamaan reaksi utamanya adalah:
PbO (s) + C (s) Pb (l) + CO (g)
PbO (s) + CO (g) Pb (l) + CO2 (g)
Maksud penambahan SiO2 sebelum pemanggangan dan penambahan air-kapur
pada proses reduksi adalah agar PbSO4 yang mungkin terjadi dalam proses

pemanggangan galena pada temperatur tinggi diubah menjadi PbSiO3 oleh karena
hadirnya kwarsa menurut persamaan reaksi :
PbSO4 (s) + SiO2 (s) PbSiO3 (s) + SO3 (g)
Silikat ini pada proses reduksi akan diubah oleh air kapur, CaO, menjadi PbO
yang selanjutnya tereduksi oleh batubara menjadi logam timbel, Pb, dan kapur
diubah menjadi kalsium silikat sebagai kerak atau ampas menurut persamaan reaksi:
PbSiO3 (s) + CaO (s) PbO (s) + CaSiO3 (s)
Alternatif lain pada proses reduksi adalah pemakaian bijih galena segar sebagai
reduktor pengganti batubara (coke):
PbS (s) + 2 PbO (s) Pb (l) + SO2 (g)
Sampai dengan tahap ini, logam timbel yang dihasilkan masih belum murni, dan
mengandung banyak unsur pengotor seperti tembaga, perak, zink, arsen, antimon,
dan bismut. Oleh karena itu masih perlu proses pemurnian lebih lanjut yang meliputi
beberapa tahap seperti diuraikan berikut ini.
Pertama-tama, logam timbal yang dihasilkan dilelehkan selama beberapa
waktu pada temperatur dibawah titik leleh tembaga sehingga tembaga pengotor akan
mengkristal dan dapat dipisahkan. Tahap berikutnya, udara ditiupkan diatas
permukaan lelehan timbel sehingga pengotor seperti arsen dan antimon akan diubah
menjadi arsenat dan antimon atau oksidanya, termasuk bismut sebagai buih di atas
permukaan dapat dipisahkan dengan disendoki keluar. Selanjutnya, untuk
memisahkan pengotor seperti emas atau perak ditambahkan kira-kira 1-2% zink agar
pengotor itu larut dalam lelehan zink. Campuran ini kemudian didinginkan secara
perlahan dari sekitar 480 C menjadi 420 C, sehingga logam emas atau perak akan
terbawa ke dalam zink yang akan mengkristal lebih dulu untuk dipisahkan dari
lelehan timbel. Kelebihan zink, jika ada, dapat dipisahkan dengan tehnik
penyulingan hampa atau pada tekanan sangat rendah.
Pemurnian tahap akhir biasanya dilakukan dengan tehnik elektrolisis menurut
metode Betts. Proses ini memakai elektrolit larutan timbel heksa fluorosilikiat,
PbSiF6 dan asam heksa fluorisilikat, H2SiF6. Lembaran-lembaran tebal timbel
dipasang sebagai katode dan plat-plat timbel yang belum murni dipasang sebagai
anode. Anode timbel akan mengalami oksidasi menjadi larutan Pb2+ yang kemudian
akan tereduksi menjadi logam Pb dan melekat pada katode. Dengan proses ini akan
diperoleh timbel dengan kemurnian yang sangat tinggi, (~99,9%). (Saiti. 1996)
3. Timah
Pengolahan Bijih Timah

Secara garis besar, pengolahan bijih timah menjadi logam timah


terdiri dari operasi konsentrasi/mineral dressing, dan ekstraksi
yaitu peleburan atau smelting dan pemurnian atau refining.
Tahap Konsentrasi
SnO2 powder
Tahap konsentrasi bijih timah merupakan operasi peningkatan
kadar timah dengan menggunakan peralatan seperti Jig
Concentrator, palong dan meja goyang. Bijih timah yang diolah
memiliki kadar awal sekitar 30 sampai 65 persen Sn. Setelah
melalui operasi pemisahan, kadar timah minimum yang harus
tercapai supaya dapat dipergunakan sebagai umpan peleburan
tahap pertama adalah sebesar 70 persen Sn.

Tahap Smelting

Proses smelting merupakan proses reduksi dari konsentrat bijih


timah pada temparatur tinggi menjadi logam timah. Prinsip reduksi
adalah melepas ikatan oksigen yang terdapat mineral kasiterit.
Reduktor yang digunakan sebagai pereduksi adalah gas CO. Reaksi
yang terjadi selama proses smelting adalah:
SnO2 + CO = SnO + CO2
SnO + CO = Sn + CO2
Pada proses smelting akan terbentuk lelehan terak dan timah
yang tidak saling larut. Slag akan mengikat pengotor-pengotor
yang terdapat di dalam konsentrat. Pengotor yang paling banyak
terdapat di dalam konsentrat timah adalah unsur Fe.
Proses smelting ini terdiri dari dua tahapan. Peleburan tahap
pertama adalah peleburan konsentrat timah yang menghasilkan
timah kasar atau crude tin dan terak I (slag). Kadar timah dalam
terak I ini adalah sekitar 20 persen. Tahap ini juga dikenal dengan
sebutan peleburan konsentrat timah karena umpan yang dilebur
adalah konsentrat bijih timah.
Terak I kemudian dilebur kembali di peleburan tahap kedua.
Peleburan pada tahap dua ini menghasilkan senyawa Fe-Sn yang
disebut hardhead dan terak II dengan kadar Sn kurang daripada
satu persen. Hardhead menjadi bahan baku untuk peleburan tahap
satu.

Tahap Refining

Crude tin dari proses peleburan tahap satu kemudian dibawa ke


proses selanjutnya yaitu proses pemurnian. Kandungan timah
dalam crude tin adalah Sn >90 persen dan sisanya adalah
pengotor seperti As, Pb, Ag, Fe, Cu, dan Sb.
Pemurnian timah dari pengotornya dapat dilakukan dengan
kettle refining, eutectic refining, serta electrolytic refining.
Pemilihan teknologi untuk proses pemurnian adalah berdasarkan
tingkat kemurnian logam timah yang diinginkan. Setelah melewati
tahap refining ini, kemurnian logam timah dapat mencapai 99,93
persen.
2.3
2.1

Reaksi reaksi penting


Aluminium
Aluminium akan mudah teroksidasi di udara, larut dalam
mineral asam encer, tetapi dipasivasi oleh HNO3 pekat.

2Al + 3H2SO4
Al2(SO4)3 + H2

Aluminium bereaksi dengan NaOH encer atau KOH dan


membebaskan H2
2Al + 2MOH + 6H2O 2M[Al(OH)4] + 3H2
(M = Na, K)

Reaksi Al dengan halogen pada suhu kamar atau dengan N2


pada pemanasan memberikan Al (III) halida atau nitrida.
Aluminium sering digunakan untuk mengurangi oksida
logam, misalnya di proses termit yang sangat eksotermik.
Al2O3 + 2Fe
2Al + Fe2O3

Cryolite, Na3(AlF6) terjadi secara alami tetapi juga disintesis


untuk memenuhi kebutuhan komersial. Struktur padat dari
kriolit terkait dengan kisi perovskit.
Na3(AlF6) + 6H2
Al(OH3) + 6HF + 3NaOH

Aluminium Klorida (AlCl3)


Dalam rumus AlCl3 orbital 3s dan 3p dari atom Al
terhibridisasi. Tiga dari orbital hibrid ini diisi pasangan
elektron (masing-masing satu elektron dari tiga atom klor
dan tiga dari atom Al), orbital keempat kosong, karena itu
senyawa ini dapat bersifat sebagai asam Lewis. Pada dimer
Al2Cl6 atom Al dalam unit AlCl3 memperoleh oktet dengan
memakai bersama satu pasang elektron yang

disumbangkan oleh atom Cl dari unit AlCl3 lainnya.


AlCl6 dapat berdisosiasi menjadi AlCl3.
AlCl6

2 AlCl3
Aluminium klorida dalam air akan terhidrolisis menurut
reaksi:
Al3+(aq) + 3 H2O(l)

Al(OH)3(s) + 3H+ (aq)

Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3)


Aluminium sulfat digunakan dalam industri kertas dan
karton. Kegunaan lain adalah sebagai pengolahan cair dan
penjernihan air minum. Larutan berair yang mengandung
jumlah molar yang sama dari Al2(SO4)3 dan
K2SO4 mengkristal sebagai kalium aluminium sulfat dengan
rumus KAl(SO4)2.12 H2O. Garam ini dikenal dengan alum

atau tawas.
Aluminium Hidrida (AlH3)
Aluminium hidrida atau AlH3 bersifat sebagai asam Lewis.
AlH3 + H+

AlH4+

2.2
Timbal
Persenyawaan timbal yang umum adalah Tetra Etil Lead (TEL), PbO2, Timbal(II)
Klorida (PbCl2), Timbal tetroksida (Pb3O4), dan Timbal(II) Nitrat.
a. Tetra Etil Lead (TEL)
Tetra Etil Lead disingkat sebagai TEL adalah senyawa organometalik
yang memiliki rumus Pb(CH3CH2). Senyawa ini disintesis dengan mereaksikan
antara alloy NaPb dengan etil klorida dengan reaksi sebagai berikut:
4 NaPb + 4 CH3CH2Cl

(CH3CH2)4Pb + 4 NaCl + 3 Pb

TEL dipakai sebagai zat antiknocking pada bahan bakar. TEL jika
terbakar tidak hanya menghasilkan CO2 akan tetapi juga Pb.
(CH3CH2)4Pb + 13 O2

8 CO2 + 10 H2O + Pb

Pb akan terakumulasi dalam mesin sehingga dapat merusak mesin. Oleh


sebab itu ditambahkan 1,2-dibromoetana dan 1,2-dikloroetana bersamaan dengan
TEL sehingga akan dapat dihasilkan PbBr2 dan PbCl2 yang dapat dibuang dari
mesin. Karena efek racun terhadap manusia maka TEL sekarang tidak boleh
dipergunakan.
b. Timbal(II) Klorida (PbCl2)

PbCl2 merupakan salah satu reagen berbasis timbal yang sangat penting
disebabkan dari senyawa ini dapat dibuat berbagai macam senyawa timbale.
Banyak digunakan sebagai bahan untuk mensintesis timbal titanat dan bariumtimbaltitanat, untuk produksi kaca yang menstransimisikan inframerah, dipakai
untuk memproduksi kaca ornament, untuk bahan cat dan sebagainya. PbCl2
dibuat dari beberapa metode yaitu dengan proses pengendapan senyawa Pb2+
dengan garam klorida, atau dengan mereaksikan PbO2 dengan HCl.
PbO2 (s) + 4 HCl

PbCl2 (s) + Cl2 + 2 H2O

Atau dibuat dari logam Pb yang direaksikan dengan gas Cl2


Pb + Cl2 PbCl2
c. PbO2
Nama kimianya adalah Plumbi oksida atau Timbal(IV) oksida merupakan
oksida timbal dengan biloks 4. PbO2 ada dialam sebagai mineral plattnerite. PbO2
bersifat amfoter dimana dapat larut dalam asam maupun basa. Jika dilarutkan
dalam basa kuat akan terbentuk ion plumbat dengan rumus Pb(OH)62-. Dalam
kondisi asam maka biasanya tereduksi menjadi ion Pb2+. Ion Pb4+ tidak pernah
ditemukan dalam larutan. Penggunaan PbO2 yang utama adalah sebagai katoda
dalam accu.
Reaksi Kimia pada Timbal dan Perubahannya
1. Asam klorida encer (atau klorida yang larut):
Endapan putih dalam larutan yang dingin dan tak terlalu encer:
Pb2+ + 2Cl- PbCl2
2. Hydrogen sulfide
Dalam suasana netral atau asam ancer:endapan hitam timbel sulfide:
Pb2+ + H2S PbS + 2H+
3. Larutan ammonia:
Endapan putih timbel hidroksida:
Pb2+ + 2NH3 + 2H2O
Pb(OH)2 + 2NH4+
Endapan tak larut dalam reagensia berlebihan.
4. Natrium hidroksida:
Endapan putih timbel hidroksida:
Pb2+ + 2OH-
Pb(OH)2
5. Asam sulfat encer (atau sulfat-sulfat yang larut)
Endapan putih, timbel sulfat:
Pb2+ + SO42- PbSO4

Endapan ini tak larut dalam reagensia yang berlebihan. Asam sulfat yang
panas, pekat, melarutkan endapan karena terbentuk timbel hydrogen sulfat:
PbSO4 + H2SO4 Pb2+ + 2HSO4Kelarutan jauh lebih rendah dengan adanya etanol. Endapan timbel sulfat
larut dalam larutan ammonium asetat yang agak pekat(10M)(a) atau
ammonium tartat yang agak pekat (6M)(b) dengan adanya ammonia, pada
mana akan terbentuk ion-ion tetraasetatoplumbat(II) dan ditartatoplumbat(II):
PbSO4 + 4CH3COO- [Pb()CH3COO)4]2- + SO42- (a)
PbSO4 + 2C4H4O62- [Pb(C4H4O6)2]2- + SO42- (b)
Kestabilan kompleks-kompleks ini tak terlalu besar, ion kromat,
misalnya, dapat mengendapkan timbel kromat dari larutan komplekskompleks tersebut.
Bila dididihkan dengan natrium karbonat, timbel sulfat diubah menjadi
timbel karbonat dalam suatu reaksi pertukaran endapan:
PbSO4 + CO32- PbCO3 + SO42Dengan mencuci endapan secara dekantasi dengan air panas, ion-ion
sulfat dapat dihilangkan, dan endapan akan larut dalam asam nitrat encer.
PbCO3 + 2H+ Pb2+ + H2O + CO2
6. Kalium kromat
Dalam larutan netral, asam asetat atau ammonia: endapan kuning,timbel
kromat
Pb2+ + CrO42- PbCrO4
Asam nitrat(a) atau natrium hidroksida(b) melarutkan endapan:
PbCrO4 + 2H+ 2Pb2+ + Cr2O72- + 2H2O (a)
PbCrO4 + 4OH- [Pb(OH)4]2- + CrO42- (b)
Kedua reaksi reversible, dengan membufferkan larutana, masing-masing
dengn ammonia dan asam asetat, timbel kromat mengendap lagi.
7. Kalium iodide
Endapan kuning, timbel iodide
Pb2+ + 2I- PbI2
Endapan larut sedang-sedang saja dalam air mendidih, menghasilkan
larutan yang tak berwarna, dari mana endapan memisah lagi sebagai keepingkeping berwarna kuning keemasan setelah mendingin. Larutan reagensia
yang agak pekat(6M) dalam jumlah yang berlebihan, melarutkan endapan,
dan terbentuk ion tetraiodoplumbat(II):
PbI2+ 2I- [PbI4]2-

Reaksi ini dapat balik, ketika diencerkan dengan air, endapan akan
muncul lagi.
8. Natrium sulfit dalam larutan netral:
Endapan putih, timbel sulfat
Pb2+ + SO32- PbSO3
Endapan kuning kurang larut dibandingkan timbel sulfat, meskipun dapat
dilarutkan baik oleh asam nitrat encer(a), maupun oleh natrium hidroksida(b):
PbSO3+ 2H+ Pb2+ + H2O + SO2 (a)
PbSO3+ 4OH- [Pb(OH)4]2- + SO32- (b)
9. Natrium karbonat
Endapan putih campuran timbel karbonat dan timbel hidroksida
2Pb2+ + 2CO32- + H2O Pb(OH)2 + PbCO3 + CO2
Pada pendidihan, tak nampak perubahan [perbedaan dari ion-ion
merkurium(I) dan perak(I)]. Endapan larut dalam asam nitrat encer, bahkan
dalam asam asetat, dan gas CO2 dibebaskan:
Pb(OH)2 + PbCO3+ 4H+ 2Pb2+ + 3H2O + CO2
10. Dinatrium hydrogen fosfat
Endapan putih timbel fosfat
3Pb2+ + 2HPO42- Pb3(PO4)2 + 2H+
Reaksi ini dapat-balik, asam-asam kuat(asam nitrat) melarutkan endapan.
Endapan ini juga larut dalam natrium hidroksida.
11. Kallium sianida(Racun)
Endapan putih timbel sianida
Pb2+ + 2CN- Pb(CN)2
Yang tak larut dalam reagensia berlebihan. Reaksi ini dapat dipakai untuk
membedakan ion timbel(II) dari merkurium(I) dan perak(I), yang bereaksi
secara berlainan. (Sugiyarto. 2010)
2.3 Timah
Senyawaan timah yang penting adalah organotin, SnO2, Stanat, timah klorida,
timah hidrida, dan timah sulfide.
Senyawaan Organotin :
senyawa organotin adalah senyawa yang dibangun dari timah dan substituen
hidrokarbon sehingga terdapat ikatan C-Sn. Contoh beberapa senyawa organotin ini
adalah:

Tetrabutiltimah, dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan di- dan
tributil.

Dialkil atau monoalkil-timah, dipakai sebagai stabilisator panas dalam


pembuatan PVC.

Tributil-Timah oksida, dipakai untuk pengawetan kayu.

Trifenil-Timah asetat, merupakan kristal putih yang dipakai untuk insektisida


dan fungisida.

Trifenil-timah klorida dipakai sebagai biosida

Trimetil-timah klorida, dipakai sebagai biosida dan sintesis senyawa organic.

Trifenil-timah hidroksida, untuk fungisida dan engontrol serangga.

Dll

Timah Oksida :
Merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia SnO2. Oksida timah ini
merupakan oksida timah yang paling penting dalam pebuatan logam timah. SnO2
memiliki struktur kristal rutile dimana setiap 1 atom Sn berkoordinasi dengan 6
atom oksigen. SnO2 tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam asam dan basa
kuat. SnO2 larut dalam asam halide membentuk heksahalostanat seperti:
SnO2 + 6HI -> H2SnI6 + 2H2O
Atau jika dilarutkan dalam asam maka:
SnO2 + 6H2SO4 -> Sn(SO4)2 + 2H2O
SnO2 larut dalam basa membentuk stanat dengan rumus umum Na2SnO3. SnO2
digunakan bersama dengan vanadium oksida sebagai katalis untuk oksidasi
senyawa aromatic, dipakai sebagai pelapis, ataupun sebagai bahan pembuatan
organotin.
Timah(II) Klorida :
SnCl2 berupa padatan kristal berwarna putih, dapat membentuk dihidrat yang
stabil. SnCl2 dipakai sebagai reduktor dalam larutan asam, dan juga dalam cairan

electroplating. SnCl2 dibuat dengan cara reaksi gas HCl kering dengan logam
Sn.
Sn + 2HCl -> SnCl2 + H2
SnCl2 memiliki satu pasangan electron bebas. Dalam bentuk fasa gas maka
molekul SnCl2 berbentuk bengkok, sedangkan pada bentuk padatan SnCl2
membentuk rantai yang saling terhubung dengan jembatan klorida. Selain
dipakai sebagai reduktor SnCl2 juga dipakai sebagai katalis, reagen analisis
untuk raksa, dan juga dipakai sebagai aditif makanan untuk mempertahankan
warna dan sebagai antioksidan.
Timah(IV) Klorida :
Disebut juga stani klorida atau timah tetraklorida merupakan senyawaan kimia
dengan rumus SnCl4. Pada suhu kamar SnCl4 ini merupakan cairan yang tidak
berwarna dan akan membentuk kabut jika terjadi kontak dengan udara. SnCl4
dipergunakan sebagai senjata kimia dalam perang dunia ke-1, dipakai untuk
memperkuat gelas, dan sebagai bahan dasar pembuatan organotin.
Timah Sulfida :
Senyawaan timah dengan belerang terdapat sebagai SnS yaitu timah(II)sulfide
dan ada dialam sebagai mineral herzenbergite. Pebuatan SnS adalah dibuat
dengan mereaksikan belerang, SnCl2 dan H2S.
Sn + S -> SnS
SnCl2 + H2S -> SnS + 2HC
Sedangkan timah(IV) sulfide memiliki rumus SnS2 dan terdapat dialam sebagai
mineral berndtite. Senyawa ini mengendap sebagai padatan berwarna coklat
dengan penambahan H2S pada larutan senyawa timah(IV) dan banyak dipakai
sebagai ornament dekoratif karena warnanya mirip emas.
Timah Hidrida :
Hidrida dari timah disebut sebagai stannan dan rumus formulanya adalah SnH4.
Hidrida timah ini dapat dibuat dengan cara mereaksikan antara SnCl4 dengan
LiAlH4. Stannan terdekomposisi secara lambat menghasilkan loga timah dan gas
hydrogen. Hidrida timah ini sangat analog dengan gas metana CH4.
Stanat :

Dalam ilmu kimia stanat berkoporasi dengan senyawaan:


Ortostanat yang memiliki rumus kimia SnO44- contoh senyawaannya adalah
K4SnO4 atau Mg2SnO4.
Metastanat yaitu MSnO3 atau M2SnO3 yaitu campuran oksida atau polimerik
anoin. Perlu dicatat bahwa asam stanit yang merupakan precursor stanat
sebenarnya tidak terdapat dialam dan ini sebenarnya merupakan hidrat dari SnO2.
Istilah stanat juga dipakai untuk sufiks penamaan senyawa misalnya SnCl62hesaklorostanat.
2.4 Kegunaan
1. Aluminium

Komponen Otomotif
Manfaat aluminium bisa dibentuk menjadi berbagai jenis
komponen otomotif. Beberapa bagian badan mobil dan
komponen otomotif harus dibentuk dari aluminum. Logam
ini memiliki sifat yang tahan terhadap korosi dan berat
yang cukup ringan sehingga bisa memudahkan dalam
proses manufaktur. Hampir semua jenis produsen otomotif
memerlukan bahan aluminium yang dibentuk menjadi
berbagai jenis komponen.

Produk Kontruksi
Aluminium juga bisa dibentuk menjadi berbagai jenis
produk kontruksi. Sekarang ada banyak jenis bahan
kontruksi yang dibuat dari aluminium seperti konstruksi
untuk rangka atap, rangka jendela, rangka pintu dan
berbagai penyusun kontruksi lain. Aluminium sangat
sesuai untuk produk kontruksi karena ringan dan tahan
terhadap perubahan cuaca.

Bahan Cat
Pengolahan cat warna untuk dinding, kayu dan berbagai
komponen kendaraan juga membutuhkan aluminium.
Aluminium bisa diolah menjadi komponen yang lebih kecil
dan ekstrak lembut yang bisa menutup kelemahan bahan
cat lain. Kombinasi dengan beberapa bahan lain membuat
aluminium sangat efektif dalam membuat campuran
warna untuk berbagai jenis cat.

Produk Kemasan
Apakah Anda pernah mengkonsumsi makanan dalam
kaleng? Ya, jenis produk makanan ini bisa menjadi salah
satu produk yang paling diminati saat ini. Kemasan kaleng
membutuhkan
manfaat
aluminium
sebagai
bahana komponen penyusun utama. Aluminium memiliki
sifat yang tahan terhadap korosi, ringan dan mudah
dibentuk. Selain itu material aluminium juga tahan
terhadap perusak kemasan kaleng seperti bakteri.

Kertas Aluminium
Salah satu produk kemasan kertas yang paling sering
ditemukan dalam beberapa proses pengolahan makanan
modern adalah kertas aluminium atau sering disebut
dengan aluminium paper. Kertas ini dibentuk dari
aluminium dengan bahan lapisan yang sangat tipis seperti
kertas. Produk ini bisa dijadikan pembungkus makanan
yang dibakar maupun dengan proses lain. Aluminium
sangat aman untuk produk makanan dan tidak
menyebabkan kontaminasi racun.

Produk Peralatan Memasak


Pengolahan aluminium menjadi berbagai jenis produk
atau peralatan untuk memasak sudah dimulai sejak jaman
penemuan aluminium. Manfaat aluminium bagi manusia
ini karena sangat mudah untuk dibentuk, mudah
dibersihkan, tahan terhadap panas, tidak beracun dan
sangat ringan. Beberapa keunggulan ini membuat
aluminium bisa dibentuk menjadi berbagai jenis
perlengkapan memasak.

Produk Listrik
Aluminium menjadi salah satu produk yang paling sesuai
untuk komponen produk listrik. Salah satunya adalah
bagian lampu yang menjadi penghantar listrik. Aluminium
menjadi salah satu reflektor untuk cahaya dengan kualitas
yang sangat baik. aluminium juga bisa menjadi bagian
lampu seperti fitting dan pelindung untuk lampu.

Saluran Telepon

Aluminium memiliki sifat yang sangat baik terhadap


perubahan cuaca. Hal ini menyebabkan manfaat
aluminium bagi kehidupan manusia digunakan menjadi
bahan yang sangat baik untuk saluran telepon.
Perlindungan kabel dengan bahan aluminium bisa
digunakan untuk bagian kabel lewat saluran bawah tanah
maupun udara. Selain itu bahan aluminium juga sangat
tahan terhadap tekanan listrik sehingga bisa melindungi
saluran telepon dari petir dan gangguan cuaca lain.

Bahan Antiperspirant
Aluminium juga bisa menjadi salah satu bahan
antiperspirant. Bahan ini penting dalam pembuatan
parfum yang bisa menghilangkan aroma terlalu kuat.
Produk ini penting dalam usaha pembuatan minyak wangi
atau komponen kosmetik lain. Aluminium dikombinasikan
dengan beberapa bahan lain yang sangat aman untuk
kulit sehingga tidak menimbulkan efek samping.

Produk Rumah Tangga


Aluminium juga bisa diolah menjadi berbagai komponen
pot untuk tanaman. Banyak jenis pot yang bisa dibuat dari
aluminium dan lebih ramah lingkungan daripada bahan
plastik. Komponen pot juga tidak menyebabkan alergi
sehingga lebih aman untuk orang-orang yang memiliki
penyakit asma.

Transmisi Listrik
Aluminium menjadi bahan logam yang tahan terhadap
panas dan bisa menjadi penghantar listrik bermutu tinggi.
Bahkan aluminium dinilai lebih baik dibandingkan bahan
tembaga. Aluminium bisa menjadi bahan yang sangat
baik untuk produk pembuatan jalur transmisi listrik.

2. Timbal (Pb)
Timbal memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan hidup manusia
apabila dikelola secara bijaksana, adapun berbagai kegunaan dari timbal antara lain:

Timbal digunakan dalam accu dimana accu ini banyak dipakai dalam bidang

automotif.
Timbal dipakai sebagai agen pewarna dalam bidang pembuatan keramik terutama

untuk warna kuning dan merah.


Timbal dipakai dalam industri plastic PVC untuk menutup kawat listrik.
Timbal dipakai sebagai proyektil untuk alat tembak dan dipakai pada peralatan
pancing untuk pemberat disebakan timbale memiliki densitas yang tinggi,

harganya murah dan mudah untuk digunakan.


Lembaran timbal dipakai sebagai bahan pelapis dinding dalam studio music
Timbal dipakai untuk pelindung alat-alat kedokteran, laboratorium yang

menggunakan radiasi misalnya sinar X.


Timbal cair dipergunakan sebagai agen pendingin dalam peralatan reactor yang

menggunakan timbale sebagai pendingan.


Kaca timbal mengandung 12-28% Pb dimana dengan adanya Pb ini akan

mengubah karakteristik optis dari kaca dan mereduksi transmisi radiasi.


Timbal banyak dipakai untuk elektroda pada peralatan elektrolisis.
Timbal digunakan untuk solder untuk industri elektronik.
Timbal dipakai dalam berbagai kabel listrik bertegangan tinggi untuk mencegah

difusi air dalam kabel.


Timbal ditambahkan dalam peralatan yang terbuat dari kuningan agar tidak licin

dan biasanya digunakan dalam peralatan permesinan.


Timbal dipakai dalam raket untuk memperberat massa raket.
Timbal karena sifatnya tahan korosi maka dipakai dalam bidang kontruksi.
Dalam bentuk senyawaan maka tetra-etil-lead dipakai sebagai anti-knock pada

bahan bakar.
Semikonduktor berbahan dasar timbal banyak seperti Timbal telurida, timbale
selenida, dan timbale antimonida dipakai dalam peralatan sel surya dan dipakai

dalam peralatan detektor inframerah.


Timbal biasanya dipakai untuk menyeimbangkan roda mobil tapi sekarang

dilarang karena pertimbangan lingkungan.


Digunakan sebagai aditif bahan bakar (TEL), berfungsi untuk mengurangi knock
pada mesin.
Mengenai kegunaan point terakhir, bensin yang mengandung TEL
(Tetra Ethyl Lead) di Indonesia dikenal sebagai bensin premium dengan angka
oktan bernilai lebih dari 80, sedangkan yang bernlai oktan 98 lebih dikenal
sebagai bensin super. Semakin tinggi angka oktan berarti mutu suatu bensin
menjadi semakin baik dan efisiensinya semakin tinggi (Jarak yang ditempuh
persatuan volume semakin jauh) serta bagus untuk mesin.
Namun ternyata bensin Bertimbal atau yang mengandung TEL
menyebabkan ancaman bagi umat manusia. Menurut sebuah penelitian, kadar

timbal (Pb) di udara dibeberapa kota besar Indonesia telah melebihi ambang
batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu sebesar 10
mikrogram per desiliter udara. Diam-diam menghanyutkan, itulah peribahasa
yang cocok untuk timbal. Logam timbal adalah silent epidemic yang dampaknya
baru diketahui 5-15 tahun kedepan.
Lebih jauh lagi tentang bahaya timbal, ternyata timbal menyebabkan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

kerugian lainnya yakni:


Dapat memicu turunnya IQ seseorang.
Perilaku anti sosial
Beringas
Kesulitan dalam bernalar
Anemia
Gangguan fungsi reproduksi
Memicu cacat pada janin.
Sistem pencernaan, di mana Pb dapat menyebabkan kolik dan konstipasi
Bersifat karsinogenik dalam dosis tinggi

3. Timah
Kegunaan timah ( Sn ) secara umum:
Untuk membuat kaleng (tim plate) berbagai macam produk,
melapisi kaleng yang tebuat dari besi yang akan melindungi

besi dari perkaratan,


bahan baku logam pelapis,
solder(52%)
industri plating (16%)
bahan dasar kimia (13%)
kuningan & perunggu (5,5%)
industri gelas (2%)
dan berbagai macam aplikasi lain (11%).

Kegunaan Timah di Industri

Timah klorida (SnCl2) : digunakan dalam pembuatan zat


warna, polimer, dan tekstil; di silvering satu mirror; sebagai
pengawet makanan; sebagai aditif dalam parfum digunakan
dalam sabun, dan sebagai agen anti-Cumming dalam minyak

pelumas
Timah oksida (SnO 2): digunakan dalam pembuatan kaca
jenis khusus, glasir keramik dan warna, parfum dan
kosmetik, dan tekstil, dan sebagai bahan polishing untuk
baja, kaca, dan bahan lainnya

Timah kromat (SnCrO4 atau Sn (CrO4) 2 ): kekuning-kuningancoklat senyawa cokelat digunakan sebagai zat pewarna
untuk porselen dan porselen

Kegunaan Timah bagi Manusia


Melapisi logam lain

Kemasan makanan
Pelindung kayu
Casing telepon genggam
Konstruksi bangunan
Pelat Timah

Campuran Tambal Gigi


Lapisan timah pada stik golf & peningkatan penyedia

amunisi untuk senjata olah raga


Tutup Botol Anggur
Logam Hijau
Industri farmasi

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Aluminium (Al) adalah unsur kimia dengan nomor atom 13.
Alumunium adalah unsur terbanyak ketiga yang ditemukan di
bumi setelah Oksigen dan Silikon. Jumlahnya sekitar 7,6% dari
berat kerak bumi. Timah dan timbal termasuk unsur-unsur
golongan 14 (p) yang lebih bersifat logam dibanding dengan tiga
anggota pertama yaitu karbon, silicon, dan germanium.
Meskipun tidak sebanyak aluminium, timah merupakan logam yang juga dapat
dijumpai di sekitar kita. Timah, demikian juga timbal, merupakan juga unsur-unsur
yang bersifat logam dalam golongannya, tetapi lunak, tidak kuat, dan mempunyai
titik leleh rendah (232C) sehingga mudah ditempa menjadi bentuk piringan, serta
tahan terhadap korosi.
Penggunaan Aluminium antara lain untuk pembuatan kabel,
kerangka kapal terbang, mobil dan berbagai produk peralatan
rumah tangga. Senyawanya dapat digunakan sebagai obat,

penjernih air, fotografi serta sebagai ramuan cat, bahan pewarna,


ampelas dan permata sintesis.
Timbal dipakai sebagai agen pewarna dalam bidang pembuatan keramik
terutama untuk warna kuning dan merah. Timbal dipakai dalam industri plastic
PVC untuk menutup kawat listrik. Timbal dipakai sebagai proyektil untuk alat
tembak dan dipakai pada peralatan pancing untuk pemberat disebakan timbale
memiliki densitas yang tinggi, harganya murah dan mudah untuk digunakan.
Kegunaan timah ( Sn ) secara umum: Untuk membuat kaleng
(tim plate) berbagai macam produk, melapisi kaleng yang tebuat
dari besi yang akan melindungi besi dari perkaratan, bahan baku
logam pelapis.

DAFTAR PUSTAKA
Cotton dan Wilkinson. 2007. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI_Press
Saiti, taro. 1996. Kimia Anorganik. Tokyo : Iwanami Shoten
Sugiyarto, Kristian H. 2010. Kimia Anorganik Logam. Medan : FMIPA_Unimed
Chatherine E.Housecroft and Alan G.Sharpe. 2005. Inorganic Chemistry Second
edition. England. Prentice Hall