Anda di halaman 1dari 9

PENELITIAN TENTANG CO2 FLOODING UNTUK

IMPROVED OIL RECOVERY DI RESERVOIR BEKAS


WATER FLOODING YANG TELAH DITINGGALKAN

ABSTRAK
Injeksi CO2 adalah teknik yang efektif untuk menaikan recovery minyak di reservoir
minyak ringan, terutama untuk reservoir bekas water flooding yang telah
ditinggalkan. Dalam studi ini, Bagian bawah dari reservoir Es1 di lapangan minyak
Pucheng merupakan reservoir yang menjadi target. Dengan mempelajari tekanan
larut minimum dalam CO2 Flooding, reservoir dapat mencapai titik larutnya.
Eksperimen pada suatu core yang panjang membuktikan bahwa CO 2 Flooding
dapat meningkatkan recovery secara signifikan. Untuk masalah karakteristik
reservoir, teknologi antikarat telah diteliti dalam proses injeksi, dan penghambat
H2O dipasang. Sebuat pencegah channeling dikombinasikan dengan partikel gel
yang menghambat perluasan dan cross-linked kopolimer digunakan untuk
mengontrol fluiditas gas. Grup sumur Pu 1-1 dioptimalkan untuk dilakukan ujicoba
lapangan. Total CO2 cair yang diinjeksikan adalah 19219,95 t, 0,248 PV dan total
peningkatan minyak yang didapatkan adalah 4520,9 t. Recovery yang diprediksi
akan meningkat sampai 8,3%. Keberhasilan pelaksanaan dari proyek ini dapat
memberikan upaya teknik untuk keberhasilan dalam upaya keberhasilan energi dan
target dalam pengurangan emisi hermat energi.

PENGENALAN
CO2 flooding memiliki keuntungan
tekanan larut yang rendah dan memiliki
berbagai macam sumber dan dapat
mewujudkan konsep Green
Development, dimana hal tersebut
merupakan salah satu metode terbaik
untuk EOR (Enhance Oil Recovery).
Teknik CO2 Flooding pada Reservoir
bekas Water Flooding yang telah
ditinggalkan baru saja dimulai dan
teknologi ini telah digunakan di bagian
bawah dari reservoir Es1 di lapangan
minyak Pucheng. Sebagai teknologi
yang baru, CO2 Flooding dapat diterima
dengan lazim di China dan teknologi ini
dapat mencapai tujuan hemat energi
dan pengurangan emisi. Bagian bawah

reservoir Es1 di lapangan minyak


Pucheng merupakan reservoir yang
telah terpasang berbagai macam
peralatan dan memiliki kedalaman dari
2280 m sampai 2437 m. Cadangan
geologinya 1135x104 t. Ketebalan
efektir reservoir nya 5,3 m dan dengan
porositas 28,1%. Permeabilitas rataratanya 690 mD. Viskositas minyaknya
1,82 mPa.s, mineralisasi airnya 24x104
mg/l dengan temperatur 82,5 C.
Setelah water flooding dalam jangka
panjang recovery yang didapat
sejumlah 50,04% pada 1998, dimana
kemudian reservoir sudah memasuki
tahap dimana water cut nya sangat
besar, sekitar 98,44%. Reservoir ini
akhirnya ditinggalkan pada tahun 1998

dan semua sumur yang ada ditutup.


Teknologi air dalam menyalurkan CO2
Flooding diperkenalkan dan diujikan
pada reservoir ini pada tahun 2008.
HASIL DAN DISKUSI
a. Hasil Percobaan CO2 Flooding
di Reservoir Bekas Water
Flooding
Penelitian tentang MMP
Koefisien volume minyak di bagian
bawah reservoir Es1 di lapangan
minyak Pucheng adalah 1,2356 pada
82,5C dan tekanan saturasinya
adalah 9,83 MPa. Dibawah kondisi
reservoir tersebut, minyaknya
memiliki densitas sebesar 0,7554
g/cm3 dan dengan viskositasnya
1,987 mPa.s. Gas Oil Ratio (GOR)
pada reservoir ini adalah 64,3 m3/m3.
Percobaan dengan menggunakan
slim tube menunjukkan bahwa nilai
MMP nya 18,42 MPa pada 82,5C
seperti yang terlihat pada Figure 1.
Terkanan pada bagian bawah
reservoir ES1 di lapangan minyak
Pucheng adalah 20,02 MPa, dimana
artinya tekanan pada reservoir lebih
tinggi daripada MMP, sehingga CO2
Flooding dapat meciptakan suatu
miscible flooding.

Penelitian Pada Mode Injeksi


Core yang digunakan di laboratorium
diambil dari core asli bagian bawah
reservoir Es1 di lapangan minyak
Pucheng. Core nya sendiri memiliki
panjang 197,4 cm dengan diameter
2,5 cm. Volume pori-pori core
sebesar 252,4 cm3 dan permeabilitas
rata-ratanya 245,5 x 10-3 m2.
Saturasi air tereduksinya 21,23%.
Karakteristik air dan minyak yang
digunakan dalam pengujian di
laboratorium mirip dengan yang ada
pada bagian bawah reservoir Es1.
Temperaturnya diset pada 82,5C
dan tekanan baliknya 20,2 MPa.
Dalam Test-1, Water Flooding
dilakukan dengan water cut sampai
dengan 98% dan recovery yang
didapatkan mencapai 57,6%.
Kemudian CO2 Flooding dilakukan
dengan 0,4 PV dan recovery yang
didapat mencapai 88,51% seperti
yang terlihat pada Figure 2.
Pada Test-2, pertama water flooding

sampai water cut nya 98% dan


recoverynya mencapai 57,6%.
Kemudian water alternating CO2
Flooding dilakukan. Volume CO2
tercatat 0,4 PV dan recovery
akhirnya didapat 93% seperti terlihat
pada Figure 3. Percobaan tersebut
membuktikan bahwa water
alternating CO2 flooding dapat
memperlambat gas channeling.

Oleh karena itu, maka dapat terlihat


bahwa water alternating CO2 flooding
setelah water flooding merupakan
injeksi yang paling optimal untuk
mendapatkan recovery yang besar.
Hasil Percobaan Water Alternating
CO2 Flooding
Kondisi percobaan sama saja
dengan desain water alternating CO2
flooding pada sebuah test flooding
core yang berisi 7 peluru CO2, dan
volume total yang diinjeksikan adalah
0,15 HPV. Setelah air mendorong
CO2 (water cut lebih dari 98%),
volume total injeksi CO2 adalah 0,15
PV.
Seperti yang terlihat pada Figure 4,
setelah water alternating CO2
flooding, water cutnya turun secara
signifikan sampai 40,1%, dan
recovery nya naik sampai 17,41%
dan Gas to Oil exchange rationya
bernilai 0,88 ton/ton.
Penelitian Pada Material Antikarat
Selama Proses CO2 Flooding
Masalah pengkaratan merupakan
masalah yang sulit untuk
diselesaikan hanya dengan memilih
material pipa, alasannya adalah ada
pada pengkaratan galvanik antara oil

pipe dengan casing. Fokus


pengembangannya lebih kearah zat
penghambat korosi dan optimalisasi
material anoda, dengan kombinasi
kedua aspek tersebut, ternyata
masalah korosi yang ditimbulkan
oleh CO2 dapat dipecahkan dengan
sangat efektif.
Optimalisasi Zat Penghambat
Korosi
Tes perendaman dilakukan dengan
menggunakan air yang diambil dari
sumur produksi. Sebelum percobaan
dilakukan, CO2 telah diisi selama 20
menit dengan suhu 80C dan
tekanan 4,0 MPa. Material yang
diujikan adalah N80 dan lama dari
waktu percobaannya adalah 7 hari.
Metode percobaan yang dilakukan
sesuai dengan standar industri
China. Dengan cara mengevaluasi
beberapa zat penghambat korosi, H20 dipilih dengan keunggulan dapat
bekerja pada suhu yang tinggi dan
memiliki efek penghambat korosi
yang sangat baik. Sedangkan
konsentrasi yang digunakan dapat
dilihat pada Table 1 dan Figure 5.
Dari Table 1 dapat disimpulkan
bahwa akan terjadi efek penghambat
korosi dengan baik ketika

konsentrasi H-20 lebih dari 200 mg/l.


Optimalisasi Material Anoda
Menurut lingkungan lapangan minyak
Zhongyuan dengan suhu dan
mineralisasi yang tinggi, percobaan
dilakukan untuk mengoptimalisasi
material anoda pada suhu 80C,
seperti yang dapat dilihat pada Table
2 dan Figure 6. Metode percobaan
yang dilakukan sesuai dengan
standar nasional China GB4948-

2002 dan GB/T17848-1999. Table 2


dan Figure 6 menunjukkan bahwa
hasil dari potensi kerja dan potensi
open circuit dari material A21 adalah
potensi kerjanya lebih negatif dan
cenderung berubah dengan
berjalannya waktu dan kisaran
fluktuasinya sempit. Efisiensi yang
didapat relatif tinggi mencapai
57,27% dan peleburan pada
permukaan masih cocok untuk
lingkungan.
Percobaan Deep Profile dan AntiCO2 Channeling
Bagian bawah reservoir Es1
merupakan reservoir dengan
permeabilitas yang tinggi, dimana
sudah memiliki laju produksi yang
tinggi dari pertama kali

diproduksikan. Dan juga pori-pori


besar yang terbentuk karena water
flooding pada reservoir ini rentan
terhadap gas channeling. Dalam
rangka mengontrol masalah tersebut,
Deep Profile Control System dan

Gas Channeling Foam System telah


ditentukan untuk diteliti.

Penelitian Pada Deep Profile


Dalam rangka mendapatkan efek
yang lebih baik dari Deep Profile,
Sebuah sistem yang berisi
penundaan ekspansi dari partikel gel
dan cross-linked kopolimer telah
dikembangkan.
Sistem ini tidak hanya mengatasi
masalah ketahanan terhadap panas
dari crosslinking system, kondisi
keras dari pembentukan gell yang
mana dapat dengan mudah
dipengaruhi oleh mineralisasi dan
intensitas yang rendah, namun juga
mengatasi masalah dimana material
susah masuk kedalam pori-pori
formasi yang sangat kecil dan proses
penyebaran gell untuk kemudian
bergerak maju kedalam formasi dari
sistem partikel gell pre-crosslink, hal
ini menunjukkan bahwa sistem ini
dapat mencapai efek dari Deep
Profile.
Tiga sand-pack dengan
permeabilitas yang sama disiapkan.
Sand-pack pertama disalurkan
dengan crosslink agents (0,15 PV)
dan partikel slow inflation(0,15 PV).
Sand-pack kedua disalurkan dengan
partikel partikel slow inflation (0,3
PV). Kemudian sand-pack ketiga
disalurkan dengan menggunakan
sistem crosslinked copolymer.
Efek penyegelan dari kombinasi
antara crosslinked copolymer dengan
partikel slow inflation hasilnya
terbukti lebih baik daripada tiap
sistem bekerja sendiri tanpa
dikombinasikan, dan recovery nya
meningkat secara signifikan seperti
yang ditunjukkan dalam Table 3.
Penelitian Pada Anti-CO2

Channeling

Busa memiliki karakteristik aliran


rembesan yang unik pada media
berpori dan efek Jamin memiliki efek
penghalang gas channeling yang
baik, yang mana dapan dengan
efektif mengontrol gas fingering.
Bagaimanapun, karakteristik dari
lapangan minyak Zhongyuan
memiliki suhu yang tinggi, kadar
garam dan kalsiumnya juga tinggi,
ditambah dengan adanya kandungan
magnesium yang memiliki efek buruk
bagi stabilitas busa. Dari studi
laboratorium, sebuah CO2 channeling
foam system yang diberi nama CY-I
telah disesuaikan untuk dapat
beradaptasi dengan suhu tinggi dan
reservoir yang tingkat
mineralisasinya tinggi.
Dari hasil pada Table 4, hal tersebut
dapat disimpulkan bahwa sistem CYI kompatibel atau sesuai dengan air
yang diinjeksikan. Selain itu

Menurut hasil percobaan visualisasi


pada Figure 8, busa dalam media
berpori
dapat
menjadi
suatu
sistem
yang baik,
dan

tegangan antarmuka dapat dikurangi


dengan sistem CY-I ini, yang mana
hal tersebut merupakaan keuntungan
dalam proses flooding.

menyebabkan tekanan flooding


meningkat secara signifikan.

Evaluasi Kemampuan Blocking


dari Busa CO2

Sejarah Grup Sumur Pu 1-1

Dalam rangka untuk mengamati


secara visual sifat dari busa pada
media berpori, sebuah model
visualisasi telah dirancang seperti
yang dapat dilihat dalam Figure 7.

b. Aplikasi Pada Lapangan dan


Penilaian Efek

Menurut status produksi dan kondisi


lubang sumur pada bagian bawah
reservoir Es1 di lapangan minyak
Pucheng yang merupakan bagian
dari lapangan minyak Zhongyuan,
test CO2 flooding dilakukan di grup

sumur Pu 1-1. Pu 1-1 terdiri dari 4


sumur produksi yang bernama Pu 1349, Pu 1-368, Pu 1-67 dan Pu 1-21
dan juga satu sumur injeksi yang
bernama Pu 1-1. Horizon produksi
nya adalah S1x12+3. Sumur-sumur
produksi tadi diproduksikan dengan
teknik injeksi water alternating CO2.
Laju injeksi gas nya tercatat 40 t/d,
injeksi air 260m3/d. Dan total volume
CO2 yang di injeksikan adalah 19200
t, yang mana setara dengan 0,25 PV.
Analisis Aplikasi Pada Lapangan
Tes water flooding menunjukkan
water cut dapat turun secara
signifikan selama proses Co2/water
alternative flooding, dari 99,6% turun
menjadi 90%. Dan laju alir

produksinya pun meningkat sangat


signifikan dari 0,6 t/d menjadi 15,9
t/d. Oleh karena itu, recovery dapat
diprediksi akan naik sebesar 8,3%.
Dari analisis komponen material dari
well flow, setelah dilakukan CO2
flooding warna dari minyak yang
keluar berubah dari hitam menjadi
coklat, dan viskositasnya turun dari
24,66 mPa.s menjadi 7,99 mPa.s.
Selain itu, densitas dari minyak turun
dari 0,8639 g/cm3 menjadi 0,8353
g/cm3. Gas yang keluar memiliki
komponen yang serupa dengan gas

hidrokarbon
asli. Namun,
komponen
dari minyak
mengalami
perubahan
besar,
komponen dari medium oil meningkat
sedangkan untuk heavy oil malah
menurun.
Selain itu analisa dari sampel air
produksi wari sumur Pu 1-67 dan Pu
6-21 menunjukkan bahwa
kandungan ion Ca2+ dan Mg2+
meningkat, namun nilai pHnya
terlihat tren yang menurun.
Teknik campuran antikarat
diperkenalkan untuk melindungi
sumur produksi. dalam sumur
produksi tersebut ada 4 pipa dengan
perlindungan katodik seperti yang
terlihat pada Figure 10, padatan
antikorosi, sucker rod dengan kopling
di kedua sisinya. Pipa antikarat
dipasang pada setiap 5-10 sucker
rod, dan beberapa karbon dioksida
penghambat laju pengkaratan
dipasang diujung dari sumur
produksi. Dosis dari penghambat laju
pengkaratan sebesar 100-200 ppm
sebelum output CO2 dan dosisnya
meningkat menjadi 400-600 ppm
setelah CO2 output.
Kemudian pada implementasi
teknologi komposit antikarat, melalui
pemantauan pada tubing hanger di
sumur produksi selama 333 hari,
tingkat korosi pada bagian dalamnya
sebesar 0,0045 mm/a dan pada
bagian luar nya sebesar 0,0152
mm/a, yang mana masih dibawah
standar Sinopec.
Selama proses injeksi CO2 pada Pu

1-1, konsentrasi CO2 pada sumur


produksi meningkat dari 1,73%
menjadi 17,72% setelah injeksi 71 t
CO2, sehingga terjadi gas channeling
secara signifikan. Namun,
konsentrasi CO2 di sumur-sumur
produksi telah pulih kembali ke
keadaan awalnya melalui teknik

Deep Profile dan Foam System.


Selain itu produksi CO2 terpantau
tertunda sampai 7 bulan. Setelah
pengukuran sealing channeling,
volume gas yang telah diinjeksikan
menyebar secara efektik, dan laju
produksi minyak meningkat dari 0,3
t/d menjadi 10,4 t/d.

KESIMPULAN
Tekanan pada bagian bawah reservoir Es1 di lapangan minyak Pucheng (20,02
MPa) lebih tinggi dari MMP yang bernilai 18,42 MPa, yang menyebabkan dapat
terjadinya aliran yang bercampur. Water flooding yang telah dilakukan pada
reservoir dalam jangka panjang telah menciptakan zona permeabilitas yang sangat
tinggi. Namun water alternating CO2 dapat meningkatkan volume pengurasan
secara efektif dan mampu mengontrol gas channeling. Berdasarkan kondisi yang
bersuhu tinggi, mineralisasinya tinggi dan tinggi konsentrasi CO 2 nya, kombinasi
antara zat penghambat korosi dan material anoda dapat dengan efektif
meminimalisir dampak korosi dari CO2. Akhirnya penerapan water alternating CO2
flooding, cocok dengan Deep Profile Control dan Foam System yang dengan efektif
dapat mencegah gas channeling.