Anda di halaman 1dari 7

A.

Latar Belakang
Tumbuhan merupakan pemandangan alam yang dapat kita jumpai hampir di
seluruh penjuru bumi. Di hutan ,pegunungan, dataran rendah, laut dan sungai.
Tumbuhan adalah organisme yang memiliki akar, batang, dan daun. Merupakan organ
hasil diferensiasi jaringan. Spermatopyta adalah tumbuhan yang tubuhnya dapat di
bedakan dalam akar, batang,dan daun. Daun tergolong dalam tipe makrofil dengan
bentuk dan susunan tulang-tulang yang beraneka ragam. Sporofil terangkai sebagai
strobilus atau bunga. Yang akan di bahas dalam diktat praktikum ini yaitu ciri-ciri
biologi dari tumbuhan Gymnospermae, seperti ciri-ciri umum, klasifikasi dan contohcontoh tumbuhan yang termasuk dalam gymnospermae.
Gymnospermae termasuk ke dalam tumbuhan spermatopyta karena tumbuhan ini
bisa berkembangbiak dengan menggunakan biji. Tumbuhan biji ini meliputi kurang
lebih 170.000 jenis tumbuhan. Gymnoospermae itu sendiri adalah tumbuhan yang
memiliki biji terbuka, karena bijinya tidak di tutupi oleh daging buah. Gymnospermae
berbeda dengan Angiospermae, jika angiospermae bijinya di tutupi oleh daging buah
pada Gymnospermae tidak. Tumbuhan ini tersebar luas di hutan-hutan dan pegunungan,
berupa pohon berkayu yang tingginya dapat mencapai lebih dari 30 meter.
Pernahkah kamu melihat pohon pinus ? pohon yang selalu hijau sepanjang masa,
kini banyak di tanam di halaman rumah. Pinus ini merupakan salah satunya tumbuhan
yang termasuk gymnospermae. Selain pinus ada melinjo, cemara norfolk dan pakis haji
yang akan di bahas dalam lebih lanjut.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui morfologi tumbuhan gymnospermae
2.

Mengetahui

jenis-jenis

alat

perkembangbiakan

pada

tumbuhan

gymnospermae
3.

Mengetahui fase hidup gymnospermae

C. Dasar Teori

Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae =


tumbuhan yang menghasilkan biji. Jadi, Gymnospermae adalah tumbuhan yang
memiliki biji terbuka.Tumbuhan kelompok Gymnospermae mempunyai ciri, yaitu :
1. Gymnospermae tidak mempunyai bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya.
2. Bunganya berupa strobillus , yang mampu menghasilkan sekret berupa tetes getah
yang berisi sel kelamin jantan pada stroobilus jantan dan sel telur pada strobillus
betina.
3. Bakal biji terdapat di luar permukaan dan tidak dilindungi oleh daun buah
4. Merupakan tumbuhan heterospora yaitu menghasilkan dua jenis spora berlainan
5. Spora itu berupa megaspora membentuk gamet betina, sedangkan mikrospora
menghasilkan serbuk sari, struktus reproduksi terbentuk di dalam strobilus.
6. Dalam reproduksi terjadi pembuahan tunggal. Bakal biji tidak terlindungi oleh
daun buah. Berakar tunggang. Umumnya berupa pohon. Mempunyai akar, batang,
dan daun sejati.
Gymnospermaae merupakan tumbuhan yang juga memiliki jaringan pembuluh ,
yaitu xilem dan floem. Gymnospermae mempunyai beberapa ordo, meliputi 3 ordo

yang telah punah yaitu ordo Pteridospemae,Bennetiales, dan Cordaitales. Sedangkan 4


ordo lagi merupakan gymnospermae masa kini yaitu ordo Cycadales,Ginkgoales,
Coniferales dan Gnetales. Ciri-ciri dan contoh ordo Gymnospermae yang masih ada
sebagai berikut:
a. Cycadales
Ordo ini beranggotakan sembilan genus yang masih hidup sampai sekarang dan
meliputi sekitar 100 species. Meskipun tumbuhan ini tidak di temukan dalam fosil,
di duga sudah muncul pada zaman trias sampai kapur awal. Tanda-tanda khas
golongan ini adalah batang tidak bercabang, daun-daun majemuk tersusun sebagai
tajuk di puncak pohon. Cycadales di temukan baik di daerah trofik maupun
subtropik. Misalnya Cycas rumphii ( pakis haji ).
b. Ginkgoaceae
Anggota ordo ini hanya satu species yaitu Ginkgo biloba. Tumbuhan ini merupakan
tumbuhan asli daratan cina. Tinggi pohon ini dapat mencapai 30 m, daun berbentuk
kipas, mudah gugur, dan berumah dua ( serbuk sari dan bakal biji di hasilkan oleh
individu yang berlainan). Berdasarkan bukti fosil, Ginkgo di perkirakan telah hidup
sejak zaman Jura ( 181 juta tahun yang lalu ). Ginkgoales hanya memiliki satu
familia yaitu Gynkoaceae, ciri ciri familianya :
Habitus pohon tinggi >1000 kaki
Berubah warna dan menggugurkan daunnya pada musim rontok.
Berumah dua
Daun muda menggulung, melebar bentuk kipas
Daun terbagi dua simetris karena lekukan yang dalam
Memiliki strobilus jantan dan betina ( strobilus jantan berbentuk kerucut).
Ovulum mempunyai pembungkus berdaging yang dapat berubah warna.
Lembaga mempunyai dua cotyledone.
c. Coniferales
Classis ini meliputi semak-semak, perdu, atau pohon-pohon dengan tajuk yang
kebanyakan berbentuk kerucut ( conus=kerucut:ferein =mendukung). Daun tumbuhan
classis ini banyak yang berbentuk jarum. Oleh karena itu sering di sebut pohon jarum.
Classis ini terdiri dari beberapa ordo : Coniferales, Araucariaceae, Podocarpaceae,
Pinaceae.
d. Gnetinales
Tumbuhan ini berkayu yang batangnya bercabang-cabang atau tidak. Atau hanya terdiri
dari hipokotil yang menebal. Dalam kayu sekunder terdapat vasa ( trakea ). Tidak ada
saluran resin. Daunnya tunggal, berhadapan. Bunga berkelamin tunggal, majemuk,
terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar, mempunyai tenda bunga. Bunga betina
mempunyai bakal biji yang tegak ( atrop ). Pembuahan dengan perantaraan buluh serbuk
dengan dua inti generatif yang tidak sama besar di dalamnya. Terdapat dua lembaga. Yang
termasuk dalam classis ini Ephedrales, Gnetales, Welwitschiales.

2.2. Alat Reproduksi Pada Gymnospermae


Semua Gymnospermae adalah heterostrop, artinya mempunyai dua macam spora,
yaitu mikrospora dan megaspore. Mikrospora atau polen menghasilkan gametofit jantan,
sedang megaspore yang tunggal menghasilkan gametofit betina, dan pada gametofit ini
terbentuk arkegonia. Kedua macam spora yang dihasilkan di dalam sporangia yang
terdapat pada sporofil yang tersusun spiral pada aksis strobili.
Sporofit yang menghasilkan mikrosporofil dengan mikrospongia disebut
mikrosporangiat atau strobilus jantan (staminate cones), sedangkan yang menghasilkan
megasprofil dengan ovulum (bersama mengasporangia) disebut mengasporangiat atau
strobili betina (pistillate cones). Mokrospora dan megaspore bersifat haploid, dan
berkembang sebagai sebagai hasil pembelahan miosis sel induk spora. Ukuran dan letak
strobili pada tanaman bervarasi.
2.3.Manfaat Gymnospermae
Gymnospermae memiliki peranan yang penting bagi manusia. Gymnospermaae
merupakan tanaman purba yang indah dan perlu di lestarikan. Kayu pinus merupakan
bahan pembuat kertas, kerajinan, dan getahnya di gunakan sebagai bahan pembuat
terpentin. Ginko merupakan tanaman yang di gunakan sebagai bahan untuk obat dan
kosmetik.

BAB III
METODE KERJA

3.1. Alat dan Bahan


Adapun alat yang di guunakan pada praktikum ini adalah alat tulis, buku gambar, loup
( kaca pembesar ),buku atau pustaka yang terkait taksonomi tumbuhan
( spermatophyta ),Gembong Tjitrosoepomo Gajah mada press. Sedangkan Bahan yang di
gunakan adalah Melinjo ( Gnetum gnemon ),Pakis haji ( Cicas rumphii ), Cemara
jarum ( Araucaria exelsa ), Cemara lidi ( Pinus mercusii )
3.2. Cara Kerja
1. Mengamati bagian morfologi dari masing-masing bahan yang ada
2. Mencatat ciri-ciri morfologi masing-masing
3. Menggambar bagian luar maupun dalam secara lengkap
4. Mencatat deskripsi meliputi klasifikasi, habitus, daerah sebaran, serta manfaat
untuk kehidupan manusia.
5. Memasukkan data ke dalam lembar kerja praktikum berrikut.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan


No
1.
2.
3.
4.

Nama Ilmiah
Cicas rumphii
Araucaria exelse
Pinus mercusii
Gnetum gnemon

Nama Lokal
Pakis haji
Cemara jarum
Cemara lidi
Melinjo

4.2. Klasifikasi
1. Cicas rumphii ( Pakis haji )
Regnum
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Subdivisi
: Gymnospermaae
Classis
: Cycadinae
Ordo
: Cycadales
Familia
: Cycadaceae
Genus
: Cycas
Species
: Cycas rumphii
2. Araucaria exelse ( Cemara jarum )
Regnum
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Subdivisi
: Gymnospermaae
Classis
: Coniferae
Ordo
: Coniferales
Familia
: Araucariaceae
Genus
: Araucaria
Species
: Araucaria exelse
3. Pinus mercusii ( Cemara lidi )
Regnum
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Subdivisi
: Gymnospermaae

Habitus
Pohon
Pohon
Pohon
Pohon

Classis
Ordo
Familia
Genus
Species

: Coniferae
: Coniferales
: Pinacea
: Pinus
: Pinus mercusii

4. Gnetum gnemon ( Melinjo )


Regnum
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Subdivisi
: Gymnospermaae
Classis
: Gnetinae
Ordo
: Gnetinales
Familia
: Gnetinaceae
Genus
: Gnetum
Species
: Gnetum gnemon
4.3. Pembahasan
Dilihat dari hasil pengamatan bahwa tumbuhan pakis haji merupakan tumbuhan yang
termasuk classis Cycadinae, dan ordonya Cycadales, serta termasuk dalam familia
Cycadaceae. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan biji primitif, hidup di daerah tropis dan
subtropis. Tumbuhan ini juga merupakan tanaman hias, akarnya bersimbiosis dengan
ganggang biru ( Anabaena ) yang dapat mengikat nitrogen, daunnya tersusun dalam roset
batang, menyirip, atau berbagi menyirip. Strobilus jantan dan betina terdapat di ujung
batang pada pohon yang berbeda ( berumah dua ). Pakis haji bisa di manfaatkan sebagai
obat dan tanaman hias.
Cemara jarum dan cemara lidi merupakan tumbuhan yang berasal dari satu ordo yang
sama dan berbeda familia, kalau Cemara jarum termasuk dalam Araucariaceae dan Cemara
lidi termasuk kedalam familia Pinaceae. Habitusnya berupa pohon,semak atau
perdu,dengan tajuk berbentuk kerucut, penyebarannya luas terutama didaerah
beriklimsedang dan dingin. Rantingnya pendek mirip pasak berdaun dua, berbentuk jarum.
Tumbuhan ini di manfaatkan sebagai sumber bahan kertas, kayu lunak, bahan bangunan,
bahan plastik, pernis, terpentin, damar, dan tinta cetak.
Melinjo merupakan tumbuhan yang termasuk dalam classis Gnetinae. Melinjo
berperawakan pohon yang ramping, berkelamin dua dan selalu hijau, dengan batang yang
lurus sekali, tingginya 5-10 m. Kulit batangnya berwarna kelabu, ditandai oleh gelanggelang menonjol secara nyata. Cabang - cabangnya berbagai ukuran dan letaknya
melingkari batang, terus sampai di pangkal batang. Cabang itu menebal di pangkalnya.
Daun-daunnya berhadapan, berbentuk jorong. Tulang daun sekunder melengkung dan
bersatu di ujungnya. Perbungaannya menyendiri dan keluar dari ketiak daun, juga dari
batang yang telah tua, panjangnya 3-6 cm, dengan bunga-bunganya tersusun dalam bentuk
lingkaran di buku-bukunya. Bunga betina sebanyak 5-8 kuntum pada setiap buku

perbungaan, bentuknya bundar dan melancip ke ujungnya. Buahnya mirip buah geluk,
berbentuk jorong, panjangnya 1-3>5 cm, berembang (apiculate) pendek, berbulu halus,
mula-mula berwarna kuning, kemudian berubah menjadi merah sampai lembayung jika
matang. Bijinya satu butir per buah, berukuran besar dan berkulit tanduk. Biji itu
memerlukan waktu beberapa bulan sampai 1 tahun untuk mulai berkecambah. Munculnya
ranting secara serempak dan pembungaannya berlangsung terus-menerus sepanjang tahun,
tetapi keadaan iklim di sentra-sentra utamanya menyebabkan adanya tingkatan
kesinkronan, yang seringkali menjurus ke terjadinya 2 kali masa panen per tahunnya.
Melinjo banyak di manfaatkan sebagai makanan, seperti cemilan, dan sebagai antioksidan.

BAB V
KESIMPULAN

1.
2.
3.
4.
5.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat di ambil kesimpulan sebagai


berikut:
Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka dan terbagi menjadi 3 classis
yaitu Cycadinae, Ginkgoinae, Coniferae, Gnetinae.
Pakis haji merupakan tumbuhan yang termasuk classis Cycadinae, dan ordonya Cycadales,
serta termasuk dalam familia Cycadaceae.
Cemara jarum dan cemara lidi merupakan tumbuhan yang berasal dari satu ordo yang
sama dan berbeda familia. Habitusnya berupa pohon, dengan tajuk berbentuk kerucut.
Cemara jarum termasuk dalam Araucariaceae dan Cemara lidi termasuk kedalam familia
Pinaceae.
Melinjo merupakan tumbuhan yang termasuk dalam classis Gnetinae, ordonya
Gnetinales, serta familianya Gnetinaceae. Melinjo berperawakan pohon yang ramping,
berkelamin dua dan selalu hijau, dengan batang yang lurus sekali, tingginya 5-10 m. Kulit
batangnya berwarna kelabu, ditandai oleh gelang-gelang menonjol secara nyata. Cabang cabangnya berbagai ukuran dan letaknya melingkari batang, terus sampai di pangkal
batang

DAFTAR PUSTAKA

Lakitan,benyamin. 2011. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : R. grafindo


Istamar . 2004. Biologi . Jakarta : Erlangga

Sutarmi,siti. 1983. Botani Umum. Bandung : Angkasa


Tjitrosoepomo,gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : UGM
Tjitrosoepomo,gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan . Yogyakarta : UGM