Anda di halaman 1dari 25

MODUL 1 : DISFAGIA

KELOMPOK 1
TUTOR : dr. Nur Asikin, SpBK
Muhammad Indra Jodi
Sahlan Abadi
Mirzan Zulyanda
Ilham Ghifari
Yessi Oktavianti
Inez Hanindra Halim
Siti Nur Fauziah
Dita Tifaniadi
Sri Jayanti
Cinthia Yuniar Laksana Putri
Ghina Nurli Aulia

2013730154
2013730095
2013730068
2013730049
2013730122
2013730055
2013730102
2013730029
2013730103
2013730023
2013730043

SKENARIO 1
Seorang laki laki usia 60 th datang ke UGD RS
dengan keluhan muntah setelah makan. Mula-mula rasa
tidak enak di dada dan dirasakan makin lama makin
berat. Belakangan rasa sakit disertai muntah dan
seterusnya setiap kali makan muntah terutama kalau
makan cair. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 tahun

*KATA SULIT

Disfagia
Disfagia adalah sensasi gangguan pasase
(perjalanan makanan) dari mulut ke
lambung. Pasien mengeluh sulit menelan
atau makanan terasa mengganjal di
leher/dada atau makanan terasa tidak
turun ke lambung.

Klasifikasi Disfagia

Patofisiologi Disfagia
Fase Oral

Disfagia

Fase Faringeal

Fase Esofageal

Patomekanisme muntah disertai rasa


sakit ketika makan makanan cair

GERD
Barrets
Esofagus
Ca Esofagus

Alur Diagnosis

ANAMESIS
Identitas pasien
Autoanamnesis/alloanamesis
Nama
: Tn. X
Umur
: 60 tahun
Pekerjaan
:?
Alamat
:?
KELUHAN UTAMA : muntah setelah makan.
Bagaimana bentuk muntahnya?
Sejak kapan keluhan ini dirasakan? sejak 1 tahun
Apakah hilang timbul atau terus menerus muntahnya?
Hal apa yang memperberat dan memperingan muntah?
Apakah saat anda muntah terasa asam/ pahit atau tidak ada rasa?
Apakah anda merasa saat makan ada yang mengganjal/ sesuatu
nyangkut ditenggorokan?

ANAMESIS
Apakah ada gangguan saat menelan? setiap kali makan muntah
terutama kalau makan cair.
Bagaimana posisi anda saat makan, apakah berbaring atau duduk?
KELUHAN TAMBAHAN:
Apakah nafsu makanan anda menurun?
Apakah disertai penurunanan berat badan ?
Apakah disertai nyeri dada? Mula-mula rasa tidak enak di dada dan
dirasakan makin lama makin berat.
Saat kapan dan aktivitas apa yang dapat memperberat dan
memperingan nyeri dada?
Apakah disertai batuk? Batuknya berdahak/berdarah/kering? Batuk
terjadi pada malam/pagi/ siang

ANAMESIS
RPD : Apakah sebelumnya pernah mengalami seperti ini sebelumnya?
RPK : Apakah keluarga mengalami hal yang sama? Siapa? Sejak kapan?
RPsiko :
Bagaimana lingkungan tempat tinggal/lingkungan kerja?
Apakah anda mengkonsumsi makanan yang diolah dirumah atau beli diluar
rumah?
Bagaimana pola makan anda? Jenis makanan apa saja yang anda
konsumsi
Apakah anda mengkonsumsi makanan berlemak?
Apakah anda merokok? Berapa bungkus sehari?
Apakah anda mengkonsumsi minuman yang beralkohol?
Apakah anda merasa stress terhadap pekerjaan/aktivitas anda sehari-hari?

ANAMESIS
R.PENGOBATAN : Apakah pernah diobati sebelumnya?Obat jenis apa?
Bagaimana hasilnya?
R. ALERGI : Apakah anda memiliki riwayat alergi pada serbuk tumbuhan,
debu, dll?

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi:
Pada stadium sedang, lanjut sering terdapat aneka
tingkatan kelemahan, penurunan BB, anemia dan
dehidrasi.
PalpasI:
Pemeriksaan harus ditekankan pada kelenjar
supraklavikular profunda bilateral apakah
membesar
Perkusi: Auskultasi: -

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Menelan barium: penyempitan lumen dengan
gambaran shouldering
Esofagoskopi dan biopsy: Dengan esofagoskopi
dapat dilihat secara langsung besar dan letak
tumor sekaligus dilakukan biopsy untuk
menentukan jenis tumor secara histologis.
Bronkoskopi: menilai invasi ke bronkus dengan
lesi 1/3 bagian atas.
CT Scan: menilai derajat penyebaran jika
pembedahan dipertimbangkan.

Differential Diagnosis
Karsinoma
Esofagus
Laki-laki
60 tahun
Rasa tidak enak di
dada
Muntah setelah
makan makanan
cair
Rasa sakit disertai
muntah

Karsinoma Gaster Karsinoma Laring

DD1 : Karsinoma Esofagus

Definisi

Epidemiologi

Etiologi

Merupakan
tumor yang
sangat agresif
dengan
prognosis yang
buruk.

Penyakit ini terutama


1. Alkohol
ditemukan pada umur 50-70 2. Perokok
tahun, jarang dibawah 50
3. perpindahan
tahun. Laki-laki lebih banyak
dari daerah
daripada perempuan dengan
insiden rendah
perbandingan 3:1. Banyak
ke daerah
ditemukan pada perokok
insiden tinggi
lama dan peminum alkohol
serta pada golongan sosial
ekonomi rendah dengan
defisiensi gizi yang kronis.

Gejala Klinis
1. Gejala
asimtomatik
2. disfagia
progresif yang
berangsurangsur menjadi
berat
3. Gizi buruk
Pemfis
1. Tidak ada tanda
spesifik
2. suara serak
3. pembesaran
kelenjar limfe
4. efusi pleura,
5. ascites,
6. hepatomegali
7. nyeri tulang

DD2 : KarsinomaGaster

Definisi

Epidemiologi

Etiologi

Gejala Klinis

Ca. gaster
merupakan
bentuk
neoplasma
gastrointestinal
yang paling
sering terjadi dan
menyebabkan
sekitar 2,4%
kematian akibat
kanker

Di Asia diperkirakan 140


kasus per 100.000
penduduk per tahun,
Insiden yang lebih tinggi
pada laki-laki daripada
perempuan rasio dari
1.5:2.5

Faktor-faktor :
inflamasi lambung,
anemia pernisiosa,
akhlorhidria ulkus
gastrikum bakteri H.
pylori dan keturunan,
seperti makanan,
alkohol, aklorhidria,
dan merokok

gejala awal seperti


nyeri yang hilang
dengan antasida,
dapat menyerupai
gejala pada pasien
dengan ulkus
benigna.
Gejala penyakit
progesif, meliputi
:Tidak dapat makan,
Anoreksia,
Dispepsia,
Penurunan berat
badan, Konstipasi,
Anemia, Mual serta
muntah

DD3 : Karsinoma Laring

Definisi

Epidemiologi

Etiologi

Tumor ganas
(kanker) laring
merupakan
suatu neoplasma
yang ditandai
dengan sebuah
tumor yang
berasal dari
epitel struktur
laring

Di Amerika Serikat pada


tahun 1973 1976
dilaporkan 8,5 kasus
karsinoma laring per
100.000 penduduk lakilaki dan 1.3 kasus
karsinoma laring per
100.000 penduduk
perempuan.

Rokok
Alkohol
Sinar radio aktif
Polusi udara
Radiasi leher
Asbestosis
Debu

Gejala Klinis
Suara serak dan
disfagia
Sesak Nafas dan
Nyeri di
tenggorokan
Batuk dan
Hemoptisis
Pembengkakan
leher dan nyeri
tekan laring
Nyeri alih telinga
ipsilateral,
halitosis,
penurunan berat
badan

Tatalaksana

Tatalaksana pada kasus


Karsinoma esofagus

Reseksi esofagus
masih merupakan
pilihan utama
penanganan
karsinoma esofagus.
obat-obatan
(kemoterapi)

DISFAGIA
a. Modifikasi diet
Merupakan komponen kunci dalam program
pengobatan umum disfagia. Suatu diet
makanan yang berupa bubur
direkomendasikan pada pasien dengan
kesulitan pada fase oral, atau bagi mereka
yang memiliki retensi faringeal untuk
mengunyah makanan padat. Jika fungsi
menelan sudah membaik, diet dapat diubah
menjadi makanan lunak atau semi-padat
sampai konsistensi normal.

b. Suplai Nutrisi
Efek disfagia pada status gizi pasien adalah buruk. Disfagia
dapat menyebabkan malnutrisi. Banyak produk komersial
yang tersedia untuk memberikan bantuan nutrisi. Bahanbahan pengental, minuman yang diperkuat, bubur instan
yang diperkuat, suplemen cair oral. Jika asupan nutrisi oral
tidak adekuat, pikirkan pemberian parenteral.
c. Hidrasi Disfagia dapat menyebabkan dehidrasi.
Pemeriksaan berkala keadaan hidrasi pasien sangat penting
dan cairan intravena diberikan jika terapat dehidrasi.