Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KEUANGAN

UPTD PUSKESMAS KUTAWIS


TAHUN 2013

PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA

UPTD PUSKESMAS KUTAWIS


TAHUN 2013

LAPORAN
: PERATURAN DAERAH KAB. PURBALINGGA
TAHUN 2013
NOMOR :
TANGGAL:

PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA


LAPORAN KEUANGAN
UPTD PUSKESMAS KUTAWIS TAHUN 2013

LAPORAN REALISASI ANGGARANTAHUN 2013


NERACA PER 31 DESEMBER 2013
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2013

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ...........................................................................................

1) Pernyataan Tanggung Jawab ..

ii

2) LRA dan NERACA

iii

BAB .I . PENDAHULUAN .

A. Pengatar .

B. Maksud dan Tujuan

C. Landasan Hukum

D. Sisatimatika

BAB.II. GAMBARAN UMUM

B. Pemanfaatan Tata Guna Tanah

C. Sumber Daya Manusia

D. Keadaan Penduduk

E. Pengelolaan Keuangan SKPD

F. Kebijakan

11

A. Keadaan Geografis

BAB.III. IKHTISAR REALISASI PECAPAIAN KINERJA KEUANGAN


SKPD

13

A. IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN SKPD .

13

B. HAMBATAN DAN KENDALA DALAM PENCAPAIAN


TARGET ....
BAB.III. KEBIJAKAN AKUTANSI

..

13
15

A. Basis Akutansi yang digunakan dalam penyususnan laporan


keuangan ..

15

B. Pengakuan dan Pengukuran atas Pos-pos Neraca dan


Laporan Realisasi Anggaran

15

BAB.IV. PENJELASAN POS-POS REALISASI ANGGARAN DAN


NERACA..

16

A. Penjelasan pos-pos Laporan Realisasi Anggaran ..

17

B. Penjelasan pos-pos Neraca ..

18

BAB. V. KESIMPULAN DAN SARAN

23

A. Kesimpulan .

23

B. Saran

23

BAB. VI. PENUTUP


LAMPIRAN-LAMPIRAN

24

PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA

DINAS KESEHATAN

UPTD PUSKESMAS KUTAWIS


Jln Raya Kutawis ,Bukateja Kode Pos 53382 Telp. 02817639694

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB


Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Purbalingga UPTD Puskesmas
Kutawis yang terdiri atas

1. Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2013


2. Neraca Tahun 2013
3. Catatan atas Laporan Keuangan Tahun 2013
Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud dan terlampir bersama pernyataan ini adalah
tanggung jawab kami.
Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian
intern yang memadai dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran,
posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan secara layak sesuai dengan Standar
Akuntansi Pemerintahan.
Kutawis,

28 Februari 2014

KEPALA UPTD PUSKESMAS KUTAWIS

dr.INDIYANTO TJANDRA
NIP. 19630120 198901 1 001.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Pengantar
Seiring dengan pengelolaan keuangan daerah dimasing-masing Satuan Kerja Perangkat
Daerah ( SKPD ) yang mana Puskesmas diberi kewenangan untuk mengelola keuangan sendiri
yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang diterima sejalan dengan
dikeluarkannya Undang-Undang Nomor32 Tahun 2004Pemerintahan Daerah dan UndangUndang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Daerah yang merupakan revisi Undang-Undang Nomor 22 dan 25 Tahun 1999 yang mengatur
tentang Otonomi daerahdandesentralisasi fiskal.Terbitnya Undang-Undang dibidang otonomi
daerah tersebut berdampak pada terjadinya pelimpahan kewenangan yang semakin luas pada
pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan fungsi
pemerintah daerah.
Sejalan dengan adanya perubahan Undang-Undang otonomi daerah tentunya membawa
konsekuensi kepada perubahan dalam pengelolaan fiskal kepada pemerintah daerah. Perubahan
ini diharapkan pemerintah daerah lebih mampu melaksanakan pembangunan disegala bidang ,
terutama untuk pembangunan sarana dan prasarana publik ( public services ) Pembangunan
tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara mandiri oleh pemerintah daerah baik dari sisi
perencanaan, pelaksanaan maupun pembiayaan.
Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 mengharuskan agar keuangan
daerah dikelola dalam rangka Sistim Pengelolaan Keuangan Daerah ( SPKD ) dan penyusunan
serta

penyajian laporan pertanggungjawabannya didasarkan pada Standar Akuntasni

Pemerintah ( SAP ) Untuk mendukung Pelaksanaan SPKD dan SAP maka Pemerintah Daerah
dituntut menyelenggarakan Sistim Informasi Keuangan Daerah ( SIKD ) yang memberikan
akses bagi masyarakat luas untuk memperoleh informasi keuangan daerah . Kedua sistim
tersebut menjadi sangat penting dalam rangka penerapan prinsip-prinsip akuntabilitas dan
transparansi , sebagai bentuk implementasi konsep goodgovermance dalam pengelolaan
keuangan daerah .
Kemudian

untuk

melaksanakan

pengelolaan

keuangan

daerah,khusuisnya

penyelenggaraan akuntansi dan sistim informasi keuangan daerah, sesuai ketentuan undangundang dimaksud , maka ditetapkan peraturan pelaksanaan yang antara lain :
1. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntasi Pemerintahan yang
merupakan derivasi yang mengatur lebih lanjut ketentuan pasal 32 ayat ( 2 ) UndangUndang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Dearah.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Dearah ,
Peraturan Pemerintah ini merupakan derivasi yang mengatur lebih lanjut ketentuan Pasal
182 dan 194nUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 serta Pasal 69 dan 86 Undang-Undang
Nomor 33 Tahun 2004.

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 59 Tahun 2007, sebagai aturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun
2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri ini telah
secara lengkap mengatur tentang pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan daerah,
yang terdiri dari atas
:
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Neraca
3. Catatan Atas Laporan Keuangan
Dimana secara garis besar Laporan Realisasi Anggaran , Neraca , dan Catatan Atas Laporan
Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah Puskesmas Kutawis dalam satu periode pelaporan ,
yang dapat dijabarkan sebagai berikut
1. Laporan Realisasi Anggaran ( LRA ) meliputi :
a. Pendapatan
b. Belanja
Surplus / Defisit
2. Neraca, meliputi

Rp. 332.726.000,Rp.1.527.467.099,Rp.1.194.741.099,-

a.Jumlah aset

Rp.1.322.253.822,-

b.Jumlah kewajiban

Rp.

c.Jumlah Ekuitas Dana

Rp.1.322.253.822,-

3. Catatan atas Laporan Keuangan ( CaLK )


Catatan atas laporan Keuangan ( CaLK ) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau
analisis atas nilai status pos yang disajikan dalam LRA dan Neraca dengan penyajian secara
sistimatis dan mempunyai referensi silang dengan informasi terkait dalam LRA dan Neraca
tersebut, Oleh karena itu, agar dapat digunakan oleh pemakai dalam memahami dan
membandingkan dengan laporan keuangan, maka CaLK disajikan dengan susunan yang
meliputi :
a. Informasi tentang kebijakan fiscal/keuangan, pencapaian target sesuai Perda, serta
kendala dan hambatan yang dihadapi dalam mencapai target
b.

Pengungkapan Informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan
dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja serta rekonsiliasinya dengan
penerapan basis kas.

c.

Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan
dalam lembar muka laporan keuangan .

d.

Daftar dan Skedul


Kemudian untuk memenuhi stndar dan kualitas laporan keuangan sesuai dengan

Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Stndar Akutansi Pemerintahan ( SAP )
, maka Laporan Keuangan UPTD Puskesmas Kutawis tahun 2013 kami sajikan.

2
Catatan atas Laporan Keuangan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kesatuan
Laporan Keuangan lainnya yang terdiri dari Neraca dan laporan Realisasi Anggaran sebagai

bentuk pertanggungjawaban Pengguna Anggaran , yang dalam hal ini Kepala UPTD
Puskesmas Kutawis.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud :
Maksud disusunnya Laporan Keuangan UPTD Puskesmas Kutawis Tahun Anggaran
2013, adalah untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan
seluruh transaksi yang dilakukan oleh SKPD Puskesmas Kutawis selama Tahun Anggaran
2013
Tujuan :
Adapun tujuannya adalah menyajikan Informasi

yang

bermanfaat bagi para

pengguna dalam menilai akuntabelitas dan membuat keputusan, baik keputusan ekonomi,
sosisal maupun politik.
1.3.Landasan Hukum
Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan UPTD Puskesmas Kutawis Tahun
Anggaran 2013 adalah :
1. Undang-Undang Nomor 13 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten
dalam lingkungan Provinsi Jawa Tengah.
2. Undang - Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara ( Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara RI
Nomor 4286 )
3. Uandang Undang Nomor 1 Tahun 2004

tentang

Perbendaharaan

Negara

( Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 5 , Tambahan Lembaran


Negara RI Nomor 4355
4. Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

( Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara RI
Nomor 4437) ;

sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-

Undang Nomor 12 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undng-Undang Nomor
32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 )
5. Undang-Undang Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan ( Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137 ,Tambahan Lembaran Negara
republic Indonesia Nomor 4575 ) ;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Keuangan Badan
layanan Umum ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503 );
7. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Stndar Akuntansi Pemerintahan;
3
8. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan
Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138 tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576 )

9.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah


( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lermbaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578 );

10.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman


Pengelolaan Keuangan Daerah

11.Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 10 Tahun 2006 tentang


Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.( Lembaran Daerah Kabupaten
Purbalingga Nomor 10 Tahun 2006 tanggal 30 Desember 2006 )
12. Peraturan Bupati Purbalingga Nomor : 61 Tahun 2012 tentang Pedoman
Pelaksanaan Penatausahaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2013.
1.4. Sistimatika Penyusunan Laporan Keuangan
Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) Puskesmas
Kutawis Pemerintah Kabupaten Purbalingga tahun 2013 dengan menggunakan sistimatika
sebagai berikut :
Bab I

Pendahuluan.
Dalam Bab ini memuat pengantar yang berupa Ketentuan umum yang terkait
dengan mekanisme Pengelolaan Keuangan SKPD, Maksud dan Tujuan serta
Sistimatika penyusunan Buku Catatan Laporan Keuangan UPTD Puskesmas
Kutawis

Bab II

Gambaran Umum
Memuat Informasi umum wilayah Kerja Puskesmas
Bukateja

Kutawis Kecamatan

Kabupaten Purbalingga yang meliputi Geografis, Penempatan Tata

Guna Tanah ,Sumber Daya Manusia, Pengelolaan Keuangan UPTD Puskesmas


Kutawis.
Bab III

Ikhtisar Realisasi pencapaian target Kinerja APBD


A. Ikhtisar Realisasi pencapaian target kinerja SKPD
B. Hambatan dan kendala dalam pencapaian target yang telah ditetapkan

Bab. IV

Kebijakan Akuntansi
Kebijakan Akuntansi memuat :
A. Basis Akuntansi yang digunakan dalam Penyusunan laporan
Keuangan UPTD Puskesmas Kutawis Kecamatan Bukateja Kabupaten
Purbalingga
B. Pengakuan dan Pengukuran atas pos - pos Neraca dan Lapora
Keuangan,Realisasi,Anggara
4

Bab V Penjelasan Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca


A. Penjelasan Pos Laporan Realisasi Anggaran
B. Penjelasan Pos Neraca

Bab V I

Kesimpulan dan Saran


A. Kesimpulan
B. Saran

Bab VII

Penutup
Lampiran-lampiran

BAB II
GAMBARAN UMUM UPTD PUSKESMAS KUTAWIS

1. KEADAAN GEOGRAFIS
UPTD Puskesmas Kutawis masuk dalam wilayah Kecamatan Bukateja Kabupaten
Purbalingga bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara , Jarak UPTD
Puskesmas Kutawis

ke Kantor Kecamatan + 5 km , sedangkan jarak Ke Pusat

Pemerintahan Kabupaten Purbalingga + 18 km. Batas batas


Puskesmas Kutawis

administratife

UPTD

Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga adalah

1. Sebelah Timur

: Kabupaten Banjarnegara

2. Sebelah Selatan

: Kabupaten Banjarnegara

3. Sebelah Barat

: Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja

4. Sebelah Utara

: Kecamatan Kejobong

Luas wilayah UPTD Puskesmas Kutawis adalah 1,981,9 km yang terdiri dari 7 Desa , 30
Kadus, 45 RW , 160 RT . dan dapat dilihat dari rincian luas wilayah perdesa sebagai
berikut :
No

DESA

LUAS WILAYAH

Prosentase ( % )
22.05

Kutawis

km
437,10

Kebutuh

325,02

16.39

Penaruban

123,00

6.20

Cipawon

283,81

14.32

Karangcengis

366,73

18.50

Karanggedang

288,86

14.54

Karangnangka

157,87

7.96

1,982,39

100.00

JUMLAH

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa desa diwilayah UPTD Puskesmas Kutawis
terluas adalah Desa Kutawis yaitu 437,10km atau 22,05 % dari luas seluruh wilayah
UPTD Puskesmas Kutawis, sedang desa yang luasnya paling sedikit adalah Desa Penaruban
yaitu 123,00 km atau 6,20 % dari luas seluruh wilayah UPTD Puskesmas Kutawis.
UPTD Puskesmas Kutawis merupakan wilayah kerja dengan medan yang datar
sehingga mudah dijangkau dengan alat transportasi seperti kendaraan roda dua maupun
kendaraan roda empat.
6

2. PEMANFAATAN TATA GUNA TANAH


Luas wilayah UPTD Puskesmas Kutawis dirinci menurut penggunaan tanah tahun 2013
sebagai berikut
No

Desa

:
Tanah

Tanah

Jumlah

36.740
52.710
28.900
48.890
49.980
78.800
16.010

Kering
400.360
272.310
94.100
234.920
316.750
210.060
141.863

437.10
325.02
123.00
283.81
366.73
288.86
157.87

312.030

1.670.363

1.982.39

Sawah

1
2
3
4
5
6
7

Kutawis
Kebutuh
Penaruban
Cipawon
Karangcengis
Karanggedang
Karangnangka
JUMLAH

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa penggunaan tanah di wilayah UPTD
Puskesmas Kutawis yang paling luas adalah sebagai tanah sawah yaitu 1.670.363 Ha atau
84,26 % dari jumlah luas seluruh wilayah UPTD Puskesmas Kutawis.
3. SUMBER DAYA MANUSIA
UPTD Puskesmas Kutawis adalah merupakan Puskesmas ke 2 diwilayah Kecamatan
Bukateja Kabupaten Purbalingga yang dipimpin oleh seorang dokter yaitu : dr.Indiyanto
Tjandra.Untuk mengelola UPTD Puskesmas Kutawis sampai dengan tahun 2013 dibantu
oleh 2 ( dua ) Puskesmas Pembantu dan 6 ( enam ) Poliklinik Kesehatan Desa ( PKD ) ,
UPTD Puskesmas Kutawis mempunyai Pegawai sebanyak

31 orang terdiri dari PNS

sebanyak 24 orang, PTT 1 orang , serta 6 orang tenaga Honorer / Wiyata Bhakti, dengan
rincian menurut golongan adalah sebagai berikut :
1. Golongan

IV

orang

2. Golongan

III

: 14

orang

3. Golongan

II

orang

4. PTT

orang

5. Honorer / Wiyata Bhakti

orang

: 31

orang

Jumlah

N
O
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Rekapitulasi PNS UPTD Puskesmas Kutawis


Dirinci menurut Tingkat Pendidikan
JUMLAH
PROSENTASE ( % )
TINGKAT
PENDIDIKAN
2012
2013
2012
2013
SD
0
0
0
0
SLTP
0
0
0
0
SLTA
15
13
57,69
54,16
DIPLOMA I
0
0
0
0
DIPLOMA II
0
0
0
0
DIPLOMA III
9
9
34,61
37,5
DIPLOMA IV
0
0
0
0
S-1
2
2
7,69
8,33
S-2
0
0
0
0
JUMLAH
26
24
100,0
100,0
7

4. KEADAAN PENDUDUK
Dari sisi Kependudukan , jumlah penduduk wilayah UPTD Puskesmas Kutawis
menurut data Profil Puskesmas tahun 2013 adalah 31.071 orang terdiri dari Laki-laki

15.539

orang dan perempuan 15.532orang, dengan demikian rasio jenis kelamin antara

laki-laki dan perempuan adalah 101,05.


Komposisi Penduduk wilayah UPTD Puskesmas Kutawis menurut Desa dan Jenis kelamin
tahun 2013 sebagai berikut

Kutawis

3.020

19,4

PERE
M
PUAN
3.105

Kebutuh

1.790

11,8

1.858

12,2

3.648

94,34

Penaruban

805

5,2

852

5,4

1.657

103,46

Cipawon

2.828

18,2

2.821

18,4

5.649

98,67

Karangcengis

2.815

18,1

2.898

18,5

5.713

96,95

Karanggedang

2.874

18,5

2.714

17,4

5.588

106,01

Karangnangka

1.337

1.341

8,1

2.678

108,84

JUMLAH

15.469

8,6
100,
1

15.589

99,8

31.058

100,05

N
O

DESA

LAKILAKI

19,8

JML
PENDUDU
K
6.125

RASIO
JENIS
KELAMIN
97,96

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa prosentase perempuan di


wilayah UPTD Puskesmas Kutawis lebih rendah yaitu 99,8 % dibanding laki-laki yaitu
100,1 % ,Prosentase laki-laki tertinggi adalah Desa Kutawis mencapai 19,4 % dan terendah
adalah Desa Penartuban5,5 % Prosentase Perempuan tertinggi adalah Desa Kutawis
mencapai 19,8 % dan prosentase perempuan terendah adalah Desa Penaruban mencapai
5,4 %.
Adapun untuk mengetahui tingkat kepadatan penduduk menurut Desa di wilayah
UPTD Puskesmas Kutawis adalah sebagai berikut

No
1
2
3
4
5
6
7

Desa
Kutawis
Kebutuh
Penaruban
Cipawon
Karangcengis
Karanggedang
Karangnangka
JUMLAH

Luas
Wilayah
( Km )
437,10
325,02
123,00
283,81
366,73
288,36
157,87
1.982.39

Jumlah
Penduduk
6.125
3.648
1.657
5.649
5.713
5.588
2.678
31.058

:
Kepadatan
Penduduk
( Jiwa/Km )
1,401
1,122
1,347
1,990
1,557
1,937
1,696
1,566

Sebaran
Penduduk
%
22,87
30,75
81,29
35,22
27,25
34,66
63,33
5,04

8
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa angka kepadatan penduduk di wilayah
UPTD Puskesmas Kutawis adalah 1,566 jiwa/km dan angka kepadatan penduduk desa
yang tertinggi adalah Desa Cipawon yakni sebanyak 1,990 jiwa/km , sedangkan angka
kepadatan penduduk terendah adalah Desa Kebutuh yakni sebanyak 1,122 jiwa/km.
5.PENGELOLAAN KEUANGAN SKPD.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2013


ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 24 Tahun 2010

Lembaran

Daerah

Kabupaten Purbalingga Nomor 24 Tahun 2010 ) sebagaimana telah diubah dengan


Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 56 Tahun 2010 terdiri dari :
Pendapatan

: Rp. 354.548.000,-

Belanja

: Rp.1.541.854.000,-

Defisit

: Rp.1.187.306.000,-

Adapun Realisasi adalah sebagai berikut

Pendapatan

: Rp.

332.726.000,-

Belanja

: Rp. 1.527.467.099,-

Defisit

: Rp. 1.194.741.099,-

Dari realisasi APBD UPTD Puskesmas Kutawis Kabupaten Purbalingga untuk membiayai
berbagai kegiatan dan peningkatan sarana prasarana diUPTD Puskesmas Kutawis .
Komponen belanja terbesar digunakan untuk membiayai pegawai, sedangkan dari sisi
penerimaan selama ini dana perimbangan khususnya DAU sangat dominan dalamstruktur
keuangan Kabupaten Pubalingga.
Dengan adanya peningkatan potensi sumber pendapatan yang dimiliki SKPD baik
sumberdaya alam maupun sumberdaya ekonomi lainnya menyebabkan potensi penerimaan
UPTD Puskesmas Kutawis khususnya yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah ( PAD )
yang berupa Retribusi Pelayanan Kesehatan menunjukan adanya peningkatan. Sementara itu
dana dari Pemerintah Kabupaten hampir sudah tidak ada hal ini menunjukan belum adanya
keseimbangan dengan besarnya tanggung jawab. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
diperlukan upaya-upaya peningkatan pendapatan Puskesmas dan efisiensi serta efektifitas
pengelolaan keuangan UPTD Puskesmas Kutawis dengan memaksimalkan peran
sumberdaya manuasia yang dimiliki oleh UPTD Puskesmas Kutawis.
Sebagai gambaran struktur keuangan UPTD Puskesmas Kutawis pada satu tahun
terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel Perkembangan Pendapatan UPTD Puskesmas Kutawis


Berdasarkan Sumbernya Tahun 2013
No

Sumber Pendapatan

1
2

Pendaftaran
Rawat Jalan Umum

Rawat Jalan Anak Sekolah

Target Pendapatan
( Rp )
2.463.000
103.080.000
1.250.000

Realisasi
Pendapatan
( Rp )
%
3.111.500 126,3
91.391.500
88,6
657.000

52,5

Rawat Jalan Jamkesmas

151.000.000

157.586.500

104,3

Kapitasi ASKES PNS

9.600.000

12.090.000

125,9

Kapitasi JAMKESDA

18.700.000

18.700.000

100,0

Kiur Calon Penganten

3.500.000

3.988.000

113,9

Tindakan Imunisasi Calon Penganten

3.500.000

4.020.000

114,8

Tindakan Tes Kehamilan

2.625.000

2.475.000

94,2

10

Kiur Kesehatan

2.500.000

2.605.000

104,2

11

Retribusi Tindakan Umum Ringan

1.080.000

682.000

63,1

12

Retribusi Tindakan Suntik KB


Retribusi Tindakan KB Inplant dan
IUD.

2.250.000

649.000

28,8

2.250.000

45.000

2,0

18.000.000

12.939.000

71,8

8.750.000

8.325.000

95,1

24.000.000

13.460.000

56,0

354.548.000

332.726.000

93,8

13
14

Retribusi tindakan laboratorium

15

Retribusi tindakan gigi

16

Retribusi tindakan Jampersal

Tabel Perkembangan Belanja UPTD Puskesmas Kutawis


Berdasarkan Kelompok Tahun 2013
No

Kelompok Belanja

Belanja Tidak Langsung


Belanja Pegawai
Gaji dan Tunjangan
Tambahan PenghasilanPNS
Belanja Langsung
Belanja Pegawai
Honorarium PNS
Honorarium Non PNS
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Bahan Pakai Habis
Belanja Bahan / Material
Belanja Jasa Kantor
Belanja Perawatan Kendaraan bermotor
Belanja Cetak & Penggandaan
Belanja Makan dan Minum
Belanja Pakaian Batik Tradisional
Belanja Perjalanan Dinas
Belanja Pemeliharaan
Belanja Barang yg diserahkan pada masy.
Belanja Modal
Jumlah

1
2
II
A
1
2
B
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
C

Target Belanja
( Rp )
%
1.127.786.000
1.127.786.000
1.084.986.000
42.800.000
414.068.000
34.985.000
3.585.000
29.900.000
249.300.000
10.182.000
47.159.000
211.920.000
9.560.000
1.405.000
1.450.000
5.200.000
5.000.000
15.535.000
18.750.000
52.922.000
1.541.854.000

Realisasi Belanja
( Rp )
%
1.128.568.691 100,1
1.128.568.691 100,1
1.086.618.691 100.2
41.950.000
98.0
398.808.408
97,6
34.985.000
96,8
3.585.000
100
29.900.000
100
312.951.408
97,6
10.071.300
92,7
47.099.266
99,0
203.979.447
99,3
9.322.395
78,0
1.405.000
55,7
217.500
53,5
5.200.000 100,0
5.000.000
99,2
12.956.500
99,8
17.700.000
94,4
50.872.000 96,01
1.527.467.099 99,07

10
6. KEBIJAKAN
1. Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2013.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, UndangUandang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah serta Undang -Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang

Keuangan

Negara, dinyatakan bahwa Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah wujud pengelolaan


keuangan daerah yang setiap tahun ditetapkan dengan peraturan daerah yang terdiri dari unsur

pendapatan , belanja dan pembiayaan.Selanjutnya dengan berpedoman pada Peraturan


Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah , APBD disusun
berdasarkan pada pendekatan kinerja yang merupakan suatu sistem anggaran yang
mengutamakan upaya pencapaian kinerja , mencakup keluaran,hasil,manfaat dan dampaknya
dari masukan yang tersedia. Dengan sistem ini maka perencanaan anggaran lebih didasarkan
pada prestasi kerja yang akan dicapai.
Dengan demikian maka kebijakan Umum APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2013
meliputi

1 ). Pendapatan.
Kebijakan

Umum

dibidang

Pendapatan

difokuskan

pada

upaya

peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) melalui penggalian sumber- sumber


pendapatan, baik dengan cara intensifikasi maupun ekstensifikasi , namun tetap
berpedoman pada azas pemerataan dan keadilan tanpa harus membebani masyarakat
selaku obyek pungut.
Untuk dapat mewujudkannya maka kebijakan yang ditempuh adalah dengan cara :
a) Memperbaharui Dasar Hukum tentang pajak daerah dan retribusi daerah;
b) Meningkatkan akurasi perencanaan dan realisasi pendapatan retribusi pelayanan
kesehatan;
c) Meningkatkan tertib administrasi pendapatan Puskesmas dan mewujudkan sistem
informasi pendapatan Puskesmas ;
d) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan ijin kepada PNS
di Puskesmas Kutawis untuk mengikuti jenjang pendidikan dan pelatihan yang
professional .
e) Meningkatkan pemeliharaan kondisi fisik, sarana dan prasarana Puskesmas;
f)Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat;
2 ) Belanja
Kebijakan pengelolaan anggaran dilaksanakan secara efektif dan efisien serta
dibarengi dengan transparasi dan akuntabelitas. Pengelolaan
Anggaran harus dilaksanakan dengan meningkatkan fungsi - fungsi yang meliputi
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Hal ini sangat penting mengingat in
efisiensi dan in efektifitas anggaran bisa setiap saat, mulai dari penyusunan anggaran
sampai dengan pelaksanaannya.
11
Menyikapi kondisi yang demikian maka kebijakan belanja tahun 2013 diarahkan
pada upaya efisiensi dan efektifitas anggaran dengan cara seleksi dan pilihanyang
tepat

terhadap

kegiatan

yang dilaksanakan dengan

mendasarkan pada urgensi,

kemanfaatan dan dampak serta keterkaitan antara program dan bidang bidang
kegiatan.
Dengan demikian kebijakan umum Belanja UPTD

Puskesmas Kutawis tahun

Anggaran 2013 diarahkan untuk :


a) Menyediakan dana yang cukup untuk belanja pegawai dan non pegawai;

b) Menjamin keutuhan dan terpeliharanya fasilitas , sarana dan prasarana UPTD


Puskesmas Kutawis
c) Menjamin tersedianya dana yang cukup untuk menunjang kelancaran
pelaksanaan kegaiatan dan pelayanan kepada masyarakat.

12

BAB III
IKHTISAR REALISASI PENCAPAIAN TARGET KINERJA KEUANGAN SKPD
1. IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN SKPD
Secara keseluruhan

kinerja keuangan UPTD Puskesmas Kutawis Kecamatan

Bukateja Kabupaten Purbalingga Tahun 2013 menunjukan peningkatan bila dibandingkan


dengan tahun Anggaran 2012

Realisasi Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) dari Retribusi Pelayanan Kesehatan di


UPTD Puskesmas Kutawis secara keseluruhan mencapai Rp. 332.726.000,- Dengan
demikian terjadi penurunan sebesar

Rp.21.822.000-dari target Pendapatan sebesar

Rp.354.548.000,-atau 93,85 % bila dibandingkan dengan Realisasi Pendapatan Daerah


Tahun 2012 yang mencapai Rp.284.259.000,- atau 96,68 % dari target yang ditetapkan
yaitu sebesar Rp.294.016.000,- sedangkan Realisasi belanja tahun 2013 mencapai Rp.
1.527.467.099 dari Anggaran Belanja sebesar Rp.1.541.854.000,- baik belanja tidak
langsung maupun belanja langsung .

Belanja tidak langsung berupa Gaji Pegawai

Negeri Sipil serta Tambahan Penghasilan berdasarkan beban kerja mencapai Rp.
1.128.658.691,- dan belanja langsung meliputiBelanja Pegawai Rp. 34.985.000,-, dan
Belanja Barang dan Jasa sebesar

Rp.312.951.408,-yang terdiri dari : Belanja Bahan Habis

PakaiRp.10.071.300,- , Belanja bahan material Rp. 51.599.266,- , Belanja jasa kantor


Rp.203.979.447,- Belanja cetak dan penggandaan Rp. 1.405.000,- Belanja makan dan
minum rapat Rp.217.500,-

Belanja

Perjalanan Dinas Rp. 5.000.000,- , Belanja Modal

Rp.50,872,000,- sehingga secara keseluruhan mencapai 99.07 % dari Anggaran yang telah
tertuang

dalam

DPA/DPPA UPTD

Puskesmas

Kutawis

tahun

2013

sebesar

Rp.1.541.854.000,2. HAMBATAN DAN KENDALA DALAM PENCAPAIAN TARGET


Hambatan dan kendala dalam pencapaian target sebagai berikut :
1. Target Pendapatan
Dari hasil pencapaian realisasi pendapatan yang mencapai Rp.332.726.000,-dari target
sebesar Rp. 354.548.000,- atau 93,85 % masih mengalami hambatan atau kendala hal ini
disebabkan karena :
a. Pendapatan Puskesmas menggunakan prediksi yang belum pasti yaitu jumlah
kunjungan pasien umum , Jamkesmas,Jamkesda Maskin dan Jamkesda
b. Ada pendapatan yang disetorkan pada bulan Januari 2013 yaitu dana jamkesmas
dan dana Jamkesda Maskin bulan Desember belum turun sehingga belum dapat
disetorkan sehingga mengurangi target pendapatan tahun 2012 , karena masuk
pendapatan tahun 2013 .

13

2. Target Belanja
Dari hasil realisasi belanja yang hanya mencapai 99,07 % berarti masih ada sisa dana
yang sudah terpasang di DPA-SKPD tidak bisa terserap hal ini disebabkan antara lain :
i. Penganggaran yang terlalu besar pada Pos kegiatan yang sebetulnya
memerlukan anggaran sedikit
ii. Dalam menyusun anggaran masih menggunakan asumsi penggunaan dana
yang belum pasti.

iii. Dalam pembelajaan terpancang Uang Persediaan ( UP ) yang kami terima dan
besarnya item .
iv. Pendapatan yang terlambat disetorkan yaitu dari Dana Jamkesmas yang
terlambat turun.

14

BAB IV
KEBIJAKAN AKUNTANSI
A. Basis Akuntansi yang digunakan dalam Penyusunan Laporan Keuangan
Basis Akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah adala basis kas untuk
pengakuan pendapatan , belanja dan pembiayaan dalam laporan Realisasi Anggaran , dan basis
akrual untuk pengakuan asset, kewajiban dan ekuitas

dalam neraca.

Basis Kas untuk Laporan Realisasi , berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas
diterima di Rekening Kas Umum Daerah atau oleh entitas pelaporan, dan belanja diakuai pada
saat kas dikeluarkan seri Rekening Kas Umum Daerah atau entitas pelaporan. Entitas pelaporan
tidak menggunakan istilah laba. Penentuan sisa pembiayaan anggaran baik lebih maupun kurang
untuk setiap periode tergantung pada selisih realisasi penerimaan dan pengeluaran.
Basis akrual untuk neraca berarti bahwa aset, kewajiban dan ekuitas dana diakui dan dicatat
pada saat terjadinya

transaksi , atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh

pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
B. Pengakuan dan Pengukuran atas Pos-pos Neraca dan Laporan Realisasi
Anggaran
Dengan mendasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Stndar
Akuntansi pemerintahan maka kebijakan akuntansi yang ditempuh adalah sebagai berikut

a. Pengakuan Pendapatan dan Belanja.


Pendapatan diakui pada saat diterima pada Kas Daerah , dan belanja diakui padasaat
dikeluarkan dari Kas Daerah dan telah dipertanggungjawabkan . Semua belanja harus
tercantum dalam anggaran dan tidak ada kompensasi antara pendapatan dengan belanja/
pengeluaran.
b. Koreksi Kesalahan
1. Koreksi kesalahan yang tidak berulang yang terjadi pada periode periode sebelumnya
dan mempengaruhi posisi kas, apabila laporan keuangan periode tersebut
diterbitkan ,

belum

dilakukan dengan pembetulan pada akun pendapatan atau akun belanja

dari periode yang bersangkutan.


2. Koreksi kesalahan atas pengeluaran belanja ( sehingga mengakibatkan penerimaan
kembali belanja ) yang tidak berulang yang terjadi pada periode- periode sebelumnya
dan mempengaruhi secara material posisi aset selain kas,

apabila laporan keuangan

periode tersebut sudah diterbitkan ( dengan PERDA) dilakukan dengan pembetulan pada
akun pendapatan lain-lain ,akun aset serta akun ekuitas dana terkait.
3. Kondisi Kesalahan atas penerimaan pendapatan yang tidak berulang yang terjadi pada
periode sebelumnya dan mempengaruhi posisi kas , apabila laporan keuangan periode
tersebut sudah diterbitkan , dilakukan dengan pembetulan pada akun ekuitas dana lancar.
15
BAB V
PENJELASAN POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN DAN NERACA
1. PENJELASAN POS-POS REALISASI ANGGARAN
Angaran pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Purbalingga
ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 41 tahun 2005 , sebagimana telah diubah
dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 09 Tahun 2006 , Secara gars besar

jumlah anggaran pendapatan dan belanja UPTD Puskesmas Kutawis Kabupaten


Purbalingga Tahun 2013 serta realisasinya adalah sebagai berikut

NO
1
2
3
4

ANGGARAN
( Rp )
354.548.000
1.541.854.000
1.187.306,000
-

URAIAN
Pendapatan
Belanja
Surplus / dfisit
Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan
Jumlah Pembiayaan

REALISASI
( Rp )
332.726.000
1.527.466.599
1.194.740.599
-

%
93,85
99.07
100,63
-

Dari data tersebut diatas menunjukan bahwa pelaksanaan APBD UPTD


Puskesmas Kutawis Tahun Anggaran 2013 masih ada kendala dengan adanya keterlambatan
pencairan dana Jamkesmas sehingga

mempengaruhi pendapatan tahun 2013, yang

semestinya dana tersebut disetorkan pada bulan Desember 2013 pada kenyataannya harus
disetor pada bulan Januari 2014 sehingga masuk pendapatan tahun 2014.Hal tersebut
tampak dengan adanya realisasi pendapatan yang tidak memenuhi target yang hanya
mencapai

Rp.332.726.000,-atau

93,85 %

dari target pendapatan sebesar Rp.

354.548.000,- Disamping itu jumlah realisasi belanja dalah sebesar Rp.1.527,467.099,atau 99,07 % baik untuk belanja langsung maupun belanja tidak langsung.

1. PENDAPATAN

Realisasi 2013

Realisasi 2012

Rp.332.726.000

Rp.284.259.000

Realisasi Pendapatan UPTD Puskesmas Kutawis Kabupaten Purbalingga Tahun


2013 secara keseluruhan tidak bisa memenuhi target yang telah ditetapkan,hal tersebut
disebabkan antara lain karena ada sebagian pendapatan yang disetorkan pada bulan Januari
2014 padahal itu merupakan pendapatan tahun 2013.
16
Dibanding dengan pendapatan tahun 2012mengalami kenaikan hal ini disebabkan karena
target tahun 2013 lebih tinggi dari tahun 2012.
Hal ini dapat ditunjukan dari

Pendapatan tahun 2013yang dianggarkan sebesar Rp.

354.548.000,- dan realisasinya mencapai Rp. 332.726.000,- atau 93,85 %

pendapatan

tersebut yang terdiri atas :


PENDAPATAN ASLI DAERAH
A. RETRIBUSI DAERAH
1. Retribusi Pelayanan Kesehatan
No

Sumber Pendapatan

Anggaran
2013

Realisasi 2013
( Rp )

Realisasi
2012

( Rp )
1

Pendaftaran

Rawat Jalan Umum

Rawat Jalan Anak Sekolah

Rawat Jalan Jamkesmas

( Rp )

2.463.000

3.111.500

10.782.500

103.080.000

91.391.500

93.869.500

1.250.000

657.000

447.500

151.000.000

157.586.500

90.941.500

Kapitasi ASKES PNS

9.600.000

12.090.000

11.210.000

Kapitasi JAMKESDA

18.700.000

18.700.000

29.448.000

Kiur Calon Penganten

3.500.000

3.988.000

3.827.500

Tindakan Imunisasi Calon


Penganten

3.500.000

4.020.000

Tindakan Tes Kehamilan

2.625.000

2.475.000

10

Kiur Kesehatan

2.500.000

2.605.000

11

Retribusi Tindakan Umum Ringan

1.080.000

682.000

8.478.000

12

Retribusi Tindakan Suntik KB

2.250.000

649.000

13

Retribusi Tindakan KB Inplant


dan IUD.

2.250.000

45.000

1.810.500

14

Retribusi tindakan laboratorium

18.000.000

12.939.000

5.979.000

15

Retribusi tindakan gigi

8.750.000

8.325.000

3.445.000

16

Retribusi tindakan Jampersal

24.000.000

13.460.000

24.020..000

354.548.000,

332.726.000

284.259.000,

Jumlah

2. BELANJA

Realisasi 2013
Rp. 1.527.467.099,-

Realisasi 2012
Rp.1.432.672.328,-

17
Belanja dianggarkan

sebesar Rp.1.541,854,000,- dan realisasinya sebesar Rp.

1.527.467.099,- atau 99,07 % meningkat dibandingkan dengan realisasi tahun 2012

Adapun

jumlah belanja pada tahun 2013 terdiri atas Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa
sebagai berikut

No
I
1
2
II
A
1
2

Kelompok Belanja
Belanja Tidak Langsung
Belanja Pegawai
Gaji dan Tunjangan
Tambahan PenghasilanPNS
Belanja Langsung
Belanja Pegawai
Honorarium PNS
Honorarium Non PNS

Realisasi 2013
1.128.568.691
1.128.568.691
1.086.618.691
41.950.000
398.808.408
34.985.000
3.585.000
29.900.000

Realisasi 2012
1.432.672.328
1.130.390.678
1.130.390.678
1.082.190.678
48.200.000
302.281.650
34.535.000
3.285.000
29.900.000

B
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Bahan Pakai Habis
Belanja Bahan / Material
Belanja Jasa Kantor
Belanja Perawatan Kendaraan bermotor
Belanja Cetak & Penggandaan
Belanja Makan dan Minum
Belanja Pakaian Batik Tradisional
Belanja Perjalanan Dinas
Belanja Pemeliharaan

312.951.408
10.071.300
47.099.266
203.979.447
9.322.395
1.405.000
217.500
5.200.000
5.000.000
12.956.500

243.227.550
12.553.500
50.312.766
144.206.884
6.670.000
1.892.000
1.686.000
9.595.000
19.310.500

10

Belanja Barang yg diserahkan pada masy.

17.700.000

Belanja Modal

50.872.000

24.519.100

1.527.467.099

1.432.672.328

Jumlah
2. PENJELASAN POS POS NERACA
Neraca

UPTD

Puskesmas

Kutawis

Kecamatan

Bukateja

Kabupaten Purbalingga

menggambarkan Posisi Keuangan mengenai aset , kewajiban dan ekuitas dana


Desember 2013 dan perbandingannya dengan tanggal 31

pada tanggal 31

Desember 2012, dengan uraian sebagi

berikut :
1. ASET

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 1.322.253.822,-

Rp.1.217.542.978,-

Total Aset UPTD Puskesmas Kutawis


per 31 Desember 2013 adalah sebesar
Rp.1.322.253.822,- Sesuai yang tertuang
dalam Neraca yang terdiri dari Aset Lancar
dan Aset Tetap Tahun Anggaran 2013.

18

1.1 ASET LANCAR

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp.122.528.421,-

Rp. 91.763.096,-

Jumlah Aset Lancar per 31 Desember 2013


sebesar Rp. 122.528.421,- merupakan
Barang Persediaan bahan pakai habis yang
terdiri dari Alat Tulis Kantor ,
Obat-obatan dan Persediaan Bahan dan Meterial ,
Persediaan Barang Cetak dan Benda Berharga
dan Piutang Retribusi tahun 2013.

a. Kas di Bend. Penerimaan

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 0,-

Rp. 7.710.000,-

Jumlah pendapatan yang diterima di Bendahara


Penerimaan pada tanggal 31 Desember 2013 ,
Disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah sehingga
Tidak ada saldo kas di Bendahara Penerimaan.
b. Kas di Bend.Pengeluaran

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp.

Rp.

0,-

0,-

Jumlah kas di Bendahara Pengeluaran


per 31 Desember 2013 Rp. 0,c.Piutang Retribusi.

31Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 51.207.000,-

Rp.

0,-

Jumlah Piutang Retribusi sebesar Rp. 51.207.000,yang terdiri dari Klaim Jamkesmas bulan Oktober
dan Nopember 2013 sampai 31 Desember 2013
belum diterima oleh Bendahara penerima dan
baru diterima tanggal 4 Januari 2014 Sebesar
Rp.34.939.000,- dan telah disetorkan pada
tanggal 6 Januari 2014 serta Klaim Jamkesmas
bulan Desember 2013 yang belum keluar sebesar
Rp. 16.568.000,1.2. ASET TETAP

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 1.198.327.818,-

Rp. 1.091.330.716,-

19

Aset Tetap per 31 Desember 2013 terdiri dari :


- Alat-alat Besar

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 5.000.000,-

Rp. 5.000.000,-

Aset Tetap Alat-alat Besar per 31 Desember 2013


tidak mengalami kenaikan dari tahun 2012.
- Alat-alat Angkutan

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 66.300.000,-

Rp. 66.300.000,-

Aset Tetap Alat-alat Angkutan per 31 Desember 2013


tidak mengalami kenaikan dari tahun 2012.

- Alat Pengolahan Pertanian dan


Peternakan

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 1.475.000,-

Rp. 1.625.000,-

Aset Tetap Alat Pengolahan Pertanian dan


Peternakan tahun 2013 mengalamaipenurunan
dibanding tahun 2012 hal ini desebabkan
karena ada Kebijakan Akuntansi sebesar
Rp. 150.000,- Alat Kantor dan Rumah Tangga

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 168.956.617,-

Rp. 131.692.200,-

Aset Tetap Alat Kantor dan Rumah


Tangga per 31 Desember tahun 2013
Rp. 168.956.617,- dan tahun 2012
sebesar Rp. 131.692.200,- sehingga
mengalami kenaikan sebesar
Rp. 37.264.417 dikarenakan ada
tambahan dari belanja modal alat
kantor dan rumah tangga.
- Alat Studio dan Komunikasi

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp. 6.925.000,-

Rp. 7.005.000,

Aset Tetap Alat Studio dan Komunikasi


mengalami penurunan dibanding tahun 2012
hal ini disebabkan karena Kebijakan
Akuntansi sebesar Rp. 80.000,- Alat-alat Kedokteran

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp.134.524.701,-

Rp. 109.113.516,-

20

Aset Tetap Alat-alat Kedokteran


per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 134.524.701
dan tahun 2012 sebesar Rp. 109.113.516 ,mengalami kenaikan sebesar Rp. 25.411.185,hal ini disebabakan karena ada penambahan
dari belanja Modal sebesar Rp. 7.900.000,dan dari Mutasi dari SKPD / Dinas Kesehatan
sebesar Rp 8.528.681,- Alat- alat Laboratorium

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp.47.034.000,-

Rp. 2.657.500,-

Aset Tetap Alat-alat laborotorium


per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 47.034.000,dan tahun 2012 sebesar Rp. 2.657.500,mengalami kenaikan sebesar Rp. 44.376.500,hal ini disebabkan karena ada penambahan
dari Belanja Modal Rp.1.300.000,- dan dari
Mutasi Aset dari SKPD / Dinas Kesehatan
sebesar Rp. 36.726.500,- Gedung dan Bangunan

31 Desember 2013

31 Desember 2012

Rp.766.922.400,-

Rp.766.922.400,-

Aset Tetap Gedung dan Bangunan


per 31 Desember 2013 tidak ada perubahan.
- Jaringan ,Irigasi dan Instalasi per

31 Desember 2013
Rp.1.015.100,-

31 Desember 2012
Rp.1.015.000,-

Aset Tetap per 31 Desember 2013


ada penambahan Daya instalasi listrik
sebesar Rp.1.015.100,- Aset Tetap lainnya per 31 Desember 2013
berupa Barang Bercorak Kesenian dan
Kebudayaan sebesar Rp. 175.000,1.3.

ASET LAINNYA
Jumlah Aset Lainnya per 31 Desember 2013 sebesar Rp.1.397.583,- merupakan Aset yang
masuk inventaris fisik dalam keadaan rusak berat sebesar Rp.1.012.583,- dan tidak ada
sebesar Rp. 385.000,-.
21

KEWAJIBAN
Puskesmas Kutawis sebagai UPTD sampai 31 Desember 2013tidak mempunyai kewajiban
untuk menyetorkan pendapatan per 31 Desember 2013, karena pendapatan tahun 2013
sudah disetor semua
3. EKUITAS DANA
Jumlah Ekuitas Dana termasuk Ekuitas dana lancar sebagai cadangan Persediaan sebesar
Rp.71.321.421,-terdiri dari sisa persediaan Alat Tulis Kantor (ATK ) tahun 2013 sebesar Rp.
1.529.100,-, Cadangan Persediaan

Bahan dan material

sebesar Rp. 69.662.036,- dan

Persediaan Barang cetak dan Benda berharga sebesar Rp. 130.285,-ditambah Piutang Retribusi
sebesar Rp. 51.207.000,-

22

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
1. Anggaran Pendapatan UPTD Puskesmas Kutawis tahun 2013 yang berupa

Retribusi

Pelayanan Kesehatan belum memenuhi target dari target yang telah ditetapkan yaitu
mencapai Rp. 332.726.000,- atau 93,85 % dari target Rp. 354.548.000,- hal ini disebabkan
karena adanya keterlambatan transfer dana Jamkesmas ke rekening Puskesmas sehingga
Puskesmas dalam penyetorannya ke Kas Daerah terlambat dan disetorkan pada bulan Januari
2014 .Disamping itu adanya penurunan kunjungan pasien Jamkesmas ,Jamkesda Maskin, KIA
juga pelayanan di Poliklinik Kesehatan Desa ( PKD ) .

3. Anggaran belanja yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran tahun 2013 yang
terdiri dari Anggaran Belanja Tidak Langsung ( Gaji Pegawai ) telah mencapai 100,08 %
dan Belanja Langsung telah mencapai 96,31 %.
4. Dengan menggunakan SIPKD yang baru telah dapat membantu kami dalam melaksanakan
kegiatan pelaporan keungan .
B. SARAN
1. UPTD Puskesmas Kutawis pada tahun 2013 tidak bisa memenuhi target pendapatan yang telah
ditentukan yaitu

hanya mencapai 93,85 % , dengan PAD yang tidak tercapai maka kami

mohon agar dalam pengajuan klaim dana Jamkesmas pendistribusian dananya tepat waktu .
2. Dengan adanya pengembalian pendapatan 100 % sekarang Puskesmas menjadi lebih mudah
dalam menggunakan anggaran terutama

belanja langsung , walaupun harus menghitung dulu

berapa jumlah target Retribusi Pelayanan Kesehatan yang disetor

ke Kas Daerah ( BUD )

sebagai dasar penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran ( DPA ).


3. Dari Pengembalian 100 % kita harus membagi ke beberapa pos anggaran yaitu pos jasa
pelayanan kesehatan sebesar 50 % , Alat Tulis Kantor , belanja bahan pelayanan kesehatan dan
belanja sarana dan prasarana 50 % , baru setelah itu kami baru bisa membuat SPP dan SPM .

23

BAB VII
PENUTUP
Demikianlah Buku Catatan atas Laporan Keuangan UPTD Puskesmas Kutawis Kecamatan
Bukateja Kabupaten Purbalingga tahun 2013 ini telah selesai kami susun, semoga dengan tersusunnya
Buku Catatan atas laporan Keuangan SKPD ini dapat bermanfaat untuk mengetahui Realisasi
Pendapatan dan Anggaran belanja UPTD Puskesmas Kutawis tahun 2013 , Realisasi Pendapatan dan
Belanja yang tertuang dalam bentuk lembar LRA,Neraca serta Penjelasan Pos-pos laporan Realisasi
Anggaran tahun 2013.
Sistim Akutansi Pemerintah ( SAP ) berbasis kas termasuk program baru , diterapkan di SKPD
di SKPD baru, terutama di Puskesmas Kutawis sehingga masih banyak kendala dan permasalahan ,

maka hasil yang dicapai belum bisa baik dan maksimal sesuai harapan dari Pemerintah Daerah
Kabupaten Purbalingga.
Akhirnya kami menyadari bahwa dalam penyusunan Buku Catatan atas Laporan Keuangan
SKPD Puskesmas Kutawis Kecamatan Bukateja tahun 2013 ini masih belum sempurna.
Untuk itu kami mohon kritik dan saran bagi pembaca yang sifatnya membangun demi
sempurnanya penyusunan Buku Catatan atas Laporan keuangan UPTD Puskesmas Kutawis tahun
2013, yang selanjutnya akan menjadi koreksi dan perhatian terhadap penyusunan Buku Catatan atas
Laporan Keuangan UPTD Puskesmas Kutawis ditahun yang akan datang.

Kutawis, 28 Februari 2014


KEPALA UPTD PUSKESMAS KUTAWIS

dr.INDIYANTO TJANDRA
NIP. 19630120 198901 1 001

24

LAMPIRAN-LAMPIRAN
LAPORAN KEUANGAN DAERAH

BERITA ACARA PEMERIKSAAN BARANG PERSEDIAAN AKHIR

Pada hari ini Selasa tanggal Tiga puluh satu bulan Desember tahun Dua ribu tiga belas telah
melakukan Pemeriksaan barang persediaan akhir dengan jumlah persediaan sebanyak :
1. Persediaan Alat Tulis Kantor ( ATK )
2. Persediaan Bahan Matrial ( Obatan obatan )
3. Persediaan Karcis

Rp. 1.529.100,Rp.69.662.036,Rp. 130.285,Rp.71.321.421,-

Demikian Berita acara ini kami buat sebagai dokumen pendukung dalam penyusunan Laporan
Keuangan Daerah ( LKD ) tahun 2013.

Mengetahui
Kepala UPTD Puskesmas Kutawis

dr.INDIYANTO TJANDRA
NIP. 196301201989011001

Bendahara Pengeluaran

PAWESTRI RINTARSIH
NIP.196604291989102001