Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH NAMA CANTIK

( ANENCEPHALUS )

NAMA

: DESIA AYU AJENG SAPITRI

PRODI

: D3-KEBIDANAN ( TAMAN PUSPA )

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Makalah ini dibuat untuk memenuhi persyaratan mengikuti PPSPPT D3-Kebidanan Universitas
Gunadarma. Diharapkan pula, dari makalah ini pembaca dapat lebih mengetahui penyakit kelainan
pada persalinan dan janin. Lebih spesifiknya, makalah ini membahas tentang penyakit
Anencephalus, yaitu kelainan pada tabung saraf.
Anensephalus ialah otak yang tidak berkembang sempurna disebabkan karena kegagalan dari tabung
saraf untuk menutup pada bagian ujung atasnya yang dapat mengakibatkan keguguran, janin mati
dalam kandungan atau bayi yang mati setelah dilahirkan.
Untuk pencegahannya diberikan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau
selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama)
dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen
atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu, sereal dan lain-lain.
Penurunan kasus ini akan lebih besar lagi bila lebih banyak wanita usia subur yang mengkonsumsi
asam folat sedini mungkin sebelum pembuahan terjadi. Karena pembentukan tabung saraf dimulai
pada awal trimester pertama maka banyak di antara ibu-ibu yang tidak menyadari bila mereka telah
hamil dan harus segera mendapat asupan asam folat.
B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Apakah pengertian Anencephalus ?


Apakah Penyebab Anencephalus ?
Bagaimana tanda dan gejala Anencephalus ?
Bagaimana cara pencegahan bayi Anencephalus ?

C. Tujuan
1.
2.
3.
4.

Untuk Mengetahui peengertian Anencephalus


Untuk mengetahui penyebab Anencephalus
Untuk mengetahui tanda dan gejala Anencephalus
Untuk mengetahui cara pencegahan Anencephalus

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Anenchepalus
Ancephalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk.
Ancephalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan
janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis).
Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang pasti tidak
diketahui. penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di
lingkungan juga kadar asam folat yang rendah dalam darah.
Anencephalus adalah kerusakan jaringan saraf pada janin sehingga pembentukan tulang pelindung
otak terganggu. Anencephaly biasanya terjadi 23 dan 26 hari usia kehamilan.
Anencephalus sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun Anencephalus umumnya
mempengaruhi ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan (faktor kegemukan), Diabetes, faktor
genetika dan beberapa fakto lainnya seperti virus dan pengaruh obat berbahan kimia.
Anencephalus adalah kerusakan jaringan saraf pada janin sehingga pembentukan tulang pelindung
otak terganggu.

Gambar bayi penderita Anenchepalus


B. Etiologi
Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang pasti tidak
diketahui. Penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di
lingkungan, juga kadar asam folat yang rendah dalam darah. Anensefalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari
10.000 bayi baru lahir.
Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3
bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.

C. Tanda dan Gejala


1. Ibu
Polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
2. Bayi
a. tidak memiliki tulang tengkorak
b. tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum)
c. kelainan pada gambaran wajah
d. kelainan jantung
D. Faktor Resiko
Faktor resiko terjadinya Ancephalus adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Riwayat Ancephalus pada kehamilan sebelumnya


Kadar asam folat yang rendah.
Faktor ibu usia resiko tinggi
Fenilketonuria pada ibu yang tidak terkontrol
Kekurangan gizi (malnutrisi)
Mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan.

E. Pemeriksaan Penunjang
1.
2.
3.
4.
5.
6.

kadar asam lemak dalam serum ibu hamil


amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein)
kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf)
kadar estriol pada air kemih ibu
USG
Pemeriksaan anak dengan Ancephalus terkait x akibat stenosis akueduktus. Riwayat
prematuritas masa lalu dengan perdarahan intrakranial, meningitis/ensefalitis adalah penting
untuk pemastian. Bintik cafe-au-lait multipel dan tanda klinis neutrofil bromatosis lain mengarah
pada stenosis akueduktus sebagai penyebab Ancephalus. Pemeriksaan meliputi infeksi yang
cermat, palpasi dan auskulatasi kepala dan spina. Terapi, terapi untuk Ancephalus tergantung pada
penyebabnya.

F. Pengaruh Anencephalus pada Persalinan


1.
2.
3.
4.

Sering menimbulkan kehamilan serotinus.


Biasanya disertai hidramnion.
Anak sering lahir dengan letak muka.
Badan anak kadang-kadang besar dan menimbulkan kesukaran waktu baru lahir.

G. Pencegahan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cacat bawaan. Inilah beberapa di antaranya:
1. Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat bawaan hendaknya lebih
waspada karena bisa diturunkan secara genetik. Lakukan konseling genetik sebelum hamil.
2. Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun.
3. Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin, dan usahakan untuk melakukan
USG minimal tiap trimester.
4. Jalani pola hidup sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok, selain juga alkohol
dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya
kelainan kongenital dan keguguran. Kelainan kongenital adalah penyebab keguguran yang paling
besar, misalnya jika paru-paru janin tidak dapat berkembang sempurna.
5. Penuhi kebutuhan akan asam folat. Dalam pemeriksaan, dokter akan memberi suplemen asam
folat ini.
6. Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam
air, tapi larut dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. Dampaknya antara
lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dalam kelamin),
mikrosefali (ukuran kepala kecil), terdapat gangguan kelenjar adrenal.
7. Jangan minum sembarang obat, baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk
terhadap janin.
8. Pilih makanan dan masakan yang sehat. Salah satunya, hindari daging yang dimasak setengah
matang (steak atau sate). Dikhawatirkan, daging itu masih membawa kuman penyakit yang
membahayakan janin dan ibunya.
9. Kalau ada infeksi, obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela, Citomegalo,
dan Herpes). Paling baik, lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan, bukan
setelah terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi, pengobatan bisa langsung
dilakukan.
10. Dianjurkan setiap wanita usia subur yang telah menikah untuk mengkonsumsi multivitamin yang
mengandung 400 mcg asam folat setiap harinya. Sedang wanita yang pernah melahirkan anak
dengan cacat tabung saraf sebelumnya, dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat yang lebih
tinggi yaitu 4 mg saat sebelum hamil dan selama kehamilannya.
11. Tidak mengkonsumsi alkohol samasekali selama kehamilannya. Alkohol dapat menimbulkan fetal
alcohol syndrome (FAS), yaitu suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan perkembangan,
paras wajah yang tidak normal dan gangguan dari sistem saraf pusat.
12. Saat kehamilan, dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium yang disebut dengan Alpha FetoProtein (AFP) untuk melihat adanya kelainan janin, seperti spina bifida dan anensefalus. Selain
itu, tindakan lebih lanjut dapat digunakan dengan mengambil sampel villi korealis dari janin dan
cairan ketuban (amniosentesis), bagi wanita hamil yang telah berusia di atas 35 tahun, atau pada
wanita yang berisiko tinggi melahirkan bayi cacat.
13. Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan asuhan antenatal secara teratur. Konsultasikan
dengan dokter mengenai penyakit yang Anda derita seperti diabetes, epilepsi (ayan) dan lainnya,
juga obat-obat yang pernah Anda konsumsi selama kehamilan.

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan

Anencepalus merupakan cacat bawaan yang merupakan sebab penting dari kelahiran mati.
Kelainan cacat bawaan dipengaruhi oleh umur, paritas, bangsa ibu, dan juga oleh jenis kelamin janin.
Pencegahan dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kematian bayi akibat Anencephalus
seperti pemeriksaan antenatal yang rutin dan teratur, pemberian dan pemakaian konsumsi vitamin dan
suplemen selama hamil, factor nutrisi dengan gizi seimbang, serta gaya hidup dan lingkungan sekitar
tempat tinggal ibu sangat mempengaruhi janin menderita Anencephalus.
B.

Saran

Kepada mahasisiwi kebidanan agar lebih dapat memahami jenis kelainan yang menyertai kehamilan
dan persalinan khususnya anencephalus.
Bagi petugas kesehatan khususnya bidan dapat mengetahui tindak lanjut penanganan anencephalus
yang menyertai kehamilan dan persalinan, dan bidan dapat mengenali tanda dan gejala terjadinya
anencephalus dalam kehamilan dan persalinan.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.planetkimia.com/2012/08/anencephaly-a-baby-without-brain/