Anda di halaman 1dari 9

Makalah Keperawatan

Daftar Isi
Daftar isi
BAB I. Pendahuluan
A. Latar belakang
B. Masalah
C. Manfaat
BAB II. Pembahasan
A. Definisi penyakit
B. Penyebab penyakit gondok
C. Gejala penyakit gondok(hipotiroid & hipertiroid)
1. Gejala hipotiroid pada orang dewasa
2. Gejala hipotiroid pada anak-anak
3. Gejala hipotiroid pada bayi
4. Gejala hipetiroid pada orang dewasa
5. Gejala hipotiroid pada anak
D. Tahap kalsifikasi
E. Kriteria Diagnostik Penyakit Gondok Indikator atau kriteria diagnostik menurut WHO
F. Pengobatan penyakit gondok
G. Faktor resiko penyakit gondok
a. Aspek epidemologi
b. Aspek gizi
c. Pemeriksaan penyakit gondok
d. Kandungan dan sumber yodium
BAB III. Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran dan kritik

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia adalah Gangguan Akibat Kekurangan
Yodium (GAKY). GAKY merupakan masalah gizi utama disamping masalah gizi lainya seperti
KEP (Kekurangan Energi Protein), KVA (Kekurangan Vitamin A) dan anemia. Akibat dari
kekurangan yodium secara terus-menerus dalam waktu yang lama dapat menimbulkan penyakit
gondok. Hasil suvei pemetaan gondok 1998 yang telah di publikasikan WHO tahun 2000
melaporkan bahwa 18,8% penduduk hidup di daerah endemic ringan, 4,2% penduduk hidup di
daerah endemic sedang dan 4,5% penduduk hidup di daerah endemic berat. Diperkirakan sekitar
18,2 juta peduduk hidup di wilayah endemic sedang dan berat, dan 39,2 juta penduduk

hidup di wilayah endemic ringan. Menurut jumlah kabupaten di Indonesia, maka


diklasifikasikan 40,2% kabupaten termasuk endemic ringan, 13,5% kabupaten endemic
sedang dan 5,1% kabupaten endemic berat (www.gizi.net.2004).
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) adalah rangkaian efek kekurangan
yodium pada tumbuh kembang manusia. Kekurangan yodium dapat mengakibatkan
gondok dan kretin. Pengetahuan tentang distribusi gondok endemik dan kretin endemik
di Indonesia diambil dari data epidemiologik baik sebelum Perang Dunia II dan setelah
kemerdekaan tahun 1945. Riset sistematik di Indonesia telah dikerjakan sejak 1974,
ketika program injeksi yodium mulai melakukan penelitian fundamental yang hasilnya
menjadi program penanggulangan GAKY (www.feedingminds.org).
Spektrum GAKY seluruhnya terdiri dari gondok dalam berbagai tingkat (stadium), kretin,
terhambatnya pendengaran, gangguan pertumbuhan pada anak dan orang dewasa,
kejadian lahir mati meningkat, demikian juga dengan kematian bayi. Kekurangan unsur
yodium terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang keadaan tanah dan airnya
amat miskin unsur yodium, akibatnya penduduk yang tinggal di daerah tersebut akan
selalu kekurangan yodium (Depkes RI, 2000).
Pada kelompok anak balita, satu dari tiga anak di dunia menderita kekurangan gizi
dalam bentuk gangguan pertumbuhan karena energi dan protein. Sekitar satu milyar
anak dan orang dewasa menderita berbagai bentuk kekurangan zat gizi mikro ( vitamin
dan mineral ). Anak yang kekurangan makanan bergizi akan terhambat pertumbuhan
fisik, mental dan intelektualnya. Gangguan pertumbuhan ini selain menyebabkan
tingginya angka kematian anak, juga menyebabkan kekurangannya potensi belajar dan
daya tahan tubuh terhadap penyakit serta berkurangnya produktifitas kerja. Anak yang
menderita kekurangan gizi juga cenderung lebih mudah menderita penyakit kronis
dikemudian hari. Pada usia sekolah kekurangan gizi akan mengakibatkan anak menjadi
lemah, cepat lelah dan sakit-sakitan, karenanya anak-anak seringkali absen serta
mengalami kesulitan untuk mengikuti dan memahami pelajaran (Syarief, 1997).
Banyaknya murid yang terpaksa mengulang kelas atau meninggalkan sekolah (drop
out) sebagai akibat kurang gizi dan merupakan hambatan yang serius bagi upaya
mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut,
untuk menciptakan SDM yang berkualitas tentunya banyak faktor yang harus
diperhatikan, antara lain faktor pangan (unsur gizi), kesehatan, pendidikan, informasi,
teknologi, dan jasa pelayanan lainnya. Dari sekian banyak faktor tersebut, unsur gizi
memegang peranan yang paling penting. Kekurangan gizi dapat merusak kualitas SDM
disamping dapat mencegah masyarakat untuk berkiprah dan berpartisipasi dalam
pembangunan.
Hubungan antara gizi yodium dengan kualitas SDM telah banyak diungkapkan oleh
para ahli. Namun demikian, kekurangan yodium sering hanya diasosiasikan dengan
pembengkakan kelenjar thyroid pada leher (goiter). Yang menjadi masalah berbagai
bentuk gangguan yang kekurangan yodium sering melahirkan bayi kretin yaitu bayi bayi
yang terganggu fisik, mental dan intelektualnya.
B. Masalah
GAKY merupakan salah satu masalah gizi dan merupakan salah satu penyakit yang
menyebabkan retardasi mental, namun sebelumnya sangat mudah dicegah. Penyakit
ini bisa disebut defisiensi yodium atau kekurangan yodium. Penyakit ini sangat sedikit

diketahui oleh masyarakat dan mungkin masih merupakan problem yang ditelantarkan.
Saat ini diperkirakan 1.6 miliar penduduk dunia mempunyai risiko kekurangan yodium.
Oleh karena itu dirumuskan permasalahan, sehingga penulis tertarik untuk mengetahui
Faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan kejadian gondok di Desa
Kedungmalang.
C. Manfaaat
Adapun manfaat dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa dalam ilmu keperawatan
khususnya mengenai penyakit gondok pada pasien
2. Sebagai salah satu media informasi untuk mengetahui lebih dalam tentang
penyakit gondok
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Penyakit Gondok
Gondok merupakan pembengkakan atau benjolan besar pada leher sebelah depan
(pada tenggorokan) dan terjadi akibat pertumbuhankelenjar gondok yang tidak normal.
Penyakit kelenjar gondok (PKG) bisaakibat dari kurangnya produksi hormon (hipotiroid)
atau berlebihnya produksi hormon (hipertiroid).

Gambar 1.
Penderita Gondok
B. Penyebab Penyakit Gondok
Penyebab utama penyakit gondok adalah gangguan akibatkekurangan yodium (GAKY).
Selain itu, dapat juga disebabkan oleh beberapa hal, misalnya untuk penyebab
hipotiroid, yaitu :
1. Kehilangan jaringan tiroid akibat operasi atau rusak akibat radiasi
2. Antibodi Antitiroid: bisa terjadi pada penderita diabetes atau Lupus,rheumatoid
arthritis, Hepatitis kronik atau Sjogren sindrom.
3. Bawaan lahir

4. Gangguan produksi: Hashimoto tiroiditis


5. Obat-obatan: beberapa obat bisa menyebabkan hipotiroid misalnyalithium
(Eskalith, Lithobid). Penyebab dari hipertiroid, yaitu :
1. Grave's disease: suatu kelainan tiroid yang bersifat autoimun, artinyaada zat
tertentu dalam darah yang merangsang tiroid sehinggamembesar dan menghasilkan
hormon yang berlebihan.
2. Peradangan kelenjar tiroid (tiroiditis): misalnya Quervain tiroiditis atauHashimoto
tiroiditis.
C. Gejala Penyakit Gondok (hipotiroid &hipertiroid)
1.Gejala hipotiroid pada orang dewasa:
1) Mudah capek dan kelelahan
2) Tidak tahan dingin
3) Konstipasi
4) Nyeri di lengan (Carpal tunnel syndrome
5) Kurang nafsu makan
6) Penambahan berat badan (BB)
7) Kulit kering
8) Rambut rontok
9) Penurunan intelektual
10) Suara serak
11) Depresi
12) Gangguan haid atau haid menjadi kurang (pada wanita)
2. Gejala-gejala hipotiroid pada anak-anak:
1) Mirip gejala pada orang dewasa
2) Lelah
3) Gangguan pertumbuhan
4) Kecerdasan menurun
3. Hipotiroid juga dapat terjadi pada bayi dengan gejala-gejala:
1 Konstipasi (susah Buang Air Besar)
2.Susah makan
3.Gangguan pertumbuhan.
4.Kelelahan yg berat
4. Gejala hipertiroid pada orang dewasa :
1. Susah tidur (Insomnia)
2. Tremor (Gemetaran)
3. Gugup ( Nervous)
4. Merasa kepanasan pada suhu normal atau dingin
5. Gerakan usus meningkat
6. Penurunan berat badan
7. Keringat berlebihan
8. Gangguan haid (terhenti)
9. Nyeri sendi
10. Susah konsentrasi
11. Mata kelihatan melotot.

5.
1.
2.
3.

Gejala hipertiroid pada anak-anak:


Mirip gejala orang dewasa
Kepandaian menurun
Gangguan tingkah laku.

D. Tahapan Klasifikasi
Penyakit Gondok Tingkat keparahan gondok endemik menurut yang
disebabkandefisiensi yodium diklasifikasikan menurut ekskresi yodium dalam urin(mg/gr
kreatinin). Tahapan dari keparahan tersebut adalah (4) :
Tahap 1:
Gondok endemik dengan rata-rata lebih dari 50 mg/gr kreatinin di dalam urin. Pada
keadaan ini suplai hormon tiroid cukupuntuk perkembangan fisik dan mental yang
cukup.
Tahap 2:
Gondok endemik dengan ekskresi yodium dalam urin rata-rata 25-50 mg/gr kreatinin
pada kondisi ini sekresi hormon tiroid boleh jadi tidak cukup sehingga menanggung
risiko hipotiroidisme tetapitidak sampai kreatinisme.
Tahap 3:
Gondok endemik dengan rata-rata ekskresi yodium dalamurin kurang dari 25 mg/gr
kreatinin. Pada kondisi ini populasimemiliki risiko menderita kreatinisme.
Gondok juga dapat diklasifikasikan menurut pembesaran kelenjar gondok (5) :
1. G0: kelenjar gondok normal.
2. G1: kelenjar gondok tidak tampak membesar dari jauh. Pembesarankelenjar
tampak dari dekat dengan penderita menengadah dan dirabadengan jari.
3. G2 : pembesaran kelenjar gondok tampak jelas dari jarak agak jauh.
4. G3: pembesaran kelenjar gondok dapat dilihat jelas dari jauh.Permukaan tidak
bertekstur baik pada penglihatan maupun padarabaan.
5. G4: pembesaran kelenjar gondok tampak dengan jelas dari jauh.Permukaan
bertekstur baik pada penglihatan maupun pada rabaandengan jari.
E. Kriteria Diagnostik Penyakit Gondok Indikator atau kriteria diagnostik menurut
WHO, yaitu (2) :
1. Kadar yodium dalam urin (EYU = Eksresi Yodium Urin),yaitu proporsi EYU dibawah
100 g/L harus kurang dari 50% dan proporsi EYU dibawah 50 g/L harus kurang dari
20%.
2. Konsumsi garam beryodium oleh rumah tangga, yaitu 90% rumahtangga
menggunakan garam mengandung cukup yodium.
F. Pengobatan Penyakit Gondok
Pengobatan gondok dapat menggunakan garam yodium. Semuaorang yang tinggal di

daerah endemis (daerah yang banyak penderita penyakit gondok) harus menggunakan
garam beryodium. Dengandemikian, penyakit gondok dapat dicegah dan benjolan
gondoknya bisadisembuhkan. Usahakan untuk memakai garam beryodium, karena ini
jauh lebih aman dan baik dalam hasil. Sedangkan dengan pengobatantradisional dapat
dijadikan pilihan dengan cara memakan kepiting ataumakanan laut yang dicampur
dengan sedikit ganggang dan garam beryodium. Memang hasilnya tidak sebagus
menggunakan garam beryodium .
Pengobatan farmakologis dibagi berdasarkan hipertiroid danhipotiroid. Obat-obatan
untuk hipertiroid yaitu Beta Blockers Yakni dengan mengurangitremor ,gugup dan
agitasi, juga menurunkanfrekuensi detak jantung. Obat Propylthiouracil (PTU) memblok
pembentukan hormon tiroid. Membutuhkan waktu beberapa bulan untuk memperoleh
efek terapi yang sempurna. Methimazole (Tapazole)kerjanya juga memblok
pembentukan hormon tiroid. Iodide (LarutanLugol) bekerja dengan menghambat
lepasnya hormon dari kelenjar yang produksi berlebihan. Obat-obatan untuk hipotiroid
yaituL-thyroxine (Synthroid,Levoxyl, Levothroid, Unithroid) merupakan terapi sulih
hormon tiroidyang berupa bentuk sintetik dari thyroxine. L-triiodothyronine jarangdipakai
karena efeknya tidak sebagus
L-thyroxine. Tiroid ekstrak kurangdianjurkan karena T3 nya lebih banyak serta
kadarnya bervariasi (2).
G. Faktor Risiko Penyakit Gondok
a. Aspek Epidemiologi
Kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalahdampak defisiensi yodium
adalah Wanita Usia Subur (WUS), hamil ,anak balita, dan anak usia sekolah. Faktor
risiko yang mempengaruhikejadian gondok antara lain (6):
1) Faktor Geografis dan Non GeografisGAKY sangat erat hubungannya dengan letak
geografis suatudaerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah
pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andes dan diIndonesia gondok
sering dijumpai di pegunungan seperti BukitBarisan Di Sumatera dan pegunungan
Kapur Selatan. Kekuranganyodium dalam tubuh manusia disebabkan karena keadaan
tanah, air,dan bahan pangan kurang mengandung yodium. Suatu wilayahmenjadi
kekurangan yodium disebabkan lapisan humus tanah sebagaitempat menetapnya
yodium sudah tidak ada, karena erosi tanahsecara terus menerus dan sering terjadi
pembakaran hutan yangmengakibatkan yodium dalam tanah hilang.Daerah yang
biasanya mendapat suplai makanannya daridaerah lain sebagai penghasil pangan,
seperti daerah pegununganyang notabenenya merupakan daerah yang miskin kadar
yodiumdalam air dan tanahnya. Dalam jangka waktu yang lama namun pastidaerah
tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerahendemik yodium.
2) Pengaruh Pendidikan dan PendapatanPeningkatan di bidang pendidikan akan
mempunyai dampak yang positif terhadap derajat kesehatan masyarakat.
Denganmeningkatnya tingkat pendidikan diharapkan bahwa kemampuanmasyarakat
dalam pembangunan kesehatan juga akan meningkat.Tingkat pendidikan ibu rumah
tangga memegang peranan pentingdalam membantu perkembangan anak, bila
didukung dengan pendidikan formal dan informal. Semakin tinggi tingkat pendidikanibu
maka akan mudah dalam menyerap pengetahuan yang ada,misalnya dalam menyerap

informasi akan gizi keluarga.


Tanpa adanya pengetahuan gizi, akan sulit untuk menerapkaninformasi yang telah
didapat dalam kehidupan sehari-hari.Pengetahuan mengenai garam beryodium yang
kurang, dapatmempengaruhi dalam memahami arti penting yodium dalam
tubuh.Sampai saat ini urusan rumah tangga, terutama yang berhubungandengan cara
mengurus anak dan menyiapkan makanan masihdipandang menjadi urusan wanita.
Oleh karena itu dapat dilihat bahwa ibu sangat berperan penting dalam pengadaan
pangankeluarga. Sehingga perilaku konsumsi pangan dalam keluarga sangatditentukan
oleh pengetahuan, sikap, dan ketrampilan ibu dalammenyediakan makanan dalam
keluarga. Pengetahuan dan ketrampilandapat diperoleh dari pengalaman yang dimiliki
ibu. Dengan demikian pengetahuan akan garam beryodium oleh ibu sengatlah
penting,karena akan menentukan kesehatan gizi keluarga.
WHO menganjurkan penggunaan kehilangan yodium padawaktu memasak sebesar
20%. Penelitian lain menunjukkankehilangan yodium pada waktu memasak tergantung
dari bahan dancara memasak yang berkisar antara 20-30%. Faktor yangmempengaruhi
pendapatan adalah pekerjaan, pendidikan, masa kerjaserta jumlah anggota keluarga.
Tingkat pendapatan keluarga dapatdiketahui dengan menghitung jumlah keseluruhan
pendapatan yangdiperolah dalam satu bulan dibagi dengan jumlah anggota
keluargayang tinggal dalam satu keluarga. Dengan meningkatnya pendapatan,maka
terjadilah perubahan dalam susunan makanan. Tingkat pendapatan akan
mempengaruhi pola konsumsi makanan anggotakeluarga. Pendapatan yang terbatas
akan membatasi peluang untuk memilih jenis dan jumlah makanan yang bergizi.
Keadaan ekonomi keluarga relatif mudah diukur dan berpengaruh besar pada konsumsi
pangan, terutama pada golonganmiskin.
Hal ini disebabkan karena penduduk golongan miskinmenggunakan sebagian besar
pendapatannya untuk memenuhikebutuhan makanan. Dari sini terlihat bahwa
pendapatan mempunyai peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Bila
pendapatan keluarga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, maka pemenuhan akan
gizi yang baik akan kurang.
b. Aspek Gizi
Faktor risiko gondok dari aspek gizi antara lain (12) :
1. Kadar yodium dalam garam sehari-hariKadar yodium dalam garam sehari adalah
sekitar 25 g/hari.Kekurangan yodium timbul ketika konsumsi jauh di bawah standar
yang diperlukan tubuh sehingga kelenjar tiroid tidak mampumensekresi hormon tiroid
yang cukup.
2. Konsumsi makanan yang mengandung zat goitrogenZat goitrogenik berpengaruh
terhadap penyerapan yodiumapabila dikonsumsi dengan jumlah yang besar.
c. Pemeriksaan Penyakit Gondok
Indikator yang umum digunakan menentukan status GAKY yaitu:
1. Pemeriksaan kelenjar tiroid gondok dengan metode palpasiMetode dalam
menentukan ukuran tiroid adalah melalui palpasi(perabaan). Pemeriksaan palpasi
difokuskan pada anak usia dasar denganusia 10 sampai 12 tahun. Semakin muda usia
seorang anak akan lebih kecilukuran tiroid sehingga tidak sensitif untuk pemeriksaan
dengan metode palpasi. Urutan pemeriksaan kelenjar gondok dengan metode palpasi

adalahsebagai berikut:
a) Orang (sampel) yang diperiksa berdiri tegak atau duduk menghadap pemeriksa.
b) Pemeriksa melakukan pengamatan di daerah leher depan bagian bawahterutama
pada lokasi kelenjar gondoknya.
c) Mengamati pembesaran kelenjar gondok jika ada (termasuk tingkat IIatau III).
d) Jika tidak ditemukan, sampel disuruh menengadah dan menelan ludah.Hal ini
bertujuan untuk mengetahui adanya pembesaran gondok atau bukan. Pada gerakan
menelan, kelenjar gondok akan ikut terangkat keatas.
e) Pemeriksa berdiri di belakang sampel dan melakukan palpasi.
Pemeriksameletakkan dua jari telunjuk dan dua jari tengahnya pada masing-masing
lobus kelenjar gondok. Kemudian melakukan palpasi denganmeraba menggunakan
kedua jari telunjuk dan jari tengah tersebut.
f) Mendiagnosis seseorang menderita gondok atau tidak. Apabila salahsatu atau
kedua lobus kelenjar lebih kecil dari ruas terakhir ibu jariorang yang diperiksa berarti
orang tersebut normal. Apabila salah satuatau kedua lobus ternyata lebih besar dari
ruas terakhir ibu jari orangyang diperiksa maka orang tersebut menderita gondok.
2. Pemeriksaan ekskresi yodium urin (EYU) atau kadar yodium urin denganmetode
Ammonium FerosulfatAsupan yodium yang berasal dari makanan 97% dibuang
melaluiurin dalam 24 jam paska konsumsi pangan. Berdasarkan pertimbangantersebut,
metode pemeriksaan EYU digunakan untuk mengukur asupanyodium. EYU merupakan
indikator yang paling dini akan terjadinyadefisiensi yodium dan paling sensitif
menggambarkan kecukupan yodiumsehari-hari. Analisis EYU dengan ammonium
ferosulfat telah diakuisebagai standar baku internasional.
3. Pemeriksaan Tyroid Stimulating Hormone
(TSH) Neonatal dengan pemeriksaan darah TSH adalah cara untuk mengetahui adanya
kretin baru pada bayi baru lahir (neonatal) dapat mendeteksi dini hipotiroid. Cara
mendeteksinyadengan menggunakan bercak darah pada kertas saring ( Blood Spot ).

d. Kandungan dan Sumber Yodium


Yodium di alam terdapat dalam kerak bumi dengan kandungan yangtidak merata di
berbagai tempat karena terkikis oleh oleh hujan di permukaan bumi dan dibawa menuju
laut oleh sungai. Yodium akan menguap dari air laut dan terkonsentrasi dalam air hujan
dan jatuh kembali ke bumi. Air minum mengandung sedikit sekali yodium sehingga
bukan merupakansumber utama yodium bagi manusia.
Laut merupakan sumber utama yodium. Oleh karena itu makanan lautmerupakan
sumber yodium yang baik. Kondisi daerah pantai (kandungan air dan tanah)
mengandung banyak yodium sehingga tanaman yang tumbuh didaerah pantai
mengandung cukup banyak yodium. Semakin jauh tanah itudari pantai semakin sedikit
pula kandungan yodiumnya, sehingga tanamanyang tumbuh di daerah tersebut
termasuk rumput yang dimakan hewansedikit sekali atau tidak mengandung yodium.
Kadar yodium dalam bahan makanan bervariasi dan dipengaruhi olehletak geografis,
musim, dan cara memasaknya.Bahan makanan lautmengandung kadar yodium lebih

banyak. Kadar yodium berbagai bahanmakanan antara lain:


a. ikan tawar (basah)
: 30 kg
b. ikan tawar (kering) : 116 g/kg
c. ikan laut (basah)
: 812 g/k
d. ikan laut(kering)
: 3.725 g/kg
e. cumi-cumi (kering) : 3.866 g/kg
f. daging (basah)
:50 g/kg
g. susu
: 47 g/kg
h. sayur
:29 g/kg
i. sereal
:47,7 g/kg
Proses pemasakan berpengaruh terhadap kadar yodium. Kadar yodium dalam
makanan akan berkurang tergantung cara memasaknya.Misalnya dalam pemasakan
ikan, yaitu (1) :a.Kadar yodium ikan yang digoreng akan berkurang 25% b.Kadar
yodium ikan yang dibakar akan berkurang 2,5%c.Kadar yodium ikan yang direbus
(tanpa ditutupi) berkurang hingga 5-6%.

BAB III
PENUTUP
A.

KESIMPULAN

Gondok merupakan pembengkakan atau benjolan besar pada leher sebelah depan
(pada tenggorokan) dan terjadi akibat pertumbuhankelenjar gondok yang tidak normal.
Penyakit kelenjar gondok (PKG) bisaakibat dari kurangnya produksi hormon (hipotiroid)
atau berlebihnya produksi hormon (hipertiroid).
Penyakit gondok adalah penyakit yang tidak dapat mengenal usia baik itu orang
dewasa, anak-anak maupun balita.
B.

SARAN dan KRITIK

Apabilah ada kesalahan dalam penulisan makalah ini maka penulis menyarankan agar
ada kritikan dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini