Anda di halaman 1dari 3

PNEUMATURIA PADA DIABETES MELLITUS

Emphysematous Cystitis / Pneumaturia adalah berkemih yang tercampur dengan


udara dan dapat terjadi karena danya fistula antara buli-buli dengan usus,atau
terdapat proses fermentasi glukosa menjadi gas karbondioksida di dalam
urine,seperti pada pasien diabetes mellitus.Infeksi yang ditimbulkan akibat gas
atau kondisi emfisema pada saluran kemih dapat bersifat mengancam jiwa ,dan
emmbutuhkan evaluasi segera dan penanganan yang tepat.Dari banyak kasus
yang terjadi,pneumaturia dapat diatasi dengan bladder drainage ,pemberian
antibiotic melalui IV,dan dengan cara mengontrol gula darah.
Pada suatu studi kasus,seorang pasien laki laki berusia 45 tahun menderita
diabetes mellitus selama 16 tahun mengeluh demam hilang timbul,disuria,dan
urin berwarna kecoklatan selama 3 bulan.Pasiaen menerima terapi antibiotik
secara parenteral dan keadaannya membaik.Namun,pasien ini mengalami
rekurensi gejala gejala yang berkaitan dengan pneumaturia.Pasien memiliki
riwayat kateterisasi pada suprapubik akibat obstruktif uropati 15 tahun yang
lalu.Pemeriksaan menunjukkan adanya pallor,hipospadia penis,meatal
stenosis,dan nonproliferatif retinopati diabetik pada kedua mata dan neuropati
sensorik.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya anemia (Hb 7,7
gm/dl),leukositosis (19800 cells/cmm) (normal : 4000-11000 cells/cmm) dengan
90% neutrofil,kadar serum kreatinin 3,5 mg/dl(normal 0,6 1,2 mg/dl)dan
HbA1c 8,5%.Pada pemeriksaan kultur bakteri,ditemukkan Eschericia coli
sensitive terhadap piperacilin/tazobactum.CT scan abdomen menunjukkan
adanya gas di intraluminal & intramural pada kandung kemih dengan penebalan
dari dinding kandung kemih.Kedua ginjal terlihat normal bentuk dan ukurannya
dan tidak terlihat adanya gas di parenkim ginjal atau di renal pelvis.
Pasien ini menerima terapi piperacilin/tazobactum selama 6 minggu bersamaan
dengan katerisasi.Kadar gula darah dikontrol dengan pemberian insulin.Pasien
mengalami perbaikan secara klinis dan hasil kultur urin steril.Pada gambar 1d
terlihat menghilangnya gas pada intramural&intraluminal setelah 8
minggu.Kadar serum kreatinin berkurang menjadi 2 mg/dl,namun belum
mencapai kadar normal kemungkinan akibat adanya nefropati diabetik.

(a) Skiagram menunjukkan adanya gas di kandung kemih .(b)gambaran CT Scan


secara sagital melalui pelvis menunjukkan pneumobladder dan gas pada
intramular .(c) Gambaran CT Scan secara Axial melalui pelvis bawah
,menunjukkan adanya pneumobladder,gas intramural,dan penebalan
sirkumferensi mural. (d) Gambaran CT secara axial melalui pelvis setelah
pengobatan tidak menunjukkan adanya gas,namun penebalan dinding masih
telihat.
Kasus pneumaturia pertama kali dilaporkan oleh Hueper pada tahun 1926.
Kondisi ini jarang ditemukan ,dan biasanya terjadi pada orang dengan diabetes
atau pasien immunocompromised.Orgasnisme yang paling sering menyebabkan
terjadinya pneumaturia dalah E.coli (58%).Organisme lain yang dapat
menyebabkan pneumaturia,antara lain Klebsiella pneumoniae,Pseudomonas
aeruginosa,Proteus mirabilis,Candida albicans,dan Candida tropicalis,Aspergillus
fumigates,Staphylococcus aureus,Streptococcus grup D ,Enterococcus
faecalis,Enterobacter aerogenes,Clostridium perfringens & Cl.welchii.
Temuan klinis yang ditemukan beragam;dapat bersifat asimptomatik,keluhan
pneumaturia,gejala LUTS,ataupun timbul dengan akut abdomen yang disertai
sepsis.Dari keseluruhan pasien,pada 7% diantaranya terjadi secara asimptomatik
dan terdiagnosa secara tidak sengaja melalui foto abdomen saat sedang
mengalami penyakit lain.
Faktor predisposisi pneumaturia termasuk diabetes mellitus,neurogenic
bladder,lower urinary tract obstruction,penggantian kateter,refleks
vesikouretra,dan stadium akhir penyakit ginjal.
Dampak dari diabetes mellitus pada saluran kemih termasuk nefropati
diabetik,renal papillary necrosis,renal artery stenosis,dan disfungsi kandung
kemih sekunder hingga neuropati.Faktor faktor tersebut dengan glikosuria dan
impaired leukocyte function menimbulkan resiko yang tinggi dari komplikasi UTI
seperti pneumaturia.Dari kasus yang dilaporkan,64% pasien adalah perempuan
dan menderita diabetes.
Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan radiologi.Foto polos abdomen
menunjukkan radiolusen pada lumen kandung kemih.Tomografi lebih disarankan
dibandingkan pemeriksaan foto polos karena dapat menunjukkan kehadiran &
lokasi dari gas secara lebih tepat.Pada pemeriksaan patologi dapat ditemukkan
adanya penebalan pada dinding kandung kemih dengan vesikel dengan berbagai
ukuran,dan secara mikroskopik terdapat vesikel berisi gas pada mukosa kandung
kemih,dilapisi oleh fibrosit dan sel raksasa berinti banyak (multinucleated giant
cells).
Tingginya kadar glukosa didalam jaringan dapat berperan sebagai suatu substrat
bagi organism untuk menghasilkan karbondioksida melalui glikolisis anaerobic
fakultatif.Namun hal ini hanya berlaku bagi pasien non-diabetik.Pada pasien non-

diabetik,albumin dapat berperan sebagai substrat penghasil gas bagi


pathogen.Terori lain berpendapat bahwa respon impaired host,termasuk
impaired catabolism dalam jaringan akan menjadi faktor predisposisi
pembentukan gas dalam jaringan.Penyebab multifaktorial dari respon impaired
host dengan fermentasi glukosa atau protein sekiranya dapat menjelaskan
pembentukan gas dalam jaringan tersebut.
Penatalaksanaan termasuk drainase urin secara adekuat,pemberian
antibiotic,dan mengontrol kadar glukosa.Tindakan bedah atau cystectomy
mungkin diperlukan.
Diagnosis yang terlambat dapat menyebabkan ekstensi ureter dan parenkim
ginjal,ruptur kandung kemih,dan kematian.Angka kejadian kematian pada
pneumaturia adalah 7%.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3152193/
Indian J Endocrinol Metab.2011 Jul;(Suppl1):S55-S57.
Doi: 10.4103/2230-8210.83051