Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

AWETAN BASAH IKAN MAS KOI


Dosen Pengampu :Karno,M.Si

Disusun Oleh :
Destra Duati P (09431046)

Leksiana Afianti (12431.015)

Titik Endah O (12431.008)

Rina Dwi Astuti (12431.013)

Pinda Ari Puspita (12431.026)

Amalia Fatimah (09431010)

PROGRAM STUDI BIOLOGI


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI MADIUN
2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas
ridhoNya makalah yang berjudul awetan basah ikan mas koi ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disajikan dengan menggunakan bahasa indonesia dan beberapa gambar agar
mempermudah mahasiswa dalam mendalami pengetahuan tentang spesies ikan mas koi pada
matakuliah teknik laboratorium.
Ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada dosen yang telah membimbing dalam
penyusunan makalah ini. Dan tak lupa pula ucapan terimakasih , kami ucapkan kepada
teman-teman yang telah mendukung untuk penyelesaian makalah ini.
Makalah ini menjelaskan tentang awetan basah ikan mas koi salah satu spesies yang
akan dipelajari pada matakuliah teknik laboratorium. Pembahasan yang dikemukakan
meliputi ciri-ciri umum, reproduksi, cara memperoleh makan, daur hidup dan peranannya
dalam kehidupan manusia.
Semoga makalah ini memberikan banyak manfaat kepada para pembacanya.
Selanjutnya, demi kesempurnaan makalah ini sangat diharapkan segalah masukan dan saran
yang sifatnya membangun.

Madiun, 6 juli 2013


Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kelas Pisces merupakan hewan berdarah dingin , bernafas dengan insang,
tubuh ditutupi oleh sisik dan bergerak menggunakan sirip. Hidup di air tawar dan air
asin (laut). Berdasarkan tulang penyusun, kelas ini dibedakan atas ikan bertulang
sejati (Osteichtyes) dan ikan yang bertulang rawan (Chondrichetyes). Kalau dilihat
dari jumlah spesiesnya yang dikatakan terbanyak dari vertebrata. Penyebaran ikan
boleh dikatakan hamper diseluruh permukaan bumi ditemukan di air tawar maupun
air asin.
Pada sistematika atau taksonomi ada 3 pekerjaan yang biasa dilakukan, yaitu
identifikasi, klasifikasi, dan pengamatan evolusi. Identifikasi merupakan pengenalan
dan deskripsi yang teliti dan tepat terhadap suatu jenis/spesies yang selanjutnya diberi
nama ilmiahnya sehingga diakui oleh para ahli diseluruh dunia. Klasifikasi adalah
suatu kegiatan pembentukan kelompok-kelompok makhluk hidup dengan cara
memberi keseragaman ciri/sifat di dalam keanekaragaman ciri yang ada pada makhluk
hidup tersebut.
Pembuatan awetan spesimen diperlukan untuk tujuan pengamatan spesimen
secara praktis tanpa harus mencari bahan segar yang baru. Terutama untuk spesimenspesimen yang sulit ditemukan di alam. Awetan spesimen dapat berupa awetan basah
atau kering. Untuk awetan kering, tanaman diawetkan dalam bentuk herbarium,
sedangkan untuk mengawetkan hewan dengan sebelumnya mengeluarkan organorgan dalamnya. Awetan basah, baik untuk hewan maupun tumbuhan biasanya dibuat
dengan merendam seluruh spesimen dalam larutan formalin 4%.
B. Rumusan Masalah
1.Apakah yang dimaksud dengan kelas Pisces?
2. Apakah pengertian Teknik Awetan Basah?
3. Bagaimana langkah-langkah dalam teknik awetan basah?
4. Apa saja peranan Kelas Pisces dalam kehidupan?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari kelas Pisces.
2. Untuk mengetahui pengertian Teknik Awetan Basah.

3. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam teknik awetan basah.


4. Untuk mengetahui peranan Kelas Pisces dalam kehidupan.
D. Manfaat
Makalah ini dibuat dengan harapan dapat memberikan manfaat berupa informasi bagi
pembaca tentang Kelas pisces, Ikan mas koi dan Teknik Awetan Basah.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Deskripsi Umum Kelas Pisces

Pisces atau ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) hidup di
air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka
ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan
tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan:
biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey
dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan
pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).
Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft)
hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan
air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang
sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan.
Ikan dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air
tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga
beberapa ribu meter di bawah permukaan. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt
Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan untuk dipelihara
untuk dipamerkan dalam akuarium.
Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan
krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan.
Hasil penangkapan ikan dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar 100 jutaton.
Ciri utama Pisces sebagai berikut:
1. Hewan berdarah dingin yang hidup di dalam air.
2. Bernapas dengan insang (operculum) dan dibantu oleh kulit.
3. Tubuh terdiri atas Kepala.
4. Rangka tersusun atas tulang sejati.
5. Jantung terdiri atas satu serambi dan satu bilik.
6. Tubuh ditutupi oleh sisik dan memiliki gurat sisi untuk menentukan arah dan posisi
berenang.

B. Sistematika ikan mas koi (Cyprinus carpio).

Kingdom : Animalia
Fylum

:Chordata

Class

:Pisces

Ordo

: Cyprinidae

Famyli

: Cyprinidae

Genus

: Cyprinus

Spesies

:C.Carpio

C.Teknik Awetan Basah


1. Pengertian Teknik Awetan Basah
Teknik awetan basah merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam
pengawetan hewan-hewan dari kelas vertebrata khusunya yang mempunyai ukuran
cukup besar. Teknik ini dapat juga digunakan untuk tumbuhan tingkat tinggi.
2.

Langkah-langkah Teknik Awetan Basah


A. Menyiapkan hewan yang akan diawetkan.
B. Menyediakan formalin yang telah diencerkan sesuai dengan keinginan.
C. Memasukkan hewan pada larutan formalin yang telah ada dalam stoples
kaca dan telah diencerkan dimana sebelum memasukkan hewan ke dalam
stoples, kaca terlebih dahulu sudah dibersihkan dari kotoran atau lumpur
dengan menggunakan aquades.
D. Menutup rapat stoples kaca dan kemudian diberi label yang berisi
nama spesimen tersebut dan familinya.

3. Manfaat Teknik Awetan


Teknik awetan basah pada hewan ini bermanfaat sebagai salah satu media
pembelajaran dalam ilmu biologi. Dengan adanya teknik awetan basah ini, maka peserta
didik akan lebih mudah memahami struktur anatomi dari hewan yang diawetkan tanpa harus
membuang waktu untuk proses pembedahannya.

B. Peranan Hewan Kelas Pisces Bagi Kehidupan


Secara umum, banyak jenis ikan yang dimanfaatkan manusia untuk
memenuhi kebutuhan pangan. Selain itu dapat pula dimanfaatkan untuk bahan
penelitian, kesenangan dan rekreasi. Sebagai bahan pangan ikan merupakan salah
satu sumber protein hewani. Di bidang yang lain, memancing ikan merupakan salah
satu jenis olahraga (rekreasi) yang banyak digemari dan memelihara ikan hias di
dalam akuarium atau kolam termasuk hobi yang dapat memberi hiburan bagi
manusia.
C. Metode Penelitian
1. Alat dan Bahan
1.1 Alat
1. Ember kecil
2. Toples kaca atau plastik
3. Alat tulis
1.2 Bahan
1. Ikan mas koi (Cyprinus carpio).
2. Formalin 3-4%
3. Aquades
4. Kapas atau tissue
5. Alkohol 70%
2. Cara Kerja
2.1 Membius Hewan
1. Melakukan pembiusan pada ikan mas koi.
2. Hewan yang telah dibius kemudian dicuci sampai bersih
2.2 Pengawetan
Sebelum melakukan pengawetan, mencuci bersih ikan mas koi dengan air sampai tidak
sedikit darah yang keluar.
Kemudian dibasahi seluruh bagian tubuh menggunakan alkohol hingga merata
Meletakkan ikan mas koi tersebut kedalam toples yang berisi formalin.
2.3 Pelabelan
Pelabelan dilakukan sebagai penegenal identitas kolektor serta klasifikasi pada hewan
tersebut. Kemudian menempelkan dibagian toples.

F. Hasil dari penelitian


Kelompok ras ikan karper yang bersisik penuh adalah ras-ras ikan karper yang memiliki sisik
normal, tersusun teratur dan menyelimuti seluruh tubuh. Ras ikan karper yang termasuk ke
dalam kelompok ini adalah "ikan karper majalaya", "ikan karper punten", "ikan karper si
nyonya" dan "ikan karper merah atau ikan mas".Sedangkan yang tergolong dalam ras karper
bersisik sedikit adalah "ikan karper kaca" yang oleh petani di Tabanan biasa disebut dengan
nama "karper gajah". Untuk kelompok ras ikan karper hias, beberapa di antaranya adalah
"karper kumpay", "karper kaca", "ikan mas merah" dan "ikan koi". Secara morfologis, ikan
karper mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di
ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut
berukuran pendek. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan karper ditutupi sisik dan hanya
sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan karper berukuran relatif
besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan
atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.
Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium pada ikan betina
yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma). Sebenarnya
pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun,
di habitat aslinya, ikan mas sering memijah pada awal musim hujan, karena adanya
rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.
Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah,
induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan
yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat
menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.
Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat,
berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur
bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam
telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa.
Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva ikan
mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan
makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva
ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,5-0,6 mm dan
bobotnya antara 18-20 mg.

BAB III
PENUTUB
A. Ksimpulan
Pisces atau ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)
hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan oscar ini adalah ikan predator
sehingga biasanya ia memakan ikan yang lebih kecil dari tubuhnya atau seukuran
mulutnya Ikan oscar adalah omnivora dan memakan ikan kecil, moluska, serta
binatang

yang

tidak

bertulang

belakan.

Astronotus ocellatus atau ikan oscar, terkenal sebagai ikan hias yang sering
dipelihara di aquarium. Ikan Oscar (Astronotus ocellatus) merupakan salah satu
jenis cichlid yang telah relatif lama dikenal oleh manusia.
Teknik awetan basah pada hewan vertebrata ini bermanfaat sebagai salah satu
media pembelajaran dalam ilmu biologi. Teknik awetan basah merupakan salah satu
teknik yang digunakan dalam pengawetan hewan-hewan dari kelas vertebrata
khusunya yang mempunyai ukuran cukup besar.
B. Saran
Kami menyarankan agar bahan atau hewan dari vertebrata yang diawetkan lebih
banyak lagi, sehingga kita dapat menggunakannya sebagai media belajar yang
mudah dan bisa dikembangkan dalam pembelajaran selanjutnya.

10