Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Endokarditis sering terdapat pada penderita dengan kelainan jantung, misalnya
kelainan pada katup akibat reuma, kelainan jantung bawaan atau prolaps katup mitral,
atau dengan katup jantung buatan. Juga sering pada penderita yang tanpa kelainan jantung
sebelumnya, misalnya penderita dengan ketergantungan obat atau anak dibawah usia 2
tahun dengan infeksi berat. Endokarditis dapat merusak atau menghancurkan katup
jantung dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Pengobatan untuk
endokarditis termasuk antibiotik dan, pada kasus berat, pembedahan (Lily, 1996).
Insidens di negara maju berkisar antara 5,9 sampai 11,6 episode per 100.000 populasi.
Endokarditis biasanya lebih sering terjadi pada pria dibandingkan perempuan dengan
rasio 1,6 sampai 2,5 (Sudoyo, 2010).
Di negara berkembang, insiden dari endokardiis bervariasi dari 1.5 hingga 6.2 kasus
per 100,000 populasi per tahun. Di tahun akhir 1980 an di area metropolitan United States
(Philadelphia), endocarditis timbul pada 9.3 orang per 100,000 populasi pertahun.
Bagaimanapun, setengah dari kasus ini merupakan konsekues dari penggunaan obat
injeksi. Insiden endokarditis meningkat pada orang-orang tua. Angka kumulatif dari
endokardiis katup prostetik adalah 1.5 hingga 3.0% pada 1 tahun setelah enggantian katup
dan 3 hingga 6% pada 5 tahun; resiko menjadi lebih besar selama 6 bulan pertama setelah
penggantian katup (Harrison, 2003).

1.2.
a.
b.
c.
d.
e.
1.3.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan endokarditis?
Bagaimana etiologi endokarditis?
Bagaimana patofisiologi endokarditis?
Bagaimana gambaran klinis endokarditis?
Bagaimana penatalaksaan pada endokarditis?
Tujuan
Mengetahui dan memahami apa yang di maksud dengan endokarditis serta etiologi,

patofisiologi, gambaran klinis dan penatalaksaannya.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Anatomi Fisiologi
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan

jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat

lintang, tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemauan kita
(dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).
Jantung terletak dalam rongga dada diantara kedua paru-paru jantung diselimuti oleh tiga lapis
selaput, yaitu:
1. perikardium (lapisan luar)
2. miokardium (lapisan tengah)
3. endokardium (lapisan dalam)
Endokardium tersusun dari lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang
memasuki dan meninggalkan jantung.
Endokard merupakan lapisan tipis yang meliputi seluruh permukaan dalam jantung.
Struktur dan ketebalan endokard bervariasi dari satu ruang ke ruang yang lain dan dari regio ke
regio yang lain dalam satu ruang. Endokard lebih tebal pada atrium dibandingkan dengan
ventrikel dan lebih tebal pada ruang sisi kiri daripada sisi kanan. Endokard berkembang dengan
baik pada alur keluar ventrikel kiri, membentuk lima lapisan yang jelas
1). Lapisan endokard, 2) jaringan ikat dalam, 3) jaringan elastik, 4) otot polos, 5) lapisan jaringan
ikat luar. Ketebalan total endokard pada saluran keluar ventrikel kiri adalah 200 namun juga ada
yang setebal 50 m pada regio lain di daerah ini. Endokard tertebal ditemukan pada atrium kiri
dimana tebalnya mencapai 900 m. Dengan peningkatan usia, ketebalan endokard meningkat dan
menjadi lebih baik opak karena proliferasi elastin dan kolagen.
Jaringan ikat endokard bersambungan dengan interstisium miokard dan daun katup.
Integritas endokard penting karena merupakan alat untuk menurunkan deposisi platelet dan
pembentukan trombus, selain menurunkan kemungkinan deposit dan multiplikasi mikroorganisme
yang menyebabkan endokarditis infektif.
Penebalan endokard terlokalisasi dapat disebabkan oleh ketidakteraturan hemodinamik
katup jantung. Endocardium berfungsi melapisi bagian dalam rongga jantung dan menutupi katup
pada kedua sisinya. Terdiri dari selapis sel endotel, di bawahnya terdapat lapisan jaringan ikat,
licin dan mengkilat.

2.2.

Pengertian Endokarditis
Pengertian mengenai endokarditis dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu endokarditis

infektif dan endokarditis noninfektif. (Lily, 1996).


Infektif endokarditis (IE) didefinisikan sebagai infeksi mikroba pada permukaan
endokardium jantung, yang dapat mencakup satu katup jantung atau lebih, mural
endokardium, atau defek septum.
Lesi yang khas berupa vegetasi, yaitu massa yang terdiri dari platelet, fibrin,
mikroorganisme dan sel-sel inflamasi, dengan ukuran yang bervariasi. (Sudoyo, 2010)

Infeksi endokarditis biasanya terjadi pada jantung yang telah mengalami kerusakan.
Penyakit ini didahului dengan endokarditis, biasanya berupa penyakit jantung bawaan
maupun penyakit jantung yang didapat. Dahulu Infeksi pada endokard banyak disebabkan
oleh bakteri sehingga disebut endokariditis bakterial. Sekarang infeksi bukan disebabkan

oleh bakteri saja, tetapi bisa disebabkan oleh mikroorganisme lain, seperti jamur, virus,
dan lain-lain.
Endokarditis non infektif adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor trombosis yang
disertai dengan vegetasi. Penyakit ini sering didapatkan pada penderita stadium akhir dari
proses keganasan (Lily, 1996).

Endokarditis tidak hanya terjadi pada endokard dan katub yang telah mengalami
kerusakan, tetapi juga pada endokar dan katub yang sehat, misalnya penyalahgunaan
narkotik perintravena atau penyakit kronik.
Berdasarkan gambaran klinisnya, dibedakan menjadi 2 yaitu (Hersunarti, 2003):
1. Endokarditis bacterial subakut, timbul dalam beberapa minggu atau bulan,
disebabkan oleh bakteri yang kurang ganas seperti Streptococcus viridans.
2. Endokarditis bacterial akut, timbul dalam beberapa hari sampai minggu, tanda
klinis lebih berat. Sering disebabkan oleh bakteri yang ganas seperti
Staphylococcus aureus.
Perjalanan penyakit ini tergantung pada virulensi mikroorganisme dan daya tahan
penderita. Infeksi subakut hampir selalu berakibat fatal, sedangkan hiperakut/akut secara
klinis tidak pernah ada, karena penderita meninggal terlebih dahulu yang disebabkan
karena sepsis. Endokarditis biasanya terjadi ketika bakteri atau kuman lain dari bagian
lain dari tubuh seperti mulut, menyebar melalui aliran darah dan menempel ke daerahdaerah yang rusak di dalam jantung Anda .
Berdasarkan jenis katup dan patogenesis terjadinya infeksi, endokarditis juga
dibedakan menjadi tiga yaitu (Hersunarti, 2003):
1. Native valve endocarditis, pada katup jantung alami.
2. Prosthetic valve endocarditis, pada katup jantung buatan.
3. Endokarditis pada penyalahguna narkoba intravena (intravenous drug abuse).
Faktor-faktor resiko termasuk penyakit katup jantung penyakit jantung reumatik,
penyakit katup jantung mitral, atau pembedahan katup prostetik. Penyakit ini lebih umum
terjadi pada individu lansia, kemungkinan karena penurunan respons imunologi terhadap
infeksi. Perubahan metabolik akibat proses penuaan dan peningkatan prosedur diasnotik
invasif, terutama pada penyakit genitourinaria. Terdapat angka kejadian yang tinggi pada
4

endokarditis stafilokokus diantara penguna obat-obat terlarang IV. Endokarditis didapat di


rumah sakit terjadi paling pada pasien dengan penyakit yang melemahkan kondisi tubuh,
pemasangan kateter-indwelling dan mereka yang mendapatkan terapi IV atau antibiotik
jangka panjang, pasien pada medikasi imunosupresif atau terapi steroid mungkin dapat
mengalami endokarditis fungal (Arif, 2009).
2.3.

Etiologi
Endokarditis paling banyak disebabkan oleh streptokokus viridans yaitu
mikroorganisme yang hidup dalam saluran pernapasan bagian atas. Sebelum ditemuklan
antibiotik, maka 90-95% endokarditis infeksi disebabkan oleh streptokokus viridans,
tetapi sejak adanya antibiotik streptokokus viridans 50% penyebab infeksi endokarditis
yang merupakan 1/3 dari sumber infeksi. Penyebab lain dari infeksi endokarditis yang
lebih patogen yaitu Sthaphhylococcus lugdunnsis atau enterokokus dapat menampakkan
gejala yang akut, tapilokokus aureus yang menyebabkan infeksi endokarditis subakut.
Penyebab lainnya adalah streptokokus fekalis, stapilokokus, bakteri gram negatif
aerob/anaerob, jamur, virus, ragi, dan kandida.
Faktor-faktor predisposisi dan faktor pencetus:
1. Faktor Predisposisi diawali dengan penyakit-penyakit kelainan jantung dapat
berupa penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, katub jantung
prostetik, penyakit jantung sklerotik, prolaps katub mitral, post operasi jantung,
miokardiopati hipertrof obstruksi. Endokarditis infeksi sering timbul pada
penyakit jantung rematik dengan fibrilasi dan gagal jantung. Infeksi sering pada
katub mitral dan katub aorta. Penyakit jantung bawaan yang terkena endokarditis
adalah penyakit jantung bawaan tanpa ciyanosis, dengan deformitas katub dan
tetralogi fallop. Bila ada kelainan organik pada jantung, maka sebagai faktor
predisposisi endokarditis infeksi adalah akibat pemakaian obat imunosupresif atau
sitostatik, hemodialisis atau peritonial dialisis, serosis hepatis, diabetis militus,
penyakit paru obstruktif menahun, penyakit ginjal, lupus eritematosus, penyakit
gout, dan penyalahan narkotik intravena.
Endokartitis infektif dapat terjadi tanpa adanya kelainan katup atau faktor
presdisposisi lain, terutama pada orang berusia lanjut. (Lily, 1996)
2. Faktor pencetus endokarditis infeksi adalah ekstrasi gigi atau tindakan lain pada
gigi dan mulut, kateterisasi saluran kemih, tindakan obstretrik ginekologik dan
radang saluran pernapasan.

Mikroorganisme
Bakteri (strepkokokus, enterokoki, pneumokoki, stapilokoki)
Fungi, riketsia dan Strepkokus viridans

Infeksi katup dan permukaan endotel jantung

Deformitas bilah katup

Stapilokokus Pemakaian obat intravena


Endokorditis

Pasien
Fungiyang diberi pengobatan imunosupresif/stero

2.4.

Patofisiologi

Respon imonologis terhadap infeksi menurun

Pasien yang mempunyai riwayat penyakit Manula


jantung
Perubahan metabolisme
6

Meningkat prosedur diagnostic invasif ((genitourine

Endokarditis adalah infeksi katup dan permukaan endotel jantung yang disebabkan
oleh invasi langsung bakteri atau organisme lain dan menyebabkan deformitas bilah katup.
Mikroorganisme penyebab mencakup bakkteri (streptokoki, entorokoki, pneumokoki,
stapilokoki) fungi, riketsia, dan streptokokus viridians.
Endokarditis infeksi terjadi pada pasien yang mempunyai riwayat penyakit katup
jantung. Pasien yang beresiko tinggi adalah pasien dengan jantung rematik atau proolaps
mitral dan yang pernah menjalani pembedahan katup prostetik.
7

Endokarditis infeksi biasa terjadi pada manula, mungkin akibat menurunnya respons
imunologis terhadap infeksi, perubahan metabolism akibat penuaan, dan meningkatnya
prosedur diagnostic invasive, khususnya pada penyakit genitourier. Terdapat insidensi tinggi
endokarditis stapilokokus diantara pemakai obat intravena dan endokarditis fungi pasien yang
diberi pengobatan immunosupresif atau steroid.

2.5 Gambaran Klinis


1. Gejala umum
Demam dapat berlangsung terus-menerus retermiten/ intermiten atau tidak teratur
sama sekali. Suhu 38 - 40 C terjadi pada sore dan malam hari, kadang disertai
menggigil dan keringat banyak. Pada pasien dengan persentasi subakut, demam
secara tipikal pada grade yang rendah, jarang kali melebihi 39,4C (103 oF),
sebaliknya suhu antara 39,4 dan 40C (103 oF dan 104 oF) sering kali dicurigai
sebagai endokarditis akut. Anemia ditemukan bila infeksi telah berlangsung lama.
pada sebagian penderita ditemukan pembesaran hati dan limpha.
2. Pemeriksaan fisik
Terlihat tanda-tanda demam (suhu), berat badan sedikit menurun, murmur, dan
kadang-kadang komplikasi gagal jantung. Clubbing jarang ditemukan, figmenfigmen pendarahan kecil (pendarahan splinter) lebih sering di jumpai 50% infark
tangan yang lebih subtansial (nodus osler) sangat jarang namun patognomonik sering
ditemukan splenomegani hematuria pada pemeriksaan dipstik urin ditemukan pada
hampir semua kasus (Baughman & Hackley, 2000).
3. Gejala Emboli dan Vaskuler
Ptekia timbul pada mukosa tenggorok, muka dan kulit (bagian dada). umumya sukar
dibedakan dengan angioma. Ptekia di kulit akan berubah menjadi kecoklatan dan
kemudian hilang, ada juga yang berlanjut sampai pada masa penyembuhan. Emboli
yang timbul di bawah kuku jari tangan (splinter hemorrhagic).
4. Gejala Jantung
Tanda-tanda kelainan jantung penting sekali untuk menentukan adanya kelainan
katub atau kelainan bawaan seperti stenosis mitral, insufficiency aorta, patent ductus
arteriosus (PDA), ventricular septal defect (VCD), sub-aortic stenosis, prolap katub
mitral. Sebagian besar endocarditis didahului oleh penyakit jantung, tanda-tanda
yang ditemukan ialah sesak napas, takikardi, palpasi, sianosis, atau jari tabuh
(clubbing of the finger). Perubahan murmur menolong sekali untuk menegakkan
diagnosis, penyakit yang sudah berjalan menahun, perubahan murmur dapat
disebabkan karena anemia . Gagal jantung terjadi pada stadium akhir endokarditis
infeksi, dan lebih sering terjadi pada insufisiensi aorta dan insufisiensi mitral, jarang
8

pada kelainan katub pulmonal dan trikuspid serta penyakit jantung bawaan non
valvular .
5. Endokarditis infeksi akut
Infeksi akut lebih sering timbul pada jantung yang normal, berbeda dengan infeksi
sub akut, penyakitnya timbul mendadak, tanda-tanda infeksi lebih menonjol, panas
tinggi dan menggigil, jarang ditemukan pembesaran limfa, jari tabuh, anemia dan
ptekia . Emboli biasanya sering terjadi pada arteri yang besar sehingga menimbulkan
infark atau abses pada organ bersangkutan. Timbulnya murmur menunjukkan
kerusakan katub yang sering terkena adalah katub trikuspid berupa kebocoran,
tampak jelas pada saat inspirasi yang menunjukkan gagal jantung kanan, vena
jugularis meningkat, hati membesar, nyeri tekan, dan berpulsasi serta udema. Bila
infeksi mengenai aorta akan terdengar murmur diastolik yang panjang dan lemah.
Infeksi pada aorta dapat menjalar ke septum inter ventricular dan menimbulkan
abses. Abses pada septum dapat pecah dan menimbulkan blok AV. Oleh karena itu
bila terjadi blok AV penderita panas tinggi, kemungkinan ruptur katub aorta
merupakan komplikasi yang serius yang menyebabkan gagal jantung progresif.
Infeksi katub mitral dapat menjalar ke otot papilaris dan menyebabkan ruptur hingga
terjadi flail katub mitral.

2.5.

Penatalaksanaan
Prinsip dasar dalam pengobatan endokarditis membasmi kuman penyebab secepat
mungkin, tindakan operasi pada saat yang tepat bila diperlukan dan mengobati
komplikasi yang terjadi.
Saran pengobatan adalah eradikasi total organisme penyerang melalui dosis adekuat
agen antimicrobial yang sesuai.
1. Isolasikan organisme penyebab melalui seri kultur darah. Kultur darah diakukan
untuk membantu perjalanan terapi
2. Setelah pemulihan dari proses infeksi, kerusakan katub serius mungkin
membutukan pengganti katub
3. Suhu tubuh pasien dipantau untuk keefektifan pengobatan (Arif,2009).
Terapi Umum:
1. Istirahat, rawat dirumah sakit untuk istirhat mutlak selama demam
2. Diet lunak
3. Medikamentosa
Untuk memudahkan dalam penatalaksanaan endokarditis, telah dikeluarkan beberapa
guidelines yaitu: American Heart assiciation (AHA) dan European Society of
9

Cardiology(ESC). Rekomendasi yang dianjurkan kedua pedoman ini pada prinsipnya


hampir sama. Penelitian menunjukan bahwa terapi kombinasi penisilin ditambah
aminoglikosida membasmi kuman lebih cepat daripada penisilin saja.
Regimen terapi yang pernah diteliti antara lain:
1. Seftriakson 12 IV selama 4 minggu, diberikan pada kasus EI karena
Streptococcus
2. Siprofloksasin 2750 mg dan rifampisin 2300 mg selama 4 minggu. (Sudoyo,
2010)
Pengobatan secara empiris (Lily, 1996) :
1. Untuk ABE : Nafsilin 2 gram/4 jam + ampisilin 2 gram/4 jam + gentamisin 1,5
mg/kgBB/8 jam
2. Untuk SEB : ampisilin 2 gram/4 jam + gentamisin 1,5 mg/kgBB/8 jam.

Tindakan pembedahan diperlukan dalam keadaan (Lily, 1996) :


1. Gagal jantung tidak dapat diatasi dengan obat-obatan
2. Septikemia yang tidak respon dengan pengobatan antibiotika
3. Emboli multipel
4. Relapsing endokarditis
5. Endokarditis pada katup buatan
6. Perluassan infeksi intrakardiak
7. Endokarditis pada lesi jantung yang perlu tindakan koreksi bedah seperti cacat
jatung bawaan
8. Endokarditis karena jamur

10

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Pengertian mengenai endokarditis dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu
endokarditis infektif dan endokarditis noninfektif. Infektif endokarditis (IE)
didefinisikan sebagai infeksi mikroba pada permukaan endokardium jantung, yang
dapat mencakup satu katup jantung atau lebih, mural endokardium, atau defek septum.
Endokarditis non infektif adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor trombosis yang
disertai dengan vegetasi.
Agen infeksi tersering yang menyebabkan endokarditis infektif katup asli
adalah bakteri Gram-positif, termasuk Sterptococcus viridans, S. Aureus, dan
enterokokus. Gejala klinisnya yaitu demam (umumnya), terdengar suara murmur pada
jantung, penurunan berat badan, lesu, dan kelemahan otot.
Prinsip dasar dalam pengobatan endokarditis membasmi kuman penyebab
secepat mungkin, tindakan operasi pada saat yang tepat bila diperlukan dan mengobati
komplikasi yang terjadi.
3.2. Saran
Demikianlah makalah yang telah kami susun mengenai endokarditis yang
meliputi etiologi, patofisiologi dll. Demi kesempurnaan makalah ini kami harapkan
kritikan serta saran yang membangun. Saran dari penulis diharapkan agar pembaca
dapat memaknai makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

11

Daftar Pustaka
Anymous. 2015. Penatalaksanaan pada Endokarditis. Available: www.infokedokteran.com.
Diakses pada tanggal 19 september 2015 pukul 11.30 PM
C. Baughman, Diane dan C. Hakley, joAnn. 2000. Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta:
EGC
Davey, Patrick. 2006. Medicine at a Giance. Jakarta: Erlangga
Harrison. 2003. Principle of Internal Medicine 16th edition.
Hayes, Peter C. 1997. Buku Saku Diagnosis dan Terapi. Jakarta: EGC
Hersunanti, N.B. 2003. Buku Ajar Kardiologi. Jakarta: FKUI
Muttaqin, Arif. 2009. Pengantar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskular. Jakarta: Salemba Medika
Rilantono, Lily dkk.1996. Buku Ajar Kardiologi. Jakarta: FKUI
Sudoyo, A. 2010. Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 5. Jakarta: Pustaka IPD FKUI

12