Anda di halaman 1dari 25

Pengantar Kuliah Bahasa

Indonesia
Tujuan Umum : Mahasiswa memiliki sikap

bahasa yang positif terhadap bahasa


Indonesia. (1) Kesetiaan bahasa, (2)
Kebanggaan bahasa, (3) Kesadaran akan
adanya norma bahasa.
Tujuan Khusus : Agar para mahasiswa, calon

sarjana, terampil menggunakan bahasa


Indonesia dengan baik dan benar, secara
lisan dan terutama secara tulisan sebagai
sarana pengungkapan gagasan ilmiah.

PENALARAN
BAHASA INDONESIA 2

Definisi Penalaran
Penalaran adalah suatu proses berpikir

manusia
untuk
menghubunghubungkan data atau fakta yang ada
sehingga sampai pada suatu simpulan.
Data atau fakta yang akan dinalar itu

boleh benar boleh tidak benar.

PROPOSISI dan Term


Kalimat

pernyataan
yang
dipergunakan sebagai data itu
proposisi.

dapat
disebut

Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan

yang dapat dibuktikan kebenarannya atau


dapat ditolak karena kesalahan yang
terkandung di dalamnya.
Term adalah kata atau kelompok kata yang

dapat dijadikan subjek atau predikat dalam


sebuah kalimat proposisi.
4

Contoh Proposisi
1. Semua manusia akan mati pada suatu waktu.
2. Beberapa
orang
Indonesia
mempunyai

kekayaan yang berlimpah.


3. Kota Bandung hancur dalam perang dunia
kedua karena bom atom.
4. Semua gajah telah punah tahun 1980.
Catt: kedua kalimat pertama dapat dibuktikan

kebenarannya. Kedua kalimat terakhir dapat


ditolak karena kebenarannya tidak sesuai
dengan
fakta/tidak
dapat
dibuktikan
kebenarannya.

Contoh Term
Semua tebu manis.
Semua tebu adalah term, manis

adalah term.
Bumi adalah planet.

Contoh bukan Proposisi


a) Bangsa burungkah ayam?
b) Mudah-mudahan

Indonesia

menjadi

negara makmur.
c) Berdirilah kamu di pinggir pantai !

Diubah menjadi proposisi :


a) Ayam adalah burung.
b) Indonesia menjadi negara makmur.
c) Kamu berdiri di pinggir pantai.

Empat Jenis Lingkaran Euler


Proposisi
Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek
sama dengan perangkat yang terdapat dalam
predikat.
S=P
Semua S adalah semua P
(Semua sehat adalah semua tidak sakit).
1.

Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek


menjadi bagian dari perangkat predikat.
Semua S adalah P
P
S
(Semua sepeda beroda).
2.

Sebaliknya, perangkat predikat bagian dari perangkat


subjek.
Sebagian S adalah P (Sebagian binatang adalah
gajah)
S
P

Empat Jenis Lingkaran Euler


Proposisi
Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek
berada di luar perangkat predikat.
Tidak satu pun S adalah P
Tidak seorang pun manusia adalah binatang.
3.

Sebagian perangkat yang tercakup dalam


subjek berada di luar perangkat predikat.
Sebagian S tidaklah P
S
p
Sebagian kaca tidaklah bening.
4.

Jenis-jenis Proposisi
Proposisi Tunggal
Berdasarkan Bentuknya
Proposisi Majemuk

Proposisi Kategorial

10

Berdasarkan Bentuknya
Proposisi

Tunggal hanya mengandung satu


pernyataan.
Contoh : Semua petani harus bekerja keras.
Setiap pemuda adalah calon pemimpin.
Proposisi

majemuk mengandung lebih dari


satu pernyataan.
Contoh : Semua petani harus bekerja keras dan
hemat.
Semua petani harus bekerja keras.
dan
Semua petani harus hemat.
11

Berdasarkan Sifatnya
Dalam proposisi kategorial, hubungan antara subjek

dan predikat terjadi dengan tanpa syarat.


Contoh : Semua Bajai beroda tiga.
Sebagian binatang tidak berekor.
Dalam

proposisi kondisional, hubungan antara


subjek dan predikat terjadi dengan suatu syarat
tertentu.
Contoh : Jika air tidak ada, manusia akan kehausan.
(proposisi kondisional hipotesis)
Proposisi

12

kondisional disjungtif mengemukakan


suatu alternatif atau pilihan.
Contoh : Amir Hamzah adalah seorang sastrawan
atau pahlawan.

Dalam proposisi kondisional hipotesis, pokok

persoalan terletak pada unsur konsekuennya.


Kalau konsekuennya positif, proposisi itu juga
positif (afirmatif).
Kalau konsekuennya negatif, proposisi itu juga
negatif. Unsur anteseden tidak memberi
pengaruh pada kualitas proposisi.
Contoh : Jika hari ini panas, petani tidaklah
bekerja. (negatif)
Jika hari tidak panas, petani menjadi senang.
(positif)

13

Berdasarkan Kualitasnya
Proposisi positif (afirmatif) adalah proposisi

yang membenarkan adanya persesuaian


hubungan antara subjek dan predikat.
Contoh : Semua dokter adalah orang pintar.
Sebagian manusia adalah bersifat sosial.
Proposisi

negatif adalah proposisi yang


menyatakan bahwa antara subjek dan
predikat tidak mempunyai hubungan.
Contoh : Semua harimau adalah singa.
Sebagian orang jompo tidaklah pelupa.
14

Berdasarkan Kuantitasnya
Proposisi

umum
(universal),
predikat
proposisi membenarkan atau mengingkari
seluruh subjeknya.
Contoh : Semua dokter adalah orang pintar.
Tidak seorang dokter pun adalah orang yang
tak pintar.
Semua gajah bukanlah kera.
Tidak seekor gajah pun adalah kera.
Ciri-ciri universal afirmatif : semua, setiap,

tiap, masing-masing, apapun.


Ciri-ciri universal negatif : tidak satu pun,
15 tak seorang pun.

Berdasarkan Kuantitasnya
Proposisi khusus, predikat proposisi hanya

membenarkan atau mengingkari sebagian


subjeknya.
Contoh
:
Sebagian
mahasiswa
gemar
olahraga.
Tidak semua mahasiswa pandai bernyanyi.
Sebagian Pulau Jawa adalah Jawa Barat.
Tidak semua Pulau Jawa adalah Jawa Barat.
Ciri-ciri proposisi khusus : kata sebagian,

sebagian banyak, beberapa, sering, kadangkadang, dalam keadaan tertentu.


16

Bentuk-bentuk Proposisi
Berdasarkan proposisi kualitas dan

kuantitas, ditemukan empat macam


proposisi ;
1. Proposisi umum-positif; disebut Proposisi
A
2. Proposisi umum-negatif; disebut
Proposisi E
3. Proposisi khusus-positif; disebut Proposisi
I
4. Proposisi khusus-negatif; disebut
Proposisi O
17

18

INFERENSI DAN IMPLIKASI


A. Inferensi (infere) : menarik kesimpulan.
Proses
untuk
menghasilkan

informasi dari fakta yang diketahui.


B. Implikasi (implicare) : terlibat atau
Rangkuman, sesuatu yang dianggap

ada karena sudah di rangkum dalam


fakta/ evidensi itu sendiri.

19

EVIDENSI
Evidensi merupakan hasil pengukuran

dan pengamatan fisik yang digunakan


untuk memahami suatu fenomena.
Wujud Evidensi

evidensi berbentuk data & informasi


(keterangan yang diproleh dari sumber
tertentu).

20

CARA MENGUJI DATA


Data

dan informasi yang digunakan dalam


penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu
perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu
sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu
siap digunakan sebagai evidensi.
Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan
untuk pengujian data:
1.Observasi mengamati secara langsung sesuatu
objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang
dilakukan objek tersebut
2.Kesaksian
3.Autoritas

21

CARA MENGUJI FAKTA


Fakta adalahsegala sesuatu yang tertangkap

oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang


terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan
Untuk menguji fakta kita butuh melakukan 2 kali
penilaian.
1. Menentukan apakah data itu merupakan
kenyataan atau yang sungguh terjadi. Setelah
yakin dengan hal itu barulah dilakukan
penilaian yang kedua.
2. Penilaian kedua ini berdasarkan 2 dasar yaitu
Konsistensi dan juga Koherensi.

22

CARA MENILAI AUTORITAS


Untuk menilai suatu autoritas, penulis dapat memilih

beberapa cara pokok sebagai berikut:


1. Tidak mengandung Prasangka
artinya pendapat disusun berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau
didasarkan
pada
hasil
eksperimen
yang
dilakukannya.
2. Pengalaman dan Pendidikan
Pendidikan
yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut
dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman
yang diperoleh, penelitian yang dilakukan,
presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan
memperkuat kedudukan penulis.

23

3.
Kemasyhuran dan Prestise
Faktor ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti
apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip
sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik
kemasyhuran dan prestise pribadi di bidang lain. Apakah
ahli menyertakan pendapatnya dengan fakta yang
menyakinkan.
4. Koherensi dengan Kemajuan
Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan
autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan
zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam
bidang itu. Untuk memperlihatkkan bahwa penulis benarbenar
siap
dengan
persoalan
yang
tengah
diargumentasikan.

24

TERIMAKASIH...

25