Anda di halaman 1dari 27

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN

BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.1

Bumi

2.1.1 KomposisiBumiSecaraKimia

Bumi yang kita tinggali pada dasarnya berbentuk bulat seperti bola, walaupun rata pada

bagian kutubkutubnya. Bumi mempunyai jarijari khatulistiwa sepanjang 6.378 km, dan jarijari
kutub sepanjang 6.356 km. Secara keseluruhan, berdasarkan komposisi kimianya, bumi terbagi
menjadiempatbagianyaitu,udara,air,batuansoliddankehidupanorganik.

Gambar2.1Komposisibumisecarakimia(Sumber:GempadanTsunami,Dep.EnergidanSDM)

Bagian pertama dari bumi adalah udara (atmosfer) yang merupakan lapisan gas yang

melingkupibumi,daripermukaanplanetsampaijauhdiluarangkasayangberfungsimelindungi
kehidupandibumidenganmenyerapradiasisinarultravioletdarimataharidanmengurangisuhu
ekstremyangterjadiantarasiangdanmalam.Bagiankeduadaribumiadalahair(hidrosfer)yang
merupakanlapisanairyangadadipermukaanbumi,sepertilaut,danau,sungaidanairpermukaan
lainnya dan aspek ini merupakan bagian terbesar yang menutupi permukaan bumi atau kurang
lebih70persendaripermukaanbumiadalahair.

HENCEMICHAELWUATEN

16

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Bagian ketiga adalah batuan solid (lithosphere) yang adalah akumulasi masa dari batuan

batuanpadatyangadadibumidantelahterbentuksekitar4,6milyartahunyanglalu.Sedangkan
bagian keempat adalah kehidupan organik (biosfer) yang merupakan sistem kehidupan paling
besarkarenaterdiridarigabunganekosistemyangadadiplanetbumi,termasuksemuamahluk
hidupyangberinteraksidenganlingkungannyasebagaikesatuanutuh.

Keempatbagiantersebutberinteraksisecaraaktifsatusamalaindansalingmempengaruhi

kelangsungan kehidupan di bumi, misalnya dalam siklus biogeokimia dari berbagai unsur kimia
yangadadibumi,prosestransferpanasdanperpindahanmateripadatdanlainsebagainya.

2.1.2 StrukturLapisanBumi

Pada hakekatnya kehidupan organik atau biosfer, hidup dan berada di permukaan bumi

yang merupakan komposisi dari batuan solid (lithosphere). Komposisi atau struktur dari lapisan
batuansolidtersebut,secaraumumdibagimenjaditigabagianyaitu,kerakbumi,selimutbumi
danintibumi.

Lapisan kerak bumi (crust) adalah kulit bumi bagian luar atau permukaan bumi dan pada

dasarnyamerupakanbatuanyangrelatifdingin,padat,kakudengankedalamanantara5sampai
40km.Lapisaniniterdiridaribatuangranitdanbasalt,yanglapisanbagianatasnyaberupabatuan
sedimen dan hasilhasil proses metamorfosa dari kedua batuan tersebut. Dalam bidang teknik
gempa, lapisan ini merupakan lapisan yang menjadi perhatian khusus, karena apabila sumber
gempa berada pada lapisan ini, maka dapat menyebabkan kerusakan maupun kehancuran pada
suatubangunan.

Lapisan kedua adalah lapisan lapisan selimut (mantle) yang merupakan lapisan di bawah

kerak bumi dengan ketebalan sekitar 2900 km. Lapisan ini terdiri dari dua bagian yaitu, lapisan
mantel luar dan lapisan mantel dalam. Lapisan ini sedemikian panasnya sehingga senantiasa
dalamkeadaantidakkaku,sehinggadapatbergeraksesuaidenganprosespendistribusianpanas
yangdalamistilahgeologidisebutsebagaialirankonveksi.

Lapisan ketiga adalah inti bumi (core) yang merupakan massa dari inti dari bumi dan

mempunyaijarijarisekitar3500km.Bagianintibumiterdiridarimaterialcair,denganpenyusun
utama logam besi kurang lebih 90%, nikel kurang lebih 8%, dan lainlain yang terdapat pada
kedalaman29005200km.Lapisaninidibedakanmenjadilapisanintiluardanlapisanintidalam.
Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai
2.200oC. Sedangkan bagian inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter
sekitar2.700km.Intidalaminiterdiridarinikeldanbesiyangsuhunyamencapai4.500oC.

HENCEMICHAELWUATEN

17

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Gambar2.2Strukturlapisanbumi(Sumber:JohnWileyandSons)

Gambar2.3Strukturlapisanbumi(Sumber:GempadanTsunami,Dep.EnergidanSDM)

HENCEMICHAELWUATEN

18

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Gambar2.4Irisanstrukturbumi(Sumber:GempadanTsunami,Dep.EnergidanSDM)

2.2

TeoriPelatTektonikdanDistribusiLempengTektonik

2.2.1 TeoriPelatTektonik

Dalam dunia geologi dikenal suatu teori yang disebut dengan Teori Pelat Tektonik yang

merupakankombinasidariteorisebelumnyayaitu,TeoriPergerakanBenua(ContinentalDrift)dan
PemekaranDasarSamudra(SeaFloorSpreading).DalamTeoriPelatTektonikmenganggapbahwa
lapisan kerak bumi (crust/lithosphere) merupakan lapisan yang terdiri atas beberapa pelat kaku
ataulempenglempengyangsalingberkaitansatudenganyanglain.Lempenglempengtektonik
tersebut yang merupakan bagian dari litosfir padat, terapung di atas mantel dan ikut bergerak
satusamalainnya.Akibatadanyapergerakandarilempenglempengtektoniktersebut,sehingga
menghasilkan empat kemungkinan pergerakan suatu lempeng tektonik yang relatif terhadap
pergerakan lempeng lainnya, yaitu apabila lempenglempeng tektonik tersebut saling menjauhi
(spreading), lempenglempeng tektonik tersebut saling mendekati (collision), lempenglempeng
tektonik tersebut saling geser (transform) dan terjadi patahan (transcursion). Pergerakan dari
lempenglempeng tektonik tersebut, berlangsung lambat, sehingga tidak dapat dirasakan oleh
manusia namun dapat diukur atau berkisar antara 0 15 cm pertahun. Selain itu, terkadang
pergerakandarilempenglempengtektoniktersebutmengalamikemacetandansalingmengunci,
sehinggaterjadipengumpulanenergiyangberlangsungsecaraterusmenerusdanapabilasampai
pada suatu saat batuan pada titiktitik dimana lempenglempeng tektonik tersebut saling
mengunci tidak lagi kuat untuk menahan pergerakan tersebut, maka terjadi proses pelepasan
energisecaramendadakyangkitakenalsebagaigempabumi.

HENCEMICHAELWUATEN

19

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Gambar2.5Teoripelattektonik(Sumber:LisaTauxe)

2.2.2 DistribusiPelatTektonik

Berdasarkan teori pelat tektonik, kemudian para ilmuwan geologi membagi lapisan

permukaanbumicrustmenjadilempenglempengtektonikyaitu,pelatAsia,pelatIndoAustralia,
pelat Pasifik, pelat Antartika, pelat Afrika, pelat Amerika Utara, pelat Amerika Selatan, pelat
Karibia, pelat Filipina, pelat Naska, pelat Eurasia, pelat Arabia, pelat Persia, Kokos dan pelat
Somalia. Pada dasarnya pelatpelat ini, senantiasa bergerak dan saling mempengaruhi satu
denganyanglainnya.

Gambar2.6Petapelattektonik(Sumber:www.learner.org)

HENCEMICHAELWUATEN

20

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Gambar2.7Petapelattektonikdunia(Sumber:www.academic.evergreen.edu)

2.2.3 PergerakanPelatTektonik

Pergerakandaripelatpelattersebut,padaperbatasansetiaplempengmenyebabkanempat

bentukpertemuanantarlempeng(Tjokrodimulyo,1997),yaitu:

1. Penunjaman(subduction)
Penunjaman adalah bentuk pergerakan lempeng dimana, lempeng yang satu bergerak
membelokkebawahataumenunjamsedangkanlempengyanglainsedikitterangkatke
atas.SepertidibagianbaratPulauSumatra,selatanPulauJawasampaiNusaTenggara
ataupertemuanantaralempengIndoAustraliadenganlempengAsia.

2. Pemisahan(extrusion)
Pemisahanadalahbentukpergerakanlempengdimanakedualempengbergerakkeatas
kemudian menjauh satu dengan yang lainnya, seperti di tengah samudra Atlantik yang
membujur dari selatan ke utara atau pertemuan dari lempeng Afrika dengan lempeng
AmerikaSelatan.

3. Tumbukan(collisoin)
Tumbukan merupakan bentuk pergerakan lempeng dimana kedua lempeng saling
mendekat kemudian saling bertumbukan satu dengan yang lain seperti di pegunungan
Himalaya yang merupakan pertemuan antara lempeng IndoAustralia dengan lempeng
Asia.

HENCEMICHAELWUATEN

21

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

4. Patahan(transcursion)
Patahan adalah bentuk pergerakan lempeng dimana, salah satu lempeng bergerak
vertikalataupunhorisontalterhadaplempengyanglain,sepertipatahanSanAndreasdi
bagian barat Amerika Serikat yang merupakan pemisahan antara lempeng Amerika
UtaradenganlempengPasifik.

a. Penunjaman(subduction)

b.Pemisahan(extrusion)

c.Tumbukan(colission)

d.Patahan(trancursion)
Gambar2.8Bentukpergerakanlempengtektonik

HENCEMICHAELWUATEN

22

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.3

GempaBumi

2.3.1 PengertianGempaBumi

Gempabumimerupakansuatufenomenaalamyangapabilaterjadiakanmenimbulkanefek

kerusakan yang bersifat materil dan mengancam kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari
dantidakdapatdiramalkankapan,dimanaterjadidanberapabesarnya.

Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat terjadi pelepasan energi di dalam

bumisecaratibatibayangditandaidenganpatahnyalapisanbatuanpadakerakbumi.Akumulasi
energi merupakan penyebab terjadinya gempa bumi yang dihasilkan dari pergerakan lempeng
lempengtektonik.Energiyangdihasilkandipancarkankesegalaarahberupagelombanggempa
bumisehinggaefeknyadapatdirasakansampaikepermukaanbumi.

Padaprinsipnya,gempamerupakansuatuperistiwapelepasanenergidisuatutempatyang

terletakdipadatitiktitikperbatasandarilempenglempengpelattektonikbumi.Padasaatterjadi
gempa pertama, belum tentu semua energi yang terkumpul di dalam bumi dilepaskan secara
keseluruhan, sehingga apabila masih ada energi yang tersisa dapat menyebabkan terjadinya
pelepasan energi pada lokasi lain, dan menimbulkan terjadinya peristiwa rentetan gempa.
Pelepasan energi setelah gempa pertama, disebut dengan aftershocks dan gempa yang terjadi
akibat aftershocks mempunyai kemungkinan dapat lebih besar atau lebih kecil dari gempa
pertamadanhinggasaatinimasihsulitdiprediksiwaktuterjadinya(Tjokrodimulyo,1997).

2.3.2 PenyebabGempaBumi

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh adanya pelepasan energi

reganganelastisbatuanpadalitosfir.Semakinbesarenergiyangdilepaskan,makakemungkinan
semakinkuatgempayangakanterjadidanterdapatduateoriyangmenyatakanprosesterjadinya
atauasalmulagempayaitu,pergeseransesardanteorikekenyalanelastis(Reid,1906).

Teori pergeseran sesar menjelaskan, apabila bidang permukaan sesar saling bergesekan,

maka batuan pada posisi tersebut akan mengalami perubahan bentuk atau deformasi, jika
perubahanbentuktersebutmelampauinilaibataselastisitasatauregangannya.

Selain teori di atas, gempa bumi atau peristiwa terjadinya getaran pada permukaan bumi

dapat disebabkan oleh beberapa peristiwa diantaranya, adanya pergerakan pelat tektonik,
terjadinyakeruntuhantanahdidalamgua,adanyatumbukan(impact)antarameteoryangmasuk
ke dalam bumi dan menghantam permukaan bumi, melestusnya gunung berapi yang kemudian
menghasilkan gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik dalam, gempa ledakan serta gempa
tremor.Darikeempatpenyebabgempaberdasarkanperistiwaataukejadiantersebut,penyebab
yangpalingseringmenyebabkangempaadalahgerakanpelattektonik.

HENCEMICHAELWUATEN

23

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Seperti dalam penjelasan sebelumnya, bahwa pelat tektonik selalu bergerak antara satu

dengan yang lainnya. Pergerakan antara setiap lempenglempeng tersebut, kemudian


menghasilkangesekangesekanyangterjadididaerahpertemuanantaramasingmasinglempeng
tektonik tersebut yang menyebabkan pergerakan dari lempenglempeng tektonik tersebut
terhenti untuk sementara waktu. Akibat proses tersebut, menyebabkan munculnya energi
potensialdiantarapelatpelattektoniktersebut.Besarnyaenergipotensialtersebut,akanterus
mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya waktu dan apabila pada suatu keadaan,
dimanagayagesekyangadadiantaralempenglempengtersebuttidakmampulagiditahandan
gesekanterjadisecaraterusmenerus,makaakanterjadiperistiwapelepasanenergisecaratiba
tiba yang kemudian menghasilkan gelombang gempa yang menjalar dan berdampak sampai ke
permukaanbumi.

2.3.3 KlasifikasiGempa

Menurut R. Hoernes (1878) bahwa gempa bumi dapat diklasifikasikan secara umum

berdasarkansumberkejadiangempa,sebagaiberikut:

1. Gempabumiruntuhan
Adalahgempayangterjadiakibatruntuhnyalubanglubanginteriorbumimisalnyaakibat
runtuhnyatambangataubatuanyangmenimbulkangempa.

2. Gempabumivulkanik

3. Gempabumitektonik

Adalahgempayangterjadiakibataktivitasgunungapi.

Adalahgempayangterjadiakibatlepasnyasejumlahenergipadasaatbergeraknyapelat
tektonik.

SedangkanFowler(1990)mengklasifikasikangempaberdasarkankedalamanfokusgempa,

sebagaiberikut:

1. Gempadangkal
Adalahgempayangterjadipadakedalamankurangdari70kmdaripermukaanbumi.

2. Gempamenengah
Adalahgempayangterjadipadakedalamankurangdari300kmdaripermukaanbumi.

3. Gempadalam
Adalahgempayangterjadipadakedalamanlebihdari300kmterkadanglebihdari450
km.

HENCEMICHAELWUATEN

24

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.4

ParameterGempaBumi

Parametergempabumimerupakansuatuukuranyangmenyatakankekuatandandampak

yangkemungkinanterjadiakibatadanyagempabumi.Parameterdarigempabumidapatdiukur
berdasarkan beberapa hal yaitu, waktu terjadinya gempa bumi (origin time), kedalaman pusat
gempa bumi (depth), lokasi pusat gempa bumi (episenter), dan kekuatan gempa bumi
(magnitudo).

2.4.1 WaktuKejadian

Waktu terjadinya gempa (origin time) adalah durasi atau lamanya kejadian gempa

berlangsung.Durasidarisetiapkejadiangempapadadasarnyaberbedabedaantarasatukejadian
dengankejadianyanglaindanhalinisangatberpengaruhterhadapdampakdankerusakanyang
dihasilkan.

2.4.2 KedalamanPusatGempa

Fokus gempa atau hiposentrum (Hypocentre) adalah pusat gempa bumi atau titik dimana

terjadinya pelepasan energi di dalam bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan lapisan
batuan di dalam lapisan bumi (dislokasi) yang kemudian menghasilkan gelombang gempa.
Sedangkan sedangkan jarak dari fokus gempa menuju wilayah pemukiman terdekat disebut
denganjarakhiposenter.

Kedalaman atau letak fokus gempa pada dasarnya akan sangat berpengaruh terhadap

besarnya gelombang gempa yang sampai ke permukaan bumi. Dimana semakin dangkal lokasi
gempa atau semakin pendek jarak vertikal fokus gempa dengan permukaan bumi, maka akan
semakinbesargelombanggempayangsampaikepermukaanbumi.Selainitu,posisifokusgempa
yang terjadi di dasar laut, kemungkinan akan menghasilkan adanya gelombang pasang air laut
yangcukupbesaryangdisebutdengantsunami.

2.4.3 Episentrum

Episentrum (epycentre) adalah titik vertikal di permukaan bumi yang tepat berada di atas

fokus gempa. Jarak antara titik episenter dengan daerah pemukiman terdekat disebut jarak
episenter.Sedangkandaerahdisekitartitikepisentrumyangmengalamidampakterbesarakibat
gempa di sebut dengan macroseisme yang dibatasi oleh suatu garis yang disebut dengan
pleistosiste.

HENCEMICHAELWUATEN

25

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Gambar2.9Fokusgempa,jarakepisenter,jarakhiposenter

2.4.4 MagnitudoGempa

Kekuatangempaataumagnitudogempamerupakanukuranberapabesarnyaenergiyang

dilepaskandaripusatgempa.Kekuatangempadapatmenggambarkanberapabesarenergiyang
dilepaskandaripusatgempa,berapabesargelombanggempayangsampaikepermukaantanah,
serta berapa besar kerusakan atau dampak yang dihasilkan berdasarkan beberapa skala
pendekatan seperti skala magnitude, skala Modifield Mercalli Intensity (MMI), skala percepatan
pemukaantanah(PGA)danlainsebagainya.

2.5 JalurGempa
2.5.1 JalurGempaDunia

Sumbersumbergempayangterjadidibumi,dapatdikelompokanmenjaditigajalurgempa

utama,yaitu:

1. JalurgempaPasifik(CircumPasificEarthquakeBeltatauGreatEarthquakeBelt)
Jalur gempa pasifik dimulai dari Chili, Equador, California, Kepulauan Aleutian, Jepang,
Taiwan,Philipina,SulawesiUtara,KepulauanMaluku,PulauIrianbagianutara,Melanisia,
PolynesiasampaiSelandiaBaru.

2. JalurgempaTransAsia(TransAsiaticBelt)
Antara lain melalui daerahdaerah Azores, Mediterania, Maroko, Portugal, Italia,
Rumania,Turki,Irak,Iran,Afganistan,Himalaya,Myanmar,IndonesiayangmeliputiBukit
Barisan,LepaspantaiselatanPulauJawa,KepulauanSundaKecildanMaluku.

3. JalurgempaLautAtlantic(MidAtlanticOceanicBelt)

AntaralainmelaluiSplitbergen,IcelanddanAtlantikSelatan.

HENCEMICHAELWUATEN

26

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.5.2 JalurGempaIndonesia

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa wilayah Indonesia dilewati oleh dua jalur gempa,

sehingga Indonesia termasuk negara yang dikategorikan sebagai daerah rawan gempa.
Berdasarkan sejarah kekuatan sumber gempa, aktifitas gempa bumi di Indonesia dapat dibagi
kedalam6daerahaktifitasgempa,antaralain:
1. Daerah sangat aktif, dengan magnitude lebih dari 8 kemungkinan terjadi di daerah ini
yaitu,diHalmahera,pantaiutaraPapua.
2. Daerah aktif, dengan magnitude 8 kemungkinan terjadi dan magnitude 7 sering terjadi
yaitu,dilepaspantaibaratSumatera,KepulauanSundadanSulawesiTengah.
3. DaerahLipatandenganatautanparetakan,kemungkinanmagnitudekurangdari7dapat
terjadiyaitudiSumatera,KepulauanSunda,Sulawesitengah.
4. Daerah lipatan dengan atau tanpa retakan, magnitude kurang dari 7 kemungkinan
terjadi,yaitudipantaibaratSumatera,Jawabagianutara,Kalimantanbagiantimur.
5. Daerahgempakecil,magnitudekurangdari5jarangterjadi,yaitudidaerahpantaitimur
Sumatera,Kalimantantengah.
6. Daerah stabil, tidak ada catatan sejarah gempa, yaitu daerah pantai selatan Irian dan
PulauKalimantanbagianbarat.

Sedangkan berdasarkan SNI 0317262002 Indonesia dibagi dalam 6 wilayah jalur gempa

sepertiyangterlihatdalamgambardibawahini.

94

96

98

100

102

104

106

108

110

112

114

116

118

120

122

124

126

128

130

132

134

136

138

140

10 o

10 o

80

200

400

Kilometer

o
Banda Aceh
1

Ternate
1

o
Samarinda
Padang
5

2o
1

Palu

Manokwari

Sorong

Biak

Jambi
Palangkaraya

Bengkulu

Kendari

Ambon
4

o
Bandung
Semarang
Garut
Tasikmalaya
Solo
Jogjakarta

Sukabumi
o

Jakarta

Makasar
Tual

Jayapura

Bandarlampung

2o

Banjarmasin

Palembang

Manado
Pekanbaru

Surabaya

Cilacap

3
Blitar Malang
Banyuwangi

Denpasar

Mataram

Merauke
5
6

10

o
Kupang

10

12

14

12

14

Wilayah

: 0,03 g

Wilayah
Wilayah

: 0,10 g

: 0,15 g

Wilayah

: 0,20 g

Wilayah

: 0,25 g

Wilayah

: 0,30 g

3
2
1

16 o

16 o
94

96

98

100

102

104

106

108

110

112

114

116

118

120

122

124

126

128

130

132

134

136

138

140

Gambar2.10PembagianwilayahgempaIndonesia(sumber:SNI0317262002)

HENCEMICHAELWUATEN

27

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.6

GelombangGempa

Pada saat terjadinya gempa bumi, di pusat gempa akan terjadi getaran yang besarnya

tergantung dari besarnya energi yang dilepaskan di pusat gempa. Getaran yang dilepaskan ini
kemudianakanmenyebarkedaerahsekitarnyatermasuksampaikepermukaanbumi.

Berdasarkan hal tersebut maka gelombanggelombang tersebut dibagi menjadi dua yaitu,

gelombangyangmenjalardidalamtanahdangelombangyangmenjalardipermukaantanah.

2.6.1 GelombangDalamTanah

Secara umum gelombang yang menjalar di dalam tanah yang dihasilkan akibat terjadinya

gempabumidibedakanmenjadidua,yaitugelombangprimerdangelombangsekunder.

1. Gelombangprimer(Pwaves)
Gelombang primer adalah gelombang yang menjalar secara longitudinal dengan cara
memampatdanmengembangsearahdenganarahrambatanlongitudinal.Gelombangini
mirip dengan gelombang suara, dimana terdapat perapatan (compressions) dan
peregangan (dilatations) serta mampu merambat melalui batuan dengan kecepatan
rambatan berkisar antara 7,5 sampai 14 km/detik. Selain itu, gelombang primer
merambat lebih cepat dari gelombang sekunder dan menggerakan batuan searah
denganarahrambatannya.

Gambar2.11Bentukgelombangprimerakibatgempa(sumber:www.earthquake.usgs.gov)

2. Gelombangsekunder(Swaves)
Gelombangsekunderadalahgelombangyangmenjalarsecaratransvesaldisertaidengan
putaranyangrambatannyamengeserbatuankesampingdengansudutpositipterhadap
arah rambatan gelombang. Pada permukaan tanah gelombang sekunder dapat
menghasilkan gerakan vertikal dan horisontal. Gelombang sekunder ini tidak dapat
merambatmelaluibagianbumiyangcairdanmagnitudenyaakanberkurangcukupbesar
jikamelaluitanahjenuhair.Ketikagelombangbadan(bodywave)inimerambatmelalui

HENCEMICHAELWUATEN

28

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

lapisan batuan dalam crust, maka gelombanggelombang tersebut dipantulan atau


dibelokan pada permukaan batuan dan bilamana ada gelombang yang dipantulkan
maupundibelokan,makasebagianenergiakanberubahmenjadigelombanggelombang
baru. Kecepatan rambat gelombang sekunder sebesar dua pertiga kali dari kecepatan
rambat gelombang primer atau kurang lebih sebesar 3 sampai 7 km/detik dan secara
umum gelombang ini lebih membahayakan dibandingkan dengan gelombang
longitudinalataubersifatmerusak.

Gambar2.12Gelombangsekunderakibatgempa(sumber:www.earthquake.usgs.gov)

3. Kecepatangelombangprimerdansekunder
Kecepatan sebenarnya dari gelombang primer dan gelombang sekunder, sangat
tergantung dari kerapatan (density) dan sifatsifat elastis batuan dan tanah yang
dilalui oleh gelombang tersebut. Besarnya kecepatan untuk gelombang primer dan
sekunder,masingmasingdapatdihitungberdasarkanpersamaandibawahini:

4
3

K
VP=

VS=

(2.1)

(2.2)

Dimana:
VP= kecepatangelombangprimer(km/detik).
VS= kecepatangelombangsekunder(km/detik).
k = bulkmodulus(modulusincompressibility).
= moduluskekakuan(rigidity).
= kerapatanmassa(density)darimediayangdilalui.

Dengan mengetahui kecepatan rambat dari gelombang primer dan gelombang


sekunder,makaahliseismologidapatmemperkirakanposisipusatgempaberada.

HENCEMICHAELWUATEN

29

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.6.2 GelombangDipermukaanTanah

Serupa dengan gelombang yang menjalar di dalam tanah, gelombang yang menjalar di

permukaantanahakibatperistiwagempajugadibagimenjadidua,yaitugelombangRayleighdan
gelombangLove.

1. GelombangLove.
GelombangLoveadalahgelombangyangmenjalardenganbutirbutirtanahpermukaan
berbentuklove.

2. GelombangRayleigh
Gelombang Rayleigh adalah gelombang yang menjalar dengan butirbutir tanah
bergerak berbentuk elips seperti putaran roda dengan arah gerakan pada bidang
vertikal.

Gambar2.13GelombangLovedanRayleigh(Sumber:www.exploratorium.edu)

2.7

PengaruhKondisiGeologi

Padadasarnyagetaranyangterjadidipermukaantanahyangdisebabkanolehgelombang

gelombangdiatasakibatadanyagempa,sangatdipengaruhidantergantungdarikondisigeologi
tanahsetempat(Satyarno,2002).Faktorfaktortersebut,antaralain

1. Panjanglapisantanahdiatasbatuan.

2. Teballapisantanahdanjenislapisantanahdiatasbatuan.

3. Kemiringanlapisanlapisantanahendapan.

4. Perubahanjenistanah.

5. Topografibatuandasarmaupupuntanahyangadadiatasnya.

6. Retakanyangterjadididalambatuan.

HENCEMICHAELWUATEN

30

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.8

PenentuanPusatGempa

Sampai saat ini belum ada alat maupun teknologi yang dapat memprediksi kapan dan

dimana terjadinya gempa bumi, namun lokasi dan pusat gempa setelah gempa terjadi dapat
diketahui dengan cara melihat perbedaan waktu datang dari gelombang yang dihasilkan, yaitu
gelombangprimerdansekunder.

Seperti dalam penjelasan sebelumnya, bahwa kedua gelombang tersebut mempunyai

kecepatanrambatanyangberbeda,sehinggadenganmengetahuiperbedaanwaktudatangdari
keduagelombangtersebut,makajarakdaritempatpencatatgempadenganpusatgempadapat
diperkirakan.SebagaicontohdiambilpenentuangempayangterjadidiYogyakartadansekitarnya
padatanggal27mei2006,dimanadimisalkandenganmenggunakantigastasiunpencatatgempa,
yaitu stasiun Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya, maka ketiga stasiun tersebut dapat
memperkirakan lewat jarak dari masingmasing stasiun ke pusat gempa. Proses penentuan
dilakukan dengan cara membuat lingkaran dari jarak masingmasing stasiun, kemudian
diperkirakan garis singgung dari pertemuan ketiga lingkaran tersebut merupakan pusat gempa
yangselanjutnyadilaporkandalambentuk globalpositioningsystem(GPS)yangmenunjukantitik
koordinatpusatgempadalambentukgarisbujurdangarislintang.

Gambar2.13Contohpenentuanpusatgempa

2.9

SkalaKekuatanGempa

Di kalangan orang awam, biasanya mengenal skala kekuatan gempa atau besarnya

kekuatan gempa dengan skala Richter. Namun secara umum, besarnya kekuatan gempa dapat
dihitungberdasarkantigaskalayangakandiuraikansecarasingkatdibawahini.

HENCEMICHAELWUATEN

31

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.9.1 SkalaMagnitude

Skala magnitude yang ditemukan oleh Richter (1959) adalah ukuran kekuatan gempa

berdasarkanbesarnyaenergiyangdilepaskandaripusatgempa.Skalamagnitude,biasanyadalam
satuanRichterdanhubunganantarabesarnyaenergiyangdilepaskandenganskalaRichter,dapat
digambarkandenganpersamaan:

LogE= 11,4+1,5.R

(2.3)

Dimana:

E = energiyangdilepaskan(ergataudyne.cm)

R = skalaRichter

Dalambidangkonstruksi,skalaRichterkurangtepatdigunakanuntukmengetahuibesarnya

kerusakan yang terjadi pada bangunan, karena walaupun berdasarkan skala ini gempa yang
terjadi berkekuatan besar tetapi apabila pusat gempa berada pada lokasi dan kedalaman yang
jauh di dalam perut bumi, maka pengaruh gempa terhadap konstruksi tidak akan terlalu
signifikan.

2.9.2 SkalaIntensitasLokal

Pengukuran terhadap kekuatan gempa yang paling tua digunakan dalam sejarah ilmu

rekayasa gempa adalah berdasarkan intensitas gempa yang terjadi. Intensitas gempa adalah
ukuran terhadap daya rusak (destructiveness) yang dihasilkan oleh suatu gempa yang terjadi di
suatu tempat tertentu, terhadap hasil karya manusia, permukaan tanah dan reaksi manusia
terhadapgetaranyangterjadi.

Skala intensitas pertama kali dibuat oleh De Rossi dari Italia dan Forel dari Switzerland

dengan menggunakan skala I sampai X. Pada tahun 1902, Mercalli seorang lmuwan dari Italia
mengusulkanskalaintensitasmenjadiXIIyangkemudiandigunakanuntukmengukurdampakdan
kerusakanyangterjadiakibatgempadiSanFransisco,AmerikaSerikatpadatahun1906.

Skalaintensitaslokal (Modifield MercalliIntensity)adalahskalaberdasarkanbesarkecilnya

dampak, kerusakan dan getaran permukaan tanah di daerah yang mengalami gempa. Skala ini
merupakanhasilmodifikasidariskalaintensitasyangdiusulkanolehMercalliyangdilakukanoleh
WoodNeumann pada tahun 1931 untuk kondisi di California, Amerika Serikat. Skala ini dibagi
menjadiduabelasskaladenganangkaRomawisebagaiberikut:

Tidakterasaorang,hanyatercatatolehalatpencatatgempayangpeka.

II

Terasa oleh orang yang sedang istirahat, terutama orang yang berada di lantai dua
dandiatasnya.

III

Bendabendayangtergantungbergoyang,bergetarringan.

HENCEMICHAELWUATEN

32

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

IV

Getaran yang terjadi seperti truk lewat, jendela, pintu dan barang pecah
bergemerincing.

Terasaolehorangdiluargedungdanorangtidurterbangun,bendabendatidakstabil
diatasmejatergulingdanjatuh.Pintudanjendelabergerakmenutupmembuka.

VI

Terasa oleh semua orang. Banyak orang takut dan keluar rumah. Berjalan kaki sulit,
kacajendeladanpintupecah.Mejakursibergerak,plesterdantembokmutuDretak
retak.

VII

Sulitberdiri,terasaolehpengendarasepedamotordanmobil.TembokmutuCretak,
rawadankolambergelombang.Longsorkecilpadalerenglerengpasirdankerikil.

VIII Pengemudi mobil terganggu, tembok mutu C rusak, tembok mutu B retakretak
tetapi tembok mutu A masih baik. Menara air jatuh, gedung berportal bergerak
apabila tidak diangker dengan pondasinya. Tanah basah retakretak terutama pada
lerengyangcuram.

IX

Semua orang panik, tembok mutu C rusak berat, beberapa runtuh, tembok mutu B
rusak. Portal gedung bila tidak diangker lepas dengan pondasinya, pipapipa dalam
tanahpatah.

Sebagianbesarkonstruksiportaldantemboknyarusakbesertapondasinya.Beberapa
bangunan kayu dan jembatan rusak. Banyak terjadi tanah longsor, air sungai dan
kolammuncratketepinya.Tangguldanbendunganrusakberat,didaerahyangdatar
pasirdanlumpurbergerakgerak,relkeretaapibengkoksedikit.

XI

Relkeretaapirusakberat,pipadalamtanahrusakberat.

XII

Terjadi kerusakan total, batubatu besar berpindah tempat. Bendabenda terlempar


keudara.

Dalampenjelasandiatas,yangdimaksuddengantembokmutuA,B,CdanDadalahsebagai

berikut:

TembokmutuAadalahtembokdaribata,morteldanpembuatannyabaik.Diberibaja
tulangandandirencanakankuatmenahangayahorisontal.

Tembok mutu B adalah tembok dari bata, mortel dan pembuatannya cukup baik.
Diberi baja tulangan tetapi tidak didetail dengan baik untuk menahan beban
horizontal.

Tembok mutu C adalah tembok dari bata, mortel dan pembuatannya cukup baik.
Hubungandisudutdengankolomdanpintu/jendelacukupbaikjugaadaangkernya,
tetapitidakdiberibajatulangandantidakpuladiperhitungkanuntukmenahanbeban
horizontal.

HENCEMICHAELWUATEN

33

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Tembok mutu D adalah tembok yang menggunakan bahanbahan mutu rendah


seperti bata yang tidak dibakar dan menggunakan mortel daritanah liat dan lain
sebagainya. Cara pengerjaan kurang baik sangat lemah untuk menahan beban
horizontal.

Skala intensitas lokal mempunyai nilai yang besar di daerah pusat gempa dan nilai yang

semakinmengecildidaerahyangsemakinjauhdaripusatgempa.Berdasarkanpenjelasandiatas
maka dapat disimpulkan, bahwa skala ini hanya cocok digunakan untuk mengukur tingkat
kerusakanakibatgempa.Sedangkanpenggunaanskalainiuntukprosesperencanaandandesain
struktursangattidakdisarankanatautidakdapatdigunakan.

2.9.3 SkalaPercepatanPermukaanTanah

Skalapercepatanpermukaantanahatau PeakGroundAcceleration(PGA)adalahskalayang

menggambarkan besaran percepatan tanah yang terjadi di permukaan tanah pada saat terjadi
gempa.Skalainibiasanyadiekspresikandalamsatuangataupercepatangravitasibumi.Sebagai
contoh apabila diketahui percepatan muka tanah adalah sebesar 1 g berarti percepatan muka
tanah maksimum adalah sebesar 10 m/detik2. Skala ini seperti skala intensitas lokal, dimana
besarnya nilai percepatan muka tanah bernilai besar di daerah pusat gempa dan semakin
mengecil di daerah yang semakin jauh dari pusat gempa. Berbeda dengan kedua skala
sebelumnya,percepatanmukatanahdapatdihitungdenganalatatauseismograph.

Selain itu, nilai percepatan muka tanah yang tercatat bukan hanya nilai maksimum saja

melainkantermasuksemuanilaipercepatanmukatanahyangterjadiselamagempaberlangsung.
Catatangempainikemudianakandigunakansebagaibahananalisisbebangempa.

2.10 HubunganAntarSkalaGempa

Secaraumumberdasarkancarapengukurandandimensiyangdihasilkanolehketigaskala

tersebut dalam mengukur besaran gempa, memang berbedabeda satu dengan yang lainnya.
Namun,ketigaskalatersebutmempunyaihubunganataudapatdikorelasikansatudenganyang
lainnya. Hubungan dari ketiga skala tersebut, biasanya dinyatakan dalam bentuk persamaan
empiris.Formulaformulaempiristersebutditentukanberdasarkansuatukasusgempabumipada
suatu tempat tertentu, dengan memperhitungkan karakteristik sumber gempa bumi, kondisi
geologi dan kondisi geoteknik yang ada. Beberapa persamaan empiris yang diusulkan untuk
menggambarkanhubunganantaraskalaRichterdenganpercepatanmukatanahmaksimumpada
saat terjadi gempa antara lain diusulkan oleh Donovan (1973) dan Matuschka (1980) masing
masingdalambentuk:

HENCEMICHAELWUATEN

34

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

a = 1080e0,5.R(H+25)1,32

(2.4)

a = 119e0,81.R(H+25)1,15

(2.5)

Dimana:

a = percepatanmukatanahmaksimum(cm/detik2).

e = bilangannatural.

H = jarakhiposenter(km).

R = besargempapadaskalaRichter.

Sebagai catatan bahwa rumus Donovan cenderung digunakan pada kondisi tanah lemah

danpusatgempaberadajauhdibawahbumi.SedangkanrumusMatuschkacenderungdigunakan
padadaerahkepulauandantanahkeras,tetapiaturaninitidakbersifatmengikat(Tjokrodimulyo,
1997).

Untukhubunganantarapercepatanmukatanah maksimumdenganintensitaslokaldapat

dituliskandalambentukpersamaansebagaiberikut:

1
1
.I
2
3

Loga=

atau

Loga=

Selain itu, hubungan antara skala percepatan muka tanah maksimum dengan magnitude

(2.6)

1
1
.I+
4
4

(2.7)

= IntensitaslokalmenurutskalaModiefieldMercalli(MM).

danskalaintensitaslokaldapatjugadihitungberdasarkanformulaMurphyOBreindalambentuk:

PGA = 10(0,14I+0,24M)0,68(logd+0,7)

Dimana:

PGA = PeakGroundAcceleration.

= IntensitasstandardMMI.

= magnitudegempabumi.

= jarakantaralokasidengansumbergempabumi.

(2.8)

Contoh2.1:

Gempabumiberkekuatan6,5skalaRichtermelandaKotaWaluh,episentergempadarikota

tersebut berjarak 25 km dan sumber gempa berada pada kedalaman 30 km. Diminta hitunglah
percepatanmukatanahmaksimumberdasarkanformulaDonovandanMatuschkaserta,berapa
besargetaranpermukaantanahyangterjadidikotatersebutmenurutskalaIntensitaslokal?

HENCEMICHAELWUATEN

35

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Penyelesaian:

Focusgempa

= 25km

Jarakepisentrum(d)= 30km

Menghitungjarakhiposenter(H):

H =

h2 d2

252 302

= 39,05125km

Hubungan antara skala Richter dengan percepatan muka tanah maksimum menurut

Donovan:

a = 1080e0,5.R(H+25)1,32

= 1080e0,5.6,5(39,05125+25)1,32

= 114,88528cm/detik2

Hubungan antara skala Richter dengan percepatan muka tanah maksimum menurut

Matuschka:

a = 119e0,81.R(H+25)1,15

= 119e0,81.6,5(39,05125+25)1,15

= 192,57533cm/detik2

Skalakerusakanbangunanmenurutintensitaslokal:

NilaiamenurutDonovan:

Log114,89 =

1
1
.I
2
3

2,06028

1
1
.I
2
3

I =

Log114,89 =

1
1
.I+
4
4

2,06028

1
1
.I+
4
4

NilaiamenurutMatuschka:

Log192,57 =

1
1
.I
3
2

2,28459

1
1
.I
2
3

Log192,57 =

1
1
.I+
4
4

2,56028
= 7,53MMI
0,34

I =

1,8280
= 7,25MMI
0,25

I =

2,78459
= 8,19MMI
0,34

HENCEMICHAELWUATEN

36

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2,28459

1
1
.I+
4
4

I =

2,03459
= 8,14MMI
0,25

Contoh2.2:

Gempaberkekuatan5,9 SRmengguncangYogyakartadanJawaTengahpadapukul05.54

WIB,berpusatpadaposisi8,007LSdan110,286BTpadajarak25kmarahselatanYogyakartadi
kedalaman 17 km. Diminta, hitunglah percepatan muka tanah pada saat terjadi gempa di
Yogyakarta dan berapa besar getaran permukaan tanah yang terjadi di kota tersebut menurut
skalaIntensitaslokal?
Penyelesaian:

Focusgempa

= 17km

Jarakepisenter(d) = 25km

Menghitungjarakhiposenter(H):

H =

h2 d2

172 252

= 30,2324km

Hubungan antara skala Richter dengan percepatan muka tanah maksimum menurut

Donovan:

a = 1080e0,5.R(H+25)1,32

= 1080e0,5.5,9(30,2324+25)1,32

= 103,48955cm/detik2

Hubungan antara skala Richter dengan percepatan muka tanah maksimum menurut

Matuschka:

a = 119e0,81.R(H+25)1,15

= 119e0,81.5,9(30,2324+25)1,15

= 140,44856cm/detik2

Skalakerusakanbangunanmenurutintensitaslokal:

NilaiamenurutDonovan:

Log103,49 =

1
1
.I
2
3

2,01490

1
1
.I
3
2

HENCEMICHAELWUATEN

I =

2,51490
= 7,39MMI
0,34

37

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Log103,49 =

1
1
.I+
4
4

2,01490

1
1
.I+
4
4

NilaiamenurutMatuschka:

Log140,45 =

1
1
.I
2
3

2,14752

1
1
.I
2
3

Log140,45 =

2,14752

I =

1,76490
= 7,05MMI
0,25

I =

2,64752
= 7,78MMI
0,34

1
1
.I+
4
4

1
1
.I+
4
4

1,89752
= 7,59MMI
0,25

I =

2.11 FrekuensiTerjadinyaGempa

Secarateorimaupunpraktekhinggasaatini,belumadateknologiyangdapatmemprediksi

kapandandimanasertaberapabesargempayangakanterjadi.Yangadasaatini,hanyasistem
peringatandiniterhadapdampakgempadanpengamatanterhadapgetaranyangdihasilkanoleh
gempa dan pergeseran pelat tektonik. Secara umum gempa berskala kecil lebih sering terjadi
dibandingkandengangempaskalabesar,hanyasajagempaberskalakecilterkadangtidakterasa
secara langsung oleh manusia, tetapi hanya dapat dideteksi melalui seismograph dan alat
pengamatan getaran yang lain. Dalam pemakaian desain struktur, frekuensi gempa atau kala
ulang gempa diekspresikan dalam satuan tahunan, dimana kekuatan gempa periode ulang 500
tahunan misalnya, mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kekuatan
gempaperiodeulang100tahunan.OlehGutenberg(Satyarno,2002)frekuensiterjadinyagempa
dengansuatuskalaRichtertertentudapatdinyatakandenganrumussebagaiberikut:

LogN= AbR

Dimana:

(2.9)

= JumlahrataratagempadenganRskalaRichterataulebihyangterjadidalamsuatu
daerahpertahun.

A,b = Merupakannilaikonstantayangtergantungdariletakgeografissuatudaerah.

SebagaicontohdiberikandatakonstantaAdanByangadadiJepang,AmerikaSerikatdan

Indonesiasecaraumum(Tjokrodimulyo,1997)dimana:

Jepangtimurlaut

: A = 6,88 dan B = 1,06

Jepangbaratdaya

: A = 4,19 dan B = 0,72

HENCEMICHAELWUATEN

38

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Amerikabarat

: A = 5,94 dan B = 1,14

Amerikatimur

: A = 5,79 dan B = 1,38

Indonesia

: A = 7,30 dan B = 0,94

Darifrekuensiterjadinyagempaataukalaulanggempa,dapatdiperhitungkanjugatingkat

resikogempa,yaitukemungkinansuatustrukturdilandagempayanglebihbesardaripadagempa
rencanadalambentukpersamaan:

P = 1 e T 100%

Dimana:

P = adalahnilaiprobabilitasdalampersensuatustrukturterlandagempayanglebihbesar

(2.10)

darigemparencana.

e = bilangannatural.

L = umurrencanabangunan(tahun).

P = jangkawaktuulanggemparencana(tahun).

DalamSNI0317262002,menentukanpengaruhgemparencanayangharusditinjaudalam

perencanaan struktur gedung serta berbagai bagian dan peralatannya secara umum. Selain itu,
akibat pengaruh gempa rencana, struktur gedung secara keseluruhan harus masih berdiri,
walaupun sudah berada dalam kondisi di ambang keruntuhan. Gempa rencana ditetapkan
mempunyaiperiodaulang500tahun,agarprobabilitasterjadinyaterbataspada10%selamaumur
gedung50tahun.

Contoh2.3:

Sebuah monumen direncanakan dengan umur 50 tahun, apabila digunakan periode ulang

gempa 500 tahunan dalam perencanaan, maka tentukanlah probabilitas monumen tersebut
mengalamigempayanglebihbesardarigemparencana?
Penyelesaian:


P = 1 e T 100%

50

500

100%
= 1 e

= 9,516%

Jadi kemungkinan monumen tersebut terkena dampak gempa periode ulang 500 tahun

adalah9,516%.

HENCEMICHAELWUATEN

39

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

2.12 Tsunami

Istilah tsunami berasal dari kosa kata Jepang tsu yang berarti gelombang dan nami yang

berarti pelabuhan, sehingga secara bebas tsunami diartikan sebagai gelombang laut yang
melandapelabuhan.Katatsunamisendirimenjadibagiandaribahasadunia,setelahgempabesar
tanggal 15 Juni 1896 yang menimbulkan gelombang laut besar yang melanda kota pelabuhan
Sanriku di Jepang dan menewaskan 270.000 orang serta merusak pantai barat Pulau Honshu
sepanjang280km(BMG).

Di Indonesia sendiri, bencana tsunami telah terbukti menelan banyak korban manusia

maupun harta benda. Sebagai contoh, bencana tsunami yang terjadi di Florespada tahun 1992
yang mengakibatkan meninggalnya lebih dari 2000 manusia, bencana tsunami di Banyuwangi
tahun 1994 yang menelan korban 800 orang, bencana tsunami di Aceh dan Nias yang menelan
korbanlebihdari250.000jiwadanyangterakhirbencanatsunamidiPangandaran,JawaBarat.

Gambar2.14KedalamandanPanjanggelombangtsunami

Tsunami ditimbulkan akibat adanya deformasi atau perubahan bentuk pada dasar lautan,

terutama perubahan permukaan dasar lautan dalam arah vertikal. Perubahan pada dasar lautan
tersebut, akan diikuti dengan perubahan permukaan lautan, yang mengakibatkan timbulnya
penjalarangelombangairlautsecaraserentaktersebarkeseluruhpenjurumataangin.Kecepatan
rambat penjalaran tsunami di sumbernya bisa mencapai ratusan hingga ribuan km/jam dan
berkurang pada saat menuju pantai, dimana kedalaman laut semakin dangkal. Walaupun tinggi
gelombang tsunami di sumbernya kurang dari satu meter, tetapi pada saat menghepas pantai,
tinggi gelombang tsunami bisa mencapai lebih dari 5 meter. Hal ini disebabkan berkurangnya
kecepatan rambat gelombang tsunami karena semakin dangkalnya kedalaman laut menuju
HENCEMICHAELWUATEN

40

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

pantai, tetapi tinggi gelombangnya menjadi lebih besar, karena harus sesuai dengan hukum
kekekalan energi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tsunami dapat timbul apabila
kondisidibawahiniterpenuhi:

1. Terjadigempabumiyangberpusatditengahlautan.

2. Terjadigempabumidenganmagnitudelebihbesardari6,0skalaRichter.

3. Terjadigempabumidenganpusatgempadangkalataukurangdari33km.

4. Terjadigempabumidenganpolamekanismedominan,yaitusesarnaikatausesarturun.

5. Terjadigempabumipadalokasisesar(rupturearea)dilautanyangdalam.

6. Morfologiataubentukpantaiyangbiasanyaberupapantaiterbuka,landaiatauteluk.

Sebelum terjadinya tsunami biasanya disertai dengan peringatan yang datang dari alam

seperti,surutnyaairlautdarigarispantaiatauairlautyangsurutsecaratibatiba,bauasinyang
menyengatdandarikejauhantampakgelombangputihdansuaragemuruhyangsangatkeras.

2.10.1 MetodePemetaanTsunami

PetabahayatsunamidiwilayahIndonesiaberasaldariduapetayaitu,petarawantsunami

dan peta potensi tsunami. Sumber data peta ini, berasal dari catatan sejarah peristiwa alam
tsunami di Indonesia dari tahun 0 sampai dengan tahun 2000. Sumber data peristiwa alam
termasukgempabumidangunungmeletusbesertaakibatnyapadatahun0sampaidengan1900
diambil dari katalog The Earthquake of The Indonesian Archipelago oleh Arthur Wichmann versi
bahasa Inggris. Katalog ini berisi catatan peristiwa alam yang dirangkum dari berbagai sumber
termasukcatatanharianpelaut,pedagangdanlainsebagainyayangkemudianperistiwatsunami
diterjemahkankedalamtingginyatsunamipadasuatulokasiuntukdipetakan.

Peta potensi tsunami adalah peta bahaya tsunami pada daerah tersebut berdasarkan

peristiwatsunamiyangpernahterjadi.Datadasaryangdipakaidalampembuatanpetainiadalah
ketinggian run up atau limpasan gelombang tsunami di pantai yang terukur di lapangan.
Ketinggian tsunami diukur dengan titik dasar pada garis pantai yang dalam istilah meteorology
dangeofisikadisebutdengan runup. Runupdikelompokkanmenjadi3kategoriyaitu,kategori
tidakbahayadenganketinggian0sampai2meter,kategoribahayadenganketinggian2sampai5
meter dan kategori sangat bahaya dengan ketinggian lebih dari 5 meter. Peta rawan tsunami
menggambarkan pantaipantai di Indonesiayang rawan terhadap bahaya tsunami. Kerawanan
terhadaptsunamidisusunberdasarkanpetatektonikIndonesia,yangmenggambarkanzonazona
subduksidanzonabusurdalam(backarcthrust)yangmerupakansumbergempabumidangkaldi
laut.Dengandemikianpantaiyangmenghadappadakeduakondisitektoniktersebut,merupakan
pantaiyangrawantsunami.

HENCEMICHAELWUATEN

41

DINAMIKASTRUKTURDANTEKNIKGEMPAANALISISDANDESAIN
BAB2BUMIDANGEMPABUMI

Gambar2.12PetadaerahpotensitsunamidiIndonesia(sumber:www.reindo.co.id)

Gambar2.15PetadaerahrawantsunamidiIndonesia(sumber:www.reindo.co.id)

Terhadap struktur bangunan tsunami merupakan dampak kerusakan yang tidak langsung

akibatterjadinyagempa.Memangakansangatdilematisbagisebuahstrukturyangtelahberada
dalam kondisi tidak stabil akibat adanya gempa ditambah lagi dengan hempasan gelombang
tsunami.

HENCEMICHAELWUATEN

42