Anda di halaman 1dari 12

PELAJARAN SEKOLAH SABAT

BAPTISANDEWASA
DAN PENCOBAAN

AYAT HAFALAN:
"Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung
merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara
dari langit: 'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi,
kepada-Mulah Aku berkenan'"
(Lukas 3:22)
Pelajaran 2 untuk 11 April

SKOP PEMBELAJARAN:
PERSIAPKAN JALAN TUHAN

Pada
Pelajaran
kali ini
menolong
kita untuk
menemukan
apa yang
sebenarnya
Makna
Baptisan dan
Pencobaan
itu kepada
kita.

(Lukas 3:1-14)
ENGKAULAH ANAK YANG KU KASIHI
(Luk 2:41-50,Mat 3:13-17,Yoh 1:29-34,Luk
3:22-23)

BUKAN DARI ROTI SAJA

(Lukas 4:3)
SEMBAHLAH AKU
(Luk 4:5-8)
KRISTUS SANG PEMENANG
(Luk 4:9-13)

PENDAHULUAN
Seperti yang kita lihat
dalam pelajaran minggu
yang lalu, kita melihat
bahwa Lukas memberikan
daftar orang terkemuka
sesuai sejarah untuk
membantu menunjukkan
bahwa pandangannya
tentang Yesus dan
Yohanes adalah senyata
dan sesuai sejarah seperti
halnya para penguasa
tersebut.

Tetapi ada sebab lain yang penting


tentang penyebutan para
pembesar yang berkuasa dan
berpengaruh ini. Ini untuk
membezakan mereka dengan
seorang yang rendah hati dari
padang gurun iaitu Yohanes
Pembaptis. utusan pilihan Allah
yang adalah untuk
"mempersiapkan jalan" bagi
peristiwa yang paling penting
dalam semua sejarah manusia
selama ini: Kedatangan Yesus.
Penebus dunia.
Betapa menarik bahwa Tuhan
memilih bukan salah satu dari
orang-orang "besar" dunia untuk
menyambut Mesias itu tetapi
sebaliknya seorang dari mereka
yang Rendah Hati."

PERSIAPKAN JALAN TUHAN


LUKAS 3:1-14
(1) Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar
Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri
Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus,
saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan
Lisanias raja wilayah Abilene,
(2) pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar,
datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia,
di padang gurun.
(3) Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan
dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis
dan Allah akan mengampuni dosamu,
(4) seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat
Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun:
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya.
(5) Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan
bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan
diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
(6) dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari
Tuhan."
(7) Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang
kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan
ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu
melarikan diri dari murka yang akan datang?

(8) Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan


pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu:
Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata
kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi
Abraham dari batu-batu ini!
(9) Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap
pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan
ditebang dan dibuang ke dalam api."
(10) Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika
demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
(11) Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai
baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak
punya, dan barangsiapa mempunyai makanan,
hendaklah ia berbuat juga demikian."
(12) Ada datang juga pemungut-pemungut cukai
untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya:
"Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
(13) Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari
pada yang telah ditentukan bagimu."
(14) Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya:
"Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab
Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan
jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan
gajimu."

PERSIAPKAN JALAN TUHAN


Pertobatan bukan hanya gagasan teori
sahaja. Hal itu adalah sebuah gaya hidup.
Kata ini berasal dari bahasa Yunani
melanoia, yang berarti perubahan pikiran,
dan hal ini menuntun kepada hidup baru.

"Baptis" berarti mencelupkan atau


membenamkan seluruhnya dalam air.
Pencelupan memiliki makna yang
mendalam. Bahkan sebelum zaman
Yohanes, orang Yahudi telah memiliki
makna yang melekat mengenai baptisan
selam.

Dengan mengajak orang-orang Yahudi


untuk dibaptis, Yohanes Pembaptis
menetapkan prinsip baru: Baptisan
adalah kesempatan seseorang untuk
meninggalkan cara-cara lama yang
berdosa dan mempersiapkan dirinya
bagi kedatangan Mesias. Dengan
demikian Yohanes Pembaptis
memperkenalkan tindakan simbolik
penolakan terhadap dosa dan
pengabdian kepada cara hidup yang
baru sebagai warga kerajaan
Mesias(Syurga), yang akan segera
dimulai.

Roma 6:1-6

(1) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan?


Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin
bertambah kasih karunia itu?
(2) Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa,
bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
(3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah
dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
(4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama
dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama
seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh
kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup
yang baru.
(5) Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama
dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa
yang sama dengan kebangkitan-Nya.
(6) Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut
disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar
jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Bacalah Roma 6:1-6. Pelajaran rohani


apakah yang Rasul Paulus gambarkan
dari tindakan baptisan? Perhatikanlah
perbandingan yang dia buat antara
tindakan pembenaman dan keluar dari
air dengan mati bagi dosa dan hidup
bagi kebenaran. Bagaimanakah Anda
mengalami realiti kehidupan baru di
dalam Kristus? Bagian-bagian apakah
yang masih tetap "terendam"?

ENGKAULAH ANAK YANG KU KASIHI

Siapakah Yesus itu


bagi anda?

Yohanes 8:58
Kata Yesus
kepada mereka,
Aku berkata
kepadamu:sesungguhnya sebelum
Abraham jadi, Aku
telah ada.

Dalam Lukas 2:41-50, kita membaca kisah terkenal,


Yusuf dan Maria lalai memperhatikan Yesus di
Yerusalem. Yang lebih menarik adalah respons Yesus
kepada Maria ketika dia menegur-Nya (ayat 48).
Jawaban Yesus merupakan penegasan akan kesadaran
Keilahian diri-Nya, bahwa Dia adalah Anak Allah.
"Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu,
bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
(ayat 49). Seperti ayat berikutnya katakan, Yusuf dan
Maria tidak mengerti arti tersirat dari apa yang Yesus
katakan kepada mereka, Yang benar saja, bagaimana
mereka boleh mengerti?
Bagaimanapun juga, bahkan para murid, setelah
bertahun-tahun bersama Yesus, masih tidak
sepenuhnya yakin tentang siapa Dia dan apa yang Dia
lakukan,Sebagai contoh, setelah kebangkitan-Nya,
Yesus berbicara dengan dua murid di jalan menuju
Emaus. Seorang dari mereka, dalam membicarakan
Yesus, mengatakan bahwa Yesus "adalah seorang nabi,
yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di
hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami"
(Lukas 24: 19). Yesus tentunya melebihi seorang nabi
sebab Dia adalah Allah itu sendiri Cuma dalam wujud
manusia pada kira-kira 2000 tahun yang lalu.

YESUS diurapi oleh Roh Kudus


Lukas 3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang
Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."

Yesus dibaptiskan bukan karena Dia memerlukan itu sebagai


bagian dari proses setelah pertobatan tetapi untuk memberi
teladan bagi orang lain (Mat. 3: 14. 15). Tiga faktor penting
yang menonjol mengenai baptisan Yesus: (1) Pernyataan
Pembaptis, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus
dosa dunia" (Yohanes 1:29); (2) Roh Kudus mengurapi-Nya
untuk misi-Nya ke depan, (3) Pernyataan dari surga bahwa
Yesus adalah Anak Allah, kepada-Nya Allah berkenan.

BUKAN DARI ROTI SAJA


"Yesus, yang penuh
dengan Roh Kudus ...
dibawa oleh Roh
Kudus ke padang
gurun, Di situ Ia
tinggal empat puluh
hari lamanya dan
dicobai Iblis.' (Lukas
4:1,2).

Roti bukanlah pokok masalahnya. Benar, berpuasa 40


hari di padang gurun pasti telah membuat Juruselamat
lapar, dan lblis menggunakan keadaan itu sebagai
umpan. Tetapi Iblis tahu bahwa Yesus adalah Pencipta
alam semesta. Dia yang menciptakan alam semesta
dari kehampaan, menjadikan roti dari batu bukanlah
masalah. Pokok penting dalam pencobaan ini terdapat
dalam kata pendahuluan: "Jika Engkau Anak Allah."
Baru 40 hari sebelumnya, suara dari surga menegaskan
bahwa Yesus benar-benar Anak Allah, dan sekarang
haruskah Yesus meragukan jaminan dan surga itu?
Meragukan Firman Tuhan adalah langkah pertama
seseorang jatuh ke dalam pencobaan. Di surga Setan
menentang Kekuasaan Yesus, ia melakukannya lagi di
sini, bahkan dengan cara yang jauh lebih halus dari
pada yang dia telah lakukan di surga.

ALLAH berkata kepada Adam dan Hawa: sebab


pada hari engkau memakannya, pastilah engkau
mati. (Kej. 2:17). Namun Setan berkata
kepada mereka: Sekali-kali kamu tidak akan
mati. (Kej. 3:4). Mereka meragukan ALLAH dan
mulai percaya kepada Setan.

Siapakah Yang Harus Kita Sembah?


Lukas 4:5-7 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan
dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata
Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepadaMu, ... jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
Setan ingin disembah seperti ALLAH sejak awal pemberontakannya (Yesaya
14:13-14). Ia rela meninggalkan "kedaulatannya" di atas dunia ini jika YESUS
(Yang adalah ALLAH) bertekuk lutut di hadapannya.
Tetapi YESUS tidak tertipu oleh kebaikan hatinya yang palsu itu. YESUS hanya
setia kepada ALLAH, Dia lah satu-satunya Yang harus disembah.
YESUS menggunakan kata-kata Firman
untuk mengusir pencobaan-pencobaan.
Kita tidak boleh bergantung kepada
kekuatan dan akal budi kita untuk
mengalahkan pencobaan, melainkan
harus berserah kepada ALLAH Yang
Kekal seperti yang YESUS lakukan.
Marilah kita mengikuti teladan YESUS.
ALLAH harus menjadi pusat dan segalagalanya dalam hidup kita.

KEMENANGAN ATAS PENCOBAAN


Lukas 4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua
pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan
menunggu waktu yang baik.
Pada Pencobaan terakhir dalam Lukas 4, YESUS
mendatangi Bait Suci Yerusalem untuk kali ke-2
dalam hidup-Nya di bumi.
YESUS kembali dicobai oleh setan. Kali ini setan
menggunakan Firman ALLAH untuk meminta YESUS
membuktikan bahwa diri-Nya adalah benar-benar
Anak ALLAH (Lukas 4:9-12).
Hal yang penting adalah puncak kemenangan Yesus
terhadap Setan. Faktor penting yang muncul dari kajian
tentang pencobaan adalah bahwa Yesus Kristus adalah
manusia sesungguhnya - dicobai seperti kita, tetapi
tidak berbuat dosa (Ibrani4:15), Dengan kemenangan di
setiap pencobaan. dengan kemenangan-Nya terhadap
Iblis, dengan Firman Tuhan di mulut-Nya, dan terhubung
dengan pusat kekuasaan surga melalui doa.

YESUS Dapat Menang, Demikian Pula dengan Kita


Mari ulas kembali 4
ajaran dasar dalam
pencobaanpencobaan yang
dihadapi YESUS di
padaang gurun:

1. Tak seorangpun dapat terhindar dari pencobaan.


2. Ketika ALLAH mengizinkan kita untuk dicobai oleh Setan, Ia
juga akan mengaruniakan kepada kita kekuatan untuk
menang.
3. Tidak ada 2 pencobaanpun yang benar-benar sama.
4. Kita tidak akan dicobai melampaui kemampuan kita.
1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaanpencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia
dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu
jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

"Setiap kita akan dicobai sampai batas akhir


kemampuan kita. Untuk itulah kita harus
memiliki suatu hubungan yang hidup dengan
ALLAH...agar kita tidak tertipu oleh perangkap
musuh, dan dapat melepaskan diri dari
kejahatan nafsu dunia.
Kita harus berjangkar, berakar dan memiliki
landasan iman yang teguh pada pada Kristus. "
E.G.W. (Selected Messages, book 2, cp. 5, pg. 50)