Anda di halaman 1dari 7

Di pasal sebelumnya mengisahkan

perbuatan seorang raja yang sangat kejam


terhadap rakyatnya. Bak seorang yang tak
bermoral, ia meniduri seorang wanita yang
sudah bersuami, kemudian dengan jebakan
yang busuk ia menyuruh suami wanita yang
ia tiduri itu untuk pulang ke rumah supaya ia
tidur dengan isterinya dan kejahatannya
tidak diketahui orang lain.

DAUD DITEGUR
NATAN:
Ketidaksedaran
akan dosa
(2 Samuel 12:114)

Namun suami wanita itu, yang tidak lain


adalah salah satu prajuritnya yang setia
tidak tega menghampiri isterinya sementara
rakan-rakannya para prajurit menyabung
nyawa di dalam peperangan. Walaupun
demikian hati sang raja tidak juga tergugah
akan kesetian pahlawannya ini, ia memilih
untuk membunuhnya di medan peperangan
dengan muslihat yang licik. Kemudian
matilah salah satu prajuritnya yang setia itu
oleh karena perintahnya. Lalu ia mengambil
isteri prajurit tersebut dan menjadikannya
isterinya..
1

Kisah ini merupakan salah satu kisah yang


paling tragis di dalam Alkitab. Kisah yang
sangat dramatik mengenal seorang yang
berkenan di hati Tuhan namun melakukan
perbuatan yang sepertinya tidak terampuni.
Namun hal ini adalah sebuah realiti yang dicatat
oleh Alkitab untuk menjadi pembelajaran.
Seorang yang dekat dengan Tuhan melakukan
tindakan yang sangat kejam dan menjijikkan.
Selama beberapa waktu berjalan, Daud tidak
menyadari bahwa ia telah melakukan dosa yang
sangat besar. Bahkan tidak ada kepekaan dalam
dirinya bahwa dosa dan kesalahannya yang
sangat fatal itu membuat Allah sangat murka
kepadanya. Apa yang dilakukan Daud adalah
jahat di mata Tuhan
(2 Sam 11:27b).
Perumpamaan (ayat 1-4)
Entah apa yang terjadi dengan Daud hingga ia
kehilangan kepekaan terhadap dosa yang sanga
keji. Namun Allah dengan penuh kasih,
mengutus seorang nabi yang bijaksana untuk
menegur Daud, yaitu Natan. Natan tidak datang
dengan pernyataan-pernyataan hukuman dari
Allah, tetapi datang dengan sebuah kisah. Kisah
yang sederhana yang pasti menggugah orangorang yang masih memiliki kepekaan 2
dan hati

Natan menggunakan beberapa perumpamaan,


antara kisah perumpamaannya dengan apa
yang dilakukan oleh Daud, yaitu:
Kaya - miskin, banyak domba - satu domba.
Si kaya mempunyai banyak domba sedangkan
di miskin hanya memiliki seekor domba betina
yang dirawat seperti anaknya sendiri. Natan
menunjukkan bahwa si miskin ini sangat sayang
dengan domba yang mereka miliki bahkan turut
makan dan minum dari apa yang diberikannya
kepada anak-anaknya, bahkan domba ini tidur
di pangkuan tuannya.
Hubungan yang sangat dekat seperti orang tua
dan anak. Namun ketika si orang kaya yang
mempunyai banyak domba tersebut kedatangn
tamu, ia merasa sayang mengambil salah satu
dombanya yang banyak itu. Karena ia punya
kuasa, ia mengambil paksa, domba si orang
miskin dan menghidangkannya kepada
tamunya. Si orang kaya melakukan
ketidakadilan yang membuat orang-orang yang
mendengar kisah tersebut menjadi marah dan
terusik hati nuraninya.
3

Respon Daud (Ayat 5-6a)


Cerita Natan juga membuat Daud tersentuh dan
amarahnya bangkit dan menyala-nyala. Ia merasa
bahwa tindakan si orang kaya itu keji dan terlalu
jahat. Daud sekonyonh-konyong berdiri dan
memberikan hukuman mati kepada orang kaya itu
sebagai penghakuman atas perbuatannya
jahatnya. Bahkan Daud dengan lantang
mewajibkan ganti rugi empat kali lipat karena
tindakan itu. Sebab orang kaya itu tidak
mempunyai belas kasihan.
Daud boleh murka dengan hebatnya kepada tokoh
cerita karangan Natan. Namun tidak mampu
melihat kesalahannya yang jauh lebih jahat dari
tindakan orang kaya tersebut. Ia mampu menegur
orang lain tetapi tidak mampu memeriksa dirinya
sendiri. Ia tidak memiliki kepekaan yang cukup
untuk menyedari dosa yang telah ia lakukan.
Ketika Natan selesai menceritakan kisah tersebut,
amarah Daud tertuju kepada orang kaya, yang
sebenarnya tidak pernah ada. Ia belum mampu
menyadari dosanya yang lebih jahat setelah
mendengar kisah tersebut. Ia lebih mampu melihat
kesalahan orang lain dari pada kesalahannya
sendiri. Hal ini bukan saja kelemahan Daud, tetapi
kelemahan kebanyakan orang. 4

Apa yang terjadi dengan Daud sangat menyedihkan.


Natan datang untuk menegur Daud dan
menyampaikan hukuman Allah kepadanya. Tetapi pada
waktu Natan menceritakan kisah si orang kaya dan si
miskin sebagai pendahuluan.
Justru Daudlah yang menjadi murka, amarahnya
bangkit dan ia memberikan hukuman kepada tokoh
rekaan Natan yang sebenarnya ditujukan pada dirinya
sendiri. Yang terdakwa dengan angkuh mendakwa
orang lain padahal orang yang dia hukum mati itu
adalah dirinya sendiri.
Firman Tuhan kepada Daud (Ayat 6b-12)
Allah mengingatkan Daud tentang siapa dirinya dan
siapa Allah bagi Daud. Bukan karena Daud telalu hebat
makanya ia menjadi raja, Allah sendiri yang
mengurapinya menjadi raja atas Israel dan Yehuda.
Selama pelariannya dari Saul yang haus akan darah
Daud, ternyata bukan pula karena Daud yang terlalu
hebat hingga mampu melepaskan diri dari tangan
Saul, melainkan Allah sendiri yang melepaskan Daud
dari setiap pengejaran Saul yang membabi buta ingin
membunuhnya. Allah juga telah menyerahkan isteriisteri Saul kepada Daud serta memberikan begitu
banyak harta dan kekayaan, ternyata semuanya
berasal dari Tuhan.
5

Tuhan berkata kepada Daud, jika saja semuanya masih


kurang, ia dapat memintanya kepada Allah, maka
Allah akan menambahkannya kepada Daud. Tetapi kali
ini Daud telah menghina nama Tuhan dan melakukan
perbuatan yang menista Tuhan berhubungan dengan
Batsyeba dan Uria, suaminya. Maka Allah menyatakan
hukumannya kepada Daud: 1. Pedang tidak akan
menyingkir dari keturunanmu selama-lamanya
(12:10), 2. Malapetaka akan datang dari dalam kaum
keluarga Daud sendiri (12:11), 3. Isteri-isteri Daud
akan ditiduri di depan orang banyak (12:11-12).
Pertobatan Daud (Ayat 13-14)
Daud mengaku dosa di hadapan Natan dan Tuhan.
Setelah firman Tuhan yang menyatakan kesalahannya
disampaikan oleh Nabi Natan, Daud tidak dapat
berkata apa-apa. Ia dibukakan betapa besar dosa dan
kesalahannya kepada Tuhan. Jika Daud memberikan
hukuman mati kepada orang kaya dalam kisah Natan,
tetapi Allah Israel beranugerah kepada Daud yang
penuh kelemahan ini. Allah menjauhkan dosa tersebut
dengan memberikan Daud kesempatan untuk terus
hidup dan melayani Tuhan. Namun akibat dosa
tersebut akan ditanggung oleh Daud dan
keturunannya. Sebab salah satu hukuman Tuhan
kepadanya adalah pedang atas keturunan Daud
6

Hukuman terakhir bagi Daud atas dosanya itu


adalah kematian anak perselingkuhannya
dengan Batsyeba, anak itu ditulahi oleh Allah
dan anak itu akhirnya mati. Allah adalah Allah
yang penuh dengan pengampunan.
Kepada orang yang datang kepadanya dan
memohon pengampunan, maka Allah akan
memberikan pengampuanan kepada orang
tersebut.
Tetapi pengampunan Allah tidak meniadakan
hukuman atas dosa atau akibat yang
diakibatkan oleh dosa tersebut. Karena itulah
sebagai orang percaya, kita perlu memahami
bahwa meskipun Allah mengampuni dosa kita,
bukan berarti kita melepaskan tanggung jawab
kita atas akibat dosa yang kita lakukan.