Anda di halaman 1dari 11

PELAJARAN SEKOLAH SABAT

DEWASA

DI SEBALIK TOPENG
AYAT HAFALAN:
Jangan berlagak di hadapan
raja, atau berdiri di tempat para
pembesar
(Amsal 25:6)
www.gmahktanjungpinang.
org
Adapted from :

Pelajaran 10 untuk 7 Mac

SKOP PEMBELAJARAN:

Pada bagian
Amsal ini
menolong kita
untuk
menemukan
apa yang
sebenarnya
ada di
sebalik
topeng.
Itulah
kenyataan di
sebalik
penampilan

MISTERI TUHAN
(Roma 11:33-36,Ams 25:2)
YANG BEBAL SEPERTI PINTAR
(Amsal 26:11,12)

SI PEMALAS
(Ams 26:13,14,15)
SAHABAT BAGAIKAN MUSUH
(Ams 27:5,6)
MUSUH BAGAIKAN SAHABAT
(Ams 26:17-25)

PENDAHULUAN
Terdapat pelbagai cara penipuan yang
seringkali dilakukan. Salah satunya
yang paling biasa kita lalui ialah melalui
bahasa atau kata-kata. Pelajaran
minggu ini adalah berkaitan dengan
kata-kata,kata-kata dusta,kata-kata
pujian,kata-kata yang indah yang
menggunakan bunyi yang sedap
didengar untuk menutupi fikiran dan
niat yang buruk.
Kita perlu berhati-hati bukan hanya
terhadap apa yang kita katakan kepada
orang lain tetapi juga bagaimana kita
mentafsir apa yang orang lain katakan
kepada kita.
Lihat, Aku mengutus kamu seperti
domba ke tengah-tengah serigala, sebab
itu hendaklah kamu cerdik seperti ular
dan tulus seperti merpati
(Matius 10:16)

Imbas kembali bagaimana iblis


menggunakan ular sebagai medan
penipuannya kepada Hawa di
Taman Eden dahulu. Kita tahu
bahawa ular adalah binatang darat
paling cerdik yang diciptakan
Tuhan pada waktu itu(Kej 3:1).
Namun disebalik ular yang
mempersonakan itu yang
mengucapkan kata-kata manis dan
kelihatan prihatin dengan
kebahagiaan Hawa adalah musuh
yang akhirnya membawa manusia
berdosa dan mengalami kematian.
(Kej 3:1-6).
Alkitab mengatakan:
Hal itu tidak usah mengherankan ,
sebab iblis pun menyamar sebagai
malaikat terang (2 Kor 11:14)

MISTERI TUHAN
ROMA 11:33-36
(33) O, alangkah dalamnya kekayaan,
hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh
tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya
dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya!
(34) Sebab, siapakah yang mengetahui
pikiran Tuhan? Atau siapakah yang
pernah menjadi penasihat-Nya?
(35) Atau siapakah yang pernah
memberikan sesuatu kepada-Nya,
sehingga Ia harus menggantikannya?
(36) Sebab segala sesuatu adalah dari
Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi
Dialah kemuliaan sampai selamalamanya!

Jika kita lihat kehidupan kita saat


ini di dunia ini semakin hilang
orang yang boleh dipercayai.
Sebab manusia itu berubah-ubah,
bukan seperti Tuhan yang tidak
pernah berubah(Mal 3:6).
Oleh sebab itu hanya Tuhanlah
yang benar dan kita disarankan
oleh Alkitab supaya lebih
mengandalkan Tuhan daripada
Manusia.
Oleh sebab itu juga pada pelajaran
kali ini kita harus hati-hati dalam
perkataan kita dan bijak mentafsir
kata-kata manusia kepada kita
sebelum kita melakukan sesuatu
keputusan dan tindakan.
Kita harus lebih taat kepada
Allah dari pada kepada manusia
(KPR 5:29)

ALLAH Yang Melampaui imaginasi


Amsal 25:2,3 Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi
kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu. Seperti tingginya
langit dan dalamnya bumi, demikianlah hati raja-raja tidak terduga.
Adalah suatu kemuliaan bagi TUHAN untuk
menjadi tak terbatas dan adalah untuk tujuan
menyembunyikan banyak hal dari pikiran
manusia yang terbatas dan digelapkan oleh
dosa. (SDA Bible Commentary, on Proverbs 25:2).
Roma 11:33 O, alangkah dalamnya
kekayaan, hikmat dan pengetahuan
Allah! Sungguh tak terselidiki
keputusan-keputusan-Nya dan
sungguh tak terselami jalan-jalanNya!

Ulangan 29:29 Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah


kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anakanak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala
perkataan hukum Taurat ini."

Ada suatu misteri yang mendalam dalam Firman ALLAH,


yang tak akan pernah terungkapkan oleh pikiran yang tidak
dituntun oleh Roh Kudus ALLAH. Juga ada misteri yang tak
akan pernah dimengerti dalam rencana Keselamatan bagi
umat manusia.
Orang-orang muda yang masih belia dalam kerohanian
sebaiknya mengisi pikirannya dan melatih kesanggupannya
untuk memperoleh sebuah pemahaman hal-hal yang
diungkapkan dalam Firman TUHAN ... Ketika mereka telah
disinari oleh cahaya yang telah mereka peroleh, dan
mempraktekkannya, mereka akan mampu untuk melangkah
maju, tidak ada yang terlalu muda ataupun terlalu tua
untuk belajar di sekolah ini jika memberikan perhatian
yang sungguh terhadap pelajaran yang diajarkan oleh Sang
Guru Ilahi itu. E.G.W. (Testimonies for the Church, vol. 4, cp. 39, p. 444)

Yang Bebal Seperti Pintar/Orang Bebal yang mengira dirinya Bijak


Amsal 26:11,12 Seperti anjing kembali ke muntahnya,
demikianlah orang bebal yang mengulangi
kebodohannya.Jika engkau melihat orang yang
menganggap dirinya bijak, harapan bagi orang bebal
lebih banyak dari pada bagi orang itu.

Mengapa kita terus melakukan


kesalahan demi kesalahan yang sama?
Kadang kita terus mengulangi kesalahan yang sama adalah karena
kelemahan kita. Namun, ayat ini memberi penekanan kepada mereka
yang jelas-jelas mengetahui suatu kesalahan namun dengan sengaja
tetap saja melakukannya. Mereka adalah buta secara rohani.
Satu-satunya cara untuk mencegah diri kita untuk
Kembali ke muntahan kita sendiri adalah dengan
Mempelajari Firman TUHAN. Lalu ROH KUDUS
ALLAH akan menunjukkan kepada kita apakah hal
yang kita lakukan itu adalah benar atau salah.
Kita harus menanggalkan keangkuhan kita, tidak menganggap diri kita bijak.
Orang bebalpun tidak akan menjadi bebal lagi jika ia mau belajar.

Si Pemalas yang menganggap dirinya Bijak


Amsal 26:13-16 Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!"
Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat
tidurnya. Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu
lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya. Si pemalas menganggap dirinya lebih
bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.
CIRI-CIRI SI PEMALAS

PENGECUT

LAMBAN

MALAS

ANGKUH

Dia tidak
melakukan apaapa karena
selalu berpikir
ada bahaya
yang akan
membuatnya
gagal.

Dia seperti pintu


yang bergerak,
namun tetap di
tempatnya, dia
bergerak di
tempat tidurnya,
namun tidak
bangkit dan tidak
bekerja.

Dia tidak mau


berusaha,
bahkan untuk
memenuhi
keperluan
dirinya
sendiri.

Dia puas dengan


pendapatnya
saja (tanpa mau
mendengar
pendapat orang
lain), dia terlalu
malas untuk
belajar menjadi
lebih baik.

Sahabat yang seperti Musuh


Amsal 27:5,6 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang
tersembunyi. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang
lawan mencium secara berlimpah-limpah.

Apakah makna Seorang Kawan Memukul dengan maksud baik?


Seorang teman mungkin dengan lembut
menegurmu dengan menunjukkan kesalahanmu.
Sepertinya ia adalah seorang musuh yang
sedang menusukmu dan engkau mungkin
merasa terlukai.
Tetapi luka itu adalah bermanfaat untuk
menyelamatkan jiwa. Persahabatan akan
menjadi lebih kuat ketika luka itu sembuh.
Amsal 27:17 Besi menajamkan besi, orang
menajamkan sesamanya.
Besi dari palu dapat menajamkan Pisau yang
terbuat dari besi. Persahabatan menjadi
lebih kuat dengan saling menolong ataupun
lepas dari pertikaian.

Musuh yang
seperti
sahabat
Kadang, seorang
Amsal 26:18,19 Seperti
orang gila menembakkan
panah api, panah dan maut,
demikianlah orang yang
memperdaya sesamanya dan
berkata: "Aku hanya
bersenda
gurau."
Amsal
26:20,21
Bila kayu
habis, padamlah api; bila
pemfitnah tak ada, redalah
pertengkaran. Seperti arang
untuk bara menyala dan kayu
untuk api, demikianlah orang
yang suka bertengkar untuk
panasnya
perbantahan.
Amsal
26:23,24,25
Seperti
pecahan periuk bersalutkan
perak, demikianlah bibir manis
dengan hati jahat. Si pembenci
berpura-pura dengan bibirnya,
tetapi dalam hati
dikandungnya tipu daya. Kalau
ia ramah, janganlah percaya
padanya, karena tujuh

TEMAN mungkin
akan
membohongimu
namun kamu
mengetahuinya dan
mempertanyakanny
a, lalu ia hanya
berkata
Aku hanya
Jika TEMAN
mu
bergurau.
membicarakan

keburukan
temannya, ia
mungkin
membicarakan
keburukanmu juga
kepada temannya
Ada TEMAN
yang lain. yang
membicarakan halhal yang baik
tentangmu di
depanmu namun
sebenarnya dalam
hatinya ia
membohongimu.
Mereka adalah
musuh dalam

Dengan memaklumi/berkompromi
dengan si pelanggar, kita telah
menghapuskan perbezaan antara yang
benar dengan yang salah. Jalan seperti
itu tidak pernah datang dari
persahabatan yang sejati.
E.G.W. (Lift Him Up, October 26)