Anda di halaman 1dari 10

Hidup Oleh Iman

Umat Kristen harus hidup oleh


oleh Iman. Kita haruslah
melakukan apa yang ALLAH telah
Firmankan kepada kita. Kita
harus percaya kepada-Nya, dan
Ia akan memberikan upah
kepada kita ketika kita telah
hidup menurut kehendak-Nya.
1. HIDUP OLEH IMAN:
1. Berpegang pada HUKUM. (Amsal 28:4, 7, 9.)
2. Mengerti segala sesuatu. (Amsal 28:5.)
2. Contoh-contoh Praktikal:
1. Jika kita kaya: (Amsal 28:8, 19, 20, 22, 24, 27.)
2. Jika kita miskin: (Amsal 28:3, 6; 29:13.)
3. Jika kita mengajar orang lain: (Amsal 29:15.)

Berpegang pada Hukum


Amsal 28:4 Orang yang mengabaikan hukum memuji
orang fasik, tetapi orang yang berpegang pada
hukum menentangnya.
Amsal 28:7 Orang yang memelihara hukum adalah
anak yang berpengertian, tetapi orang yang bergaul
dengan pelahap mempermalukan ayahnya.
Amsal 28:9 Siapa memalingkan telinganya untuk
tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah
kekejian.
Prinsip Pertama sebuah Iman adalah Menerima
perintah yang ALLAH berikan kepada kita dan
menghidupkannya dalam kehidupan kita.
Bagaimanakah HUKUM dapat menolong dalam kehidupan kita?
Pertama, Hukum menolong kita untuk membedakan yang benar dan yang
salah, sehingga kita dapat membuat keputusan yang baik dan benar.
Selanjutnya, HUKUM memberikan kita petunjuk praktis dalam kehidupan
dalam setiap segi kehidupan kita. (Makanan, istirahat, hubungan sosial,
keluarga, dan lainnya.

Mengerti Segala Sesuatu


Amsal 28:5 Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang
mencari TUHAN mengerti segala sesuatu.

1
2
3
4

Mereka yang tidak mengikuti HUKUM tidak dapat membedakan


yang benar dengan yang salah (poin 1 dan2). Mereka memuji
orang yang tidak seharusnya dipuji dan mereka tidak dapat
mengerti keadilan yang sejati.
Hukum adalah tutor kita (poin 3). Ia menuntun kita kepada
TUHAN (Galatia 3:24).
Lalu TUHAN (poin 4) akan memberikan kepada kita
pemahaman tentang keadilan sehingga kita dapat menentang/
menolak kejahatan dan mengerti segala sesuatu.

Jika kita Kaya


Amsal 28:8 Orang yang
memperbanyak hartanya dengan
riba dan bunga uang,
mengumpulkan itu untuk orangorang yang mempunyai belas
kasihan kepada orang-orang
lemah.

ALLAH kita adalah


Sang Empunya segala
Kekayaan di dunia.
Hidup oleh Iman
berarti kita juga kita
mengikuti prinsipprinsip yang Ia
berikan tentang
bagaimana
memperoleh
kekayaan dan
menggunakannya
dengan benar.

Jika kita Miskin


Apakah Hidup oleh Iman adalah lebih mudah
ataukah lebih sulit jika kita miskin?

Amsal 28:6 Lebih baik orang miskin


yang bersih kelakuannya dari pada
orang yang berliku-liku jalannya,
sekalipun ia kaya.

"Beberapa orang yang mengaku percaya akan kebenaran


kurang dalam pertimbangan dan gagal untuk menghargai
nilai moral ... Mereka mungkin memiliki uang dan harta,
dan ini cukup untuk membuat mereka berpengaruh
terhadap orang lain; tapi itu tidak akan membesarkan
mereka satu iota pun di hadapan Allah. Uang memiliki
kekuatan dan menciptakan pengaruh yang hebat. .... Tapi
apakah Allah dengan membuthykan uang, ataupun harta?
Beribu-ribu hewan di gunung adalah milik-Nya. Dunia dan
segala isinya adalah milik-Nya. Penduduk bumi adalah
sebagai belalang di hadapan-Nya. Manusia dan harta benda
hanyalah seperti debu kecil keseimbangan. Ia tidak
membeda-bedakan orang. "

.W. (Testimonies for the Church, vol. 1, cp. 94, pg. 536)

Jika Kita Mengajar Orang lain


Amsal 29:15
Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi
anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.
Ketika sebuah pohon mulai bengkok, ia harus segera
diluruskan. Pohon itu didera/dihukum oleh
mengikatkannya ke sebuah tongkat.
Tindakan tersebut bukanlah melukai pohon itu, namun
untuk memberikan suatu keuntungan baginya.
Demikian pula halnya manusia. Hal-hal buruk dalam
karakter kita haruslah didera/dihukum agar kita
dapat merubah perbuatan kita yang salah.

Jika kita tidak pernah berkata TIDAK


kepada anak kita, kita bukan sedang
menyayanginya, namun sedang
menghancurkan hidupnya. Ia akan
menjadi aib bagi keluarganya.

.W. (Counsels to Parents, Teachers and Students; cp. 13; pg. 116)

"Ibu mungkin bertanya, Haruskah saya tidak


memukul/menghukum anak saya?" Cambukan mungkin diperlukan
ketika cara lainnya gagal; namun ibu tidak harus menggunakan
camukan/tongkat jika mungkin untuk menghindari melakukannya.
Tetapi jika langkah-langkah ringan terbukti telah cukup, hukuman
yang akan membawa anak kepada kesadarannya haruslah
diberikan. Tidak jarang satu teguran tersebut akan cukup untuk
memberikan kesan kepadanya untuk seumur hidupnya... "

Biarlah orang tua dan para pendidik, yang mengabaikan atau dengan
sengaja memperbolehkan dosa kepada mereka yang berada di bawah
pengasuhannya, senantiasa menyadari bahwa merekalah yang
membantu melakukan dosa-dosa tersebut. Jika kita menggantikan
tindakan-tindakan pemanjaaan dengan lebih sering menggunakan
tongkat/rotan, (bukan untuk melampiaskan kemarahan, namun
dengan kasih dan doa), kita akan menyaksikan keluarga-keluarga yang
lebih berbahagia dan sebuah keadaan masyarakat yang jauh lebih
E.G.W. (Child Guidance, cp. 47, pg. 276)
baik.