Anda di halaman 1dari 10

IMAN HARUS DISERTAI

PERBUATAN

Yakobus 2:14-26

Yakobus
2:14-17

Yakobus
2:18

Yakobus2:1
9-20

Yakobus
2:21-24

Yakobus2:25
-26

IMAN

Iman
tanpa
perbuatan
pada
hakekatnya
adalah
mati

Aku akan
menunjukk
an imanku
oleh
perbuatan

Iman
tanpa
perbuatan
adalah
mati

Iman
bekerjasam
a dengan
perbuatan

Iman tanpa
perbuatan
adalah
mati

Yang
Bekerj
a

Iman dalam
tindakan

Menunjukk
an Iman

Iman Setan

Iman
Abraham

Iman Rahab

Iman yang
Bekerja

Contoh-contoh Iman

Iman dalam Tindakan


Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia
mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? ... Jika seorang
saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan
sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah
kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan
kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya...? Demikian juga halnya dengan
iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya
adalah mati.(James 2:14-17)
Adakah iman yang tidak menyelamatkan?
Iman yang hidup menyelamatkan, namun iman yang
mati tidak dapat menyelamatkan.
Bagaimanakah saya dapat membedakan bahwa iman
saya hidup atau mati?
Menurut Yakobus, iman saya ditunjukkan melalui
bagaimana saya memperlakukan orang lain.
Ketika kita dihadapkan kepada seseorang yang
memerlukan pertolongan dan kita tidak menolongnya
sementara kita mampu, kita tidak memiliki iman yang
hidup. Iman seperti ini perlahan-lahan akan melemah
dan akhirnya akan mati.

Menunjukkan Iman Kita


Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan
menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku. (Yakobus 2:18)
Iman yang murni ditunjukkan melalui tndakan
yang tidak mementingkan diri, yang
dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau,
supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)
Paulus menyatakan bahwa ALLAH bukan
karena perbuatan baik yang telah kita
lakukan, tetapi karena rahmat-Nya.
(Titus 3:5) Lalu, dia menuliskan:
Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau
dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang
sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh
berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah
yang baik dan berguna bagi manusia. (Titus 3:8)

Baik Yakobus maupun Paulus setuju bahwa


Iman dan Perbuatan adalah tidak terpisahkan.
Iman dan perbuatan harus ada bersama agar
kita dapat diselamatkan.

"Karakter kita dinyatakan oleh apa yang kita lakukan.


Perbuatan menunjukkan apakah iman kita adalah murni atau
tidak.
Tidaklah cukup bagi kita untuk percaya bahwa Yesus bukanlah
orang berdosa, dan bahwa agama Alkitab bukanlah sekedar
dongeng.... Tidaklah cukup untuk percaya teori kebenaran.
Tidaklah cukup hanya membuat pengakuan iman dalam
Kristus dan memiliki nama kita terdaftar di Buku Keanggotaan
gereja.
"Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam
Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui,
bahwa Allah ada di dalam kita...'' Dan inilah tandanya, bahwa
kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintahperintah-Nya. "1 Yohanes 3:24.; 1 Yohanes 2: 3.
Ini adalah bukti pertobatan sejati. Apapun profesi kita, itu
semua sia-sia kecuali Kristus dinyatakan dalam perbuatan kita
yang benar. "
E.G.W. (Christs Object Lessons, cp. 24, pg. 312

Iman Setan-setan
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi
setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai
manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa
iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yakobus 2:19-20)

Iman yang sedang dibicarakan oleh Yakobus


adalah tentang keyakinan akan ajaran-ajaran
yang benar dalam Alkitab.
Kita dapat diyakinkan oleh bukti-bukti yang kita
temukan dalam Alkitab, namun hati kita boleh
saja tetap dingin dan tidak diubahkan. Jadi,
kepercayaan yang hanya dalam pikiran saja,
tidak dapat menyelamatkan kita. Itulah iman
orang yang bebal, itulah Iman yang mati,
itulah Iman setan-setan.
Hanya iman dalam YESUS sebagai Juruslamat
pribadi kita yang dapat menyelamatkan. Iman
yang kelihatan dalam hidup kita sebagaimana
dalam hidup Abraham dan Rahab.

Yakobus

Iman Abraham

2:21 Bukankah Abraham, bapa


kita, dibenarkan karena perbuatanperbuatannya, ketika ia
mempersembahkan Ishak, anaknya,
di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa
iman bekerjasama dengan
perbuatan-perbuatan dan oleh
perbuatan-perbuatan itu iman
menjadi sempurna. Dengan jalan
demikian genaplah nas yang
mengatakan: "Lalu percayalah
Abraham kepada Allah, maka Allah
memperhitungkan hal itu
kepadanya sebagai kebenaran." ...
Jadi kamu lihat, bahwa manusia
dibenarkan karena perbuatanperbuatannya dan bukan hanya
karena iman. (Roma 2:21-24)

Paulus

Jadi apakah akan kita katakan


tentang Abraham, bapa leluhur
jasmani kita? Sebab jikalau Abraham
dibenarkan karena perbuatannya,
maka ia beroleh dasar untuk
bermegah, tetapi tidak di hadapan
Allah. Sebab apakah dikatakan nas
Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham
kepada Tuhan, dan Tuhan
memperhitungkan hal itu kepadanya
sebagai kebenaran." Kalau ada orang
yang bekerja, upahnya tidak
diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi
sebagai haknya. Tetapi kalau ada
orang yang tidak bekerja, namun
percaya kepada Dia yang
membenarkan orang durhaka,
imannya diperhitungkan menjadi
kebenaran. (Roma 4:1-5)

Baik Yakobus dan Paulus mempelajari contoh dari Abraham.


Yakobus menyimpulkan bahwa kita dibenarkan oleh perbuatan,
sementara Paulus menyimpulkan bahwa kita dibenarkan oleh Iman.

1. Abraham tidak melakukan


Iman Abraham

Mari kita lihat


bagaimana Paulus
secara Theologi
mempelajari
kehidupan Abraham.

sesuatu yang membenarkan


dia di hadapan TUHAN.
(Romans 4:1-5)
2. Dia mematuhi TUHAN oleh
iman ketika diperintahkan
untuk meninggalkan kampung
halamannya. (Kisah 11:8)
3. Dia percaya bahwa TUHAN
dapat memberikan Sarah
seorang anak oleh iman. (Roma
4:19)
Jadi
Paulus, (dan Yakobus)
4.
Dia mempersembahkan
Ishak
memahami
bahwa Iman Abraham
oleh Iman (Ibrani
disempurnakan
oleh 11:19)
perbuatannya.
Secara bertahap ia berjalan lebih
teguh dalam imannya.
Yakobus berkata bahwa Abraham
dibenarkan oleh perbuatannya,
yaitu, perbuatan yang
menunjukkan bahwa imannya

Iman Rahab
Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena
perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh
itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa
perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yakobus 2:25-26)

Rahab percaya bahwa ALLAH Israel akan menaklukkan


Kanaan,termasuk Yerikho.
Akankan imannya
Akankan imannya
menyelamatkannya jika dia belum
menyembunyikan kedua pengintai
itu?
Akankah imannya
menyelamatkannya jika dia belum
meletakkan tali merah itu di
jendelanya?
Dapatkah saudara-saudaranya jika
mereka tidak tinggal dengan Rahab?
Jadi, Yakobus menyimpulkan bahwa
jika kita diselamatkan oleh iman,
maka kita harus hidup sesuai
dengan iman tersebut, jika tidak,
iman kita adalah iman yang mati.

Kita memerlukan Iman Abraham di zaman sekarang


ini, untuk menerangi kegelapan yang menaungi kita,
kegelapan yang memadamkan sinar mentari Kasih
TUHAN, kegelapan yang mengerdilkan pertumbuhan
rohani kita. Iman kita haruslah menghasilkan buahbuah yang manis; karena iman tanpa perbuatan adalah
mati. Setiap tugas yang dilaksanakan, setiap
pengorbanan yang dilakukan demi nama KRISTUS, akan
mendatangkan upah yang besar. Dalam setiap
melakukan tugas-tugas untuk TUHAN dengan sungguhsungguh, ALLAH berbicara dan mencurahkan berkatE.G.W. (Reflecting Christ, March 6)
berkat-Nya.