Anda di halaman 1dari 31

SISTEM KEWASPADAAN DINI

DAN

PENANGGULANGA N KEJADIAN
LUAR BIASA GIZI BURUK
(SKD-KLB GIZI BURUK)

SKPG atau dalam bahasa Inggrisnya


Food and Nutrition Surveillance
System adalah kegiatan pengamatan
terhadap Situasi Pangan dan Gizi
penduduk yang dilakukan secara
terus menerus

AGAR Tersedia informasi tentang


perkembangan Situasi Pangan dan
Gizi Penduduk secara terus menerus,
baik dalam keadaan NORMAL maupun
KRISIS

Perumusan kebijakan, Perencanaan


dan Evaluasi Program baik Jangka
panjang maupun Jangka pendek,
Pengambilan Keputusan ataupun
Tindakan Penanganan Masalah Krisis
Pangan dan Gizi

Kegagalan
Kegagalan
produksi
produksi

Persediaan
Persediaan
pangan
.
pangan di
di masy
masy.
berkurang
berkurang

Krisis
Krisis
Ekonomi
Ekonomi

KERJ
KERJA
A SKPG
SKPG

SANGAT
SANGAT
DI
DINI
NI

DI
DINI
NI

Persediaan
PersediaanMakanan
Makanan
tingkat
RT
berkurang
tingkat RT berkurang

Pendapatan
Pendapatan
berkurang
berkurang

TERLAMBAT
TERLAMBAT

Asupan
Asupan Gizi
Gizi
berkurang
berkurang
Daya
Daya beli
beli
berkurang
berkurang

PREVENTI
PREVENTIF
F

KURANG
KURANG GI
GIZI
ZI

KURATI
KURATIF
F

SISTEM SURVEILANS GIZI


Pengumpulan data:
O Sarana Keshatan
O Masyarakat
O Cara tertentu

Melakukan perubahan
yang dibutuhkan

Pengumpulan Informasi

Usulan/rekomendasi
perencanaan program

Analisis dan
interpretasi penyajian
Pelaporan dan
Diseminasi informasi

Dinas Kesehatan
Sektor terkait
Masyarakat

Sistem Kewaspadaan Gizi


Pemantauan pertumbuhan

SKD KLB Gizi Buruk

PSG-Balita
Pemantauan Konsumsi
Pemantauan IMT
Pemantauan TB-ABS
Nutrition Emergencies/Gizi Darurat
SUSENAS
Survai lain

SKD KLB Gizi Buruk


DASAR HUKUM:

Surat Menkes No: 1209 tanggal 19


Oktober 1998 tentang Instruksi setiap
kasus Gizi Buruk diperlakukan sebagai
kejadian luar biasa gizi

SK Menkes No: 1479/Menkes/SK/X/2003


tentang pedoman penyelenggaraan sistem
surveilans epidemiologi penyakit menular
dan tidak menular terpadu.
Pengamatan KLB GIZI bagian dari
Surveilans Epidemiologi Penyakit Tidak
Menular Terpadu

Sistem Kewaspadaan Dini KLB


Gizi Buruk
Kajian
Epidemio
logi
Peringatan
kewaspadaan
dini
Peningkatan
kewaspadaan
dan
Kesiapsiagaan
KLB

Penyeli
dikan KLB
Deteksi dini
Kondisi rentan
KLB

Deteksi Dini
KLB
Kesiapsiagaan
Menghadapi
KLB

Sebelum ada kasus gizi buruk

Penyelidikan
dan
Penanggulan
gan KLB Gizi

Penangang
an kasus
Pencegahan

Surveilan
ketat

Ada kasus gizi buruk

Sistem kewaspadaan dini KLB


Gizi Buruk
Penyeli
dikan KLB
Kajian
Epidemio
logi

Peringatan
dini terhadap
kemungkinan
Terjadi KLB

Kewaspadaan dan
kesiapsiagaan
KLB

Penyelidikan dan
penanggulan
gan KLB Gizi
buruk

Penangan
an kasus
Pencegahan

Sumber data:
Laporan
penyakit
Data PSG
Data Cakupan
(imunisasi,
SKDN
BGMl

Surveilan
ketat

SUMBER INFORMASI
a. Laporan Masyarakat
b. Hasil Penjaringan pada waktu pemantuan
pertumbuhan di Posyandu
c. Pencarian aktif kasus
d. Laporan petugas/Puskesmas, RS
e. Media masa, LSM
f. Pejabat, petugas lintas sektor, dll

1. PEMANTAUAN PERTUMBUHAN
INDIVIDU BALITA
Plot BB di KMS
Ditimbang
Ke posyandu

Tumbuh
baik

Naik

Lakukan
tindakan

Tidak
naik

Lakukan
Konfirmasi

BGM

Bagaimana BB
anak ?
Dinilai perkembangan
BB-nya

Kejadian Luar Biasa (KLB)


Timbulnya atau meningkatnya kejadian

kesakitan dan atau kematian yang


bermakna secara epidemiologis pada
suatu daerah dalam kurun waktu tertentu
Kejadian Luar Biasa Gizi Buruk

Bila ditemukan satu atau lebih gizi buruk


(BB/TB < -3SD atau ada tanda tanda klinis

Gizi buruk

Berat badan menurut umur (Z-Score terletak


<-3SD dan atau disertai tanda klinis
kwashiorkor, marasmus, marasmus
KLB Gizi buruk , bila ditemukan 1 kasus gizi

buruk menurut BB/U dan dikonfirmasi dengan


BB/TB, Z-Score terletak <-3SD dan atau
disertai dengan tanda- tanda klinis

Sistem Kewaspadaan Dini (SKD-KLB)

Merupakan kewaspadaan terhadap ancaman


terajadinya gizi buruk serta faktor-faktor yang
terkait erat mempengaruhinya melalui surveilans
dan informasinya dimanfaatkan untuk
meningkatkan sikap tanggap kesiapsiagaan , upaya
pencegahan dan tindakan penanggulangan
kejadian luar biasa yang cepat dan tepat .

Peringatan dini KLB


Pemberian informasi adanya ancaman KLB

pada suatu daerah dalam periode waktu


tertentu

Tujuan

Untuk menumbuhkan sikap tanggap terhadap

ancaman terjadinya gizi buruk

Melakukan tindakan pencegahan terjadinya

gizi buruk

Memperoleh informasi secara cepat dan tepat

Pelaksanaan Sistem
Kewaspadaan Dini KLB
Kajian Epidemiologi

a. Identifikasi data yang diperlukan


Data kesehatan dan gizi
- Proporsi N/D, D/S
- BGM baru dekonfirmasi dgn BB/TB
- Penyakit ( Campak, Diare )

Data non kesehatan


Produksi pertanian ( LT, Luas

kerusakan,
luas panen)
Harga pangan pokok
Keluarga miskin
Jlh penganguraan
Tingkat pendidikan
Perilaku pengasuhan anak
Lingkungan

Data kasus gizi buruk (BB/TB <-3SD dan atau ada


Tanda klinis

Sumber
laporan posyandu ( laporan yang telah
diverifikasi )
laporan masyarakat ( telah diklarifikasi )
laporan W1
Laporan penderita rawat jalan/rawat inap
puskesmas

Mekanisme laporan

Posyandu/masyarakat secepatnya
Puskesmas
ke

Puskesmas
Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kab/kota (W2)
Pengumpulan data
Setiap saat, bulanan
Pengelola ( Bidan di desa, TPG, Penanggung

jawab SP2TP)

Interpretasi data
Kasus gizi buruk meningkat artinya

memburuknya status kesehatan dan gizi


balita di wilayah tersebut
Ada indikasi terjadi kerawanan pangan di desa
Kasus gizi buruk dari puskesmas dan rumah

sakit segera dilaporkan ke dinas kesehatan


kabupaten/Kota melalui W2
Umpan balik kasus gizi buruk

Peringatan Dini terahadap


kemungkinan terjadi KLB
Peringatan dini ancaman KLB pada suatu daerah dan
dalam periode tertentu dirumuskan berdasarkan hasil
kajian epidemiologi

Peringatan dini dibuat untuk jangka waktu tertentu


( 3 bulan kedepan ), informasinya disampaikan
kepada pihak terkait

Indikasi yang digunakan untuk


peringatan dini
a.
N/D turun dari bulan yang lalu atau
tetap
selama 3 bulan berturut turut di suatu
desa kecuali desa yang telah mencapai
N/D 100%
b. Kasus BGM baru ( berat badan turun dari
pita warna kuning atau ditemukan pada
anak yang baru ditimbang, kasus ini
dirujuk utk konfirmasi BB/TB dan atau
tanda klinis

Upaya yang dilakukan

Bila N/D turun, lakukan


Lakukan kunjungan ke desa yg % N/D turun
atau tetap oleh pembina wilayah untuk
mencari faktor penyebab
Melakukan penimbangan pada anak lain yg
tdkdatang ke Posyandu
Melakukan koordinasi dg Puskesmas asal
penderita (bila kasus berasal dari wilayah
lain)
Berikan pelayanan gizi dan pelayanan
kesehatan lainnya

Bila BGM Baru, lakukan

Konfirmasi BGM dengan BB/TB di


puskesmas, jika ditemukan tanda
klinis
lakukan pengobatan sesuai
tatalaksana kasus gizi buruk
Bila kasus gizi buruk lakukan
penanngulangan KLB sesuai SOP
Bila hanya gizi kurang, lakukan
konseling dan pelayanan gizi lainnya

1. TANDA-TANDA
ANAK GIZI BURUK

GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK


A. KWASHIORKOR
Edema, terutama pd kedua punggung kaki, bisa
seluruh tubuh
Wajah membulat dan sembab
Pandangan mata sayu
Rambut tipis, kemerahan spt warna rambut
jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok
Perubahan status mental: apatis & rewel
Pembesaran hati
Otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila
diperiksa pada posisi berdiri atau duduk
Kelainan kulit berupa bercak merah muda yg
meluas & berubah warna menjadi coklat
kehitaman dan terkelupas (dermatosis)
Sering disertai: peny. infeksi (umumnya akut),
anemia, dan diare

KEP berat : Kwashiorkor


Rambut

Wajah
Puffy

Edema

GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK


B. MARASMUS

Tampak sangat kurus, hingga

tulang terbungkus kulit


Wajah seperti orang tua
Cengeng, rewel
Kulit keriput, jaringan lemak
subkutis sangat sedikit
sampai tidak ada (~pakai
celana longgar-baggy pants)
Perut cekung
Iga gambang
Sering disertai: peny. infeksi /
diare (umumnya kronis
berulang)

GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK


C. MARASMIK

KWASHIORKOR
Gambaran klinik merupakan
campuran dari beberapa
gejala klinik Marasmus
(Sangat kurus, BB/TB <-3
SD) dan Kwashiorkor
(disertai edema yang tidak
mencolok)