Anda di halaman 1dari 26

PROSES PEMBUATAN BAJA

Tiara Ansellya Resty Yolanda (2714100003)


Luki Wijaya

(2714100057)

Emral Arsyanjani

(2714100141)

Yudha Rizky Dharmawan

(2714100508)

Besi dan Baja

Besi dan baja adalah logam yang


paling banyak digunakan dalam kebutuhan
hidup manusia. Hal ini disebabkan oleh :
Jumlahnya cukup berlimpah
Memiliki sifat mekanik yang menarik
Mudah dikerjakan dengan forming maupun
machining
Harganya relatif murah.

Besi dan Baja

Besi tidak dalam keadaan murni melainkan


paduan.
Paduan biasanya dengan karbon yang dikenal
dengan baja dan besi tuang.
Baja dan besi tuang berbeda struktur mikronya
dan juga sifatnya

Klasifikasi baja karbon di


pasaran :
Kekuatannya :
ST37, ST42, ST60
Komposisi kimianya :
Baja karbon rendah, baja karbon
menengah, baja karbon tinggi
Strukturnya :
Baja hypoeutectoid, baja eutectoid, baja
hypereutectoid
Penggunaannya
Bentuknya
Pembuatannya

Diagram Fasa

Proses pembuatan baja


Proses pertama :
Komponen dasar

berupa iron ore, limestone dan

coke dimasukan kedalam blast furnace.


1.

Coke (dibuat dari coal, khusus untuk membuat


steel)

2.

Cairan besi (molten metal) bagian atas yaitu slag


dan bagian bawah yaitu besi yang dipakai, besi
yang dihasilkan dicetak menjadi pig iron.

Proses kedua :
1.

Pig iron dimasukkan ke dalam primary steelmaking furnace, bisa


berupa oxygen furnace, electric arc furnace.

2.

Di dalam proses dengan oksigen, karbon di dalam molten metal


bereaksi dengan oksigen menghasilkan gas karbon monoksida.

3.

Baja yang dihasilkan dicetak dalam bentuk slab, bloom atau biller

Proses ketiga :
1. Baja yang telah dicetak dalam bentuk slab, bloom atau billet
tersebut selanjutnya dibentuk menjadi berbagai macam profil
seperti H-beam, Angle (siku), Channel, Rel kereta, pelat, pipa
(seamless pipe), dan sebagainya

Proses pertama dan kedua

Proses ketiga

Pembuatan Baja
Baja pada dasarnya adalah paduan besi karbon
dengan kadar karbon kurang dari dari 2.0% disamping
juga mengandung sejumlah unsur lainnya (unsur
paduan dan pengotoran). Baja di buat dari besi
kasar/spongs dengan mengurangi kadar karbon dan
unsur lain.
Ada beberapa macam cara pembuatan baja, antara
lain:
1. Dengan konvertor
2. Dengan dapur siemens Martin (open Hearth furnace)
3. Dengan electric furnace

Pembuatan Baja dengan


Konvetor

Pengisian dilakukan saat posisi horizontal dan dilanjutkan


dengan mengembalikannya ke posisi vertical sambil
dihembuskan udara dari bawah.
2Fe + O2 2 FeO

Sebagian oksida besi ini menjadi terak dan yang lainnya


bereaksi dengan Si dan Mn ,
Si + 2FeO SiO2 + 2Fe
Mn + FeO MnO + Fe

Reaksi-reaksi itu akan menyebabkan panas.

Oksida mangan dan oksida silicon ini akan menjadi terak


pada saatSi dan Mn hampir habis dan karbon mulai
terbakar,
C + FeO Fe + CO

CO berupa gas keluar melalui mulut


konventor

CO akan terbakar menjadi CO2

Konvertor dimiringkan dan cairan besi


dikeluarkan

Konvertor

Pembuatan Baja dengan Dapur


Siemens Martin (open Hearth
furnace)

Proses pembuatan baja dengan cara Open-Hearth furnace ini


meliputi 3 periode yaitu :
a. Periode memasukkan dan mencairkan bahan isian.
b. Periode mencairkan logam isian.
c. Periode membersihkan/memurnikan (refining) dan
deoksidasi

Bahan bakar yang dipakai adalah: campuran blast furnace gas


dan cokes oven gas.
Bahan isian : besi mentah dan baja bekas beserta bahan
tambah ditaruh dalam heart lewat pintu pengisian.

Open Hearth Furnace

Proses pembuatan baja dengan electric furnace


electric furnace adalah peralatan / alat yang digunakan untuk proses pengolahan
baja, dimana besi bekas dipanaskan dan dicairkan dengan busur listrik yang berasal
dari elektroda ke besi bekas di dalam tanur.
Ada dua macam arus listrik yang bisa digunakan dalam proses peleburan
dengan EAF, yaitu
arus searah (direct current )
arus bolak balik (alternating current).
Dan yang biasa digunakan dalam proses peleburan adalah arus bolak-balik dengan
3 fase menggunakan electroda graphite.

Electric Furnace

Klasifikasi proses pembuatan baja dilakukan


berdasarkan pada derajat keasaman terak
yang dihasilkan :
1.

Proses asam (acid)

2.

Proses basa (basic)

3.

Proses duplex (gabungan asam dan basa)

4.

Basic Oxygen process

Proses Pengerollan
Hot Rolled
Cold Rolled

Hot Rolled
Proeses hot rolled/pengerolan panas
merupakan proses pengolahan yang
dilakukan pada temperatur tinggi yang
melebihi temperatur rekristalisasi.
Produk baja lembaran panas dapat diberikan
dalam bentuk coil dan pelat. Kondisinya
dapat berupa gulungan atau sebagai produk
yang melalui proses pickling dan oiling (hot
rolled coil-pickled oiled atau HRC-PO).

Cold Rolled
Proses cold rolled/pengerolan dingin adalah
proses pengerolan baja pada temperatur
dibawah temperatur rekristalisasinya. Dan
umumnya dilakukan setelah proses hot rolled.
Baja putih ini juga dipakai untuk aplikasi
dalam industri galvanizing (zinc-coating),
enamelware (porcelain-coating), dan
digunakan sebagai bahan baku pembuatan
kaleng makanan berlapis timah (tin mill-black
plate).

Contoh Penggunaan/aplikasi dari baja

Mesin Pabrik

Engine Kendaraan
Bermotor

Aplikasi Penggunaan Baja

Gambar 3. Batang baja

Gambar4. Bahan pembuatan tank

Aplikasi Penggunaan Baja

Pipe

Penyangga
Jembatan

Terima Kasih
Atas
Perhatiannya.