Anda di halaman 1dari 16

3.

Perlihatkan bahwa titik-titik (0,-4), (10,0), (6,10) dan (-4,6)


adalah titik puncak sebuah bujur sangkar!
Solusi:

Syarat bujur sangkar:

//

//

//
=

=
=

//

, maka

U1V2 - U2V1
=0
10 . 4 - 10 . 4 = 0
40 - 40

//

= 0 (terbukti)

=
//

, maka

U1V2 - U2V1
=0
-4 . 10 10 (-4)
-40 + 40

=0
= 0 (terbukti)

, maka

=0

(10 x 4) + (4 x (-10))

=0

40 + (-40)

= 0 (terbukti)

, maka

=0

4 . (-10) + (-10) (-4)


-40 + 40

=0

= 0 (terbukti)

, maka

=0

-10 (-4) + (-4) 10 = 0


40 40

= 0 (terbukti)

=
=

, maka

=0

x (-4)) + (4 x 10)

=0

+ 40

=0

5. Buktikanlah secara analitik bahwa diagonal-diagonal suatu


bujur sangkar adalah saling tegak lurus satu sama lain!
Solusi:
Misal: diketahui bujur sangkar PQRS

Maka,

Jadi, terbukti bahwa diagonal-diagonal suatu bujur sangkar adalah saling


tegak lurus.
6. Carilah nilai a jika titik-titik (5,0), (a,4) dan (-4,3) titik-titik
puncak segitiga siku-siku.
Solusi:
Misal A (5,0) ; B (a,4) ; C (-4,3)
Ada tiga kemungkinan nilai a
a. Nilai a jika siku-siku terletak di A
C(-4,3) (-4,3)

B(a,4)

A(5,0)

=0

(-9(a-5)) + (3 x
-9a + 45 + 12
-9a + 57
9a
a
a

4)

=0
=0

=0
= 57
=
=

b. Nilai a jika siku-siku terletak di B

cos 90

C(-4,3) (-4,3)

B(a,4)

A(5,0)

=0
)

cos 90

+ (-4)(-1)

-20 - 5a + 4a + a2 + 4 = 0
a2 - a 16
=0
(a )2
= 16 +
a-

=0

a1

a2

c. Nilai a jika siku-siku terletak di C


=

C(-4,3) (-4,3)

=
A(5,0)

B(a,4)

=0

9(a + 4) + (-3 . 1)= 0


9a + 36 3

=0

9a 33

=0

9a

= 33

cos 90

LATIHAN 9 HAL.38
8. Buktikanlah bahwa luas daerah segitiga dengan titik titik puncak P 1 (x1,y1), P2
(x2,y2), P3 (x3,y3) adalah nilai mutlak dari :
(x1y2 + x2y3 + x3y1 x2y1 x3y2 x1y3)
Solusi:
Pembuktian
P3(x3,y3)

P3P1 =

(x1,y1)P1

P2(x2,y2)

P3P2 =
Luas segitiga

(P3P1 P3P2)

((x1-x3)(y2-y3) (y1-y3)(x2-x3))

(x1y2 - x1y3 - x3y2 + x3y3 - (x2y1 - x3y1 - x2y3 + x3y3))

(x1y2 - x1y3 - x3y2 + x3y3 - x2y1 + x3y1 + x2y3 - x3y3)

(x1y2 - x1y3 - x3y2 - x2y1 + x3y1 + x2y3)

(x1y2 + x2y3 + x3y1 - x2y1 - x3y2 - x1y3)

(terbukti)

9. Buktikanlah bahwa luas daerah segitiga dalam soal latihan nomor 8 adalah
nilai mutlak dari:

Solusi:
Untuk menyelesaikan persoalan di atas kita buktikan dengan mencari determinan
dari matriks di atas.
= ( x1

- x2

x3

= ( x1 (y2 - y3) x2 (y1 y3) + x3 (y1 y2))


= (x1y2 x1y3 x2y1 + x2y3 + x3y1 x3y2)
= (x1y2 + x2y3 + x3y1 x2y1 x3y2 x1y3)
10. Jika P adalah suatu titik pada garis yang melalui titik P1 dan P2, buktikanlah
=k

dengan k = 0 jika P = P1 , k = 1, jika P = P2, k positif jika

mempunyai arah yang sama dengan

berlawanan arah dengan

, dan k negatif jika

Solusi:
a) Pembuktian

=k

dengan k = 0 jika P = P1

Misal P (x,y) ; P1 (x1,y1) ; P2 (x2,y2)


Karena P = P1 maka (x,y) = (x1,y1) sehingga x = x1; y = y1
=
k
=
Sehingga didapat:
x x1
=
y y1
=

k (x2 x1)
k (y2 y1)

x x1
k

=
=

k
y y1
k

=
=
=

k (x2 x1)
(subsituskan x = x1)

0
(terbukti)
k (y2 y1)
(subsituskan y = y1)

k
=
0
(terbukti)
Dari pembuktian diatas terbukti k = 0 untuk

=k

P1.
b) Pembuktian

=k

dengan k = 1 jika P = P2

Misal P (x,y) ; P1 (x1,y1) ; P2 (x2,y2)


Karena P = P2 maka (x,y) = (x2,y2) sehingga x = x2; y = y2
=
k
=
Sehingga didapat:
x x1
=
y y1
=
x x1
k

k (x2 x1)
k (y2 y1)
=
k (x2 x1)
=

(subsituskan x = x2)

jika P =

y y1
k

=
=

(terbukti)
k (y2 y1)
(subsituskan y = y2)

(terbukti)

Dari pembuktian diatas terbukti k = 1 untuk

=k

jika P

= P2.
c) Pembuktian

=k

yang sama dengan

dengan k positif jika

mempunyai arah

Misal P (x,y) ; P1 (x1,y1) ; P2 (x2,y2)


Jika

mempunyai arah yang sama dengan

maka jika nilai

bernilai positif maka P1P2 benilai positif juga dan jika nilai
negatif maka P1P2 benilai negatif.
jika nilai
bernilai positif maka
=

Sehingga didapat:
x x1
=
k (x2 x1)
y y1
=
k (y2 y1)

benilai positif

bernilai

x x1
k

=
=

x1= v)
k

y y1
k

=
=

(terbukti k bernilai positif)


k (y2 y1)

(misal y y1= u dan y2

Jika nilai

(terbukti k bernilai positif)

bernilai negatif dan P1P2 benilai negatif


=

k. =

Sehingga didapat:
-(x x1)
=
-(y y1)
=

-(x x1)
k

k (-(x2 x1))
k (-(y2 y1))

=
=

x2 x1= v)
k

-(y y1)

(misal x x1= u dan x2

y1= v)
k

k (x2 x1)

k (-(x2 x1))

(misal x x1= u dan

(terbukti k bernilai positif)


k (-(y2 y1))

y2 y1= v)
k

(misal y y1= u dan

(terbukti k bernilai positif)

Dari perhitungan diatas terbukti k akan selalu bernilai positif jika

mempunyai arah yang sama dengan

d) Pembuktian

= k

arah dengan

dengan k negatif jika

berlawanan

Misal P (x,y) ; P1 (x1,y1) ; P2 (x2,y2)


Jika

berlawanan arah dengan

positif maka

maka
jika nilai

maka jika nilai

benilai negatif dan jika nilai

bernilai

bernilai negatif

benilai positif.
bernilai positif maka P1P2 benilai negatif
=

k. -

Sehingga didapat:
x x1
=
k (-(x2 x1))
y y1
=
k (-(y2 y1))

x x1
k

=
=

v)
k

y y1
k

=
=

k (-(y2 y1))

y1= v)
k

Jika nilai

(misal x x1= u dan x2 x1=

) (terbukti k bernilai negatif)

(misal y y1= u dan y2

) (terbukti k bernilai negatif)

bernilai negatif maka P1P2 benilai positif


=

k
=

Sehingga didapat:
-(x x1)
=
-(y y1)
=
-(x x1)
k

x1= v)
k

k (-(x2 x1))

k (x2 x1)
k (y2 y1)
=
k (x2 x1)
=

(misal x x1= u dan x2

) (terbukti k bernilai negatif)

-(

- (y y1)

k (y2 y1)

y1= v)
k

(misal y y1= u dan y2

-(

) (terbukti k bernilai negatif)

Dari perhitungan diatas terbukti k akan selalu bernilai negatif jika

berlawanan arah(terbukti k bernilai negatif) dengan