Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan panjang garis pantai lebih dari
95.000 km dan juga memiliki lebih dari 17.504 pulau. Keadaan tersebut menjadikan
Indonesia termasuk kedalam Negara yang memiliki kekayaan sumberdaya perairan
yang tinggi dengan sumberdaya hayati perairan yang sangat beranekaragam.
Keanekaragaman sumberdaya perairan Indonesia meliputi sumberdaya ikan maupun
sumberdaya terumbu karang.Terumbu karang yang dimiliki Indonesia luasnya sekitar
7000

km2

dan

memiliki

lebih

dari

480

jenis

karang

yang

telah

berhasil

dideskripsikan.Luasnya daerah karang yang ada menjadikan Indonesia sebagai Negara


yang memiliki kenekaragaman ikan yang tinggi khususnya ikan-ikan karang yaitu lebih
dari 1.650 jenis spesies ikan.
Ekosistem laut merupakan sistem akuatik yang terbesar di planet bumi. Lautan
menutupi lebih dari 80 persen belahan bumi selatan tetapi hanya menutupi 61 persen
belahan bumi utara, dimana terdapat sebagian besar daratan bumi. Indonesia sebagai
Negara kepulauan terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia dan
mempunyai tatanan geografi yang rumit dilihat dari topografi dasar lautnya. Dasar
perairan Indonesia di beberapa tempat, terutama di kawasan barat menunjukkan
bentuk yang sederhana atau rata yang hampir seragam, tetapi di tempat lain terutama
kawasan timur menunjukkan bentuk-bentuk yang lebih majemuk, tidak teratur dan
rumit.
Proses pemanfaatan sumberdaya perikanan di Indonesia khususnya untuk ikanikan karang saat ini banyak yang tidak sesuai dengan Code of Conduct for Responsible
Fisheries. Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya kebutuhan dan permintaan
pasar untuk ikan-ikan karang serta persaingan yang semakin meningkat. Keadaan
tersebut menyebabkan nelayan melakukan kegiatan eksploitasi terhadap ikan-ikan
karang secara besar-besaran dengan menggunakan berbagai cara yang tidak sesuai

dengan kode etik perikanan yang bertanggung jawab. Cara yang umumnya digunakan
oleh nelayan adalah melakukan illegal fishing yakni pemboman, pembiusan, serta
penggunaan alat tangkap trawl. Semua cara yang dilakukan oleh nelayan ini sematamata hanya menguntungkan untuk nelayan dan memberikan dampak kerusakan bagi
ekosistem perairan khususnya terumbu karang.
Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun
yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem. Salah satunya adalah
ekosistem air laut. Dan dalam makalah ini, kami akan cantumkan tentang ekosistem air
laut. Ekosistem air laut merupakan ekosistem yang paling luas di bumi ini. Luas
ekosistem air laut hampir lebih dari dua per tiga dari permukaan bumi. Ekosistem ini
biasa juga disebut dengan Ekosistem Bahari Ekosistem air laut seperti halnya
ekosistem air tawar, pada ekosistem air laut merupakan media internal dan eksternal
bagi organisme yang hidup didalamnya. Air merupakan zat yang mengelilingi seluruh
organisme laut. Air laut sekaligus juga merupakan bagian penyusun atau pembentuk
tubuh tumbuh-tumbuhan dan binatang bianatang laut

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Pengertian Ekosistem Air Laut


Ekosistem air laut merupakan ekosistem yang paling luas di bumi ini. Luas

ekosistem air laut hampir lebih dari dua per tiga dari permukaan bumi ( + 70 % ), karena
luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak,
khususnya yang berkaitan dengan revolusi biru. Ekosistem laut atau disebut juga
ekosistem bahari merupakan ekosistem yang terdapat di perairan laut, terdiri atas
ekosistem perairan dalam, ekosistem pantai pasir dangkal/bitarol, dan ekosistem
pasang surut. Seperti halnya ekosistem air tawar, pada ekosistem air laut
merupakanmedia internal dan eksternal bagi organisme yang hidup didalamnya. Air
merupakan zat yang mengelilingi seluruh organisme laut. Air laut sekaligus merupakan
bagian penyusun atau pembentuk tuibuh tumbuh-tumbuhan dan binatang bianatang
laut.
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion
CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan
penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25C.Perbedaan suhu bagian atas
dan bawah tinggi.Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur,
maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan.Gerakan air
dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya,
sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk.Habitat
laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara
horizontal.
B.

Ciri-Ciri Ekosistem Air Laut


Ciri-ciri lingkungan ekosistem air laut- Adanya hempasan gelombang air laut maka

di daerah pasang surut yang merupakan perbatasan darat dan laut terbentuk gundukan

pasir, dan jika menuju ke darat terdapat hutan pantai yang terbagi menjadi beberapa
wilayah, yaitu sebagai berikut :
Formasi pescaprae, didominasi tumbuhan Vigna, Spinifex litorus, Ipomoea
pescaprae, Pandanus tectorius.
Formasi baringtonia, tumbuhan yang khas, misalkan Hibiscus tilliaceus,
Terminalia catapa, Erythrina sp.
Hutan bakau, tumbuhan yang khas adalah Rhizopora (bakau), dan Acanthus.
Ciri-ciri lingkungan ekosistem air laut adalah sebagai berikut :
1. Memiliki salinitas (kadar garam) tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin
tinggi.
2. NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
3. Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.
4. Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.
5. Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl`(55%), namun kadar
garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang
rendah (di laut beriklim dingin).
6. Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
7. Di daerah tropis, seperti di Indonesia, air permukaan laut mempunyai suhu lebih
tinggi dengan suhu air di bagian bawahnya sehingga air permukaan tidak dapat
bercampur dengan air di lapisan bawah. Batas antara lapisan tersebut
dinamakan batas termoklin.
Organisme yang hidup di daerah ekosistem air laut memiliki karakteristik
tertentu, seperti hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis
sel kira-kira sama dengan tekanan osmosis air laut maka itu adaptasinya tidak
terlalu sulit. Sedangkan, hewan bersel banyak, misalnya ikan, cara adaptasi
yang dilakukan dengan cara melakukan banyak minum, sedikit mengeluarkan
urin, pengeluaran air dilakukan secara osmosis, sedangkan garam mineral
dikeluarkan secara aktif melalui insang.Ekosistem air laut dibedakan atas lautan,
pantai, estuari, dan terumbu karang.

C.

Lautan/laut
Dari sisi Bahasa Indonesia pengertian laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah

yang banyak dan luas yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau.
Jadi laut adalah merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan
umumnya mengandung garam dan berasa asin.
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion
CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan
penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25C. Perbedaan suhu bagian
atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air
yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah
permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke
tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga
memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk.
Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya
secara horizontal :
1. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut:
a. Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
b. Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari
sampai bagian dasar dalamnya 300 meter.
c. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m.
d. Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.50010.000 m).
2. Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut
semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut:
a. Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air
sekitar 200 m.

b. Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalam an 2001000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
c. Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500
m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
d. Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m; tidak
terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu
menembus daerah ini.
e. Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari
6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat
mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang
bersimbiosis dengan karang tertentu.
Pada hewan dan tumbuhan tingkat rendah tekanan osmosisnya kurang lebih sama
dengan tekanan osmosis air laut sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk
beradaptasi. Tetapi bagaimanakah dengan hewan tingat tinggi, seperti ikan yang
mempunyai tekanan osmosis jauh lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. Cara
ikan beradaptasi dengan kondisi seperti itu adalah:
banyak minum
air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus
sedikit mengeluarkan urine
pengeluaran air terjadi secara osmosis
garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang
Di permukaan bumi terdapat berbagai macam jenis laut, jenis laut dapat dibedakan
berdasarkan proses terjadinya, letaknya dan kedalamannya.
a. Berdasarkan proses terjadinya perairan laut dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu:
1. Laut Ingresi, terjadi karena dasar laut mengalami penurunan. Kedalaman laut
ingresi pada umumnya lebih dari 200 meter. Contoh laut ingresi adalah Laut
Maluku dan Laut Sulawesi.

2. Laut Transgresi, terjadi karena permukaan air laut bertambah tinggi. Laut
transgresi umumnya terdiri dari laut dangkal yang kedalamannya kurang dari
200 meter. Contoh laut transgresi adalah Laut Jawa, Laut Cina Selatan dan
Laut Arafura.
3. Laut Regresi, terjadi karena laut mengalami penyempitan akibat adanya
proses sedimentasi lumpur yang dibawa oleh sungai.
b. Berdasarkan letaknya, perairan laut terdiri dari :
1. Laut Tepi, yaitu laut yang terdapat di tepi benua. Contohnya Laut Jepang,
Laut Cina Selatan dan Laut Arab.
2. Laut Tengah, yaitu laut yang terletak di antara dua benua. Contohnya Laut
Tengah, laut-laut yang ada di wilayah Indonesia.
3. Laut Pedalaman, yaitu laut terletak di tengah-tengah benua dan hampir
seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya Laut Hitam dan Laut Baltik
c. Berdasarkan kedalamannya, wilayah perairan laut terdiri dari empat zona,
yaitu :
1. Zona Litoral, yaitu wilayah antara garis pasang dan garis surut air laut.
Wilayah ini kadang-kadang kering pada saat air laut surut dan tergenang
pada saat air laut mengalami pasang. Zona litoral biasanya terdapat di
daerah yang pantainya landai.
2. Zona Neritik, adalah daerah dasar laut yang mempunyai kedalaman rata-rata
kurang dari 200 meter. Contohnya wilayah perairan laut dangkal di Paparan
Sunda dan Paparan Sahul di wilayah perairan Indonesia. Seperti Laut Jawa,
Selat Sunda dan Laut Arafuru.
3.

Zona Batial, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman antara
200 meter 1.800 meter.

4. Zona Abisal, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman lebih dari
1.800 meter. Contohnya Palung Laut Banda (7.440meter) dan Palung Laut
Mindanao (10.830 meter).

Di Indonesia memiliki wilayah perairan laut yang sangat luas dan kurang terjaga
sehingga mudah mendatangkan ancaman sengketa batas wilayah dengan negara
tetangga. Adapun wilayah perairan laut Indonesia antara lain :
1. Landas Kontinen, yaitu bagian laut yang kedalamannya mencapai 200
meter. Pada wilayah ini suatu negara berhak untuk memanfaatkan
sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya. Penentuan landas kontinen
didasarkan atas wilayah perairan Indonesia dan dikuatkan oleh perjanjian
dengan negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia, seperti Malaysia,
Thailand, Australia, Singapura dan India.
2.

Laut Teritorial, yaitu wilayah laut suatu negara sejauh 12 mil dari garis
dasar lurus. Garis dasar lurus adalah garis yang ditarik dari titik-titik terluar
suatu pulau pada saat air laut surut.

3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yaitu wilayah laut suatu negara yang diukur
sejauh 200 mil ( 320 Km) dari garis dasar wilayah laut.
D.

MANFAAT DARI HABITAT/EKOSISTEM LAUT BAGI KEHIDUPAN MANUSIA


Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas,namun keadaan laut di

negara kita sangat kurang terjaga sehingga banyak ancaman sengketa mengenai batas
wilayah perairan laut Indonesia dengan negara-negara tetangga.Laut merupakan
bagian dari samudera.Lautan adalah laut yang sangat luas.Laut merupakan kumpulan
air asin dalam jumlah yang sangat banyak dan menggenangi yang membagi daratan
atas benua atau pulau. Air merupakan sumber utama yang dibutuhkan setiap makhluk
hidup.Air memiliki peranan yang sangat kuat di dalam kehidupan.Keadaan negara
Indonesia yang terletak atau dikelilingi lautan ini mendatangkan manfaat yang besar
bagi warga yang hidup atau tinggal di dalamnya.Di dalam dan di atas laut terdapat
kekayaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan.

Berikut akan diuraikan beberapa manfaat laut bagi kehidupan manusia,yaitu:


Laut sebagai sumber makanan
Dikatakan laut sebagai sumber makanan,karena makanan yang biasa kita makan
berasal dari laut,seperti ikan,rumput laut,garam,dsb.Ikan banyak dijumpai di daerah
pertemuan arus panas dan dingin seperti yang terdapat di Jepang,Selat Malaka,New
Foundlandbank.
Untuk mengontrol iklim dunia
Tanpa peranan laut,maka hampir keseluruhan planet Bumi ini akan menjadi terlalu
dingin bagi manusia untuk hidup,karena laut memiliki peranan penting dalam
mengontrol iklim dunia dengan memindahkan panas dari daerah ekuator menuju
daerah kutub.Hampir 60% penduduk hidup atau tinggal di daerah sekitar pantai.Bumi
ditutupi oleh air yaitu sekitar 70% dikelilingi oleh air.
Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam satuan sabuk aliran
yang sangat besar yang disebut dengan Global Conveyor Belt bergerak dari
permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke eprmukaan.Angin,temperatur dan
salinitas(kadar garam air laut) air laut mengontrol sabuk aliran global.Sabuk aliran ini
yang kemudian memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi.
Angin laut membawa uap yang merupkaan sumber untuk turunnya hujan didaratan
ataupun lautan.Arus laut panas dapat memperbaiki keadaan iklim di daerah-daerah
yang didatangi arus tersebut,sebab dengan datang nya arus panas ke arus dingin akan
menyebabkan pertemuan kedua arus sehingga menjadikan atau membentuk arus baru.
Lautan berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah
yang sangat besar.Sekitar CO2 tersebut diserap dan disimpan dilautan.CO2 yang
tersimpan di dlaam laut hingga berabad-abad mampu mengurangi pemanasan global
atau bahasa keren nya Global Warming.

Laut sebagai tempat rekreasi dan Hiburan


Selain digunakan untuk iklim dunia dan sumber makanan,laut juga dapat dijadikan
salah satu pilihan untuk dijadikan tempat berwisata/rekreasi.Misalnya:
Jika airnya jernih maka dapat digunakan untuk tempat pemandian
Dapat dijadikan objek tourisme jika memiliki teluk-teluk yang indah
Dapat dijadikan tempat menyelam,jika laut itu memiliki terumbu
karang yang indah dan makhluk laut yang ada di sekitar terumbu
karang itu.
Pembangkit Listrik Tenaga Ombak,Angin,Pasang Surut,dsb
Tempat Budidaya Ikan,Kerang Mutiara,Rumput Laut,dsb
Laut juga berperan di dalam mata pencaharian manusia,laut dijadikan tempat
budidaya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia terutama bagi orang-orang yang
tinggal di daerah pantai atau laut.
Laut sebagai tempat barang tambang
Di Laut dangkal sekitar Asia Tenggara telah terbukti banyak ditemukan barang
tambang serta minyak bumi.Saat ini kita tinggal menikmati hasil dari pengendapan
makhluk-makhluk laut yang telah mati jutaan tahun yang lalu yang kita kenal dengan
namaminyak bumi. Di laut pinggiran daerah Continental Self banyak terdapat endapan
mineral yang sangat berguna bagi industri,seperti yang terdapat di Bangka dan
Belitung.
Sebagai Objek Riset Penelitian
Laut sering digunakan sebagai tempat dan alat bantu untuk penelitian yang terkait
tentang morfologi dasar laut,gerakan air laut,salinitas air laut,proses-proses yang terjadi
didalam

laut,bagaimana

kehidupan

manusia,terutama penduduk sekitar.

di

dalam

laut

serta

manfaat

laut

bagi

Laut sebagai Sumber Air Minum


Jika kita berfikir sesaat,pasti yang terlintas di benak kita bagaimana mungkin air
laut dapat diminum,sementara rasanya asin.Memang benar,air laut tidak bisa diminum
secara langsung.Air laut dapat diminnum jika telah melalui sebuah proses yang disebut
dengan DESALINASI.
Laut sebagai Jalur Transportasi
Sebelum ada jalan darat dan udara,maka laut lah yang berperan penting dalam
proses transportasi.Laut merupakan jalur transportasi yang baik dan mudah sebab tidak
perlu membuad jalan seperti jalur transportasi darat.
Manfaat Laut bagi penduduk lokal
Peranan laut bagi penduduk lokal sangat lah besar.Karena selain sebagai mata
pencaharian mereka ,laut juga merupakan bagian yang tak terlepas dari tanggungjawab
mereka sebagai nelayan untuk dikelola dan di pelihara dengan penuh rasa
tanggungjawab.

Laut

berfungsi

sebagai

sarana

bagi

penduduk

lokal

untuk

mengembangkan keterampilan mereka di bidang perikanan.

E. PENCEMARAN LAUT
Pencemaran laut merupakan suatu peristiwa masuknya material pencemar
seperti partikel kimia, limbah industri, limbah pertanian dan perumahan, ke dalam laut,
yang bisa merusak lingkungan laut.Material berbahaya tersebut memiliki dampak yang
bermacam-macam dalam perairan.Ada yang berdampak langsung, maupun tidak
langsung. Sebagian besar sumber pencemaran laut berasal dari daratan, baik tertiup
angin, terhanyut maupun melalui tumpahan. Salah satu penyebab pencemaran laut
adalah kapal yang dapat mencemari sungai dan samudera dalam banyak cara.
Misalnya melalui tumpahan minyak, air penyaring dan residu bahan bakar.Polusi dari
kapal dapat mencemari pelabuhan, sungai dan lautan.Kapal juga membuat polusi suara
yang mengganggu kehidupan organisme perairan, dan air dari balast tank yang bisa

mempengaruhi suhu air sehingga menganggu kenyamanan organisme yang hidup


dalam air.
Bahan kimia anorganik lain yang bisa berbahaya bagi ekosistem laut adalah
nitrogen, dan fosfor. Sumber dari limbah ini umumnya berasal dari sisa pupuk pertanian
yang terhanyut kedalam perairan, juga dari limbah rumah tangga berupa detergent
yang banyak mengandung fosfor.Senyawa kimia ini dapat menyebabkan eutrofikasi,
karena senyawa ini merupakan nutrien bagi tumbuhan air seperti alga dan
phytoplankton. Tingginya konsentrasi bahan tersebut menyebabkan pertumbuhan
tumbuhan air ini akan meningkat dan akan mendominasi perairan, sehingga
menganggu organisme lain bahkan bisa mematikan.
Muara merupakan wilayah yang paling rentan mengalami eutrofikasi karena
nutrisi yang diturunkan dari tanah akan terkonsentrasi. Nutrisi ini kemudian dibawa oleh
air hujan masuk ke lingkungan laut, dan cendrung menumpuk di muara. The World
Resources Institute telah mengidentifikasi 375 hipoksia (kekurangan oksigen) wilayah
pesisir di seluruh dunia.Laporan ini menyebutkan kejadian ini terkonsentrasi di wilayah
pesisir di Eropa Barat, Timur dan pantai Selatan Amerika Serikat, dan Asia Timur,
terutama di Jepang.Salah satu contohnya adalah meningkatnya alga merah secara
signifikan (red tide) yang membunuh ikan dan mamalia laut serta menyebabkan
masalah pernapasan pada manusia dan beberapa hewan domestik.Umumnya terjadi
saat organisme mendekati ke arah pantai.
Lautan biasanya menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Karena kadar karbon
dioksida atmosfer meningkat, lautan menjadi lebih asam. Potensi peningkatan
keasaman laut dapat mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang
lainnya untuk membentuk cangkang atau rangka.Kehidupan laut dapat rentan terhadap
pencemaran kebisingan atau suara dari sumber seperti kapal yang lewat, survei
seismik eksplorasi minyak, dan frekuensi sonar angkatan laut.Perjalanan suara lebih
cepat di laut daripada di udara.

Hewan laut, seperti paus, cenderung memiliki penglihatan lemah, dan hidup di
dunia yang sebagian besar ditentukan oleh informasi akustik.Hal ini berlaku juga untuk
banyak ikan laut yang hidup lebih dalam di dunia kegelapan.
F. PENANGGULANGAN PENCEMARAN LAUT
Untuk menanggulangi pencemaran laut dewasa ini tidaklah begitu mudah, hal ini
disebabkan karena laut mempunyai jangkauan batas yang tidak nyata. Meskipun
demikian ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran
laut, antara lain: dengan cara membuat alat pengolah limbah, penimbunan (alokasi)
bahan pencemar di tempat yang aman, dan daur ulang limbah. Selain itu, mengingat
demikian luas laut kita maka salah satu cara Penanggulangan Pencemaran Di Laut
adalah dengan upaya pencegahan. Langkah ini, tentu lebih mudah dan murah
dibandingkan dengan upaya perbaikan atau rehabilitasi lingkungan laut yang telah
tercemar.Terkait dengan itu, agar dapat dilakukan pencegahan pencemaran laut sedini
mungkin, perlu dilakukan pemantauan.Pemantauan adalah pengukuran berdasarkan
waktu, atau pengulangan pengukuran, atau pengukuran berulang-ulang pada waktuwaktu tertentu.Sedangkan Pemantauan lingkungan laut dapat diartikan sebagai
pengulangan pengukuran pada komponen atau parameter lingkungan laut untuk
mengetahui adanya perubahan lingkungan akibat pengaruh dari luar.Pelaksanaan
pemantauan lingkungan dapat meliputi segi-segi hukum, kelembagaan dan pembuatan
keputusan dari masalah-masalah pencemaran lingkungan.Dengan demikian dalam
pelaksanaan pemantauan lingkungan laut haruslah dimiliki suatu sistem yang dikenal
dengan istilah sistem pemantauan lingkungan laut.Pemantauan laut sering dilakukan
untuk berbagai tujuan.
Meskipun demikian, umumnya pemantauan ini dilakukan dengan maksud untuk
mendapatkan informasi tentang empat kategori yaitu :
1. Kepatuhan (compliance).Untuk memastikan bahwa kegiatan (industri dan
sebagainya) benar-benar telah dilakukan sesuai dengan peraturan-peraturan
yang berlaku dan persyaratan-persyaratan izin yang ditentukan. Kegiatan

berupa pelarangan dan pencegahan, yaitu melarang dan mencegah semua


kegiatan yang dapat mencemari ekosistem laut.
2. Kegiatan pengendalian dan pengarahan yang meliputi teknik penangkapan
biota, eksploitasi sumberdaya pasir dan batu, pengurukan dan pengerukan
perairan, penanggulan pantai, pemanfaatan dan penataan ruang kawasan
pesisir, konflik, dan pembuangan limbah.
3. Kegiatan penyuluhan tentang keterbatasan sumberdaya, daya dukung,
kepekaan dan kelentingan pesisir, teknik penangkapan, budidaya dan
sebagainya yang berwawasan lingkungan laut kepada pemuka masyarakat.
4. Melakukan kegiatan konservasi yang meliputi konservasi pada kawasan
ekosistem laut (karang, mangrove, lagun, dan rumput laut), biota, kualitas
perairan dan sebagainya.
5. Melakukan kegiatan pengembangan yang meliputi budidaya, penelitian,
pendidikan dan pembuatan buku-buku pedoman dan Perda yang dijabarkan
dari UU lingkungan hidup terkait lingkungan laut.
6. Melakukan kegiatan berupa penerapan dalam kehidupan masyarakat
berupa penerapan peraturan-peraturan dan sanksi hukum yang terkait
dengan pencemaran lingkungan laut.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Ekosistem laut disebut juga ekosistem bahari yang merupakan ekosistem yang
terdapat di perairan laut, terdiri atas ekosistem perairan dalam, ekosistem pantai pasir
dangkal/bitarol, dan ekosistem pasang surut. Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3
permukaan bumi ( + 70 % ), karena luasnya dan potensinya yang sangat besar.
Ekosistem

laut

dapat

dibedakan

berdasarkan

kedalamannya

dan

wilayah

permukaannya secara horizontal.Laut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia,


misalnya sebagai sumber makanan, sebagai pengontrol iklim dunia, sebagai tempat
rekreasi/hiburan dan lain sebagainya. Namun saat ini laut semakin tercemar oleh
limbah-limbah kimia, untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan penanggulangan
pencemaran laut dengan cara membuat alat pengolah limbah, penimbunan (alokasi)
bahan pencemar di tempat yang aman, dan daur ulang limbah. Selain itu, mengingat
demikian luas laut kita maka salah satu cara Penanggulangan Pencemaran Di Laut
adalah dengan upaya pencegahan.

DAFTAR PUSTAKA

Dahuri R.et al. 2001.Kerusakan Ekosistem Laut. Gramedia; Jakarta.


Norma M. P. Manopo, Laut Kita, Masa Depan Kita, Departemen kelautan dan
perikanan, 2006.
http://ekosistem-air-laut.blogspot.com/2013/12/ekosistem-air-laut.html,
pada tanggal 27 april 2015.

diakses

TUGAS MAKALAH EKOLOGI

EKOSISTEM LAUT

KHARUNIA NURUL NOVIANTY


143112620120013

PROGRAM STUDI S1 BIOLOGI


JURUSAN BIOMEDIKA
UNIVERSITAS NASIONAL JAKARTA
2015