Anda di halaman 1dari 48

Uji Daya Inhibisi Ektrak Etanol Daun Pacar

Kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap


Aktivitas Enzim Xantin Oksidase

Patrisius Haryanto
2443012146
Fakultas Farmasi
Universitas Katolik Widya Mandala

Latar belakang
Dewasa ini, penyakit gout makin
meningkat. Hal tersebut disebabkan
oleh
pola
makan
yang
kurang
terkontrol terutama makanan dan
minuman yang mengandung sumber
purin tinggi.
Menurut data penelitian yang telah
dilakukan
oleh
WHO

ILAR
COPCORD, dinyatakan bahwa negara

Oleh karena itu masalah hiperurisemia


dan penyakit gout menjadi masalah penting
di Indonesia.
Obat sintetik untuk menurunkan kadar
asam urat salah satunya adalah Allopurinol.
penggunaan Allopurinol dalam jangka
waktu yang panjang dapat menimbulkan
efek samping seperti diare, rasa mual
dan kemerahan pada kulit yang disertai
dengan rasa gatal.

Berdasarkan efek samping yang ditimbulkan


maka perlu adanya obat alternatif lain
dalam mengobati penyakit asam urat.
Indonesia terletak di daerah tropis dan
sangat kaya dengan berbagai spesies flora.
Beberapa tanaman banyak mempunyai
khasiat atau manfaat, dimana di dalam
tanaman tersebut mengandung zat yang
memiliki potensi farmakologi.

Berbagai penelitian telah dilakukan


menggunakan tanaman pacar kuku salah
satunya uji aktivitas antiartritik dari
ekstrak hidroalkoholik daun pacar kuku
(Lawsonia inermis Linn.). Pada tikus yang
diinduksi adjuvan Freund diperoleh hasil
pada pemberian ekstrak dengan dosis 400
mg/kg menunjukan daya hambat yang
signifikan terhadap pembengkakan (Kore,
Shete dan Desai, 2011).
Selain hasil penelitian yang telah
dilakukan telah beredar dipasaran sediaan

Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan


maka masalah penelitian dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Apakah ekstrak etanol daun pacar kuku
(Lawsonia inermis Linn.) dapat menghambat
aktivitas xantin oksidase ?
2. Berapa nilai IC50 xantin oksidase ekstrak etanol
daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) ?

Tujuan
penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :


1. Mengetahui potensi ekstrak etanol daun
pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) dalam
menginhibisi enzim xantin oksidase.
2. Menentukan nilai IC50 xantin oksidase
ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia
inermis Linn.).

Hipotesis Penelitian

1. Ekstrak etanol daun pacar kuku


(Lawsonia inermis Linn.) memiliki
daya inhibisi terhadap aktivitas
enzim xanthin oksidase.
2. Nilai IC50 xantin oksidase ekstrak
etanol daun pacar kuku (Lawsonia
inermis
Linn.) sebanding dengan
allopurinol sebagai pembanding.

Manfaat
penelitian

Manfaat
dari
penelitian
ini
untuk
mengetahui lebih lanjut kemampuan
ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia
inermis
Linn.)
dalam
menghambat
aktivitas enzim xantin oksidase, sehingga
diharapkan dapat menjadi obat alternatif
untuk pengobatan asam urat.

TINJAUAN PUSTAKA

Enzim adalah polimer biologik yang mengkatalisis


reaksi kimia di dalam tubuh. Adapun enzim mempunyai
karakteristik antara lain, hampir semua enzim adalah
protein dan mengikuti reaksi fisika dan kimia dari
protein, tidak tahan terhadap panas, larut dalam air.
Xantin oksidase termasuk dalam kelompok enzim
oksireduktase dengan jenis reaksi pemindahan elektron
dari suatu senyawa ke suatu akseptor.

Skema pembentukan asam urat dari


xantin

Molybdopter
in

Molybdopter
in

Xanti
n

Asam
urat

Molybdopterin berinteraksi dengan gugus


C8 hidroksil dari substrat xantin. Gugus keto
dari molybdopterin berikatan dengan gugus
C8 dari substrat xantin. Dari interaksi
tersebut dengan bantuan H2O terjadi
pembetukan gugus keto pada C8 substrat
xantin dan menjadi asam urat.

Taksonomi tanaman pacar kuku


Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas
: Magnoliopsida
(Berkeping dua/ dikotil)
Sub Kelas
: Rosidae
Ordo : Myrtales

Kandungan kimia
tanaman

Tanaman pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.)


memiliki beberapa kandungan kimia antara lain
saponin, flavonoid, tanin, lawson, minyak
menguap dan naftokuinon.

Metodologi Penelitian
Jenis penelitian
Jenis metode penelitian yang digunakan
adalah penelitian eksperimental dengan
variabel-variabel penelitian.
Variabel-variabel penelitian ini antara lain
yaitu variabel bebas (konsentrasi ekstrak),
variabel tergantung (aktivitas enzim dan
% inhibisi) dan variabel terkendali
(konsentrasi enzim xantin oksidase, kondisi
pengujian enzimatis, metode ekstraksi,

Bahan dan alat


penelitian
Bahan Tanaman
Tanaman yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Pacar Kuku atau Henna (Lawsonia
inermis Linn.)
Bahan-bahan lain
Bahan-bahan lain yang digunakan pada
penelitian ini adalah etanol 96%, kloroform,
Xantin (Sigma, Germany), Xantin oxidase
(Sigma, Germany), Dikalium Hidrogen Fosfat
(K2HPO4)
(Merck,
Indonesia),
Kalium

Pembuatan Larutan
untuk Reaksi

Pembuatan larutan Substrat Xantin


15,211 mg xantin + lima tetes NaOH 1 M hingga
larut
Dicukupkan menggunakan aqua steril

Dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml


(Xantin 1 mM)
Diencerkan menggunakan dapar fosfat
0.05 M pH 7,5

Xantin 0.15 mM

Pembuatan larutan
Xantin Oksidase
3,4 mg solid enzim (aktivitas 7,4 U/mg) + 5 ml
dapar fosfat 0,05 M pH 7,5
Enzim konsentrasi 5,032 U/ml
(Larutan induk)
Diencerkan menggunakan
dapar fosfat 0,05 M pH 7,5

Enzim konsentrasi 0,5 U/ml


(Larutan kerja)

Desain Penentuan konsetrasi

Perhitungan Aktivitas
Enzim

Tabel pengolahan
data

Skema
penelitian

Hasil dan Pembahasan


Standarisasi
simplisia

No Parameter
1. Organoleptis
-. Bau

Hasil

Pustaka*)

Tidak
berbau
-. Tekstur Serbuk
agak kasar
-. Warna Kecokelatan
-. Rasa
Tidak
berasa
2. Kadar abu
6,04
*) Depkes RI, 1995 & Voigt,
0,65%1995.
3. Susut
9,03 0,47

10 %

Hasil standarisasi ekstrak


No
1.

Parameter
Organoleptis

Hasil

-. Warna

Hitam kecokelatan

-. Tekstur

Semisolid

-.Bau

Berbau aromatis

-. Rasa

Tidak berasa

Kadar sari larut


etanol
Kadar sari larut air
Kadar abu total

63,00 17,79 %

18%

42,08 7,14 %
2,87 0,73 %

25%
11%

0,43 0,42 %

3%

6.

Kadar abu tidak larut


asam
Kadar abu larut air

2,38 0,59 %

7.

Susut pengeringan

4,47 0,25 %

2.
3.
4.
5.

Pustaka*)

*) Pustaka:Ministry of Health and Family Welfare


Departement of Ayush Goverment of India, 2001.

Skrining fitokimia ekstrak etanol daun


pacar kuku
Skrining

Pereaksi

Hasil

Saponin
Kuinon
Terpenoid
Flavonoid
Alkaloid

Kocok kuat
NaOH 1N
Eter, asam asetat, H2SO4
NaOH + H2SO4
Dragendorff

Tanin

FeCl3

Timbul busa
Warna merah
Hijau
Kuning kemerahan
Tidak ada endapan
jingga
Hijau

*) Pustaka : Farnsworth
(1966).

Keterangan*
)
Positif
Positif
Positif
Positif
Negatif
Positif

Nilai Rf Hasil Pengujian Ekstrak Etanol Daun Pacar


Kuku dengan Pembanding Kuersetin
UV 254 nm
Ekstrak Kuersetin
(A)
(B)
0,11
Rf

UV 366 nm
Ekstrak Kuersetin
(A)
(B)
0,11

0,27

0,27

0,56

0,56

0,70
0,78

0,70

0,70
0,78

0,83

0,83

0,89

0,89

0,70

Penambahan penampak noda


dengan AlCl3 diperoleh noda
bercak
berwarna
kuning
kecoklatan yang menandakan
adanya kandungan flavonoid.

Toluen : Etyl
asetat
(3 : 7)

Daya Inhibisi Allopurinol terhadap Aktivitas


Enzim Xantin Oksidase
Konsentrasi ekstrak
(g/mL)

0,2

% inhibisi
n1
34,88

% inhibisi SD

IC50
(g/mL)

n3

24,93

25,21

28,34 5,66

n1= 0,68

0,4

29,67

41,67

27,12

32,82 7,76

n2= 0,50

0,8

61,87

69,39

61,43

64,23 4,47

n3= 0,68

1,6

73,39

71,19

63,05

69,20 5,44

3,2

77,69

66,93

72,55

72,39 5,38

Rata-rata SD

0,62 0,10

Dari pengujian diperoleh nilai IC50 allopurinol


sebesar 0,62 0,10 g/mL atau 4,57 0,74 M. Nilai
IC50 diperoleh dari persamaan garis polinomial orde 4
dimana nilai Y sebagai persen inhibisi sebesar 50%
sehingga diperoleh nilai X sebagai konsentrasi
inhibitor.

Grafik Daya Inhibisi Allopurinol terhadap


Aktivitas Enzim Xantin Oksidase
90

f(x) = 61.37x^4 - 350.3x^3 + 582.08x^2 - 284.57x + 71.21


R = 1
f(x) = 55.35x^4 - 306.6x^3 + 478.71x^2 - 198.44x + 48.11
R ==114.03x^4 - 64.93x^3 + 47.34x^2 + 71.78x + 9.18
f(x)
R = 1

80
70

N
1

60
50

% inhibisi

40

Konsentrasi allopurinol (ppm)

30
20
10
0
0

0.5

1.5

2.5

3.5

Allopurinol yang digunakan dalam pengujian


menggunakan tablet komersial sehingga perlu dilakukan
uji daya hambat matriks pembawa tablet terhadap
aktivitas xantin okidase.

Daya Inhibisi matriks terhadap xantin


Konsentrasi
% inhibisi
% inhibisi SD
oksidase
ekstrak
N1
N2
N3
(g/mL)
0,2

0,59

1,58

3,36

1,84 1,40

0,4

2,49

1,62

4,47

2,86 1,46

0,8

0,87

2,77

1,30

1,64 0,99

1,6

1,78

2,53

0,47

1,59 1,04

1,06
0,03
Rata-rata SD

2,33

1,14 1,15
1,98 0,63

3,2

Dari pengujian diperoleh hasil rata-rata daya inhibisi matriks


terhadap aktivitas enzim xantin oksidase sebesar 1,98 0,63 %.
Hasil yang diperoleh ini sangat kecil sehingga matriks pembawa
dalam tablet allopurinol dianggap tidak mempunyai daya hambat
terhadap aktivitas enzim xantin oksidase.

Daya Inhibisi Ekstrak Etanol Daun


Pacar Kuku terhadap Aktivitas Enzim
Xantin
Oksidase
Konsentrasi ekstrak
% inhibisi
% inhibisi
IC
50

(g/mL)

n3

SD

(g/mL)

18,65

15,64

18,68 3,04

n1= 19,43

28,72

22,89

18,87

23,49 4,95

n2= 24,22

6,25

28,80

27,52

25,40

27,24 1,71

n3= 29,62

12,5

37,11

29,64

28,85

31,87 4,55

25

86,17

80,78

76,85

81,27 4,67

50

92,15

92,35

93,00

92,50 0,44

100

91,47

92,64

89.50

91,20 1,58

200

91,41

92,89

89,93

91,41 1,48

400

88,42

96,77

89,52

91,57 4,53

n1

n2

1,5

21,74

3,125

Rata-rata SD

24,42 5,10

IC50 merupakan nilai konsentrasi minimal ekstrak


yang dapat menginhibisi enzim sampai 50%. Dari hasil
pengujian daya hambat ekstrak etanol daun pacar kuku
terhadap aktivitas enzim xantin oksidase diperoleh hasil
IC50 ekstrak etanol daun pacar kuku sebesar 24,42
5,10 g/mL.
Aktivitas inhibisi enzim xantin oksidase oleh suatu
senyawa yang didasarkan pada nilai IC50, senyawa
dikatakan aktif bila memiliki IC50 kurang dari 100
g/mL (Thuong et al, 2006).

Grafik Daya Inhibisi Ekstrak Etanol


Daun Pacar Kuku terhadap Aktivitas
Enzim Xantin Oksidase
110

f(x) = 20.84
14.32 x^0.3
16.66
x^0.37
x^0.35
R = 0.82
0.85

100
90
80
70

Rep.
1

60

% inhibisi

Powe
r
(Rep.
1)

50
40
30
20
10
0
0

50

100

150

200

250

300

350

Konsentrasi ekstrak (ppm)

400

450

Berdasarkan uji statistik antara allopurinol


sebagai pembanding dengan ekstrak etanol
daun pacar kuku diperoleh perbedaan yang
bermakna antara IC50 allopurinol dengan IC50
ekstrak etanol daun pacar kuku. Dari hasil
tersebut diketahui kemampuan ekstrak
etanol
daun
pacar
kuku
dalam
menghambat aktivitas xantin oksidase 39
kali lebih kecil dibandingkan dengan
allopurinol.

Kemampuan ekstrak etanol daun pacar


kuku dalam menghambat aktivitas enzim
xantin oksidase disebabkan oleh adanya
kandungan metabolit sekunder yaitu
flavonoid. Flavonoid mampu menghambat
kerja dari enzim xantin oksidase.

Struktur Kimia Quersetin, Luteolin, Mirisetin,


Apigenin, Xantin dan Allopurinol

Golongan
kuersetin,
mirsetin,
apigenin dan luteolin dari ekstrak
tumbuhan berfungsi sebagai inhibitor xantin
oksidase. Hal ini disebabkan adanya ikatan
rangkap antara C2 hidroksil dan C3
hidroksil sehingga cincin B koplanar
terhadap
A,
sehingga
memudahkan
terjadinya interaksi dengan xantin oksidase.

Pada senyawa apigenin yang berinteraksi


dengan molybdopterin (Mo-pt kofaktor) adalah
pada C4 karbonil, C5 hidroksil dan C7 hidroksil,
sedangkan pada mirisetin dan kuersetin berada
di pusat enzim dengan gugus polar C3 hidroksil,
C5 hidroksil dan C7 hidroksil pada cincin A serta
C3 hidroksil dan C4 hidroksil pada cincin B
berikatan dengan salah satu sisi aktif enzim yaitu
molybdopterin (Mo-pt kofaktor).

Untuk senyawa luteolin interaksi dengan


molybdoterin (Mo-pt kofaktor) terjadi pada
gugus C5 hidroksil dan C7 hidroksil pada cincin A
serta C3 hidroksil dan C4 hidroksil pada cincin
B. Antara xantin, allopurinol dan senyawa
flavonoid mempunyai kesamaan dalam hal
interaksi dengan sisi aktif enzim xantin oksidase
yaitu pada molybdopterin (Mo-pt kofaktor).
Selain itu adanya ikatan rangkap
pada
flavonoid memungkinkan terjadinya reaksi adisi
(oksidase oleh enzim xantin oksidase).

Adapun
kemampuan
daya
hambat
flavonoid terhadap aktivitas enzim xantin
oksidase terjadi melalui interaksi dengan
gugus samping enzim dan mekanisme
inhibisi kompetitif.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa :
Ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.)
mempunyai daya hambat terhadap aktivitas enzim xantin
oksidase. Kesimpulan ini diambil berdasarkan kemampuan
ekstrak etanol daun pacar kuku yang mampu menghambat
aktivitas enzim pada semua rentang konsentrasi. Dengan
peningkatan konsentrasi terjadi peningkatan daya hambat
ekstrak terhadap aktivitas enzim xantin oksidase.
Dari hasil pengujian diketahui nilai IC50 ekstrak etanol
daun pacar kuku terhadap enzim xantin oksidase sebesar
24,424 5,10 g/ mL.

Tambahan

Xantin merupakan alkaloid golongan purin


yang mempunyai sifat basa sangat lemah
dengan pKb sekitar 13 sampai 14. Kehadiran
oksigen
dalam
struktur
menyebabkan
perubahan posisi ikatan karena tautomerisasi
yang dapat terjadi.
Pergeseran tautomerik hidrogen dari nitrogen
ke
Keto
oksigen
(enolization)
dapat
menyebabkan xantin bersifat asam lemah (pKa
sekitar 9). Xantin bersama dengan berbagai
oxopurines lain dan turunannya membentuk

Metode sampling
Terkontrol yang meliputi:
1. Bulan sampling : maret april
2. Metode : random pada lokasi yang
sama
3. Pengambilan dilakukan saat
tanaman berbunga.

KLT
Dipilih satu fase gerak yang sesuai karena
berdasarkan penelitian sebelumnya dengan
tanaman dan lokasi pengambilan sampel
yang sama dengan berbagai eluen dari non
polar hingga yang bersifat polar diperoleh
hasil eluen toluen : etyl asetat (3:7)
mempunyai pemisahan yang bagus.
Eluen lain yg bisa digunakan :
Etanol : etil asetat (5:5)
Kloroform : etil asetat (9:1)

Metode perkolasi
Pemilihan cara dingin dilakukan agar
semua
metabolit
sekunder
aktif
terekstraksi semua baik yang tahan panas
maupun yang tidak tahan terhadap
pemanasan
dan
tidak
mengalami
kerusakan.
Metode perkolasi dipilih karena rendemen
ekstrak yang diperoleh lebih besar dari
metode ekstraksi dingin lainnya.

Screening fitokimia & KLT


Screening fitokimia : menentukan
golongan
kandungan
senyawa
metabolit sekunder.
KLT
:
menentukan
golongan
kandungan
senyawa
metabolit
sekunder tanaman dengan pola
kromatogram yang spesifik terhadap
tanaman tertentu dengan eluen/
pembawa tertentu.