Anda di halaman 1dari 23

PENGKAJIAN KELUARGA

A. Identifikasi Data
1. Nama Kepala Keluarga

: Tn. S.

2. Alamat & No. Telepon

: Dusun Borongkalukue Desa Taccorong Kec.Gantarang

3. Komposisi Keluarga (tinggal serumah):

No

Nama

Jenis
kelamin

1. Tn. S.

Laki-Laki

2. Ny.S

Perempuan

3.
4.

Umur
Hubungan dgn KK

Pekerjaan

Pendidikan

(thn)

Kepala Keluarga
Istri

35

Petani

SMP

33

IRT

SMP

Anak
An.H

Laki-laki

15

SMP

Belum
Sekolah

Anak
An.A

Laki-laki

Genogram 3 generasi

Keterangan :
:Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal

: Menikah
: Anak Kandung
: Garis Keturunan
: Tinggal Serumah
: Tidak diketahui

: Hamil

4. Tipe Keluarga
Tipe keluarga ini adalah keluarga dengan tipe kelurga inti (nuclear family), yang
terdiri dari kepala keluarga dan istri yang yang sementara hamil 6 bulan dan dua orang
anak laki-lakinya.

5. Latar Belakang Budaya


Keluarga Tn. T adalah sebuah keluarga yang memiliki kebudayaan bugis, seluruh
anggota keluarganya berasal dari suku bugis. Sehingga bahasa sehari-hari yang
digunakan juga bahasa Indonesia dan bahasa bugis. Keluarga Tn. T ini termasuk keluarga
inti, dan seluruh anggota keluarganya beragama islam, sehingga mereka selalu
melaksanakan ibadah secara bersama-sama, Dari dulu sampai sekarang keluarga ini tetap
memegang teguh adat istiadat makassar, jika ada kegiatan/acara yang diadakan mereka
selalu menggunakan adat bugis. Keluarga Tn. T kadang memanfaatkan sarana pelayanan
kesehatan terutama pustu, namun bila kondisi kesehatan makin parah baru kembali ke
puskesmas.
6. Identifikasi Agama
Semua anggota keluarga menganut agama Islam, Tidak ada perbedaan agama
diantara anggota keluarga dan keluarga aktif dalam menjalankan ibadahnya. Kegiatan
keagamaan dilakukan oleh keluarga meliputi sholat lima waktu dan bila sedang bersama
mereka melakukan sholat berjamah. Keluarga meyakini bahwa agama sebagai landasan
yang mempengaruhi kehidupan keluarga termasuk dalam berbuat, bersikap, bertutur kata
dan bertingkah laku.
7. Status Kelas Sosial
Dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya, keluarga ini mengandalkan
dari hasil pekerjaan suami sebagai kepala kelurga yang bekerja sebagai petani Sebagai
petani memiliki penghasilan tidak menentu, namun jika di rata-ratakan dapat mencapai
Rp. 500.00/bulan. Penghasilan mereka sebagian besar digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari, seperti makan, dan keperluan rumah tangga. Keluarga tidak
memiliki kebiasaan untuk menabung, pendapatan keluarga digunakan sesuai proporsi
kebutuhan hidup sehari-hari. Dari segi pendidikan keluarga Tn. T adalah SMP, sedangkan
dalam segi kesehatan Tn. T tidak pernah menyisihkan uangnya, karena kebutuhan seharihari juga belum dapat terpenuhi dengan maksimal, keluarga ini hanya mengandalkan
Jamkesmas yang di dapat dari pemerintah untuk memeriksakan kesehatannya. Kebutuhan
sehari-hari yang sangat penting dan mendesak, menjadi priorotas utama untuk
pembelanjaan keuangan. Sehingga kelurga sama sekali tidak berpikir untuk menyisishkan
pendapatan mereka untuk masalah kesehatan.

8. Rekreasi Keluarga
Kegiatan yang dilakukan keluarga untuk aktivitas rekreasi atau mengisi waktu
luang adalah dengan menonton TV bersama dirumah, mendengarkan radio, tidur dan
berkumpul bercerita dengan anggota keluarga. Kegiatan yang dilakukan anak-anak
kadang-kadang bermain disekitar rumah. Menurut keluarga kadang-kadang keluarga Tn.
T menghadiri acara/kegiatan keluarga, ngobrol-ngobrol dengan tetangga dekatnya dan
dalam kegiatan tersebut keluarga turut ikut berpartispasi. Pergi bersama-sama untuk
mengunjungi tempat rekreasi tertentu yang jauh jarang dilakukan karena menurut
keluarga masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
B. Tahap Perkembangan dan Sejarah Keluarga
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini
Keluarga Tn. T memiliki tahap perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah.
2. Tahap perkembangan yang Belum Terpenuhi
Tidak ada tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi samapi saat ini, karena
keluarga ini saling menghormati dan menyayangi antar sesama anggota keluarga,
memepertahankan keintiman pasangan, memantu anak dalam bersosialisasi terhadap
lingkungan luar rumah, sekolah dan lingkungan yang lebih luas, dan kelurga Tn. T tetap
berusaha memenuhi kebutuhan yang meningkat termasuk biaya kehidupan dan kesehatan
anggota kelurga yang dapat dicapai dengan tetap merawat kesehatan keluarga dan
memanfaatkan fasilitas kesehatan (membawa keluarga berobat).
1. Riwayat Keluarga Inti
Tn. T mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan.bahwa dan dalam 1 tahun terakhir
ini suaminya sering mengeluh sakit pada perutnya dan mengatakan bahwa Ia menderita
sakit maag. Klien biasa mengkonsumsi obat seperti promag dan mylanta. Ny. S dalan
keadaan sehat dan saat ini sedang hamil usia 6 bulan. Anak-anaknya juga dalam keadaan
sehat, status imunisasinya saat balita lengkap semua dengan memanfaatkan fasilitas
kesehatan yang ada di lingkungan dusunnya.
2. Riwayat Keluarga Sebelumnya

Tn. T: Ibu Tn. T sudah cukup lama sakit dan pernah di rujuk ke puskesmas dan RSUD
Bulukumba, selain itu juga ibu klien mederita sakit sesak napas dan mendapat
pengobatan dari dokter.

Ny. S: Kedua orang tua Ny. S, ibu Ny. S sudah cukup lama mengeluh sakit atau pegalpegal pada badannya sudah cukup lama.
C. Data Kesehatan Lingkungan

1. Karakteristik Rumah
Rumah yang ditempati adalah rumah semi permanen yang berdindingkan kayu
dan lantainya terbuat dari plester. Rumah ini berukuran 10 m x 7 m, dengan ventilasi
yang cukup, di ruang tamu terdapat jendela dan pintu rumah yang selalu terbuka untuk
sirkulasi udara agar dapat masuk ke dalam rumah, terdapat 1 dapur yang berada di bagian
belakang rumah dan 1 kamar mandi yang berada di luar rumah. Rumah klien selalu
dibersihkan tiap hari sehingga keadaan rumahnya cukup bersih, peletakan barangbarangnya teratur, ventilasi rumah, pencahayaan, serta penghangatannya cukup bagus dan
memadai. Rumah ini memiliki tiga kamar, halaman rumah dimanfaatkan dengan
memelihara bebek, dan ayam. Rumah klien memiliki pekarangan yang cukup luas namun
belum tertata dengan baik. Sampah dibuang sembarang dibelakang rumah dan terkadang
dibakar. Masing-masing keluarga merasa puas dengan pemanfaatan ruangan di rumah
tersebut, misalnya ruang keluarga sering digunakan untuk menonton TV bersama dan
makan bersama. Keluarga juga memaparkan bahwa kondisi rumah baik didalam maupun
diluar sama sekali tidak mengganggu apalagi menyebabkan masalah kesehatan.
2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas
Keluarga Tn. T berada di lingkungan komunitas keluarga pra sejahtera, dengan
tipe penduduk rural. Tidak ada norma atau aturan tertentu yang dianut oleh masyarakat
setempat. Untuk menangani masalah kesehatannya, mereka sudah mengenal masalah
kesehatan dan mengetahui pentingnya mencari pelayanan kesehatan ke sarana kesehatan,
namun mereka sering terkendala masalah dana karena mereka mengaku harus
mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memeperoleh pelayanan kesehatan.
Masyarakat setempat termasuk kategori kelas bawah, etnis sebagian besar sama yaitu
etnis Makassar, pekerjaannya tidak menetap kebanyakan berprofesi sebagai petani, sifat
kekeluargaan masih sangat erat, di mana mereka saling membantu dan kerjasama dalam
kehidupan sehari-hari. Fasilitas yang ada di komunitas yaitu tempat ibadah (mesjid) dan
Sekolah Dasar. Sarana kesehatan (PUSTU), pasar, dan pelayanan public/social lainnya

letaknya jauh dari komunitas tersebut. Untuk sarana transportasi dapat dijangkau dengan
motor, meskipun agak sedikit jauh. Kasus kriminalitas di daerah tersebut tidak pernah
terjadi, masyarakat merasa tenang, tenteram berada di lingkungan tersebut meskipun
dengan kondisi serba kekurangan. Sebagian besar tetangga klien berasal dari taccorong,
Tetangga klien sebagian besar menghuni rumah panggung, namun ada juga yang
menghuni rumah semipermanen. Letak antara rumah yang satu dengan yang lain Cukup
dekat, sehingga kadang tiap sorenya keluarga Tn. T biasanya berkumpul dan bercerita
dengan para tetangga. Jalan yang terdapat di lingkungan Klien tidak begitu bagus,
jalanannya agak sedikit rusak. Pasar terletak 2 kilometer dari rumah klien,. Pustu dan
sekolah terletak 1 KM dari rumah, Masjid terletak 300 meter dari rumah klien dan
puskesmas terletak 4 kilometer dari rumah klien.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Klien dan keluarga tinggal di rumah ini sejak menikah sampai sekarang kurang
lebih 13 tahun. Kelurga ini tidak pernah pindah tempat tinggal semenjak menikah. Tn. T
bekerja dari pagi samapi sore, istrinya di rumah sebagai ibu rtumah tangga, anaknya
sulungnya berangkat sekolah tiap pagi hari hingga siang hari.
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi Dengan Masyarakat
Meskipun Tn. T dan istrinya hanya tinggal berdua, mereka tetap memiliki waktu
luang untuk kumpul bersama keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar tempat
tinggalnya.
5. Sistem Pendukung Keluarga
Jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, maka anggota keluarga lainnya
ikut merawatnya. Menurut Ny. S jika telah dirawat selama beberapa hari dan belum
sembuh, maka yang bersangkutan di bawa ke puskesmas untuk berobat lebih lanjut.
D. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi
Pola komunikasi yang digunakan keluarga ini adalah komunikasi terbuka. Antar
anggota keluarga terbina hubungan yang harmonis, dalam pengambilan keputusan,
keluarga ini selalu mengadakan

musyawarah untuk mencapai mufakat, keluarga ini

mengatakan bahwa semua masalah harus dibicarakan agar tidak ada masalah. Keluarga

Tn. T memiliki komunikasi yang baik antara sesama anggota keluarga. Tn. T sebagai
Kepala keluarga memiliki peranan yang cukup besar dalam menguatkan komunikasi
antara anggota keluarga karena Tn. T sebagai orang sangat dihormati oleh istrinya.
Bahasa yang digunakan dalam komunikasi adalah bahasa makassar karena latar belakang
keluarga Tn. T adalah suku makassar. Jika ada keluarga yang mengalami masalah
kesehatan (sakit) maka keluarga akan langsung mengetahuinya karena biasanya yang
sakit akan mengatakan langsung kepada anggota keluarga yang lain terutama kepada Ny.
S. Berdasarkan penjelasan dari Ny. S, keluarganya tidak pernah menyembunyikan
masalah apalagi jika hal tersebut menyangkut masalah kesehatan. Jika ada anggota
keluarga yang merasa sakit, langsung diberitahukan.
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Di dalam aktivitas sehari-hari keluarga saling perhatian dan merasakan bahwa
mengatasi masalah menjadi tanggung jawab bersama dalam keluarga. Pembuat
keputusan dalam keluarga ini adalah kepala keluarga Tn. T, tidak ada intervensi anggota
keluarga lain dalam pengambilan keputusan. Namun dalam mengambil keputusan, Tn K
selalu berdiskusi dahulu dengan para anggota keluarga lainnya sehingga tidak ada
anggota keluarga yang dirugikan terhadap keputusan yang diambil. Jika ada keluarga
yang sakit maka akan langsung membicarakan dengan anggota keluarga yang lain,
bagaimana menghadapi masalah kesehatan yang terjadi dalam keluarganya.
3. Struktur Peran
a. Formal: Tn. T selaku Kepala keluarga memiliki peran dalam hal mengambil
keputusan terhadap masalah apapun yang terjadi dalam keluarga termasuk masalah
kesehatan dan memberikan pengaruh terhadap seluruh anggota keluarga. Namun Tn.
T tetap mendengarkan pendapat dari seluruh anggota keluarga.
b. In formal: Setiap anggota keluarga melaksanakan perannya masing-masing sesuai
dengan tanggung jawab mereka. Namun ketika salah satu anggota keluarga tidak
dapat melaksanakan perannya/tugasnya maka anggota keluarga yang lainnya akan
menggantikan. Kepala keluarga (Tn. T) merupakan figur yang menjadi contoh dan
tauladan bagi anggota keluarga yang lain. Peran Tn. T adalah sebagai kepala keluarga
yang mencari nafkah. Ny M berperan sebagai ibu rumah tangga, yang mengatur
keadaan rumah tangga seperti memasak.

4.

Nilai-Nilai Keluarga
Keluarga Tn. T menganut nilai-nilai kebudayaan Makassar dan nilai-nilai dari
agama Islam yang selalu diterapkan dalam keluarga ini. Keluarga Tn. T mempercayakan
perawatan kesehatannya kepada tenaga kesehatan, akan tetapi selama ini bila sakit tidak
hanya membeli obat di toko dan mengkomsumsi obat tradisional. Tetapi juga tetap
memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di dusunnya

E. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Menurut pengamatan perawat, keluarga telah berhasil memenuhi fungsi afektif
dalam keluaraga. Hal ini terlihat dari kedekatan antar anggota keluarga, dan adanya
rasa saling menyayangi dan menghargai sesama anggota keluarga. Tn T dan Ny S juga
saling memberi perhatian dan keterikatan antar anggota keluarga ini sangat erat.
Berdasarkan penjelasan dari Tn. T sebagai kepala keluarga yang mengatakan bahwa
setiap

anggota

keluarga

selalu

menungkapkan

apa

yang

dirasakan

dan

mengungkapkannya ketika ada persoalan dan masalah. Apalagi jika ada keluarga yang
merasa ada kelainan terhadap kesehatannya. Anggota keluarga yang lain

akan

langsung merespon dengan memberika perhatian dan merawat anggota keluarga yang
sakit. Karena semua anggota keluarga akan berkumpul dan bekerjasama dalam
merawat anggota keluarga yang sakit. Ny. S juga tidak memungkiri bahwa terkadang
anggota keluarga saling berselisih paham dan terjadi ketersinggungan saat terjadi
perbedaan pendapat. Namun hal ini dapat dikendalikan oleh kepala keluarga hingga
semua anggota keluarga menjadi akrab dan intim. Kepala keluarga juga mengatakan
antar anggota keluarga memiliki hubungan yang baik dan rasa kebersamaan yang
tinggi. Sesama anggota keluarga saling memberikan perhatian dan menghormati serta
menghargai. Sehingga terjalin keakraban yang erat antara anggota keluarga.
b. Fungsi Sosialisasi
Tn. T mengajarkan kepada anggota keluarganya untuk saling menghargai,
menghormati dan membantu dalam menjalankan tugasnya. Sebagai suami Tn. T
melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ny. S juga menjalankan
perannya sebagai ibu rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Peran utama dalam
keluarga ini dilaksanakan oleh Tn. T dan hal ini tampaknya berhasil. Hal ini

dibuktikan denagn Waktu berkumpul dan bertemu dengan anggota keluarga. Semua
anggota keluarga saling menghargai satu dengan yang lainnya. Tn. T sebagai kepala
keluarga juga memberikan perhatian lebih pada semua anggota keluarga dan
bertanggung jawab dalam mengurus anggota keluarga. Begitu pun dalam hal
mengajarkan anggota keluarga bersosialisasi dan bergaul dalam lingkungan
masyarakat. Tn. T tak pernah bosan mengajarkan kepada kelurganya agar sering
memperhatikan orang lain apalagi tetangga. Misalnya, menjenguk tetangga yang sakit
dan membantu tetangga yang terkena musibah. Karena tetangganya yang selama ini
sering membantunya jika Tn. T dan keluarga mengalami masalah.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan, Keyakinan-Keyakinan, Nilai-Nilai dan Perilaku
Keluarga
Kemampuan Keluarga Mengenal Masalah Kesehatan
Keluarga Tn. T memandang bahwa kesehatan adalah hal yang sangat penting
dan harus dijaga dengan baik. Jika ada keluarga yang mengalami kelainan dalam hal
kesehatan, ataukah ada anggota keluarga yang tidak seperti biasanya/mengalami
perubahan maka keluarga akan mencoba mencari tahu mengapa hal tersebut terjadi
dan ada apa. Keluarga Tn. T biasanya bertanya kepada tetangga atau orang lain. Tn. T
juga menyadari bahwa ia mengidap sakit maag karena perutnya yang sering sakit.
Mengambil Keputusan dan Tindakan
Setiap mengambil keputusan keluarga selalu membicarakan antara antara
anggota keluarga. Namun Tn. T lebih memiliki kekuatan dalam mengambil keputusan.
Termasuk mengambil tindakan jika ada anggota keluarga yang sakit.
Kemampuan Keluarga Untuk Merawat Anggota Keluarga yang Sakit
Apabila ada keluaraga yang sakit maka anggota keluarga yang sehat akan
merawat dan menjaganya. Ny. S mengatakan saling memperhatikan apalagi jika ada
anggota keluarga yang sakit. Misalnya saja Tn. T yang menderita sakit seperti saat ini.
Ny. M mengaku bahwa sangat perhatian dan merawtnya dengan baik. Begitu pula
sebaliknya Tn. T sangat memperhatikan kesehatan istrinya yang sementara hamil.
Kemampuan Keluarga Memelihara Lingkungan Rumah/Memodifikasi lingkungan
Keluarga mampu mengetahui dan memenkankan pentingnya memelihara
kebersihan lingkungan. Pada saat pengkajian terlihat dari keadaan lingkungan rumah

baik dan cukup bersih di dalam maupun diluar lingkungan rumah. Begitu pula
pengaturan barang-barang/perlengkapan di dalam rumah yang cukup teratur dan tertata
dengan baik.
Kemampuan Keluarga Menggunakan Fasilitas Kesehatan
Keluarga Tn. T mengetahui bahwa jika ada anggota keluarga yang sakit harus
segera dibawa kerumah sakit/Puskesmas atau kedokter praktek terdekat. Agar dapat
diberikan tindakan pengobatan. Termasuk dirinya sendiri yang Berdasarkan
pengamatan secara umum keluarga Tn.T memiliki memandang kesehatan sangat
penting. Jika ada keluarga yang sakit maka anggota keluarga yang lain akan membawa
ke tempat pelayanan kesehatan untuk berobat. Ny. S sangat memperhatikan kesehatan
suaminya dan anak-anaknya. Jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, ia akan
memeriksakan ke puskesmas, meskipun sebelumnya hanya dirawat biasa, jika dalam
beberapa hari tidak sembuh barulah ia berobat ke puskesmas. Akan tetapi meskipun
demikian Ny.S tetap memperhatikan kesehatan keluarganya. Tn. T dan Ny. S
mendefinisikan sehat adalah suatu kondisi dimana tidak terdapat tanda-tanda penyakit
dan seseorang dapat menjalankan perannya tanpa ada keluhan. Sakit adalah saat
dimana terdapat gejala-gejala sakit dan peran yang dijalankan oleh seseorang
terganggu. Keluarga Tn. T memiliki asuransi kesehatan berupa JAMKESMAS. Ia
selalu menggunakannya jika berobat ke rumah sakit.
F. Koping Keluarga
1. Stressor
Masalah keuangan juga menjadi stressor yang tak pernah lepas dalam keluarga.
Berdasarkan penjelasan dari kepala keluarga Stressor utama dalam keluarga ini berasal
dari faktor ekonomi dimana mahalnya kebutuhan hidup saat ini sangat memberatkan
keluarga ini dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. penghasilan keluarga yang
kurang mencukupi kebutuhan hidup keluarga. pendapatan terkadang tidak mencukupi
pemenuhan kebutuhan anggota keluarga.
2. Kemampuan Keluarga berespon terhadap stress
Masalah ekonomi ini dihadapi secara bersama-sama antara Tn. T dan istrinya.
Mereka selalu berusaha mencari nafkah setiap hari, tanpa kenal lelah. Berdasarkan
pengamatan memperlihatkan bahwa anggota keluarga memiliki pandangan dan persepsi

yang berbeda-beda dalam menghadapi stres. Kepala keluarga Tn. T berfikir lebih matang
dan melihat masalah sebagai hal yang biasa dan memiliki solusi. Sedangkan anggota
keluarga yang istrinya memiliki sudut pandang yang berbeda, mereka terlihat lebih
rentang mengalami stress dalam menghadapi masalah.
3. Reaksi Keluarga Terhadap Stressor
Keluarga ini menganggap stressor yang dihadapi sebagai ujian dari Allah SWT
dimana hal ini adalah normal yang akan dihadapi oleh setiap manusia sebagai khalifah di
muka bumi. Mereka tetap berusaha semampunya untuk menghadapi stressor yang mereka
alami. Strategi koping internal keluarga: berupa saling evaluasi diri, pemecahan masalah
secara bersama, dan penggunaan humor. Strategi koping eksternal: Memelihara hubungan
dengan komunitas.
G. Harapan Keluarga
Keluarga Tn. T berharap seluruh anggota keluarganya tetap dalam keadaan sehat walafiat
dan dapat melaksanakan kegiatan/aktivitasnya sehari-hari sebagaimana biasanya tanpa
ada yang mengalami gangguan kesehatannya, sehingga semua bisa berjalan dengan baik
tanpa hambatan. Tn. T dan keluarga juga berharap mendapat bantuan dari pemerintah
apalagi dalam hal pelayanan kesehatan. Keluarga Tn. T berharap agar pelayanan
kesehatan gratis dapat terealisasi sebab Tn. T merasa tidak mampu secara finansial.

F. Pemeriksaan Fisik
No.

Komponen

Tn. T

Ny. S

An. H

Bentuk kepala mesochepal,


distribusi rambut normal,
rambut pendek , dan mudah
rontok

An. A

1.

Kepala

Bentuk
kepala
mesochepal,
distribusi
rambut normal, rambut
hitam & pendek.

2.

Mata

Sklera putih, konjungtiva Sklera


merah muda, penglihatan merah
normal
normal

3.

Telinga

Simetris kiri & kanan, Simetris kiri & kanan, tidak Simetris kiri & kanan, tidak Simetris kiri & kanan, tidak
tidak ada serumen, tidak ada serumen, tidak ada nyeri ada serumen, tidak ada nyeri ada serumen, tidak ada nyeri
ada nyeri tekan
tekan
tekan
tekan

4.

Hidung

Simetris kiri & kanan, Simetris kiri & kanan, Tidak Simetris kiri & kanan, Tidak Simetris kiri & kanan, Tidak
Tidak ada secret, tidak ada secret, tidak ada nyeri ada secret, tidak ada nyeri ada secret, tidak ada nyeri
ada nyeri tekan sinus
tekan sinus
tekan sinus
tekan sinus

5.

Mulut

Tidak ada stomatitis,


membran mukosa lembab
& merah muda, gigi
hilang sebagian (ompong)

6.

Leher
dan Nyeri
tekan
(-), Nyeri tekan (-), pembesaran
Tenggorokan
pembesaran
kelenjar kelenjar limfe dan thyroid (-),
limfe dan thyroid (-),

putih,
muda,

Bentuk kepala mesochepal, Bentuk kepala mesochepal,


distribusi rambut
normal, distribusi rambut normal,
rambut hitam & pendek.
rambut hitam & pendek.

konjungtiva Sklera
penglihatan merah
normal

Tidak ada stomatitis, membran


mukosa lembab & merah
muda, gigi hilang sebagian
(ompong)

putih,
muda,

konjungtiva Sklera putih,


penglihatan merah muda,
normal

konjungtiva
penglihatan

Tidak ada stomatitis, membran Tidak


ada
stomatitis,
mukosa lembab & merah membran mukosa lembab &
muda.
merah muda.
Nyeri tekan (-), pembesaran Nyeri tekan (-), pembesaran
kelenjar limfe dan thyroid (-).
kelenjar limfe dan thyroid (-).

sering terasa tegang, tidak ada kesulitan menelan.


kadang
susah
untuk
makan karena giginya
sudah ompong.
7.

Dada dan Paru Pergerakan dada simetris, Pergerakan dada simetris, Pergerakan dada simetris, Pergerakan dada simetris,
bunyi napas vesikuler, bunyi napas vesikuler, tidak bunyi napas vesikuler, tidak bunyi napas vesikuler, tidak
tidak ada bunyi napas ada bunyi napas tambahan.
ada bunyi napas tambahan.
ada bunyi napas tambahan.
tambahan.

8.

Jantung

BJ I dan II murni

9.

Abdomen

Gerak
mengikuti Gerak mengikuti pernapasan, Gerak mengikuti pernapasan, Gerak mengikuti pernapasan,
pernapasan, nyeri tekan nyeri tekan (-),tumor (-)
nyeri tekan (-), umor (-). Nyeri nyeri tekan (-), umor (-).
(-), umor (-). Nyeri
epigastric.
epigastric.

10.

Ekstremitas

Tidak ada nyeri pada Tdk ada nyeri pada ektremitas Tdk ada Nyeri pada ektremitas
ektremitas
atas
dan atas dan bawah, akral hangat, atas dan bawah, akral hangat,
bawah, akral hangat, tidak ada cedera,
tidak ada cedera,
tidak ada cedera,

BJ I dan II murni,

BJ I dan II murni

BJ I dan II murni

Tdk
ada
Nyeri
pada
ektremitas atas dan bawah,
akral hangat, tidak ada
cedera,

11.

Kulit

Turgor kulit baik, bersih,


tidak terdapat tanda-tanda
infeksi, kulit tampak
keriput, warna kulit sama
dengan
warna
di
sekitarnya.

Turgor kulit baik, bersih, tidak


terdapat tanda-tanda infeksi,
kulit tampak mulai keriput,
warna kulit sama dengan
warna di sekitarnya.

Turgor kulit baik, bersih, tidak


terdapat tanda-tanda infeksi,
kulit tampak keriput, warna
kulit sama dengan warna di
sekitarnya.

Turgor kulit baik, bersih,


tidak terdapat tanda-tanda
infeksi, kulit tampak keriput,
warna kulit sama dengan
warna di sekitarnya.

12.

Tanda Vital

TD : 180/100 mmHg

TD : 20/80 mmHg

N : 76x/menit

N : 80x/menit

S : 36 C

S : 36,6 C

S : 36,4 C

S : 36,8 C

N : 72x/menit

N : 80x/menit

RR : 22 x/menit

RR : 22 x/menit

RR : 22 x/menit

RR : 20x/menit

16. Kesimpulan

Tn. T mengatakan sering Ibu tampak sehat walaupun An. H mengatakan sering nyeri An. A tampak sehat
nyeri
pada
daerah sedang hamil, kepala kadang pada daerah uluhatinya
uluhatinya
sakit, tapi ia tetap aktif dalam
melakukan pekerjaan dalam
mengurus rumah tangganya

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


I. Analisa Data
No.
1.

Data

Data Subjektif:
Tn. T mengatakan ia sering nyeri di
daerah abdomen. Apabila sakitnya
muncul kelurga mengatkan meminum
obat promag.

Etiologi

Masalah

Ketidakmampuan
keluarga Tn. T
mengenal masalah
gastritis

Kurangnnya pengetahuan
keluarga Tn. T tentang
penyakit maag (gastritis).

Kehamilan pada Ny.


S

Potensial terjadi peningkatan


kesejahteraan Ny. S yang
sedang hamil pada keluarga
Tn T.

Kurangnya
kemampuan
keluarga Tn. T
mempertahankan
suasana dirumah
yang
menguntungkan
kesehatan dan
perkembangan
kepribadian anggota
keluarga

Kurangnya pemahaman
keluarga Tn. T terhadap
pentingnya kebersihan rumah
bagi kesehatan keluarga.

Data Objektif :
Dari hasil pengkajian, keluarga
mengatakan kurang mengetahu tentang
penyakit gastritis.
2.

Data subjektif:
Ny. S mengatakan pada awal
kehamilannya sering merasa pusing dan
mual. Ny S juga mengatakan selalu
memeriksakan kandungannya pada bidan
desa.
Data Objekti:
TD: 120/80 mmHg.

3.

Data subjektif:
Tn. T dan kelurga mengatakan selalu
membuang sampah di belakang
rumahnya.
Data Objekti:
Halaman rumah klien tampat kotor,
banyak lalat. tidak tertata rapi, banyak
sampah berserakan di halaman rumah.

Diagnosa keperawatan keluarga Tn. T adalah:

1. Kurangnnya pengetahuan keluarga Tn. T tentang penyakit maag (gastritis) yang


berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah maag
(gastritis).
2. Potensial terjadi peningkatan kesejahteraan Ny. S yang sedang hamil pada
keluarga Tn T.
3. Kurangnya pemahaman keluarga Tn. T terhadap pentingnya kebersihan rumah
bagi kesehatan keluarga berhubungan dengan Kurangnya kemampuan keluarga
Tn. T mempertahankan suasana dirumah yang menguntungkan kesehatan dan
perkembangan kepribadian anggota keluarga.
Kurangnya kesadaran keluarga Tn. T terhadap pentingnya Kebersihan rumah
dan lingkungan bagi kesehatan keluarga Ny.sd b/d
Kurangnya kemampuan keluarga Tn. T mempertahankan suasana dirumah yang
menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga Tn. T

II. Skoring Prioritas Masalah

Kurangnnya pengetahuan keluarga Tn. T tentang penyakit maag (gastritis) yang berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah maag (gastritis).
No.
1.

Kriteria

Skala

Bobot

Skoring

Pembenaran

3/3 x 1 = 1

Tn. K memiliki Sakit telah terjadi dan klien sering


mengeluh nyeri pada abdomennya bila makannya tidak
terkontrol sehingga memerlukan tindakan segera

2/2x2 = 2

Latar belakang pendidikan Tn. K yang tidak tamat SD


dan sudah cukup tua untuk menerima informasi tetapi
adanya dukungan keluarga dapat sedikit membantu.

c. Potensial masalah untuk dicegah:


Cukup

2/3x1=2/3

Gastritis merupakan penyakit cukup mudah dicegah


dengan menerapkan pola makan yang baik serta
pengobatan yang teratur

d. Menonjolnya masalah: berat


harus segera ditangani

2/2x1=1

gastritis merupakan penyakit yang dapat menyebabkan


komplikasi lanjut yang lebih parah dan berbahaya seperti
penyakit pendarahan lambung dsb.

a. Sifat masalah: Tidak/kurang


sehat

b. Kemungkinan masalah dapat


diubah: Mudah

TOTAL SKOR

4 2/3

Potensial terjadi peningkatan kesejahteraan Ny. S yang sedang hamil pada keluarga Tn T.

No.
1.

Kriteria

Skala

Bobot

Skoring

Pembenaran

a. Sifat masalah: Keadaan sejahtera

1/3 x 1 = 1/3

Ny. S menyadari pentingnya menjaga asupan nutrisi selama hamil


yang dapat berakibat bagi kesehatan dirinys dsn jsninnys.

b. Kemungkinan masalah dapat


diubah: Mudah

2/2x2 = 2

Pengetahuan keluarga Tn. K tentang pentingnya kehamilan dan


apa-apa yang penting dilakukan selama hmail cukup kurang
namun keluarga cukup kooperatif

c. Potensial masalah untuk dicegah:


Cukup

2/3x1=2/3

cukup mudah diatasi dengan memberikan pemahaman dan


mengajarkan kepada keluarga Tn. T khususnya Ny. S

d. Menonjolnya masalah: ada


masalah tapi tidak perlu segera
ditangani

1/2x1=1/2

Masalah kehamilan merupakan masalah yang cukup serius tatapi


msalah ini dapat ditangani secara bertahap dan pelan-pelan.

TOTAL SKOR

3 1/2

Kurangnya pemahaman keluarga Tn. T terhadap pentingnya kebersihan rumah bagi kesehatan keluarga b/d Kurangnya kemampuan keluarga Tn. T
mempertahankan suasana dirumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga

No.

Kriteria

Skala

Bobot

Skoring

Pembenaran

1.

a. Sifat masalah: Ancaman kesehatan

2/3 x 1 = 2/3

Keluarga Tn. T tidak menyadari pentingnya


kebersihan rumah dan lingkungan bagi kesehatan
yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan
kepribadian

b. Kemungkinan masalah dapat


diubah: sebagian

1/2x2 = 1

Pengetahuan keluarga TN. T tentang pentingnya


kebersihan rumah dan lingkungan sangat kurang
namun keluarga cukup kooperatif

c. Potensial masalah untuk dicegah:


cukup

2/3x1=2/3

kebersihan rumah dan lingkungan cukup mudah


diatasi dengan memberikan pemahaman dan
mengajarkan kepada keluarga Tn. T

d. Menonjolnya masalah: ada


masalah tapi tidak perlu segera
ditangani

1/2x1=1/2

Masalah kebersihan cukup serius namun dapat


dilakukan secara bertahap

TOTAL SKOR

2 1/2

Berdasarkan rumusan prioritas di atas, maka dapat diketahui diagnosa prioritas pada
keluarga Tn. K adalah sebagai berikut:

a. Kurangnnya pengetahuan keluarga Tn. T tentang penyakit maag (gastritis) yang


berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah maag
(gastritis).
b. Potensial terjadi peningkatan kesejahteraan Ny. S yang sedang hamil pada
keluarga Tn T.
c. Kurangnya pemahaman keluarga Tn. T terhadap pentingnya kebersihan rumah
bagi kesehatan keluarga berhubungan dengan Kurangnya kemampuan keluarga
Tn. T mempertahankan suasana dirumah yang menguntungkan kesehatan dan
perkembangan kepribadian anggota keluarga.