Anda di halaman 1dari 9

Tugas Mata Kuliah Analisis kebijakan & program kesehatan

Dosen : Ede Surya Darmawan


POLICY BRIEF
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP
PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP

DISUSUN
O
L
E
H

Nama : Nina Rahmatina


NPM: 1510210021
Kelas : A

FAKULTAS MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
BANDA ACEH
TAHUN 2016

POLICY BRIEF
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP
PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP
Oleh : Nina Rahmatina
10 februari 2016

1. Tujuan
-

Untuk mendorong adanya perluasan dan peningkatan terhadap program imunisasi agar
masyarakat Indonesia lebih sehat dan terhindar dari berbagai macam pennyakit yang
dapat dicegah melalui Imunisasi

Untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit-penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)

2. Latar Belakang
Imunisasi merupakan investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit
melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh
lebih murah dibanding mengobati seseorang apabila telah jatuh sakit dan harus dirawat di rumah
sakit. Dengan imunisasi, anak akan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya, maka mereka
memiliki kesempatan beraktifitas, bermain, belajar tanpa terganggu masalah kesehatan. Namun
demikian, sampai saat ini masih terdapat masalah-masalah dalam pemberian imunisasi, antara
lain pemahaman orang tua yang masih kurang pada sebagian masyarakat, mitos salah tentang
imunisasi, sampai jadwal imunisasi yang terlambat.
Data terakhir WHO, terdapat kematian balita sebesar 1,4 juta jiwa per tahun akibat
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, misalnya: batuk rejan 294.000 (20%), tetanus
198.000 (14%), campak 540.000 (38%). Di Indonesia sendiri, UNICEF mencatat sekitar 30.00040.000 anak di Indonesia setiap tahun meninggal karena serangan campak, ini berarti setiap dua
puluh menit seorang anak Indonesia meninggal karena campak." (Vrydag, 29 Maart 2013)
Para orang tua selayaknya menjadikan imunisasi sebagai satu dari berbagai hak anak
yang harus diberikan. Dengan imunisasi, anak terhindar dari kesakitan, kecacatan bahkan

kematian yang dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah oleh
imunisasi, seperti: Hepatitis B, TBC, Polio, Difteria, Pertusis, Tetanus, Campak, Pneumonia dan
Meningitis. Perlu diketahui, penyakit-penyakit yang disebutkan di atas dapat menyebar dengan
cepat, bahkan melewati batas negara. Dengan imunisasi, kita melindungi anak-anak kita dan
anak-anak di seluruh dunia.
3. Data Imunisasi Di Indonesia
-

Data kelengkapan imunisasi


Kelengkapan imunisasi pada tahun 2007 sebanyak 41.6 %, tidak lengkap 53.8 %
dan tidak di imunisasi 9.1 %. Pada tahun 2008 yang mendapat imunisasi lengkap
sebanyak 53.8 %, tidak lengkap 33.5 %, dan tidak di imunisasi 12.7 % dan pada tahun
2013 terjadi sedikit peningkatan yaitu pada imunisasi lengkap sebanyak 59.2%, tidak
lengkap 32.1%, dan tidak di imunisasi 8.7%. (riskesdas & kementrian kesehatan, 2013)

Data Cakupan Imunisasi


Menurut Data update march tahun 2015 bayi yang mendapatkan imunisasi dasar
lengkap pada tahun 2010 dan 2011 hanya 88,9%, dan terjadi penurunan pada tahun 2012
sebesar 86.9%, kembali terjadi peningkatan pada tahun 2013 sebanyak 90%, akan tetapi
terjadi lagi penurunan pada tahun 2014 sebanyak 86,9%. Hal ini masih menjadi masalah
karena cakupan imunisasi blom mencapai target yaitu 90% pada tahun 2014. (riskesdas &
kementrian kesehatan, 2013). Dengan demikian kebijakan tentang program imunisasi
harus ditingkatkan lagi demi pencapaian target cakupan imunisasi dasar lengkap.

4. Berbagai tantangan dan alasan anak tidak di imunisasi :


1. Anak demam 28.8%
2. Keluarga tidak mengizinkan 26.3%
3. Anak sering sakit 6.8%
4. Sibuk/repot 16.3%
5. Tidak tahu Tempat Imunisasi 6.7%
6. Tempat imunisasi jauh 21.9%. (Riskesdas, 2013)

5. Analisi Kebijakan
a. Landasan Hukum UUD 1945
1. Pasal 28B ayat 2 : Setiap anak berhak atas kelangsungan

hidup, tumbuh

&

berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan & diskriminasi.


2. Pasal 28 H ayat 1 : Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir & batin, bertempat
tinggal & mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan
3. UU Perlindungan Anak No.23 tahun 2002 : Setiap anak berhak memperoleh
pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental,
spiritual dan sosial.
4. UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 : Setiap anak berhak memperoleh imunisasi
dasar sesuai dg ketentuan utk mencegah terjadinya penyakit yg dapat dihindari
melalui imunisasi Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap
bayi dan anak
5. Permenkes No. 42/2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.
b. Alternatif Untuk Kebijakan
1. Penyelenggaraan imunisasi dilaksanakan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat,
dengan prinsip keterpaduan
2. Mengupayakan kesinambungan penyelenggaraan melalui perencanaan program dan
anggaran terpadu (APBN, APBD, LSM dan masyarakat)
3. Perhatian khusus diberikan untuk wilayah rawan sosial, rawan penyakit (KLB) dan
daerah-daerah sulit secara geografis
4. Melaksanakan kesepakatan global: Eradikasi Polio, Eliminasi, Tetanus Maternal
dan Neonatal, Eliminasi Campak, Pengendalian Rubella dan mutu pelayanan sesuai
standar

c. Opsi Kebijakan
Demi tercapainya cakupan imunisasi maka kebijakan yang disaran adalah :
a.

Meningkatkan kesadaran masyarakat dengan memberikan penyuluhan dan


informasi kepada masyarakat bahwa vaksin yang disediakan pemerintah aman,

telah melalui tahapan-tahapan uji klinik dan izin edar dari BPOM. Vaksin yang
dipakai program imunisasi juga sudah mendapat pengakuan dari Badan
International WHO dan lolos PQ (praqualifikasi).
b.

Meningkatkan kemitraan yang lebih erat lagi untuk penyelenggaraan imunisasi


antar Pemerintah, swasta dan masyarakat, orang tua, petugas keesehatan, LSM
maupun akademi dengan mempertahankan prinsip keterpaduan antara pihak terkait.

c.

Mengupayakan pemerataan jangkauan, akses dan kualitas pelayanan imunisasi baik


terhadap sasaran masyarakat maupun sasaran wilayah, misalnya dengan lebih
memperhartikan daerah-daerah khusus, wilayah rawan social, rawan penyakit
(KLB) dan daerah-daerah sulit secara geografis

d.

Meningkatkan manajemen koordinasi puskesmas untuk menjamin ketersediaan dan


kecukupan vaksin, peralatan rantai vaksin dan alat suntik dalam pelayanan
imunisasi

serta

mengupayakan

kesinambungan

penyelengaraan

melalui

perencanaan program dan anggaran terpadu.


e.

Memperkuat disain, implementasi dan monitoring peraturan

d. Rekomendasi Strategis
1. Untuk Provinsi
- Pengiriman logistik dari provinsi ke kab/kota
- Asistensi, monitoring dan evaluasi
- Peningkatan kapasitas SDM pengelola program imunisasi
- Memasukkan kegiatan imunisasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD)
- Monev secara berjenjang dan berkelanjutan
2. Untuk Kabupaten
a.

Penyediaan dana operasional meliputi


- Pengiriman logistik ke Puskesmas,
- Pertemuan diseminasi informasi
- Transport kader
- Transport petugas Puskesmas ke pos pelayanan,

b.

Peningkatan kapasitas SDM Pengelola Imunisasi kabupaten/kota

c.

Memasukkan Kegiatan Imunisasi Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah


(RKPD)

d.

Melibatkan stakeholder terkait, yang konstruktif untuk peningkatan pelayanan


imunisasi

e.

Meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan masyarakat

f.

Monev secara berjenjang dan berkelanjutan

Kesimpulan
1. Kebijakan dalam program imunisasi menjadi salah satu hal yang harus diperhartikan
demi masa depan anak bangsa yang lebih sehat, agar anak dapat terhindar dari berbagai
macam penyakit, terhindar dari kecatatan, bahkan kematian yang dapat disebabkan oleh
penyakit-penyakit seperti: Hepatitis B, TBC, Polio, Difteria, Pertusis, Tetanus, Campak,
Pneumonia dan Meningitis.
2. Dalam perencanaan program kebijakan imunisasi selalu ada hambatan dan rintangan
yang dihadapi, untuk itu pemerintah harus terus berupaya meningkatkan pemberdaayaan
dan kemitraan dengan masyarakat, salah satunya adalah dengan meningkatkan pelayanan
yang bermutu pada tempat-tempat pelayanan imunisasi seperti :
-

Poskesdes / Posyandu

Puskesmas pembantu

Sekolah dasar / sederajat

Unit pelayanan swasta ( RS, RB, BP, dll )

Puskesmas

3. Memperkuat disain, implementasi dan monitoring peraturan dalam program imusisasi


merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan agar dapat berjalan sesuai dengan
perencanaan. Kebijakan harus difokuskan Pada dareah-daerah yang rawan sosial dan
rawan penyakit (KLB)

Lampiran
Lampiran 1. Grafik cakupan Imunisasi dasar lengkap tahun 2010 hingga 2014

Lampiran 2. Grafik kelengkapan imunisasi di Indonesia tahun 2007, 2008 dan tahun 2013

Lampiran 3. Persentase Alasan Anak Tidak di Imunisasi

Lampiran 4. Undang-Undang Tentang Imunisasi