Anda di halaman 1dari 5

Langkah 1 : Kuat tekan beton yang diisyaratkan pada 28 hari yaitu f c =

22,5 MPa.
Langkah 2 : Penetapan nilai deviasi standar (S) = 4,2 MPa.
Nilai 4,2 diambil dari tingkat pengendalian mutu pekerjaan
baik.
Langkah 3 : Perhitungan nilai tambah (M)
M = K. Sd
dimana , M : nilai tambah
K : 1,64
Sd : standar deviasi
M = 1,64 x 4,2 = 6,89 MPa
Langkah 4 :

Menetapkan kuat tekan rata-rata yang direncanakan

fcr = fc + M
= 22,5 + 6,89
= 29,39 MPa
Langkah 5 :

Menetapkan jenis semen.

Digunakan jenis semen biasa


Langkah 6 :

Menetapkan jenis agregat kasar dan agregat halus

Agregat kasar : digunakan jenis kerikil batu pecah


Agregat halus : digunakan jenis pasir alami
Langkah 7 :

Menetapkan faktor air semen.

Cara I : dari gambar 4.1 dengan fcr = 29,39 MPa pada umur
28 hari didapat

0.53

Cara II : dari tabel 4.1 dengan jenis semen 1 , batu pecah


pada umur 28 hari
dan dilihat dalam gambar 4.2 didapat 0.59
Cara III : dari tabel 4.2 didapat 0,60
Dari ketiga cara, yang terendah adalah 0,53
Langkah 8 :

Menetapkan faktor air semen maksimum.

Dari ketiga cara diatas (langkah 7), nilai FAS maksimum adalah
0,60
Nilai FAS yang dipakai yang terendah adalah 0,53

Langkah 9 :

Menetapkan nilai slump = 11,25 cm

Dari tabel 4.5 dipilih pemakaian beton untuk pelat, balok,


kolom, dan dinding
Diperoleh nilai maksimum 15 dan minimum 7,5 .
Jadi, nilai slump = (15+7,5)/2 = 11,25 cm
Langkah 10:

Menetapkan ukuran besar butir agregat maksimum

(kerikil) = 20 mm
Langkah 11 :

Menetapkan kebutuhan air

Dari tabel 4.6 jika pasir maksimum 20 mm jenis alami dan nilai
slump antara
60-180 mm, didapat Ah = 195
Jika kerikil maksimum 20 mm, jenis batu pecah dan nilai slump
antara 60-180
mm, didapat Ak = 225
A = 0,67 Ah + 0,33 Ak
= 0.67 . 195 + 0,33 . 225
= 204,9 Liter
Langkah 12 :

Menentukan kebutuhan semen

= air/faktor air semen (langkah 8 dan 11)


= 204,9/0,53 = 386,6 kg
Langkah 13 :

Menetapkan kebutuhan semen minimum

Cara I, dari tabel 4.8 didapat 300 kg ( air tawar, semen tipe I,
maks 20 mm).
Cara II, dari tabel 4.9 didapat 330 kg ( tipe I tanpa pozolan,
SO3 = 0,2 - 0,5 )
Cara III, dari tabel 4.10 didapat 275 kg (dalam ruang non
korosif)
Dari ketiga cara ditetapkan semen minimum = 275 kg
Langkah 14 :

Kebutuhan semen yang sesuai

Dari langkah 12 didapat 386,6 kg, dan dari langkah 13 didapat


275 kg
Ditetapkan kebutuhan semen yang dipakai 386,6 kg
Langkah 15 :

Penyesuaian jumlah air atau faktor air semen

Karena pada langkah 14 tidak mengubah jumlah kebutuhan


semen yang
dihitung pada langkah 12 maka tidak perlu ada penyesuaian
jumlah air
maupun semen
Langkah 16 :

Menentukan golongan pasir = golongan 1

Langkah 17 :

Perbandingan pasir dan kerikil (pasir terhadap

campuran)
Dengan gambar 4.5 jika air semen 0,53, pasir golongan satu,
slump 112,5 mm
dan agregat maksimum 20 mm didapat 53% pasir
Langkah 18 :

Menentukan berat jenis agregat campuran pasir dan

kerikil
Bj campuran = P/100 x Bj pasir + K/100 x Bj kerikil
Bj campuran = (53/100) x 2,53 + (47/100) x 2,77
Bj campuran = 1,34 + 1,30
Bj campuran = 2,64 t/m3
Langkah 19 :

Menentukan berat jenis beton

Dengan gambar 4.6 , jika berat jenis campuran 2,64


kebutuhan air = 204,9
Liter (langkah 11) didapat berat jenis betonnya = 2390 kg/ m3
Langkah 20 :

Menentukan kebutuhan pasir dan kerikil

Berat pasir + kerikil = berat beton kebutuhan air


kebutuhan semen
(langkah 19)

(langkah 11)

(langkah

14)
= 2390 204,9 386,6
= 1798,5 kg/ m3
Langkah 21 :

Menentukan Kebutuhan pasir

Kebutuhan pasir = (berat pasir + kerikil) x persentase berat


pasir
= 1798,5 x 53%
= 953,205 kg

Langkah 22 :

Menentukan kebutuhan kerikil

Kebutuhan kerikil = (berat pasir + kerikil) kebutuhan pasir


= 1798,5 953,205
= 845,295 kg
Kesimpulan :
Untuk 1 m3 beton (berat betonnya 2390 kg) dibutuhkan :

Air = 204,9 liter


Semen
= 386,6 kg (9,665 kantong), dimana 1 sak semen = 40

kg
Pasir = 953,205 kg
Kerikil
= 845,295 kg

Untuk 1 adukan dibutuhkan :


-

Ukuran beton berbentuk silinder , diameter = 15 cm dan tinggi = 30

cm
Volume silinder = r2 t
= 3,14 . 7,52 . 30
= 5298,75 cm3
Total volume silinder yang dibuat = 15 x 5298,75 = 79481,25 cm3
Ukuran volume berbentuk balok , panjang = 60 cm , lebar= 15 cm,
tinggi = 15 cm
Volume balok = p . l . t
= 60 . 15 . 15
= 13500 cm3
Total = Volume silinder + volume balok
= 5298,75 + 13500
= 92981,25 cm3
Faktor pengali :
= 92981,25 . 1,1
= 102279,375 cm3
= 0,102279375 m3

Air
Semen
Pasir
Kerikil

= 0,102279375 x 204,9 = 20,96 liter


= 0,102279375 x 386,6 = 39,54 kg
= 0,102279375 x 953,205 = 97,49 kg
= 0,102279375 x 845,295 = 86,46 kg

Berat total 1 adukan = 0,102279375 x 2390 = 244,45 kg