Anda di halaman 1dari 12

SIKLUS REFRIGRASI DIAGRAM PH

Untuk melihat besaran-besaran seperti tekanan, suhu, enthalpy dalam siklus refrigerasi
biasanya digunakan diagram P-h refrigeran tertentu. Ada banyak jenis refrigeran, setiap
refrigeran memiliki diagram P-h yang berbeda-beda. Refrigeran yang biasa di pasaran antara lain
R22, R134a, R12, dan lain-lain. Beberapa jenis refrigeran sudah tidak dijual karena alasan
merusak lingkungan. Walaupun refrigeran memiliki diagram P-h yang berbeda-beda, namun pola
siklus refrigerasinya sama dan dengan cara yang sama pula dapat diketehui dan analisis besaranbesaran tersebut.
Siklus refrigerasi dapat dapat digambarkan dalam diagram P-h seperti pada gambar.

Dan Skema proses nya :

Berikut penjelasan siklus refrigerasi ideal dalam diagram P-h (Gambar)


1 ke 2, Proses kompresi menyebabkan kenaikan tekanan dari tekanan rendah (LP) ke tekanan
tinggi (HP). Proses ini berlangsung secara isentropik. Garis 1 ke 2 mengikuti garis isentropik pada
diagram P-h. Karena berlangsung secara isentropik maka entropi pada titik 1 dan titik 2 adalah
sama. Kondisi pada titik 1 berupa saturasi gas dan dan titik 2 dalam keadaan superheated.
Enthalpynya naik dari h1 ke h2. Refrigeran pun mengalami kenaikan suhu.
Untuk proses ini memerlukan kerja, besarnya kerja yang dilakukan adalah:

2 ke 3, Proses kondensasi ini terjadi pada tekanan yang sama (Isobarik). Dalam proses ini terjadi
pelepasan kalor sehingga terjadi penurunan suhu dan enthalpy refrigeran sampai dengan saturasi
gas (2a). Kemudian refrigeran terus melepaskan kalor dan mulai berubah menjadi cair. Dari titk 2a
ke titik 3 tidak terjadi penurunan suhu tetapi terjadi perubahan fasa. Karena terjadi pelepasan kalor
maka refrigeran mengalami penurunan enthalpy dari h2 ke h3. Besarnya kalor yang dilepaskan
pada
proses
ini
yaitu:

3 ke 4, Proses ekspansi ini terjadi secara isoenthalpy sehingga enthalpy di titik 3 dan titik 4 adalah
sama. Tekanan pada titik 3 masih tekanan tinggi (LP) kemudian turun hingga titik 4 di tekanan

rendah (LP). Penurunan tekanan ini disertai dengan penurunan suhu. Kondisi refrigeran yang
tadinya saturasi cair (titik 3) menjadi campuran gas dan cair. Proses ini berlaku :

4 ke 1, Proses evaporasi ini terjadi pada tekanan yang sama (isobarik). Dalam proses ini terjadi
penarikan kalor sehingga terjadi kenaikan enthalpy. Suhu tidak mengalami kenaikan karena kalor
yang diambil digunakan untuk mengubah fasa dari yang tadinya campuran (titik4) menjadi gas jenuh
(titik 1). Dalam proses inilah terjadi pendinginan terhadap objek karena kalor pada objek ditarik oleh
refrigeran dalam evaporator. Kapasitas pendinginan ditentukan pada proses ini yaitu besarnya
penarikan kalor. Pada proses ini berlaku:

Setelah mengetahui siklus refrigerasi dalam diagram P-h maka kita dapat menentukan/menghitung
laju aliran massa dalam perangkat refrigerasi. Misalnya suatu perangkat refrigerasi memiliki
kapasitas pendinginan sebesar , dan telah diketahui siklus dalam diagram P-h. Maka dapat
ditentukan besar enthalpy . Besarnya laju aliran massa refrigeran adalah:

CARA KERJA AC SPLIT


Prinsip kerja AC Split maupun pada mesin pendingin model lainnya adalah sama yaitu menyerap
panas udara didalam ruangan yang didinginkan, kemudian melepaskan panas keluar ruangan.
Jadi pengertian AC Split adalah seperangkat alat yang mampu mengkondisikan suhu ruangan
sesuai yang kita inginkan, terutama mengkondisikan suhu ruangan menjadi lebih rendah suhunya
dibanding suhu lingkungan sekitarnya.
Pada Air Conditioner udara rungan terhisap disirkulasikan secara terus menerus oleh
blower (pada indoor unit) melalui sirip evaporator yang mempunyai suhu yang lebih dingin dari
suhu ruangan, saat udara ruangan bersirkulasi melewati evaporator, udara ruangan yang
bertemperatur lebih tinggi dari evaporator diserap panasnya oleh bahan pendingin/refrigeran
(evaporator), kemudian calor yang diterima evaporator dilepaskan ke luar ruangan ketika aliran
refrigeran melewati condenser (unit outdor).
Jadi , temperatur udara yang rendah atau dingin yang kita rasakan pada ruangan
sebenarnya adalah sirkulasi udara di dalam ruangan, bukan udara yang dihasilkan oleh perangkat
AC Split. Unit AC hanyalah tempat bersikulasinya udara ruangan yang sekaligus menangkap
kalor (panas) pada udara ruangan yang bersirkulasi melewati evaporator hingga mencapai
temperatur yang diinginkan.
Komponen AC Split:
1. Bagian indor .
Pada AC Split pada bagian indoor unit AC Split umumnya terdapat komponen utama yaitu :
Evaporator
Pada mesin pendingin AC Split evaporator terbuat dari pipa tembaga dengan panjang dan
diameter tertentu yang di bentuk berlekuk lekuk agar menghemat tempat dan lebih efektif
menyerap panas dari udara ruangan yang bersirkulasi melaluinya. Karena pipa evaporator
dilewati refrigerant yang memiliki suhu yang sangat rendah, maka suhu evaporator mejadi
rendah (dingin) dengan kisaran suhu hingga mencapai 5C dengan begitu, suhu udara ruangan
akan menjadi rendah (dingin) ketika melewati evaporator.
Motor Blower & Motor Pengatur Aliran Udara (motor stepper)
Motor Blower berfungsi untuk mensirkulasikan udara dalam ruangan, sehingga udara
ruangan dapat bersirkulasi melewati evaporator, setelah udara melewati evaporator aliran udara
di arahkan ke ruangan oleh pengatur aliran udara (motor Stepper). Blower akan bekerja sampai
temperatur udara ruangan sesuai keinginan. Dengan kata lain blower akan berhenti kerja (Off)
ketika temperatur udara ruangan mencapai suhu yang kita inginkan (setting suhu pada
pengaturan remote kontrol AC Split).
Saringan ( filter ) Udara
Pada Indoor AC Split Saringan (filter udara) berfungsi menyaring udara yang melewati
evaporator, sehingga udara yang bersirkulasi dalam ruangan menjadi lebih bersih. Pada unit AC
Split model baru juga dilengkapi dengan filter anti bakteri atau anti racun untuk menangkal bibit
penyakit dan menyaring polutan berbahaya bagi tubuh manusia yang terbawa melalui udara
ruangan.

Kontrol Panel Electric & Sensor Suhu (thermistor)


Pada bagian indoor AC Split terdapat Kontrol Panel Electric dan sensor suhu (thermistor)
yang berfungsi mengatur kerja mesin pendingin secara keseluruhan yang meliputi mengatur
kerja blower, motor pengatur aliran udara, compressor, fan outdor dan fungsi timer.
2. Bagian outdoor.
Pada bagian outdoor AC Split secara umum terdapat terdapat komponen utama, yaitu :
Kondensor
Ketika refrigeran keluar melewati bagian indoor AC Split (evaporator), kalor (panas) udara
ruangan yang terbawa akan dilepaskan di bagian kondensor. Serupa dengan evaporator,
kondensor terbuat dari pipa tembaga yang dibuat berkelok kelok dan dilengkapi sirip sirip
yang bertujuan untuk melepas kalor udara berjalan dengan efektif dan kalor (panas) udara yang
terbawa oleh refrigerant (Freon) lebih cepat dilepaskan atau dibuang ke udara bebas (luar
ruangan).
Kipas (fan)
Pada bagian kondensor AC Split juga dilengkapi dengan kipas (fan). Fungsinya adalah
membuang panas pada condensor ke udara bebas.
Accumulator
Accumulator pada mesin pendingin berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran
cair bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator
berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-masuk melalui saluran isap
kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir ke kompresor, accumulator
mengkondisikan wujud refrigeran yang masuk ke kompresor tetap dalam wujud gas. Sebab,
ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk ke dalam kompresor dan tidak
merusak bagian dalam kompresor.
Kompresor
Kompresor AC Split berfungsi mensirkulasikan aliran refrigeran. Dari kompresor
refrigerant (Freon) akan dipompa dan dialirkan menuju komponen utama AC Split yaitu :
kondenser, pipa kapiler, evaporator dan kembali lagi ke kompresor. Refrigeran secara terus
menerus melewati 4 komponen utam AC.
Saringan Refrigeran (strainer)
Setelah melepaskan kalor (panas) di kondensor, refrigeran akan dipompa oleh kompresor
menuju ke filter (strainer) Agar kotoran yang terbawa oleh refrigeran tidak ikut terbawa ke pipa
kapiler. Jika kotoran ( seperti karat atau serpihan logam ) terbawa kedalam pipa kapiler, bisa
menyebabkan kerusakan kompresor dan penyumbatan yang menyebabkan sistem pendingi tidak
bekerja optimal.
Pipa Kapiler
Pipa Kapiler / Katup ekspansi pada unit AC Split berfungsi menurunkan tekanan refrigeran
sehingga merubah wujud refrigerant cair menjadi uap ketika zat pendingin meninggalkan katup
ekspansi / pipa kapiler dan memasuki evaporator.

Sirkulasi Refrigeran (bahan pendingin / Freon) di dalam AC Split


Pada AC Split Refrigeran (Freon) merupakan zat atau bahan yang bersikulasi secara terus
menerus melewati komponen utama sistem pendingin (kompresor, kondenser, pipa kapiler, dan
evaporator). Bahan pendingin atau refrigeran tidak akan berkurang selama tidak terjadi
kebocoran pada sitem pendingin. Saat melewati komponen utama pendingin, refrigeran akan
mengalami perubahan wujud, temperatur dan tekanananya. Sirkulasi refrigeran dalam unit AC
disebut siklus refrigerasi kopresi uap. Sekarang mari kita tinjau sirkulasi refrigeran pada
komponen utama AC.

Gambar sirkulasi refrigeran dalam AC Split


Dari skema kerja refrigeran, kita coba membagi ke dalam empat tahapan proses kerja.
1. Proses kompresi.
Proses kompresi pada mesin pendingin dimulai ketika refrigeran meninggalkan
evaporator (Proses 12). Masuknya refrigeran (bahan pendingin / freon) kedalam kompresor
melalui pipa masukan kompresor (intake). Dilihat dari wujud, suhu, dan tekanan, ketika akan
masuk kedalam kompresor , refrigeran berwujud gas atau uap, bertemperatur rendah dan
bertekanan rendah. Selanjutnya, melalui kompresor, refrigeran dikondisiskan tetap berwujud gas,
tetapi memiliki tekanan dan suhu tinggi. Hal tersebut bisa dilakukan karena kompresor dapat
mengisap gas dan mengkompresi refrigeran hingga mencapai tekanan kondensasi. Setelah
tekanan dan suhu refrigeran diubah, selanjutkan refrigeran dipompa dan di alirkan menuju
kondenser.
2. Proses kondensi.
Proses kondensasi pada mesin pendingin dimulai ketika refrigeran meninggalkan
kopresor (proses 23). Refrigeran berwujud gas yang bertekanan dan bertemperatur tinggi
dialirkan menuju kondensor . Didalam kondensor, wujud gas refrigeran berubah menjadi wujud
cair, panas yang di hasilkan refrigeran dipindahkan ke udara luar pipa kondensor . Agar proses
kondensasi lebih efektif, digunakan kipas (fan) yang dapat menghembuskan udara luar tepat
dipermukaan pipa kondensor. Dengan begitu , panas pada refrigeran dapat dengan mudah

dipindahkan ke udara luar. Setelah melewati proses kondensai, refrigeran menjadi berwujud cair
yang bertemperatur lebih rendah, tetapi tekanannya masih tinggi. Selanjutnya, refrigeran di
alirkan menuju ke pipa kapiler.
3. Proses penurunan tekanan.
Proses penurunan tekanan refrigeran dimulai ketika refrigeran meninggalkan
kondenser (proses 34). Didalam pipa kapiler, terjadi proses penurunan tekanan refrigeran
sehingga refrigeran yang keluar memiliki tekanan yang rendah. Selain itu, pipa kapiler juga
berfungsi mengontrol aliran refrigeran di antara 2 sisi tekanan yang berbeda, yaitu tekanan tinggi
dan rendah. Selanjutnya, refrigeran cair yang memiliki suhu dan tekanan rendah di alirkan
menuju evaporator. Proses ini disebut proses pendinginan.
4. Proses Evaporasi.
Proses evaporasi pada mesin pendingin dimulai ketika refrigeran akan masuk ke dalam
evaporator. Dalam keadaan ini, refrigeran berwujud cair, bertemperatur rendah, dan bertekanan
rendah. Kondisi refrigeran semacam ini dimanfaatkan untuk mendinginkan udara luar yang
melewati permukaan evaporator. Agar lebih efektif mendinginkan udara ruangan, di gunakan
blower (indoor) untuk mengatur sirkulasi udara agar melewati evaporator. Proses yang terjadi
pada pendinginan udara ruangan Adalah : Proses penangkapan kalor (panas). Udara ruangan
yang mempunyai temperatur lebih tinggi dibandingkan dengan refrigeran yang mengalir didalam
evaporator. Karena evaporator menyerap panas udara di dalam ruangan, wujud refrigeran cair
dalam evaporator akan menjadi wujud gas, Selanjutnya, refrigeran akan mengalir menuju ke
kompresor . Proses ini terjadi berulang dan terus menerus sampai suhu atau temperatur ruangan
sesuai dengan keinginan. Untuk pemasangan AC Split silakan baca arikel pasang sendiri AC
rumah

CARA KERJA AC CENTRAL


Sistem AC Sentral (Central) merupakan suatu sistem ACdimana proses
pendinginan udara terpusat pada satu lokasi yang kemudian
didistribusikan/dialirkan ke semua arah atau lokasi (satu Outdoor dengan
beberapa indoor). Sistem ini memiliki beberapa komponen utama yaitu unit
pendingin atau Chiller, Unit pengatur udara atau Air Handling Unit (AHU),
Cooling Tower, system pemipaan, system saluran udara atau ducting dan
system control & kelistrikan. Berikut adalah komponen, cara kerja AC
Ruangan Sentral, dan Preventif Maintenance AC Sentral Ruangan.

Komponen AC Sentral Ruangan


1. CHILLER (unit pendingin).
Chiller adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air pada
sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke
mesin penukar kalor ( FCU / Fan Coil Unit ).
Jenis chiller didasarkan pada jenis kompressornya :

a. Reciprocating

b. Screw

c. Centrifugal

Jenis chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan kondensornya :

a. Air Cooler

b. Water Cooler

2. AHU (Air Handling Unit)/Unit Penanganan Udara


AHU Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan
dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara
dingin yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan.
3. COOLING TOWER ( khusus untuk chiller jenis Water Cooler ).
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai
pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air panas pada filamen
didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower
yang suhunya lebih rendah.
4. POMPA SIRKULASI.
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :

a. Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ) berfungsi


mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU / FCU.

b. Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump ).

Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan berfungsi untuk
mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Cooling Tower dan
seterusnya.

Sumber : Mas Isnanto

SISTEM KERJA AC SENTRAL RUANGAN


Pada unit pendingin atau Chiller yang menganut system kompresi uap,
komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan
evaporator. Pada Chiller biasanya tipe kondensornya adalah water-cooled
condenser. Air untuk mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yang
kemudian outputnya didinginkan kembali secara evaporative cooling pada
cooling tower.
Pada komponen evaporator, jika sistemnya indirect cooling maka fluida yang
didinginkan tidak langsung udara melainkan air yang dialirkan melalui
system pemipaan. Air yang mengalami pendinginan pada evaporator
dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil pendingin.
Jika kita perhatikan komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya
maka setiap AHU akan memiliki :
1.

Filter merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau partikelpartikel lainnya sehingga diharapkan udara yang dihasilkan lebih
bersih. Filter ini dibedakan berdasarkan kelas-kelasnya.

2.

Centrifugal fan merupakan kipas/blower sentrifugal yang berfungsi


untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju ruanganruangan.

3.

Koil pendingin, merupakan komponen yang berfungsi menurunkan


temperatur udara.

Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah
menyedot udara dari ruangan (return air) yang kemudian dicampur dengan
udara segar dari lingkungan (fresh air) dengan komposisi yang bisa diubahubah sesuai keinginan. Campuran udara tersebut masuk menuju AHU
melewati filter, fan sentrifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yang
telah mengalami penurunan temperatur didistribusikan secara merata ke
setiap ruangan melewati saluran udara (ducting) yang telah dirancang
terlebih dahulu sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau.
Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah jika satu komponen mengalami
kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup maka semua ruangan tidak
akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika temperatur udara terlalu rendah
atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin
pada komponen AHU. (source : ccitonline)
Jadi

Dari penjelasan diatas, jelas sistem AC Sentral sangat berbeda dengan AC


Split baik dari segi fungsi maupun dari segi instalasi. Istilah Sistem AC
Sentral (Central) diperuntukkan untuk instalasi AC di satu gedung yang tidak
memiliki pengatur suhu sendiri-sendiri (misalnya per ruang). Semua dikontrol
di satu titik dan kemudian hawa dinginnya didistribusikan dengan pipa ke
ruangan-ruangan. Dengan AC Central yang bisa dilakukan cuma mengecilkan
dan membesarkan lubang tempat hawa dingin AC masuk ke ruang
kita.Contoh AC Central adalah di mall, gedung mimbar, gedung
perkantoran yang luas atau di dalam bis ber-AC.