Anda di halaman 1dari 17

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

I
LATAR BELAKANG

Di era persaingan usaha yang semakin berkembang dengan pesat dan


beraneka ragam ini, kita dituntut untuk bisa menciptakan sebuah peluang
usaha kecil menjadi peluang usaha besar. Dengan mengikuti perkembangan
sikap customer yang bervariatif. Hal ini menuntut kita untuk menciptakan
suatu inovasi yang baru dan bisa memuaskan kebutuhan masyarakat.
Pada kehidupan yang modern ini masyarakat cenderung membutuhkan
sesuatu yang instan, maka tidak heran banyak sekali bermunculan produkproduk instan. Melihat pola hidup yang seperti ini, kami mencoba untuk
menciptakan sesuatu yang instan, murah dan bisa memuaskan keinginan
masyarakat khususnya bagi penggemar makanan pedas serta kalangan
masyarakat yang tidak memilki cukup waktu untuk memasak.
Didasarkan pada hal tersebut dan adanya peluang yang besar, kami
berinovasi untuk memproduksi abon dalam bentuk dan kemasan yang
berbeda. TEMAN CEPOT (Teri Medan Cetar rasanya Pasti Ngajeletot)
merupakan abon teri medan pedas yang tersedia dalam berbagai level untuk
dapat dikonsumsi tidak hanya oleh penggemar makanan pedas. Teman Cepot
hadir untuk menemani santap makan masyarakat terutama bagi mereka
perantauan.
Untuk mewujudkan itu semua, kita memerlukan perencanaan yang
matang agar usaha yang kita bangun dapat terwujud dan berkembang sesuai
harapan kita serta sejalan dalam koridornya. Maka dari itu, kita perlu benarbenar menentukan dengan tepat siapa segmen masyarakat yang akan kita
bidik, produk apa yang akan dihasilkan, berapa biaya yang akan dikeluarkan
dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan bisnis yang akan kita jalanin.
Bagaimana hal tersebut dapat tergambar jelas dalam perencaan bisnis?
Bisnis model kanvas akan menggambarkannya dengan jelas.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

II
MODEL BISNIS

Model bisnis adalah sesuatu yang menggambarkan dan menjelaskan mengenai


bisnis atau start-up itu sendiri dengan tujuan agar bisa membantu dalam
melakukan pertimbangan perubahan dan kemajuan bisnis secara professional.
Dalam buku Business Model You, dijelaskan bahwa model bisnis adalah
We defined business model as the logic by which an enterprise sustains itself
financially. Put simply, its the logic by which an enterprise earns its livelihood.
Seiring perkembangan waktu model bisnis juga mengalami perubahan bisnis.
Banyak indikator yang menyebabkan perubahan bisnis itu sendiri, mulai dari
teknologi, Internet, perilaku customer, sistem distribusi, trend market dan masih
banyak lagi. Perusahaan dan pelaku bisnis tidak bisa mengubah kondisi indikatorindikator yang ada. Sehingga mereka harus beradaptasi dan menyesuaikan dengan
kondisi yang ada. Oleh karena itu, mendefinisikan model bisnis sangat dibutuhkan.
Model bisnis Menggambarkan cara mewujudkan tujuan bisnis.

Setiap bisnis

memiliki model bisnis masing-masing


Untuk mengetahui bisnis model yang ada coba deskripsikan bisnis kita dari :
1. Siapa customer kita?
2. Apa yang kita lakukan untuk mewujudkan keinginan customer kita?

Model Bisnis Kanvas


Bisnis Model Kanvas adalah salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih
akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani. Dengan tool ini
kita seakan melihat bisnis dari gambaran besar namun tetap lengkap dan mendetail
apa saja elemen-elemen kunci yang terkait dengan bisnis kita. Dengan demikian
AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

kita bisa melihat gambaran utuh yang sangat membantu dalam menjawab
pertanyaan-pertanyaan seputar bisnis kita. Dengan mengevaluasi satu demi satu
elemen-elemen kunci kita jadi lebih mudah menganalisis apa yang kurang tepat,
dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis kita.
Alexander

Osterwalder

dalam

bukunya

Business

Model

Generation

menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk


menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model Canvas. Model Bisnis Kanvas
merupakan model bisnis yang dituang ke dalam visual gambar dan dibagi menjadi 9
Aspek Bisnis yang meliputi :
1. Customer segments
2. Value proposition
3. Channel
4. Customer relationship
5. Revenue stream
6. Key resources
7. Key activities
8. Key partners
9. Cost structure
Model bisnis digambarkan secara visual agar lebih mudah mengetahui keterkaitan
aspek perusahaan. Selain itu dengan mewujudkan kedalam visual berarti bisa
menyederhanakan aktivitas yang terlihat rumit.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

Gambar 1. Bisnis Model Kanvas


1. Customer : Mengetahui Customer Kita
Customer segment adalah kelompok target customer yang akan atau sedang
kita bidik untuk menjadi customer kita. Hal yang harus diperhatikan dalam
segmentasi customer adalah kita harus benar-benar bisa mendefinisikan secara
spesifik siapa segment target customer kita. Segmen target bisa dibedakan
berdasarkan hal-hal seperti:
1. Tingkat ekonomi (menengah, atas atau jika ingin lebih spesifik lagi dapat
disegmentasi berdasarkan pendapatan atau uang jajan bulanan target
customer kita);
2. Umur;
3. Komunitas tertentu (misalnya komunitas sepeda, komunitas pecinta hewan
tertentu atau komunitas ibu-ibu pengajian dll.);

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

4. Perilaku khusus dari target customer kita (misalnya reaksinya terhadap harga
barang, kadang ada perilaku tertentu yang malah suka dengan barangbarang mahal, ada juga yang benar-benar sensitif terhadap harga yang
murah dll.).
Dengan melakukan segmentasi ini kita akan lebih mengerti dan menangkap
kebutuhan khusus dan sifat-sifat target customer kita.

2. VALUE PROPOSITIONS : Apa yang Kita Tawarkan Dalam Bisnis ?

Gambar 2. Value Propositions


Value proposition atau mudahnya produk adalah hal yang ditawarkan ke target
customer kita. Misalnya kita menjual bahan makanan organik ke komunitas
vegetarian, menjual kreasi dari batik untuk anak muda atau menawarkan jasa
pelatihan bisnis ke mahasiswa dan UKM.
Dikatakan value proposition adalah agar kita tidak terjebak dengan istilah
produk yang selalu identik dengan barang, sementara value proposition tidak
selalu tentang barang, dia sifatnya lebih luas seperti jasa arsitek atau jasa
konsultasi dan pelatihan bisnis, atau jasa fotografi, bahkan gabungan produk
dan jasa seperti pemasangan kawat gigi, dll.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

3. CHANNELS : Saluran Distribusi


Selanjutnya, kita telah memiliki customer segment dan value proposition/produk
yang siap ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan customer. Sekarang adalah
bagaimana kita bisa memberikan produk/jasa yang customer butuhkan untuk
sampai ke tangan mereka?
Untuk menyampaikan value proposition ke customer kita perlu channel.
Channel adalah cara yang digunakan untuk memberikan value proposition kita
ke customer. Cara ini bisa sangat bermacam-macam tergantung dari segmen
customer yang kita bidik. Chanel ini adalah salah satu hal yang sangat perlu
diperhatikan, karena jika kurang tepat kita tidak dapat meraih target segmen
yang

diharapkan.

Channel

dapat

juga

disebut

bagaimana

cara

kita

menyampaikan produk kepada customer. Channel tersebut bisa berupa


penjualan langsung, melalui distributor, melalui tenaga marketing, bisa juga
melalui website, bisa melalui forum jual beli, ataupun media sosial laninnya
yang sedang berkembang dewasa ini.

Gambar 3. Channel
Macam-macam channel bisa dilakukan, semakin kreatif kita menciptakan
channel penjualan semakin besar peluang kita untuk unggul dalam persaingan
dan efektif dalam menjaring customer. Kunci dari pemilihan channel ini adalah
cara yang tepat untuk menyampaikan value propositions kepada segmen target
kita.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

4. CUSTOMER RELATIONSHIP : Seberapa dekat kita dengan customer kita.


Dalam customer relationship ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan, yaitu get,
keep dan grow. Get yaitu bagaimana cara kita memperoleh customer. Keep
adalah cara kita menjaga customer agar tetap setia berhubungan dengan kita
dan grow adalah cara kita membuat customer memberikan pendapatan lebih
kepada kita melalui sub product atau pelayanan yang kita berikan.
Customer relationship, merupakan wadah untuk terus berhubungan baik dan
mempererat
memberikan

hubungan
pelayanan

dengan
yang

customer
lebih

baik

kita.

Bagaimana

kepada

kita

customer

dapat
dengan

memperhatikan 3 (tiga) hal tersebut di atas. Banyak cara yang dapat dilakukan,
baik online maupun offline. Untuk pelayanan secara online Sebut aja website,
facebook, twitter, kaskus, thread dan forum, bbm, ym, whatsapp dll. Semua itu
bisa dijadikan sarana untuk menjalin hubungan dengan customer. Dengan
hubungan yang lancar tersebut kita dapat dengan mudah menyampaikan
sesuatu kepada customer misalnya mengenai produk baru, diskon, penawaran
khusus dll. Dan yang tidak kalah penting adalah kita bisa mendapatkan
informasi tentang apa yang menjadi keinginan dari customer kita. Selain itu,
kita dapat membangun hubungan secara offline (kegiatan secara fisik),
misalnya dengan mengadakan event-event tertentu atau gathering.
Dari empat elemen ini sebetulnya kita sudah bisa merancang dan mengevaluasi
apakah bisnis kita ini sudah tepat antara value proposition yang kita tawarkan,
segment target yang kita bidik dan channel yang digunakan. Semua faktor itu
harus selaras dan saling mendukung, keterkaitan dari semua faktor tersebut
adalah salah satu faktor kunci dalam keberhasilan bisnis kita.

5. REVENUE STREAMS (Pendapatan)

Quote:

"sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan

(revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal"

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

Revenue stream ini adalah salah satu yang sangat penting karena inilah nafas
yang membuat usaha kita tetap hidup. Kita sudah merancang dengan cermat
empat elemen yaitu value proposition (jasa/produk) yang akan ditawarkan,
penentuan target segmen (customer segment) yang akan dibidik, penentuan
channel penjualan dan menentukan bagaimana membangun hubungan dengan
customer (customer relationship). Pertanyaan berikutnya dan salah satu yang
terpenting adalah bagaimana bisnis kita bisa menghasilkan uang?
Pada

umumnya

bisnis,

terutama

perdagangan

menghasilkan

uang

dari

keuntungan penjualan, atau kadang disebut laba atau profit. Laba atau profit
adalah salah satu model revenue stream yang sederhana. Profit didapat dari
selisih semua pendapatan penjualan (omzet) dikurangi semua biaya. Sebagai
contoh, kita menjual makanan buka puasa seperti es teler, berarti profit secara
sederhana adalah semua uang dari penjualan dikurangi biaya bahan + upah
kerja + biaya listrik + sewa tempat + kemasan.
Namun demikian tidak semua model bisnis menghasilkan uang dari selisih
penjualan - biaya (profit) saja. Misalnya bisnis jasa. Model bisnis perusahaan
yang menawarkan jasa tentu tidak menghasilkan uang dari profit (saja) tapi
yang lebih utama adalah dari pembayaran atas jasa yang diberikan. Contoh
model bisnis jasa ini ada jasa konsultasi, jasa pembuatan desain arsitektur,
desain web, biro iklan, jasa fotografi produk dll. Ada juga beberapa model usaha
yang menghasilkan uang dari komisi, biaya iklan dan banyak model lain dari
revenue stream ini.
Syarat dari bisnis model yang bisa hidup adalah jelas bagaimana bisnis ini bisa
menghasilkan uang. Jadi jika kita ditawarkan bisnis lalu revenue stream

dari

bisnis tersebut tidak jelas bagaimana bisnis tersebut bisa menghasilkan uang,
maka ini bukan jenis bisnis yang bisa terus bernafas dan tumbuh. Sebuah bisnis
yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang
sangat jelas dan masuk akal.

6. KEY PARTNERS : Siapa partner anda?


AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

Sukses berbisnis tidak bisa sendirian, kita harus bekerjasama dengan banyak
pihak lainnya. Tentukan dari awal apakah bisnis kita memerlukan investor untuk
permodalan atau tidak. Apakah kita perlu mengadakan perjanjian kerjasama
khusus dengan distributor ataupun reseller? Serta siapa saja yang akan menjadi
supplier dalam bisnis kita ini.
Menggandeng partner yang melengkapi kemampuan yang kita miliki akan
meningkatkan peluang keberhasilan bisnis. Misalnya, kita sangat ahli membuat
makanan yang enak, cari partner yang bisa menjual makanan kita (marketing).
Misalnya kita kenal distributor suatu produk yang lebih murah, cari partner yang
bisa membuat website, untuk dijual online.
Pikirkan untuk menjalin kolaborasi dengan partner baik itu investor, supplier,
distributor maupun reseller.

7. KEY ACTIVITIES (Kegiatan Utama)


Dalam memulai bisnis kita harus dapat menentukan kegiatan utama apa saja
yang harus dilakukan dalam usaha menghasilkan value propositions dan
revenue stream. Kegiatan tersebut meliputu, produksi, selling dan support.
Misalnya kita bisnis makanan unik berbahan dasar tempe. Tentunya kegiatankegiatan yang perlu dilakukan antara lain dalam hal produksi adalah membeli
bahan-bahan, memasak (produksi), mengepak produk tersebut, lalu membuat
kemasan. Untuk hal selling dapat dilakukan promosi, iklan baik online maupun
offline.

Adapun

kegiatan

support

yang

berupa

membantu

penjualan,

mengadakan kerjasama seperti keagenan atau membuka peluang distributor


maupun reseller.

8. KEY RESOURCE (Sumber Daya Utama)


Key resource ini adalah syarat yang harus dipenuhi atau sumber daya utama
yang harus dimiliki untuk melakukan aktivitas utama bisnis kita, jika kita
kehilangan key resource ini bisnis tidak akan berjalan lancar. Suber daya ini
dapat berupa manusia, barang, bangunan, finansial, intelektual dll. Sebagai
AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

contoh, Anton membuka usaha kantin di deket kampus, maka key resource atas
bisnis Anton tersebut adalah sumber daya yang harus dimiliki agar kantin
tersebut jalan, seperti tempat usaha/gerai, pegawai dan juru masak, alat-alat
masak.

9. COST STRUCTURE
Semua usaha yang dilakukan memerlukan biaya, lakukan perhitungan secara
seksama, lalu putuskan apakah rencana rencana bisnis kita menguntungkan
atau tidak?
Mengetahui menguntungkan/tidaknya sebenarnya sederhana saja, kita dapat
merinci semua sumber daya yang dibutuhkan dan memperkirakan berapa
pendapatan yang akan diterima dengan harga yang sesuai. Lantas apakah
penghasilan kita lebih besar dari pengeluaran? Jika tidak berarti kita akan
merugi dan bisnis ini tidak layak dijalankan.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

III
BISNIS MODEL CANVAS
TEMAN CEPOT

1. CUSTOMER SEGMENTS
Dalam bisnis model Teman Cepot membatasi segmentasi pasarnya, yaitu :
a. Kantor
Segmentasi customer pertama yang dijadikan sasaran adalah karyawan
kantoran yang tentunya tidak memilki banyak waktu luang untuk
memasak. Selain itu, kehadiran Teman Cepot ini dapat meningkatkan
nafsu makan karna rasanya yng enak dan membuat ketagihan.
b. Kampus
Mahasiswa dan dosen selanjutnya menjadi target sasaran produk ini,
karena kebanyakan mahasiswa merupakan orang perantauan yang
tinggal di kos/kontrakan dengan fasilitas minim dapur. Penyajian yang
instan ini membuat mahasiswa tidak perlu repot-repot membeli dapur
mini dalam kamar yang akan menyempitkan kamar. Penggunaan teman
santap ini pun akan menghemat budget pengeluaran mereka sebagai
orang perantauan karena dapat bertahan lama sesuai penggunaan.
c. Distributor dan reseller
Kami pun membuka kesempatan bagi distributor dan reseller untuk
menjangkau masyarakat lainnya dalam mendapatkan makanan instan
dan bergizi ini.

2. VALUE PROPOSITIONS
AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

KEWIRAUSAHAAN
S2

BISNIS MODEL KANVAS

Salah satu elemen dari bisnis model kanvas ialah Value Propositions, yang
menilai seberapa jauh perusahaan dapat menawarkan produk atau layanan
yang berbeda dengan para pesaingnya. Tidak hanya berbeda tapi juga
memiliki nilai tinggi dan disukai customer. Value propositions yang dimiliki
model ini, antara lain :
a. Keunggulan Teman Cepot
Produk yang ditawarkan kami, merupakan makanan bergizi karena teri
medan sebagai bahan bakunya memiliki kandungan kalsium dan fluor
yang tinggi, baik untuk tulang dan gigi. Selain itu, customer tidak perlu
khawatir akan maraknya makanan yang mengandung zat-zat yang
berbahaya ada pada produk kami. Karena produk kami lulus izin Dinas
Kesehatan yang membuktikan bebas bahan-bahan kimia berbahaya.
Penyajian produk kami pun praktis, tinggal tuang menjadi teman santap
nasi, mie ataupun makanan lainnya.
Adapun untuk pembuatan produk ini selalu dibuat baru. Kita menentukan
jumlah tertentu dalam pembuatannya setiap minggu sesuai pesanan dan
perkiraan pesanan. Sehingga produk ini tetap fresh.
Selain itu, cara pembuatan yang higienis benar-benar diperhatikan dari
pencucian

alat-alat

masak,

pengolahan

hingga

pengemasannya.

Penggunaan bahan bakunyapun dipilih yang berkualitas. Untuk menjaring


berbagai customer, produk ini disediakan dalam berbagai level dari yang
tidak pedas sama sekali hingga yang paling pedas.
b. Pengiriman Cepat
Guna

menjaring

customer

dari

setiap

daerah

di

Indonesia,

kami

menyediakan layanan pengiriman yang cepat sesuai dengan ekspedisi


pengiriman yang ditunjuk. Pengiriman barang pun dilakukan pada hari
yang sama setelah konfirmasi pembayaran dilakukan.
c. Free Ongkir ke seluruh Indonesia bagi reseller dengan pembelian min. 100
pcs

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

Penawaran dan pelayanan terbaik bagi reseller untuk pembelian min.


100pcs. Hal ini dilakukan agar para reseller pun dapat menikmati
keuntungan dari berbisnis bersama kami.
d. Mudah dalam accessibility
Kemudahan akses menjadi factor penentu tingkat kecepatan dalam
pembangunan awareness dan penetrasi brand terhadap cutomer. Hal ini
disikapi melalui hadirnya Teman Cepot di mall-mall ataupun pusat oleholeh. Sehingga Teman Cepot menjadi solusi teman santap dimana saja
dan bergizi.

3. CHANNEL
Untuk dapat selalu terhubung ke berbagai customer yang ada dimana saja
dan dalam pengenalan serta peningkatan penjualn produk, kami melakukan
pemasaran secara online maupun offline. Penjualan online dapat dilakukan
melalui situs/forum jual beli seperti oxl dan berniaga, membuat lapak di
media kaskus ataupun media social seperti facebook, twitter dan path.
Untuk penjualan secara offline, kami memasarkannya langsung melalui geraigerai yang telah bekerja sama ataupun penjualan peer to peer dengan
penggunaan tester yang akan membuat calon customer yakin akan kelezatan
produk kami.

4. CUSTOMER RELATIONSHIPS
Membangun hubungan yang baik pun dilakukan untuk mendapatkan
customer yang baru dan mempertahankan customer yang telah ada
dilakukan

melalui

grup

yang

dibuat

di

media

social

agar

customer

mengetahui produk yang terbaru, mengadakan promo ataupun kuis kepada


cutomer. Kita pun dapat memintakritik dan saran atas produk kita untuk
pengembangan usaha.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

Selain itu, pelayanan personal, cepat tanggap dan ramah kepada setiap
customer dilakukan tanpa membeda-bedakannya agar mereka puas dengan
pelayanan yang diberikan.

5. REVENUE STREAMS
Aliran pendapatan didapatkan melalui penjualan Teman Cepot yang
dilakukan secara online maupun offline. Adapun pendapatan lainnya ddari
diskon yang diberikan oleh perusahaan ekspedisi pengiriman yang telah
bekerjasama.

6. KEY RESOUCES
Sumber daya utama dalam produksi Teman Cepot ini diklasifikasikan
menjadi 4 (empat) aspek, yaitu:
a. Physical
Sumber daya utama fisik yang dimiliki dalam membangun bisnis teman
Cepot ini antara lain berupa rumah sebagai tempat produksi, peralatan
masak dan peralatan packing. Adapun, laptop dan smartphone sebagai
sumber daya utama dalam hal pemasaran produk serta tranportasi
digunakan sebagai sumber daya utama dalam pembelian bahan baku
maupun distribusi/pengiriman produk.
b. Intelectual
Sumber daya intelektual yang dimilki adalah terkait hak paten dan merk
produk Teman Cepot serta lisensi izin dari Dinas Kesehatan.
c. Human
Tentunya usaha ini tidak akan dapat jalan dan berkembang tanpa manusia
yang menggerakkannya. Sehingga dalam produksi produk ini dibutuhkan
pegawai sebagai juru masak, pegawai packing, quality control untuk

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

memastikan hasil kemasan baik dan tidak ada yang rusak serta pegawai
pengiriman produk.
d. Financial
Tidak kalah penting, tidak ada bisnis tanpa modal financial. Dalam hal
produksi produk Teman Cepot ini modal yang digunakan adalah modal
sendiri yang dikumpulkan dari pembagian sama rata enam serangkai.

7. KEY ACTIVITIES
Kegiatan utama dalam bisnis ini dibagi menjadi 3(tiga) tahap, yaitu sebagai
berikut:
a. Produksi
Pada kegiatan produksi ini, proses yang dikerjakan antara lain pembelian
bahan baku, memasak dan mengolah bahan baku tersebut sehingga
menjadi makanan siap saji dan terakhir adalah pengemasan produk
menjadi produk yang menarik dan siap disajikan.
b. Selling
Kegiatan penjualan terdiri pemasaran secara online dan offline.
c. Support
Kegiatan support ini tidak lain adalah mencari customer baru dan
melakukan kerjasama dengan distributor maupun reseller.

8. KEY PARTNER
Partner utama yang terlibat dalam bisnis Teman Cepot adalah digolongkan
menjadi 2(dua) bagian, yaitu supplier dan selling partner. Supplier yang
berhubungan antara lain adalah pasar dan distributor penjualan gas LPG
untuk pembelian bahan baku serta toko toples, toko plastik dan percetakan
sebagai supplier untuk pengemasan.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

Adapun selling partner dalam bisnis ini antara lain adalah distributor, reseller
dan perusahaan ekspedisi pengiriman.

9. COST STRUCTURE
Biaya-biaya yang timbul dalam bisnis Teman Cepot antara lain adalah biaya
untuk pembelian bahan baku, pengemasan, pembayaran gaji pegawai,
pemakaian listrik, transportasi, tester untuk penjualan langsung dan biaya
ekspedisi pengiriman.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA

BISNIS MODEL KANVAS

KEWIRAUSAHAAN
S2

IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Bisnis model canvas merupakan tool yang memudahkan kita dalam merencanakan
bisnis baru dengan sembilan aspek yang dikemukakan oleh Alexander Osterwalder
yaitu, customer segments, value propositions, channel, customer relationships,
revenue streams, key resources, key activities, key partners serta cost structure.
Dengan menggambarkan dan memetakan rancangan bisnis kita pada bisnis model
kanvas, membantu kita dalam memulai, melihat rupa bisnis yang dimiliki dan
menganalisis model bisnis serta mengembangkan bisnis tersebut sesuai alurnya.
Bisnis model kanvas ini sangat memudahkan dalam melakukan keputusan untuk
melakukan langkah-langkah strategis untuk bisnis yang dijalani.

AKUNTANSI | IBI DARMAJAYA