Anda di halaman 1dari 9

STRUKTUR PEMROGRAMAN : KALANG FOR & VARIABEL

LARIK (ARRAY)
( Laporan Praktikum Pemrograman Komputer )

Oleh
NAMA : I Gede Boy Darmawan
NPM
: 0617041043

LABORATORIUM KOMPUTASI
JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS LAMPUNG
2007

LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL PERCOBAAN

: Struktur Pemrograman : Kalang For & Variabel


Larik (array)

TANGGAL PERCOBAAN : 20 Desember 2007


TEMPAT PERCOBAAN

: Laboratorium Komputasi

NAMA

: I Gede Boy Darmawan

NPM

: 0617041043

JURUSAN

: Fisika

FAKULTAS

: Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

KELOMPOK

: 6

Bandar Lampung, 20 Desember 2007


Mengetahui,
Asisten

ONE MEUS GINTING


NPM. 0517041057

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

..............................................................i

DAFTAR ISI

..............................................................ii

I TEORI DASAR

..............................................................1

II PROGRAM DAN PEMBAHASAN ..............................................................3


III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

..............................................................6

I TEORI DASAR

Perulangan yang pertama adalah for. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut
:
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai
pencacah )

Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut
harus diletakan didalam tanda kurung.
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai
pencacah )
{
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
}

Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah :


Inisialisasi

: merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk


variabel-variabel tertentu.

Syarat Pengulangan : memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini


yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau
dihentikan.
Pengubah Nilai Pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.
( Kadir,1995 )
Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang
lainnya. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut :

for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )


{
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah)
{
pernyataan / perintah;
}
}

Didalam penggunaan nested-for, perulangan yang didalam terlebih dahulu


dihitung hingga selesai, kemudian perulangan yang diluar diselesaikan.
( potts, 1997 )
Jenis gelungan yang ketiga ialah kenyataan for. Kenyataan for ini boleh lah
dikatakan sebagai lanjutan daripada kenyataan gelungan sebelum ini kerana
fungsinya dan

cara berfikirnya juga boleh dikatakan

sama. Cuma cara

penggunaannya yang agak berbeda. Formasi untuk kennyataan for adalah seperti
berikut. for (ekspresi-ekspresi permulaan ; ekspresi-ekspresi syarat ; ekspresiekspresi gelungan)
Penerangan:
formula1
- adalah pemula(initialize) satu pemboleh ubah. Di sini juga boleh dibuat
deklarasi
cth:

dan

juga

pemula

secara

serentak.

for ( int i = 0; .....;......)

formula2
- adalah syarat untuk menyebabkan gelungan digerakkan selagi syarat ini benar.
cth:

for (....; i < 8 ; ...)

formula3
- adalah operator pengisian.
cth:

for (.....; .....; i++)

( Raharjo, 2007 )

II PROGRAM DAN PEMBAHASAN

1. Kalang FOR untuk perulangan


#include <iostream.h>
main()
{
int i;
for (i=1; i<=20; i++) {
cout << "kalang ke-" << i <<
endl;
}
}

Pada program ini kita melakukan pengulangan dengan menggunakan for. Dari
program diatas jika kita menjalankannya maka akan terjadi pengulangan dari nilai
i = 1 sampai nilai i = 20 dengan penambahan nilai satu-satu. Dengan adanya
struktur i++ pada program artinya program akan menambahkan nilai i sebanyak
nilai i tersebut.
2. Kalang FOR bertingkat: Tabel Perkalian
#include <iostream.h>
#include <iomanip.h>
main()
{
for (int i=1; i<=10; i++) {
for (int j=1; j<=10; j++) {
cout << setw(5) << i*j;
}
cout << endl;
}

Program diatas merupakan program yang menggunakan struktur for bertingkat


artinya menggunakan for didalam for. Terlihat dalam program setelah for yang
pertama kemudian mulai lagi dengan for yang kedua. Dari program diatas dapat
diperhatikan bahwa struktur for yang pertama menunjukkan nilai baris dan
struktur for yang kedua menunjukkan nilai kolom sehingga apabila program
tersebut dijalankan maka akan menampilkan suatu bentuk tabel perkalian antara
baris dengan kolom.

III KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum pemrograman yang telah dilakukan maka dapat diambil


kesimpulan sebagai berikut :
1. Struktur for dapat menginisialisasi : merupakan bagian untuk memberikan nilai
awal untuk variabel-variabel tertentu.
2. Struktur for dapat memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini
yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.
3. Struktur for sebagai Pengubah Nilai Pencacah : mengatur kenaikan atau
penurunan nilai pencacah.
4. Struktur for dapat digunakan untuk membuat suatu program larik/array seperti
membuat tabel perkalian.
5. Struktur for merupakan struktur pemrograman yang memberikan syarat untuk
mengeksekusi suatu blok program.

DAFTAR PUSTAKA

Raharjo, Budi. 2007. Pemrograman C++. Bandung : Infromatika

Potts, Steve & Clayton Walnum. 1997. Dasar-Dasar Pemrograman Borland C+


+. Yogyakarta : ANDI and Simon & Schuster (Asia) Pte.Ltd.

Kadir, Abdul. 1995. Pemrograman C++ . Yogyakarta : ANDI