Anda di halaman 1dari 16

Kelompok 5

1. Firsa Anggia Hardana (14.0102.0033)


2.
3.

Bab 8

Anggaran untuk
Perencanaan dan
Pengendalian

PERENCANAAN
Perencanaan

adalah pandangan ke depan untuk melihat tindakan apa yang seharusnya dilakukan agar

dapat mewujudkan tujuan tujuan tertentu. Sedangkan pengendalian adalah melihat kebelakang,menentukan apakah
yang sebenarnya telah terjadi, dan membandingkan dengan hasil yang direncanakan sebelumnya. Sehingga para
manejer dapat menggunakan perbandingan tersebut untuk menyusun anggaran yang sesuai dimasa depan.

Beberapa definisi Perencanaan oleh para ahli


1. Cuningham menyatakan bahwa Perencanaan adalah menyeleksi dan
menghubungkan fakta, asumsi, dan imajinasi untuk masa yang akan dengan tujuan
memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan, dan
perilaku dari batas-batas yang dapat di terima.
2. Kaufman mengatakan bahwa Perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa
yang dibutuhkan dalam rangka untuk mencapai secara sah dan berdaya guna.
3. Asnawir menyatakan, Perencanaan adalah kegiatan yang harus di lakukan pada
tingkat permulaan dan merupakan aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian
tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud dan tujuan yang ingin di capai.

PENGENDALIAN atau PENGAWASAN


Pengendalian adalah
Suatu proses pendelegasian tanggung jawab dan wewenang untuk
suatu aktivitas manjemen dalam menopang usaha-usaha atau sarana
dalam rangka menjamin hasil-hasil yang memuaskan.
Atau, bisa juga,
Semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya
memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan perencanaan.

ANGGARAN (Budget) & PENGANGGARAN


(Budgeting)
Beberapa pengertian dari Anggaran
Suatu alat untuk perencanaan dan pengawasan operasi keuntungan
dalam suatu organisasi laba dimana tingkat formalitas suatu budget
tergantung besar kecilnya organisasi.
Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang
meliputi seluruh kegiatan perusahaan. Yang di nyatakan dalam unit atau
kesatuan moneter dan berlaku jangka waktu tertentu atau akan datang.

Sedangkan Penganggaran (Budgeting)


adalah
Perencanaan keuangan perusahan yang dipakai sebagai dasar
pengendalian (pengawasan) keuangan perusahaan untuk periode yang
akan datang.
Dalam Penganggaran menunjukkan suatu proses, terjadi sejak tahap
persiapan yang diperlukan sebelum di mulainya penyusunan rencana,
pengumpulan berbagai data dan data informasi yang diperlukan.
Pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencana itu sendiri, adalah
implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap
pengawasan dan evaluasi dari hasil-hasil perencanaan tersebut.

Fungsi dari suatu Anggaran adalah


Sebagai peranan dalam suatu perusahaan yang bertujuan sebagai alat untuk
membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi,
pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk
tujuan yang telah ditetapkan.

Tujuan Pokok Anggaran

Memprediksi transaksi dan kejadian finansial serta non finansial di masa yang
akan datang

Mengembangkan informasi yang akurat dan bermakna bagi penerima


anggaran.

Manfaat Penganggaran bagi manajemen

Angka laba yang dikehendaki oleh perusahaan.

Sumber daya yang diharapkan dapat dihasilkan atau digunakan


selama periode
anggaran yang akan datang.

Memberikan landasan untuk pengambilan keputusan alternatif yang


terbaik.

Jenis jenis Anggaran :


1. Anggaran Inkremental (Inkremental Budget)
2. Anggaran Berbasis Nol (Zero-Based Budget)
3. Anggaran Statik (Statik Budget)
4. Anggaran Fleksibel (Flexibel Budget)

Anggaran Inkremental (Incremental Budget)


Yaitu metode anggaran yang hanya mempertimbangkan perubahan
sumber daya dari anggaran tahun sebelumnya. Dalam hal ini anggaran
sebelumnya, berfungsi sebagai landasan bagi penganggaran sumber
daya inkremental.
Keunggulan ancangan inkremental adalah bahwa ancangan ini
menyederhanakan proses penganggaran dengan hanya
memperhitungkan kenaikan berbagai pos anggaran.
Kelemahannya adalah bahwa pemborosan dan in-efisiensi dapat
menumpuk dari tahun ke tahun tanpa pernah diketahui.

Contoh Anggaran Inkremental


PT Safira Prima
Anggaran Inkremental untuk Tahun 2014
Kenaikan Gaji
Posisi Penyelia baru
Posisi Manajerial baru
Kenaikan anggaran operasional
Program riset baru
Jumlah

Rp. 8.000.000
Rp. 15.000.000
Rp. 28.000.000
Rp. 54.000.000
Rp. 3.500.000
Rp.108.500.000

Anggaran ini mengindikasikan bahwa perusahaan membutuhkan tambahan dana


sebanyak
Rp 108.500.000 di atas anggaran tahun sebelumnya. Misalnya anggaran tahun
sebelumnya 200 juta berarti anggaran tahun sekarang adalah Rp 200.000.000 + Rp
108.500.000 = Rp 308.500.000

Anggaran Basis Nol (Zero-Based Budget)


Adalah sistem anggaran yang di dasarkan pada perkiraan kegiatan, bukan pada yang
telah dilakukan dimasa lalu. Setiap kegiatan akan dievaluasi secara terpisah. Ini berarti
berbagai program dikembangkan dalam visi pada tahun yang bersangkutan.
Contoh :

PT X
Anggaran basis Nol
Aktivitas
Manajemen mutu
Sist.data bisnis
Pantau lingkungan
Hubungan Media
Pendidikan 45

Skor prioritas
100
98
95
65

Jumlah Anggaran

400.000
550.000
215.000
78.000
340.000 1

Jumlah karyawan

2
3
3
4

Anggaran ini dapat di pakai untuk menetapkan prioritas pengeluaran. Prioritas paling rendah kemungkinan dapat di hapus
untuk memangkas biaya operasinya.

Anggaran static (Static Budget)


Anggaran yang sifatnya tetap begitu anggaran tersebut disusun. Tidak disesuaikan dengan pengaruh
perubahan produksi.
Contoh :

PT X
Anggaran Tahun 2009
Rekening
Gaji Auditor Rp 44.000.000
Keperluan kantor Rp 9.200.000
Pelatihan Auditor Rp 16.320.000
Jumlah anggaran Rp 69.520.000

Anggaran

Pengeluaran sesungguhnya Rp 70.000.000


Selisih tidak menguntungkan Rp
480.000
Anggaran tidak berubah sepanjang tahun berjalan. Hasil aktual dibandingkan dengan biaya anggaran. Pengeluaran yang melebihi anggaran
disebut selisih tidak menguntungkan dan sebaliknya.

Anggaran Fleksibel (Flexibel Budget)


Anggaran ini mengaitkan volume aktifitas dengan jumlah rupiah yang
di anggarkan. Anggaran ini untuk bermacam-macam aktifitas.

Contoh:
PT X
Anggaran fleksibel
Unit produksi
Biaya Variabel :

1000

2000

BTKL (400/unit)
Rp 400.000
Listrik(50/unit)
50.000
Jumlah biaya variable
450.000

Rp 800.000
100.000
900.000

Biaya tetap :
Gaji Rp 220.000 Rp 220.000
Listrik
10.000
Jumlah biaya tetap
230.000

10.000

Jumlah biaya Departemen Rp 680.000

230.000
Rp 1.130.000