Anda di halaman 1dari 8

Perubahan Fisiologi dan Psikologis pada Masa Kehamilan

Perubahan Fisiologi dan Psikologis


pada Masa Kehamilan

LEDY TUNJUNG SARI (201204054)


PRODI D-IV BIDAN PENDIDIK
STIKES KARYA HUSADA
PARE KEDIRI
2013
1.1

Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya diagnosis kehamilan
tidak dapat diabaikan (Cunningham, etc) alih bahasa Hartono, dkk, 2006 : 23).

1.2
1.2.1
1.

Tanda Tanda Kehamilan


Gejala Kehamilan Tidak Pasti :
Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau
dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan
usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal
kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama
haid terakhir.

2. Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan.
3. Mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal yang lain.
4. Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal.
5. Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.
6.

Kadang kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan bulan awal
kehamilan.

7. Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.

1.2.2

Tanda Kehamilan Pasti :

1. Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi diatas minggu
ke 12 kehamilan.
2. Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
3. Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.
4. Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.
5. Tes kehamilan memberikan hasil positif.
6. Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.
7. Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.
8. Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.
9. Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.
1.3
1.

Perubahan Perubahan Fisiologi


Rahim atau Uterus
Perubahan fisiologis selama kehamilan pada uterus adalah uterus akan membesar pada bulan
bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. Berat
uterus normal 30 gram, pada akhir kehamilan (40 minggu) menjadi 100 gram, dengan panjang
20 cm dan dinding 22,5 cm. Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan
sangat penting diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil
fisiologik, atau hamil ganda, atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya
(Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 89). Sumber lain juga menyebutkan "rahim yang
semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertropi dan hiperflasia
sehingga beratnya menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan" (Manuaba, 1998 : 106).

2.

Serviks uteri
Perubahan fisiologis selama kehamilan pada serviks uteri terjadi juga karena pengaruh hormon
estrogen. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi maka
konsistensi serviks menjadi lunak (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 89).

3.

Vagina dan Vulva


Perubahan fisiologis selama kehamilan pada vagina dan vulva juga terjadi akibat hormon
estrogen yang mengalami perubahan. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan

vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (livide). Tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna
porsiopun tampak livide (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95).
4.

Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai terbentuknya
plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu. korpus luteum graviditatis berdiameter kira-kira 3
cm. Kemudian mengecil setelah plasenta terbentuk (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 :
95).

5.

Mamma
Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatomammotropin, estrogen, dan
progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan air susu. Dibawah pengaruh progesteron dan
somatomammotropin terbentuk lemak disekitar kelompok-kelompok alveolus sehingga mamma
menjadi lebih besar. Papila mamma akab lebih membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam,
seperti seluruh aerola mamma karena hiperpigmentasi (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 :
95). Sumber lain menyebutkan "sedikit pembesaran payudara, peningkatan sensitivitas dan ras
geli mungkin dialami khususnya oleh primigravida, pada kehamilan minggu ke-4. Cairan yang
jenrnih ditemukan dalam payudara pada usia kehamilan 4 minggu dan kolostrum dapat diperah
keluar pada usia kehamilan16 minggu (Farrer, 2001 : 64).

6.

Sirkulasi Darah
Perubahan fisiologis selama kehamilan pada terjadi pula pada sirkulasi darah. Perubahan
sirkulasi darah ini terjadi akibat adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang terus membesar
dengan pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lainnya yang memang berfungsi
berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu bertambah secara fisiologik dengan adanya
pencairan darah yang disebut hidremia. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%,
dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak
kira-kira 30% (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).

7.

Sistem Respirasi
Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak
dan pendek napas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus
tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa
bergerak. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%, seorang wanita
hamil selalu bernafas lebih dalam (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).

8.

Traktus digestivus
Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nusea). Mungkin ini akibat kadar
hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus menurun, sehingga motilitas
seluruh traktus digestivus juga berkurang. Tidak jarang dijumpai pada bulan-bulan pertama
kehamilan gejala muntah (emesis). Biasanya terjadi pada pagi hariyang dikenal sebagai morning
sickness (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).

9.

Traktus Urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai
membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan
bila uterus gravidarum keluar dari rongga panggul. Pada akhir kahamilan bila kepala janin mulai
turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung
kencing mulai tertekan kembali (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 97.

10. Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini
disebabkan oleh pengaruh melalnophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. Di daerah
leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama, juga di daerah aerola mamma. Linea alba pada
kehamilan menjadi hitam, dikenal dengan linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolaholah retak-retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan, disebut striae albikantes
(Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96). Sumber lain menyebutkan "pigmentasi yang lebih
gelap terjadi pada puting dan aerola mammae, wajah (kloasma-topeng kehamilan) dan garis
tengah abdomen (dari bagian atas umbilikus hingga rambut pubis)-linea nigra (Farrer, 2001 : 65).
11. Metabolisme dalam Kehamilan
Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi, sistem endokrin juga meninggi, dan
tampak lebih jelas kelenjar gondoknya (glandula tireoidea) (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo,
2005 : 98). Secara umum dampak dari metabolisme ini akan terjadi kenaikan berat badan. Berat
badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6,5-16,5 kg rata-rata 12,5 kg. Kenaikan berat
badan ini terutama terjadi dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kenaikan berat badan ini
disebabkan oleh hasil konsepsi (fetus, plasenta, dan likuor amnii) dan dari ibu sendiri (uterus dan
mamma yang membesar, volume darah yang meningkat, lemak dan protein lebih banyak dan
akhirnya adanya retensi air) (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 98).
12. Edema

Edema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal fisiologis. Namun bila
disertai edema di tubuh bagian atas seperti muka dan lengan, terutama bila diikuti peningkatan
tekanan darah, maka dapat dicurigai adanya preeklamsia (Manjoer, dkk, 2001 : 258).
13. Tulang dan Gigi
Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen-ligamen melunak (softening). Juga
terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian. Apabila pemberian makanan tidak dapat
memenuhi kebutuhan janin, kalsium maternal pada tulang-tulang panjang akan berkurang untuk
memenuhi kebutuhan ini. Bila konsumsi kalsium cukup, gigi tidak akan kekurangan kalsium
(Mochtar, 1998 : 38).
1.4
1.4.1

Perubahan perubahan Psikologis


TRIMESTER I
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian terhadap kenyataan
bahwa ia sedang mengandung. Sebagian besar wanita merasa sedih dan ambivalen tentang
kenyataan bahwa ia hamil.
Perasaan ambivalen ini biasanya berakhir dengan sendirinya seiring ia menerima
kehamilannya, sementara itu, beberapa ketidaknyamanan pada trimester pertama, seperti mual ,
kelemahan, perubahan nafsu makan, kepekaan emosional, semua ini dapat mencerminkan
konflik dan defresi yang ia alami dan pada saat bersamaan hal-hal tersebut menjadi pengingat
tentang kehamilannya.
Trimester pertama sering menjadi waktu yang menyenangkan untuk melihat apakah
kehamilan akan dapat berkembang dengan baik. Hal ini akan terlihat jelas terutama pada wanita
yang telah beberapa kali mengalami keguguran dan bagi para tenaga kesehatan profesional
wanita yang cemas akan kemungkinan terjadi keguguran kembali atau teratoma. Berat badan
sangat bermakna bagi wanita hamil selama trimester pertama. Berat badan dapat menjadi salah
satu uji realitas tentang keadaannya karena tubuhnya menjadi bukti nyata bahwa dirinya hamil.
Pembuktian kehamilan dilakukan berulang-ulang saat wanita mulai memeriksa dengan
cermat setiap perubahan tubuh, yang merupakan bukti adanya kehamilan. Bukti yang paling kuat
adalah terhentinya menstruasi.
Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi antara wanita yang satu dan yang
lain. Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual, tetapi secara umum

trimester pertama merupakan waktu terjadinya penurunan libido dan hal ini memerlukan
komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangan 4 masing-masing. Banyak wanita
merasakan kebutuhan kasih sayang yang besar dan cinta kasih tanpa seks. Libido secara umum
sangat dipengaruhi oleh keletihan, nausea, depresi, payudara yang membesar dan nyeri,
kecemasan, kekhawatiran, dan masalah-masalah lain merupakan hal yang sangat normal terjadi
pada trimester pertama.
a. Merasa tidak sehat dan benci kehamilannya.
b. Selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya.
c. Mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil.
d. Mengalami gairah seks yang lebih tinggi tapi libido turun.
e. Khawatir kehilangan bentuk tubuh.
f. Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga.
g. Ketidakstabilan emosi dan suasana hati.
h. Mencari tanda-tanda untuk meyakinkan bahwa dirinya hamil
i.

Hasrat untuk melakukan hubungan seks pada trimester pertama berbeda2, kebanyakan wanita
hamil mengalami penurunan pada periode ini
Pada trimester I atau bulan-bulan pertama ibu akan merasa tidak berdaya dan merasa
minder karena ibu merasakan perubahan pada dirinya. Segera setalah konsepsi kadar hormon
estrogen dan progesterone meningkat, menyebabkan mual dan muntah pada pagi hari, lemah,
lelah dan pembesaran payudara

1.4.2

TRIMESTER II
Trimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni periode ketika
wanita merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil.
Namun, trimester kedua juga merupakan fase ketika wanita menelusur ke dalam dan paling
banyak mengalami kemunduran.
Trimester kedua sebenarnya terbagi atas dua fase: pra-quickening dan pasca-quickening.
Quickening menunjukkan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah, yang menjadi dorongan
bagi wanita dalam melaksanakan tugas psikologis utamannya pada trimester kedua, yakni
mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya sendiri, yang berbeda dari ibunya.

Pada trimester kedua, mulai terjadi perubahan pada tubuh. Orang akan mengenali Anda
sedang hamil . Sebagian besar wanita merasa lebih erotis selama trimester kedua, kurang labih
80% wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibanding pada
trimester pertama dan sebelum hamil. Trimester kedua relatif terbebas dari segala
ketidaknyamanan fisik, dan ukuran perut wanita belum menjadi masalah besar, lubrikasi vagina
semakin banyak pada masa ini, kecemasan, kekhawatiran dan masalah masalah yang
sebelumnya menimbulkan ambivalensi pada wanita tersebut mereda .
Selain itu tanda tanda lain adalah :
Ibu sudah mulai merasa sehat dan mulai bisa menerima kehamilannya.
Mulai merasakan gerakan bayi dan merasakan kehadiran bayi sebagai seseorang di luar dirinya.
Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban.
Libido dan gairah seks meningkat.
Ibu merasakan adanya perubahan pada bentuk tubuh yang semakin membesar sehingga ibu
merasa tidak menarik lagi dan merasa suami tidak memperhatikan lagi
Ibu merasakan lebih tenang dibandingkan dengan timester I karena nafsu makan sudah mulai
timbul dan tidak mengalami mual muntah sehingga ibu lebih bersemangat
Biasanya ibu lebih bisa menyesuaikan diri dengan kehamilan selama trisemester ini dan ibu mulai
merasakan gerakan janinnya pertama kali.
1.4.3

TRIMESTER III
Trimester ketiga sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Pada
periode ini wanita mulai menyadari kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah sehingga ia
menjadi tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ada perasaan was-was mengingat bayi dapat
lahir kapanpun. Hal ini membuatnya berjaga-jaga sementara ia memperhatikan dan menunggu
tanda dan gejala persalinan muncul.
Trimester ketiga merupakan waktu, persiapan yang aktif terlihat dalam menanti kelahiran
bayi dan menjadi orang tua sementara perhatian utama wanita terfokus pada bayi yang akan
segera dilahirkan. Pergerakan janin dan pembesaran uterus, keduanya menjadi hal yang terus
menerus mengingatkan tentang keberadaan bayi. Wanita tersebut lebih protektif terhadap
bayinya. Sebagian besar pemikiran difokuskan pada perawatan bayi. Ada banyak spekulasi
mengenai jenis kelamin dan wajah bayi itu kelak. Sejumlah ketakutan muncul pada trimester
ketiga. Wanita mungkin merasa cemas dengan kehidupan bayi dan kehidupannya sendiri.

Seperti: apakah nanti bayinya akan lhir abnormal, terkait persalinan dan pelahiran (nyeri,
kehilangan kendali, hal-hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa ia akan
bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah
organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan bayi.
Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia mengantisipasi hilangnya perhatian dan hak
istimewa khusus lain selama kehamilan, perpisahan antara ia dan bayinya yang tidak dapat
dihindari, dan perasaan kehilangan karena uterusnya yang penuh secara tiba-tiba akan
mengempis dan ruang tersebut menjadi kosong. Depresi ringan merupakan hal yang umum
terjadi dan wanita dapat menjadi lebih bergantung pada orang lain lebih lanjut dan lebih menutup
diri karena perasaan rentannya.
Wanita akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang
akhir kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek, berantakan, dan memerlukan dukungan yang
sangat besar dan konsisten dari pasangannya. Pada pertengahan trimester ketiga, peningkatan
hasrat seksual yang terjadi pada trimester sebelumnya akan menghilang karena abdomennya
yang semakin besar menjadi halangan. Alternatif untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau
dapat 6 Menimbulkan perasaan bersalah jika ia merasa tidak nyaman dengan cara-cara tersebut.
Berbagi perasaan secara jujur dengan pasangan dan konsultasi mereka dengan anda menjadi
sangat penting.
Perubahan lainnya adalah :

Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.

Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi yang tidak normal.

Semakin ingin menyudahi kehamilannya.

Tidak sabaran dan resah.

Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya.

Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya.