Anda di halaman 1dari 23

Presentasi Kasus

DHF GRADE II

Oleh:
Rafika Alifyana Heri
C 111 11 814
BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM SUB DIVISI INFEKSI TROPIS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR 2016

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Nn. V
Umur
: 22 tahun
Alamat
: Makassar
Pekerjaan
: Mahasiswa
Agama
: Islam
Rumah Sakit
: RS.WS Lontara 1 AB K4/III/5
Rekam Medik
: 749335
Tanggal masuk RS : 13 maret 2016

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA

: Demam

RiWAYAT PENYAKIT SEKARANG :

Demam dirasakan terus menerus sejak 3


hari sebelum masuk rumah sakit, disertai sakit
kepala. Menggigil tidak ada, mimisan ada 2 hari
sebelum masuk rumah sakit frekuensi 2x
Riwayat
mimisan
sebelumnya
disangkal,
perdarahan gusi ada 3 hari setelah di rawat di
RS (tanggal 16 maret 2016) Riwayat perdarahan
gusi sebelumnya disangkal. nyeri ulu hati tidak
ada, mual dan muntah tidak ada, BAB dan BAK
lancar.

Riwayat meminum obat penurun


panas ada, paracetamol, merasa membaik
tetapi muncul lagi demam dan nyeri
kepala. Riwayat Demam berdarah tidak
ada, tifoid tidak ada, riwayat sakit tulang
tidak ada, riwayat sakit maag tidak ada,
riwayat dari daerah endemik tidak ada,
riwayat malaria tidak ada. Riwayat
keluarga/kerabat menderita DBD tidak
ada.

PEMERIKSAAN FISIK
Ku
: sakit sedang/gizi baik/compos
mentis
Tandal Vital
BP
: 120/80mmhg
HR

RR
Temp

: 100x/menit (reguler, kuat angkat)

: 20x/menit
: 38,2 c (axilla)

Kepala
Konjungtiva anemis (-)
Sklera Ikterus (-)

Leher
Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening
DVS R+ 2 cm H2O

Thorax
I
P
P
A

:
:
:
:

simetris , kiri sama dengan kanan


massa tumor (-), nyeri tekan(-)
Sonor
BP vesikular, ronkhi -/- wheezing -/-

JANTUNG
I : ictus cordis tidak tampak.
P : ictus cordis tidak teraba
P : pekak, batas jantung dalam batas normal
A : BJ I dan II murni reguler
Abdomen
I : Datar , ikut gerak napas.
A : peristaltik normal
P : Nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba.
P : tympani
Extremitas : akral hangat, udem tidak ada. Rumple
leed test (+)

Pemeriksaan penunjang
13/03/201
6

14/03/2016

15/03/201
6

Nilai rujukan

WBC

3.300 /uL

2.990 /uL

5.040 /uL

4000-10.000/uL

RBC

4.320.000 /
uL

3.930.000 /uL

4.180.000 /
uL

4.006.00x10^6/uL

HGB

12,6 g/dl

11,4 g/dl

12,3 g/dl

12-16 gr/dl

HCT

38 %

34,3%

36,7%

37-48 %

PLT

77.000/uL

78.000 /uL

39.000 /uL

150.000400.000/uL

PT

10,7 detik

10-14 detik

INR

1,03

APTT

29,1 detik

22-30 detik

SGOT

35 U/L

<38 U/L

SGPT

11 U/L

<41 U/L

Dengue

Positif

DIAGNOSIS DAN TERAPI


DAFTAR

MASALAH

DHF grade 2
S: Demam terus menerus , Sakit
kepala, sakit2/nyeri badan , Mual
tidak ada, muntah tidak ada,
Mimisan ada sejak 2 hari SMRS
frekuensi 3 kali , perdarahan gusi
ada di hari ke 6 demam (hari ke 3
perawatan RS
O : Rumple leed (+) , NS1 (+) , PLT
39.000 /uL

Terapi

Infus Ringer Laktat


40 tetes/menit
Paracetamol 500
mg/8 jam/oral
Banyak minum
4liter/hari
Tirah Baring
( istirhat)
Diet makanan
Plan
biasa
Periksa DR per hari
Transfusi TC 6 bag
Observasi tanda
vital dan tanda
perdarahan

TINJAUAN PUSTAKA
DHF GRADE 2

DEFINISI

Demam dengue / DF dan demam


berdarah dengue / DBD (DHF) adalah
penyakit infeksi yang disebabkan oleh
virus dengue , yang termasuk dalam
genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae
yang ditularkan melalui vektor nyamuk
genus Aedes (terutama A. aegypti dan A.
albopictus).

EPIDEMIOLOGI

Demam berdarah dengue tersebar


diwilayah Asia Tenggara, Pasifik barat
dan
Karibia.
Indonesia
merupakan
wilayah endemis dengan sebaran di
seluruh wilayah tanah air. Insiden DBD di
Indonesia antara 6 hingga 15 per
100.000 penduduk (1989 hingga 1995),
dan pernah meningkat tajam saat
kejadian luar biasa hingga 35 per
100.000 penduduk pada tahun 1998.

PATOGENESIS

KRITERIA DIAGNOSTIK
Demam 2-7
hari

manifestasi
perdarahan

trombositop
enia

Plasma
leakage

KLASIFIKASI DERAJAT
DD/DH
F

DERAJ
AT

DD

GEJALA

LABORATORIUM

Demam disertai 2 atau lebih tanda:


sakit kepala, nyeri retro-orbital,

mialgia, artralgia

Leukopenia
Serologi
Trombositopeni
dengue
a, tidak
positif
ditemukan
bukti kebocoran
plasma

DHF

Gejala diatas ditambah uji bendung


positif

Trombositopenia
(<100.000/uL),
bukti ada
kebocoran plasma

DHF

II

Gejala diatas ditambah perdarahan


spontan

Trombositopenia
(<100.000/uL),
bukti ada
kebocoran plasma

DHF

III

Gejala diatas ditambah kegagalan


sirkulasi

Trombositopenia
(<100.000/uL),
bukti ada
kebocoran plasma

PENATALAKSANAAN

PROTOKOL 1 : PENANGANAN
TERSANGKA DHF DEWASA TANPA SYOK

PENATALAKSANAAN

PROTOKOL 2 : PEMBERIAN CAIRAN PADA


TERSANGKA DBD DEWASA DI RUANG
Suspek DBD
RAWAT
Perdarahan spontan
(-) syok (-)

Hb, Ht normal
Tromb
<100.000
Infus kristaloid
Cek Hb, Ht,
Tromb tiap 24
jam

Hb, Ht meningkat 1020%


Tromb <100.000
Infus kristaloid
Cek Hb, Ht, Tromb
tiap 12 jam

Volume cairan kristaloid perhari :


1500+20x (BB-20)

Hb, Ht
meningkat
>20%
Tromb
<100.000
Protokol
pemberian
cairan DBD
dengan HT
meningkat
>20%

PENATALAKSANAAN

PROTOKOL 3 : PENATALAKSANAAN DHF


DENGAN PENINGKATAN HT >20%

PENATALAKSANAAN

PROTOKOL 4 : PENATALAKSANAAN PERDARAHAN


SPONTAN PADA DBD DEWASA
MANIFESTASI PERDARAHAN SPONTAN ,
SYOK (-)

KID (+)
Transfusi komponen darah:
PRC (Hb<10 g/dl)
FFP
TC (tromb <100.000)
Heparinisasi 5000-10000/24 jam
drip
Pemantauan Hb, Ht, Tromb tiap 46 jam
Ulang pemeriksaan hemostasis 24
jam kemudian
Cek APTT tiap hari, target 1,5-2,5

KID (-)
Transfusi komponen darah:
PRC (Hb<10 g/dl)
FFP
TC (tromb <100.000)
Pemantauan Hb, Ht, Tromb tiap
4-6 jam
Ulang pemeriksaan hemostasis
24 jam kemudian

PENATALAKSANAAN

PROTOKOL 5 : PENATALAKSANAAN SINDROM


SYOK DENGUE PADA DEWASA

DAFTAR PUSTAKA

C. Aryhu. Demam Berdarah Dengue:


Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor
Risiko Penularan. Aspirator vol 2. 2010.

TERIMA KASIH