Anda di halaman 1dari 61

PENCARI NAFKAH UTAMA KELUARGA

DENGAN STRES MASALAH EKONOMI


SEBAGAI
FAKTOR
PENCETUSNYA
PADA KELUARGA FUNGSIONAL YANG
BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN
SEHAT

Suci Eria

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S
Umur : 45 tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Pekerjaan
: Wiraswasta
Status
: Janda
Agama
: Islam
Suku bangsa
: Jawa/Indonesia
Alamat
: Pringgokusuman, GT II/555 RT 33 RW
08
No. Rekam Medis : 03.00536
Tanggal kunjungan ke Puskesmas terakhir : 18
Desember 2015

ANAMNESIS HOLISTIK (AUTOANAMNESIS)

1. Keluhan utama : Nyeri kepala sebelah kiri.

2. Riwayat penyakit sekarang


Pasien datang ke Puskesmas Gedontengen dengan keluhan utama nyeri
kepala berdenyut di sebelah kiri kambuh-kambuhan dirasakan sejak 3
hari yang lalu. Nyeri kepala ini sudah lama dialami pasien. Keluhan
muncul tak menentu dengan frekuensi 2-3 kali seminggu bahkan
terdapat periode bebas serangan 1-2 minggu dengan durasi nyeri
kepala 3 jam sampai 1 hari jika tidak diobati. Kualitas nyeri kepala
dengan VAS adalah 7. Nyeri kepala mncul ketika pasien dibangunkan
dari tidurnya, kurang tidur, banyak tidur dan ketika pasien stres
memikirkan suatu masalah. Nyeri dirasakan berat sehingga
mengganggu aktivitas. Nyeri bertambah ketika pasien tetap
beraktivitas dan kena cahaya silau, namun nyeri berkurang ketika
beristirahat da minum paramex. Mual, muntah, pandangan kabur dan
demam disangkal. Pasien tidak mengeluh seperti melihat titik atau
garis hitam. Keluhan tengkuk tegang atau nyeri dan nyeri disekitar
mata serta kelemahan anggota gerak disangkal.

3. Riwayat penyakit dahulu


a. Pasien menderita migren pertama kali ketika berusia 15 tahun
(tahun 1985), sering kambuh-kambuhan dan sudah pernah
menjalani pemeriksaan CT scan namun dinyatakan tidak
ditemukan kelainan oleh dokter.
b. Pada kunjunan ke Puskesmas Gedongntengen tanggal 11 April
2015, pasien didiagnosis migren.
c. Riwayat trauma kepala disangkal.
d. Riwayat perasi tumor kandungan tahun 2007.
e. Riwayat operasi saluran kemih karena inkontinensia urin paska
operasi kandungan (tahun 2011).

4. Riwayat penyakit keluarga


a. Kakak pertama dan ketiga, serta putri pasien menderita
migren.
b. Ibu pasien memiliki riwayat menderita diabetes melitus.
c. Kakak ketia pasien menderita gastritis atau maag.
d. Adik pasien memiliki riwayat asma.
e. Riwayat penyakit hipertensi di keluarga disangkal.

RIWAYAT PERSONAL SOSIAL


LINGKUNGAN
Pasien adalah seorang ibu rumah tangga berstatus janda dan pencari
nafkah yang tinggal bersama 2 orang anaknya.
Pasien bekerja sebaai pembuat bakpau.
Pasien merasa penghasilandari berjualan bakpau masih kurang
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperti kebutuhan seharihari, kebutuhan sekolah anak, modal dagang dan disisihkan untuk
membayar sewa rumah.
Pasien tinggal di gang kecil pada permukiman padat penduduk.
Hubungan dengan keluarga dan tetangga baik.
Pasien memilki kebiasaan makan 3 kali sehari terdiri dari nasi, lauk
pauk dan sayur. Pasien mengaku jarang mengkonsumsi buah dan
sering ngemil (makan snack).
Pasien jarang berolahraga.
Merokok, minum minuman beralkohol dan penggunaan obat
terlarang disangkal. Pasien sering mengkonsumsi paramex dan jamu
untuk mengobati migrennya sehingga timbul efek samping
penurunan pendengaran.

ASPEK PERSONAL
a. Perasaan pasien tentang penyakitnya
Pasien tidak khawatir dengan nyeri kepala sebelah
yang dialaminya karena sudah pernah menjalani CT
scan dan dinyatakan tidak ditemukan kelainan
secara anatomi/ normal. Pasien juga mengaku ikhlas
menerima sakitnya ini.

b. Pemikiran pasien tentang penyakitnya


Serangan nyeri kepala sebelah yang dialami pasien 3
hari belakangan ini muncul karena pasien kurang
tidur dan stres memikirkan masalah ekonomi
karena penghasilannya yang dirasakan kurang
untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan.

c. Harapan pasien
Pasien berharap keluhan nyeri kepala sebelah
kiri yang dirasakannya dapat segera sembuh dan
pasien dapat menjalani hidupnya lebih
berkualitas.

d. Efek terhadap fungsi


Nyeri kepala sebelah dengan kualitas nyeri
sedang-berat yang dideritanya sangat
mengganggu aktivitas sehari-hari.

PEMERIKSAAN FISIK

1. Keadaan umum: tampak sakit sedang.

2. Kesadaran : compos mentis.

3. Tanda vital :
Tekanan darah : 110/70 mmHg.
Nadi : 76 x/menit.
Respirasi : 20 x/menit.
Suhu : 37C.
Derajat Nyeri
: 7.

4. Status Gizi
Berat badan : 65 kg.
Tinggi badan
: 155 cm.
BMI = BB (kg) / TB (m)2 = 27,055 (obesitas).

1. Status generalis
a. Kepala : mescephal, persebaran rambut merata,
rambut kuat tidak mudah dicabut.
Mata : alis tampak simetris, palpebra tak tampak
kelainan, sekret (-), konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), injeksi silier (-/-), kornea tampak bening (+/
+), lensa mata tampak putih keruh (-/-).
Hidung : krepitasi (-), deformitas (-), massa (-),
discharge (-/-).
Telinga : deformitas (-), massa (-), tanda inflamasi
(-), discharge (-/-).
Mulut : bibir simetris, warna merah mudah, lembab,
lidah kotor (-), gigi lengkap, tnsil T1-T1, farin hiperemis

b. Pemeriksaan leher
Kelenjar tirid tidak membesar, limfonodi tidak
teraba, JVP tidak meningkat.
c. Pemeriksaan thorax
Cor : ictus cordis teraba di SIC V linea mid
clavicula sinistra, tidak ada pergeseran dari
batas-batas jantung, bunyi jantung S1 dan S2
reguler, bising (-), gallop (-).

- PULMO

d. Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : dinding perut sejajar dengan dinding
dada, benjolan (-), venektasi (-),
spidernevi (-).
Auskultasi : peristaltik (+) normal.
Perkusi : timpani (+), pekak beralih (-), undulasi (-).
Palpasi
: supel (+), nyeri tekan (-), massa (-), hepar
dan lien tidak teraba.

e. Pemeriksaan ekstremitas
Akral hangat, edema (-/-), waktu pengisian kapiler
baik kurang dari 2 detik.

6. Status Neurologis
a. Pemeriksaan Pupil
Bentuk Pupil
: bulat, isokor
Reflek cahaya
: langsung : +/+ ( kanan/kiri)

tidak langsung : +/+ ( kanan/kiri)

b. Pemeriksaan Nn.Craniales
NI : Normosmia
NII
: Visus normal
NIII, IV, VI : Pergerakan bola mata baik ke segala arah, menutup
kelopak mata kanan dan kiri simetris, ptosis : -/- nistagmus : -/ NV
: Sensorik :kanan dan kiri simetris

Motorik : membuka dan menutup mulut dengan baik

Reflek kornea : +/+

NVII : Mengangkat alis : kanan dan kiri simetris

Memejamkanmata : simetris dalam batas normal

Menyeringai
: simetris dalam batas normal
NVIII : Pendengaran : telinga kanan dan kiri dalam batas
normal

Keseimbangan :baik
NIX, X
:
Bagian motorik
Suara
: Normal
Kedudukan arcus faring : Simetris
Kedudukan Uvula : Ditengah
Pergerakan Uvula : Simetris
Menelan
: Normal

Bagian Sensorik
Pengecapan
: Normal
Reflek Muntah : Tidak dilakukan
Reflek Palatum molle : Tidak dilakukan
NXI
: Memalingkan kepala ke kanan dan kiri dalam
batas normal,
Mengangkat bahu kanan
kiri simetris
NXII
Waktu istirahat
: kedudukan simetris, kedudukan
ditengah
Waktu dijulurkan : lidah tidak ada deviasi
Atrof : tidak
Fasikulasi/tremor : tidak

c. Pemeriksaan Motorik
Kekuatan
:
Dextra
Sinistra
5555
5555
5 5 5 5 5555

Tonus
:
Dextra
Sinistra
Normotonus Normotonus
Normotonus Normotonus

Trof :
Dextra
Eutrof
Eutrof

Sinistra
Eutrof
Eutrof

d. Pemeriksaan Reflek
Meningen
Kaku Kuduk
: (-)
Laseq : > 70o / >70o
Kerniq
: > 135o / >135o
Bruzinsky
I : Bruzinsky
II :

e. Fisiologis
Bisep : (+/+)
Trisep: (+/+)
KPR : (+/+)
APR : (+/+)

f. Patologis
Babinski : (-/-)
Chaddock
: (-/-)
Gordon
: (-/-)
Openheim
: (-/-)
Shifner
: (-/-)

g. Pemeriksaan Sensorik
Propioseptif : nyeri, tekan, suhu : dalam batas normal
Eksteroseptif
: masih dalam batas normal

h. Pemeriksaan Otonom
Defekasi : tidak ada gangguan
Miksi : tidak ada gangguan

i. Pemeriksaan Koordinasi
Test Romber: dalam batas normal
Test Tandem
: dalam batas normal
Test Fukuda: dalam batas normal
Test Telunjuk-Telunjuk
: dalam batas normal
Test Telunjuk-Hidung
: dalam batas normal

j. Pemeriksan Fungsi Luhur


Fungsi Bahasa
: Baik
Fungsi Orientasi
: Baik
Fungsi Memori
: Baik
Fungsi Emosi
: Baik
Fungsi Kognisi
: Baik

DIAGNOSIS SEMENTARA

Migrain tanpa aura.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Di Puskesmas gedongtengen : Tidak dilakukan


pemeriksaan penunjang.

FAMILY ASSESSMENT TOOL


1. Genogram keluarga
Keluarga Ny. S .
Tipe keluarga : Single parent family

2. FAMILY MAP

3. NILAI
APGAR
KELUARG
A

4. FAMILY SCREEM

5. FAMILY
LIFE LINE

DIAGNOSIS HOLISTIK

Migrain Tanpa Aura pada Perempuan Paruh


Baya sebagai Pencari Nafkah Utama Keluarga
dengan Stres Masalah Ekonomi sebagai Faktor
Pencetusnya pada Keluarga Fungsional yang
Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.

MANAJEMEN KOMPREHENSIF
Promotif
Meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penyakit
migrain serta menjelaskan faktor pencetus migrain seperti:
a. Makanan dan minuman yang bersifat melebarkan
pembuluh darah (anggur merah/ minuman beralkohol) dan
menyempitkan pembuluh darah (keju dan coklat), serta zat
tambahan pada makanan (MSG).
b. Stres (banyak pikiran)
c. Faktor fsik (kelelahan)
d. Rangsang sensorik (seperti cahaya yang menyilaukan,
bau menyengat)
e. Merokok.
Menjelaskan kepada pasien tentang pentingnya
memeriksakan kesehatan secara rutin ke dokter

Preventif
Menjelaskan cara pencegahan kambuhnya
migrain dengan menghindari faktor-faktor
pencetus kekambuhan migrain seperti menghindai
makanan yang mengandung MSG, minuman
beralkohol, keadaan stress, kecapekan, dan
merokok.
Menjelaskan cara menagemen stres dengan cara
melatih relaksasi diri secara mandiri yaitu selalu
berpikiran positif dan segera beristirahat ketika
mulai stress atau kelelahan.
Makan makanan yang sehat dan seimbang,
olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Kuratif
Farmakologis :Ergotamin 3 x 1 mg

Bioneuron 2 x 1 tablet
Non farmakologis : membantu pasien untuk
relaksasi yaitu segera beristirahat ketika mulai
stress atau kelelahan, membantu mengemen
stres yaitu agar selalu berpikiran positif.

Rehabilitatif
Belum diperlukan terapi rehabilitatif karena
tidak ada fungsi yang terganggu.

ANALISIS KASUS

Pasien datang ke Puskesmas Gedontengen dengan


keluhan utama nyeri kepala berdenyut di sebelah kiri
kambuh-kambuhan dirasakan sejak 3 hari yang lalu.
Nyeri kepala ini sudah lama dialami pasien. Keluhan
muncul tak menentu dengan frekuensi 2-3 kali seminggu
bahkan terdapat periode bebas serangan 1-2 minggu
dengan durasi nyeri kepala antara 3 jam sampai 1 hari
jika tidak diobati. Kualitas nyeri kepala dengan VAS
adalah 7. Nyeri kepala mncul ketika pasien dibangunkan
dari tidurnya, kurang tidur, banyak tidur dan ketika
pasien stres memikirkan suatu masalah. Nyeri dirasakan
berat sehingga mengganggu aktivitas. Nyeri bertambah
ketika pasien tetap beraktivitas dan kena cahaya silau,
namun nyeri berkurang ketika beristirahat da minum
paramex.

Pasien merupakan seorang ibu dan pencari nafkah dalam


keluarga yang tinggal 2 orang anak. Mereka tinggal di rumah
kontrakan. Pasien memiliki usaha berjualan bakpau untuk
menopang kehidupan. Penghasilan dari berjualan bakpau
dirasakan masih kurang mencukupi dalam kebutuhankebutuhan pasien. Interaksi pasien dengan tetangga baik.
Pasien memiliki asuransi kesehatan serta kediaman pasien
dekat dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pasien tinggal dirumah kontrakan yang terdiri dari 1 kamar
tidur, ruang tamu merangkap ruang keluarga, dapur dan
kamar mandi. Rumah beratap seng, berdinding kayu, lantai
dari semen yang cukup terjaga kebersihannya, antar ruangan
dipisahkan oleh triplek kecuali ruang tamu dan dapur yang
tidak bersekat. Pencahayaan dan sirkulasi udara di ruang
tamu kurang baik. Kamar dan jamban hanya sedikit akses
cahaya matahari yang dapat masuk ke dalamnya.

Pendidikan terakhir pasien adalah sekolah


dasar. Pasien menatakan bahwa serangan nyeri
kepala sebelah yang dialami pasien 3 hari
belakangan ini muncul karena pasien kurang
tidur dan stres memikirkan masalah ekonomi
karena penghasilannya yang dirasakan kurang
untuk
mencukupi
kebutuhan-kebutuhan..
Makanan sehari-hari pasien yaitu masakan yang
dimasak sendiri. Manu makanan yang dimakan
cukup seimbang yaitu nasi, lauk pauk, dan
sayur.

Diagnosis holistik pada pasien ini adalah


Migrain tanpa aura pada perempuan paruh baya
sebagai pencari nafkah utama keluarga dengan
stres
masalah
ekonomi
sebagai
faktor
pencetusnya pada keluarga fungsional yang
berperilaku hidup bersih dan sehat.

ANALISIS KUNJUNGAN RUMAH


Kunjungan rumah dilakukan pada tanggal 19 Desember 2015.
Keadaan pasien : Pada saat kunjungan pasien mengatakan
bahwa keluhan nyeri kepala sebelahnya sudah hilang/
sembuh.
Lokasi
Pasien tinggal kedua anaknya di Pringgokusuman, GT II/555
RT 33 RW 08. Kepemilikan rumah merupakan rumah kontrak
yang berada di daerah perumahan yang cukup padat. Dari
jalan utama menuju rumah pasien harus masuk jalan kecil
hanya bisa dilalui oleh sepeda mtr. Jarak satu rumah ke
rumah lain saling berdekatan.
Kondisi rumah
Rumah terbuat dari kayu, kokoh, tidak bertingkat, lantai dari
semen, atap dari seng dan tidak memiliki halaman rumah.

Pembagian Ruang
Rumah terdiri dari 4 ruangan yaitu 1 ruang tamu
merangkap ruang keluarga, 1 dapur, 1 kamar tidur dan 1
jamban. Masing- masing ruangan dipisahkan oleh triplek
kecuali ruang tamu dan dapur yang tidak bersekat.
Ventilasi : jendela dan ventilasi hanya terdapat pada ruang
tamu dan dapur. Jendela di ruang keluarga tiap pagi selalu
dibuka.
Pencahayaan : pencahayaan di ruang tamu dan dapur
cukup terang. Cahaya matahari masuk cukup. Namun
keadaan dikamar tidur tidak mendapat cahaya matahari
sama sekali.
Kebersihan : kebersihan di dalam rumah cukup, namun
masih bisa ditemukan debu-debu dibeberapa tempat. Tata
letak barang-barang di rumah cukup rapi.

Sanitasi dasar :
Sumber air bersih : Sumber air dari PDAM
Jamban keluarga : Terdapat 1 jamban dengan 1 jamban
jongkok dengan model leher angsa dan ember untuk menampung.
air. Kesan kamar mandi bersih, terawat, dan tidak bau.
Berukuran sekitar 2 m x 2 m. Air dalam bak mandi bersih tidak
ada jentik nyamuk.
Saluran Pembuangan Air Limbah : Limbah rumah tangga
dialirkan ke peresapan, tidak ditemukan genangan limbah
disekitar rumah.
Tempat pembuangan sampah : Sampah dikumpulkan di
belakang rumah dan dibuang di tempat pembuangan sampah
umum di lingkungan rumah.
Halaman : Tidak terdapat halaman rumah
Kandang : Tidak memiliki kandang untuk hewan hewan
peliharaan atau ternak.

IDENTIFIKASI FUNGSI KELUARGA


Fungsi Biologis
Pasien berada dalam masa reproduktif akhir.
Fungsi Afektif
Hubungan antara pasien dengan keluarga besar :
baik
Hubungan antara pasien dengan anak : baik
Hubungan antara pasien dengan saudara : baik
Fungsi Sosial dan Budaya
Kedudukan pasien di lingkungan tempat
tinggalnya biasa saja, pasien sering berkumpul
dengan tetangga sekitar. Pasien tidak percaya
terhadap mitos-mitos yang ada di masyarakat.

Fungsi Pendidikan
Pendidikan terakhir pasien adalah sekolah
dasar. Anak pertama lulusan SMA, anak kedua
bersekolah di SMK.
Fungsi Ekonomi
Penghasilan pasien didapatkan dari hasil usaha
bakpau yang dirasa masih kurang mencukupi
dalam hal materi.
Fungsi Religius
Fungsi religius pasien baik. Pasien selalu sholat
5 waktu.

IDENTIFIKASI PSP (PENGETAHUAN, SIKAP


DAN PERILAKU)

PSP keluarga tentang kesehatan dasar


Pencegahan penyakit
Pasien rajin membersihkan rumah walaupun
saat kunjungan ke rumah masih bisa ditemukan
debu-debu di beberapa tempat.

Gizi keluarga
Untuk pola konsumsi gizi pasien, frekuensi
makan rata-rata 3 kali sehari dengan menu nasi,
lauk pauk (telur, tempe, tahu), sayuran. Status
gizi pasien obesitas.

Higiene dan sanitasi lingkungan


Lingkungan dalam rumah cukup bersih walaupun masih
bisa ditemukan bahan-bahan pembuatan akrilik di
beberapa tempat.
Kondisi pencahayaan dan ventilasi rumah tidak baik.

PSP keluarga tentang kesehatan lain


Penggunaan pelayanan kesehatan
Pasien datang ke puskesmas jika sakit yang dialaminya
tidak tertahankan.
Perencanaan dan pemanfaatan fasilitas pembiayaan
kesehatan
Rumah pasien dekat dengan sarana pelayanan kesehatan
serta pasien sudah memiliki jaminan kesehatan.

PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG


KESIMPULAN
1. NILAI PUGS KELUARGA >60%

2. PASIEN MENERAPKAN PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG


IDENTIFIKASI MASALAH PERILAKU HIDUP BERSIH DAN
SEHAT

DIAGNOSIS KESEHATAN
KELUARGA
Bentuk Keluarga
: Singel parent
family
Fungsi yang terganggu
: Fungsi ekonomi
Diagnosis Holistik
: Migrain Tanpa Aura
pada Perempuan Paruh Baya sebagai Pencari
Nafkah Utama Keluarga dengan Stres Masalah
Ekonomi sebagai Faktor Pencetusnya pada
Keluarga Fungsional yang Berperilaku Hidup
Bersih dan Sehat.


IDENTIFIKASI MASALAH DAN
PENYELESAIAN

PENERAPAN PRINSIP
KEDOKTERAN KELUARGA
Primary Care
Prinsip ini sudah diterapkan pada pasien ini, dimana
pasien datang periksa ke pelayanan primer terlebih
dahulu yaitu ke puskesmas.

Personal Care : Pelayanan yang diberikan memberikan


kenyamanan kepada pasien.
Holistik Care : Saat menegakkan diagnosis, pasien pada
kasus ini dilihat tidak hanya dari segi klinisnya saja tetapi
juga menanyakan dari segi psikis, adakah masalah atau
beban pikiran yang mempengaruhi perjalanan penyakit
pasien. Contohnya pada kasus ini pasien memiliki stress
masalah ekonomi sebaai faktor pencetus migren

Comprehensive Care : Dalam menangani kasus pada


pasien
ini,
dilakukan
penatalaksanaan
secara
menyeluruh mulai dari promotif yaitu bertujuan
memberi edukasi pasien tentang penyakitnya sehingga
pasien mengetahui secara jelas tentang penyakit migrain
dan faktor pencetus penyakit migrain. Pada segi
preventif diberikan edukasi untuk mencegahan
kambuhnya migrain dengan menghindari faktor-faktor
pencetus kekambuhan migrain seperti menghindai
makanan yang mengandung MSG, minuman beralkohol,
keadaan stress, kecapekan, dan merokok serta
menjelaskan cara managemen stresnya dengan cara
melatih relaksasi diri secara mandiri yaitu selalu
berpikiran positif dan segera beristirahat ketika mulai
stress atau kelelahan

Continuing Care : Dilakukan homevisit pada


tanggal 19 Desember 2015 untuk memonitor
keadaan pasien di lingkungan rumah dan
didapatkan bahwa pasien tinggal bersama kedua
anaknya. Salah satu faktor pencetus migrain
pada pasien ini yaitu stress kerja masalah
ekonomi.

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Migrain adalah serangan nyeri kepala
berulang, dengan karakteristik lokasi unilateral,
berdenyut dan frekuensi, lama serta hebatnya
rasa nyeri yang beraneka ragam.2,3,4 Blau
mengusulkan defnisi migrain sebagai berikut
nyeri kepala yang berulang-ulang dan
berlangsung 2-72 jam dan bebas nyeri antara
serangan nyeri kepalanya harus berhubungan
dengan gangguan visual atau gastrointestinal
atau keduanya.2

EPIDEMIOLOGI
Dari hasil penelitian epidemiologi,migren terjadi
pada hampir 30 juta
penduduk Amerika Serikat, 75 % diantaranya
adalah wanita. Migren dapat terjadi pada semua
usia, tetapi biasanya muncul antara usia 10-40
tahun dan angka kejadiannya menurun
setelahusia 50 tahun. Migren tanpa aura
umumnya lebih sering dibandingkan migren
disertai aura dengan persentase sebanyak 90%.

ETIOLOGI
Riwayat penyakit migren dalam keluarga
Perubahan hormon (estrogen dan progesteron)
pada wanita, khususnya pada fase luteal siklus
menstruasi.
Makanan yang bersifat vasodilator (anggur merah,
natrium nitrat), vasokonstriktor (keju, coklat),
serta zat tambahan pada makanan.
Stres
Faktor fsik
Rangsang sensorik (seperti cahaya yang silau, bau
menyengat)
Alkohol
Merokok

KLASIFIKASI

Menurut The International Headache Society


(1988), klasifkasi migren adalah sebagai berikut:
Migren tanpa aura

Migren dengan aura


Migren dengan aura yang khas
Migren dengan aura yang diperpanjang
Migren dengan lumpuh separuh badan (familial
hemiflegic migraine)
Migren dengan basilaris
Migren aura tanpa nyeri kepala

Migren dengan awitan aura akut

Migren oftalmoplegik

Migren retinal

Migren yang berhubungan dengan gangguan


intrakranial

Migren dengan komplikasi


Status migren (serangan migren dengan sakit kepala
lebih dari 72 jam)
Tanpa kelebihan penggunaan obat
Kelebihan penggunaan obat untuk migren
Infark migren
Gangguan seperti migren yang tidak terklasifkasikan

PATOFISIOLOGI
Penekanan aktivitas sel neuron otak yang
menjalar dan meluas (spreading depression dari
Leao)
Sistem trigemino-vaskular
lnti-inti syaraf di batang otak

Pencetus (trigger) migren berasal dari:


1. Korteks serebri: sebagai respon terhadap emosi
atau stress,
2. Talamus: sebagai respon terhadap stimulasi
afferen yang berlebihan: cahaya yang menyilaukan,
suara bising, makanan,
3. Bau-bau yang tajam,
4. Hipotalamus sebagai respon terhadap 'jam
internal" atau perubahan "lingkungan" internal
(perubahan hormonal),
5. Sirkulasi karotis interna atau karotis eksterna:
sebagai respon terhadap vasodilator, atau angiograf.

DIAGNOSIS
Kriteria Diagnosis migrain berdasarkan ICHD-II
(International Classification of Headache Disorder
-II) yaitu Serangan nyeri kepala berulang yang
berlangsung 4-72jam dan memiliki komponen
berikut :6
Pemeriksaan fsik normal
Tidak ada penyebab nyeri kepala lain
Setidaknya didapatkan 2 dari poin-poin berikut :
Nyeri unilateral, nyeri berdenyut, munculnya nyeri
karena dipicu gerakan nyeri dengan intensitas
moderat atau parah
Setidaknya didapatkan 1 dari poin-poin berikut :
mual atau muntah, photophobia dan phonophobia

PENATALAKSANAAN
Terapi Farmaka
a. Terapi Abortif (Akut)
b. Terapi Preventif (Profilaksis)

Terapi Nonfarmaka

TERIMA KASIH