Anda di halaman 1dari 22

Pengertian kota,

Hubungan
Perencanaan dengan
Perancangan Kota
PERENCANAAN & PERANCANGAN KOTA
--- Kuliah 1 --DR. IRIN CAISARINA

pengerian kota dan lingkup permasalahan


kota.

Perkembangan kota tidak terlepas dari


masalah sosial, ekonomi, kultural, politik dan
teknologi.

Sejarah perkembangan kota tidak dapat


lepas dari peradaban manusia dan
perkembangan kota itu sendiri.

Pengertian sejarah dan perkembangan kota


secara umum beberapa aspek lainnya yang
terkait.

Definisi Kota
a large and densely populated urban area; may include several independent

administrative districts; "Ancient Troy was a great city"


an incorporated administrative district established by state charter; "the city raised
the tax rate"
people living in a large densely populated municipality; "the city voted for
Republicans in 1994"

Apa itu Kota?


Kapan sebuah pemukiman disebut Kota?
Apa Kriterianya?
Dari mana dapat diterima standar-standar dasar yang
memungkinkan suatu pendekatan thd kota, saat ini
maupun masa lampau?

Jawaba
n:
Tergantung dari sudat pandang seseorang dan bidang

ilmu
Geografi > landscape dan fungsi kota
Geolog > lahan dan tanah dibawahnya
Ekonomi > perdagangan, financial market
Antropolog > budaya dan sejarah
Politikus > bagaimana mengurus kota, pemerintah &
swasta
Sosiolog >klassifikasi pemukiman kota dan tabiatnya
Ilmu Hukum > peraturan, keputusan dan bagaimana
penerapannya
Arsitek => kota secara fisik, hubungannya dengan
ruang dan massa perkotaan, bentuk dan pola dan
bagaimana itu semua akan tercapai.

Definisi klasik

Sebuah kota adalah permukiman yang relatif


besar, padat dan permanen, terdiri dari kelompok
individu-individu yang heterogen dari segi sosial
Definisi modern

Sebuah permukiman dapat dirumuskan sebagai


sebuah kota bukan dari segi ciri-ciri morfologis
tertentu, atau bukan kumpulan ciri-cirinya,
melainkan dari segi suatu fungsi khusus yaitu
menyusun sebuah wilayahyang menciptakan
ruang-ruang efektif melalui
pengorganisasiansebuah daerah pedalaman yang
lebih besar berdasarkan hirarki-hirarki tertentu

PENGERTIAN KOTA
Kota secara awam difahami sebagai tempat yg

berasosiasi dgn komplek pertokoan, keramaian lalulintas


dan bangunan yg padat (berjubel), dll
Ditinjau dari Yuridis-adminitrative, existing wilayah yg
dibatasi oleh batas-batas ygn diatur dlm undang-undang.
Ditinjau dari Fisik morfologi, kenampakan fisik kota,
bentuk-bentuk wujud, tangibel, dll.
Jumlah penduduk, beda negara beda asumsi, 200 pddk,
3000 pnddk
Kepadatan penduduk,
Ditinjau dari fungsinya dalam wilayah organik, wilayah
funsional, heterogin, dan nodal
Ditinjau dari sosio-kultural, kesatuan masyarakat yg
heterogen, bentang budaya
Kota (Ind), kota madya, kota madya administrative, kotif
dan kota.

Pengertian Perencanaan
Kota
( Urban Planning )
Merupakan rumusan kebijaksanaan
pemanfaatan muka bumi wilayah kota
termasuk ruang di atas dan di bawahnya
serta pedoman pengarahan dan
pengendalian bagi pelaksanaan
pembangunan kota untuk mencapai tujuan
tertentu
( Per. Mendagri No. 2 Th 1987 Pasal 1 )

Pengertian Perencanaan
Kota
( Urban Planning )
Merupakan kegiatan meng-alokasikan penggunaan tanah dan pendirian
bangunan serta jaringan jalan
dengan tujuan untuk mencapai
keseimbangan antara kenyamanan,
keindahan dan biaya.
(Hobbs and Doling, 1991)

Pengertian Perencanaan
( Menurut Willson )
Analisis, yaitu kupasan data, proyeksi /
perkiraan untuk masa depan yang bertitik tolak
dari keadaan masa kini
Kebijaksanaan (policy), yakni pemilihan rencana
yang baik untuk pelaksanaan, meliputi
pengetahuan mengenai maksud dan kriteria
untuk menelaah alternatif-alternatif rencana
Rancangan atau desain, yaitu rumusan dan
sajian rencana

Komponen-Komponen
Batasan Perencanaan Kota
Berorientasi ke masa depan
Bersifat terus menerus, berkelanjutan
Tergantung pemahaman fakta baik
primer maupun sekunder
Bersifat komprehensif (menyeluruh dan
terpadu)
Memberi
kesempatan
tindakan
koordinasi
Memaksimalkan peluang bagi setiap
orang untuk hidup layak, bahagia dan
berkecukupan

Tujuan Perencanaan Kota


Supaya kehidupan dan penghidupan warga kota
aman, tertib, lancar dan sehat, melalui :
1. Perwujudan pemanfaatan ruang kota yang
serasi dan seimbang sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuan daya dukung pertumbuhan
dan perkembangan kota
2. Perwujudan Pemanfaatan ruang kota yang
sejalan dengan tujuan serta kebijaksanaan
pembangunan nasional dan daerah.
(Per. Mendagri No 2 tahun 1987, Pasal 3)

Perbandingan Model
Proses Perencanaan Kota
Versi McLoughlin

Versi Hobbs dan


Dolling

Versi Catanese dan


Snyder

Keputusan untuk
melakukan perencanaan

Versi Perencana kota di


Indonesia
Keputusan untuk
melakukan perencanaan

Pengumpulan
informasi

Pengumpulan dan
pengolahan data
Diagnosa problem

Analisis

Perumusan tujuan

Perumusan tujuan

Perumusan tujuan

Perumusan tujuan

Penyusunan alternatif

Penyusunan
alternatif

Penetapan prediksi
dan proyeksi

Penyusunan dan pemilihan


alternatif

Pembandingan dan
evaluasi alternatif

Pembandingan dan
evaluasi alternatif

Analisis kelayakan
dan evaluasi

Pengembangan rencana
dan penyusunan dokumen
rencana

Pelaksanaan

Pelaksanaan

Pelaksanaan

Perumusan strategi dan


pelaksanaan rencana

Pemantauan
pelaksanaan
Peninjauan kembali

Peninjauan kembali (tiap 5


10 tahun)

Perencanaan Prasarana Kota


berkaitan dengan :

1.Faktor-faktor yang mempengaruhi


perkembangan kota

2.Karakteristik Komponen Prasarana


dasar Perkotaan

3. Hubungan pembangunan Prasarana

dasar perkotaan dengan pengembangan


kota

Prasarana Dasar Kota


The Underlying foundation or basic
framework of a system
Kerangka Dasar sistem Perkotaan
2 (dua) Tipe Infrastruktur :
1. Social Infrastructure
2. Economic Infrastructure

Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Perkembangan Kota
Meliputi :
1. Keadaan Geografis yang mempengaruhi
fungsi dan bentuk fisik kota, misal : Kota
sebagai simpul distribusi, kota pelabuhan,
dan lainnya
2. Tapak / Site / Topografi
3. Fungsi Kota. Kota dengan banyak fungsi,
perekonomian lebih kuat
4. Sejarah dan Kebudayaan
5. Unsur-unsur umum : bentuk pemerintahan
dan organisasi administratif, pelayanan
sosial dan lainnya

Social Infrastructure: a subset of the


infrastructure sector and typically includes
assets that accomodate social service.
Health care & Public purposes (Ex: Schools,
Universities, hospitals, prisons &
community housing)

Economic Infrastructure supports economic


activity and is often characterised by
user-pays or demand-based revenue
streams (ex: tolls on toll roads, landing
fees on airport, etc)

Komponen-Komponen
Batasan Perencanaan Kota
Berorientasi ke masa depan
Bersifat terus menerus, berkelanjutan
Tergantung pemahaman fakta baik primer
maupun sekunder
Bersifat komprehensif (menyeluruh dan
terpadu)
Memberi kesempatan tindakan koordinasi
Memaksimalkan peluang bagi setiap
orang untuk hidup layak, bahagia dan
berkecukupan

Tujuan Perencanaan
Kota
Supaya kehidupan dan penghidupan warga
kota aman, tertib, lancar dan sehat, melalui
:
1. Perwujudan pemanfaatan ruang kota yang
serasi dan seimbang sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan daya dukung
pertumbuhan dan perkembangan kota
2. Perwujudan Pemanfaatan ruang kota yang
sejalan dengan tujuan serta kebijaksanaan
pembangunan nasional dan daerah.
(Per. Mendagri No 2 tahun 1987, Pasal 3)

Proses Perencanaan Komprehensif

Karakteristik Komponen
Prasarana Dasar Perkotaan
Air bersih, listrik

Meliputi :
1.

Penduduk

Input output bagi penduduk.

Jalan, telepon

2.

Pengangkutan :

3.

Jangkauan Pelayanan

4.

Pembangunan jalan terlebih dahulu

5.

Alternatif pengadaan prasarana kota

air hujan, drainage, sampah

Hubungan Pembangunan
Prasarana Kota dengan
Pengembangan Kota
1. Adanya Tuntutan kebutuhan yang berbeda.
Penduduk dapat tinggal sebelum prasarana
ada, sebaliknya penduduk yang tinggal di
daerah rawa, kebutuhan akses jalan menjadi
yang terpenting
2. Penarik perkembangan kota adalah jalan, air
bersih dan listrik --- harga tanah akan naik !!!!

Dampak Infrastruktur terhadap


Pembangunan Ekonomi
Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Mempengaruhi marginal productivity of private
capital
Investasi publik komplementer terhadap

investasi swasta
Kontribusi terhadap peningkatan Kualitas Hidup
Menciptakan amenities dalam lingkungan fisik
Dampak Kesejahteraan Masyarakat