Anda di halaman 1dari 27

TEKNIK REAKSI

KIMIA
REAKTOR ALIR TANGKI
BERPENGADUK

Kelompok 2 :
1.
Dela
Astriana
Indah N
2.Deni Setiyadi
3.
Eva
Kholifatul
Zanah
Dosen : Dr. Indar Kustiningsih, ST.,MT

PENDAHULUAN

Continuous Stirred-Tank Reactor

Reaktor model tangki


berpengaduk,
diasumsikan pengaduk
yang bekerja dalam
tangki
sempurna
sehingga, konsentrasi
tiap komponen dalam
reaktor
seragam
sebesar
konsentrasi
aliran yang keluar dari
reaktor

Continous Stirred Tank


Reactor

KARAKTERISTIK CSTR

Aliran melalui vessel,


input
dan
output
streamnya
kontinyu,
tetapi tidak harus pada laju
yang tetap.
Massa sistem masingmasing vessel tidak harus
tetap.
Fluida
masing-masing
vessel bercampur dengan
sempurna

Densitas dari aliran


sistem tidak harus tetap.
Operasi
sistem pada
keadaan steady state
atau unsteady state.
Heat exchanger masingmasing vessel untuk
mengontrol temperatur.

Beberapa Aspek Penting Dalam CSTR

Dalam keadaan tetap, fluida yang masuk


harus sama dengan fluida yang keluar.
Semua kalkulasi yang dilakukan CSTR
diasumsikan sebagai pencampuran
sempurna.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih
banyak dalam waktu yang sama, dapat
dilakukan dengan memparalelkan CSTR.

CSTR
Keuntungan CSTR

Kerugian CSTR

1.

1.

2.

3.

4.

Operasi dalam keadaan tetap


menyebabkan peralatan produk
lebih stabil
Penggunaan
energi
kualitasnya meningkat

2.

yang

Produktivitas yang lebih tinggi


dalam reduksi pada periode tidak
aktif (pengisian, pemanasan,
pendinginan, dan pengosongan).
Campuran lebih rata karena
penggunaan teknik pengadukan
(stirring)

3.

4.

5.

6.

Rata-rata reaksi volumetrik yang


lebih rendah akan menghasilkan
produktivitas rendah.
Tidak sesuai untuk keseluruhan
emulsi proses polimerisasi pada tahap
pertama penggunaan CSTR.
Timbul endapan di dasar akibat gaya
sentrifugal CSTR.
Tidak dapat merubah grade dari RTD
profile sesering mungkin karena dapat
mengurangi fleksibilitas reaktor.
Biaya tinggi, semakin besar CSTR
yang digunakan atau semakin banyak
CSTR yang digunakan semakin besar
biaya yang dikeluarkan.
Waktu menunggu (proses) yang lebih
lama.

NERACA MASSA, VOLUME REAKTOR


DAN KECEPATAN PRODUKSI
Untuk opreasi kontinyu dari
RATB vesel tertutup,
tinjau
reaksi :
A+...c C +...
Dengan kontrol volume
didefinisikan sebagai
volume
fluida dalam reaktor

Untuk Operasi Steady State

Dimana : dnA/dt=0

Example 1

Untuk reaksi berfase cair dari tipe A +


. produk, percobaan dari CSTR
dengan volume 1,5 L digunakan untuk
mengukur laju reaksi. Jika laju umpan
pada steady state sebesar 0,015 L/s,
konsentrasi umpan (cAo) sebesar 0,8
mol/L dan A yang terkonversi 15% pada
aliran yang melalui reaktor, berapakah
nilai (-rA) ?

Penyelesaian
(-rA)
(-rA)
(-rA)
L
(-rA)

= FAo X fA / V
= cAo x qAo X fA / V
= 0,8 mol/L X 0,015 L/s X O,15 / 1,5
= 0,0012 mol/L s

NERACA ENERGI

Persamaan energi (entalpi) dinyatakan :

Hubungan fAdengan suhu


(T)

Siste
m
Densit
as
Konst
an

Pertama,
Tanpa
memperhatikan tipe reaktor,
fraksi konversi limiting reactant
(fA), dapat dinyatakan dalam
konsentrasi molar :

Kedua, untuk aliran reaktor


RATB, residence time sama
dengan space time :

Ketiga, untuk RATB term


akumulasi dalam persamaan
neraca massa menjadi :

Keempat,
untuk
RATB
persamaan massa keadaan
tunak dapat disederhanakan
menjadi :

Operasi Keadaan Tunak Pada Temperatur


(T)

Untuk operasi keadaan tunak, term


akumulasi dalam persamaan neraca
massa dihilangkan :

Atau, untuk densitas konstan :

Bila T tertentu, V dapat dihitung dari


persamaan
neraca
massa
tanpa
melibatkan neraca energi

Tinjau Ulang Neraca Energi Sistem Alir

Neraca Energi

Ei = Energy of component i

For chemical reactor Ki, Pi, and other


energy are neglected so that :

General Energy Balance :

For steady state operation :

Flow Rates (Fi)

For the generalized reaction :

In general

Enthalpies, Hi

Assuming no phase change :

Mean heat capacities :

Energy Balance with dissected


enthalpies :

For constant or mean heat capacities :

Adiabatic Energy Balance :

Adiabatic Energy Balances for


Variable Heat Capacities

CSTR Algorithm (Section 8.3 Fogler)


1. Given X
Find T and V
Solution : linear progression of calc T --> calc k -->
calc Kc --> calc (-rA) --> calc V
2. Given T
Find X and V
Solution : linear progression calc k --> calc Kc -->
calc X --> calc (-rA) --> calc V

3. Given V
Find X
Solution : Plot XEB vs T and XMB vs T on
the same graph :

TERIMA KASIH ATAS


PERHATIANNYA