Anda di halaman 1dari 9

ALIZARIN RED

Oleh :
Nama
NIM
Rombongan
Kelompok
Asisten

: Rizky Fajar Azkia


: B1J014030
: VI
:1
: Indri Muhati

LAPORAN PRAKTIKUM PERKEMBANGAN HEWAN

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2015

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kerangka hewan terdiri dari satu set struktur hidup yang tumbuh,
beradaptasi dan memperbaiki diri. Jaringan tulang hadir di hampir semua bagian
tubuh, dan di karakteristik kerangka terbagi sangat beragam dalam hal morfologi
dan arsitektur jaringan (Vieira, 2007) . Tulang adalah jaringan ikat khusus. Dalam
hal ini matriks tulang dimineralisasi oleh garam organik, terutama kalsium fosfat.
Kalsium hidroksi apatite yang khusus membentuk kekuatan tulang dan membuat
tulang menjadi kokoh. Komponen matriks eksternal utama yang berperan dalam
proses pengerasan tulang adalah garam kalsium. Proses pengendapan garamgaram kalsium terjadi secara berangsur-angsur. Tulang merupakan komponen
utama dalam rangka tubuh. Tulang sifatnya keras dan kaku, tetapi tulang juga
mempunyai sifat elastis tertentu. Tulang membantu rangka tubuh dengan kekuatan
yang penting untuk fungsinya sebagai tempat perlekatan dan pengungkit otot serta
menyokong tubuh melawan gravitasi. Rangka tubuh mempunyai fungsi pelindung
penting, sebab melindungi otak dan medula spinalis, dan mengelilingi sebagian
organ-organ pelvis dan toraks sebagai baju pelindung.
Alizarin red merupakan suatu metode yang digunakan untuk mendeteksi
proses kalsifikasi pada tulang embrio. Tulang yang diwarnai menggunakan
alizarin red akan berwarna merah tua apabila tulang tersebut telah mengalami
kalsifikasi. Warna akan muncul karena zat warna yang diberikan terikat oleh
kalsium pada matriks tulang (Jasin, 1989).
Pewarna alizarin red dipilih karena merupakan salah satu zat warna
organik yang bersifat biodegradable. Pewarnaan alizarin ini dilakukan untuk
melihat tulang pada suatu embrio. pada praktikum kali ini di pilih fetus mencit
untuk mengetahui tulangnya menggunakn metode alizarin red.

Alizarin red

sering disebut natrium alizarin sulfonat. Selain digunakan untuk mengetahui


pembentukan tulang, alizarin red juga bisa digunakan dalam berbagai macam hal.
Alizarin red bisa digunakan sebagai pH indikator dimana pada pH 0-6,4 alizarin
red akan berwarna kuning, sedangkan pada pH kisaran 6,4-12 alizarin red akan

berwarna merah. Selain itu alizarin red bisa juga digunakan sebagai pengujian
kadar suatu logam misalnya mengidentifikasi kandungan zat kapur dalam suatu
jaringan (tulang) (Shakhashiri, 1989).
Tujuan
Membekali mahasiswa agar dapat mengerjakan prosedur alizarin red dan
menerangkan proses kalisfikasi tulang pada embrio

II.

MATERI DAN METODE


A. Materi

Alat-alat yang digunakan pada acara praktikum ini adalah alat bedah,
mangkuk, tempat spesimen berupa 8 botol foto film, dan pipet tetes.
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah ikan, air es,
larutan alkohol, larutan pewarna alizarin red, larutan penjernih A, B dan C, larutan
KOH 1%, larutan KOH 2%, larutan gliserin murni, dan akuades.
B. Metode

Metode yang dilakukan dalam praktikum ini adalah :


1. Ikan diletakan pada gelas arloji
2. Setelah 1 jam dimasukkan ke dalam botol preparat yang sudah berisi
larutan alkohol 96% dan ikan direndam selama 12 jam. Kemudian di
3.

ganti dengan akuades selama 10 menit.


Akuades diganti dengan larutan KOH 1% selama 1,5 jam sehingga

4.

ototnya menjadi transparan


Larutan KOH 1% dibuang dan diganti dengan larutan pewarna
alizarin red setelah jaringan otot transparan. Ikan direndam selama 4

jam hinngga selektonnya terlihat merah tua.


5. ditambahkan larutan KOH 2% selama 15 menit.
6. Ikan diganti larutannya dengan larutan penjernih A, B dan C masingmasing selama 1 jam.
7. Setelah diganti larutan penjernih C, larutan. Diamati bagian-bagian
tulang yang terwarnai alizarin red.

B. Pembahasan
Pewarnaan alizarin red merupakan proses pewarnaan menggunakan zat
warna alizarin merah dan digunakan untuk mendeteksi terjadinya kalsifikasi pada
tulang. Klasifikasi disebut juga proses pertulangan. Kerangka ikan tersebut
dinamakan matriks tulang, pada matriks tulang terjadi pengendapan garam
kalsium. Osifikasi dapat diketahui dengan teknik pewarnaan tulang dengan zat
warna alizarin merah (Sukra, 2000). Alizarin red adalah senyawa merahkekuningan yang memiliki rumus molekul C 14H8O4. Senyawa ini merupakan
derivat dari anthraquinon dengan gugus hidroksil menggantikan pada bagian 1
dan 2. Alizarin secara alami terdapat sebagai glukosida pada tanaman Rubio
tinctorum.

Kerja alizarin red dapat dipengaruhi oleh pH dan tingkat dari

konsetrasi dari alizarin red itu sendiri (Mahanthesha et al, 2009).


Proses yang pertama kali dilakukan adalah mematikan ikan nilem
(Osteochilus vittatus) dengan didinginkan pada air es, kemudian ikan direndam

dalam alkohol 95% selama 12 jam, seluruh tubuhnya pucat. Selanjutnya ikan di
rendam akuades selama 10 menit, ikan terapung dan tidak terjadi perubahan
warna ataupun stukturnya. Selanjutnya ikan direndam dengan KOH 1% selama 12
jam, ikan terapung dan jaringan ototnya menjadi lebih transparan. Setelah itu ikan
direndam dengan pewarna alizarin red selama kuramg lebih 12 jam, tubuh ikan
menjadi berwarna merah tua atau ungu. Kemudian direndam KOH 2% selama
kurang lebih 6 jam, tulang menjadi lebih transparan, tulang ikannya terlihat jelas
dan air juga menjadi lebih jernih. Ikan langsung direndam pada larutan penjernih
A selama 1 jam, warna merah pada tulang menjadi berkurang, kemudian direndam
pada larutan penjernih B selama 1 jam, otot transparan dan warna merah pada
tulang berkurang kembali dan selanjutnya direndam pada larutan penjernih C,
warna merah pada tulang yang terwarnai berkurang (Bevelander, 1988).
Larutan-larutan yang digunakan dalam percobaan ini mempunyai fungsi
sendiri-sendiri. Larutan alkohol berfungsi sebagai fiksatif, karena fiksatif
digunakan untuk mematikan sel tetapi tidak merubah struktur selnya. Larutan
KOH dalam percobaan tersebut berfungsi agar otot menjadi transparan dan
skeletonnya terlihat jelas. Larutan pewarna Alizarin Red berfungsi sebagai
skeleton, yang berwarna merah tua atau ungu. Larutan penjernih A, B, dan C
berfungsi untuk mengurangi kelebihan pewarna yang masuk ke dalam jaringan
otot sehingga otot menjadi tampak jernih transparan. Sedangkan, larutan gliserin
berfungsi sebagai pengawet spesimen (Pattern,1971).
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan pada ikan nilem didapat
tulang yang terwarnai : berwarna ungu, merah muda, ungu pucat. Tulang yang
terwarnai pada

ikan nilem adalah caudal fin, operculum dan dorsal fin.

Komponen matriks eksternal utama yang berperan dalam proses pengerasan


tulang adalah garam kalsium. Proses pengendapan kalsium terjadi secara
berangsur-angsur. Cara pertama adalah konversi langsung dari jaringan mesenkim
menjadi jaringan tulang (osifikasi intra membran) dan cara yang kedua adalah selsel mesenkim berdiferensiasi terlebih dahulu menjadi kartilago kemudian berubah
menjadi jaringan tulang. Pewarnaan alizarin red ini digunakan untuk mendeteksi
proses kalsifikasi pada tulang. Tulang yang diwarnai dengan alizarin red akan
berwarna merah tua apabila tulang tersebut telah mengalami kalsifikasi. Warna ini

muncul karena zat warna yang diberikan terikat oleh kalsium pada matriks tulang
(Soeminto, 2000).
Berdasarkan hasil di atas terdapat perbedaan pada tulang yang terbentuk
pada

ikan.

Bevelander

(1988)

menjelaskan

bahwa

perbedaan

dalam

perkembangan terjadi karena dalam ikan beberapa dari tulang-tulang itu


diendapakan dalam mesenkim yang belum terdeferensiasi (pembentukan tulang
intra membran), sedangkan dibagian lain dari tubuh terjadi pembentukan tulang
yang didahului oleh sistem tulang rawan penumpu yang sementara (pembentukan
tulang endokondral). Proses penting pembentukan matriks tulang dan osifikasi
(penulangan) adalah sama dalam kedua hal tersebut. Osifikasi bermembran
terutama terjadi dalam tulang-tulang tengkorak pipih dan klavikula (tulang
selangka), sedangkan osifikasi endrokondral bersifat khas untuk sebagian besar
sisi kerangka tubuh. Perbedaan antara kedua proses itu terletak dalam kenyataan
bahwa pada osifikasi endrokondral tiap spikul diendapkan sekeliling pecahan
matriks tulang rawan yang telah mengapur, sedangkan pada spikul tulang intra
membran tidak terdapat kerangka semacam itu.
Penelitian tentang definisi kalsium telah banyak dilakukan, kekurangan
mineral ini akan menimbulkan kelainan cage layer fatique yaitu tipe osteoporosis
yang ditandai dengan pengeroposan tulang. Kelainan ini disebabkan oleh
terjadinya penarikan kalsium-fosfat dari bagian tulang yang digunakan untuk
memenuhi aktivitas metabolisme lainnya. Berdasarkan fenomena tersebut
menunjukan bahwa kadar kalsium dan fosfor dalam tulang tersebut bersifat
dinamis, yang terus menerus dapat diserap atau dikeluarkan dari jaringan tulang
(Karyadi, 2003).
Jaringan tulang baik tulang rawan maupun tulang keras mempunyai
endapan garam-garam kalsium yang bila diwarnai dengan zat pewarna yang
disebut alizarin red akan berwarna orange atau kemerah-merahan. Proses
pertumbuhan dan perkembangan jaringan tulang yang sangat tergantung pada
mineralisasi matrik ekstrasel. Faktor-faktor yang mempengaruhi kalsifikasi yaitu
komponen matrik ekstrasel utama yang berperan dalam proses pengerasan tulang
yaitu garam kalsium. Proses pengendapan garam-garam kalsium terjadi secara
berangsur-angsur. Umumnya tulang yang terbentuk secara intramembran

mengalami osifikasi lebih cepat dibandingkan dengan tulang yang terbentuk


secara endokondral (Jasin, 1989).

VI. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Pewarnaan alizarin red adalah teknik pewrnaan dengan menggunkan
pewarna alizarin red yang digunakan untuk mendeteksi proses kalsifikasi
pada tulang embrio yang ditandai warna merah tua pada tulang yang
mengalami kalsifikasi.
2. Prosedur pewarnaan alizarin red adalah dilakukan dengan perendaman
pada alkohol 96% selama 12 jam, akuades selama 10 menit, KOH 1%
selama 1,5 jam, larutan pewarna alizarin red selama 4 jam, KOH 2%

sebanyak 1 jam, larutan A, B, C masing-masing selama 1 jam serta larutan


gliserin murni sebagai pengawet spesimen.
3. Hasil pewarnaan alizarin red pada ikan nilem dihasilkan beberapa tulang
yaitu rib, scales, dorsal fin, frontal bone, parietal bone, dentary,
parasphenoid, ceratobranchial, caudal vertebrae,
4. Proses pembentukan tulang melalui dua cara yaitu osifikasi intra membran
dan osifikasi endokondral.
B. Saran
Pada praktikum selanjutnya diharapkan menggunakan ikan yang
lebih besar, atau sediakan tempat yang lebih besar untuk ikan tadi digunakan, hal
ini dikarenakan agar memudahkan pengamatan dan pengambilan larutan yang
sudah dituangkan.

DAFTAR REFERENSI
Bevelander, G. and Ramaley, J. A. 1988. Dasar-Dasar Histologi. Erlangga, Jakarta
Brotowidjoyo, Mukayat. 1993. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.
Gupta, Vinod K., Rajendra N. Goyal and Ram A. Sharma. 2009. Novel PVC
Membran Based Alizari Sensor and its Application ; Determination of
Vanadium, Zirconium and Molybdensum. Departement of Chemistry, Indian
Institute of Technology Roorke.
Junqueira, L.C. 1995. Basic Histology. Appleton & Lange, New York.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan (Invertebrata dan Vertebrata). Sinar Wijaya,
Surabaya.

Karyadi, Bhakti, et al. 2003. Pemberian Rasio Kalsium dan Fosfor Terhadap
Osifikasi Tulang Embrio Puyuh. Jurnal Penelitian UNIB, Vol. IX, No 2, Juli
2003, Hlm. 76-80.
K.R. Mahanthesha, B.E. Kumara Swamy, Umesh Chandra, Yadav D. Bodke, K.
Vasanth Kumar Pai and B.S Sherigara. 2009. Cyclic Voltammetric
Investigations of Alizarin at Carbon Paste Electrode using Surfactants.
Shakhashiri, B. Chemical Demonstrations: A Handbook for Teachers of
Chemistry; Univ. Of Wisconsin Press, 1989.
Soemadji. 1995. Zoologi. Depdikbud, Jakarta.
Soeminto. 2002. Embriologi Vertabrata. Fakultas Biologi UNSOED, Purwokerto.
Vieira, L. G, and Andr Luiz Quagliatto Santos. 2007. Sequence of Metacarpal
and Phalangeal Bone Formation in Embryos of Podocnemis expansa
Schweigger, 1812 (Testudines, odocnemididae) Stained With Alizarin Red
S. Braz. J. Morphol. Sci. 24 (2),104-111.
Yatim, W. 1983. Embryologi. Tarsito, Bandung