Anda di halaman 1dari 16

RESUME

Disusun Oleh :
Cici Apriani (141001)
Yuni Prawinata (141003)
Gunawan Andy
Steven Candra
Yuliani Wijaya

Dosen Pengampu :
Mutiara Maimunah, S.E., M.Si., Ak., CA.

UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS


PALEMBANG
2016

Bab 4 Etika Profesional


Apakah etika itu ?
- Etika adalah serangkaian prinsip atau nilai moral. Contoh serangkaian prinsip
dan nilai moral yang ditentukan adalah UU dan peraturan, doktrin gereja,
kode etik bisnis bagi kelompok profesi seperti akuntan publik, dan kode
perilaku dalam organisasi.
-

Enam (6) nilai inti etis mengenai prilaku etis menurut Josephson Institude:
a. Dapat dipercaya, mencakup kejujuran, integritas, reliabilitas dan loyalitas.
Kejujuran menuntut itikad baik mengemukakan kebenaran. Integritas
berarti bertindak sesuai kesadaran tinggi. Reliabilitas artinya melakukan
semua usaha yang masuk akal untuk komitmen nya. Loyalitas adalah
tanggung jawab mengutamakan dan melindungi kepentingan masyarakat
dan organisasi tertentu.
b. Penghargaan, mencakup kepantasan, kesopansantunan, kehormatan,
toleransi, dan penerimaan. Seseorang yang terhormat akan
memperlakukan pihak lain dengan penuh pertimbangan dan menerima
perbedaan tanpa ada prasangka buruk.
c. Pertanggung jawaban, bertanggung jawab atas tindakan seseorang serta
dapat menahan diri, memberi teladan dengan contoh mencakup juga
ketekunan serta upaya melakukan perbaikan.
d. Kelayakan, mencakup isu-isu tentang kesamaan penilaian, sikap tidak
memihak, proporsionalitas, keterbukaan dan keseksamaan.
e. Perhatian, sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan pihak lain dan
memperhatikan kepentingan sesama.
f. Kewarganegaraan, kepatuhan pada UU serta melaksanakan kewajiban
sebagai warga negara agar proses dalam masyarakat berjalan baik.

Dua alasan utama mengapa seseorang bertindak tidak etis:


1. Standar etika seseorang berbeda dengan standar etika yang berlaku di
masyarakat

o Contoh ekstrim orang yang melanggar etika standar adalah para


pengedar obat terlarang, perampok bank dan pencuri. Orang tersebut
tidak menunjukan rasa penyeselan saat tertagkap, karena standar etika
mereka berbeda dengan yang berlaku di masyarakat.
o Contoh yang tidak terlalu ekstrim adalah orang yang berlaku curang
dalam mengisi SPT pajak, memperlakukan orang lain dengan rasa
permusuhan.
2. Atau orang itu memilih untuk bertindak mementingkan diri sendiri
o Orang yang berlaku curang dalam ujian yang diikuti umumnya terjadi
akibat rasa malas. Orang tersebut mengetahui prilakunya tidak benar
namun ia tetap memilih untuk melakukan itu karena diperlukan
pengorbanan bertindak etis.
Dilema Etika
-

Adalah situasai dihadapi seseorang dimana ia harus mengambil keputusan


perilaku yang tepat. Contoh penemuan cincin berlian, dimana orang harus

menetukan apakah berusah mencari pemilik cincin atau disimpannya.


Auditor menghadapi klien yang mengancam akan mencari auditor kecuali ia
bersedia membuat pendapat wajar tanpa pengecualian, akan mengalami

dilema etika bila pendapatnya tidak tepat.


Cara alternatif menyelesaikan dilema etika, tetapi kita harus berhati-hati
menghindari metode yang merasionalkan perilaku tidak etis.
1. Setiap orang melakukannya, argumen memalsukan SPT merupakan
prilaku yang dapat diterima dan didasarkan rasionalisasi setiap orang juga
melakukan hal yang sama
2. Jika sah menurut hukum, hal itu etis. Bahwa semua perilaku sah menurut
hukum adalah prilaku etis sangat bergantung pada kesempurnaan hukum.
Seseorang tidak memiliki kewajiban mengembalikan barang hilang

kecuali dapat membuktikan bahwa barang tersebut miliknya.


3. Kemungkinan penemuan dan konsekuensinya
Pendekatan yang dimaksudkan dapat menjadi pendekatan relatif
menyelesaikan dilema etika yaitu :

a. Memperoleh fakta
b. Mengidentifikasi isu-isu etis berdasarkan fakta
c. Menentukan siapa yang terpengaruh akibat dilema dan bagaimana
kelompok tersebut terpengaruhi
d. Mengidentifikasi alternatif yang tersedia bagi orang yang menyelesaikan
dilema
e. Mengidentifikasi konsekuensi yang mungkin terjadi dari tiap alternatif
f. Memutuskan tindakan yang tepat
Kebutuhan Khusus Akan Perilaku Etis Dalam Profesi
-

Profesional adalah tanggung jawab untuk bertindak lebih dari sekedar


memenuhi tanggung jawab diri sendiri maupun ketentuan hukum dan

peraturan masyarakat.
Alasan utama mengharapkan tingkat perilaku profesional adalah kebutuhan
akan kepercayaan publik atas kualitas jasa yang diberikan profesi tanpa
memandang individu yang menyediakan jasa.

Kode Perilaku Profesional


-

Kode prialku profesional AICPA .Menyediakan standar umum prilaku ideal

maupun peraturan khusus yang harus diberlakukan.


Kode etik ini ada 4 bagian: prinsip-prinsip, peraturan perilaku, interpretasi

atas peraturan perilaku dan kaidah etika


Klien. Tiap orang selain dari atasan anggota yang menugaskan anggota untuk

melaksanakan jasa profesional


Kantor akuntan. Organisasi yang diizinkan oleh hukum yang karakteristiknya

sesuai resolusi Dewan American Institute of Certified Public Accountants.


Prinsip, Standar perilaku etis yang ideal yang dinyatakan dalam istilah
filosofis. Prinsip-prinsip etis :
a. Tanggung jawab, mengemban tanggung jawab atas profesi mereka
dengan pertimbangan profesional dalam semua aktivitas mereka
b. Kepentingan publik, memiliki kewajiban untuk melayani kepentingan
publik, menjaga kepercayaan publik , serta menunjukkan komitmen dan
profesionalisme

c. Integritas, seorang profesional harus dapat mempertahankan integritas


yang tinggi.
d. Objektivitas dan Independensi, profesional harus mempertahankan
objektivitas dan bebas dari pengaruh dengan siapa pun dalam menjalankan
tanggung jawab profesinya.
e. Keseksamaan, melakukan kinerja terbaik sesuai dengan standar untuk
meningkatkan kemampuan dan mutunya.
f. Ruang lingkup dan sifat jasa, Profesionalisme harus memperhatikan
prinsip-prinsip kode perilaku profesional dalam menentukan lingkup dan
-

sifat jasa yang akan disediakan.


Ke-5 prinsip diterapkan secara merata ke anggota AICPA tanpa
mempedulikan mereka bekerja bagi kantor akuntan publik, bekerja sebagai

akuntan dalam perusahaan, terlibat dalam beberapa bisnis lain.


Prinsip ke-6 , ruang lingkup dan sifat jasa diterapkan pada para anggota yang
bekerja bagi publik seperti menyediakan jasa konsultasi karyawan ketika klien
audit bermaksud menangkat CIO untuk fungsi TI klien

AICPA menyiapkan interpretasi berdasarkan konsensus komite terdiri dari


para praktisi akuntan publik. Interpretasi itu dikirimkan ke sejumlah besar
orang penting dalam profesi untuk diminta masukannya.

Kaidah Etika
-

Kaidah adalah penjelasan oleh komite eksekutif dari divisi etika profesional

tentang situasi faktual khusus.


Contoh (Peraturan 101- Independensi ; Kaidah No. 16)
Pertanyaan- seorang anggota bertindak sebagai dewan direksi klub
sosial nirlaba. Apakah independensi anggota dianggap terganggu
berkaitan dengan klub tersebut?

Jawaban- independensi anggota dianggap terganggu karena dewan


memiliki tanggung jawab akhir atas masalah klub.

Aplikabilitas Peraturan Perilaku


-

Tiap peraturan diterapkan pada jasa atestasi dan kecuali dinyatakan sebaliknya
diterapkan ke semua jenis jasa disediakan kantor akuntan publik seperti jasa
perpajakan. Hanya ada 2 peraturan dikecualikan bagi jasa nonatestasi:
1. Peraturan 101- independensi. Peraturan ini mensyaratkan jika AICPA
menetapkan ketentuan independensi melalui badan penyusun peraturan
dibawahnya. Contoh kantor akuntan publik memberikan jasa manajemen
ke perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh partner KAP.
2. Peraturan 203- prinsip akuntansi. Hanya berlaku saat menerbitkan

pendapat audit atau laporan jasa review.


Independensi dalam fakta ada bila auditor benar-benar mampu
mempertahankan sikap yang tidak bias sepanjang audit, sedangkan
independensi dalam penampilan adalah hasil dari interpretasi lain atas
independensi ini

Jasa Nonaudit
-

Adanya larangan memperluas situasi dimana jasa tidak diperkenankan :


1. Jasa pembukaan dan akuntansi lain
2. Perancangan dan implementasi sistem informasi keuangan
3. Jasa penaksiran atau penilaian
4. Jasa aktuarial
5. Outsourcing audit internal
6. Fungsi manajemen dan SDM
7. Jasa pialang atau dealer penasihat investasu
8. Jasa hukum dan pakar yang tidak berkaitan dengan audit
9. Semua jasa lain yang ditentukan oleh peraturan PCAOB sebagai tidak
diperkenankan
Kantor akuntan publik masih dapat memberikan jasa yang tidak dilarang
kepada klien audit perusahaan publik. Contoh : aturan SEC dan PCAOB
memungkinkan akuntan publik memberikan jasa perpajakan ke klien audit

kecuali jasa perpajakan kepada ekskutif perusahaan yang bertanggung jawab


-

atas pelaporan keuangan.


Empat kategori fee harus dilaporkan :
1. Fee audit
2. Fee berkaitan dengan audit, adalah jasa seperti comfort letter dan review
atas pengajuan ke SEC yang diberikan oleh kantor akuntan publik
3. Fee perpajakan
4. Semua fee lainnya

Komite Audit
-

Adalah sejumlah anggota dewan dirksi perusahaan yang tanggung jawabnya

membantu auditor agar tetap independen dari manajemen.


Komite audit harus menyetujui terlebih dahulu semua jasa audit dan non audit
serta tanggung jawab mengawasi pekerjaan auditor. Auditor bertanggung
jawab untuk mengkomunikasikan semua hal signifikan yang dapat
diidentifikasi selama audit kepada komite audit.

Konflik yang Timbul dari Hubungan Personalia


-

Penerimaan karyawan dari mantan anggota tim audit sebuah klien


meningkatkan masalah independensi. Kantor akuntan publik tidak dapat terus
mengaudit klien jika auditor menerima posisi itu dan telah berpartisipasi

dalam kapasitas audit selama 1 tahun.


Kantor akuntan publik bisa melaksanakan audit jika mantan auditor menerima
posisi seperti asisten kontroler atau akuntan tanpa tanggung jawab di bidang
akuntansi.

Rotasi Partner
-

Partner yang sama tidak akan terlibat dengan kinerja aktual audit tertentu dan
kemudian kembali terlibat dengan review pekerjaan sesudah penyelesaian
audit.

Partner audit lainnya yang memiliki keterlibatan cukup besar pada audit harus
dirotasi sesudah tujuh tahun dan terkena periode time out selama 2 tahun.

Kepentingan Kepemilikan
-

Aturan melarang tiap kepemilikan oleh orang yang terlibat dalam audit dan
keluarga dekat, termasuk anggota tim penugasan audit, mereka yang
mempengaruhi penugasan audit dalam rantai komando perusahaan, partner
dan para manajer yang memberikan lebih dari 10 jam jasa non audit kepada
klien , dan partner dalam kantor yang bertanggung jawab atas penugasan

audit.
Peraturan ini dirancang untuk menyediakan aturan yang lebih mudah diikuti.

Independence Standards Board (ISB)


-

Mengharuskan auditor perusahaan yang melapor ke SEC untuk secara tertulis


mengungkapkan kepada komite audit semua hubungan antara kantor akuntan
publik dan perusahaan, yang menurut penilaian profesional auditor dianggap

mempengaruhi independensi.
Kantor akuntan publik harus mengkonfirmasikan tertulis bahwa menurut
penilaian profesionalnya, kantor akuntan itu independen terhadap perusahaan.
Auditor diwajibkan membahas independensi kantor akuntan publik dengan
komite audit.

Belanja Prinsip Akuntansi


-

Memberikan pendapat secara tertulis atau lisan menyangkut penerapan prinsip


akuntansi yang akan dikeluarkan atas transaksi khusus dari klien audit kantor

akuntan publik lain


Tujuan dari persyaratan ini adalah meminimalkan kemungkinan manajemen
mengkuti praktik yang umumnya disebut belanja pendapat dan ancaman
potensial atas independensi. Yang terpenting akuntan publik dimintai nasihat

harus berkomunikasi dengan auditor entitas yang ada untuk memastikan fakta
relevan untuk membentuk pertimbangan profesional yang dilaporkan.
Peraturan Perilaku dan Interpretasi Independensi
-

Peraturan 101-Independesi. Anggota yang berpraktik untuk perusahaan publik


harus independen dalam pelaksanaan jasa profesionalnya sebagaimana

diisyaratkan oleh standar dirumuskan lembaga dibentuk oleh Dewan.


Independensi diwajibkan dalam jenis jasa atestasi lain seperti jasa review dan
audit atas laporan keuangan prospektif. Akan tetapi kantor akuntan publik
memberikan jasa SPT pajak dan jasa manajemen tanpa harus berlaku

independen. Peraturan 101 tidak berlaku untuk jenis jasa ini.


Interpretasi Peraturan 101 melarang anggota terlibat untuk memiliki saham
dalam klien audit arena hal ini berpotensi merusak independensi audit aktual

dan mempengaruhi persepsi pemakai atas independensi auditor.


Peraturan 101 berlaku bagi anggota yang terlibat mempengaruhi penugasan
atestasi. Anggota yang tercakup meliputi:
1. Orang pada tim penugasan atestasi
2. Orang yang mempengaruhi penugasan atestasi seperti orang mengawasi

partner penugasan
3. Partner atau manajer yang memberikan jasa nonatestasi ke klien
4. Partner di kantor partner yang bertanggung jawab atas penugasan atestasi.
5. Kantor akuntan dan program tunjangan karyawannya.
Contoh : anggota staf kantor akuntan publik nasional memiliki saham
perusahaan klien dan tidak melanggar peraturan 101 bila anggota staf tidak
terlibat dalam penugasan.

Kepentingan Keuangan Langsung dan Tidak Langsung


-

Kepemilikan lembar saham oleh anggota kluarga dekatnya dikenal sebagai

kepentingan keuangan langsung


Contoh : jika partner di kantor dimana audit dilakukan pasangan hidupnya
memiliki kpentingan keuangan, maka kantor akuntan dilarang menurut
peraturan 101

Kepentingan tidak langsung, muncul ketika ada hubungan kepemilikan dekat


tetapi bukan hubungan langsung antar auditor dan klien. Contoh : kepemilikan
anggota terlibat atas dana bersama yang memiliki investasi dalam saham klien

Material Atau Tidak Material


-

Materialitas dilihat dalam hubungan dengan kesejahteraan dan pendapatan


anggota. Contoh: jika anggota terlibat memiliki besar investas dalam dana
bersama dan mempunyai posisi kepemilikan besar perusahaan klien.

Mantan Praktisi
-

Pelanggaran kantor akuntan terjadi jika mantan partner tetap menjadi asosiasi
kantor dan ambil bagian dalam aktivitas yang menyebabkan pihak lain

percaya bahwa ia masih aktif dalam kantor akuntan itu.


Hal hal seperti mengundurkan diri demi memiliki hubungan dengan klien
perusahaan yang melanggar peraturan 101 tidak mempengaruhi independensi

Prosedur Pemberian Pinjaman yang Normal


-

Tidak diperkenankan adanya perjanjian kredit antar akuntan publik dengan

klien audit karena merupakan hubungan keuangan


Pembatasan dan pengecualian dinilai wajar dengan mempertimbangkan tradeoff independensi dan kebutuhan untuk mengizinkan akuntan publik bertindak
sebagai pelaku bisnis dan pribadi

Hubungan sebagai Investor dengan Klien


-

Klien sebagai investor. Jika investasi klien dalam nonklien berjumlah


material, maka investasi langsung dan tidak oleh akuntan publik dalam

investee nonklien akan mengganggu independensi


Klien sebagai investee, investasi klien berjumlah material bagi investor
nonklien, maka investasi langsung atau tidak yang material oleh akuntan

publik pada nonklien akan menganggu independensi. Jika tidak material


-

independesi tidak terganggu.


Menurut Peraturan 101, independensi dianggap terganggu bila fee ditagih atas
jasa profesional masih belum dibayar lebih dari 1 tahun sebelum tanggal
laporan. Fee belum dibayar dianggap pinjaman auditor ke klien karena
melanggar peraturan 101

Peraturan Perilaku Lainnya


-

Peraturan 102-Integritas dan Objektivitas. Tiap jasa profesional, anggota


harus mempertahankan objektivitas dan integritas, bebas dari konflik

kepentingan dan tidak boleh sengaja membuat kesalahan penyajian atas fakta.
Asumsikan akuntan publik menyiapkan SPT pajak klien dan sebagai penasihat
klien, maka klien didorong untuk mengambil potongan pajak yang membuat
akuntan publik adalah sah, tetapi tidak memberikan dukungan. Ini merupakan

pelanggaran atas objektivitas ataupun integritas


Peraturan 201-Standar Umum. Anggota harus mematuhi standar dan
interpretasinya diterapkan oleh lembaga yang ditunjuk Dewan.
a. Kompetensi profesional, hanya mengerjakan jasa profesional dimana
anggota menganggap wajar diselesaikan dengan kompetensi profesional
b. Keseksamaan profesional, menggunakan kemahiran profesional dalam

pelaksanaan jasa profesional


Peraturan 202-Ketaatan pada standar. Anggota yang melaksanakan jasa
audit, review , konsultasi manajemen, perpajakan harus memenuhi

standarisasi.
Peraturan 203-Prinsip Akuntansi. Anggota tidak boleh memberikan pendapat
secara tegas laporan keuangan milik entitas telah sesuai dengan prinsip umum.
Meyatakan ia tidak menyadari ada modifikasi material yang dibuat laporan

sesuai prinsip akuntansi.


Tujuan dari Peraturan 201-203 adalah memberikan dukungan ASB,PCAOB,

FASB dan badan penyusun lain


Peraturan 301 Informasi Rahasia Klien. Anggota dalam praktik tidak boleh
mengungkapkan setiap informasi rahasia klien tanpa persetujuan klien.

Kebutuhan akan Kerahasiaan


-

Selama melakukan audit , para praktisi memperoleh sejumlah informasi


rahasia termasuk gaji pejabat perusahaan, rencana penetapan harga produk

dan periklanan serta data biaya produk.


Jika auditor membocorkan informasi ke pihak luar yang tidak mempunyai
akses informasi , hubungan mereka dengan manajemen bisa sangat tegang dan

dalam kasus ekstrim dapat membahayakan klien.


Pengecualian atas kerahasiaan, dalam peraturan 301 ada 4 pengecualian atas
persyaratan kerahasiaan:
1. Kewajiban yang berhubungan dengan standar teknis, andaikan bahwa 3
bulan setelah laporan audit wajar tanpa pengecualian dikeluarkan auditor
menemukan laporan keuangan mengandung salah saji material.
2. Panggilan pengadilan dan ketaatan pada hukum serta peraturan, bila
tuntutan hukum tidak dapat mewajibkan orang untuk memberikan
informasi, meskipun ada surat panggilan pengadilan. Informasi oleh klien
kepada pengacara adalah hak istimewa.
3. Peer review, apabila akuntan publik melakukan pengendalian mutu maka
ada praktik yang bisa untuk memeriksa beberapa file, arsip audit.
4. Respons terhadap divisi etika, seorang praktisi digugat karena
menampilkan kinerja teknis yang tidak memadai oleh dewan pengadilan

kemungkinan besar anggota dewan ingin memeriksa dokumentasi audit


Peraturan 302- Fee Kontinjen. Angota dalam praktik publik tidak boleh:
a. Melaksanakan jasa profesional apapun dengan fee kontinjen atau
menerima fee dari klien dimana anggota melakukan audit atas laporan
keuangan, pemeriksaan atas informasi keuangan prospektif
b. Menyiapkan SPT pajak asli yang diperbaiki agar mendapatkan fee

kontinjen dari klien.


Fee kontinjen adalah fee yang diperoleh dari pelaksanaan jasa sesuai dengan
perjanjian dimana tidak ada fee yang dibebankan kecuali temuan atau jumlah
fee bergantung pada temuan.

Ketika menyediakan jasa lain, akuntan publik bersaing dengan profesi lain
yang tidak mempunyai pembatasan fee kontinjen, maka tidak adil melarang
akuntan publik memberikan jasa ini atas dasar yang sama.

Peraturan 501
-

Tindakan yang dapat didiskreditkan, anggota tidak boleh mel;akukan tindakan


yang dapat didiskreditkan bagi profesinya
1. Penahanan catatan klien, menahan catatan setelah permintaan dilakukan
atas catatan merupakan tindakan yang dapat didiskreditkan
2. Diskriminasi dan gagguan dalam praktik karyawan, anggota dianggap
telah melakukan tindakan yang dapat didiskreditkan bila anggota
melanggar hukum antidiskriminasi.
3. Standar tentang audit pemerintah dan persyaratan badan serta agen
pemerintah, audit atas unit pemerintahan dan penerima bantuan federal
harus dilakukan sesuai dengan standar audit pemerintah
4. Kelalaian dalam penyiapan laporan, anggota dianggap melakukan
tindakan yang dapat didiskreditkan bila akibat kelalaiannnya, orang lain
membuat untuk membuat ayat jurnal yang salah dan menyesatkan secara
material dalam laporan keuangan serta catatan entitas.
5. Kelalaian mengikuti persyaratan dari badan pemerintah, komisi atau
lembaga, anggota menyiapkan laporan keuangan yang berkaitan untuk
dilaporkan ke badan pemerintah

Peraturan 502
-

Iklan dan bentuk permohonan lainnya, anggota dalam praktik publik tidak
boleh berusaha memperoleh klien dengan iklan dengan cara yang palsu,

meyesatkan. Permohonan dengan menggunakan paksaan, melampaui batasan.


Permohonan terdiri dari berbagai cara contohnya: mengajak calon klien untuk
makan siang dan menjelaskan jasa akuntan publik, menawarkan seminar
tentang perubahan hukum pajak baru kepada klien poransial.

Meskipun ada kasus tingkat tinggi melibatkan kelalaian audit , adanya


exposure hukum bagi kantor akuntan publik, persyaratan peer review dan

potensi campur tangan SEC serta pemerintah membuat mutu audit tetap tinggi
Komisi adalah kompensasu yang dibayarkan untuk merekomendasikan
produk jasa pihak ketiga kepada klien. Akuntan publik dilarang menerima
komisi dari klien yang menerima jasa atestasi dari kantor akuntan publik itu.

Peraturan 503- komisi dan fee Referal


-

Komisi yang dilarang, anggota dalam praktik tidak boleh menerima komisi
untuk merekomendasikan jasa kepada klien. Apabila anggota juga melakukan
untuk klien tersebut:
a. Audit atas laporan keuangan
b. Kompilasi laporan keuangan bila anggota menduga bahwa pihak ketiga
akan menggunakan laporan keuangan dan laporan kompilasi anggota tidak

mengungkapkan kurangnya independansi


c. Pemeriksaan atas informasi keuangan prospektif
Larangan berlaku selama anggota ditugaskan melaksanakan jasa diiatas dan

periode tercakup oleh laporan keuangan historis yang terlibat dalam jasa
Pengungkapkan komisi yang diizinkan, anggota praktik publik tidak dilarang

oleh peraturan ini untuk melaksanakan jasa atau mengharap komisi.


Dngan adanya aturan untuk komisi dan fee referal ini berarti kantor akuntan
publik tidak melanggar peraturan perilaku AICPA bila mnjual sesuatu seperti
real estat, sekuritas dan kantor secara keseluruhan atas dasar komisi jika
transaksi tidak melibatka klien menerima jasa atestasi dari kantor akuntan

publik tersebut.
Peraturan 505 mengizinkan para praktisi untuk membentuk organisasi sesuai
dengan salah satu dari enam bentuk ini, sepanjang diizinkan oleh hukum
negara bagian perusahaan perorangan, persekutuan umum, korporasi umum,

korporasi profesional perusahaan dengan kewajiban terbatas.


Peraturan 505- Bentuk dan Nama Organisasi, anggota dapat berpraktik
dalam bidang akuntansi publik dalam bentuk organisasi yang diizinkan oleh
hukum . anggota tidak boleh berpraktik dalam bidang akuntansi publik

dengan nama kantor yang menyesatkan, kanntor akuntan tidak boleh


menunjuk dirinya sendiri sebagai anggota dari AICPA kecuali semua pemilik
-

kantor publiknya adalah anggota dari institue itu.


Kepemilikan kantor akuntan publik oleh bukan akuntan publik diizinkan
menurut kondisi berikut:
1. Akuntan publik mempunyai mayoritas kepentingan keuangan dengan hak
pengambilan suara pada kantor
2. Akuntan publik harus mempunyai tanggung jawab akhir atau semua
atestasi laporan keuangan, kompilasi dan jasa lain yang diberikan oleh
kantor itu yang diatur oleh Statements on Auditing Standards
3. Pemilik harus mempunyai ekuitas dalam hak mereka sendiri.
4. Peraturan berlaku bagi semua pemilik yang bukan akuntan publik :
a. Mereka secara aktif harus memberikan jasa kepada klien kantor
akuntan sebagai pekerjaan utama
b. Mereka tidak dapat menyebut dirinya sebagai akuntan publik tetapi
dapat menggunakan gelar yang diizinkan oleh hukum negara bagian
seperti ketua, pejabat
c. Mereka tidak dapat memikul tanggung jawab akhir atas setiap atestasi
laporan keuangan
d. Mereka tidak memenuhi syarat dalam keanggotaan AICPA tetapi harus

memenuhi Kode Perilaku Profesional AICPA


Kantor akuntan publik dapat membentuk anak perusahaan untuk memberikan
jasa atestas kepada klien. Struktur alternatif diizinkan, tetapi resolusi Dewan
AICPA menegaskan untuk melindungi kepentingan publik, akuntan publik
memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan pekerjaan atestasi.

Ada 2 tingkatan dari tindakan disiplin. Untuk tidak terlalu serius dan mungkin
pelanggaran tidak disengaja, divisi ini membatasi hukuman hingga

persyaratan untuk mengambil tindakan perbaikan


Hal yang jauh lebih penting dikeluarkan dari AICPA adalah peraturan
perilaku, yang serupa dengan AICPA yang telah diberlakukan oleh Dewan
Akuntansi dari seluruh 50 negara bagian di Amerika Serikat.

Peraturan perilaku dan interpretasinya memberikan pedoman tentang


kepentingan keuangan yang diizinkan dan kepentingan lainnya guna
membantu akuntan publik mempertahankan independensi

Peraturan perilaku dirancang untuk mempertahakan kepercayaan publik atas


profesi akuntan publik. Tanggung jawab etis akuntan publik diberlakukan
AICPA untuk para anggotanya dan dewan akuntansi negara bagian dari
akuntan publik yang memiliki lisensi.