Anda di halaman 1dari 21

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN

LINIER SECARA NUMERIS


Bagaimana bentuk SISTEM persamaan linier?

BENTUK UMUM SISTEM PERSAMAAN LINIER:


a11 X1 + a12 X2 + a13 X3 + . + a1n Xn = b1
a21 X1 + a22 X2 + a23 X3 + . + a2n Xn = b2
a31 X1 + a32 X2 + a33 X3 + . + a3n Xn = b3

..

..
am1 X1 + am2 X2 + am3 X3 + ..+ amn Xn = bm

(pers. 1)
(pers. 2)
(pers. 3)

(pers. m)

Bagaimana sampai terbentuk sistem persamaan linier


tsb?
Ikuti ilustrasi sederhana berikut:
Contoh kasus sehari-hari yang membentuk sistem persamaan linier:
Misalkan ada 3 orang (Ali, Badu & Cica) yang berbelanja di Hypertmart,
mereka datang dan pulang bersama-sama.
Misal
Ali berbelanja: 5 pisang, 3 indomi dan 7 baju. Total pengeluaran Rp. 68.000,Badu berbelanja: 2 pisang, 0 indomi dan 1 baju. Total pengeluaran Rp. 32.000,Cica berbelanja: 1 pisang, 5 indomi dan 70 baju. Total pengeluaran Rp. 94.000,-

Bila ditanya, berapa sebetulnya harga pisang, indomi dan baju?


Maka secara sistematis untuk memudahkan perhitungan, biasanya ilustrasi
diatas di tulis dalam bentuk persamaan:
Ali :
5 pisang + 3 indomi
+ 7 baju
= 68.000
Badu:
2 pisang + 0 indomi
+ 1 baju
= 32.000
Cica :
1 pisang + 5 indomi
+ 70 baju
= 94.000
Misalkan pisang=P, indomi=I dan B= baju, maka sistem tersebut dapat ditulis
5P + 3I
2P + 0I
1P + 5I

+ 7 B
+ 1 B
+ 70 B

= 68.000
= 32.000
= 94.000

Atau misal
P=X1, I=X2, B=X3, maka:
5 X1 + 3 X2
2 X1 +
0
X1 + 5 X2

+ 7 X3
+
X3
+ 70 X3

= 68.000
= 32.000
= 94.000

.......(1)
.......(2)
......(3)

Susunan ini disebut sistem persamaan linier.


Dan bila disusun dalam bentuk umum menjadi seperti
a11 X1 + a12 X2 + a13 X3 + . + a1n Xn = b1
a21 X1 + a22 X2 + a23 X3 + . + a2n Xn = b2
a31 X1 + a32 X2 + a33 X3 + . + a3n Xn = b3

....

..

..
am1 X1 + am2 X2 + am3 X3 + ..+ amn Xn = bm

(pers. 1)
(pers. 2)
(pers. 3)

(pers. m)

ini merupakan sistem persamaan linier dengan matrix [m x n]


Untuk kasus Ali, Badu dan Cica diatas dengan mudah dapat diselesaikan secara
analitis berapa X1, X2, dan X3 atau berapa harga pisang, indomi dan baju.
Ada yang tidak tau caranya?
Caranya: dari pers. 2 diperoleh

X3=32.000-2X1

.............(4)

Substitusi X3 pada pers. 4 ke pers. 1


Lalu substitusi ke pers. 3
Dan akhirnya akan diperoleh nilai X1, X2 dan X3 ?????

Untuk kasus ini masih bisa kita selesaikan dengan cara analitis, karena jumlah
variabel dan persamaannya masih sedikit (3 variabel dan 3 persamaan).
Tapi bayangkan, misalkan kita ingin menghitung harga setiap item dari 100
jenis barang untuk 100 orang yang belanja bersama Ali, Badu dan Cica.
Bagaimana cara menyelesaikannya???
Tentu tidak efektif dan efisien bila menggunakan cara analitis seperti contoh di
atas
Karena ada 100 persamaan dan 100 variabel seperti berikut:
a 1, 1 X1 + a 1,2 X2 + a1,3 X3 +.
a 2, 1 X1 + a 2,2 X2 + a2,3 X3 +....
a 3, 1 X1 + a 3,2 X2 + a3,3 X3 +....

a100, 1 X1 + a100,2 X2 + a100,3 X3 +

repot
bila
analitis!!!!!!

+ a1,100 X100
+ a2,100 X100
+ a3,100 X100

..

..
+ a100,100 X100

= b1 .......
= b2
.......
= b3
........

= b100 ...

(pers. 1)
(pers. 2)
(pers. 3)

.. (pers. 100)

menggunakan

cara

Maka dipakai solusi cara numeris.


Ada beberapa metode penyelesaian sistem persamaan linier secara numeris,
umumnya digolongkan atas:
1. metode langsung
2. metode tidak langsung

dll

Dalam kuliah ini akan dipelajari:

1. Metode eliminasi gauss (langsung)


2. Metode Gauss Seidel (tak langsung)
Masing-masing metode mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing,
dan saling melengkapi.

BENTUK SISTEM PERSAMAAN LINIER:


a11 X1 + a12 X2 + a13 X3 + . + a1n Xn = b1
a21 X1 + a22 X2 + a23 X3 + . + a2n Xn = b2
a31 X1 + a32 X2 + a33 X3 + . + a3n Xn = b3

..

..
am1 X1 + am2 X2 + am3 X3 + ..+ amn Xn = bm

(pers. 1)
(pers. 2)
(pers. 3)

(pers. m)

Keterangan:
* X1, X2, X3 .Xn disebut variabel dari persamaan. *a11, a21..dst disebut koefisien variabel
* n = jumlah variabel; m = jumlah persamaan;

Sistem persamaan linier tersebut dapat juga ditulis dalam bentuk perkalian Matrix, sbb:

a11
a21
a31

am1

a12 a13 a1n


X1
b1
a22 a23 a2n
X2
b2
a32 a33 a3n x X3
= b3

..
..

..
..
am2 am3 .. amn
Xn
bm
matrix A
matrix X
matrix B
(matrix koefisien)
(matrix variabel) (matrix hasil/eigen value)
bila m = n maka matrix A merupakan matrix bujur sangkar (m x n)

Misalkan ingin diselesaikan soal sbb:


Mau diselesaikan secara analitis atau numeris?

4 8 4 0 1 3 0 2
X1
8
1 5 4 -3 2 2 1 1
X2
-4
1 4 7 2 3 3 3 1
X3
10
1 3 0 -2 2 1 2 3 x X4 = -4
1 2 3 4 5 4 0 4
X5
1
2 1 2 3 4 6 1 3
X6
2
3 1 2 4 0 1 3 1
X7
4
4 3 2 1 1 3 2 2
X8
1
Kalau memilih numeris, anda bisa menggunakan Matlab. Ada yg belum bisa?
Matlab telah meyediakan fasilitas hitung cepat matrik, yg merupakan kompilasi
berbagai metode numerik
Bekerja dengan matlab:

clc
A=[4 8 4 0 1 3 0 2;1 5 4 -3 2 2 1 1;1 4 7 2 3 3 3 1;1 3 0 -2 2 1 2 3;1 2 3 4 5 4 0 4;2 1 2 3 4
6 1 3;3 1 2 4 0 1 3 1;4 3 2 1 1 3 2 2]
B=[8;-4;10;-4;1;2;4;1]
X=A\B

MAKA KELUARAN MATLAB:


X=
-18.0761
-7.2023
17.1550
-1.8803
-41.1916
12.7471
-3.4107
36.1267
Bagaimana Matlab di atas bekerja?
Jawab:
Matlab bekerja atas metode numerik (algoritma) tertentu dengan sebelumnya
melakukan prosedur pemilihan metode numerik yg sesuai!

METODE LANGSUNG:
METODE ELIMINASI GAUSS
Metode ini bertujuan membentuk sistem persamaan/matrix menjadi matrix
eliminasi gauss (upper triangular matrix), yaitu dari matrix ..
a11 X1 + a12 X2 + a13 X3 + + a1n Xn = b1
a21 X1 + a22 X2 + a23 X3 + . + a2n Xn = b2
a31 X1 + a32 X2 + a33 X3 + . + a3n Xn = b3

..

..
am1 X1 + am2 X2 + am3 X3 + ..+ amn Xn = bm

(pers. 1)
(pers. 2)
(pers. 3)

(pers. m)

menjadi matrix.
a11 X1 + a12 X2 + a13 X3 + . + a1n Xn = b1
a22 X2 + a23X3 + . + a2n Xn = b2
a33 X3 + + a3n Xn = b3
....

..

(pers. 1)
(pers. 2)
(pers. 3)

nilainya = 0

(pers. m)

..
amn Xn = bm

Perhatikan:
pers. 2;3.dst tidak sama lagi dengan pers. 2;3.dst seperti
sebelumnya, karena semua nilai koefisien-koefisiennya telah berubah
akibat proses eliminasi membentuk segitiga bawah yang bernilai = 0.
Tetapi pers. 1 tetap seperti semula karena tidak dimodifikasi
Karena telah membentuk matrix eliminasi gauss, maka pada pers. m langsung
dapat ditentukan besarnya nilai Xn yaitu Xn = bm/amn
Kemudian setelah Xn diketahui, maka subtitusi Xn tsb ke pers. m-1 untuk
menemukan Xn-1
.........Demikian seterusnya sampai diperoleh X..., X3, X2 dan akhirnya
diketahui X1
Prosedur ini disebut backward substitution (penghitungan substitusi mundur)

Bagaimana cara eliminasinya agar terbentuk matrix eliminasi gauss?


Lakukan langkah eliminasi gauss, sbb:
1. Menghilangkan a21, a31,..,am1 dengan cara:
* menghilangkan a21
{pers. (2)} - {pers.(1) x (a21/a11)}
* menghilangkan a31
{pers. (3)} - {pers.(1) x (a31/a11)}
.
* menghilangkan am1
{pers. (m)} - {pers.(1) x (am1/a11)}
Catt: Dalam hal ini koef a11 disebut koefisien dari elemen pivot
sehingga terbentuk sistem persaman
a11 X1 + a12 X2 + a13 X3 + . + a1n Xn = b1
a22 X2 + a23 X3 + . + a2n Xn = b2
a32 X2 + a33 X3 + . + a3n Xn = b3

..

..
am2X2 + am3X3 + . + amnXn = bm

(pers. 1)
(pers. 2)
(pers. 3)

(pers. m)

2. Menghilangkan a32, a42,..,am2 dengan cara:


Pilih elemen pivot
a22
* menghilangkan a32
{pers. (3)} - {pers.(2) x (a32/a22)}
* menghilangkan a42
{pers. (4)} - {pers.(2) x (a42/a22)}
..
* menghilangkan am2
{pers. (m)} - {pers.(2) x (am2/a22)}
sehingga terbentuk sistem persaman
a11 X1 + a12 X2 + a13 X3 + . + a1n Xn = b1
(pers. 1)
a22 X2 + a23 X3 + . + a2n Xn = b2
(pers. 2)
a33 X3 + ... + a3nXn = b3
(pers. 3)
.

..

..

am3X3 + . + amnXn = bm
(pers. m)

3. Demikian seterusnya untuk menghilangkan kolom-kolom selanjutnya,


dilakukan dengan cara yang sama dan konsisten, sehingga akhirnya
terbentuk matrik eliminasi gauss seperti diatas:
a11 X1 + a12 X2 + a13 X3 + . + a1n Xn = b1
(pers. 1)
a22 X2 + a23X3 + . + a2n Xn = b2
(pers. 2)
a33 X3 + . + a3n Xn = b3
(pers. 3)

..

.
..
(pers. m-1)
amn Xn = bm
(pers. m)
4. Lakukan substitusi balik (backward substitution)
diperoleh Xn = bm/amn
substitusi Xn tersebut ke pers. (m-1) untuk mendapatkan Xn-1
lalu substitusi nilai Xn dan Xn-1 ke pers. (m-2) untuk memperoleh Xn-2

demikian seterusnya akhirnya akan diperoleh nilai X3, X2 dan X1

sebetulnya tugas metode numerik


hanya sampai disini, selanjutnya
adalah
tugas
komputasi
menterjemahkan metode/algoritma
tadi menjadi bentuk program
komputer menggunakan bahasa
pemrograman tertentu.
Kata kunci: memamahi prosedur (algoritma)

Contoh soal sederhana (dalam rangka memahirkan prosedur El-Gauss):


Tentukan nilai-nilai variabel X1, X2, X3 dari sistem persamaan linier berikut
dengan cara eliminasi gauss
3 X1 - 2 X2 + 3 X3 = 8
.(pers. A)
4 X1 + 2 X2 - 2X3 = 2
.(pers. B)
X1 + X2 + 2X3 = 9
.(pers. C)
Penyelesaian:
Langkah 1. Menghilangkan 4X1 dan X1 pada kolom 1
*Menghilangkan 4X1 pada pers. B dengan cara:
Pers. B - (4/3) x (pers. A)
yaitu:
4 X1 + 2 X2 - 2X3 = 2 4 X1 + 2 X2 - 2 X3 = 2
(4/3) x (3 X1 - 2 X2 + 3 X3 = 8) 4 X1 - (8/3) X2 + 4 X3 = 32/3
(-)
(14/3) X2 6 X3 = -26/3 .pers. B
*Menghilangkan X1 pada pers. C dengan cara:
Pers. C - (1/3) x (pers. A)
Menjadi:
X1 + X2 + 2X3 = 9
X1 +
X2 + 2 X3 = 9
(1/3) x (3 X1 - 2 X2 + 3 X3 = 8) X1 - (2/3) X2 + X3 = 8/3
(-)
(5/3) X2 + X3 = 19/3 .pers. C

Sehingga muncul sistem persamaan baru:


3 X1 2 X2
+
3 X3 = 8
(14/3) X2
6 X3 = -26/3
hilang
(5/3) X2 +
X3 = 19/3

. ( pers. A )
. ( pers. B )
. ( pers. C )

Langkah 2. Menghilangkan (5/3)X2 pada kolom 2 pada pers. C


Pers. C - {(5/3)/(14/3)} x (pers. B)
yaitu:
(5/3) X2 + X3 = 19/3 (5/3) X2 +
X3 = 19/3
(5/14) x {(14/3) X2 -6X3 = -26/3} (5/3) X2 - (30/14) X3 = -130/42
(-)
(44/14)X3 = 396/42 .(pers. C)
Sehingga muncul sistem persamaan baru lagi:
3 X1 2 X2
+
3 X3 = 8
(14/3) X2
6 X3 = -26/3
hilang
(44/14)X3 = 396/42

. ( pers. A )
. ( pers. B )
. ( pers. C )

*Sehingga dari pers. C dapat diketahui X3 = (396/42)/(44/14)= 3


*Selanjutnya lakukan subtitusi balik untuk mencari X2 pada pers. B
dengan mensubstitusi X3 ke pers. B shg diperoleh X2 = 2
*Untuk mencari X1 digunakan pers. A dengan mensubstitusi X3 dan X2
ke pers. A
X1 = 1

Sehingga hasilnya: X1=1 ; X2=2 ; X3=3


LATIHAN
1. Tentukan X1, X2 dan X3
2X2 2X3 =2
X1 + 2X2 - 3X3 =4
X1 - 2X2 + 2X3 = 1

Jwb: X1=3, X2=2, X3=1

PERHATIKAN!!!
PROSEDUR PEMAKAIAN CARA ELIMINASI GAUSS HARUS
KONSISTEN SEPERTI DIATAS, TIDAK BOLEH DIBOLAK-BALIK,
KARENA AKAN MEMPERMUDAH DALAM TRANSFER KE
PEMBUATAN PROGRAM KOMPUTER.
ATURAN PROSEDUR SEPERTI ITU DALAM PEMROGRAMAN
KOMPUTER DISEBUT ALGORITMA
Membolak-balik cara di atas (tidak konsisten), maka akan kesulitan
dalam transfer ke program
Bila prosedur el gauss di atas dijalani secara konsisten maka
berdasarkan itu dapat disusun program komputasi dengan matlab:
Contoh potongan program El-gauss:
%...........deklarasi matrik.........
%looping utama (perhitugan berulang) utk prosedur eliminasi
for k=1:(n-1)
for i=(k+1):n
for j=(k+1):n

a[i,j,k+1]=a[i,j,k] - ((a[i,j-1,k])/(a[i-1,j-1,k]))* a[i-1,j,k];


end
b[i,k]= b[i,k-1]-(a[i,k,k-1]/a[k,k,k-1])* b[k,k-1];
end;
end;

Catt:

*pada praktek penyusunan program, tidak lg memperhatikan kolom yg di-nol-kan tetapi


memperhatikan kolom yg termodifikasi
*identitas koefisien a ditentukan oleh 3 indeks yaitu: a(baris, kolom, running-ke)
*identitas koefisien b ditentukan oleh 2 indeks yaitu: b(baris, running-ke)

3 X1 hilang

Sistem persamaan baru:


2 X2
+
3 X3 = 8
. . ( pers. A )
(14/3) X2
6 X3 = -26/3
. ( pers. B )
(5/3) X2 +
X3 = 19/3
. ..( pers. C )

backward substitution
%prosedur backward substitution************

for i=n:-1:1
jumlah=0;
for j=(i+1):n
if (j>n)
end
else
jumlah=jumlah + a[i,j,i-1]*x[j];
end
end;
x[i]=(b[i,i-1] - jumlah)/a[i,i,i-1];
disp ('x',i,' = ',x[i]:6:2);
end;

Kelemahan Cara eliminasi gauss:


1. Jika pada saat eliminasi kolom ke-i harga aii (koefisien pada diagonal
utama (elemen pivot) adalah = nol, maka cara eliminasi gauss tidak
dapat berjalan.
2. Jika pada saat eliminasi kolom ke-i harga aii (koefisien pada diagonal
utama) adalah sangat kecil (dibanding koefisien lain pd baris pivot
tersebut), maka cara eliminasi gauss menghasilkan
ketelitian hitungan yang rendah.

Catatan:
Catatan 1. Bila kelemahan eliminasi gauss ini terjadi, maka baris yang
mengandung aii =0 atau sangat kecil tersebut, ditukar dengan baris lain
dibawahnya yang memiliki nilai mutlak .pada kolom ke-i yang terbesar
Trik ini disebut dengan teknik pivoting parsial
Contoh:
Misalkan dari langkah 1 contoh diatas:

Muncul sistem persamaan baru:


3 X1 2 X2
+
3 X3 = 8
. ( pers. A )
(14/3) X2
6 X3 = -26/3
. ( pers. B )
hilang
(5/3) X2 +
X3 = 19/3
. ( pers. C )
misalkan hasilnya bukan (14/3) tetapi nol atau sangat kecil mendekati
nol,
atau ditulis
3 X1 2
X2
+
3 X3 = 8
. ( pers. A )
0
X2

6 X3 = -26/3
. ( pers. B )
hilang
(5/3) X2
+
X3 = 19/3
. ( pers. C )

maka kita harus menukar baris pers. B dengan baris


dibawahnya yang nilai koefisien kolom X2 nya yang terbesar (dalam
kasus ini hanya tinggal 1 pers. saja yaitu pers. C dan tidak ada pilihan
lain).
Maka kita tulis lagi sistem tersebut menjadi
3 X1 hilang

2 X2
+
(5/3) X2 +
0
X2

3 X3 = 8
X3 = 19/3
6 X3 = -26/3

. ( pers. A )
. ( pers. C )
. ( pers. B )

3 X3 = 8
X3 = 19/3
6 X3 = -26/3

. ( pers. A )
. ( pers. C )
. ( pers. B )

atau
3 X1 -

2 X2
(5/3) X2

+
+

Maka langsung dapat diselesaikan

Catt: untuk menghindari kelemahan ini maka list program eliminasi gauss juga
harus dimodifikasi

Latihan.
Selesaikan sistem persamaam linier berikut dengan
metode eliminasi Gauss yang
menerapkan tatacara pivoting parsial.
x1 + 2x2 + x3 = 2
3x1 + 6x2
=9
2x1 + 8x2 + 4x3 = 6

Jawab:
Soal
121 2
360 9
284 6

tahap 1
12 1
2
0 0 -3
3
04 2
2

Tahap 2
121
2
042
2
0 0 -3 3

Diperoleh
x3 = -1, x2 = 1, dan x1 = 1.
Ada juga yang secara hati-hati melakukan pivoting sejak dari awal untuk
mengurangi ralat, seperti contoh:

Catatan2. Bila koefisien elemen pivot=0 atau aii=0 tidak dapat dihindari, seperti
contoh berikut:
2X + Y + Z = 2 ........................(1)
X - Y - 3Z = 1 ........................(2)
X + 2Y + 4Z = 1 .......................(3)
Dan dengan eliminisai gaus diperoleh:
2X +
Y +
Z = 2 .......................(1)
(-3/2)Y - (7/2)Z = 0 ........................(2)
0 Z = 0 .......................(3)
Maka sistem pers. tsb tidak dapat diselesaikan secara eliminasi gauss, dan
memiliki tak berhingga penyelesaian, karena Z dapat bernilai berapa saja.
Bila diperhatikan secara detil, bentuk seperti ini muncul akibat dari tidak
bebasnya satu persamaan. Bila dilihat ternyata pers. (1) merupakan
penjumlahan pers. (2) + pers. (3), shg pers. (1) bersifat tidak
bebas/independen. Dan sistem pers. Seperti ini disebut sistem tidak bebas
atau sering disebut matrix singular
Jadi bila ada pesan/komen semacam itu di Matlab maka dapat dipastikan yg salah
adalah matrixnya bukan kesalahan dalam membuat program

Kebalikan dari matrix singular adalah matrix bebas linier, disebut bebas
Linier bila matrix/sistem pers. Linier (SPL) tidak memuat satu persamaan
pun yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier persamaan-persamaan
yang lain (spt contoh-contoh sebelumnya).
Matrix/SPL bebas linier secara teoritis mempunyai penyelesaian tunggal.

Latihan di rumah (tdk usah dikumpul)


1). Selesaikan dengan manual
4 8 4 0
X1
8
1 5 4 -3
x X2 = -4
1 4 7 2
X3
10
1 3 0 -2
X4
-4
Catt: gunakan matlab sebagai kontrol untuk mengecek hasil

2). Cek SPL berikut bersifat bebas linier atau singular??


X1
X1
2X1
-X1

+ X2 + X3 + X4 = 7
+ X2 + 2X4
=8
+ 2X2 + 3X3
= 10
- X2 -2X3 +2X4 = 0

Buktikan dengan matlab dan manual!

MATRIX TRIDIAGONAL
PERNAHKAH ANDA MELIHAT SUSUNAN MATRIX SEPERTI INI??
a11.X1 + a12.X2
a21.X1 + a22.X2 + a23.X3
a32.X2 + a33.X3 + a34.X4
.
.
.
.
.
.
.
.
an(n-1).(Xn-1) + ann.Xn
Contoh:
2.X1 3.X2
= -4 (pers. 1)
X1 + 2.X2 X3
= 2 (pers. 2)
4.X2 - X3 + X4 = 9 (pers. 3)
2.X3 - X4 = 2 (pers. 4)
semua nilai lainnya adalah nol

= b1
= b2
= b3

= bn

atau susunan matrixnya:


2 -3
X1
1 2 -1
x X2 =
4 -1 1
X3
2 -1
X4

-4
2
9
2

MATRIX SEPERTI INI DISEBUT MATRIX TRIDIAGONAL


BAGAIMANA MENYELESAIKANNYA?

ADA IDE ?!

Penyelesaiannya dapat dilakukan dengan eliminasi gauss.


Tinggal menghilangkan satu deretan koefisien tepat dibawah diagonal utama,
yaitu X1 (kolom 1), 4.X2 (kolom 2), 2.X3 (kolom 3) dengan cara eliminasi
gauss.
2.X1 3.X2
X1 + 2.X2 X3
4.X2 - X3 + X4
2.X3 - X4

= -4 (pers. 1)
= 2 (pers. 2)
= 9 (pers. 3)
= 2 (pers. 4)

Penyelesaian:
Langkah 1:
X1 + 2.X2 X3 = 2
2.X1 3.X2
= -4

x ()

X1 +
2.X2 X3 = 2
X1 (3/2).X2
= -2
(-)
(7/2).X2 X3 = 4 ..... (pers. 2)

Langkah 2:
4.X2 -X3 + X4 = 9
(7/2).X2 X3
=4

4.X2 X3 + X4 = 9
x 4/(7/2) 4.X2 (8/7).X3
= 32/7
(-)
(1/7).X3 + X4 = 31/7 ...(pers. 3)

Langkah 3:
2.X3 X4 = 2
2.X3
X4 = 2
(1/7).X3 + X4 =31/7 x 2/(1/7) 2.X3 +14.X4 = 62
-15.X4 = -60

sehingga matrix menjadi:


2.X1 3.X2
= -4
(7/2).X2 X3
= 4
(1/7)X3 + X4 = 31/7
-15.X4 = -60

(pers. 1 )
(pers. 2)
(pers. 3)
(pers. 4)

(-)
.(pers. 4)

sehingga diperoleh X4= 4


subtitusi X4 tsb ke (pers. 3) diperoleh X3 = 3
subtitusi X3 ke pers. 2 diperoleh X2 = 2
subtitusi X2 ke pers. 1 diperoleh X1 = 1

latihan
2.X1 + X2
=5
3.X1 + X2 -2.X3
=2
X2 -3.X3 - X4 = 3
3.X3 + 2.X4 = 2

Contoh soal aplikasi bidang teknik kimia:


Suatu proses ekstraksi cair-cair multi-tahap menggunakan pelarut (solvent)
yang tidak saling melarut, seperti terlihat pada gambar berikut:
stage 1

stage 2
Y2

.
Y3

Y1
W
Xin

stage i
Yi

Yi+1

..
X1

X2

stage n-1
Yn-1

Yn

stage n
Yin
S

..
Xi-1

Xi

Xn-2

Xn-1

Xn

Arus W (massa/waktu) memasuki stage 1 mengandung senyawa A dengan


fraksi berat Xin. Senyawa A tsb akan diambil dengan pelarut yang berlawanan
arah dengan arus W, yaitu pelarut S (massa/waktu) yang masuk dari stage n
yang mula-mula mengandung senyawa A dengan fraksi berat Yin. Senyawa A
dalam arus W akan terekstrak dan masuk ke arus S.
Masing-masing stage beroperasi pada suhu yang sama, dan hubungan
kesetimbangan pada masing-masing stage mengikuti persamaan:
Yi = K Xi
, K adalah konstanta kesetimbangan ..(pers. 1)
Diasumsikan Xi dan Yi sangat kecil dibandingkan S dan W sehingga S dan W
dianggap jumlahnya tetap, sehingga
* neraca massa A pada stage ke-1:
Input
= Output
W.Xin + Y2.S = Y1.S + X1.W
.(pers. 2)
Dari pers. 1 diperoleh Y1 = K X1 dan Y2=K.X2
..(pers. 3)
subtitusi pers. 3 ke pers. 2, diperoleh:
W.Xin + K.X2.S = K.X1.S + X1.W
(1+ KS/W) X1 + (KS/W) X2 = - Xin
..(pers. 4)
* neraca massa A pada stage ke-i:

W.Xi-1 + S. Yi+1 = Yi.S + Xi.W


Dari pers. 1 diperoleh Yi = K Xi dan Yi+1=K.Xi+1
dan diperoleh:
Xi-1 (1 + KS/W)Xi + (KS/W).Xi+1 = 0
* Neraca Massa pada stage ke-n
Xn-1.W + Yin.S = Xn.W + Yn.S
Subtitusi Yn = K Xn
Sehingga menjadi Xn-1 - (1 + KS/W) Xn = -(S/W) Yin

.(pers. 5)
..(pers. 6)

(pers. 7)

Bila pers. 4, 6 dan 7 disusun secara lengkap bersama pers. neraca massa dari
setiap stage maka tersusun menjadi:
(1+ KS/W) X1 + (KS/W) X2
= - Xin
stage ke-1
.
.
.
.
.
Xi-1 (1 + KS/W)Xi + (KS/W).Xi+1 = 0
stage ke-i
.
.
.
.
.
Xn-1 - (1 + KS/W) Xn = -(S/W) Yin
stage ke-n
Misal diketahui:
Jumlah stage ada 5 stage (n =5)
S = 1000 kg/jam
W = 2000 kg/jam
Xin = 0,05
Yin = 0,00
K = 10
Maka susunan persamaan neraca massa setiap stage menjadi:
-6.X1 + 5.X2
= -0,05
stage 1
X1 - 6.X2 + 5.X3
= 0
stage 2
X2 - 6.X3 + 5.X4
= 0
stage 3
X3 6.X4 + 5.X5 = 0
stage 4
X4 - 6.X5 = -(1/2). 0=0 stage n=5
PR. Coba selesaikan secara pakai matlab manual dan buktikan hasilnya
adalah:
X1 = 0,999999. 10-2 X4 = 0,799999. 10-4
X2 = 0,199999. 10-2
X5 = 0,159999. 10-4
X3 = 0,399999. 10-3
Cek Pakai Matlab!

PR di rumah manual & Matlab:


1).

2).

000