Anda di halaman 1dari 4

Metode Akuntansi Untuk Joint Venture

Pada prinsipnya ada dua metode :


1.

Buku diselenggarakan terpisah dari pembukuan masing-masing anggota;


Pembukuan masing-masing anggota diselenggarakan secara terpisah rekening pembukuan di
dalam joint venture meliputi aktiva, hutang, pendapatan, biaya-biaya dan modal yang
diselenggarakan untuk tiap anggota.

2.

Rekening-rekening untuk setiap transaksi dalam joint venture ada dan dicatat didalam buku
masing-masing anggota,(tidak diselenggarakan pembukuan secara terpisah terhadap aktiva joint
venture atau digabung).
Masing-masing anggota harus mempunyai rekening joint venture pada bukubukunya, meskipun masing-masing patner mecatat transaksi-transaksi yang terjadi pada buku
managing patner tetap harus dibentuk rekening joint venture. Misal kas JV, piutang JV, Hutang
JV, dll.
Dalam metode ini, joint venture tidak menyelenggarakan akuntansi secara tersendiri.
Akuntansi terhadap joint venture diselenggarakan oleh masing-masing sekutu (partner). Dalam
hal ini, akuntansinya dapat dibagi menjadi dua yaitu :

1.

Managing Partner
Pada dasarnya managing partner akan menyelenggarakan rekening secara lengkap, yaitu
rekening-rekening aktiva, utang, modal, pendapatan, dan biaya. Oleh karena akuntansi tersebut
dicampur dengan akuntansi perusahaannya sendiri, maka untuk membedakannya setiap rekening
joint venture diberi tanda tersendiri, yaitu dengan penambahan istilah joint venture pada setiap
rekening. Rekening-rekening yang diselenggarakan managing partner meliputi :

a.

Rekening Aktiva-Joint Venture

b.

Rekening Utang-Joint Venture

c.

Rekening sekutu atau partner

d.

Rekening Joint Venture

2.

Non- Managing Partner


Non- managing partner hanya menyelenggarakan 2 macam rekening, yaitu :

a.

Rekening Joint Venture

b.

Rekening Sekutu (Partner)

1.

Rekening Managing Partner

Berikut mekanisme pendebitan dan pengkreditan rekening ini:


v Pendebitan dilakukan apabila terjadi transaksi yang berakibat:

Aktiva joint venture bertambah

Utang joint venture berkurang dan

Modal atau managing partner berkurang

v Pengkreditan dilakukan apabila terjadi transaksi yang berakibat:

Aktiva joint venture berkurang

Utang joint venture bertambah dan

Modal atau managing partner bertambah

2.

Rekening Sekutu non-Managing Partner yang lain.

Joint Venture yang Belum Selesai


Dalam hubungannya dengan joint venture yang belum selesai tersebut timbul masalah
akuntansi, yaitu mengenai pengakuan laba atau rugi joint venture yaitu apakah perlu mengakui
rugi-laba atas joint venture yang belum selesai. Perlu tidaknya mengakui rugi-laba joint venture
yang belum selesai harus memperhatikan prinsip-prinsip yang mendasari pengakuan rugi laba
(pendapatan dan biaya).
Dalam hal anggota joint venture mengakui laba atas joint venture yang belum selesai ini
menimbulkan 2 masalah, yaitu penentuan besarnya laba atau rugi yang diakui dan pencatatannya
akan tergantung pada metode akuntansi yang digunakan.
1.

Metode Akuntansi Terpisah


Apabila joint venture menyelenggarakan akuntansi dengan metode ini maka besarnya laba
adalah selisih antara pendapatan dan biaya. Apabila diperlukan maka untuk menghitung laba atau
rugi tersebut diperlukan penyesuaian. Laba atau rugi tersebut akan dibagi sesuai dengan rasio
atau metode pembagian laba yang disepakati. Dengan metode ini maka masing-masing sekutu
hanya akan mencatat bagian laba atau rugi yang menjadi haknya.

2.

Metode Akuntansi Tidak Terpisah


Apabila joint venture menggunakan metode akuntansi tidak terpisah maka besarnya laba atau
rugi dapat diketahui dari saldo rekening Joint Venture, yaitu :

Laba, apabila rekening Joint venture bersaldo kredit dan


Rugi, apabila rekening Joint venture bersaldo debit.

Seperti yang dijelaskan bahwa joint Venture hanya bisa dihitung laba/ruginya apabila telah
berakhir usaha yang menjadi obyeknya maka dalam pembukuan ini mengalami hal hal yang
perlu dilakukan karena pembukuan secara tidak terpisah sedikit berbeda dari pembukuan secara
terpisah, yang membedakan adalah hak-hak para anggota di dalam joint venture dapat ditentukan
pada setiap saat yang menyangkut aktivitas joint venture.
Hak-hak para anggota adalah selisih antara jumlah komuatif semua rekening yang
mempunyai saldo debit dengan jumlah komulatif semua rekening yang mempunyai saldo kredit
dari pembukuan yang diselenggarakan oleh anggota yang bersangkutan.
Rekening-rekening dengan saldo debet menunjukkan aktiva joint venture (termasuk biaya
yang dibayar dimuka). Sedangkan rekening-rekening yang mempunyai saldo kredit adalah
rekening yang menunjukkan kewajiban-kewajiban koint venture kepada pihka ketiga dan hakhak anggota di dalam joint venture.
Barang yang Belum Terjual
Sisa barang dagangan yang belum terjual harus diperlakukan secara tepat sesuai
penggunaan sisa barang yang bersangkutan, yang dalam hal ini ada 3 kemungkinan yaitu :
1.

Dibagi kepada Para Sekutu

v Metode akuntansi terpisah


Apabila joint venture menyelenggarakan akuntansi secara terpisah maka pencatatan terhadap
pembagian sisa barang dagangan kepada para sekutu, tergantung sistem akuntansi persediaan.
Jika dengan sistem perpetual, maka pembagian sisa barang kepada para sekutu dicatat oleh joint
venture dengan mendebit rekening masing-masing sekutu dan mengkredit rekening persediaan.
Jika dengan sistem fisik, maka pembagian sisa barang dagangan tidak harus dicatat. Jika ingin
dicatat maka akan dicatat dengan mendebit rekening modal masing-masing sekutu dan
mengkredit rekening penjualan.
v Metode akuntansi tidak terpisah
Apabila joint venture menyelenggarakan akuntansi secara tidak terpisah, maka pembagian sisa
barang kepada para sekutu tidak perlu dicatat.
2.

Dijual kepada Pihak Luar


Apabila sisa barang dijual kepada pihak luar maka akan dicatat seperti halnya penjualan yang
biasa. Jika menggunakan metode akuntansi terpisah transaksi ini akan dikredit ke rekening

penjualan, yang akhirnya akan menambah laba sebesar harga jual. Jika menggunakan metode
akuntansi tidak terpisah transaksi ini akan dikredit ke rekening joint venture sebesar harga jual.
3.

Dijual kepada Sekutu


Metode yang digunakan:

v Metode akuntansi terpisah


Jika menggunakan metode akuntansi terpisah maka transaksi tersebut hanya akan dicatat oleh
joint venture dan sekutu yang bersangkutan dengan mendebit rekening sekutu yang membeli dan
mengkredit rekening penjualan, masing-masing sebesar harga jual.
v Metode akuntansi tidak terpisah
Jika menggunakan metode akuntansi tidak terpisah maka transaksi tersebut akan dicatat oleh
semua sekutu. Sekutu pembeli akan mencatat dengan mendebit rekening pembelian atau
persediaan dan mengkredit rekening joint venture. Sekutu yang lain akan mencatat dengan
mendebit rekening sekutu pembeli dan mengkredit rekening joint venture, masing-masing
sebesar harga jual.