Anda di halaman 1dari 5

ANFO DAN HEAVY ANFO

A.

ANFO
ANFO merupakan bahan peledak berbentuk butiran free flowing berbasis

Ammonium Nitrate dan Fuel Oil yang tidak peka terhadap detonator. Bahan
peledak ini umumnya dikenal dengan nama ANFO. ANFO

merupakan

bahan

peledak yang aman jika dibandingkan dengan bahan peledak yang lainnnya.
Selain itu ANFO juga termasuk bahan baku peledak yang kategori peledakan
dengan basis yang kering dan memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi,
baik itu untuk peledakan di dalam tanah ataupun untuk peledakan terbuka yang
memiliki diameter 1 sampai dengan 12 inchi ataupun lebih.
Amonium nitrat dapat juga memecah dengan cepat dan menghasilkan
panas dalam jumlah besar. Dengan kata lain, dia meledak. Ketika amonium nitrat
terkena guncangan terus-menerus atau panas dengan suhu yang tinggi, dia akan
terurai dengan cepat menjadi nitrogen, oksigen, dan air. Reaksi kimia ini bersifat
eksotermik alias melepaskan panas. Panas ini lalu bisa memicu reaksi rantai
kimia dimana sejumlah besar amonium nitrat yang terdapat pada pabrik pupuk
terurai sekaligus dan menghasilkan ledakan mematikan atau bom. Selama pupuk
diproduksi, tanki bertekanan tinggi menjaga amonium nitrat dalam bentuk cairan.
Jika tanki itu pecah, cairan itu menjadi gas dan bercampur dengan oksigen di
udara. Kombinasi ini dengan mudah meledak. Meskipun punya potensi yang
mematikan, bahan kimia ini tetap menghadirkan manfaat. Campuran amonium
nitrat dengan bahan bakar bermanfaat bagi penambang untuk membuat lubang
penambangan. Pupuk amonium juga bermanfaat bagi petani. Kompres dingin
instan pada perangkat P3K juga menggunakan bentuk amonium nitrat.
Sebagaimana yang sudah kita tahu, tanaman membutuhkan nitrogen pada saat
pertumbuhannya dan perkembangannya tetapi tidak bisa mengekstraknya
secara langsung dari atmosfer. Ammonium nitrat yang larut di dalam air di tanah
bisa diabsorb oleh akar tanaman dengan sangat

mudah, Selain bermanfaat

sebagai pupuk, senyawa ini juga eksplosif, dengan dipicu pada pemanasan, 1
mol padatan putih ammonium nitrat akan dengan cepat terurai secara eksotermik

menjadi 2 mol uap air dan 1 mol dinitrogen oksida. Dan reaksinya yaitu: NH4NO3
(s) ---> 2H2O (g) + N2O (g).
Tetapi reaksi ini hanya bisa terjadi jika dipicu dengan pemanasan yang
cukup untuk bisa mencapai pada energi aktivasinya, tapi dari semburan gas dan
panas yang dibentuk oleh reaksi ini mempunyai daya destruksi yang sangat
dahsyat. Amonium Nitrat sangat berbahay jika disimpan ditempat yang lembab ,
Karena bisa menyerap air atau disebut higrokopis. Jika ammonium nitrat sudah
bercampur dengan air, maka zat tersebut akan mengeras dan susah untuk
menghancurkannya. Oleh karena itu bahan pelepis dari ammonium nitrat berupa
tanah liat, bahan pelapis ini sudah sangat aman sekali. Banyak kejadian ledakan
akibat ammonium nitrat, seperti yang pernah terjadi di Jerman pada tahun 1921,
ledakan ini diakibatkan oleh 4500 ton campuran ammonium nitrat dengan
ammonium sulfat pada suatu pabrik pupuk yang menghancurkan semua yang
ada di dalam pabrik dan ledakan ini menewaskan 561 orang. Ledakan ini terjadi
secara tiba-tiba dan tidak disengaja, pada awalnya yaitu dikarenakan ammonium
nitrat yang disimpan di dalam pabrik itu mengeras yang diakibatkan karena
banyak menyerap air. Ammonium nitrat ini memang higroskopis dan bisa
menyerap air dari udara lembab, yang membentuk gumpalan-gumpalan lengket
yang mengeras begitu saja ketika kelembaban mulai turun. Karena ingin
memecahkan bongkahan-bongkahan yang keras ammonium nitrat itu, pada
pekerja pabrik yang tidak mempunyai pengetahuan kimia yang luas mereka
menggunakan dinamit untuk bisa menghancurkannya. Tentu saja hal ini dapat
memicu ledakan karena panas dari dinamit cukup untuk bisa menginisiasi
peruraian ammonium nitrat, dan bang, pabrik pun meledak begitu saja. Dan
anehnya tetap saja, ammonium nitrat ini dibutuhkan oleh industri pupuk. Jadi,
untuk dapat mencegahnya pada masalah kehigroskopisannya, dilakukan dengan
cara pelapisan dengan lilin, karena lilin tidak bisa ditembus air. Memang tetapi
ada masalah yang lainnya karena lilin sendiri yaitu hidrokarbon, dan semua
hidrokarbon dapat dioksidasi menjadi karbondioksida dan uap air. Dan lebih
parah lagi ditemukan bahwa pada ammonium nitrat berlapis lilin ini ternyata
adalah bahan peledak yang lebih dahsyat lagi dari pada ammonium nitrat murni,
akibatnya yaitu pada reaksi ini, ammonium nitrat bisa terurai menjadi uap air dan
dinitrogen. Sementara itu sisa dari oksigen bereaksi dengan lilin dan membentuk
lebih banyak lagi air dan karbon dioksida, maka reaksinya yaitu:

NH4NO3 (s) -----> 2H2O (g) + N2 (g) + O


CnH2n+2 (s) + (3n+1) O ------> nCO2 (g) + (n+1) H2O (g)
Pada tahun 1947 telah terjadi kebakaran yang tidak sengaja pada kapal di Texas
yang memuat ammonium nitrat berlapis lilin, dalam kejadian itu sedikitnya 500
orang meninggal dunia, dan kini yang dipakai untuk melapisi ammonium nitrat
yaitu dengan memakai tanah liat dan dengan cara penyimpanan ini sudah aman.
Dari kecelakaan-kecelakaan yang sudah terjadi, perlu disadari bahwa
potensi campuran ammonium nitrat hidrokarbon sebagai eksplosif, ini digunakan
untuk bahan bakar beberapa industi, pertambangan, dan keperluan-keperluan
eksplosif lain. Tetapi tetap aman untuk digunakan, karena ammonium nitrat dan
hidrokarbonnya bisa diletakan pada wadah yang terpisah sampai dengan
waktunya ini digunakan, dan peledakannya diatur oleh detonator.
Fiul Oil (Solar) memilikii sifat sifat utama, yaitu: tidak mempunyai warna
atau hanya sedikit kekuningan dan berbau, encer dan tidak mudah menguap
pada suhu normal, mempunyai titik nyala yang tinggi (40C sampai 100C),
terbakar secara spontan pada suhu 350C, mempunyai berat jenis sekitar 0.82
0.86, mampu menimbulkan adanya panas yang besar (10.500 kcal/kg)
mempunyai kandungan sulfur yang lebih besar dari pada bensin. Waste Oil
Sebagai Pengganti Solar Untuk ANFO
Perhitungan Zero Oxygen Balance
AN + FO Fumes + Energi
3 NH4NO3 + CH2 ( 7 H20 + CO2 + 3 N2) + 930 Kcal/kg
CH2 ini dihasilkan dari fuel oil atau senyawa karbon lainnya.
Sebagai sesama senyawa karbon, waste oil bisa juga dijadikan sebagai
pengganti solar untuk campuran ANFO. Waste oil mempunyai pengotor dan
kekentalan yang sangat tinggi sehingga perlu ditambahkan untuk pengencer.
Pengencer yang dipakai yaitu solar karena gampang untuk didapatkan dan
aman. Hasil Peledakan dengan menggunakan campuran waste oil

Energi yang dihasilkan :


Tidak berbeda jauh dengan jika menggunakan solar.
Hal ini bisa dilihat dari:

Hasil pengukuran VOD dengan menggunakan VOD meter*).


Hasil peledakan (heave, fragmentasi)**).`

VOD ANFO (density = 0.85) adalah 2500 4500 m/s

B.

Fumes yang dihasilkan sama dengan menggunakan solar


Non Toxic Fumes (CO2, H2O)
Toxic Fumes (NO, NO2, CO)

HEAVY ANFO
Bahan peledak heavy ANFO yaitu campuran dari pada emulsi dengan

ANFO dengan perbandingan yang dapat disesuaikan, keuntungan dari campuran


ini sangat tergantung pada bagaimana perbandingannya, walaupun sifat atau
karakter bawaan dari emulsi dan ANFO tetap mempengaruhinya. Adapun
keuntungan yang terpenting dari pencampuran ini yaitu:

Sangat tahan terhadap air,


Energi akan bertambah,
Memberikan kemungkinan variasi energi disepanjang lubang ledak.
Sensitifitas yang lebih baik,
Cara pembuatan dari heavy ANFO ini cukup sederhana karena matriks

emulsi bisa dibuat di pabrik emulsi yang kemudian disimpan pada tangki
penimbunan emulsi. Dari tangki tersebut emulsi akan dipompakan ke dalam bak
truck Mobile Mixer atau Manufacturing Unit (MMU) yang biasanya mempunyai
tiga kompartemen. Emulsi dipompakan ke salah satu kompartemen bak, dan
sementara itu pada dua kompartemen bak yang lainnya disimpan ammonium
nitrat dan solar lalu kemudian MMU meluncur ke lokasi yang akan diledakkan.
Emulsi adalah campuran antara partikel-partikel suatu zat cair (fase
terdispersi) dengan zat cair lainnya (fase pendispersi) dimana satu campuran
yang terdiri dari dua bahan tak dapat bercampur, dengan satu bahan tersebar di
dalam fasa yang lain. Dikarenakan setiap bahan pangan memilki karakteristik
masing-masing maka setiap bahan pangan memiliki jenis emulsi dan pengaruh
jenis emulsi yang berbeda-beda. Salah satu dari zat cair tersebut tersebar
berbentuk butiran-butiran kecil kedalam zat cair yang lain distabilkan dengan zat
pengemulsi (emulgator/emulsifiying/surfactan).
Emulsi tersusun oleh tiga komponen utama, yaitu:

Fase pendispersi (zat cair yang berfungsi sebagai bahan dasar

(pendukung) dari emulsi tersebut (fase eksternal).


Fase terdispersi (zat cair yang terbagi-bagi menjadi butiran kecil kedalam
zat cair lain (fase internal).

Emulgator(zat yang digunakan dalam kestabilan emulsi).


Ada dua jenis tipe emulsi, yaitu emulsi M/A dan emulsi A/M. emulsi
adalah butiran-butiran minyak terdispersi dalam air, sedangkan Emulsi
A/M yaitu butiran-butiran air terdispersi dalam minyak. Air berfungsi
sebagai fase internal & minyak sebagai fase eksternal). maka butiranbutiran air yang diskontinyu terbagi didalam minyak yang merupakan fase
kontinyu, Sedangkan untuk emulsi M/A yaitu sebaliknya. Kedua zat yang
membentuk emulsi ini harus tidak atau sukar membentuk larutan
dispersirenik.